• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengertian Materi Ajar

Dalam dokumen SKRIPSI (Halaman 33-40)

F. Kajian Teori

1. Pengertian Materi Ajar

Materi merupakan substansi yang akan disampaikan di proses belajar mengajar. Tanpa adanya materi pembelajaran proses belajar mengajar tidak akan berjalan. Materi ajar adalah pokok-pokok materi pelajaran yang harus dipelajari siswa sebagai sarana pencapaian kemampuan dasar yang akan dinilai.13 Materi ajar atau materi pemebelajaran merupakan materi yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Suharsimi Arikunto memandang bahwa materi pelajaran merupakan unsur inti yang ada di dalam kegiatan belajar mengajar, karena bahan pelajaran itulah yang diupayakan untuk dikuasai oleh siswa. Maka, seorang guru ataupun pengembangan kurikulum seharusnya tidak boleh lupa memikirkan sejauh mana bahan-bahan yang topiknya tertera yang

13 Muhammad Joko Susilo, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset, 2007), 123.

berhubungan dengan kebutuhan siswa pada usia tertentu dan dalam lingkungan tertentu pula14

Materi ajar ini sangat berpengaruh dalam pembelajaran, bahkan dalam pengajaran yang berpusat pada materi pelajaran (subject-centered teaching), materi ajar atau pelajaran merupakan inti dari kegiatan pembelajaran. Menurut subject centered teaching keberhasilan suatu proses pembelajaran ditentukan oleh seberapa banyak siswa dapat menguasai materi kurikulum.15

Menurut prastowo, bahan atau materi pembelajaran pada dasarnya merupakan segala bahan (baik informasi, alat, maupun teks) yang disusun secara sistematis yang menampilkan sosok utuh dari kompetensi yang akan dikuasai peserta didik dan digunakan dalam proses pemebelajaran agar siswa mampu menguasai kompetensi dasar dalam rangka pencapaian standar kompetensi dan

14 Syaiful Bahri Djamarah & Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar (Jakarta: Rineka Cipta, 2006), 42.

15 Wina Sanjaya, Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran (Jakarta: Kencana 2011), 141.

kompetensi inti setiap mata pelajaran dalam satuan pendidikan tertentu.16

Selanjutnya Mutiara, Zuhairi, dan Kurniati mengatakan bahwa bahan pembelajaran berfungsi sebagai materi sumber belajar utama bagi peserta didik, dimanapun mereka belajar selain dari materi cetak, mereka mempunyai pilihan untuk memilih berbagai media yang sesuai dengan kebutuhan dan keadaan belajar mereka. Media tersebut diantara lain yaitu audio casettes, video casettes, program televisi, perangkat lunak CD-ROM, pelengkap berbasis jaringan, pembelajaran berbantukan computer, dan program grafik audio. Sedangkan menurut Newby dkk, mendefinisikan bahan pembelajaran adalah bahan khusus dalam suatu pelajaran yang disampaikan melalui berbagai macam media.17

Berdasarkan beberapa pengertian diatas maka yang dimaksud dengan materi bahan ajar adalah

16 Salminawati dan Muhammad Saleh Assingkily, Filsafat Ilmu Pendidikan Dasar Islam (Sebuah Pengantar Filosofi dan Aplikasi Pendidikan Islam Jenjang MI/SD) (Yogyakarta: Kmedia, 2018), 74.

17 Muhammad Yaumi, Prinsip-Prinsip Desain Pembelajaran:

Disesuaikan Dengan Kurikulum 2013 Edisi Kedua (Jakarta: Kencana, 2013), 272.

segala bahan baik berupa informasi atau teks yang disusun secara sistematis yang harus dikuasai oleh siswa sesuai dengan kompetensi dasar dalam rangka pencapaian standar kompetensi setiap mata pelajaran dalam satuan Pendidikan tertentu.18

Bahan ajar atau materi pembelajaran ini, secara gari besar terdiri dari pengetahuan, keterampilan dan sikap. Selain itu bahan ajar paling tidak mencakup antara lain:

a. Petunjuk belajar (petunjuk siswa/guru) b. Kompetensi yang akan dicapai

c. Informasi pendukung d. Latihan-latihan

e. Petunjuk kerja, dapat berupa Lembar Kerja (LK)

f. Evaluasi. 19 3. Jenis Materi Ajar

Anderson dan Krathwohl memberikan empat pengetahuan yang bisa membantu guru dalam

18 Salminawati dan Muhammad Saleh Assingkily, Filsafat Ilmu Pendidikan Dasar Islam (Sebuah Pengantar Filosofi dan Aplikasi Pendidikan Islam Jenjang MI/SD) 74.

19 Abdul Majid, Perencanaan Pembelajaran: Mengembangkan Standar Kompetensi Guru (Cet. X: Bandung: Rosda, 2013), 173-174.

mengklasifikasikan pembelajaran agar mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan. Empat pengetahuan ini di tambahkan oleh Anderson pada teori yang telah dicetuskannya yaitu teori Revisi Taksonomi Bloom. Pengetahun tersebut yaitu:

a. Pengetahuan Faktual

Pengetahuan faktual terdiri dari beberapa elemen dasar yang digunakan oleh para pakar dalam menjelaskan, memahami, dan secara sistematis menata disiplin ilmu mereka.

Pengetahuan ini berisikan mengenai tentang detail-detail dan elemen yang spesifik seperti pengetahuan tentang peristiwa, lokasi, orang, tanggal, sumber informasi, dan semacamnya.

Fakta-fakta yang spesisfik adalah fakta-fakta yang dapat disendirikan sebagai elemen- elemen yang terpisah dan berdiri sendiri. Atau bisa di katakan bahwa pengetahuan factual adalah pengetahuan yang berisi unsu-unsur dasar yang harus diketahui siswa jika mereka akan diperkenalkan dengan satu mata pelajaran

tertentu atau untuk memecahkan suatu masalah tertentu.20

b. Pengetahuan Konseptual

Pengetahuan konseptual mencakup pengetahuan tentang kategori, klasifikasi, dan hubungan antara dua atau lebih kategori pengetahuan yang lebih kompleks dan tertata.

Pengetahuan konseptual meliputi skema, model, mental dan teori yang mempresentasikan pengetahuan manusia tentang bagaimana suatu materi kajian ditata dan distruktur, bagaimana bagian-bagain informasi saling berkaitan secara sistematis, dan bagaimana bagian-bagian ini berfungsi bersama. Pengetahuan konseptual terbagi menjadi tiga sub jenis yaitu: (1) pengetahuan tentang klasifikasi dan kategori, (2) pengetahuan tentang prinsip dan generalisasi, (3) pengetahuan tentang teori, model, dan struktur.21

20 Eveline Siregar dan Hartini Nara, Teori Belajar Dan Pembelajaran (Bogor: Ghalia Indonesia, 2015), 9.

21 Imam Gunawan & Anggraini Retno Palupi, Taksonomi Bloom- Revisi Ranah Kognitif: Kerangka Landasan Untuk Pembelajaran,

c. Pengetahuan Prosedural

Pengetahuan prosedural ini merupakan pengetahuan yang membahas tentang cara melakukan sesuatu. Pengetahuan ini mencakup tentang keterampilan, algoritma, teknik, dan metode, dan juga prihal kriteria-kriteria yang digunakan untuk menentukan dan menjustifikasi “kapan melakukan sesuatu”

dalam ranah-ranah dan disiplin ilmu tertentu.

Dengan kata lain bahwa pengetahuan procedural merupakan pengetahuan tentang beberapa proses.22

d. Pengetahuan Metakognitif

Metakognitif adalah pengetahuan mengenai pengertian umum dan pengetahuan tentang salah satu pengertian pokok.23 Metakognitif ini juga merupakan bentuk kemampuan untuk melihat pada diri sendiri Pengajaran, dan Penilaian, Jurnal Pendidikan Dasar dan Pembelajaran, Volume.2, Nomor.02, 2012. 110.

22 Sri Fatmawati, Perumusan Tujuan Pembelajaran dan Soal Kognitif Berorientasi pada Revisi Taksonomi Bloom Dalam Pembelajaran Fisika, EduSains, Volume.1, Nomor.2,

23 Wowo Sunaryo Kuswana, Taksonomi Kognitif (Bandung:

Remaja Rosdakarya, 2012), 115.

sehingga apa yang dia lakukan dapat terkontrol secara optimal. Metakognitif ini bermanfaat umelihat pada diri peserta didik, sudah sejauh mana mereka telah belajar. Dengan pengetahuan tersebut ia akan dapat mengontrol dan menyesuaikan perlakuannya.

Metakognitif terbagi menjadi tiga sub jenis yaitu: (1) pengetahuan strategis, (2) pengetahuan tenang tugas-tugas kognitif ysng meliputi pengetahuan kontekstual dan kondisional, (3) pengetahuan diri.

Dalam dokumen SKRIPSI (Halaman 33-40)