• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengertian Hukum Islam

BAB I PENDAHULUAN

E. Pengertian Hukum Islam

Hukum Islam atau syariat islam adalah sistem kaidah-kaidah yang didasarkan pada wahyu Allah SWT dan Sunnah Rasul mengenai tingkah laku mukalaf (orang yang sudah dapat dibebani kewajiban) yang diakui dan diyakini, yang mengikat bagi semua pemeluknya.23

23 Iriyani, Eva . "HUKUM ISLAM, DEMOKRASI DAN HAK ASASI MANUSIA". Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi. (Pusbakik dan LPPM Universitas Batang Hari Jambi.

20017) 17

31

Dan hal ini mengacu pada apa yang telah dilakukan oleh Rasul untuk melaksanakannya secara total. Syariat Islam menurut istilah berarti hukum-hukum yang diperintahkan Allah SWT untuk umat-Nya yang dibawa oleh seorang Nabi, baik yang berhubungan dengan kepercayaan (aqidah) maupun yang berhubungan dengan amaliyah.Syariat Islam menurut bahasa berarti jalan yang dilalui umat manusia untuk menuju kepada Allah Ta’ala. Dan ternyata Islam bukanlah hanya sebuah agama yang mengajarkan tentang bagaimana menjalankan ibadah kepada Tuhannya saja. Keberadaan aturan atau sistem ketentuan Allah SWT untuk mengatur hubungan manusia dengan Allah Ta’ala dan hubungan manusia dengan sesamanya. Aturan tersebut bersumber pada seluruh ajaran Islam, khususnya Al- Quran dan Hadits.

Kepatuhan terhadap Hukum yang telah ditetapkan Allah adalah sebuah keniscayaan dan seluruh amal perbuatan manusai di dunia akan dipertanggung jawabkan di hadapkan di hadapan Allah kelak di hari akhir. Amal perbuatan manusia hanya dianggap benar jika amal tersebut adalah amal yang dilaksanakan sesuai dengan syariah berdasarkan perintah/Hukum Allah.

a. Wajib adalah suatu perbuatan yang apabila dikerjakan akan memdapat pahala dan apabila ditinggalkan akan mendapat dosa. Pada umumnya pada setiap perintah Al-Quran Hukumnya adalah wajib. Wajib, ditinjau dari beban kewajiban kepada setiap orang/sekelompok orang Mukallaf yang di maksudkan mukallaf adalah orang yang telah terkena kewajiban mengikuti Syari’ah, dapat menjadi di bagi dua berikut ini.

16

32

1) . wajib ‘ain yaitu kewajiban yang di bebankan kepada setiap orang mukallaf.

Artinya bila hanya sebagian orang mukallaf saja mengerjakan, sedangkan orang lain tidak mengerjakannya, maka kewajiban tersebut tidak membebaskan beban orang yang tidak mengerjakannya. Contoh:

menjalankan Sholat, membayar Zakat, memenuhi janji yang pernah diucapkan.

2) Wajib kifa’i (kifayah) yaitu kewajiban yang dibebankan kepada sekelompok orang mukllaf. Artinya, apabila untuk mengerjakan suatu kewajiban,dibutukna sejumlah orang tertentu untuk melaksanakanya, dan jumlah orang yang mengerjakan tersebut diangap cukup maka orang mukallaf lain yang tidak mengerjakanya tidak berdosa. Akan tetapi bila tidak, maka seluruh orang mukallaf memikul dosanya karena tidak melaksanakan kewajiban tersebut. Contoh: memandikan, mengafani, menshalatkan serta mengubur jenazah, ber-amal ma’ruf nahi munkar, mendirika rumah sakit Islam dan mendirikan peruhasaan yang sangat di butuhkan oleh umat Islam.

Wajib Kifa’i itu dapat berubah memjadi wajib ‘ain apabila orang yang sanggup menjalankan bebban itu hanya satu orang sadangakan orang lain tidak sanggup. Contoh: kalau disuatu daerah hanya ada seornga dokter saja yang mampu mengobati orang yang sedang sakit, maka kewajiban untuk mengobati tersebut bagi dokter itu adalah wajib ‘ain, biar pun semula kewajiban itu hanya wajib kifa’i.

33

b. Mandub/Sunah ialah perbuatan yang apabila dikerjakan akan mendapat pahala dan apabila ditinggalkan, orang yang meninggalkan tidak mendapat dosa.

c. Haram ialah perbutan yang apabila ditinggalkan, akan mendapat pahala dan apabila dikerjakan, orang yang mengerjakannya akan mendapat dosa.

d. Makruh ialah perbuatan yang apabila ditinggalkan, akan mendapat pahala dan apabila dikerjakan tidak mendapat dosa.

e. Mubah ialah suatu perbutan yang bila dikerjakan tidak mendapat pahala dan bila ditingalkan tidak mendapat dosa. 24

1. Ruang Lingkup Hukum Islam

Ruang Lingkup Hukum Islam adalah objek kajian hukum Islam atau bidang- bidang hukum yang menjadi bagian dari hukum Islam. Hukum Islam di sini meliputi syariah dan fikih. Hukum Islam sangat berbeda dengan hukum Barat yang membagi hukum menjadi hukum privat (hukum perdata) dan hukum publik. Sama halnya dengan hukum adat di Indonesia, hukum Islam tidak membedakan hukum privat dan hukum publik.

Pembagian bidang-bidang kajian hukum Islam lebih dititikberatkan pada bentuk aktivitas manusia dalam melakukan hubungan. Dengan melihat bentuk

24 Sri Nurhayati-Wasilah “AKUNTASI SYARIAH DI INDONESAI” (Penerbit, Selemba Empat. Jakarta) (2015) hal:21

34

hubungan ini, dapat diketahui bahwa ruang lingkup Hukum Islam ada dua, yaitu hubungan manusia dengan Tuhan (hablunminAllah) dan hubungan manusia dengan sesamanya (hablun minannas). Bentuk hubungan yang pertama disebut ibadah dan bentuk hubungan yang kedua disebut muamalah.25

2. Sumber Hukum Islam

Hukum Islam bukan hanya sebuah teori saja namun adalah sebuah aturan- aturan untuk diterapkan di dalam sendi kehidupan manusia. Karena banyak ditemui permasalahan-permasalahan, umumnya dalam bidang agama yang sering kali membuat pemikiran umat Muslim yang cenderung kepada perbedaan. Untuk itulah diperlukan sumber hukum Islam sebagai solusinya, yaitu sebagai berikut:

a. Al-Quran

Sumber hukum Islam yang pertama adalah Al-Quran, sebuah kitab suci umat Muslim yang diturunkan kepada nabi terakhir, yaitu Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril. Al-Quran memuat kandungan-kandungan yang berisi perintah, larangan, anjuran, kisah Islam, ketentuan, hikmah dan sebagainya. Al- Quran menjelaskan secara rinci bagaimana seharusnya manusia menjalani kehidupannya agar tercipta masyarakat yang ber akhlak mulia. Maka dari itulah, ayat-ayat Al-Quran menjadi landasan utama untuk menetapkan suatu syariat.

b. Al-Hadist

25 Iriyani, Eva . "HUKUM ISLAM, DEMOKRASI DAN HAK ASASI MANUSIA". Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi. (Pusbakik dan LPPM Universitas Batang Hari Jambi. 20017) 17

35

Sumber hukum Islam yang kedua adalah Al-Hadist, yakni segala sesuatu yang berlandaskan pada Rasulullah SAW. Baik berupa perkataan, perilaku, diamnya beliau. Di dalam Al-Hadist terkandung aturan-aturan yang merinci segala aturan yang masih global dalam Al-quran. Kata hadits yang mengalami perluasan makna sehingga disinonimkan dengan sunnah, maka dapat berarti segala perkataan (sabda), perbuatan, ketetapan maupun persetujuan dari Rasulullah SAW yang dijadikan ketetapan ataupun hukum Islam.

c. Ijma’

Kesepakatan seluruh ulama mujtahid pada satu masa setelah zaman Rasulullah atas sebuah perkara dalam agama.” Dan ijma’ yang dapat dipertanggung jawabkan adalah yang terjadi di zaman sahabat, tabiin (setelah sahabat), dan tabi’ut tabiin (setelah tabiin). Karena setelah zaman mereka para ulama telah berpencar dan jumlahnya banyak, dan perselisihan semakin banyak,sehingga tak dapat dipastikan bahwa semua ulama telah bersepakat.

d. Qiyas

Sumber hukum Islam yang keempat setelah Al-Quran, Al-Hadits dan Ijma’

adalah Qiyas. Qiyas berarti menjelaskan sesuatu yang tidak ada dalil nashnya dalam Al quran ataupun hadis dengan cara membandingkan sesuatu yang serupa dengan sesuatu yang hendak diketahui hukumnya tersebut.Artinya jika suatu nash telah menunjukkan hukum mengenai suatu kasus dalam agama Islam dan telah diketahui melalui salah satu metode untuk mengetahui permasalahan hukum tersebut, kemudian ada kasus lainnya yang sama dengan kasus yang ada

36

nashnya itu dalam suatu hal itu juga, maka hukum kasus tersebut disamakan dengan hukum kasus yang ada nashnya.26

BAB III

GAMBARAN UMUM WILAYAH PENELITIAN A. Gambaran Umum Kota Pagar Alam

Profil Kota Pagar Alam menggambarkan kondisi kota Pagar Alam dari berbagai aspek. Dari profil Kota Pagar Alam diharapkan dapat tercermin kondisi kota Pagar Alamterkait dengan Rencana Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI 2JM). Profil Kota Pagar Alam terdiri dari gambaran kondisi geografis dan

26 Iriyani, Eva . "HUKUM ISLAM, DEMOKRASI DAN HAK ASASI MANUSIA". Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi. (Pusbakik dan LPPM Universitas Batang Hari Jambi. 20017) 17

37

administratif wilayah, gambaran mengenai demografi, gambaran mengenai topografi wilayah, gambaran mengenai geohidrologi, gambaran mengenai geologi, dan gambaran mengenai klimatology.

1. Gambaran Geografis dan Administratif Wilayah

Secara geografis Kota Pagar Alam berada pada posisi 4o, Lintang Selatan (LS), dan 103, 15o,Bujur Timur (BT) , 030 59’ 08” - 040 15’ 45” Lintang Selatan dan 1030 07’ 00” – 1030 27’ 26” Bujur Timur dengan luas wilayah 63.366 Ha (633.66 Km 2) dan terletak sekitar 298 Km dari Palembang serta berjarak 60 Km di sebelah barat daya dari ibukota kabupaten Lahat. Kota Pagar Alam merupakan daerah yang berbukit dengan ketinggian 400–3.400 diatas permukaan laut (dpl). Kondisi topografi bervariasi dari 0 sampai 15 derajat, sampai kelerengan 45 derajat. Secara Administratif, wilayah ini terbagi atas 5 Kecamatan yaitu Kecamatan Pagar Alam Selatan, Pagar Alam Utara, D empo Selatan, Dempo Utara, dan Dempo Tengah, serta terdiri dari 35 Kelurahan dan 84 Dusun.27 Daerah yang berbatasan dengan wilayah Kota Pagar Alam mempunyai batas wilayah sebagai berikut :

Sebelah Utara : Berbatasan dengan kecamatan Jarai, kabupaten Lahat.

Sebelah Timur : Berbatasan dengan propinsi Bengkulu

Sebelah Selatan : Berbatasan dengan kecamatan Kota Agung, kabupaten Lahat Sebelah Barat : Berbatasan dengan kecamatan Tanjung Sakti,kabupaten Lahat.

Table 3.1

27 Data kantor pemerintah kota Pagar Alam 36

38

Luas Wilayah Menurut Kecamatan dikota Pagar Alam Jumlah Luas Wialaya N

O Nama Kecamatan Kelurahan

Adminitrasi

(KM) (Ha) %Thd luas Kota Pagar Alam 1 Kecamatan Dempo Selatan 5 243,86 21.795 38,48 2 Kecamatan Dempo Tengah 5 144,05 17.309 22,73

3 Kecamatan Dempo Utara 7 127,11 12.398 20,06

4 Kecamatan Pagaralam Selatan

8 63,17 6.317 9,97

5 Kecamatan Pagaralam Utara 10 55,47 5.547 8,75

Total 35 633,66 63.366 100

Sumber : BPS Kota Pagar Alam. 202028 2. Gambaran Topografi

Kota Pagar Alam merupakan daerah yang berbukit dengan ketinggian 400 –3.400 diatas permukaan laut (dpl). Kondisi topografi bervariasi dari 0 sampai 15 derajat, sampai kelerengan 45 derajat.

Table 3.2

Tinggi Wilayah Diatas Permukaan Laut (DPL)Menurut Kecamatan

28 BPS (Badan Pusat Statistik) Pemerintah Kota Pagar Alam

39

NO Kecamatan Tinggi DPL (m)

1 Dempo Selatan 850 - 2700

2 Dempo Tengah 767 - 1650

3 Dempo Utara 705 - 800

4 Pagar Alam Selatan 694 - 870

5 Pagar Alam Utara 705 - 870

Sumber : BPS Kota Pagar Alam. 202029 3. Gambaran Geohidrologi

Sungai yang ada di wilayah Kota Pagar Alam mengalir sepanjang tahun. Sungai tersebut antara lain sungai Lematang, sungai Selangis Besar, sungai Selangis Kecil, sungai Air Kundur, sungai Betung, sungai Air Perikan sedangkan sungai Endikat merupakan sungai yang membatasi dengan kecamatan Kota Agung Kabupaten Lahat.

Air sungai yang ada dimanfaatkan untuk keperluan irigasi pada lahan pertanian yang ada di Kota Pagar Alam dan keperluan sehari–hari bagi sebagian masyarakat yang berada disekitar aliran sungai .

Warga masyarakat menggunakan air ledeng untuk keperluan air minum, namun bagi yang belum mendapat fasilitas ledeng maka menggunakan air tanah dengan pengeboran atau sumur. Air tanah disana jernih dan tidak berbau. Kedalaman air

29 BPS (Badan Pusat Statistik) Pemerintah Kota Pagar Alam

40

tanah yang ada Kota Pagar Alam berbeda beda di tiap lokasi umumnya 3 sampai 12 meter dilihat dari kedalaman sumur.30

4. Gambaran Geologi

Sebagian besar keadaan tanah di Kota Pagar Alam berasal dari jenis Latosol dan Andosol dengan bentuk permukaan bergelombang sampai berbukit. Jika dilihat dari kelasnya tanah di daerah ini pada umumnya adalah tanah kelas I (satu) yang mengandung kesuburan yang tinggi, hal ini terbukti Daerah Kota Pagar Alam merupakan daerah penghasil sayur-mayur, buah-buahan dan merupakan salah satu Sub Terminal Agribisnis (STA) di Provinsi Sumatera Selatan.

Selain itu keadaan tanah di daerah ini mengandung Andozol yang terdapat di Kecamatan Pagar Alam Utara terdiri dari 3 kelas yaitu kelas I dengan luas 26.491 Ha, kelas II dengan luas 16.503 Ha dan kelas IV dengan luas 20.372 Ha dengan sebagian besar wilayah terletak pada kemiringan lebih dari 40 %. Ketinggian tanah dari permukaan laut sangat bervariasi yaitu mulai d ari 100 m sampai > 1000 m, akan tetapi sebagian besar ketinggian dari permukaan laut lebih dari 1000 m31

5. Gambaran Klimatologi

Pada kondisi normal musim penghujan setiap tahun berkisar antara bulan Oktober sampai dengan bulan Maret, sedangkan musim kemarau berkisar bulan April sampai dengan bulan September . Rata-rata curah hujan berkisar antara 1.462-5.199

30 BPS (Badan Pusat Statistik) Pemerintah Kota Pagar Alam

31 BPS (Badan Pusat Statistik) Pemerintah Kota Pagar Alam

41

mm pertahun dengan kelebaban udara berkisar antara 75%-89% dan suhu berkisar antara 22º28º dan intensitas cahaya matahari antara 6-10 jam perhari.

Dokumen terkait