BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
B. Visi, Misi, Motto, dan Nilai-nilai Perusahaan
Diakui sebagai perusahaan kelas dunia yang bertumbuh kembang, unggul dan terpercaya dengan bertumpu pada Potensi Insani.
2) Misi
a) Menjalankan bisnis kelistrikan dan bidang lain yang terkait, berorientasi pada kepuasan pelanggan, anggota perusahaan, dan pemegang saham.
b) Menjadikan tenaga listrik sebagai media untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.
c) Mengupayakan agar tenaga listrik menjadi pendorong kegiatan ekonomi.
d) Menjalankan kegiatan usaha yang berwawasan lingkungan.
3) Motto
Listrik untuk Kehidupan yang Lebih Baik (electricity for a Battar Life).
4) Nilai-nilai Perusahaan
a) Saling Percaya (Mutual Trust) b) Integritas (Integrity)
c) Peduli (Care)
d) Pembelajar (Learner)
e) Peka-tanggap terhadap kebutuhan pelanggan
Senantiasa berusaha untuk tetap memberikan pelayanan yang dapat memuasakan kebutuhan pelanggan secara cepat, tetap dan sesuai.
f) Penghargaan pada harkat dan martabat manusia.
Menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia dengan segala kelebihan dan kekurangannya serta mengakui dan melindungi hak-hak asasi dalam menjalankan bisnis.
g) Integritas
Menjunjung tinggi nilai kejujuran, integritas, dan obyektifitas dalam pengelolaan bisnis.
h) Kualitas produk
Meningkatkan kualitas dan keandalan produk secara terus-menerus dan terukur serta menjaga kualitas lingkungan dalam menjalankan perusahaan.
i) Peluang untuk maju
Memberikan peluang yang sama dan seluas-luasnya kepada setiap anggota perusahaan untuk berprestasi dan menduduki posisi sesuai dengan criteria dan kompetensi jabatan yang ditentukan.
j) Inovatif
Bersedia berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan sesama anggota perusahaan, menumbuhkan rasa ingin tahu serta menghargai ide dan karya inovatif.
k) Mengutamakan kepentingan perusahaan
Konsisten untuk mencegah terjadinya benturan kepentingan dan menjamin di dalam setiap keputusan yang diambil ditujukan demi kepentingan perusahaan.
l) Pemegang saham
Dalam pengambilan keputusan bisnis akan berorientasi pada upaya meningkatkan nilai investasi pemegang saham.
C. Uraian Tugas Organisasi
Organisasi merupakan alat yang dibentuk untuk mencapai tujuan perusahaan, baik tujuan jangka pendek, jangka menengah maupun jangka panjang. Semantara itu struktur organisasi mencerminkan pembagian tugas dari beberapa bagian yang terdapat dalam organisasi tersebut, agar tidak terjadi tumpang tindih dalam melaksanakan tugas oleh para karyawan.
Adapun struktur organisasi pada PT. PLN (Persero) Wilayah di Makassar terdisri dari bagian utama mencakup bersama dari fungsi masing-masing bagian.
Organisasi PLN Wilayah Sulsel, Sultra dan Sulbar sebagai Kantor Induk dipimpin oleh seoranag Genaral Manager dengan dibantu oleh 6 (enem) Manajer Bidang, yaitu;
1) Manajer Bidang Keuangan
2) Manajer Bidang Niaga & Pelayanan Pelanggan 3) Manajer Bidang Perencanaan
4) Manajer Bidang Pembangkitan
5) Manajer Bidang Transmisi & Distribusi 6) Manajer Bidang SDM dan KHA
Masih dibawah General Manager terdapat 2 (dua) jabatan setara Manajer Bidang, yaitu Kepala Audit Internal dan P2K.
Fungsi dari masing-masing bagian adalah:
1. General Manager
Bertanggung jawab atas pengadaan usaha, melalui optimalisasi seluruh sumber daya secara efesien, efektif dan sinergis serta menjamin penerimaan hasil penjualan tenaga listrik, peningkatan kualitas pelayanan, peningkatan profit serta iklim kerja yang produktif.
2. Manajer Bidang Keuangan
Bertanggung jawab atas penyelenggaraan atas pengelolaan anggaran dan keuangan unit usaha sesui dengan prinsip-prinsip manajemen keuangan yang baik, pengelolaan pajak dan asuransi yang efektif serta penyajian laporan keuangan dan akuntansi yang akurat dan tepat waktu. Adapun tugas dalam bidang keuangan:
a) Menyusun kebijakan anggaran dan proyeksi keuangan perusahaan b) Mengendalikan anggaran investasi dan anggaran operasai
c) Mengendalikan aliran kas pendapatan d) Mengendalikan aliran kas pembiayaan e) Melakukan pengelolaan keuangan
f) Melakukan analisis dan evaluasi laporan keuangan unit-unit g) Menyusun laporan keuangan konsolidasi
h) Menyusun laporan rekonsilidasi keuangan
i) Menyusun adan menganalisa kebijakan resiko dan penghapusan asset j) Melakukan pengelolaan pajak dan asuransi
k) Membuat usulan RKAP yang terkait dengan bidangnya- l) Menyusun dan mengelola manajemen mutu
m) Menerapkan tata kelola perusahaan yang baik n) Menyusun laporan manajemen di bidangnya
3. Manajer Bidang Niaga & Pelayanan Pelanggan
Bertanggung jawab atas upaya pencapaian target pendapatan dari penjualan tenaga listrik, pengembangan pemasaran yang berorientasi kepada kebutuhan pelanggan serta transaksi pembelian tenaga listrik yang memberikan nilai tambah bagi perusahaan, serta ketersediaan standar pelaksanaan kerja dan terciptanya interaksi kerja yang baik antara unit-unit pelaksanaa. Adapun uraian tugas dari bidang niaga ini adalah:
1. Menyusun:
a) Ketentuan dan strategi pemasaran
b) Perencanaan penjualan energi dan rencana pendapatan 2. Mengevaluasi harga jaual beli tenaga listrik
3. Menghitung biaya penyediaan tenaga listrik 4. Menegosiasikan harga jaul beli tenaga listrik 5. Menyusun:
a) Strategi pengembangan pelayanan pelanggan b) Standar dan produk pelayanan
c) Ketentuan Data Induk Pelanggan (DIP) Dan Data Induk Saldo (DIS) d) Konsep kebijaksanaan sistem informasi pelayanan pelanggan.
6. Melakukan pengendalian DIS dan oponame saldo piutang
7. Mengkoordinasikan pelaksanaan penagihan kepada pelanggan tertentu, antara lain TNI/POLRI dan instansi vertical
8. Mengkaji pengelolaan pencatatan meter dan menyusun rencana penyempurnaan
9. Menyusun mekanisme interaksi antar unit pelaksana
10. Menyusun rencana pengembangan usaha baru serta pengaturanya
11. Membuat usaha RKAP bersama dengan bidang perencanaan dan bidang lainnya
12. Menyusun dan mengelola manajemen mutu 13. Menerapkan tata kelola perusahaan yang baik 14. Menyusun laporan manajemen di bidannya.
4. Manajer Bidang Perencanaan
Bertanggung jawab atas tersusunya perencanaan kerja, sistem manajemen kerja, perencanaan investasi dan pengembangan aplikasi sistem informasi untuk mendukung upaya pengusahaan tenaga listrik yang memiliki efesiensi, mutu dan keandalanyang baik serta upaya pencapaian sasaran dan ketersediaan kerangka acuan pelaksanaan kerja. Adapun uraian tugas dalam bidang ini adalah:
1. Menyusun Perencanaan Wilayah:
a) RUPTL (Rencana Umum Pengembangan Tenaga Listrik) b) RJP (Rencana Jangka Panjang)
c) RKAP (Rencana Kerja Anggaran Perusahaan) bersama bidang-bidang terkait
d) Rencana pengembangan sistem ketenaga listrikan.
2. Menyusun sistem manajemen kinerja unit-unit kerja
3. Menyusun metode evaluasi kelayakan investasi dalam melakukan penilaian finansialnya.
4. Menyusum program pengembangan aplikasi sistem informasi:
a) Rencana pengembangan aplikasi b) SOP pengelolaan aplikasi
5. Menyusun dan mengelola manajemen mutu 6. Menerapkan tata kelola perusahaan yang baik 7. Menyusun laporan manajemen di bidangnya.
5. Manajer Bidang Transmisi & Distribusi
Bertanggung jawab atas penyususnan strateg, standar operasi dan pemeliharaan, standar desain konstruksi dan kebijakan manajemen termasuk keselamatan ketenagalistrikan untuk menjamin kontinyitas pengusaha tenaga listrik dengan efesiensi serta mutu dan keandalan yang baik dan dukungan logistik bagi operasional pengusahaan tenaga listrik di unit pelaksana. Adapun uraian tugas dari bidang ini adalah:
a) Menyusun strategi pengoperasian dan pemeliharaan sistem pembangkit, transmisi dan jaringan distribusi serta membina penerapanya.
b) Menyusun standar untuk penerapan dan pengujian peralatan pembangkit, transmisi dan distribusi serta standar operasi dan pemeliharaan sistem pembangkit, transmisi dan jaringan distribusi.
c) Menyusun standar desain dan kriteria konstruksi pembangkit, transmisi, jaringan distribusi dan peralatan kerjanya serta membina penerapanya.
d) Melakukan pengendalian susut energi listrik dan gangguan pada sistem pembangkiatan, distribusi serta sasaran perbaikannya.
e) Menyusun metode kegiatan konstruksi dan administrasi pekerjaan serata membina penerapanya.
f) Menyusun kebujakan manajemen sistem pembangkitan, transmisi dan jaringan distribusi.
g) Menyusun kebijakan manajemen pengadaan dan pembekalan pembangkitan, transmisi dan distribusi serta membina penerapannya.
h) Menyusun kebijakan manajemen lingkungan dan keselamatan ketenagalistrikan serta membina penerapannya.
i) Menyusun pengembangan sarana komunikasi dan otomatisasi operasi pembangkitan, transmisi dan jaringan distribusi.
j) Menyusun, memantau dan mengevaluasi ketentuan dan induk pembangkit, transmisi dan jaringan distribusi.
k) Membuat usulan RKAP yang terkait dengan bidangnya.
l) Menyusun laporan manajemen di bidangnya.
6. Manajer Bidang SDM dan KHA
Bertanggung jawab atas penyelenggaraan pengelolaan manajemen SDM dan Organisasi, administrasi kepegawaian dan hubungan industri dan mendukung kelancaran kerja organisasi. Adapun tugas dari bidang ini adalah:
1. Mengelola:
a) Pengembangan organisasi dan manajemen b) Pengembangan sumber daya manusia c) Manajemen sumber daya manusia d) Administrasi dan data kepagawaian 2. Melakukan analisis dan evaluasi jabatan 3. Membina hubungan industrial
4. Membuat usaha RKAP yang terkait dibidangnya 5. Menyusun dan mengelola manajemen mutu 6. Menerapkan tata kelola perusahaan yang baik.
7. Manajer Bidang Komunikasi, Hukum, dan Administrasi
Bertanggung jawab atas penyelenggaraan pengelolaan administrasi kesekretariatan, komunikasi masyarakat dan hukum, pengelolaan keamanan, sarana dsan prasarana kantor serta pembinaan lingkungan untuk mendukung kelancaran kerja organisasi. Adapun uraian tugas dibidang ini adalah:
1. Mengelola:
a) Sertifikat Aset
c) Administrasi Kesekretariatan, Protokol dan rumah tangga kantor induk 2. Mengelola:
a) Komunikasi kemasyarakatan dan pelanggan b) Fasilitas dan prasarana kerja
c) Sistem keamanan dan pengamanan kantor 3. Mengelola program bina/peduli lingkungan
4. Melakukan advokasi hukum dan peraturan perusahaan 5. Membuat Rekap yang terkait dengan bidangnya 6. Menyusun
7. dan mengelola manajemen mutu
8. Menerapkan tata kelola dan perusahaan yang baik
8. Audit Internal
Bertanggung jawab atas penyelenggara audit internal sesuai program kerja pemeriksaan tahunan dan pemantauan tindak lanjut hasil temuan, pembinaan dan penyempurnaan sistem manajemen dan operasional untuk mendukung terlaksananya tata kelola perusahaan yang baik. Adapun tugas audit internal adalah:
a. Menyusun program kerja pemeriksaan tahunan, sesuai program perusahan.
b. Melaksanakan audit internal yang meliputi audit keuangan, teknik, mmanajemen dan SDM.
c. Memberikan masukan dan rekomendasi yang menyangkut proses manajemen dan operasional.
d. Memonitor tindak lanjut temuan hasil audit internal.
e. Menyusun laporan manajemen dibidangnnya.
9. Sektor
Mengelola dan melaksanakan kegiatan operasi dan pemeliharaan pembangkita dan atau transmisi tenaga listrik di wilayah kerja secara efesien sesuai tata kelola yang baik berdasarkan kebijakan kantor induk untuk menghasilkan mutu dan keandalan pasokan tenaga listrik sesuai standar yang ditetapkan, serta melakukan pembinaan dan pemberdayaan unik asuhan di bawahnya.
10. Area Penyaluran Dan Pengatur Beban (AP2B)
Mengelola dan melaksanakan kegiatan operasi dan pemeliharaan tranmisi tenaga listrik serta pengaturan beban di wilayah kerjanya serta efisien sesuai tata kelola yang baik berdasarkan kebijakan kantor induk untuk menghasilkan mutu dan keandalan pasokan tenaga listrik sesuai standar yang ditetapkan, serta melakukan pembinaan dan pemberdayaan unit asuhan di bawahnya.
11. Cabang
Mengelola dan melaksanakan kegiatan penjualan tenaga listrik, pelyanan pelanggan, pengoperasian dan pemeliharaan pembangkit dan jaringan distribusi tenaga listrik di wilayah kerjanya serta efesien sesuai tata kelola yang baik berdasarkan kebijakan kantor induk untuk menghasilkan
pendapatan perusahaan yang didukung dengan pelayanan, mutu dan keandalam pasokan yang memenuhi kebutuhan pelanggan serta melakukan pembinaan dan pemberdayaan unit asuhan di bawahnya.
12. Area Pengaturan Distribusi (APD)
Merencanakan, melaksanakan dan melakukan evaluasi serta membuat laporan atas kegiatan operasi pengaturan jaringan distribusi di daerah kerjanya secara efesien dengan mutu dan keandalannya yang baik untuk mencapai kinerja unik.
A. Ketentuan Akuntansi Listrik Prabayar
Dalam rangka pengamanan pendapatan atas penjualan tenaga listrik, mempercepat cash flow/arus kas pendapatan, mengurangi tingkat keluhan pelanggan berkaitan dengan pembacaan meter, meningkatkan pelayanan kepada pelanggan, mengurangi tingkat pencurian tenaga listrik, menekan
biaya operasional melalui penyederhanaan proses bisnis, serta memberikan kesempatan kepada pelanggan untuk mengatur sendiri pemakaian tenaga listriknya, maka PT. PLN (Persero) menerapkan Sistem Listrik Pra bayar (LPB) .
Sistem listrik pra bayar (LPB) juga dituangkan dalam program revenue manajemen RKAP tahun 2009, dimana ditargetkan pemasaran layanan pra bayar dengasn jumlah pelanggan ynag akan terus meningkat pada periode mendatang.
Dengan memperlihatkan hal-hal tersebut sebelumnya, dimana pelanggan listrik pra bayar jumlahnya akan semakin signifikan dan periode mendatang, maka perlu dilakukan pengaturan yang berkaitan dengan mekanisme listrik pra bayar beserta perlakuan akuntasinya.
1. Pengukuran
Pengukuran atas kWh listrik pra bayar yang sudah digunakan pelanggan pada dasarnya belum bisa dilaksanakan karena perusahaan belum memiliki
secara real time. Sehubungan dengan hal tersebut serta adanya kebutuhan akuntansi untuk melakukan pencatatan listrik pra bayar yang sudah digunakan sampai dengan periode penutupan buku, maka unit PLN yang telah menggunakan LPB perlu melakukan pengukuran penggunaan listrik pra bayar berdasrakan suatu estimasi yang wajar sesuai pola pemakaian kWh yang bibuat per masing-masing tarif. Estimasi tersebut selanjutnya digunakan sebagai dasar untuk pengakuan dan pencatatan pemakaian LPB pada saat keuangan (akhir bulan).
Estimasi pendapatan penjualan tenaga listrik pra bayar didapat dari estimasi pemakaian kWh yang dilakukan menggunakan data TUL III 09 Pasca Bayar per 3 (tiga) bulan terakhir sebelum periode pelaporan dibuat per golongan tarif dikalikan dengan indeks 0,8 (batas hemat sesuai dengan edaran Direksi No. 101. A 2008).
Hasil estiamsi pemakaian kWh tersebut sebelumnya dikalikan dengan jumlah pelanggan pra bayar dan dengan tarif pra bayar sehingga diperoleh estimasi pendapatan penjualan pra bayar. Hasil penjualan Voucherpada bulan perode pelaporan dikurangi dengan estimasi pendapatan penjualan pra bayar sehingga diperoleh angka yang merupakan penerimaan dimuka rekening listrik. Cara perhitungan ini digunakan selama sebelum dapat dilakukan pencatatan pemakaian kWh dari meter pra bayar dengan menggunakan teknologi 2 arah. Jika estimasi lebih dari nilai penjualan token maka yang digunakan adalah nilai penjualan token.
2. Pengakuan
Pada awal penjualan token/voucher penerimaan kas diakui sebagai penerimaan dimuka rekening listrik. Selanjutnya, pengakuan pemakaian kWh Listrik Prabayar dilakukan setelah diperoleh angka hasil perhitungan (estimasi) penggunaan listrik pada akhir periode pelaporan. Nilai yang diakui adalah sebesar estimasi pemakaian kWh yang termaksud dalam hasil pengukuran seperti tersebut pada butir 1 (satu) sebelumnya.
3. Pelaporan PLB
a) Penerimaan LPB dimasukkan dalam Laporan Pendapatan Penjualan Tenaga Listrik dan sementara ini dibukukan sebagai pendapatan (cash basis).Unsur materai, PPN, PPJ, dan lain-lain dibukukan sesuai ketentuan.
b) Pada laporan TUL III-09 (tata usaha langganan) ditambah baris Listrik Pra Bayar, untuk menampung total penjualan kWh dan rupiah dan jumlah pelanggan Listrik Pra bayar.
c) Pada proses migrasi dar pascabayar menjadi pra bayar, jumlah pelanggan pada bulan mutasi (misal bulan N), maka jumlah pembelian kWh akan langsung masuk pada pendapatan bulan N, sedangkan jumlah pelanggannya akan dilaporkan sebagai pelanggan pra bayar pada bulan N+1 (jumlah pelangganpascabayar berkurang dan jumlah pelanggan LPB bertambah).
4. Pencatatan
Pencatatan dilakukan dengan menggunakan hal perhitungan sebagaimana terdapat pada hasil pengukuran.
Untuk unit yang menggunakan GL-Magic, dicatat dengan jurnal sebagai berikut:
1. Pelanggan Pasang Baru
a) Pembayaran biaya penyambungan dan token awal:
Kas/Bank Receipt xx
Pendapatan BP belum tersambung xx
Penerimaan dimuka rekening listrik pra bayar xx
Bea materai yang terutang xx
PPN yang masih harus dibayar xx
Hutang PPJ YMH disetor xx
b) Pengakuan pendapatan tenaga listrik pada akhir bulan berdasarkan perhitungan seperti yang tersebut pada pengukuran pada butir pertama:
Penerimaan di mukarekening listrik pra bayar xx
Pendapatan PTL Pra Bayar (Pengelolaan) xx
2. Pelanggan Migrasi dariPascaBayar kePra Bayar(asumsi daya tetap) a. Penyelesaian TS / SPHpelanggan (jika ada):
Kas / Bank Receipt xx
Piutang tagihan susulan xx
b. Perhitungan UJL, terhadap sisa tagihan akhur pasca bayar yang belum sempat diterbitkan rekeningnya:
1. Pengakuan kWh yang belum tercatat
Piutang langganan xx
Pendapatan PTL (per golongan) xx
Bea materi yang terutang xx
PPN yang masih harus dibayar xx
Hutang PPJ YMH disetor xx
2. Jika UJL > sisa tagihan
UJL xx
Piutang langganan xx
Penerimaan di muka rekening listrik prabayar xx 3. Jika UJL < dari sisa tagihan
UJL xx
Kas / Bank Receipt xx
Piutang langganan (per golongan per unsur) xx
c. Pelanggan membayar pembelian token / voucher awal dari biaya administrasi:
Kas / Bank Receipt xx
Penerimaan di muka rekening listrik pra bayar xx
Bea materi yang terutang xx
PPN yang harus dibayar xx
d. Pengisisn ulang token /voucher:
Kas / Bank Receipt xx
Penerimaan di muka rekening listrik prabayar xx
Bea materai yang teruntung xx
PPN yang masih harus dibayar xx
Hutang PPJ YMH disetor xx
e. Pengakuan pendapatan tenaga listrik pada akhir bulan berdasarkan perhitungan seperti pada butir pertama:
Penerimaan di muka rekening listrik pra bayar xx
Pendapatan PTL pra bayar xx
3. Pelanggan Merubah Daya
Pelanggan melakukan pembayaran biaya penyambungan dan pembelian token /voucherawal serta biaya administrasi:
a. Jika migrasi daripostpaidkeprepaid
Kas / Bank Receipt xx
Penerimaan BP belum tersambung xx
Bea materi yang terutang xx
PPN yang masih harus dibayar xx
Hutang PPJ YMH disetor xx
Pendapatan administrasi xx
b. Jika migrasi dariprepaidkeprepaid
Kas / Bank Receipt xx
Pendapatan BP belum tersambung xx
Bea materi yang terutang xx
Pendapatan administrasi xx
5. Perubaha Kode Akun
Ketentuan akuntansi, untuk akun penerimaan dimuka rekening Listrik Pra Bayar (LPB) dan penjualanTtenaga Listrik (PTL) Pra Bayar, jurnalnya sudah menggunakan kode akun baru yang terkait langsung dengan Listrik Pra Bayar.
Perubahan kode akun ditetapkan sebagai bearikut:
Tabel 5.1 Perubahan Kode Akun (untuk penggunaan GL-Magic)
Nama Akun
Kode Akun
Lama Baru
Penerimaan dimuka Rekening Listrik 4 00 229 901 4 00 229 914 Penerimaan dimuka Rekening Listrik Pra
bayar
Tidak Ada 4 00 229 915
Pendapatan Penjualan Tenaga Listrik (PTL) Pra Bayar (per golongan)
Tidak Ada 5 00 10X 003
Sumber : PT. PLN (Persero) Wilayah Makassar
Tabel 5.2 Perubahan Kode Akun (untuk pengguna SAP)
Nama Akun
Kode Akun
Lama Baru
Penerimaan dimuka Rekening Listrik Pra Bayar
Tidak Ada 3202001301
Pendapatan Penjualan Tenaga Listrik (PTL) Pra Bayar
Tidak Ada 5101000001
Sumber : PT. PLN (Persero) Wilayah Makassar.
B. Unsur-unsur yang terkait dalam sistem penerimaan kas listrik pra bayar pada PT. PLN (Persero) Wilayah di Makassar adalah:
1. Unsusr terkait
a. Junior AnalystPelayanan Pelanggan
Junior Analyst pelayanan pelanggan pada PT. PLN (Persero) Wilayah di Makassar bertugas menerima order dan pembayaran penyambungan pasang baru dari calon pelanggan. Bagian ini bertanggung jawab meneliti persyaratan administrasi permohonan sambungan rumah (SR) dari calon pelanggan, memproses permohonan, menerima pembayaran dan membuat dokumen yang berkait dengan pengajuan pasang baru pra bayar.
b. Junior Operator SurveyData Teknik
Junior Operator Survey Data Teknik yang bertanggung jawab melakukan survey teknis terhadap rumah calon pelanggan mengecek jaringan listrik
dan beban trafo pelanggan serta melaksanakan pemeriksaan terhadap instalasi listrik calon pelanggan. Junior Operator Survey Data Teknik berkewajiban mengisi dokumrn blangko Survey pasang baru kemudian dimintakan otorrisasi kepada supervisor teknik.
c. Junior EngineerKonstruksi
Junior EngineerKonstruksi pada PT. PLN (Persero) Wilayah di Makassar bertanggung jawab terhadap tersedianya material yang dibutuhkan dalam pasang baru prabayar
d. Junior AnalystKeuangan
Junior Analyst keuangan melaksanakan proses pencatatan dan penyetoran kas dari penerimaan listrik pra bayar. Pencatatan dilakukan ke jurnal penerimaan kas.Junior Analyst Keuangan juga bertugas untuk melakukan rekonsiliasi dengan bank setiap dua minggu sekali
e. Assistant Operatorpenyambungan/pemutusan
Assistant Operator penyambungan/pemutusan bertugas membuat dokumen TUL 1-09 untuk dimintakan tandatangan manager dan membuat dokumen token prabayar. Dokumen TUL 1-09 yang berisi perintah kerja pemasangan akan digunakan sebagai dasar untuk melakukan pemasangan sambungan rumah pada pelanggan yang mengajukan pasang baru dan melakukan pemutusan terhadap pelanggan yang menunggak pembayarannya.
f. Assistant OperatorPemeliharaan Alat Pembatas dan Pengukur (APP)
Assistant Operator Pemeliharaan APP betanggung jawab membuat dokumen TUL 1-10 yang berisi berita acara untukmelaksanakan penyambungan dan penyegelan APP di rumah pelanggan, mengisi dan menandatangani TUL 1-10, dan memintakan otorisasi kepada supervisor teknik.
2. Dokumen yang digunakan
a) Tata Usaha Langganan (TUL 1-10)
Dokumen TUL 1-10 dibuat oleh junior Analyst pelayanan pelanggan menggunakan program sistem informasi pelayanan pelanggan (SIPL).
Dokumen TUL 1-10 digunakan pelanggan untuk mengajukan permohonan pasang baru pra bayar. pengajuan permohonan pasang baru harus disertai dengan fotocopy KTP, fotocopy rekening tetangga terdekat dan denah lokasi rumah.dokumen ini ditandatangani oleh pelanggan.
c) TUL 1-03
Dokumen TUL 1-03 Dibuat oleh Junior Analyst pelayanan pelanggan melalui program sistem pelayanan pelanggan sebagai jawaban persetujuan terhadap permohonan pasang baru pra bayar. Dokumen ini juga memberitahukan kepada pelanggan mengenai perincian biaya yang harus dibayar oleh pelanggan. Dokumen ini diotorisasi oleh manajer UPJ dan diberi stempel perusahaan.
d) Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL)
Dokumen SPJBTL dibuat oleh Junior Analyst pelayanan pelanggan melalui program sistem pelayanan pelanggan. Dokumen SPJBTL
ditandatangani antara calon pelanggan dengan manajer UPJ yang menyatakan bahwa calon pelanggan setuju dengan perjanjian yang telah disepakati dengan pihak PLN. Dokumen SPJBTL diberi stempel perusahaan olehJunior Analystpelayanan pelanggan.
e) TUL I-05
Dokumen ini merupakan jaminan instalasi listrik yang menyatakan bahwa istalasi dirumah/bangunan calon pelanggan telah telah dipasang dengan baik baik sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan dijamin aman untuk disambung tenaga listrik dari intalasi PLN sesuai dengan daya yang tersanmbung. Dokumen ini dibuat oleh pihak ketiga yaitu biro teknik listri yang bekerja sama dengan PLN.
f) TUL I-06
Dokumen TUL I-06 dibuat oleh Junior Analyst pelayanan pelanggan melalui program sistem pelayanan pelanggan. Dokumen TUL I-06 merupakan bukti pembayaran atas biaya pembangunan berupa kuitansi.
Dokumen ini sah jika distempel dan diotorisasi oleh manejer UPJ dan diberi stempel perusahaan.
g) TUL 1-09
Dokumen TUL I-09 berisi tentang perintah kerja bagi penyambungan/pemutusan untuk melaksanankan pemasangan sambungan rumah pelanggan. Dokumen TUL I-09 dikeluarkan oleh Junior Analyst pelayanan pelanggan melalui program sistem pelayanan pelanggan.
Dokumen ini diotorisasi oleh manajer UPJ dan berisi stempel perusahaan.
h) TUL I-10
Dokumen TUL I-10 dikeluarkan olehJunior Analyst pelayanan/pelanggan melalui program sistem pelayan pelanggan. Dokumen TUL I-10 berisi mengenai berita acara pemasangan yang dilaksanakan dengan baik oleh penyambungan/pemutusan. Dasar pembuatan berita acara ini adalah perintah kerja TUL I-10. Dokumen ini ditangani oleh assistant operator pemeliharaan APP.
i) Dokumen TUL-11
Dokumen TUL-11 dikeluarkan oleh Junior Analyst pelayanan pelanggan program sistem pelayanan pelanggan. Dokumen ini berisi perubahan data langsung (PDL) untuk pembuatan rekening pelanggan baru. Dokumen ini diotorisasi oleh manajer UPJ dan diberi cap stempel perusahaan.
j) Dokumen pendukung lainnya
Dokumen pendukung terdiri dari dokumen hasil survey, surat layak operasi, slip setoran dari bank, dokumen pemesanan material dan token pembayar. Dokumen pendukung merupakan dokumen yang digunakan untuk memperkuat dokumen sumber.
3. Catatan akuntansi yang digunakan
a. Laporan penerimaan harian pasang baru (LPHPB)