BAB III MANAJER DAN LINGKUNGAN EKSTERNAL
3.3 Pengertian Lingkungan
71 informasi terbaru mengenai pemikiran dan teknik-teknik manajemen yang baru sebelum bawahannya mempelajarinya.
5. Kebutuhan latihan dan pengembangan itu bermacam-macam.
Kebutuhan itu berbeda-beda tidak hanya untuk jabatan pada jenjang yang berbeda didalam organisasi, tetapi juga bagi perorangan, karena latar belakang, keinginan, persyaratan, dan potensi yang berbeda. Akibatnya, kegiatan latihan dan pengembangan harus disesuaikan dengan kebutuhan kas masing-masing orang.
6. Kebutuhan latihan dan pengembangan menentukan metodenya.
Tidak ada program atau metoda yang sesuai dengan semua kebutuhan. Sebaliknya, program dan metoda yang harus dipilih dengan dasar bagaimana efektif dan efisiennya program dan metoda itu dapat memenuhi kebutuhan perorangan dan mencapai sasaran pengembangan manajer dan perusahan.
7. Teori dan praktek harus berjalan bersama-sama.
Sering dikatakan bahwa tidak ada yang lebih praktis daripada teori yang baik. Tak ada keraguan bahwa teori memberikan kerangka yang baik untuk belajar tetapi teori dan praktek harus di padukan.
72
tersebut. Komponen-komponen dari lingkungan tersebut meliputi demografi, ekonomi, alam, teknlogi, politik, dan budaya.
1. Demografi
Isu-isu penting yang perlu diamati oleh manajemen dalam lingkungan demografi itu antara lain adalah perubahan tentang struktur umum penduduk, permasalahan jenis kelamin, ras, peluang kerja dan pengangguran, serta masalah- masalah yang menyangkut urbanisasi.
2. Ekonomi
Lingungan ekonomi yang mempengaruhi prestasi kerja dari suatu organisasi meliputi: tingkat pertumbuhan ekonomi, tingkat pendapatan masyarakat, perubahan selera dan pola pengeluaran konsumen yang diakibatkan dari perubahan pendapatan.
3. Sumber daya alam
Sumber daya alam memberikan bahan-bahan yang dibutuhkan oleh organisasi, ketersediaan bahan-bahan akan menjamin kelancaran kerja dari organisasi.
4. Teknologi
Lingkungan teknologi merupakan kekuatan yang dapat menciptakan produk dan pasar baru. Manajemen perlu mengamati setiap perkembangan penggunaan teknologi.
Teknologi yang canggih akan dapat menciptakan daya saing yang buat bagi organisasi yang pada akhirnya akan mengubah cara kerja organisasi.
5. Politik
Kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh pemerintah sering kali bermuatan politis sehingga kebijakan itu biasanya berlawan arah dengan misi dan tujuan organisasi.
6. Sosial dan budaya
Kehidupan organisasi tidak terlepas dari dinamika lingkungan disekitarnya. Masyarakat dan budaya merupakan kekuatan yang secara umum mempengaruhi kehidupan organisasi yang tercermin dari persepsi, nilai-nilai, kemasyarakatan dan agama, perilaku dan kepercayaan.
73 ASPEK-ASPEK DALAM IINGKUNGAN UMUM ORGANISASI Ada beberapa aspek yg mempengaruhi adanya lingkungan umum organisasi sebagai berikut :
1. Aspek demografis : a. Besarnya populasi b. Struktur usia
c. Distribusi demografis d. Komposisi etnis e. Distribusi pendapatan 2. Aspek ekonomi :
a. Tingkat inflasi
b. Surplus dan defisit anggaran c. Produk domestik bruto 3. Aspek politis atau hukum :
a. Hukum perpajakan b. Hukum tenaga kerja c. Deregulasi
4. Aspek sosial budaya :
a. Wanita dalam angkatan kerja b. Variasi dalam angkatan kerja c. Perilaku kualitas kerja d. Nilai dan kepercayaan 5. Aspek teknologi :
a. Inovasi produk b. Inovasi proses
c. Aplikasi pengetahuan d. Teknologi komunikasi
LINGKUNGAN INTERNAL PERUSAHAAN
Lingkungan internal perusahaan merupakan kekuatan- kekuatan yang dalam organisasi itu sendiri dan sifatnya dapat di kontrol oleh manajemen. Kekuatan-kekuatan yang ada dalam lingkungan internal tersebut meliputi: pekerja, dewan komisaris, pemegang saham.
74
1. Pekerja / karyawan
Karyawan merupakan salah satu sumber daya dan sekaligus input yang berharga yang dimiliki oleh perusahaan.
2. Dewan komisaris
Untuk ukuran organisasi atau perusahaan besar semacam PT, biasanya terdiri dari beberapa dan bahkan ribuan orang yang terlibat di dalamnya.
3. Pemegang saham
Para pemegang saham memiliki kepentingan dan tanggung jawab tertentu terhadap perusahaan
FAKTOR-FAKTOR LINGKUNGAN EKSTERNAL
Lingkungan eksternal terdiri atas unsur-unsur di luar organisasi, yang sebagian besar tak dapat di kendalikan dan berpengaruh dalam pembuatan keputusan oleh manajer.
Organisasi mendapatkan masukkan-masukkan yangdibutuhkan, seperti bahan baku, dana tenaga kerja, dan energi dari lingkungan eksternal, mentransformasikan menjadi produk dan jasa, dan kemudian memberikan sebagai keluaran keluaran kepada lingkungan eksternal. Lingkungan eksternal mikro terdiri dari para pesaing, penyedia, langganan lembaga-lembaga, keuntungan, pasar tenaga kerja dan perwakilan-perwakilan pemerintah. Unsur- unsur lingkungan ekstern makro mencakup teknologi, ekonomi, politik, sosial dan yang mempengaruhi iklim dimana organisasi beroperasi dan mempunyai potensi menjadi kekuatan-kekuatan sebagai lingkungan ekstern mikro (T. Hani Handoko, 2009)
LINGKUNGAN EKSTERNAL MIKRO 1. Para pesaing (competitor)
Lingkungan persaingan perusahaan tercermin dari tipe, jumlah dan norma norma prilaku organisasi organisasi pesaing.
Dengan pemahaman akan lingkungan persaingan yang di hadapinya, organisasi dapat mengetahui posisi persaingannya, sehingga lebih mampu megoptimalkan operasi operasinya.
75 2. Langganan (customer)
Strategi, kebijaksanaan dan taktik taktik pemasaran perusaahan sangat tergantung situasi pasar dan langganan.
Biasanya, manajer pemasaran manganalisa profil langganan sekarang dan potensial serta kondisi pasar dan mengarahkan kegiatan kegiatan pemasaran perusahaan berdasarkan hasil analisa itu.
3. Pasar tenaga kerja (labor supply)
Organisasi memperlukan sejumlah karyawan (personalia) dengan bermacam macam ketrampilan, kemampuan dan pengalaman, sehingga organisasi perlu menggunakan banyak saluran untuk menarik dan mendapatkan karyawan-karyawan tersebut. Kemampuan menarik dan mempertahankan karyawan yang cakup merupakan kebutuhan prasyarat bagi perusahaan yang sukses.
4. Lembaga-lembaga keuangan
Organisasi-organisasi tergantung pada bermacam- macam lembaga keuangan, seperti bank-bank komersial, bank- bank instansi, dan perusahaan-perusahaan asuransi termasuk pasar modal, untuk menjaga dan memperluas kegiatan- kegiatannya.
5. Para Penyedia (suppliers)
Setiap organisasi bergantung pada sumber-sumber dari sumber daya- sumber dayanya untuk memenuhi kebutuhan bahan baku (mentah), bahan pembantu, pelayanan, energi dan peralatan, yang digunakan untuk memproduksi keluaran.
6. Perwakilan-perwakilan pemerintah
Hubungan organisasi dengan perwakilan-perwakilan pemerintah berkembang kompleks. Perwakilan-perwakilan pemerintah ini biasanya menetapkan peraturan-peraturan yang harus dipatuhi organisasi dalam operasinya, prosedur- prosedur perijinan, dan pembatasan-pembatasan lainnya melindungi masyarakat.
76
LINGKUNGAN EKSTERNAL MAKRO
Lingkungan eksternal makro mempengaruhiorganisasi dengan dua cara. Pertama, kekuatan kekuatan diluar tersebut mempengaruhi suatu organisasi secara langsung atau tidak secara langsung melalui satu atau lebih unsur unsur linkungan ekstern mikro. Kedua, unsur unsur kegiatan makro menciptakan iklim-misal teknologi tinggi, keadaan perekonomian cerah atau lesu dan perubahan perubahan sosial dimana organisasi ada dan harus memberikan tanggapan.
Lingkungan eksternal makro terdiri dari faktor–faktor teknologi, ekonomi, politik, sosial dan dimensi internasional sebagai kekuatan–kekuatan yang berada diluar jangakauan perusahaan dan biasanya terlepas dari situasi operasional peruasahaan, dengan organisasi jarang memiliki kekuatan untuk memberikan pengaruh balik yang berarti sebagai contoh, teknologi komputer sekarang ini membuat mungkin perolehan, penyimpanan dan pemindahan informasi dalam jumlah yang besar. Keadaan perekonomian yang dilanda resesi akan menyebutkan dunia usaha lesu, dengan perusahaan- perusahaan tidak mempunyai kemampuan untuk memperbaiki kecenderungan negatif keadaan ekonomi tersebut . (T. Hani Handoko, 2009)