• Tidak ada hasil yang ditemukan

Para Penggugat tidak mempunyai kapasitas sebagai Penggugat ; ________________________________________________

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Pasal 47: Pasal 47: Pengadilan bertugas dan berwenang memeriksa, memutus dan menyelesaikan sengketa Tata Usaha Negara ; __

II. SELVIE ROTHYARODH,S.H

2. Para Penggugat tidak mempunyai kapasitas sebagai Penggugat ; ________________________________________________

Menimbang, bahwa atas eksepsi Tergugat dan Tergugat II Intervensi tersebut Para Penggugat telah menyampaikan tanggapan dalam Replik pada persidangan tanggal 17 Maret 2014 untuk menanggapi Jawaban Tergugat dan Tergugat II Intervensi pada pokoknya menyangkal alasan Tergugat dan Tergugat II serta tetap berpegang pada alasan-alasan gugatan, sedangkan alasan selebihnya dari Replik Para Penggugat Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara menunjuk kepada Replik Para Penggugat yang terlampir dalam berkas perkara ini yang merupakan satu kesatuan dengan putusan ; _____________________

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 76

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Menimbang, bahwa atas Replik Para Penggugat, Tergugat telah menyampaikan Duplik tertanggal 4 April 2014 sedangkan Tergugat II Intervensi menyampaikan Dupliknya tertanggal 24 Maret 2014, untuk menanggapi Replik Para Penggugat pada pokoknya menyatakan Tergugat dan Tergugat II Intervensi tetap pada alasan-alasan jawaban dan menyangkal semua alasan-alasan yang tertuang di dalam Replik Penggugat, sedangkan alasanselebihnya dari Duplik Tergugat dan Tergugat II Intervensi, Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara menunjuk

pada Duplik Tergugat yang terlampir dalam berkas perkara ini yang merupakan satu kesatuan dengan putusan ; _____________________

Menimbang, bahwa Para Penggugat untuk

mempertahankan alasan-alasan Gugatan dan alasan Replik mengajukan bukti surat bertanda P - 1 sampai dengan P – 5, serta mengajukan 3 (tiga) orang bernama : 1. MUKDIN NAIBAHO. 2. LUDIA BR SINAGA. 3. SAULHALOHO, dan Tergugat untuk mempertahankan alasan jawaban dan duplik telah mengajukan bukti surat bertanda T - 1 sampai dengan T - 6, sedangkan Tergugat II Intervensi mengajukan bukti surat bertanda T.II.Intv-1

sampai. ….

sampai dengan T.II.Intv – 7, serta mengajukan seorang saksi bernama MANASE TARIGAN ; __________________________________

Menimbang, bahwa setelah Majelis Hakim mencermati eksepsi yang diajukan oleh Tergugat dan Tergugat II Intervensi tersebut adalah termasuk dalam katagori eksepsi kewenangan absolut dan eksepsi lain sebagaimana diatur dalam Pasal 77 ayat

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 77

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

(1) dan ayat (3) Undang-Undang Nomor 5 tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara ; _________________________________

Menimbang, bahwa secara normatif eksepsi terhadap kewenangan absolut dapat diajukan setiap waktu selama pemeriksaan, dan meskipun tidak ada eksepsi tentang kewenangan absolut Pengadilan apabila Hakim mengetahui hal itu, ia karena jabatan wajib menyatakan bahwa Pengadilan tidak berwenang mengadili sengketa yang bersangkutan, hal ini bermakna pemutusan terhadap permasalahan kewenangan absolut Pengadilan dapat dijatuhkan setiap saat termasuk dalam putusan akhir bersama dengan pokok perkara. Terhadap eksepsi

lain secara normatif hanya dapat diputus bersama dengan pokok sengketa, atas dasar pertimbangan tersebut maka Majelis Hakim mengambil sikap terhadap eksepsi kewenangan absolut Pengadilan dan eksepsi lain yang diajukan Tergugat I dan Tergugat II diputus bersamaan dengan pokok sengketa ; ________

Menimbang, bahwa eksepsi yang akan dipertimbangkan terlebih dalulu oleh Majelis Hakim adalah eksepsi yang disampaikan oleh Tergugat yang menyatakan bahwa kepentingan Para Penggugat tidak ada yang dirugikan dan eksepsi Tergugat II Intervensi tentang Para Penggugat tidak mempunyai kapasitas sebagai Penggugat, karena secara esensial terkait ada atau tidaknya kapasitas untuk mengajukan gugatan ke pengadilan Tata Usaha Negara adalah ada atau tidak adanya kepentingan yang dirugikan sebagai akibat dikeluarkannya surat keputusan yang menjadi obyek sengketa, dengan demikian majelis hakim berpendapat bahwa terhadap kedua eksepsi tersebut akan dipertimbangkan secara bersama-sama dengan pertimbangan sebagai berikut ; ___________________

Menimbang, bahwa untuk berproses dengan

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 78

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

mengajukan

gugatan. ….

gugatan Tata Usaha Negara terdapat adagium yang menyatakan bahwa

“point d’interets point d’action”, “no interest no action’, oleh karenanya Majelis Hakim akan mempertimbangkan, apakah Para Penggugat mempunyai kepentingan yang dirugikan sebagai akibat diterbitkannya obyek sengketa a quo ; ______________________________________________

Tata...

Menimbang, bahwa secara normatif syarat adanya kepentingan yang dirugikan diatur didalam Pasal 53 ayat (1) Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2004 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara yang menyebutkan bahwa orang atau badan hukum perdata yang merasa kepentingannya dirugikan oleh suatu Keputusan Tata Usaha Negara dapat mengajukan gugatan tertulis kepada Pengadilan yang berwenang yang berisi tuntutan agar keputusan tata usaha negara yang dipersengketakan itu dinyatakan batal atau tidak sah, dengan atau tanpa disertai tuntutan ganti rugi dan/atau rehabilitasi ; ________________________

Menimbang, bahwa oleh karena Pasal 53 ayat (1) Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2004 tersebut tidak memberikan penjelasan yang cukup mengenai apa yang dimaksud dengan

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 79

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

kepentingan yang dirugikan, maka untuk menentukan ada atau tidaknya kepentingan yang dirugikan pada diri Penggugat, Majelis Hakim mengacu pada doktrin (pendapat ahli) yaitu antara lain pendapat Philipus Mandiri Hadjon dalam bukunya Pengantar Hukum Administrasi Cetakan Gadjah Mada University Press, Tahun 1994, halaman 324 yang menyebutkan untuk adanya hak gugat harus ada hubungan kausal antara Keputusan Tata Usaha Negara dan kerugian Penggugat ; ______________________________

Menimbang, bahwa selanjutnya Sudikno Mertokusumo dalam bukunya Hukum Acara Perdata Indonesia, Penerbit Liberty Jogjakarta, Tahun 1993, halaman 38-39 mengatakan bahwa tuntutan hak adalah tindakan yang bertujuan untuk memperoleh perlindungan hukum karenanya harus mempunyai kepentingan hukum yang cukup (point d’interest, point d’action). Untuk mencegah agar tidak setiap orang asal saja mengajukan tuntutan

hak. ….

hak ke Pengadilan yang akan menyulitkan Pengadilan, maka hanya kepentingan yang cukup dan layak serta mempunyai dasar hukum sajalah yang dapat diterima sebagai dasar tuntutan hak ; _

hukum...

Menimbang, bahwa selanjutnya Indroharto dalam bukunya Usaha Memahami Undang-Undang tentang Peradilan Tata Usah Negara, cetakan Pustaka Sinar Harapan, Jakarta, Tahun 2005 halaman 37 menyebutkan bahwa salah satu arti kepentingan adalah nilai yang harus dilindungi oleh hukum yang dapat bersifat materil atau

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 80

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

immaterial, oleh karenanya Majelis Hakim akan mempertimbangkan apakah ada hubungan hukum antara Para Penggugat dan obyek sengketa aquo dan apakah ada kepentingan yang dirugikan bagi Penggugat sebagai akibat diterbitkannya obyek sengketa ; ________________________________

Menimbang, bahwa sesuai dengan penjelasan Pasal 107 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2009 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 Tentang Peradilan Tata Usaha Negara, Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara dengan memperhatikan segala sesuatu yang terjadi dalam pemeriksaan tanpa bergantung pada fakta dan hal yang diajukan oleh para pihak dapat menentukan sendiri :

Apa yang harus dibuktikan; _________________________________

Siapa yang harus dibebani pembuktian, hal apa yang harus dibuktikan oleh pihak yang berperkara dan hal apa saja yang ; harus dibuktikan oleh Hakim itu sendiri ; _____________________

Alat bukti mana saja yang diutamakan untuk dipergunakan dalam pembuktian ; _________________________________________

Kekuatan pembuktian bukti yang diajukan ; _________________

Menimbang, bahwa Para Penggugat dalam dalil gugatannya pada halam 4 angka 3 dan 4 menyatakan bahwa sebelum Bupati KDH Kabupaten Simalungun mengadakan perjanjian kontrak dengan Kantor Dinas Koperasi Kabupaten Simalungun, Alm. Alam Lingga terlebih dahulu membuat perjanjian kontrak tanah dengan Bupati KDH Kabupaten

Simalungun. ….

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 81

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Simalungun Pematang Siantar pada tanggal 28 Juni 1972. Bahwa selanjutnya Bupati KDH Kabupaten Simalungun mengontrakan tanah tersebut kepada FRIEDRICH – EBERT STIFTUNG BOR WEST GERMANY yang diwakili oleh Manager Friedrich Ebert Stiftung Projek Sidikalang c/q Friedrich Ebert Stiftung Seribu Dolok Sumatera Utara , yang kemudian dibuat perjanjian bersama antara BUPATI KDH KABUPATEN SIMALUNGUN, FRIEDRICH – EBERT STIFTUNG BOR WEST GERMANY yang diwakili oleh Manager Friedrich Ebert Stiftung Projek Sidikalang c/q Friedrich Ebert Stiftung Seribu Dolok Sumatera Utara, dan KANTOR DINAS KOPERASI KABUPATEN SIMALUNGUN selaku Departemen yang bertanggungjawab atas kegiatan-kegiatan Friedrich Ebert Stiftung di Kabupaten Simalungun mengenai areal tanag seluas + 30.000 M2 yang akan dipergunakan untuk pembangunan perumahan yang diperlukan untuk rencana Friedrich Ebert Stiftung ; ______________________________________________________

Menimbang, bahwa berdasarkan bukti P. 5 = T. 5 = T. II. Int. 4 berupa berjanjian bersama antara Bupati KDH Kabupaten Simalungun, FRIEDRICH – EBERT STIFTUNG BOR WEST GERMANY yang diwakili oleh Manager Friedrich Ebert Stiftung Projek Sidikalang c/q Friedrich Ebert Stiftung Seribu Dolok Sumatera Utara, dan KANTOR DINAS KOPERASI KABUPATEN SIMALUNGUN selaku Departemen yang bertanggungjawab atas kegiatan-kegiatan Friedrich Ebert Stiftung di Kabupaten Simalungun pada halam 1 angka 1 disebutkan bahwa suatu areal seluas kurang lebih 30.000 M2 sesuai dengan peta terlampir terletak di kampung Bandar Hinalang, kecamatan Purba disebelah jalan besar umum Seribudolok Pematang Siantar akan disediakan dan diberikan untuk dipakai oleh Friedrich Ebert Stiftung atau organisasi penggantinya kelak ( Harapan Tani Koperasi Pertanian Simalungun ) dengan Cuma-Cuma oleh Pemerintah Kabupaten Simalungun selama jangka

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 82

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

waktu yang didak terbatas lamanya, minimal 25 tahun ; _____________________

Menimbang, bahwa dalam Skets Tanah Untuk CENTER

KOPERASI. ….

KOPERASI HARAPAN TANI/ Friedrich Ebert Stiftung Simalungun di Bandar Hinalang Kecamatan Purba pada bagian angka 2 huruf A + 1 HA kepunyaan Alam Lingga dan bagian angka 1 huruf B + 2 HA kepunyaan Djaingat Sipayung ( vide bukti P. 5 = T. 5 = T.II. Int. 4) ; ________________________________________________________

Menimbang, bahwa berdasarkan Surat Keputusan Bupati Kepala Daerah Kabupaten Simalungun Nomor : 201/II-Sim/1972 tanggal 30 Juni 1972 dalam alinea keempat dinyatakan “Membaca surat perdjandjian diantara Alam Lingga dan Djaingat Sipayung dengan Bupati KDH Kab. Simalungun tgl 28 Djuni 1972 tentang pembelian tanah itu bersama segala jang dipadjak diatasnja, jang mendjadi lampiran II dalam surat keputusan ini” dan dalam diktum

“MEMUTUSKAN” lebih lanjut disebutkan :

Mensjahkan pembelian areal tsb. Dari Alam Lingga dan Djaingat Sipayung ; _________________________________________

Mempersilahkan Kepala Bagian VI / Keuangan di Kantor Bupati KDH Kabupaten Simalungun untuk membayar harga areal tsb.

Kepada :

Alam Lingga ...Rp. 125.000,- ; _________

Djaingat Sipayung ...Rp. 130.000,- ; ________

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 83

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Menyerahkan tanah yang 3 HA ( 1 HA berasal dari Alam Lingga dan 2 HA berasal dari Djaingat Sipayung ) buat sementara sebagai pinjam pakai kepada Friedrich Ebert Stiftung Seribudolok sebagai...dst untuk dimanfaatkan menjadi Pembangunan Centre Koperasi Pertanian Harapan Tani Simalungun ; ___________________________________________

Biaya pembelian ini dibebankan kepada kas daerah Kab.

Simalungun yang teknis pelaksanaanya diatur oleh Kaba- VI/Keuangan di kantor Bupati KDH Kab. Simalungun ( vide T.II.

Int. 2 ); _____________________________________________________

Menimbang, bahwa dalam Surat Penyerahan yang dibuat antara Alam Lingga dan Djaingat Sipayung dengan Radjamin Purba, SH selaku Bupati Kepala Daerah Kabupaten Simalungun pada bagian pasal 2 disebutkan bahwa setelah diadakan

musyawarah. ….

musjawarah dihadapan Pengetua2 Kampung di sana pada tanggal 19 Mei 1972, maka ladang tersebut diserahkan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Simalungun, jang mana mengingat areal tersebut telah dipelihara puluhan tahun merupakan sember hidup dari jang menguasainja maka semufakat deberi ganti rugi kepada :

Alam Lingga, atas ladangnja seluas 1 HA = Rp. 125.000,-;

Djaingat Sipajung “ “ 2 HA = “ 130.000,-(vide bukti T. 4= T.II. Intv. 3) ; ___________________________________________

Menimbang, bahwa berdasarkan Surat Pengakuan tanggal 15 Djuli 1972 yang ditandatangani oleh Alam Lingga diketahui oleh

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 84

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Sekretaris Daerah An. Bupati KDH Kabupaten Simalungaun disebutkan bahwa Kuburan orang tua saja jang ada di atas tanah jang telah saja serahkan pada Pemda Kab. Simalungaun akan segera saja pindahkan ke tempat jang lain dengan dengan biaja saja sendiri sehingga tidak mengganggu pengolahan tanah tersebut oleh Pemda Kabupaten Simalungun maupun Instansi lain jang dihundjuk oleh Pemda Kabupaten Simalungun mengolah tanah tersebut ( surat penjerahan tanah tg. 28 Djuni 1972jang mendjadi lampiran surat keputusan Bupati KDH Simalungun tg. 30 Djuni 1972 No. 201/II-Sim/1972 ( vide bukti T.6=T.II. Intv. 6) ; ___

Menimbang, bahwa berdasarkan bukti P.5 = T.5 = T.II. Int. 4, T.II. Int. 2, T.4 = T. II. Int. 3, dan bukti T.6 = T.II. Int. 6 tersebut diperoleh fakta hukum bahwa tanah seluas 3 Ha ( 1 Ha kepunyaan Alam Lingga dan 2 Ha milik Djaingat Sipajung ) telah di jual dan telah diserahkan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Simalungun melalui Bupati KDH Kabupaten Simalungun menjadi tanah Negara yang hak pengelolaannya diserahkan kepada KOPERSI HARAPAN TANI/ Friedrich Ebert Stiftung Simalungun; _

Menimbang, bahwa memperhatikan bukti-bukti yang diajukan oleh Penggugat, tidak ada satupun surat bukti otentik yang menunjukan bahwa Penggugat mempunyai alas hak atau bukti kepemilikan terhadap bidang tanah yang di atasnya diterbitkan Sertipikat Hak Guna Bangunan No. 1 Desa/Kelurahan Hinalang ( obyek sengketa ) sebagaimana yang didalilkan oleh

Para. ....

Para Penggugat dalam gugatannya, sehingga majelis hakim berpendapat walaupun Para Penggugat menguasai bidang tanah

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 85

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

yang diatasnya berdiri bangunan berupa gudang ternyata setelah majelis hakim mencemati bukti P.5 = T.5 = T.II. Int. 4, T.II. Int. 2, T.4

= T. II. Int. 3, dan bukti T.6 = T.II. Int. 6 tanah tersebut telah diserahkan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Simalungun melalui Bupati KDH Kabupaten Simalungun menjadi tanah Negara yang hak pengelolaannya diserahkan kepada KOPERASI HARAPAN TANI/ Friedrich Ebert Stiftung Simalungun kemudian beralih hak pengelolaanya kepada Pusat Koperasi Sumatera Utara ; ______________________________________________

Menimbang, bahwa dari uraian pertimbangan hukum di atas, Majelis Hakim berkesimpulan bahwa Para Penggugat terbukti tidak mempunyai hubungan hukum dengan tanah yang diatasnya terbit obyek sengketa, sehingga Majelis Hakim menilai Para Penggugat tidak mempunyai kepentingan yang dirugikan akibat diterbitkannya Surat Keputusan Tata Usaha Negara obyek sengketa a quo ; _______________________________________________

Menimbang, bahwa oleh karena Para Penggugat tidak mempunyai kepentingan yang dirugikan akibat diterbitkannya Surat Keputusan Tata Usaha Negara obyek sengketa, maka Para Penggugat harus dinilai pula tidak mempunyai kualitas ( Legal Standing ) untuk mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara untuk menuntut pembatalan atau dinyatakan tidak sah atas keputusan tata usaha negara yang diterbitkan oleh Tergugat berupa Sertipikat Hak Guna Bangunan Nomor : 1 Desa/Kelurahan Hinalang tanggal 18 Maret 2013 berdasarka Surat Ukur Nomor : 78 / Hinalang / 2013, tanggal 26 Maret 2013, Luas 13.740 M2 yang terletak di Desa / Kelurahan Hinalang, Kecamatan Purba atas nama Pusat Koperasi Unit Desa Propinsi Sumatera Utara (PUSUKUD SUMUT)( vede bukti P. 1 = T.1 = T.II.Int .1), sehingga dengan demikian eksepsi Tergugat dan Tergugat II Intervensi yang

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 86