PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
- Kegunaan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah dan tujuan penelitian di atas, diharapkan penelitian ini dapat menghasilkan nilai-nilai fungsional baik secara teoritis maupun praktis. Secara teoritis penelitian ini diharapkan memperoleh informasi dan ilmu yang dapat dijadikan sumbangan pemikiran kepada departemen Muamalat tentang Revisi Hukum Islam Pembuatan Masker dari sisa-sisa jahitan. Hal ini dapat dijadikan tolak ukur untuk menambah khazanah pengetahuan tentang muamalah. Secara praktis, manfaat penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai sumbangan pengetahuan baru dan bahan pertimbangan dan refleksi bagi masyarakat di Kota Pagar Alam.
Penelitian Terdahulu
Terdapat pula permasalahan yang dibahas dalam skripsi ini yaitu: bagaimana penerapan hukum Islam dalam adat istiadat masyarakat Desa Mendahara Tengah Kecamatan Mendahara Kabupaten Tanjung Jangun Timur Provinsi Jambi tentang manfaat dan hak kepemilikan kain sisa. Ada pula kesimpulan dari tesis ini yaitu: mengenai hak kepemilikan sisa jahitan ditinjau dari hukum Islam yaitu sisa-sisa tersebut tetap menjadi milik pemesan. Penelitian Tesis Puji Ayu Lestari yang berjudul “Revisi Hukum Islam Tentang Akad Jual Beli Kain Sisa Jahitan (Studi di Belia Buasana Bandar.
Metode Penelitian 1. Jenis Penelitian
- Waktu dan lokasi Penelitian a. Waktu Penelitian
- Sumber Data
- Populasi dan Sempel a. Populasi
Masker berbahan dasar kain sisa jahitan di tengah pandemi Covid 19 (Studi Kota Pagar Alam Sumatera Selatan)” yang dijadikan objek penelitian artinya data yang dijadikan acuan dalam penelitian ini adalah fakta yang ada di lapangan. pendekatan deskriptif kualitatif, dan juga didukung dengan penelitian kepustakaan (library study) penelitian kepustakaan yang bertujuan untuk mengumpulkan data atau informasi dengan bantuan bahan-bahan, misalnya: buku, catatan, dokumen dan referensi lainnya. data diperoleh 9 Jika penelitian menggunakan angket atau wawancara untuk mengumpulkan data, maka sumber datanya disebut responden Merupakan pengamatan terhadap suatu objek yang diteliti, baik langsung maupun tidak langsung, untuk memperoleh data yang akan dikumpulkan dalam penelitian, melakukan observasi secara sistematik dan mencatat fenomena yang akan dipelajari.
Sistematis Penulisan
Metode wawancara merupakan suatu metode pengumpulan data melalui tanya jawab sepihak, yang dilakukan secara sistematis dan berdasarkan tujuan penelitian. Disini peneliti mengumpulkan bahan dan data yang ada melalui sumber-sumber yang berkaitan dengan pembahasan penelitian ini. Analisis data yang penulis gunakan adalah analisis data kualitatif yaitu menganalisis data yang telah dikumpulkan, setelah itu ditarik kesimpulan dengan menggunakan pendekatan atau cara berpikir induktif, yaitu berdasarkan pada pengetahuan khusus kemudian bersandar pada pengetahuan umum.
Jual Beli
Rukun dan syarat jual beli ada tiga iaitu akad (jab Kabul), orang yang berakad (penjual dan pembeli) dan ma’kud alaih (objek akad)15. Tidak dikatakan sah jual beli sehingga selesai ijab dan Kabul kerana ijab Kabul menunjukkan kesediaan. Apabila jual beli, menurut Islam, boleh memilih sama ada meneruskan atau membatalkan jual beli tersebut.
Pembinaan dan pengawasan terhadap pelaksanaan peraturan menteri ini dilakukan oleh menteri, kepala dinas kesehatan provinsi, dan kepala dinas kesehatan kabupaten/kota sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. Sulthah terbagi menjadi dua yaitu sulthah 'ala al-Nafsi dan sulthah 'ala syai'in mu'ayanim Sulthah 'ala Al-Nafsi merupakan hak jiwa seseorang sebagaimana hak atas hadlanah (pengasuhan anak).
Sulthah 'ala syai'in mu'ayanin adalah hak seseorang untuk memiliki sesuatu sebagaimana hak seseorang untuk memiliki mobil. Ia boleh memilikinya, memanfaatkannya, memanfaatkannya, menyia-nyiakannya, merusaknya, dan memusnahkannya, sepanjang tidak menimbulkan masalah bagi orang lain. Haq al-Isti'mal (pemanfaatan) terpisah dari haq al Istighal (mencari hasil), misalnya rumah yang dihibahkan untuk tempat tinggal.
Haq al-irtifaq adalah hak atas manfaat tetap atas kebun kedua yang tidak dimiliki oleh pemilik kebun pertama. Haq al-istihan adalah hak yang diperoleh dari harta yang digadaikan oleh Rahn, sehingga menimbulkan hak aini' kepada murtahin, hak ini berkaitan dengan harga barang yang digadaikan, tidak berkaitan dengan zakat atas benda tersebut, karena rahn hanyalah sekedar harta. menjamin. Haq al-jiwar adalah hak yang timbul karena berdekatan dengan batas tempat tinggal, yaitu hak untuk mencegah pemilik uqaran menimbulkan kesusahan terhadap tetangganya. J.
Susu al-manfaah, yaitu orang yang hanya mengambil manfaat dari sesuatu saja, misalnya barang pinjaman dari wakap dan lain-lain.
Konsep Bahan Kain Siasa Jahitan
Melk naqshah, yaitu apabila seseorang hanya mempunyai salah satu dari benda-benda tersebut, maka ia hanya mempunyai manfaat (kegunaan) tanpa mempunyai substansi. Milk al'aim atau disebut juga milk al raqabah adalah kepemilikan atas segala benda, baik benda tetap (ghair manqul) maupun benda yang dapat dipindahkan (manqul) seperti kepemilikan rumah, kebun, mobil dan sepeda motor, kepemilikan atas benda tersebut disebut susu al-'ain. Melk al-dayn adalah kepemilikan karena hutang, misalnya sejumlah uang yang dipinjamkan kepada seseorang atau penggantian suatu benda yang telah rusak.
Dan satunya lagi datang dari masyarakat yang ingin memesan ke penjahit namun membawa atau membeli kain sendiri. Namun masih ada hal lain yang dianggap remeh oleh para penjahit atau pelanggan, yaitu kelebihan dan kekurangan bahan kain. Hampir semua penjahit, jika terjadi kekurangan kain, pelanggan meminta tambahan kain, namun penjahit tidak mengembalikan kain sisa jahitan dan menggunakan sisa kain tersebut.
Pengertian Hukum Islam
Hukum Islam sangat berbeda dengan hukum Barat yang membagi hukum menjadi hukum privat (hukum perdata) dan hukum publik. Sama halnya dengan common law di Indonesia, hukum Islam tidak membedakan antara hukum privat dan hukum publik. Pembagian bidang studi hukum Islam lebih menitikberatkan pada bentuk-bentuk aktivitas manusia dalam menjalin hubungan.
Sumber hukum Islam yang pertama adalah Al-Quran, kitab suci umat Islam yang diturunkan kepada nabi terakhir yaitu Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril. Sumber hukum Islam yang kedua adalah Al-Hadits, yaitu segala sesuatu yang bersumber pada Nabi Muhammad SAW. Profil Kota Pagar Alam diharapkan dapat mencerminkan kondisi Kota Pagar Alam sehubungan dengan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI 2JM).
Secara administratif wilayah ini terbagi menjadi 5 kelurahan yaitu Pagar Alam Selatan, Pagar Alam Utara, Dempo Selatan, Dempo Utara dan Dempo Tengah serta terdiri dari 35 kelurahan dan 84 kelurahan. 27 wilayah yang berbatasan dengan wilayah Kota Pagar Alam mempunyai batas wilayah sebagai berikut . Air sungai yang ada digunakan untuk irigasi lahan pertanian di Kota Pagar Alam dan untuk kebutuhan sehari-hari sebagian masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai. Tanah di Kota Pagar Alam sebagian besar berasal dari jenis Latosol dan Andosol dengan permukaan bergelombang hingga berbukit.
Selain itu, kondisi tanah di kawasan ini mengandung Andozol yang terdapat di Kecamatan Pagar Alam Utara terdiri dari 3 kelas yaitu Kelas I seluas 26.491 Ha, Kelas II seluas 16.503 Ha dan Kelas IV dengan luas 16.503 Ha. seluas 20.372 Ha dengan sebagian besar wilayahnya berada pada kemiringan lebih dari 40.
Pola Distribusi Penduduk
Kepadan Penduduk
- Praktik Jual beli Masker kain dari Bahan sisa Jahitan Ditengan Pandemi Covid 19 ( Studi Dikota Pagar Alam Sumatera Selatan)
- Tinjauan Hukum Islam Terhadap Jual Beli Masker Dari bahan kain Sisa Jahitan Di Tengah Pandemi Covid 19 (Studi Di Kota Pagar Alam
Mengenai sistem kepemilikan sisa kain jahit yang digunakan sebagai bahan pembuatan masker kain. Alasan saya mengolah kain sisa hasil jahitan daripada menumpuknya adalah karena lebih baik diolah dan bisa menjadi penghasilan. Saya tidak pernah meminta izin langsung kepada pelanggan untuk menggunakan atau mengembalikan sisa bahan jahit.
Alasan saya mengolah kain sisa menjahit adalah karena saya tidak punya keahlian lain, jadi saya hanya mengolah kain sisa menjahit saja. Saya tidak pernah meminta izin kepada pelanggan untuk menggunakan/menggunakan kembali kain sisa jahitan. Alasan saya mengolah sisa-sisa kain hasil jahitan dimulai saat pandemi dimulai dan banyak orang yang membutuhkan masker di masa pandemi.
Alasan kami mengolah kain sisa jahitan adalah karena kami lebih memilih mengolah dan memproduksinya kembali dibandingkan menimbunnya. Seingat saya, belum pernah ada yang membahas izin pemanfaatan kembali kain sisa jahitan. Ya, saya tahu, karena saya sering membeli bahan-bahan daur ulang sisa jahitan seperti serbet, taplak meja, dan keset pintu.
Tinjauan Hukum Islam Tentang Jual Beli Masker Kain Jahitan Di Tengah Pandemi Covid 19 (Studi di Pagar Alam) Menjahit Di Tengah Pandemi Covid 19 (Studi di Pagar Alam Sumatera Selatan).
Pembasan
- Analisis Praktik Julal beli Masker kain dari Bahan sisa Jahitan Ditengan Pandemi Covid 19 ( Studi Dikota Pagar Alam Sumatera
- Analisis Tinjauan Hukum Islam Terhadap Jual Beli Masker Dari bahan kain Sisa Jahitan Di Tengah Pandemi Covid 19 (Studi Di Kota Pagar
Sehubungan dengan tinjauan peraturan perundang-undangan Islam tentang jual beli masker berbahan kain sisa jahitan di tengah pandemi Covid 19 (Studi di Kota Pagar Alam Sumatera Selatan) dan juga aturan-aturan yang berlaku di dalam prinsip-prinsip fiqiq muamalah, Al-Quran dan Hadits yang perlu dikaji lebih mendalam. Berdasarkan temuan penulis di lapangan, beberapa perusahaan/penjahit industri garmen di Pagar Alam memanfaatkan sisa-sisa kain jahit untuk membuat masker kain. Yang pertama datang dari penjahit itu sendiri, yaitu ketika seseorang atau sekelompok orang ingin membuatkan jas atau baju di penjahit yang mereka percaya.
Apalagi di kondisi pandemi saat ini, kain sisa penjahitan menjadi sangat berharga karena menjadi bahan baku pembuatan masker kain. Kain sisa penjahitan untuk pembuatan masker kain itu sendiri bukan merupakan hak sepenuhnya. Seperti yang diungkapkan oleh para pelanggan, mereka mengetahui bahwa mereka masih mempunyai hak atas sisa kain jahit yang mereka serahkan kepada penjahit, bahkan ada pula yang menanyakan langsung kepada penjahit tersebut, dan ada juga yang membeli kembali kain sisa hasil olahan tersebut. menjahit dari penjahit. .
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang penulis lakukan di kota Pagar Alam (Pasar Dempo Permai kecamatan Beseamah Serasa kabupaten Pagar Alam), jika melihat keterangan diatas maka hak kepemilikan atas kain sisa jahitan masih tetap ada. terpaksa. dengan pelanggan karena tidak ada kontrak/izin untuk menggunakan kembali sisa kain yang dijahit. Dan jual beli kain yang terbuat dari kain sisa setelah dijahit adalah tidak sah, karena melanggar kaidah kerukunan dan syarat-syarat jual beli yaitu hak milik. Tinjauan Analisa Hukum Islam Jual Beli Masker dari Bahan Kain Sisa Jahitan Saat Pandemi Covid 19 (Studi di Kota Pagar), Kain Sisa Jahitan Saat Pandemi Covid 19 (Studi di Kota Pagar) Pagar Alam, Sumatera Selatan).
Menjahit merupakan salah satu bentuk muamala yang masih dikenal dan diamalkan oleh masyarakat kota Pagar Alam, khususnya di pasar Dempo Permai desa Beseamah Serasa kecamatan Pagar Alam.
لع ملسو هي
Saran
Bagi penjahit sebaiknya membuat kontrak yang jelas pada saat melakukan kesepakatan dengan pemesan, mengenai waktu penyelesaian, model pakaian yang diinginkan dan mengenai bahan sisa jahitan. Tidak ada salahnya meminta izin terlebih dahulu kepada klien. mengenai kain sisa hasil jahit agar kedepannya bisa diolah menjadi barang yang lebih bermanfaat bahkan bisa menjadi penghasilan yang menjanjikan. Cara menggunakan masker kain untuk mencegah infeksi virus corona" https://www.alodokter.com/cara-using-kain-masker-to-prevent-coronavirus-infection. Ritongga, A.Rahma., et.al "Ensiklopedia Hukum Islam, Jakarta: PT Icahtiar Baru van Hoeve, 2006, volume 6, cet.
Sofyan Hasan, KN, & Warkum Sumitro, Dasar-Dasar Pemahaman Hukum Islam di Indonesia, Perusahaan Nasional, Surabaya, 1994.