• Tidak ada hasil yang ditemukan

RELIABILITAS

Dalam dokumen PDF PENELITIAN KUANTITATIF - UIN Mataram (Halaman 103-108)

BAB VI UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS

C. RELIABILITAS

adalah dengan cara mengkorelasi hasil-hasil yang di capai dalam tes yang sejenis yang diketahui mempunyai validiatas tinggi (misalnya tes standar).

Tinggi rendahnya koefisien korelasi yang diperoleh menunjukan tinggi rendahnya validitas tes yang akan kita nilai kualitasnya.33

2. Validitas Prediktif

Validitas prediktif adalah ketepatan (kejituan) dari suatu alat ukur ditinjau dari kemampuan tes untuk meramalkan prestasi yang dicapai kemudian. cara yang dipergunakan untuk menilai tinggi rendahnya validitas prediktif ini ialah dengan jalan mencari korelasi antara nilai-nilai yang dicapai oleh anak-anak dalam tes tersebut dengan nilai-nilai yang dicapainya kemudian.

C. RELIABILITAS

artinya dapat dopercaya. instrument tes dapat dikatakan dapat dipercaya jika memberikan hasil yang tetap apabila diteskan berkali-kali. Jika kepada siswa diberikan tes yang sama pada waktu yang berlainan, maka setiap siswa akan tetap berada dalamurutan yang sama atau ajeg dalam kelompoknya.

Memberikan penekanan pada pengertian reliabilitas sebagai konsistensi tes. Yaitu seberapa konsisten skor tes dari suatu pengukuran ke pengukuran berikutnya. Reliabilitas merujuk pada ketetapan/ keajegan alat tersebut digunakan akan memberikan hasil yang relatif sama.34

Terdapat dua sumber pengertian tentang rebilitas dalam paradigm penelitian kuantitatif yaitu mengartikan reliabilitas sebagai suatu konsestensi atau konstansi dari suatu alat ukur dan realibilitas sebagai ikuran suatu alat ukur mengukur suatu antribut yang telah dirancang untuk mengukurnya.

Dari pengertian tersebut, pemahaman tentang reliabilitas suatu penelitian mengacu pada standarisasi alat ukur yang digunakan dalam penelitian tersebut.35

Reliabilitas berasal dari kata reliability berarti sejauh mana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya. Suatu hasil pengukuran dapat dipercaya apabila dalam beberapa kali pelaksanaan pengukuran terhadap kelompok subyek yang sama, diperoleh hasil pengukuran yang relatif sama, selama aspek yang diukur dalam diri subyek memang belum berubah. Jadi reliabilitas mengenai seberapa jauh skor deviasi individu atau skor-z, relatif konsisten apabila dilakukan pengulangan dengan menggunakan tes yang sama atau tes yang ekivalen.

34 Eko Putro Widyoko, Evaluasi Program Pembelajaran: Panduan praktis bagi pendidik dan calon pendidik,( Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009), hal 144

35 Yati Aftyanti, Validitas dan Reliabitas dalam penelitian kualitatif, Jurnal keperawatan Indonesia, Volume 12, Nomor 2, juli 2018: 137-141

Reliabilitas merupakan salah-satu ciri atau karakter utama instrumen pengukuran yang baik. Suatu tes dikatakan reliabel jika selalu memberikan hasil yang sama bila diteskan pada kelompok yang sama pada waktu atau kesempatan yang berbeda.36

Reliabilitas ialah mengukur instrumen terhadap ketepatan (konsisten). Reliabilitas disebut juga keterandalan, keajegan, consistency, stability, atau dependability.37

Reliabilitas berkenaan dengan derajat konsistensi dan stabilitas data atau temuan. Dalam pandangan positivistik (kuantitatif), suatu data dinyatakan reliabel apabila dua atau lebih peneliti dalam obyek yang sama menghasilkan data yang sama, atau sekelompok data bila dipecah menjadi dua menunjukkan data yang tidak berbeda.

Pengertian reliabilitas dalam penelitian kuantitatif dan kualitatif pun berbeda. Dalam penelitian kualitatif sutau reliabitas itu bersifat majemuk/ganda, dinamis/selalu berubah, sehingga tidak ada yang konsisten, dan berulang seperti semula. Situasi senantiasa berubah demikian juga perilaku manusia yang terlibat didalamnya.

Pelaporan penelitian kualitatif pun bersifat individu, atau berbeda antara peneliti satu dengan peneliti lainnya. Bahkan untuk obyek yang sama, apabila ada 5 peneliti dengan latar belakang yang berbeda, akan diperoleh 5 laporan penelitian yang berbeda pula. Peneliti yang berlatar belakang pendidikan tentu akan menemukan dan melaporkan hasil penelitian yang berbeda dengan peneliti yang berlatarbelakang sosiologi.

36 Matondang Zulkifli, Validitas dan reliabilitas suatu instrumen penelitian.

Jurnal Tabularasa, 6(1), (2009). hal.87-97

37 Emzir, Metode Penelitian Kualitatif Analisis Data. (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2010), hal. 79

Oleh karena itu penelitian kualitatif sering dikatakan bersifat subyektif dan reflektif. Dalam penelitian kualitatif tidak digunakan instrumen yang standar tetapi peneliti bertindak sebagai instrumen. Data dikumpulkan secara verbal diperkaya dan diperdalam dengan hasil pengamatan, mendengar, persepsi, pemaknaan/penghayatan peneliti. Namun demikian peneliti meskipun melibatkan segi subyektifitas, dia harus disiplin dan jujur terhadap dirinya sebab penelitian kualitatif harus memiliki objektifitas pula. Objektifitas disini berarti data yang ditemukan dianalisis secara cermat dan teliti, disusun, dikategorikan secara sistematik, dan ditafsirkan berdasarkan pengalaman, kerangka berpikir, persepsi peneliti tanpa prasangka dan kecenderungan-kecenderungan tertentu.

Pengertian reliabilitas dalam penelitian kuantitatif, sangat berbeda dengan reliabilitas dalam penelitian kualitatif.

Hal ini terjadi karena terdapat perbedaan paradigma dalam melihat realitas, selain itu, cara melaporkan penelitian bersifat ideosyneratic dan individualistik, selalu berbeda dari orang perorang. Tipe peneliti memberi laporan menurut bahasa dan jalan pikiran sendiri.38

2. Faktor yang Mempengaruhi Reliabilitas

Dalam mengestimasi realibilitas tes ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi reliabilitas tes, sehingga tes tersebut tidak reliable. Pada umumnya, dalam pendidikan reliabilitas sebuah tes yang dipengaruhi oleh faktor yang permanen ataupun faktor yang terjadi karna faktor sementara seperti karena kelelahn, menerka atau pengaruh latihan.

38 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kual - tatif, R&D), (Bandung: Alfabeta, 2016), hlm. 366

3. Macam-macam Reliabilitas

Salah satu syarat agar hasil ukur suatu tes dapat dipercaya ialah tes tersebut harus mempunyai reliabilitas yang memadai.

Reliabilitas dibedakan menjadi dua, yaitu reliabilitas konsistensi tanggapan, dan relibilitas konsistensi gabungan butir.

Reliabilitas konsistensi tanggapan responden mempersoalkan apakah tanggapan responden atau objek ukuran terhadap tes atau instrument tersebut sudah baik atau konsisten. dalam hal ini apabila suatu tes atau instrument digunakan untuk melakukan pengukuran terhadap objek ukur kemudian dilakukan pengukuran kembali terhadap objek sama, apakah hasilnya masih tetap sama dengan pengukuran sebelumnya.

Jika hasil pengukuran kedua menunjukan ketidak konsistenan maka jelas hasil pengukuran itu tidak mencerminkan keadaan objek ukur yang sesunguhnya.

Untuk mengetahui apakah tanggapan terhadap tes atau instrument itu mantap, konsisten atau plin-plan, dapat dilakukan dengan cara memberikan tes yang sama secara berulang kali (dua kali) kepada objek ukur atau responden yang sama. Pengetesan dua kalimerupakan syarat minimal untuk mengetahui apakah tanggapan objek ukur terhadap tes tersebut konsisten atau tidak.

Dalam pelaksaan pengetesan dua kali dapat ditempuh berbagai cara yaitu kita melakukan pengetesan dua kali.

Pada tehnik belah dua ini pengukuran dilakukan dengan dua kelompok butir yang setara pada saat yang sama. Karna setiap kelompok butir merupakan separuh dari seluruh tes, maka biasanya kelompok butir pertama diambil dari butir- butir tes yang bernomor ganjil, sedagkan nomor butir yang kedua diambil dari butir-butir tes yang bernomor genap. Perlu diketahui bahwa relabilitas dengan tehnik ini sangat relative,

karna relibilitas akan tergantung pada cara penomoran dan pengelompokan pada butir yang diambil. Disini pengukuran dilakukan dengan mengunakan dua tes yang dibuat setara yang kemudian diberikan kepada responden atau objek tes dalam waktu yang bersamaan. Skor dari kedua kelompok butir tes tersebut dikorelasikan untuk mendapatkan tes.39

Dalam dokumen PDF PENELITIAN KUANTITATIF - UIN Mataram (Halaman 103-108)