BAB 3. TEORI WARNA DALAM DKV
3.1 PENGERTIAN WARNA
Warna ialah suatu sensasi yang dihasilkan oleh gelombang cahaya yang diterima oleh retina mata.
Panjang gelombang cahaya tersebut bervariasi, tergantung dari warna yang dipantulkan. Panjang gelombang cahaya yang dapat diterima oleh mata manusia adalah, antara 400-700 nm yaitu antara warna violet sampai warna merah.
Gambar 28. Gelombang cahaya warna
Adapun beberapa sinar yang tidak dapat terlihat oleh mata manusia karena panjang gelombangnya berada di luar area, antara lain ialah :
- Sinar infra mereha (1.000 nm).
- Sinar ultraviolet (200 nm).
- Di bawahnya masih ada sinar-x, sinar gamma, dan sinar kosmik.
Pada penerapannya, warna merupakan unsur yang penting dalam suatu desain. Penggunaan warna yang tepat dan sesuai dengan perencanaan konsep atau publikasi, dapat membuat pesan visual lebih dimengerti, memungkinkan untuk membangun emosi dan psikologi, kepada orang yang melihat pesan visual tersebut. Warna dapat didefinisikan secara objektif/fisik sebagai sifat cahaya yang dipancarkan, atau secara subjektif/psikologis sebagai bagian dari pengalaman indera pengelihatan. Dari panjang gelombang warna yang cahayanya tampak oleh mata, hal tersebut merupakan salah satu bentuk pancaran energi yang merupakan bagian sempit dari gelombang elektromagnetik. Sedangkan secara subjektif/psikologis, tampilan dari warna dapat diperlihatkan dalam hue (rona warna/corak warna), value (kualitas gelap-terang warna, atau tua-muda warna), dan chroma (intensitas/kekuatan warna yakni murni-kotor warna, cemerlang-suram warna).
3.1.1 WARNA BERDASARKAN KEJADIAN
ADDITIVE : M = Merah (red)
H = Hijau (green) B = Biru (blue)
SUBTRACTIVE : kn = (yellow)
mg = Mangenta sa = Sian (cyan)
Gambar 29. Kedudukan warna pokok additive dan subtractive pada lingkaran warna.
Berdasarkan kejadiannya, warna dibagi menjadi dua, yakni warna additive dan subtractive. Additive merupakan warna dari cahaya yang disebut spektrum. Sedangkan warna subtractive ialah warna yang berasal dari pigmen. Additive mempunyai warna pokok Red, Green, Blue, dalam komputer biasanya dikenal dengan istilah RGB. Sedangkan warna pokok subtractive menurut teori sian (Cyan), Magenta, dan Kuning (Yellow) dalam komputer disebut sebagai warna model CMYK. Dalam teorinya, warna-warna pokok additive maupun subtractive disusun ke dalam suatu lingkaran. Dalam lingkaran tersebut, warna pokok additvie dan warna pokok subtractive saling berhadapan atau saling berkomplemen.
3.1.2 KLASIFIKASI WARNA
Berdasarkan klasifikasinya, warna terbagi menjadi lima yaitu warna primer, sekunder,intermediate, tersier, dan kuarter. Berikut merupakan penjelasan dari kelima kalsifikasi warna tersebut.
1. WARNA PRIMER
Warna primer ialah warna merah, kuning, biru yang merupakan warna pokok atau warna dasar dan tidak dapat dibentuk dari warna lain. Kita bisa membuat banyak jenis warna dari perpaduan warna-warna primer, dan warna primer merupakan warna induk yang berarti berdiri sendiri tanpa hasil dari pencampuran warna lain.
Gambar 30. Warna Primer
2. WARNA SEKUNDER
Warna sekunder atau warna kedua, merupakan warna yang dihasilkan dari pencampuran dua warna primer. Adapun beberapa jenis warna sekunder diantaranya adalah sebagai berikut:
• Orange/Jingga ialah warna yang berasal dari campuran merah dengan kuning.
• Hijau ialah warna yang berasal dari campuran kuning dengan biru.
• Ungu/Violet ialah warna yang berasal dari campuran biru dengan merah.
Gambar 31. Warna Sekunder
3. WARNA INTERMEDIATE
Warna intermediate atau warna perantara, adalah warna pada lingkaran warna yang letaknya diantara warna primer dengan warna sekunder. Adapun beberapa macam warna intermediate diantaranya:
- Kuning Hijau (Yellow Green) yaitu warna yang letaknya diantara kuning dengan hijau.
- Biru Hijau (Blue Green) yaitu warna yang letaknya diantara biru dengan hijau.
- Biru Violet (Blue Violet) yaitu warna yang letaknya diantara biru dengan violet/ungu.
- Merah Violet (Red Violet) yaitu warna yang letaknya diantara merah dengan violet/ungu.
- Merah Jingga (Red Orange) yaitu warna yang letaknya diantara merah dengan jingga.
- Kuning Jingga (Yellow Orange) yaitu warna yang letaknya diantara kuning dengan jingga.
Gambar 32. Warna Intermediate
4. WARNA TERSIER
Warna tersier atau warna ketiga adalah warna yang berasal dari pencampuran antara warna primer dengan warna sekunder. Adapun jenis-jenis warna tersier yaitu:
- Coklat Merah adalah warna yang dihasilkan dari campuran warna merah dengan hijau.
- Coklat Kuning adalah warna yang dihasilkan dari campuran warna kuning dengan ungu.
- Coklat Biru adalah warna yang dihasilkan dari capuran warna biru dengan jingga/orange.
Gambar 33. Warna Tersier
5. WARNA KUARTER
Warna kuarter ialah warna yang berasal dari campuran dua warna tersier. Adapun macam- macam warna kuarter yaitu:
- Coklat jingga adalah warna yang berasal dari campuran merah tersier dengan kuning tersier.
- Coklat ungu adalah warna yang berasal dari campuran biru tersier dengan merah tersier.
- Coklat hijau adalah warna yang berasal dari campuran kuning tersier dengan biru tersier.
3.1.3 JENIS WARNA BERDASARKAN KEHARMONISANNYA
1. WARNA KOMPLEMENTER
Gambar 34. Warna Komplementer
Merupakan warna yang berseberangan di dalam color wheel memiliki sudut 180 derajat, dua warna dengan posisi kontras, komplementer menghasilkan perpaduan warna yang sangat menonjol Contohnya : Merah-Hijau, Biru-Oranye, Ungu-Kuning.
2. WARNA ANALOGOUS
Gambar 35. Warna Analogous
Warna analogous adalah warna yang berdekatan satu sama lain dalam lingkaran warna. Skema warna analogous ini sering ditemui dalam alam dan menyenangkan untuk dilihat. Kombinasi ini memberikan warna terang dan ceria sehingga warna terlihat harmonis.
3. WARNA TRIADIC
Gambar 36. Warna Triadic
Jika sebuah segitiga sama sisi ditarik diatas roda warna, sudut yang menyentuh 3 warna itulah yang disebut warna triadic. Skema warna triadic memiliki kombinasi tiga hue yang relatif berjarak sama dalam color wheel. Penggunaan kombinasi triadic menghasilkan warna yang bernada kontras.
4. WARNA SPLIT KOMPLEMENTER
Gambar 37. Warna Split Komplementer
Hampir sama dengan skema warna komplementer, hanya saja ada sedikit penambahan warna.
Menggunakan formula huruf “Y” terbalik untuk mendapatkan harmonisasi warna.
5. WARNA TETRADIC (RECTANGLE)
Gambar 38. Warna Tetradic.
Perpaduan dua warna komplementer yang digunakan secara bersamaan, kombinasi ini menghasilkan warna yang sangat kontras antara warna dingin dan warna hangat.