• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengetahuan

Dalam dokumen BANK UMUM SYARIAH (Halaman 39-69)

BAB II LANDASAN TEORI

C. Pengetahuan

Suatu produk akan memberikan manfaat kepada konsumen jasa jika produk tersebut telah digunakan atau di konsumsi oleh

konsumen. Agar produk bank tersebut bisa memberikan manfaat yang maksimal dan kepuasan yang tinggi kepada konsumen, maka konsumen harus bisa menggunakan produk perbankan tersebut dengan benar.

3. Proses Terbentuknya Pengetahuan

Menurut Notoatmodjo pengetahuan mengungkapkan bahwa sebelumorang mengadopsi perilaku baru didalam diri orang tersebut terjadi proses sebagai berikut:

Kesadaran (Awareness), dimana orang tersebu menyadari dalam arti mengetahui terlebih dahulu terhadap stimulasi (obyek).

a) Minat (Interest), tertarik terhadap stimulasiatau obyektersebut disinisikap obyek mulai timbul.

b) Evaluasi (Evaluation), terhadap baik dan tidaknya stimulasi tersebut bagi dirinya, hal ini berarti sikap responden sudah lebih baik lagi.

c) Uji Coba (Trial), dimana subyek mulai mencoba melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang dikehendaki.

d) Adaptasi (Adaption), dimana subyek telah berperilaku baru sesuai dengan pengetahuan, kesadaran dan sikap terhadap stimulasi.

4. Faktor yang Mempengaruhi Terbentuknya Pengetahuan

Menurut Notoatmodjo terdapat 5 (lima) faktor yang mempengaruhi pengetahuan nasabah, sebagai berikut13:

13 Sulistyono, Muhamad, Aris, Pengaruh Pengetahuan, Religiusitas, Promosi dan Tingkat Pendapatan Konsumen Terhadap Keputusan Menjadi Nasabah Bank Syariah. Jurnal Ilmiah.

Yogyakarta: Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indonesia, (2016).

a) Pendidikan

Pendidikan merupakan proses menumbuh kembangkan seluruh kemampuan dan perilaku manusia melalui pengetahuan, sehingga dalam pendidikan perlu dipertimbangkan umur dan hubungan dengan proses belajar. Tingkat pendidikan juga merupakan faktor yang mempengaruhi persepsi seseorang lebih mudah menerima ide-ide dan teknologi. Semkain tinggi pendidikan, hidup manusia akan semakin berkualitas karena pendidikan yang tinggi akan membuahkan pengetahuan yang baik yang menjadikan hidup yang berkualitas.

b) Paparan Media Massa

Media massa baik cetak maupun elektronik menyediakan berbagai informasi yang dapat diterima oleh masyarakat, sehingga seseorang yang lebih sering terpapar media massa akan memperoleh informasi lebih banyak dan dapat mempengaruhi tingkat pengetahuan yang dimiliki.

c) Sosial Ekonomi

Dalam memenuhi kebutuhan primer maupun sekunder keluarga, status ekonomi yang baik akan lebih mudah tercukupi dibandingkan orang dengan status ekonomi rendah, semakin tinggi status sosial ekonomi seseorang semkain mudah dalam mendapatkan pengetahuan, sehingga menjadikan hidup lebih berkualitas.

d) Hubungan Sosial

Faktor hubungan sosial mempengaruhi kemampuan individu dalam berkomunikasi untuk menerima informsi. Apabila hubungan sosial seseorang dengan individu baik maka pengetahuan yang dimiliki juga akan bertambah.

e) Pengalaman

Pengalaman adalah suatu sumber pengetahuan atau suatu cara untuk memperoleh kebenaran pengetahuan. Pengalaman seseorang individu tentang berbagai hal biasanya diperoleh dari lingkungan kehidupan dalam proses pengembangan misalnya sering mengikuti orgnanisasi.

5. Indikator Tingkat Pengetahuan

Menurut Notoatmodjo pengetahuan yang dicakup dalam domain kognitif mempunyai 6 tingkatan yaitu:

a) Tahu (Know), diartikan sebagai mengingat suatu materi yang telah dipelajari sebelumnya, pada tingkatan ini reccal (mengingat kembali) terhadap sesuatu yang spesifik dari seluruh bahan yang dipelajari atau rangsang yang diterima. Oleh sebab itu tingkatan ini adalah yang paling rendah.

b) Pemahaman (Comprehension), artinya suatu kemampuan untuk menjelaskan secara benar tentang objek yang diketahui dan dapat menginterprestasikan materi tersebut secara benar tentang objek yang dilakukan dengan menjelaskan, menyebutkan contoh dan lain-lain.

c) Aplikasi (Application), yaitu sebagai suatu kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari pada situasi dan kondisi sebenarnya. Aplikasi disini dapat diartikan sebagai penggunaan hukum- hukum, rumus, metode, prinsip dan sebagainya dalam kontak atau situasi yang lain.

d) Analisis (Analysis), adalah kemampuan untuk menjabarkan suatu materi atau objek kedalam komponen-komponen tetapi masih didalam suatu struktur organisasi tersebut dan masih ada kaitan satu sama lain, kemampuan analisis ini dapat dilihat dari penggunaan kata kerja dapat menggambarkan, membedakan, memisahkan, mengelompokkan dan sebagainya.

e) Perpaduan (Synthesis), menunjukkan pada suatu kemampuan untuk meletakkan atau menghubungkan bagian-bagian di dalam suatu bentuk keseluruhan yang baru. Dengan kata lain sintesis ini suatu kemampuan untuk menyusun, merencanakan, meringkas, menyesuaikan terhadap suatu teori atau rumusan yang telah ada.

f) Evaluasi (Evaluation), berkaitan dengan kemampuan untuk melakuksan penilaian terhadap suatu materi atau objek penilaian- penilaian itu berdasarkan suatu criteria yang ditentukan sendiri atau menggunakan kriteria-kriteria yang telah ada.

Berdasarkan keterangan diatas, peneliti mengambil kesimpulan bahwa pengetahuan dapat berpengaruh penting dalam keputusan minat konsumen jasa. Karena dengan bekal pengetahuan yang di miliki

konsumen jasa dapat memahami lebih detil produk jasa sebelum melakukan pembelian untuk mengetahui kriteria, langkah-langkah, keunggulan dan kelemahan, serta keuntungan yang di dapatkan oleh konsumen jasa tersebut.

C. Lokasi

Lokasi adalah tempat suatu jejaring dimana produk dan jasa bank disediakan dan dapat di manfaatkan oleh nasabah. .14 Lokasi pada pemasaran perusahaan merupakan saluran distribusi dimana produk jasa disediakan untuk terjadinya kesepakatan jual/beli antara perusahaan dengan konsumen jasa.

Menurut Ratih Hurriati untuk produksi industri manufaktor place diartikan sebagai saluran distribusi (Zero Channel, Two Channel, Dan Meltilevel Channeles), sedangkan untuk produk industri jasa, Place diartikan diartikan sebagai tempat pelayanan jasa.15

Pemilihan lokasi mempunyai fungsi yang stategis karena dapat menentukan tercapainya tujuan badan usaha. Oleh karena itu jejaring pemasaran perbankan tidak hanya berupa kantor bank sendiri dimana disediakan produk dan jasa bank sendiri tetapi termasuk juga kantor bank lain dan mesin ATM bank lain dimana produk dan jasa bank dapat dimanfaatkan.

Dalam penentuan lokasi bank harus dibangun ditempat yang strategis, dekat

14 Basu Swastha, Asas-asas Pemasaran, (Yogyakarta: Liberty, 2002), 24

15 Ratih huriyati, Bauran Pemasaran Dal Layanan Konsumen, (Bandung: Alfabeta. 2005), hlm. 55.

dengan nasabah/calon nasabah berada, mudah di akses (traffic), dekat dengan penyedia tenaga kerja, dan dekat dengan Bank Indonesia.

Selain tempat kantor bank, penentuan tata letak (layout) diluar (outdoor) dan tata letak kantor didalam (indoor) menjadi hal penting perusahaan. Nasabah harus merasa nyaman dengan tata letak bank mulai saat nasabah memasuki halaman kantor bank, memarkir kendaraan, keteduhan halaman, keamanan halaman parkir, kemudian didalam kantor dimana nasabah bisa melakukan transaksi perbankan, kenyamanan pelayanan, tata letak teller, CS (Customer Service), rak-rak aplikasi, meja-meja untuk mengisi aplikasi, ruang tunggu, tata penerangan ruangan, ketersediaan musik dan media televisi diruang tunggu layanan, sampai pada sistem antrian layanan. Tujuan dalam penentuan lokasi sebagai berikut: 16

1. Memudahkan pelayanan nasabah dengan mendekati dan memudahkan pencapaianya (aksesibilitas). Bukan hanya dekatnya jarak, tetapi juga kemudahan menjangkaunya dari angkutan umum, terletak di jalan yang mudah di jangaku dari arah mana saja, terletak di tengah kota, dan banyak dilewati angkutan kota sepanjang jam kerja kantor bank. Termasuk kemudahan dalam hal parkir kendaraan.

2. Kemudahan pemasangan dan ketersambungan dengan jejaring internet.

3. Lokasi memungkinkan bank menata kantor dan tata letak in/out door dengan leluasa sehingga mendukung ketersediaan parkir ruang layanan, ruang tunggu dan sarana layanan lainya sehingga mampu membuat

16 Kasmir, Pemasaran Bank, 145

kenyamanan dan kepuasan nasabah dalam memanfaatkan produk dan jasa bank.

4. Tata letak di dalam kantor memungkinkan sistem antrian yang efektif tapi sekaligus efisien. Dukungan penataan udara ruangan, kelapangan lokasi antrian, dukungan hiburan ditempat antrian (audio-vodio) adalah hal yang perlu di perhatikan.

5. Memudahkan tenaga kerja penggerak kantor bank dalam mencapainya.

Hal ini diharapkan dapat mempermudah karyawan dalam melayani nasabah dengan baik tanpa diganggu dengan keterlambatan masuk kantor dengan alasan jalanan ramai dan padat.

Secara umum tujuan lokasi adalah untuk memaksimalkan keuntungan dari lokasi tersebut. Lokasi menjadi salah satu yang mempengaruhi nasabah dikarenakan oleh kedekatan antar rumah nasabah dengan lokasi bank dan lokasi yang mudah dijangkau oleh kendaraan serta kondisi gedung sehingga membuat nasabah merasa nyaman.

D. Minat

1. Pengertian Minat

Minat adalah kecenderungan dalam memperhatikan dan bertindak atas kegiatan, atau keadaan yang menarik minat seseorang, disertai dengan emosi kesenangan. Ada pemisahan perhatian subjek pada minat, adausaha

yang menyenangkan untuk mendekati atau mengetahui topik, dan ada ketertarikan dari objek tersebut.17

Kotler dan Keller mendefinisikan minat nasabah adalah suatu perilaku konsumen jasa yang memiliki kemauan dalam memperoleh suatu produk maupun jasa perbankan yang melibatkan pengalaman sebelumnya dalam menentukan pilihan.18

Menurut Kadir, Religius stimuli merupakan faktor pengetahuan dan pengalaman keberagamaan yang mendorong seseorang untuk melakukan suatu tindakan.19 Variabel ini memiliki dua dimensi, yaitu dimensi pemahamaan produk dan ketaatan terhadap agama. Dengan demikian, penentuan produk bank syariah harus benar-benar dikelola secara tepat agar masyarakat benar-benar memahami produk jasa yang ditawarkan oleh bank syariah karena produk dan jasa bank konvensional sangat berbeda dengan bank syariah. Ketaatan terhadap agama merupakan tingkat kesadaran dan ketaatan seseorang melakukan apa yang diyakini dalam melaksanakan apa yang diajarkan dalam agama yang telah mereka anut.20

Minat muncul ketika seseorang bersemangat terhadap sesuatu karena memenuhi keinginannya atau dia percaya bahwa sesuatu yang dipelajari itu penting baginya. Sedangkan dalam bahasa linguistik, minat

17 Rahman Shaleh dan Abdul Wahab, Psikologi Suatu Pengantar, 262–63.

18 Yuliana Siti Chotifah, “Peningkatan Minat Menabung di Bank Syariah melalui Program Office Channeling,” Journal of Finance and Islamic Banking 1, no. 1 (2018): 66.

19 Yulia Putri dkk., “Strategi Meningkatkan Minat Menabung di Bank Syariah Melalui Penerapan Religiusitas,” Jurnal Manajemen dan Bisnis Performa 16, no. 1 (2019): 81.

20 Sokhikhatul Mawadah, Fernaldi Anggadha Ratno, (2017), “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Mahasiswa Menjadi Anggota KSPM UIN Walisongo Semarang dalam Perspektif Islam”, hlm. 144.

menunjukkan keterikatan emosional yang kuat terhadap sesuatu, serta hasrat dan keinginan. Nasabah selalu mengevaluasi layanan yang merekadapatkan dalam kaitannya dengan apa yang mereka cari.

Minat sumber dari motivasi yang mendorong seseorang untuk melakukan apa yang ingin dilakukan ketika bebas memilih. Ketika seseorang menilai bahwa sesuatu akan bermanfaat, maka akan menjadi berminat, kemudian hal tersebut akan mendatangkan kepuasan. Ketika kepuasan menurun maka minatnya juga akan menurun. Sehingga minat bersifat sementara atau dapat berubah-ubah.21

Minat pada dasarnya adalah penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu diluar diri. Semakin kuat atau dekat dengan hubungan tersebut maka semakin kuat juga minat terhadap sesuatu itu.22

Hal ini menunjukkan keterikatan emosional yang kuat antara nasabah dengan produk perbankan, serta memiliki hasrat dan keinginan menggunakan layanan tersebut. Berdasarkan pengetahuan produk yang dicari nasabah dari berbagai sumber informasi dapat berdampak pada minat untuk menjadi nasabah bank umum syariah, sehingga jaminan kualitas produk perbankan menjadi perhatian utama bank syariah.

Dari beberapa pengertian diatas, peneliti menyimpulkan bahwa minat nasabah adalah kemauan yang berkaitan dengan perasaan senang seseorang untuk membeli dan menggunakan produk bank tertentu atau

21 Muhammad, Kautsar Audytra. (2014). ’’Pengaruh Pengetahuan Warga tentang Perbankan Syariah terhadap Minat Memilih Produk Bank Muamalat’’. Skripsi UIN Jakarta.

22 Slameto, Belajar dan factor-faktor yang mempengaruhinya, 2003 hlm 180.

pernyataan mental dari nasabah tentang pembelian produk perbankan tertentu.

2. Sifat-sifat yang Menyebabkan Minat Sifat-sifat dari minat diantaranya:

a. Bersifat individu, artinya minat seseorang tidak sama dengan minat orang lain.

b. Minat berkaitan erat dengan motivasi, baik yang mempengaruhi maupun yang dipengaruhi oleh motivasi.

c. Minat menimbulkan efek diskriminatif.

d. Minat ialah sesuatu yang dipelajari, bukan bawaan lahir dan dapat berubah berdasarkan keadaan dan pengalaman.

3. Faktor yang Mempengaruhi Minat

Hadinot menyatakan terdapat faktor yang mempengaruhi minat, yaitu;23

a. Faktor internal adalah faktor yang datang dari dalam diri dan seseorang rela bertindak terhadap keinginannya. Suatu kegiatan diinginkan karena seseorang senang melakukannya.

b. Faktor eksternal adalah kegiatan yang dilakukan sebagai akibat dari dorongan dari luar. Seseorang melakukan sesuatu karena ia terpaksa melakukannya dari luar.

23 Rozi Andrini, “Pelayanan Bank Syariah Serta Pengaruhnya Terhadap Minat Mahasiswa (Studi Pada Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum UIN Suska Riau),”Jurnal Tabarru’ : Islamic Banking and Finance 3, no. 1 (2020): 26.

4. Indikator Penyebab Minat

Crow and Crow berpendapat bahwa terdapat tiga faktor yang menjadi indikator timbulnya minat, antara lain :24

a. Dorongan diri

Dorongan diri sendiri misalnya doroangan untuk makan akan membangkitkan minat untuk bekerja atau mencari penghasilan, minat terhadap produksi makanan dan lain-lain. Dorongan ingin tahu akan membangkitkan minat untuk membaca, belajar, menuntut ilmu, melakukan penelitian dan lain-lain.

b. Motif social

Motif sosial dapat menjadi faktor yang membangkitkan minat melakukan suatu aktivitas tertentu. Misalnya terhadap pakaian timbul karena ingin mendapatkan persetujuan atau perhatian dan penerimaan orang lain.

c. Faktor emosional

Minat juga mempunyai dorongan emosi. Dengan demikian bila seseorang mendapatkan kesuksesan pada aktivitas akan menimbulkan perasaan senang, dan hal tersebut akan menimbulkan minat yang kuat dalam aktivitas tersebut, namun sebaliknya suatu kegagalan akan menghilangkan suatu minat dalam hal tersebut.

24Rahman Shaleh dan Abdul Wahab, Psikologi Suatu Pengantar, 264.

5. Kondisi yang Mempengaruhi Minat

Minat dapat timbul jika dipengaruhi oleh beberapa kondisi ini, antara lain;

a. Status Ekonomi

Situasi ekonomi setiap orang berbeda, ketika situasi keuangan seseorang membaik, mereka cenderung memperluas minat mereka untuk memasukkan kegiatan yang sebelumnya tidak dapat mereka lakukan. Kepentingan masyarakat cenderung terbatas jika keadaan ekonominya buruk karena alasan apapun.

b. Pendidikan

Tingkat pendidikan seseorang jika semakin tinggi maka akan semakin banyak aktivitas intelektual yang di lakukan. Namun, semakin rendah tingkat pendidikan seseorang, maka semakin sedikit aktivitas intelektual yang mereka lakukan, dan mereka cenderung lebih membatasi minat mereka akan suatu produk jasa.

c. Tempat Tinggal

Tempat tinggal individu sangat ditentukan oleh keinginannya di masa lalu yang masih dapat terpenuhi atau tidak. Perbedaan tempat tinggal seseorang akan mempengaruhi ingkat ketertarikan pada minatnya.

6. Hubungan Minat dengan Promosi, Pengetahuan, dan Lokasi a. Minat dan Promosi

Promosi memiliki peranan yang sangat penting untuk menyampaikan informasi mengenai Bank Umum Syariah beserta berbagai produk jasa yang ditawarkan sehingga minat menabung dapat bertambah apabila promosi yang dilakukan dapat terlaksana dengan baik dengan meneladani Rasulullah SAW.

Menurut Philip Kotler promosi merupakan kegiatan yang mengkomunikasikan manfaat dari sebuah produk dan membujuk target konsumen untuk membeli produk tersebut.25

b. Minat dan Pengetahuan

Menurut Engel, Black and Miniard dalam Firmansyah Pengetahuan konsumen (Customer Knowledge) adalah sejumlah informasi dan pengalaman seseorang tentang produk dan jasa tertentu yang dimiliki oleh seseorang maka semakin meningkat pengetahuan konsumen baik individual, memungkinkan bagi konsumen dapat berfikir tentang sejumlah produk yang akan diminati.

c. Minat dan Lokasi

Menurut lupiyoadi pemilihan lokasi mempunyai fungsi yang strategis karena dapat menentukan percapaian tujuan badan usaha

25 Philip Kotler dan Gary Armstrong, Prinsip-Prinsip Pemasaran, (Jakarta: Erlangga, 2012), h.76

26 Uswah Wardiana, Psikologi Umum, (Jakarta:PT Bina Ilmu, 2004) hal 58.

dalam pengertian lain lokasi adalah tepat dimana perusahaan harus bermarkas melakukan oprasi.

7. Proses Terbentuknya Minat

Menurut Abu Ahmadi dalam buku “Psikologi Umum” terdapat tiga indikator yang dijadikan acuan terbentuknya minat nasabah, yaitu sebagai berikut:

a. Kognisi (Mental), Kegiatan atau proses memperoleh pengetahuan (termasuk kesadaran, perasaan) atau usaha mengenali sesuatu melalui pengalaman sendiri melalui Indra dan Akal. Menurut Uswah Wardiana kognisi itu merupakan keyakinan seseorang tentang suatu yang didapatkan dari proses berfikir tentang sesuatu objek tertentu.

Proses yang dilakukan adalah memperoleh pengetahuan dan memanipulasi pengetahuan melalui aktifitas mengingat, menganalisis, memahami, menilai, menalar, dan membayangkan.

b. Emosi (Perasaan) adalah kecenderungan untuk memiliki perasaan yang khas bila berhadapan dengan objek tertentu dalam lingkungannya.26 Emosi dapat diartikan perasaan yang muncul akibat dari rangsangan dari dalam maupun dari luar. Maksudnya suatu perasaan yang mendorong individu untuk merespon atau bertingkah terhadap stimulus, baik yang berasal dari dalam maupun dari luar dirinya.

27 Abu Ahmadi, Psikologi Umum, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2003) hal 113.

c. Konasi (Kemauan), merupakan salah satu fungsi hidup kejiwaan manusia, dapat diartikan sebagai aktifitas psikis yang mengandung usaha aktif dan berhubungan dengan pelaksanaan suatu tujuan.

Tujuan adalah titik akhir dari gerakan yang menuju pada suatu arah.

Menurut Abu Ahmadi pengertian dari konasi atau kemauan dapat disamakan dengan kehendak atau hasrat. Kehendak itu merupakan suatu fungsi jiwa untuk dapat mencapai sesuatu. Kehendak ini dapat disebutkan kekuatan dari dalam, sedangkan dari luar itu sebagai gerak-gerik.27

Dari beberapa pengertian di atas peneliti dapat mengambil kesimpulan bahwa minat merupakan dorongan kuat bagi seseorang dalam melakukan segala sesuatu untuk mewujudkan pencapaian tujuan dan cita- cita yang menjadi keinginannya. Sehingga, minat merupakan sikap seseorang yang mempunyai keinginan tinggi terhadap sesuatu yang menjadi kesenangannya untuk melakukan suatu hal supaya mencapai tujuan tertentu.

E. Kerangka Berpikir

Dalam sebuah penelitian yang membutuhkan kerangka berpikir, akan lebih baik jika hal tersebut mampu dijelaskan secara teoritis. Sekaligus juga bisa menjelaskan hubungan antara variabel yang diangkat, jadi peneliti bisa menjelaskan hubungan antara variabel independen & variabel dependen.

29Ibid. Hal, 134–135.

Sugiyono mendefinisikan kerangka berpikir sebagai model konseptual yang dimanfaatkan sebagai teori yang ada kaitannya dengan beberapa faktor yang di identifikasi sebagai masalah penting.28

Adapun kerangka pemikiran teoritis penelitian sebagai berikut:

Gambar 2.1 Kerangka Pemikiran Promosi (X1)

Pengetahuan (X2) Lokasi (X3)

Minat Menabung (Y)

Berdasarkan gambar di atas, kerangka pemikiran tersebut memperlihatkan bahwa Minat menjadi nasabah bank umum syariah masyarakat di Desa Margo Bhakti Kecamatan Mesuji Kabupaten Ogan Komering Ilir di pengaruhi oleh tiga faktor utama yaitu Promosi, Pengetahuan, dan Lokasi.

F. Pengujian Hipotesis

Hipotesis adalah jawaban sementara dari rumusan masalah yang berbentuk kalimat pertanyaan.29 SPSS singkatan dari Statistical Package for the Social Sciences yang merupakan program komputer untuk olah data statistik secara tepat dan cepat. Setiap uji yang dilakukan dalam penelitian ini menggnakan SPSS yaitu uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi berganda, dan uji kesesuaian.

28Sugiyono, Metode Penelitian Manajemen, (Bandung: Alfabeta, 2016), 128.

Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ialah:

H0 = Promosi, Pengetahuan, dan Lokasi tidak berpengaruh signifikan terhadap minat menjadi nasabah bank umum syariah masyarakat desa Margo Bhakti Kecamatan Mesuji Kabupaten Ogan Komering Ilir.

H1 = Promosi, Pengetahuan, dan Lokasi berpengaruh signifikan terhadap minat menjadi nasabah bank umum syariah masyarakat di desa Margo Bhakti Kecamatan Mesuji Kabupaten Ogan Komering Ilir.

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis dan Sifat Penelitian 1. Pendeketan Penelitian

Penelitian ini menggunakan jenis pendekatan penelitian kuantitatif.

Pada dasarnya metode yang digunakan adalah pendekatan deduktif- induktif. Pendekatan ini berangkat dari suatu kerangka teori, gagasan para ahli, maupun pemahaman peneliti berdasarkan pengalamannya, kemudian dikembangkan menjadi permasalahan-permasalahan yang diajukan untuk memperoleh pembenaran (verifikasi) atau penolakan dalam bentuk dokumen data lapangan.1

Pendekatan kuantitatif bertujuan untuk menguji teori, membangun fakta, menunjukkan hubungan antar variabel, memberikan deskripsi statistik, menaksir dan meramalkan hasilnya. Desain penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif harus terstruktur, baku, formal dan dirancang sematang mungkin sebelumnya. Desain bersifat spesifik dan detsil karena desain merupakan suatu rancangan penelitian yang akan dilaksanakan sebenarnya.2

2. Jenis Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan dianalisis dengan statistik deskriptif. Penelitian deskriptif adalah “metode penelitian

1 Ahmad Tanzeh, Pengantar Metode Penelitian. (Yogyakarta : Teras, 2009). Hlm. 99.

2Ibid, Hlm, 100.

yang berusaha menggambarkan dan menginterterpretasi obyek sesuai dengan apa adanya".3

Pendekatan penelitian kuantitatif ialah pendekatan yang memakai data numerik untuk menggambarkan fenomena, yang kemudian diuji secara statistik.4 Jenis penelitian ini ialah penelitian lapangan dan lokasi penelitian ini di Desa Margo Bhakti Kecamatan Mesuji, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatera Selatan. Langkah yang dilakukan ialah mengumpulkan data yang diperlukan dengan menyebarkan kuesioner, kemudian mengolah data dan menganalisis pengaruh promosi, pengetahuan, dan lokasi terhadap minat menjadi nasabah bank umum syariah (desa margo bhakti kecamatan mesuji kabupaten ogan komering ilir).

B. Defenisi Operasional Variabel

Dalam penelitian ini ada beberapa variabel yang dibahas yang meliputi variabel independen dan variabel dependen. Variabel independen atau variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat). Kemudian, variabel dependen atau variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas.5

3 Sukardi, Metodologi Penelitian Pendidikan: Kompetensi dan Prakteknya. Jakarta: Bumi Aksara, 2007), 157.

4Uhar Suharsaputra, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Tindakan (Bandung:

Refika Aditama, 2012), 49.

5 Sugiyono, Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods). (Bandung: Alfabeta, 2013),64.

Adapun variabel independen dalam penelitian ini dilambangkan dengan (X) yaitu Promosi (X1),Pengetahuan (X2), dan Lokasi (X3). Sedangkan, variabel dependen/terikat dalam penelitian ini yaitu Minat menjadi nasabah dilambangkan dengan (Y).

Tabel 3.1

Definisi Operasional Variabel

Variabel Definisi Indikator

Promosi (X1) Menurut Kotler dan Amstrong, promosi adalah suatu unsur yang digunakan untuk memberitahukan dan membujuk pasar tentang produk atau jasa yang baru pada perusahaan melalui iklan,

penjualan pribadi, promosi penjualan, maupun publikasi.

a. penyampaian b. Pemahaman c. Ketetapan

Pengetahuan (X2)

Pengetahuan adalah semua informasi yang dimiliki masyarakat mengenai berbagai macam produk dan jasa, serta pengetahuan lainnya yang terkait dengan produk dan jasa tersebut dan informasi yang berhubungan dengan fungsinya sebagai masyarakat. (Sunyoto, 2013: 53).

a. Pengetahuan Produk b. Pemahaman

Prosedur pembelian c. Manfaat

Pemakaian Produk

Lokasi (X3) Lokasi bank adalah tempat dimana diperjual belikannya suatu produk jasa perbankan syariah dan pusat pengendalian perbankan syariah.

(Kasmir, 2005: 163).

a. Keterjangkauan lokasi

b. Kelancaran jalan

Dalam dokumen BANK UMUM SYARIAH (Halaman 39-69)

Dokumen terkait