BAB II LANDASAN TEORI
B. Kredit Usaha Rakyat (KUR)
1. Pengertian KUR
KUR adalah singkatan dari Kredit Usaha Rakyat yang Merupakan produk pinjaman BRI yang diberikan kepada para pelaku usaha mikro, ini adalah program kerjasama antara Pemerintah dan BRI dalam menyalurkan dana pinjaman sebagai modal usaha. Nasabah dapat mengajukan pinjaman modal Rp 1 juta sampai batas maksimal Rp25 juta dengan jangka waktu hingga 36 bulan. Pengajuan dapat dilakukan di kantor cabang bank BRI terdekat di Daerah dengan melengkapi persyaratannya37.
KUR adalah kredit modal kerja (KMK) atau kredit investasi dengan plafon kredit sampai Rp 25.000.000,- yang diberikan kepada usaha mikro,
36 Khaerul Umam, Manajemen Perbankan Syariah, (Bandung: CV Pustaka Setia, 2013) h.
237
37 https://www.infoperbankan.com/bri/kur-bri.html hari sabtu, 22 April 2017 jam 17.00
kecil menengah, koperasi (UMKM-K) yang memiliki usaha produktif yang akan mendapat penjaminan dari perusahaan penjamin. UMKM-K harus merupakan usaha produktif yang layak.
2. Sejarah KUR BRI
Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) memiliki peran dan kontribusi yang cukup besar dalam perekonomian Indonesia, yaitu menyediakan lapangan kerja terbesar dan menyumbang pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun 2012.
Dalam lima tahun mendatang pemerintah mengupayakan peningkatan kontribusi UMKM dalam perekonomian. Salah satu program pemerintah dalam meningkatkan peran UMKM dalam perekonomian adalah dengan meningkatkan akses pembiayaan perbankan kepada UMKM. Pendanaan UMKM tersebut memerlukan sinergi dan kerjasama yang melibatkan berbagai kementerian/ lembaga, pemerintah daerah dan dunia usaha.
Kerjasama tersebut dilengkapi dengan pengembangan skema pembiayaan, basis data dan informasi bersama, serta sistem monitoring dan evaluasi yang terpadu.
Sejak tahun 2007 sampai dengan Desember 2014 kinerja penyaluran KUR dalam memberikan pembiayaan kepada UMKM sangat baik yaitu sebesar Rp. 178,8 triliun dengan total debitur sebanyak 12,4 juta debitur.
Sedangkan pada tahun 2014 jumlah kredit yang dapat disalurkan adalah Rp.
40,2 triliun kepada 2,4 juta debitur. Pencapaian ini telah melampaui target penyaluran tahunan.
Melalui Rapat Koordinasi Komite Kebijakan Pembiayaan bagi UMKM tanggal 13 Mei 2015 maka disepakati untuk segera meluncurkan produk KUR Mikro dengan suku bunga kepada end user sebesar 21% efektif per tahun. Hal tersebut ditindaklanjuti dengan penerbitan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 4 Tahun 2015 tentang Pedoman Pelaksanaan KUR Mikro yang diundangkan tanggal 25 Mei 2015.
Pada tanggal 16 Juni 2015 diselenggarakan Rapat Kabinet Terbatas yang salah satu keputusannya adalah menurunkan suku bunga KUR menjadi 12% efektif per tahun. Sebagai tindak lanjut arahan tersebut, Komite Kebijakan melakukan kembali kajian untuk menentukan bentuk dan besaran subsidi yang sesuai bagi program KUR. Melalui rapat koordinasi Komite Kebijakan Pembiayaan Bagi UMKM tanggal 26 Juni 2015, diputuskan bahwa KUR akan disalurkan dalam 2 jenis yaitu KUR Mikro dan KUR Ritel. Bentuk subsidi yang diberikan pemerintah adalah subsidi bunga dengan penyalur awal adalah BRI, Bank Mandiri, dan BNI. Akan dikaji lebih lanjut untuk pembiayaan TKI.
Memperhatikan arah kebijakan pemerintah dan mempertimbangkan pencapaian KUR selama tujuh tahun terakhir, Presiden telah menetapkan Keputusan Presiden Nomor 19 tahun 2015 tentang Komite Kebijakan Pembiayaan bagi UMKM.bahwa dalam rangka melaksanakan Keputusan Presiden tersebut telah ditetapkan Pedoman Pelaksanaan KUR dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian selaku Ketua Komite Kebijakan Pembiayaan bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Nomor 6
tahun 2015 tentang Pedoman Pelaksanaan Kredit Usaha Rakyat, serta Peraturan Menteri Keuangan Nomor 146/PMK.05/2015 tanggal 30 Juli 2015 perihal Tata Cara Pelaksanaan Subsidi bunga untuk Kredit Usaha Rakyat38.
Dalam rangka percepatan pelaksanaan KUR, diterbitkan pula Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 6 Tahun 2015 tentang Pedoman Pelaksanaan Kredit Usaha Rakyat yang diundangkan tanggal 7 Agustus 2015. Sebagai landasan pembayaran subsidi bunga maka dikeluarkan pula Peraturan Menteri Keuangan Nomor 146 Tahun 2015 yang diundangkan tanggal 30 Juli 2015. Penetapan Bank Pelaksana KUR ditetapkan dalam Keputusan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian selaku Ketua Komite Kebijakan Pembiayaan Bagi UMKM Nomor 186 Tahun 2015.
Pada Oktober 2015, Pemerintah melakukan evaluasi dalam pelaksanaan Program KUR Tahun 2015. Sebagai upaya meningkatkan dan memperluas pelaksanaan penyaluran KUR Tahun 2015 dan agar alokasi plafon tahunan KUR Tahun 2015 dapat dicapai secarai optimal, serta untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, Komite Kebijakan melakukan perubahan regulasi sebagai langkah relaksasi Program KUR.
Beberapa regulasi yang dikeluarkan yaitu Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pedoman Pelaksanaan Kredit Usaha Rakyat dan Keputusan Menteri Koordinator
38 Surat Edaran, Nomor: S. 21 –DIR/ADK/08/2015, h. 1
Bidang Perekonomian Nomor 188 Tahun 2015 tentang Penetapan Penyalur Kredit Usaha Rakyat dan Perusahaan Penjamin Kredit Usaha Rakyat.
Peraturan tersebut menjadi payung hukum baru dalam pelaksanaan Program KUR.
Landasan operasional KUR adalah instruksi Presiden Nomor 5 tahun 2008 tentang fokus program ekonomi tahun 2008-2009 untuk menjamin implementasi atau percepatan pelaksanaan KUR dan nota kesepahaman bersama MOU antar departemen teknis, perbankan dan perusahaan penjaminan yang ditandatangani pada tanggal 9 oktober 2007. KUR mensyaratkan bahwa agunan pokok kredit adalah proyek yang dibiayai.
Namun karena agunan tambahan yang dimiliki oleh UMKM-K pada umumnya kurang, maka sebagian ditanggulangi dengan program penjaminan. Besarnya cakupan penjaminan maksimal 70% dari plafon kredit. Sumber dana KUR sepenuhnya berasal dari dana komersial bank39.
3. Obyek KUR Mikro
Calon debitur KUR mikro adalah individu yang melakukan usaha mikro berupa usaha produktif dan layak, namun tidak memiliki agunan tambahan sebesar yang dipersyaratkan bank. Setiap debitur hanya dapat menerima KUR mikro dengan total akumulasi plafond termasuk suplesi atau perpanjangan maksimal Rp 75.000.000,- per debitur dari BRI/ perbankan yang menyalurkan KUR.
39 www. Bri.co.id diakses hari Selasa, 13 Juni 2017 pukul 07.15
Penyaluran KUR mikro dilaksanakan dengan mengacu kepada basis data yang dihimpun dari sumber kementrian teknis, pemerintah daerah, perbankan dan perusahaan penjamin. Penerapan penggunaan basis data dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan tingkat kesiapan System Informasi Kredit Program (SIKP). Mengingat kewajiban penggunaan SIKP dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan tingkat kesiapannya, maka penyaluran KUR mikro tetap dapat dilakukan tanpa menggunakan SIKP sampai dengan kesiapan penggunaannya. Penggunaan SIKP dalam penyaluran KUR mikro diatur melalui surat tersendiri.
Penyaluran KUR mikro hanya dapat dilaksanakan di BRI Unit atau teras BRI. Sektor ekonomi yang dapat dibiayai KUR mikro yaitu seluruh bidang usaha mikro disektor pertanian, perikanan, perdagangan dan industri.
Sumber dana KUR mikro berasal sepenuhnya dari dana BRI. Calon debitur KUR mikro diwajibkan untuk dilakukan pengecekan Sistem Informasi Debitur Bank Indonesia (SID BI)40.
4. Syarat Dan Ketentuan KUR Mikro
a. Berkarakter baik dan mempunyai usaha produktif atau layak, namun tidak memiliki/ menyediakan agunan tambahan sebesar yang dipersyaratkan bank. Telah melakukan usaha secara aktif minimal 6 bulan, berdasarkan atas hasil pemeriksaan oleh mantri.
b. Tidak sedang menerima kredit/pembiayaan modal kerja dan investasi dari perbankan atau tidak sedang menerima kredit program dari
40 Surat Edaran Direksi No: S. 21 –DIR/ADK/08/2015 h. 3
pemerintah kecuali kredit usaha rakyat (KUR) Mikro, yang dibuktikan dengan hasil Sistem Informasi Debitur Bank Indonesia (SID BI) pada saat permohonan kredit diajukan.
c. Dapat sedang menerima kredit konsumtif (kredit kepemilikan rumah, kredit kendaraan bermotor, dan kartu kredit) serta sedang menerima KUR Mikro di BRI dengan kolektibilitas 6 bulan terakhir lancar.
d. Dapat menerima KUR Mikro sepanjang total eksposur kredit yang dinikmati tidak melebihi maksimal plafond sebesar Rp 25.000.000
e. Memiliki identitas diri seperti KTP, Kartu Keluarga. Memiliki Surat Izin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK) yang diterbitkan pemerintah daerah setempat atau Surat Keterangan Usaha dari kelurahan atau RT/RWdan Surat Keterangan Domisili.
f. Pelayanan KUR mikro harus tetap didasarkan pada prinsip kehati-hatian dan asas-asas pemberian kredit yang sehat, yaitu berdasarkan kelayakan usaha dan kemampuan calon debitur41.
5. Tabel Angsuran KUR PT Bank Rakyat Indonesia Unit Bantul Nominal
Pinjaman
6 bulan (sekali lunas)
12 bulan 18 bulan 24 bulan 1.000.000 1.042.900 87.500 59.600 45.700 2.000.000 2.085.800 174.900 119.100 91.400 3.000.000 3.128.600 262.400 178.700 137.100 4.000.000 4.171.500 349.800 238.300 182.700 5.000.000 5.214.300 437.300 297.900 228.400 6.000.000 6.257.100 524.700 357.400 274.100 7.000.000 7.300.000 612.200 417.000 319.800 8.000.000 8.342.800 699.600 476.600 365.500 9.000.000 9.385.700 787.100 536.200 411.200
41 Surat Edaran Direksi No: S. 21 –DIR/ADK/08/2015 h. 4
10.000.000 10.428.500 874.500 595.700 456.800 11.000.000 11.471.300 962.000 655.300 502.500 12.000.000 12.514.200 1.049.400 714.900 548.200 13.000.000 13.557.000 1.136.900 774.400 593.900 14.000.000 14.599.900 1.224.300 834.000 639.600 15.000.000 15.642.700 1.311.800 893.600 685.300 16.000.000 16.685.500 1.399.200 953.200 730.900 17.000.000 17.728.400 1.486.700 1.012.700 776.600 18.000.000 18.771.200 1.574.100 1.072.300 822.300 19.000.000 19.814.100 1.661.600 1.131.900 868.000 20.000.000 20.856.900 1.749.000 1.191.400 913.700 21.000.000 21.899.700 1.836.500 1.251.000 959.400 22.000.000 22.942.600 1.923.900 1.310.600 1.005.000 23.000.000 23.985.400 2.011.400 1.370.200 1.050.700 24.000.000 25.028.300 2.098.800 1.429.700 1.096.400 25.000.000 26.071.100 2.186.300 1.489.300 1.142.100
Tabel 2.1 Tabel Angsuran KUR42
C. Faktor-Faktor Yang Menyebabkan Terjadinya Kredit Macet
Kredit macet dapat terjadi berawal dari kredit bermasalah seperti faktor intern dan ekstern. Faktor ekstern (nasabah) yaitu:
a. Itikad tidak baik dari debitur, Menurunnya usaha debitur yang akan mengakibatkan turunnya kemampuan debitur untuk membayar angsuran.
b. Pengelolaan usaha debitur tidak berjalan dengan baik, Penggunaan kredit tidak sesuai dengan tujuan semula.
c. Akibat perubahan eksternal lingkungan seperti perubahan kebijakan pemerintah berupa peraturan perundangan, kenaikan harga/biaya-biaya, dan lain sebagainya yang berpengaruh secara langsung atau tidak langsung terhadap usaha debitur.
42 Dokumentasi Bank Rakyat IndonesiaUnit Bantul, hari Rabu 19 April 2017
d. Riwayat nasabah, riwayat nasabah menjadi satu-satunya dasar keputusan kredit, sehingga mengabaikan analisa kredit.
e. Pemutusan hubungan kerja (PHK)43.
Selain faktor-faktor diatas penyebab lainnya yang mempengaruhi terjadinya kredit macet adalah faktor intern (Bank):
1) Kelemahan dalam analisa kredit, ini bisa disebabkan oleh berbagai hal diantaranya yaitu lemahnya kebijakan dan SOP analisa kredit, kurangnya kemampuan pegawai dalam menganalisa kredit dan kurangnya informasi yang diterima bank.
2) Bank terlalu ekspansif, untuk mengejar target penyaluran kredit bank mengabaikan aspek analisa yang baik atau menurunkan tingkat kehati- hatiannya.
3) Itikad tidak baik dari petugas BRI, Kekurangmampuan petugas BRI unit dalam pengelolaan pemberian kredit mulai dari pengajuan permohonan sampai kredit dicairkan, Kelemahan dan kurang efektifnya petugas BRI unit dalam membina debitur.
4) Asal ada agunan, bank hanya melihat agunan sebagai dasar keputusan pemberian kredit, sehingga faktor-faktor analisa yang lainnya terabaikan.
5) Realisasi kredit yang tidak tepat waktu, keputusan dan pencairan kredit yang terlalu lama, menyebabkan nasabah tidak dapat mengalokasikan dananya sesuai dengan kebutuhannya.
43 Surat Keputusan, No. S. 277 –DIR/ADK/12/2011, h. 1
6) Plafon kredit yang tidak sesuai kebutuhan nasabah. Plafon kredit yang terlalu kecil menyebabkan nasabah tidak dapat menggunakan dananya dengan optimal, sehingga mungkin akan menghambat usahanya.
Sedangkan plafon kredit yang terlalu besar menyebabkan nasabah tidak dapat memenuhi kewajibannya44.
D. Langkah-Langkah Mengatasi Kredit Macet
1. Tindakan untuk Mencegah Timbulnya Kredit Macet
Beberapa langkah konkrit dalam tindakan konservatif tersebut adalah : a. Mengikuti prosedur pemberian kredit dengan baik
b. Hindari sikap subjektivitas dalam pemberian kredit.
c. Seorang AO harus memiliki prinsip sendiri berdasarkan analisis yang dilakukannya.
d. Jangan segan-segan menolak suatu permohonan kredit kalau memang dari hasil analisis diperoleh kesimpulan tidak layak untuk dibiayai oleh bank.
e. Lengkapi dokumentasi sebelum kredit direalisasi.
f. Seorang AO/ mantri harus menyadari bahwa tidak semua keinginan nasabah dapat dan harus dipenuhi oleh bank.
g. Memantau perkembangan aktivitas rekening debitur pada bank.
h. Melakukan kunjungan ke debitur secara teratur secara periodik.
44 http://usaha-umkm.blogspot.co.id/2009/09 hari Selasa, 13 Juni 2017 pukul 07.15
i. Untuk kredit yang berbentuk cicilan seperti Term Loan, KPR, dll AO dapat melakukan pemantauan dengan memperhatikan ketertiban cicilan setiap periode angsuran45.
2. Upaya Penyelamatan terhadap Kredit Macet
a. Rescheduling yaitu Suatu tindakan yang diambil dengan cara memperpanjang jangka waktu kredit atau jangka waktu angsuran. Kredit yang memperoleh fasilitas rescheduling hanyalah debitur yang memenuhi persyaratan tertentu antra lain, usaha debitur mememiliki prospek untuk bangkit kembali dan debitur menunjukan itikad baik.
Dalam proses rescheduling ini tunggakan pokok dan bunga di jumlahkan (dikapitalisasi) untuk kemudian di jadwalkan kembali pembayaran untuk di buat perjanjian rescheduling tersendiri.
b. Reconditioning Yaitu perubahan sebagian atau seluruh syarat-syarat kredit yang tidak terbatas pada perubahan jadwal pembayaran, jangka waktu dan persyaratan lainya sepanjang tidak menyangkut perubahan maksimal saldo kredit. Dalam reconditioning ini dapat pula diberikan kepada debitur keringanan berupa pembebasan sebagian bunga tertunggak atau penghentian perhitungan bunga bagi debitur yang bersifat jujur, terbuka dan kooperatif serta usahanya masih potensial dapat beroperasi dengan menguntungkan namun mengalami kesulitan keuangan.
45 Surat Keputusan, No. S. 277 –DIR/ADK/12/2011, h. 7
Maksudnya adalah bank mengubah berbagai persyaratan seperti;
Kapitalisasi bunga, Penundaan pembayaran bunga sampai waktu tertentu, Penurunan suku bunga, Pembebasan bunga, Kombinasi dari berbagai alternative, dan Penyitaan jaminan.
c. Restructuring Merupakan tindakan bank kepada nasabah dengan cara menambah modal nasabah dengan pertimbangan nasabah memang membutuhkan tambahan dana dan usaha yang dibiayai memang masih layak. Tujuan dari restrukturisasi kredit yaitu untuk penyelamatan kredit sekaligus menyelamatkan usaha debitur agar kembali sehat46.
3. Upaya dari Mantri untuk Menangani Kredit Macet
a. Setiap bulan minimal 1x petugas harus melakukan kunjungan untuk memantau usahanya serta melakukan penagihan terhadap debitur.
Khusus untuk debitur yang kreditnya telah dihapusbukukan (daftar hitam/DH) maka dilakukan pembinaan minimal 1x dalam setahun atau minimal 50 debitur per BRI unit dalam setahun.
b. Mengingat pemberian kredit kepada bekas debitur daftar hitam dianggap mengandung risiko yang cukup tinggi, maka Pinca/MBM/AMBM/Kaunit perlu lebih intensif dalam melakukan pembinaan maupun pengawasan.
c. Pada saat pelaksanaan penghapusbukuan kredit, kaunit harus meyakini bahwa putusan tersebut telah diputus oleh pejabat yang berwenang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
46 Hermansyah, Hukum Perbankan Nasional Indonesia, (Jakarta: Prenada Media Group, 2005), Edisi Kedua h. 76
d. Terhadap kredit yang telah dihapusbukukan, Pinca/MBM/AMBM/kaunit harus memastikan bahwa pelaksanaan penghapusbukuan kredit tersebut telah dilakukan sesuai dengan ketentuan.
e. Terhadap kredit yang telah dihapusbukukan dan dihentikan penagihannya, Pinca/AMBM/MBM/Kaunit harus memastikan bahwa proses pelaksanaan penghentian penagihan kredit tersebut telah sesuai dengan ketentuan47.
4. Pengelolaan terhadap Kredit yang telah Dihapusbukukan
Kredit yang telah dihapusbukukan adalah kredit yang secara akuntansi telah dikeluarkan pencatatannya dari rekening aktiva BRI Unit, namun secara Yuridis kredit tersebut masih merupakan aset BRI Unit yang secara terus-menerus tetap harus ditagih pelunasannya dan harus diselesaikan oleh debitur yang bersangkutan.
a. Penyelesaian secara damai yaitu dapat diselesaikan secara bertahap (angsuran) atau lunas sekaligus berdasarkan kesepakatan antara debitur dan kreditur (Bank) sesuai dengan ketentuan yang berlaku dengan melalui pemberian fasilitas keringanan bunga dan penjualan agunan dibawah tangan. Penjualan agunan dibawah tangan maksudnya adalah debitur masih diberikan kesempatan untuyk menawarkan/ menjual sendiri agunannya.
b. Penyelesaian melalui jalur hukum yaitu apabila upaya restrukturisasi/
penyelesaian secara damai sudah diupayakan secara maksimal dan belum
47 Surat keputusan No. S. 277 –DIR/ ADK/ 12/ 201, h. 5
memberikan hasil atau debitur tidak menunjukkan itikad baiknya dalam menyelesaikan kredit maka penyelesaian dilakukan melalui jalur hukum.
Penyelesaian melalui saluran hukum harus didasarkan pada keyakinan bahwa posisi BRI dari segi yuridis kuat dan beban biaya beracara (litigasi) yang ringan48.
48 Surat Keputusan, No. S. 277 –DIR/ADK/12/2011 h. 9
A. Sejarah PT Bank Rakyat Indonesia Unit Bantul Cabang Metro
Bank Rakyat Indonesia (BRI) adalah salah satu bank milik pemerintah yang terbesar di Indonesia. Pada awalnya Bank Rakyat Indonesia (BRI) didirikan di Purwokerto, Jawa Tengah oleh Raden Bei Aria Wirjaatmadja dengan nama De Poerwokertosche Hulp en Spaarbank der Inlandsche Hoofden atau "Bank Bantuan dan Simpanan Milik Kaum Priyayi Purwokerto", suatu lembaga keuangan yang melayani orang-orang berkebangsaan Indonesia (pribumi). Lembaga tersebut berdiri tanggal 16 Desember 1895, yang kemudian dijadikan sebagai hari Kelahiran BRI.
Pada periode setelah kemerdekaan RI, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 1 tahun 1946 Pasal 1 disebutkan bahwa BRI adalah sebagai Bank Pemerintah pertama di Republik Indonesia. Dalam masa perang mempertahankan kemerdekaan pada tahun 1948, kegiatan BRI sempat terhenti untuk sementara waktu dan baru mulai aktif kembali setelah perjanjian Renville pada tahun 1949 dengan berubah nama menjadi Bank Rakyat Indonesia Serikat. Pada waktu itu melalui PERPU No. 41 tahun 1960 dibentuklah Bank Koperasi Tani dan Nelayan (BKTN) yang merupakan peleburan dari BRI, Bank Tani Nelayan dan Nederlandsche Maatschappij (NHM). Kemudian berdasarkan Penetapan Presiden (PenPres) No. 9 tahun
1965, BKTN diintegrasikan ke dalam Bank Indonesia dengan nama Bank Indonesia Urusan Koperasi Tani dan Nelayan.
Setelah berjalan selama satu bulan, keluar Penetapan Presiden No. 17 tahun 1965 tentang pembentukan bank tunggal dengan nama Bank Negara Indonesia. Dalam ketentuan baru itu, Bank Indonesia Urusan Koperasi, Tani dan Nelayan (eks BKTN) diintegrasikan dengan nama Bank Negara Indonesia unit II bidang Rural, sedangkan NHM menjadi Bank Negara Indonesia unit II bidang Ekspor Impor (Exim).
Berdasarkan Undang-Undang No. 14 tahun 1967 tentang Undang-undang Pokok Perbankan dan Undang-undang No. 13 tahun 1968 tentang Undang- undang Bank Sentral, yang intinya mengembalikan fungsi Bank Indonesia sebagai Bank Sentral dan Bank Negara Indonesia Unit II Bidang Rular dan Ekspor Impor dipisahkan masing-masing menjadi dua Bank yaitu Bank Rakyat Indonesia dan Bank Ekspor Impor Indonesia. Selanjutnya berdasarkan Undang-undang No. 21 tahun 1968 menetapkan kembali tugas-tugas pokok BRI sebagai bank umum.
Sejak 1 Agustus 1992 berdasarkan Undang-Undang Perbankan No. 7 tahun 1992 dan Peraturan Pemerintah RI No. 21 tahun 1992 status BRI berubah menjadi perseroan terbatas. Kepemilikan BRI saat itu masih 100% di tangan Pemerintah Republik Indonesia. Pada tahun 2003, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk menjual 30% saham bank ini, sehingga menjadi perusahaan publik dengan nama resmi PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., yang masih digunakan sampai dengan saat ini.
Bank Rakyat Indonesia adalah salah satu bank terbesar yang ada di Indonesia dan merupakan milik pemerintah. Dalam memasarkan produknya, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk. mendirikan kantor cabang dan kantor unit di seluruh Indonesia. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk.
Unit Bantul Cabang Metro adalah salah satu kantor unit yang ada di Indonesia yang bertempat di Jl. Iring Mulyo, Kec.Metro Selatan, Kotamadya
Kota Metro, Lampung yang memiliki karyawan sebanyak 11 orang49.
B. Visi dan Misi PT Bank Rakyat Indonesia Unit Bantul Cabang Metro 1. Visi
a. Menjadi bank komersial terkemuka yang selalu mengutamakan kepuasan nasabah.
2. Misi
a. Melakukan kegiatan perbankan yang terbaik dengan mengutamakan pelayanan kepada usaha mikro, kecil dan menengah untuk menunjang peningkatan ekonomi masyarakat.
b. Memberikan pelayanan prima kepada nasabah melalui jaringan kerja yang tersebar luas dan didukung oleh sumber daya manusia yang professional dan teknologi informasi yang handal dengan melaksanakan manajemen risiko serta praktek Good Corporate Governance (GCG) yang sangat baik.
49 www. Bri.co.id diakses hari Selasa, 13 Juni 2017 pukul 08.00
c. Memberikan keuntungan dan manfaat yang optimal kepada pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders)50.
C. Struktur Organisasi PT Bank Rakyat Indonesia Unit Bantul Cabang Metro
Struktur organisasi secara umum diartikan suatu kegiatan untuk menyusun pembagian kerja supaya dapat dilakukan dengan mudah sesuai dengan tujuan.
Didalam struktur organisasi ini menunjukan suatu garis perintah dan hubungan antar bagian sehingga dapat dilihat bagian itu mempunyai tugas masing- masing.
Gambar 3. 1 Struktur Organisasi PT Bank Rakyat Indonesia Unit Bantul
Sumber: BRI Unit Bantul Metro
Susunan organisasi PT Bank Rakyat Indonesia Unit Bantul Metro terdiri dari:
50 www. Bri.co.id diakses hari Selasa, 13 Juni 2017 pukul 08.00
KA UNIT NGATIJO
TELLER DINI NURMALIA DEKSMAN
1. RAMA RIHANDI 2. DESI KARLINA 3. RITA DWIYANI S.
MANTRI 1. NURANI 2. DANI S.
3. IDI PANGESTU 4. RESTI LARASATI
1. Kepala PT Bank Rakyat Indonesia Unit bantul Cabang Metro (KA UNIT)
KA UNIT merupakan seorang pimpinan yang selalu memberikan arahan, contoh dan juga motivasi untuk melaksanakan fungsi manajemen di Bank Rakyat Indonesia Unit Bantul dalam mengimplementasikan strategi pengembangan kinerja bisnis mikro dengan menciptakan dan memanfaatkan peluang untuk mencapai RKA dan meningkatkan pertumbuhan bisnis mikro.
Tugas dan Wewenang
a. Kepala Unit membawahi mantri-mantri, deskman, dan teller.
b. Melaksanakan prosedur kredit.
c. Mendiskusikan Rapat Kerja Anggaran dengan Unit Bisnis Manajerial dan menegosiasikan dengan Assistant Manajer Bisnis Mikro/Pimpinan Cabang.
d. Mengoptimalkan kinerja BRI Unit.
e. Berperan serta secara aktif dalam strategi pengembangan bisnis serta menjalin hubungan professional dengan debitur dan dana dari masyarakat yang terkait.
f. Menyampaikan masalah-masalah yang timbul berkaitan dengan kredit kepada atasannya.
g. Bertanggung jawab atas kebenaran analisis kredit yang akan diputus Assistant Manajer Bisnis Mikro dan Pimpinan Cabang dan memutus kredit sesuai dengan kewenangannya51.
2. Mantri
Mantri adalah seorang petugas yang mempunyai kewajiban untuk melaksanakan pemasaran produk bisnis (pinjaman, simpanan, dan jasa bank lainnya).
Tugas dan Wewenang
a. Melaksanakan prosedur kredit di Unit kerjanya.
b. Mempelajari dan melakukan analisis terhadap potensi ekonomi di wilayah kerjanya.
c. Mempersiapkan dan melaksanakan rencana bisnis prioritas terhadap debitur dan menetapkan prioritas pembinaan atas debitur yang di kelolanya.
d. Bertindak sebagai pemrakarsa/penganalisa dan perekomendasi untuk setiap permohonan kredit.
e. Melaporkan situasi dan kondisi bisnis debitur baik yang masih lancar maupun memburuk serta memberikan usul saran pemecahan atau penanggulangannya (RTL) dan menindak lanjuti RTL yang sudah diputus Kaunit52.
51 Berdasarkan wawancara dengan bapak Ngatijo selaku Kepala Unit Bank Rakyat Indonesia Bantul hari Jum’at, 7 April 2017
52 Berdasarkan wawancara dengan bapak Ngatijo selaku Kepala Unit Bank Rakyat Indonesia Bantul hari Jum’at, 7 April 2017
3. Deskman/Customer service
Customer service adalah pelayanan yang disediakan oleh suatu perusahaan untuk melayani kebutuhan dan memberikan kepuasan kepada pelanggan yang biasanya meliputi penerimaan order/pesanan barang, menjawab pertanyaan-pertanyaan atau memberikan informasi, dan penanganan keluhan-keluhan yang berhubungan dengan produk yang ditawarkan oleh perusahaan yang bersangkutan.
Tugas dan Wewenang
a. Menata usaha register-register yang berkaitan dengan pemberian kredit.
b. Menata usaha register pemberantasan tunggakan.
c. Memberikan pelayanan administrasi kepada nasabah atau calon nasabah pinjaman dengan sebaik-baiknya.
d. Mengelola penyimpanan berkas-berkas pinjaman dan melakukan review dokumen sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
e. Mengerjakan semua laporan BRI yang berkaitan dengan kredit53. 4. Teller
Teller merupakan seorang petugas dari pihak bank yang berfungsi untuk melayani nasabah dalam hal transaksi keuangan perbankan kepada semua nasabahnya. Teller adalah Petugas bank yang bertanggung jawab untuk menerima simpanan, mencairkan cek, dan memberikan jasa pelayanan perbankan lain kepada masyarakat.
53 Berdasarkan wawancara dengan bapak Ngatijo selaku Kepala Unit Bank Rakyat Indonesia Bantul hari Jum’at, 7 April 2017