BAB IV PELAKSANAAN
C. Pengolahan dan Analisis Data P4T
1) Setiap hari Koordinator Desa akan mengirimkan hasil rekapan survei per satu hari dalam bentuk .xlsx kepada Koordinator Dukuh. Kemudian Koordinator Dukuh menyampaikan kepada Koordinator Regu. Selanjutnya Koordinator Regu beserta anggota regu memperbaiki apabila terdapat data yang kurang lengkap dan juga memiliki back up data.
2) Setelah survei selesai, Koordinator Desa membagikan data hasil survei berupa titik survei dalam bentuk .shp. Titik tersebut di clip pada tool geoprocessing berdasarkan wilayah kerja masing-masing regu, kemudian attribute table dari dari titik tersebut dilakukan editing.
3) Mengisi yang masih kurang lengkap, memperbaiki yang salah, dan menghapus titik yang lebih dari satu dalam satu bidang.
d. Penggabungan data non spasial dengan data spasial
Data non spasial digabungkan dengan data spasial menggunakan Spatial Join pada tool Analysis. Kemudian membentuk basis data yang dapat dilakukan analisis.
Peta Administrasi Padukuhan merupakan peta yang memuat informasi penting dan data teknis yang diperlukan dalam suatu padukuhan untuk mengetahui letak dan batas suatu wilayah. Di dalam peta administrasi terdapat informasi batas- batas administratif suatu wilayah, mulai batas administrasi terkecil sampai dengan terbesar seperti batas RT, batas RW, batas padukuhan, batas desa, batas kecamatan, batas kabupaten, batas provinsi, dan batas negara. Selain itu, peta tersebut juga memuat sarana seperti jalan, drainase, sarana prasarana, dan keadaan alam pada dusun dan lain-lain.
Padukuhan Moyudan merupakan Padukuhan di Kalurahan Sumberrahayu Kapanewon Moyudan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Secara administrasi, Padukuhan Moyudan berbatasan langsung dengan dukuh lainnya, perbatasannya sebagai berikut:
1. Sebelah Utara : Dukuh Kembangan II dan Dukuh Sangubanyu.
2. Sebelah Selatan : Dukuh Gamplong I, Dukuh Gamplong IV, Dukuh Gamplong V
3. Sebelah Barat : Dukuh Barepan, Dukuh Dagen
4. Sebelah Timur : Dukuh Gamplong III dan Dukuh Gamplong V
Padukuhan Moyudan sendiri terbagi menjadi 2 RW yaitu RW 15, RW 16 dan terbagi menjadi 5 RT yakni RT 1, 2, 3, 4, dan 5. Untuk kegiatan PKL II IP4T Tahun 2024 kelompok 60 mendapatkan tugas di Padukuhan Moyudan RT 02/RW 15 dan sebagian dari blok sawah Padukuhan Moyudan. Pada Padukuhan Moyudan terdapat sarana dan prasarana di bidang pendidikan. Selain itu terdapat pula sarana dan prasarana rumah ibadah seperti masjid dan mushola serta Kantor Kalurahan Sumberrahayu berada pada Padukuhan Moyudan.
2. Pemilikan Tanah
Tabel 4.8 Tabel Persentase Bidang dan Luasan Pemilikan Tanah Padukuhan Moyudan
No Tanah
Jumlah Bidang Luasan Jumlah
(Bidang) % Luas
(Ha) %
1. Lainnya 22 2,81% 1,183 2,00%
2. Sultan Ground 1 0,13% 0,221 0,37%
3. Tanah Belum Terdaftar (Tanah
Adat) 86 10,98
% 4,614 7,80%
4. Tanah Kas Desa 5 0,64% 2,056 3,48%
5. Tanah Terdaftar 669 85,44
% 51,057 86,34%
Sumber : Survei PKL IP4T Padukuhan Moyudan
Gambar 4.7 Peta Pemilikan Tanah Padukuhan Moyudan Sumber : Survei PKL IP4T Padukuhan Moyudan
Pemilikan tanah adalah konsep hukum yang menggambarkan hubungan yang ada antara pemilik dan tanah yang dimiliki. Ini tidak hanya tentang kepemilikan fisik, tetapi juga tentang hak dan kewajiban yang terkait dengan tanah tersebut. Pemilikan tanah dapat dilakukan oleh individu, kelompok, atau badan hukum, dan biasanya dilengkapi dengan bukti kepemilikan yang baik. Buku tanah atau data resmi yang tercatat di pemerintah adalah bukti utama untuk menunjukkan kepemilikan tanah. Namun, ada juga beberapa situasi di mana pemilikan tanah dapat terjadi tanpa bukti tersebut, seperti melalui warisan atau pembagian tanah.
Pemilikan tanah juga memiliki dampak besar dalam konteks hukum keuangan dan perencanaan wilayah, karena mempengaruhi hak atas permintaan kredit, pembangunan, dan penggunaan lahan.
Pada Tabel diatas ada Total 783 bidang yang terdapat di Padukuhan Moyudan, Kalurahan Sumberrahayu, dengan 1 bidang Sultan Ground dengan luas 2211 m², Tanah Belum Terdaftar (Tanah Adat) sebanyak 86 bidang dengan luas 46141 m², Tanah Kas Desa sebanyak 5 bidang dengan luas 20565 m², Tanah
terdaftar sebanyak 669 bidang dengan luas 510577 m², dan terakhir Tanah Lainnya sebanyak 22 bidang dengan luas 11838 m².
Berdasarkan gambar di atas, kepemilikan tanah di Padukuhan Moyudan sebagian besar telah terdaftar. Hal tersebut sebagai dampak dari pelaksanaan kegiatan PTSL dan PRONA di Kalurahan Sumberrahayu serta tingginya pemahaman akan pentingnya sertipikat tanah sebagai alat bukti kepemilikan tanah yang kuat pada masyarakat Padukuhan Moyudan.
3. Penguasaan Tanah
Gambar 4.8 Peta Penguasaan Tanah Padukuhan Moyudan Sumber : Survei PKL IP4T Padukuhan Moyudan
Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2004 menyatakan bahwa penguasaan tanah merupakan hubungan hukum antara orang per orang, kelompok orang, atau badan hukum tertentu, seperti sewa, gadai, hak milik, atau hubungan hukum lainnya yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dengan objek tanah.
Berdasarkan data survei PKL IP4T Tahun 2024, penguasaan untuk tanah di Padukuhan Moyudan, Kalurahan Sumberrahayu, Kapanewon Moyudan, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta cukup beragam, antara lain yang dikuasai oleh pemilik tanahnya sendiri sebanyak 587 bidang tanah seluas 37.200 m², dikuasai oleh Badan Hukum sebanyak 4 bidang tanah dengan luas 5.940 m², dikuasai bersama sebanyak 8 bidang tanah dengan luas 1.680 m² dan yang
dikuasai bukan pemilik sebanyak 162 bidang tanah. Penguasaan bukan pemilik ini terbagi menjadi 5 kategori, yakni digarap oleh orang lain/penggarap sebanyak 119 bidang tanah dengan luas 8.553 m², untuk Pinjam Pakai sebanyak 1 bidang tanah seluas 980 m², disewakan sebanyak 16 bidang tanah dengan luas 13.390 m² dan lainnya sebanyak 26 bidang tanah dengan luas 9.610 m². Adapun beberapa bidang tanah yang tidak ada data penguasaannya yaitu sebanyak 2 bidang tanah dengan luas 1.030 m². Data-data dari uraian di atas dapat dilihat dalam tabel di bawah ini.
Tabel 4.9 Tabel Persentase Bidang dan Luasan Penguasaan Tanah Padukuhan Moyudan
No Jenis Penguasaan Tanah
Jumlah Bidang Luasan
Jumlah
(Bidang) % Luas
(Ha) %
1 Pemilik 587 74,968
% 37,200 62,908%
2 Badan Hukum 4 0,511% 0,594 1,005%
3 Bersama/Ulayat 8 1,022% 0,168 0,284%
4 Bukan Pemilik (Lainnya) 26 3,321% 0,961 1,624%
5 Bukan Pemilik
(Penggarap) 119 15,198
% 8,553 14,464%
6 Bukan Pemilik (Pinjam
Pakai) 1 0,128% 0,098 0,166%
7 Bukan Pemilik (Sewa) 16 2,043% 1,339 2,265%
8 Pemerintah 20 2,554% 10,117 17,109%
9 Tidak ada Penguasaan
Tanah 2 0,255% 0,103 0,174%
Sumber : Survei PKL IP4T Padukuhan Moyudan
Dari Hasil klasifikasi penguasaan tanah tersebut di tampilkan ke sebuah peta yang dimana Peta penguasaan tanah tersebut dapat dijadikan gambar awal persebaran bidang tanah berdasarkan jenis penguasaannya. Peta Penguasaan Tanah yang telah dibuat memuat legenda yang berisi jenis penguasaan atas bidang tanah yang telah diklasifikasikan menjadi sembilan jenis, yaitu penguasaaan tanah oleh P emilik, Badan Hukum, Bersama/Ulayat, Bukan Pemilik (Lainnya), Bukan Pemilik (Penggarap), Bukan Pemilik (Pinjam Pakai), Bukan Pemilik (Sewa), Pemerintah, dan Tidak ada Penguasaan Tanah Klasifikasi penguasaan atas bidang tanah yang dimuat di dalam legenda peta tersebut dapat membantu pembaca peta untuk mengetahui jenis penguasaan atas tanah yang mendominasi di Padukuhan tersebut.
4. Struktur Penguasaan Tanah
Gambar 4.9 Peta Struktur Penguasaan Tanah Padukuhan Moyudan Sumber : Survei PKL IP4T Padukuhan Moyudan
Peta struktur penguasaan tanah berisi klasifikasi penguasaan tanah berdasarkan luasan bidang tanah yang dikelompokkan berdasarkan range yang terbagi menjadi unsur administrasi, unsur geografis dan klasifikasi Luas.
Pengolahan peta struktur penguasaan tanah dengan data field “PENGUASAAN”
dan field “LUAS BIDANG TANAH”.
Di Padukuhan Moyudan Sebagian besar terdiri dari luas yang berkisaran 1- 1500 m² dikarenakan sebagian tanah disana masih banyak permukiman warga.
Dalam Padukuhan Moyudan kira-kira luas didaerah sana tidak lebih dari 1500 m².
Dengan luas 1501-3000 m² biasanya itu masuk dalam kawasan persawahan/pertanian dan dengan luas 3001 - 4000 m² Kawasan disana dijadikan tempat persawahan untuk usaha maupun produksi dalam jumlah yang banyak.
Dengan ini kita dapat disimpulkan dengan penguasaan tanah terbanyak pada luas bidang tanah 1–1000 m². Kebanyakan luas kedua dikawasan itu dipeta ditandai warna hijau kekuningan dengan luas sekitar 1001-2500 m². Untuk luas di Padukuhan Moyudan yang memiliki sedikit bidang tanah dan luas diatas 2501- 4000 m² hanya sebagian saja/bisa dibilang paling sedikit. Jadi dapat dikatakan
bahwa di Padukuhan Moyudan luasan penguasaan bidang tanah tidak terlalu besar walaupun itu di daerah persawahan.
5. Penggunaan Tanah
Tabel 4.10 Tabel Persentase Bidang dan Luasan Penggunaan Tanah Padukuhan Moyudan
Sumber : Survei PKL IP4T Padukuhan Moyudan
Menurut data penggunaan tanah Padukuhan Moyudan menunjukkan jumlah bidang paling banyak adalah pada bidang pertanian dengan jumlah 498 bidang memiliki persentase 63,60% dan luas tanah paling terbanyak adalah pada luas pertanian yaitu 43,3757531 dengan persentase 73,35% yang dimana akses tersebut untuk pemakaian bertani.
Pada saat survei lapangan P4T rata-rata tanah tersebut mempunyai tanah terdaftar dan dapat digunakan sebagai pengelola petani bagi masyarakat dan menghidupkan perekonomian agar daerah tersebut tumbuh subur lahan penggunaan dan dapat meningkatkan efektifitas bagi para desa sekitar.
No Jenis Penggunaan Tanah
Jumlah Bidang Luasan
Jumlah
(Bidang) % Luas (Ha) %
1 Peternakan 2 0,26% 0,10752803 0,18%
2 Ekonomi/Jasa 10 1,28% 0,61839438 1,05%
3 Pemerintahan 1 0,13% 0,20406243 0,35%
4 Fasilitas Umum /
Sosial 9 1,15% 1,12061345 1,90%
5 Pertanian 498 63,60% 43,3757531 73,35%
6 Tanah Terbuka 48 6,13% 2,43508961 4,12%
7 Perairan Darat 2 0,26% 0,04483747 0,08%
8 Permukiman 187 23,88% 8,95735966 15,15%
9 Industri 26 3,32% 2,26977146 3,84%
Gambar 4.10 Peta Penggunaan Tanah Padukuhan Moyudan Sumber : Survei PKL IP4T Padukuhan Moyudan
6. Pemanfaatan Tanah
Tabel 4.11 Tabel Persentase Bidang dan Luasan Pemanfaatan Tanah Padukuhan Moyudan
No Jenis Pemanfaatan Tanah
Jumlah Bidang Luasan
Jumlah
(Bidang) % Luas
(Ha) %
1. Pemanfaatan Produksi Pertanian 476 60,79% 42,076 71,16%
2. Pemanfaatan Produksi Perikanan 3 0,38% 0,1407 0,24%
3. Pemanfaatan Produksi
Peternakan 2 0,26% 0,107 0,18%
4. Pemanfaatan Tempat Tinggal 142 18,14% 7,341 12,42%
5. Pemanfaatan Usaha/Jasa 35 4,47% 2,838 4,80%
6. Pemanfaatan Fasum/Fasos 9 1,15% 1,117 1,89%
7. Pemanfaatan Pemerintahan 1 0,13% 0,204 0,35%
8. Tidak ada Pemanfaatan Tanah 115 14,69% 5,307 8,97%
Sumber : Survei PKL IP4T Padukuhan Moyudan
Peta pemanfaatan tanah adalah peta yang menggambarkan informasi tentang berbagai penggunaan dan pemanfaatan tanah di suatu wilayah. Dalam pengolahan peta pemanfaatan tanah, data mengenai penggunaan tanah diklasifikasikan menjadi beberapa kategori, termasuk untuk tempat tinggal, produksi pertanian, kegiatan ekonomi, usaha jasa, fasilitas sosial, fasilitas umum, dan tanah yang tidak memiliki pemanfaatan tertentu. Peta ini membantu kita
memahami bagaimana tanah digunakan dan didistribusikan di suatu daerah, serta memantau perubahan penggunaan tanah seiring waktu.
Dapat diketahui pada tabel diatas di Padukuhan Moyudan, Kalurahan Sumberrahayu terdapat 783 bidang tanah dengan luas 602501 m². Untuk Pemanfaatan Produksi Pertanian terdapat 476 bidang tanah dengan total luas 420764 m² yang dimanfaatkan untuk sektor pertanian. Untuk Pemanfaatan Produksi Perikanan 3 bidang dengan luas 1407 m² yang dimanfaatkan sebagai kolam ikan dan produksi perikanan lainnya. Untuk Pemanfaatan Produksi Peternakan 2 bidang tanah dengan luas 1075 m² untuk kegiatan produksi peternakan. Pemanfataan Tempat Tinggal terdapat 142 bidang dengan luas 73416 m² dimanfaatkan sebagai tempat tinggal. Untuk Pemanfaatan Usaha/Jasa terdapat 35 bidang dengan luas 28385 m² sebagai Pemanfaatan Usaha/Jasa seperti Pertokoan dan jasa lainnya. Untuk Pemanfaatan Fasum/Fasos terdapat 9 bidang dengan luas 11171 m² yang meliputi fasilitas umum. Pemanfaatan pemerintahan ada 1 bidang dengan luas 2040 m² yaitu hanya Bangunan Kalurahan Sumberrahayu dan di Padukuhan Moyudan terdapat 115 Bidang yang tidak ada pemanfaatan tanah nya dengan luas 53072 m².
Gambar 4.11 Peta Pemanfaatan Tanah Padukuhan Moyudan Sumber : Survei PKL IP4T Padukuhan Moyudan
7. Potensi Sengketa, Konflik, dan Perkara
Tabel 4.12 Tabel Persentase Bidang dan Luasan SKP Padukuhan Moyudan
Sumber : Survei PKL IP4T Padukuhan Moyudan
Sengketa, Konflik, dan Perkara pertanahan yang disingkat dengan SKP mempunyai pengertian masing-masing yaitu, sengketa adalah perselisihan pertanahan antara orang perseorangan, badan hukum, atau lembaga yang tidak berdampak luas secara sosio-politis. Konflik pertanahan adalah perselisihan pertanahan antara orang perseorangan, kelompok, golongan, organisasi, badan hukum, atau lembaga yang mempunyai kecenderungan atau sudah berdampak luas secara sosio-politis. Perkara pertanahan adalah perselisihan tanah yang penanganan dan penyelesaiannya melalui Lembaga peradilan.
Berdasarkan data baik berupa tabel dan peta untuk potensi sengketa, konflik, dan perkara di Padukuhan Moyudan lebih banyak yang tidak berkonflik daripada yang berkonflik, hal ini dikarenakan adanya batas tanah yang jelas antara tanah satu dengan tanah lainnya. Dari 783 bidang tanah di Padukuhan Moyudan, terdapat 774 bidang tanah di Padukuhan Moyudan dengan luas 58,94075311 Ha terbukti tidak berkonflik sedangkan 9 bidang tanah yang memiliki luas 0,192656456 Ha dengan status konflik. Hal ini juga dibuktikan dengan rasio persen, dimana 98,85% bidang tanah di Padukuhan Moyudan berstatus tidak berkonflik dan 1,15% bidang tanah berstatus konflik. Dari luasan tanah di Padukuhan Moyudan 99,67% luas tanah tidak berkonflik sedangkan 0,33% luas Tanah di Padukuhan Moyudan berstatus konflik.
No
. Status Tanah Jumlah Bidang Luasan
Jumlah (Bidang) % Luas (Ha) %
1. Tidak SKP 774 98,85
% 58,9407531
1 99,67
%
2. Sengketa 9 1,15% 0,19265645
6 0,33%
Gambar 4.12 Peta Sebaran Potensi SKP Padukuhan Moyudan Sumber : Survei PKL IP4T Padukuhan Moyudan
8. Potensi Tanah Objek Reforma Agraria (TORA)
Tabel 4.13 Tabel Persentase Bidang dan Luasan Potensi TORA Padukuhan Moyudan
Sumber : Survei PKL IP4T Padukuhan Moyudan
TORA (Tanah Objek Reforma Agraria) didefinisikan sebagai tanah yang dikuasai oleh negara dan/atau tanah yang telah dimiliki oleh masyarakat untuk diredistribusi atau dilegalisasi. Berdasarkan tabel hasil analisa di atas, dapat dilihat bahwa di Padukuhan Moyudan, 99,01% tanahnya bukan potensi TORA dan 0.99%
tanah Absentee. Melihat persentase tersebut, hampir semua bidang tanah yang ada di Padukuhan Moyudan bukan merupakan Potensi TORA. Hal itu dikarenakan kepemilikan tanah di Padukuhan Moyudan sebagian besar dimiliki langsung oleh orang yang tinggal di Kalurahan Sumberrahayu baik itu pekarangan maupun sawah. Sehingga sangat sedikit tanah absentee yang terletak di Padukuhan Moyudan.
N
o Potensi
Jumlah Bidang Luasan
Jumlah
(Bidang) % Luas (Ha) %
1 Bukan Potensi TORA 774 98,85
% 58,5496868 99,01
%
2 Tanah Absentee 9 1,15% 0,58372276
5 0,99%
Gambar 4.13 Peta Sebaran Potensi TORA Padukuhan Moyudan Sumber : Survei PKL IP4T Padukuhan Moyudan
9. Perolehan Tanah
Tabel 4.14 Tabel Persentase Bidang dan Luasan Perolehan Tanah Padukuhan Moyudan
No Jenis Perolehan Tanah
Jumlah Bidang Luasan
Jumlah
(Bidang) % Luas (Ha) %
1 Warisan 649 82,88% 48,94776525 82,77%
2 Hibah 30 3,83% 2,922850469 4,94%
3 Jual Beli 104 13,28% 7,262793848 12,28%
Sumber : Survei PKL IP4T Padukuhan Moyudan
Perolehan tanah adalah langkah yang dapat dilakukan oleh pihak swasta yang memerlukan bidang tanah untuk menunjang pembangunan. Perolehan tanah dilaksanakan melalui cara musyawarah dan mufakat dengan pemilik atau pemegang hak atas tanah yang bersangkutan. Perolehan tanah di Kalurahan Sumberrahayu, khususnya pada Padukuhan Moyudan dibagi menjadi tiga, yaitu Warisan, Hibah, dan Jual-Beli. Pada tabel diatas analisis Perolehan Tanah Padukuhan Moyudan dapat diketahui bahwa perolehan tanah untuk pemukiman sebanyak 783 bidang tanah dengan total luas 59.133409567 Ha. Perolehan waris ini 649 merupakan perolehan tanah terbanyak dari 783 bidang tanah yang ada di Padukuhan Moyudan. Perolehan tanah hibah tidak mendominasi pada Padukuhan Moyudan. Dibandingkan dengan perolehan tanah untuk warisan dan jual-beli justru lebih banyak yaitu 649 dan 104 bidang tanah dengan luas 59.133409567 Ha.
Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat penduduk Padukuhan Moyudan lebih memilih untuk mewariskan dari pada hibah dan jual-beli. Untuk perolehan tanah warisan didominasi oleh anak dan cucu warga sekitar. Banyaknya pendatang seperti orang perantauan yang memilih jual-beli diwilayah ini. Data-data dari uraian di atas dapat dilihat dalam tabel Perolehan Tanah diatas.
Berdasarkan tabel di atas, dapat dilihat bahwa perolehan tanah di lokasi PKL II IP4T kelompok 60, Padukuhan Moyudan, Kalurahan Sumberrahayu, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta didominasi oleh permukiman yang berupa tanah warisan. Jumlah tanah permukiman yang berupa warisan sebanyak 649 bidang dengan perbandingan 83% dari total seluruh bidang di Padukuhan Moyudan. Disusul dengan perolehan tanah sebagai hibah dan jual- beli. Hal ini membuktikan data yang telah dipaparkan sebelumnya, bahwa di Padukuhan Moyudan banyak tanah warisan yang telah dialihfungsikan menjadi permukiman.
Gambar 4.14 Peta Perolehan Tanah Padukuhan Moyudan Sumber : Survei PKL IP4T Padukuhan Moyudan
10. Persebaran Asuransi Kesehatan
Gambar 4.15 Peta Sebaran Asuransi Kesehatan Padukuhan Moyudan Sumber : Survei PKL IP4T Padukuhan Moyudan
Asuransi Kesehatan dapat memberikan manfaat seperti biaya rawat inap, rawat jalan, pembedahan, rawat gigi, pemeriksaan kesehatan preventif, rawat darurat, dan perawatan kesehatan. Dengan memiliki asuransi kesehatan dapat hidup dengan tenang tanpa khawatir keuangan terganggu akibat biaya kesehatan yang semakin tinggi. Pada Padukuhan Moyudan rata-rata warga memiliki asuransi kesehatan yang disediakan oleh pemerintah yaitu BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) dan hanya ada beberapa warga yang sama sekali tidak mempunyai asuransi kesehatan.
BAB V