• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGERTIAN TEORI

Dalam dokumen PDF PENELITIAN KUANTITATIF - UIN Mataram (Halaman 31-35)

BAB I MASALAH DAN RUMUSAN PENELITIAN

B. PENGERTIAN TEORI

Kajian teori dalam proses penelitian merupakan salah satu tahapan yang penting untuk diperhatikan oleh para peneliti. Para ahli memberikan banyak defenisi teori dalam penelitian. Kegiatan penelitian senantiasa bertitik tolak dari

pengetahuan dari pengetahuan yang sudah ada, pada semua ilmu pengetahuan ilmuan selalu melalui penelitiannya dengan cara menggali apa-apa yang sudah ada.

Sebelum mendefinisikan teori, ada dua istilah yang perlu dijelaskan yaitu konsep dan proposisi. Konsep menunjuk pada istilah dan definisi yang digunakan untuk menggambarkan secara abstrak kejadian, keadaan, kelompok atau individu yang menjadi pusat perhatian ilmu sosial. Proposisi merupakan hubungan yang logis antara dua konsep.

MenurutKerlinger, yang dikutip Sugiyono,theory is a set of interrelated construcet (concepts), definison, and propositionthat present a systematic view of phenomena by specifying relations among variables, with purpose of explaning and prediction the phenomena.1Teori adalah seperangkat konstruk (konsep), defenisi, dan proposisi yang berfungsi untuk melihat fenomena secara sistematik, melalui spesifikasi hubungan antar variable, sehingga dapat berguna untuk mejelaskan danmeramalkan fenomena.

Hal itu sesuai dengan pendapat Cooperdan Schindler yang dikutip Sugiyono theory is a set of systematically interrelated concepts, definition, and proposition that are advanced to explain and predict phenomena.Teori adalah seperangkat konsep, definisi dan proposisi yang tersusun secara sistematik sehingga dapat digunakan untuk menjelaskan dan meramalkan fenomena.2

Teori adalah alur logika atau penalaran, yang merupakan seperangkat konsep, definisi, dan proposisi yang disusun secara sistematis.3Setelah peneliti menjelaskan permasalahan

1 Sugiyono, Metode Penelitian Kombinasi, (Bandung: Penerbit Alfabeta, 2013), hal. 15

2 Sugiyono, Metode Penelitian Kombinasi, (Bandung: Penerbit Alfabeta, 2013), hal. 15

3 Sugiono, Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif R&D, Cetakan ke 14

secara jelas, yang dipikirkan selanjutnya adalah suatu gagasan tantang letak persoalan atau masalahnya dalam hubungan yang lebih luas. Dalam hal ini peneliti peneliti harus dapat memberikan sederatan asumsi yang kuat tentang kedudukan permasalahannya. Asumsi yang harus diberikan tersebut, diberi nama asumsi dasar atau anggapan dasar. Anggapan dasar ini merupakan landasan teori didalam hasil laporan penelitian.4

Kerangka teori dimaksudkan untuk memberikan gambaran atau batasan – batasan tentang teori – teori yang dipakai sebagai landasan penelitian yang akan dilakukan.

Menurut kamus Bahasa Indonesia teori adalah pendapat yang dikemukakan sebagai suatu keterangan mengenai sesuatu peristiwa (kejadian), dan asas – asas, hukum-hukum umum yang menjadi dasar sesuatu kesenian atau ilmu pengetahuan;

serta pendapat cara-cara dan aturan-aturan untuk melakukan sesuatu”.5

Arti teori adalah sebuah kumpulan proposisi umum yang saling berkaitan dan digunakan untuk menjelaskan hubungan yang timbul antara beberapa variabel yang diobservasi. Teori adalah satu set konstruk, konsep, definisi, dan proposisi yang saling berhubungan, yang menyajikan suatu pandangan yang sistematik mengenai suatu fenomena dengan menspesifikkan hubungan antar variabel dengan tujuan untuk menjelaskan dan memprediksi fenomena.6

Dikutip dari Buku Statistik untuk Penelitian karya

(Bandung: Penerbit Alfabeta, 2011), hal. 54

4 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian (Jakarta: Penerbit PT. Rineka Cipta, 2006), hal. 64

5 Ananda Satonso , Kamus Lengkap Bahasa Indonesia (Surabaya:Penerbit Kartika PP, 2005), hal. 204

6 Consuelo G. Sevilla dkk, Pengantar Metode Penelitian (Jakarta: Universitas Indonesia Press, 2006), hal. 30

Sugiyono, adapun makna dan arti teori menurut beberapa pendapat ahli penelitan antara lain:

1. John W. Best Teori pada dasarnya berisi penggambaran hubungan sebab akibat diantara variable-variable. Suatu teori di dalam dirinya terkandung keunggulan untuk bisa menjelaskan suatu gejala dan teori juga berkekuatan untuk memprediksi sesuatu gejala. John Dewey “Tidak ada sesuatu yang lebih praktis daripada suatu teori yang hebat”. Metode Ilmiah bertujuan menemukan teori- teori atau generalisasi- generalisasi. Dari Teori-teori yang ditemukan dapat dijadikan dasar prediksi dalam mengantisipasi kejadian-kejadian mendatang secara lebih tepat.

2. Siswojo Hardjodipuro Teori dapat diartikan sebagai seperangkat konsep dan definisi yang saling berhubungan yang mencerminkan suatu pandangan sistematik mengenai fenomena dengan menerangkan hubungan antar variable, dengan tujuan untuk menerangkan dan meramalkan fenomena. Tepri menjalin hasil pengamatan kedalam suatu pengertian utuh yang memungkinkan ilmuwan membuat pernyataan umum tentang variable – variable dan hubungannya.

3. Winarno Surakhmad “Seseorang ahli ilmu pengetahuan tidak hanya bertujuan menemukan prinsip – prinsip yang terletak di balik fakta. Prinsip Utama yang dicari adalah dalil, yaitu : Generalisasi atau kesimpulan yang berlaku umum. teori dibutuhkan sebagai pegangan – pegangan pokok secara umum. Oleh karena itu, jelas bahwa dalam menentukan atau membuat Kerangka Teori dalam proposal penelitian, kita harus mencari teori – teori atau prinsip – prinsip yang berkaitan dengan masalah yang

akan diteliti.7

Menurut Kamus Riset, teori adalah Seperangkat gagasan atau ide, konsep, definisi-definisi dan proposisi-proposisi yang berhubungan satu sama lain yang menunjukkan fenomena- fenomena yang sistematis dengan menetapkan hubungan- hubungan antara variable-variabel dengan tujuan untuk menjelaskan dan meramalkan fenomena-fenomena tersebut.

Teori merupakan unsur informasi ilmiah yang paling luas bidang cakupnya. Melalui unsur metodologis, teori dapat diubah menjadi hipotesa yaitu informasi ilmiah yang lebih spesifik dan lebih sempit bidang cakupannya.

Lahirnya teori pada dasarnya berdasarkan fakta yang didukung oleh dalil dan proposisi. Jadi secara defenitif, teori umumnya mengacu pada fakta empiris karena tujuan utamanya adalah menjelaskan dan memprediksikan kenyataan atau realitas. Suatu penelitian dengan dasar teori yang benar dan kuat akan membantu mengarahkan para peneliti dalam upaya menjelaskan fenomena yang diteliti.

Dari berbagai definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa teori merupakan alur penalaran berupa seperangkat konsep, definisi dan proposisi yang menjelaskan sebuah sistem, melukiskan, menerangkan dan meramalkantentang fenomena yang terjadi, sehingga dapat diperoleh makna yang penting dari berbagai fenomena yang terjadi.

Dalam dokumen PDF PENELITIAN KUANTITATIF - UIN Mataram (Halaman 31-35)