• Tidak ada hasil yang ditemukan

Draf Laporan PKL II IP4T Kelompok 60 (terbaru)

N/A
N/A
C@Diaz Fadelvi Ramadhan_12 (23324655)

Academic year: 2024

Membagikan "Draf Laporan PKL II IP4T Kelompok 60 (terbaru)"

Copied!
60
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN II

PENGUASAAN, PEMILIKAN, PENGGUNAAN, DAN PEMANFAATAN TANAH (P4T)

TAHUN AKADEMIK 2023/2024

Disusun oleh : Kelompok 60

1. MUCHAMMAD YURO EL YUSRO NIT. 23325097

2. RIZKY TRI SAPUTRA NIT. 23324630

3. GIFARA AFIF DESKY NIT. 23324559

4. CAHYO GUMILANG NIT. 23324762

5. RAFIALDY PRATAMA YUSRI NIT. 23325104 6. RIZAL MAREFA ARDIAN P. NIT. 23325159

7. NAURY RISKY NUGRAHA NIT. 23324679

8. FERDIAN MAHARDIKA NIT. 23324715

PROGRAM STUDI DIPLOMA IV PERTANAHAN SEKOLAH TINGGI PERTANAHAN NASIONAL KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/

BADAN PERTANAHAN NASIONAL 2024

(2)

LEMBAR PENGESAHAN

LAPORAN

PRAKTIK KEJA LAPANGAN II

PENGUASAAN, PEMILIKAN, PENGGUNAAN, DAN PEMANFAATAN TANAH (P4T)

TAHUN AKADEMIK 2023/2024

KELOMPOK 60

1. MUCHAMMAD YURO EL YUSRO NIT. 23325097

2. RIZKY TRI SAPUTRA NIT. 23324630

3. GIFARA AFIF DESKY NIT. 23324559

4. CAHYO GUMILANG NIT. 23324762

5. RAFIALDY PRATAMA YUSRI NIT. 23325104 6. RIZAL MAREFA ARDIAN P. NIT. 23325159

7. NAURY RIZKY NUGRAHA NIT. 23324679

8. FERDIAN MAHARDIKA NIT. 23324715

Telah disetujui pada tanggal Juni 2024 Instruktur

Asih Retno Dewi, S.ST.,M.Ec.Dev.

NIP. 19790315 199903 2 001

(3)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa atas limpahan rahmat-Nya sehingga Laporan Praktik Kerja Lapangan (PKL) II Penguasaan, Pemilikan, Penggunaan, dan Pemanfaatan Tanah di Kecamatan Moyudan Kabupaten Sleman Provinsi D.I Yogyakarta dapat diselesaikan.

Kami sangat berharap Laporan ini dapat membantu kami maupun pembaca dalam rangka menambah wawasan dan pengetahuan mengenai IP4T. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa Laporan ini masih memiliki kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan dalam menyempurnakan Laporan yang telah yang kami buat dimasa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yan membangun.

Semoga laporan ini dapat dimengerti oleh siapa saja yang membacanya.

Sekiranya laporan yang dihasilkan ini dapat bermanfaat bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelum itu, kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di masa depan.

(4)

DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN......i

KATA PENGANTAR...ii

DAFTAR ISI...iii

DAFTAR TABEL...iv

DAFTAR GAMBAR......v

DAFTAR LAMPIRAN......vi

BAB I PENDAHULUAN...1

A. Latar Belakang...1

B. Maksud dan Tujuan...2

C. Waktu dan Tempat Pelaksanaan...2

D. Alat dan bahan... 3

BAB II DASAR TEORI...4

A. Pengertian Penguasaan, Pemilikan, Penggunaan dan Pemanfaatan (P4T)...4

B. Pengertian Kegiatan IP4T...5

C. Dasar Hukum IP4T... 6

D. Pelaksanaan Kegiatan Inventarisasi Penguasaan, Pemilikan, Penggunaan, dan Pemanfaatan Tanah (P4T) dan Sistem Informasi Pertanahan...7

E. Kegunaan Data IP4T...11

BAB III GAMBARAN UMUM WILAYAH......13

A. Geografis Penduduk...13

B. Kependudukan... 14

C. Sosial...14

D. Pertanian...18

(5)

E. Ekonomi... 19

BAB IV PELAKSANAAN...20

A. Tahap Perencanaan...20

B. Pengolahan Data P4T...23

C. Pengolahan dan Analisis Data P4T...26

BAB V PENUTUP...40

A. Kesimpulan...40

B. Saran...41

DAFTAR PUSTAKA...42

(6)

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Tabel Jumlah Jiwa Laki-Laki dan Perempuan...14

Tabel 3.2 Tabel Pekerjaan Padukuhan Moyudan...15

Tabel 3.3 Tabel Agama Padukuhan Moyudan...16

Tabel 3.4 Tabel Agama Padukuhan Moyudan...17

Tabel 3.5 Tabel Umur Per RT Padukuhan Moyudan...18

Tabel 4.1 Tabel Pembagian Tugas Kelompok 60...21

Tabel 4.2 Tabel Jadwal Kegiatan Kelompok 60...23

Tabel 4.3 Tabel Persentase Bidang dan Luasan Pemilikan Tanah Padukuhan Moyudan...27

Tabel 4.4 Tabel Persentase Bidang dan Luasan Penguasaan Tanah Padukuhan Moyudan...30

Tabel 4.5 Tabel Persentase Bidang dan Luasan Penggunaan Tanah Padukuhan Moyudan...32

Tabel 4.6 Tabel Persentase Bidang dan Luasan Pemanfaatan Tanah Padukuhan Moyudan...33

Tabel 4.7 Tabel Persentase Bidang dan Luasan SKP Padukuhan Moyudan...35

Tabel 4.8 Tabel Persentase Bidang dan Luasan Potensi TORA Padukuhan Moyudan...36

Tabel 4.9 Tabel Persentase Bidang dan Luasan Perolehan Tanah Padukuhan Moyudan...37

(7)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 3.1 Grafik Perbandingan Laki-Laki dan Perempuan...14

Gambar 3.2 Grafik Pekerjaan Padukuhan Moyudan...15

Gambar 3.3 Grafik Agama Padukuhan Moyudan...16

Gambar 3.4 Grafik Jenjang Pendidikan Padukuhan Moyudan...17

Gambar 3.5 Grafik Umur Padukuhan Moyudan...18

Gambar 4.1 Peta Administrasi Padukuhan Moyudan...26

Gambar 4.2 Peta Pemilikan Tanah Padukuhan Moyudan...28

Gambar 4.3 Peta Penguasaan Tanah Padukuhan Moyudan...29

Gambar 4.4 Peta Struktur Penguasaan Tanah Padukuhan Moyudan...31

Gambar 4.5 Peta Penggunaan Tanah Padukuhan Moyudan...33

Gambar 4.6 Peta Pemanfaatan Tanah Padukuhan Moyudan...34

Gambar 4.7 Peta Sebaran Potensi SKP Padukuhan Moyudan...36

Gambar 4.8 Peta Sebaran Potensi TORA Padukuhan Moyudan...37

Gambar 4.9 Peta Perolehan Tanah Padukuhan Moyudan...38

Gambar 4.10 Peta Sebaran Asuransi Kesehatan Padukuhan Moyudan...39

(8)

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Peta Administrasi Padukuhan Moyudan...43

Lampiran 2 Peta Pemilikan Tanah Padukuhan Moyudan...44

Lampiran 3 Peta Penguasaan Tanah Padukahan Moyudan...45

Lampiran 4 Peta Struktur Penguasaan Padukuhan Moyudan...46

Lampiran 5 Peta Penggunaan Tanah Padukuhan Moyudan...47

Lampiran 6 Peta Pemanfaatan Tanah Padukuhan Moyudan...48

Lampiran 7 Peta Sebaran Potensi Sengketa, Konflik dan Perkara Pertanahan Padukuhan Moyudan...49

Lampiran 8 Peta Sebaran Potensi Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) Padukuhan Moyudan...50

Lampiran 9 Peta Perolehan Tanah Padukuhan Moyudan...51

Lampiran 10 Peta Sebaran Asuransi Kesehatan Padukuhan Moyudan...52

(9)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Salah satu arah kebijakan Pembaharuan Agraria seperti yang termasuk dalam TAP MPR IX/MPR/2001 tentang Pembaharuan Agraria dan Pengelolaan Sumber Daya Alam, Pasal 5 ayat (1) TAP MPR No. IX/MPR/2001 adalah menyelenggarakan Pendataan Pertanahan melalui kegiatan Inventarisasi dan Registrasi Penguasaan, Pemilikan, Penggunaan dan Pemanfaatan Tanah secara komprehensif dan sistematis dalam rangka pelaksanaan Landreform. Pembaruan agraria tersebut berkenaan dengan penataan kembali penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan sumber daya agraria. Tujuannya adalah dalam rangka tercapainya kepastian dan perlindungan hukum serta keadilan dan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia.

Pelaksanaan dan pengelolaan administrasi Pertanahan di Indonesia diatur dalam UU Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA).

Selanjutnya dalam TAP MPR Nomor IX/MPR/2001 tentang Pembaruan Agraria dan pengelolaan Sumber Daya Alam disebutkan dalam Pasal 5 Ayat 1 huruf c, bahwa dalam rangka pelaksanaan landreform diperlukan pendataan pertanahan denga meninventarisir dan pendaftaran (registrasi) penguasaan, kepemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah (IP4T) secara menyeluruh dan terorganisir (MPR,2001).

Selain itu terdapat Peraturan bersama Menteri Dalam Negeri, Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia, dan Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Nomor 79 Tahun 2014, PB.3/MENHUT-II/2014, 17/PRT/M/2014, 8/SKB/X/2014, pada Bab I Pasal 1 berbunyi, “Inventarisasi Penguasaan,Pemilikan, Penggunaan, dan Pemanfaatan Tanah yang selanjutnya disebut IP4T adalah kegiatan pendataan penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah yang diolah dengan Sistem Informasi Geografis (SIG) sehingga menghasilkan Peta dan Informasi mengenai penguasaan tanah oleh pemohon.”

Terdapat 4 (empat) komponen yang disebutkan Prabowo (2016, p. 1) dalam IP4T, yaitu penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah dengan uraian sebagai berikut:

(10)

1. Penguasaan tanah, merupakan hubungan hukum baik oleh antar individu, individukelompok, atau bisa juga badan hukun dengan tanah seperti yang termuat dalam UndangUndang Nomor 5 Tahun 1960 (BPN,2004)

2. Pemilikan tanah, adalah hubungan hukum atar per orang, kelompok orang, atau badan hukum yang dilengkapi dengan bukti kepemilikan baik yang sudah terdaftar (sertifikat hak atas tanah) maupun yang belum terdaftar (BPN,2004)

3. Penggunaan tanah, adalah wujud tutupan permukaan bumi baik yang merupakan bentukan alami maupun buatan manusia (BPN, 2004). d) Pemanfaatan tanah, adalah kegiatan untuk mendapatkan nilai tambah tanpa mengubah wujud fisik penggunaan tanahnya (BPN,2004).

4. Kegiatan IP4T merupakan inventarisasi P4T secara sistematis pada satu desa dan menerapkan pola pemetaan partisipatif. Dalam hal ini, Pemetaan partisipatif adalah kegiatan pemetaan yang dilaksanakan secara aktif dengan melibatkan masyarakat dalam pengumpulan data P4T. Hasil Kegiatan IP4T merupakan informasi untuk perencanaan kegiatan pertanahan dan perumusan kebijakan teknis.

B. Maksud dan Tujuan

Maksud dalam kegiatan praktikum kerja lapangan (PKL) II IP4T untuk memberikan kepada masyarakat dalam pembelajaran Inventarisasi Pemilikan, Penggunaan, Penguasaan Tanah dalam mengkaji seluruh komponen dalam pengelolaan akses pertanahan yang menjadikan land government dalam menjalankan kegiatan P4T.

Tujuan dari PKL II IP4T adalah untuk memberikan pedoman dan arahan pelaksanaan dalam rangka penyelesaian penguasaan tanah yang berada di dalam kawasan hutan. IP4T bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kesepakatan masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan tanah yang berkelanjutan, serta membantu pemerintah dalam mengambil keputusan yang lebih baik dalam pengelolaan sumber daya alam

C. Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Pelaksanaan PKL 2 P4T (Pelaksanaan,Penggunaan,Pemilikan,Pemanfaatan Tanah) dilaksanakan selama 11 hari dimulai dari tanggal 3 Juni sampai tanggal 13 Juni 2024 yang akan berlokasi di Kecamatan Moyudan,Kabupaten sleman,Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pelaksanaan PKL II dimulai dari tanggal 3 Juni sampai tanggal 13 Juni 2024 dengan rincian kegiatan sebagai berikut.

(11)

Nomor. Tanggal. Kegiatan.

1 3 juni 2024 Pemberangkatan dan penerimaan di kelurahan sumberagung dan orientasi serta penyusunan rencana kerja.

2. 4 – 10 Juni 2024. Pengambilan dan pengisian data melalui aplikasi.

3. 9 – 11 Juni 2024 Responsi lapangan.

4. 10 – 11 Juni 2024 Pengolahan dan analisis data 5. 14 – 21 Juni 2024 Pembimbingan laporan.

6. 13 Juni 2024 Penyerahan Peta.

D. Alat dan bahan

Alat Bahan

Laptop. Citra Satelit Resolusi Tinggi/peta foto dusun moyudan

Smartphone. Persil di Kelurahan Sumberahayu

Software (Arcgis,Arcgis Survey 123,Microsoft exel,Microsoft word dan autocad).

Peta Batas administrasi kelurahan Sumberahayu

Alat tulis.

Sumber : Panduan PKL II P4T Tahun 2024.

(12)

BAB II DASAR TEORI

A. Pengertian Penguasaan, Pemilikan, Penggunaan dan Pemanfaatan (P4T) Konsep Penguasaan, Pemilikan, Penggunaan dan Pemanfaatan Tanah:

a. Penguasaan tanah

Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah (P4T), penguasaan tanah adalah suatu keadaan di mana seseorang atau badan hukum menguasai fisik tanah yang bersangkutan baik dengan hak maupun tanpa hak. Penguasaan tanah dapat bersifat langsung, yaitu apabila seseorang atau badan hukum tersebut secara langsung mengelola dan memanfaatkan tanah tersebut, ataupun tidak langsung, yaitu melalui pihak lain.

Konsep ini meliputi berbagai bentuk penguasaan tanah, termasuk hak milik, hak guna usaha, hak guna bangunan, hak pakai, serta bentuk penguasaan lainnya yang diakui oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

Penguasaan tanah juga mencakup aspek administrasi pendaftaran tanah untuk memberikan kepastian hukum dan perlindungan hak bagi pemegangnya.

b. Pemilikan tanah

Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah (P4T), kepemilikan tanah adalah bentuk penguasaan atas tanah yang diakui oleh hukum sebagai hak atas tanah. Hak atas tanah yang diatur dalam P4T meliputi berbagai jenis hak yang diberikan oleh negara kepada individu atau badan hukum diantaranya adalah Hak milik, hak guna usaha(HGU), gak guna bangunan (HGB), dan hak pakai.

c. Penggunaan tanah

Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah (P4T), penggunaan tanah mengacu pada cara atau metode pemanfaatan tanah sesuai dengan hak yang dimiliki atas tanah tersebut.

Penggunaan tanah berkaitan erat dengan peruntukan dan pemanfaatan tanah berdasarkan fungsi yang diatur oleh hukum dan kebijakan pertanahan.

Penggunaan tanah harus sesuai dengan rencana tata ruang wilayah, peraturan zonasi, dan ketentuan lain yang berlaku untuk menjaga keteraturan, keberlanjutan, dan keseimbangan lingkungan. Pemerintah melalui sistem

(13)

pendaftaran tanah bertujuan untuk mencatat dan mengawasi penggunaan tanah agar sesuai dengan hak dan peruntukannya, serta untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan atau konflik terkait penggunaan tanah.

d. Pemanfaatan tanah

Pemanfaatan tanah dapat dianggap sebagai cara atau metode pemanfaatan tanah yang sesuai dengan hak yang dimiliki atas tanah tersebut. Hal ini berkaitan dengan cara dan tujuan penggunaan tanah yang diatur oleh hukum dan kebijakan pertanahan. Ini meliputi aktivitas seperti pembangunan, pertanian, perkebunan, perumahan, komersial, dan lain sebagainya.

Dalam P4T, pemanfaatan tanah biasanya terkait dengan hak-hak atas tanah yang diakui oleh negara, seperti hak milik, hak guna usaha, hak guna bangunan, dan hak pakai. P4T memperkuat kepastian hukum terkait dengan pemanfaatan tanah dengan mengatur proses pendaftaran tanah, pemetaan hak atas tanah, dan penerbitan sertifikat tanah sebagai bukti kepemilikan yang sah .

B. Pengertian Kegiatan IP4T

Inventarisasi Penguasaan, Pemilikan, Penggunaan dan Pemanfaatan Tanah (IP4T) merupakan suatu rangkaian kegiatan pendataan pertanahan dalam rangka memperoleh data dan informasi P4T dengan unit pendataan bidang tanah dalam satu desa yang selanjutnya dapat ditindaklanjuti dengan program pertanahan salah satunya adalah pengelohan data dengan sistem informasi geografis sehingga dapat menghasilkan peta dan informasi mengenai P4T tersebut.

Dalam TAP MPR Nomor IX/MPR/2001 mengenai Pembaruan Agraria dan Pengelolaan Sumberdaya Alam yang menyatakan bahwa untuk merumuskan suatu Kebijakan Pembaruan Agraria perlu dilakukan pendataan pertanahan melalui inventarisasi dan registrasi penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah secara komprehensif dan sistematis dalam rangka pelaksanaan landreform (Liliyani et al., 2020).

Kegiatan Informasi P4T ini merupakan kegiatan prioritas nasional dalam menunjang reforma agraria karena dengan kegiatan ini dapat mendukung keberhasilan reforma argaria sebab untuk mewujudkan reforma argaria diperlukan data yang valid dan terbaru.Data yang dihasilkan dari kegiatan IP4T berupa data fisik dan data yuridis Data fisik adalah keterangan mengenai letak, batas dan luas bidang tanah serta satuan rumah susun termasuk keterangan mengenai adanya bangunan atau bagian bangunan di

(14)

atasnya. Sedangkan data yuridis adalah keterangan mengenai status hukum bidang tanah dan satuan rumah susun, pemegang haknya dan pihak lain serta beban-beban lain yang membebaninya menurut PP Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah(Mujiati, 2015) Dalam Kegiatan P4T ini menggunakan ArcGIS Survey 123 untuk pengumpulan datanya

Dalam Kegiatan P4T ini menggunakan ArcGIS Survey 123 untuk pengumpulan datanya Data hasil dari kegiatan IP4T ini berbentuk tabulasi yang pengolahan dan analisisnya menggunakan sistem informasi geospasial (SIG). Data dalam tabulasi tersebut diolah dan diintegrasikan dengan data spasial sehingga menjadi basis data pertanahan. Kemudian disajikan dalam bentuk peta hard copy maupun berbasis SIG yang memuat berbagai macam informasi. Antara lain: klasifikasi penggunaan tanah, struktur ketimpangan P4T, masalah pertanahan, sebaran potensi sumber daya, objek TORA, dan lain sebagainya.

C. Dasar Hukum IP4T

1. Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor IX/MPR/2001 tentang Pembaruan Agraria dan Pengelolaan Sumber Daya Alam;

2. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (Lembaran Negara Tahun 1960 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Nomor 2043);

3. Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja (Lembaran Negara Tahun 2022 Nomor 238);

4. Peraturan Presiden Nomor 86 Tahun 2018 tentang Reforma Agraria (Lembaran Negara Tahun 2018 Nomor 172);

5. Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2020 tentang Kementerian Agraria dan Tata Ruang (Lembaran Negara Tahun 2020 Nomor 83);

6. Peraturan Presiden Nomor 48 Tahun 2020 tentang Badan Pertanahan Nasional (Lembaran Negara Tahun 2020 Nomor 84);

7. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah (Lembaran Negara Tahun 1997 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3696);

8. Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2021 tentang Hak Pengelolaan, Hak Atas Tanah, Satuan Rumah Susun dan Pendaftaran Tanah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 28);

(15)

9. Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 9 Tahun 2018 tentang Pedoman Penyelenggaraan Tata Naskah Dinas dan Tata Kearsipan di Lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 686);

10. Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Nomor 16 Tahun 2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 985);

11. Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Nomor 17 Tahun 2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Wilayah

12. Petunjuk Pelaksanaan Data dan Informasi P4T 2024 Badan Pertanahan Nasional dan Kantor Pertanahan; dan

13. Surat Pengesahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Tahun Anggaran 2022.

D. Pelaksanaan Kegiatan Inventarisasi Penguasaan, Pemilikan, Penggunaan, dan Pemanfaatan Tanah (P4T) dan Sistem Informasi Pertanahan

Pelaksanaan PKL P4T dan sistem Informasi Pertanahan dilaksanakan dengan merujuk pada Tata Cara kerja kegiatan Inventarisasi Data Penguasaan, Pemilikan, Penggunaan, dan Pemanfaatan Tanah (P4T) yang dilaksanakan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN). Tata cara pendataan P4T di lakukan melalui tahapan Persiapan, Pelaksanaan, Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan.

1. Tahap Persiapan

Pada tahap persiapan dilaksanakan penetapan lokasi PKL P4T dan Sistem Informasi, Penetapan Instruktur Koordinator Lapangan, Instruktur dan Pendamping, dan Kelompok Kerja taruna serta pembagian tugasnya, Penyusunan waktu Pelaksanaan kegiatan (time schedule), Pembekalan (coaching), serta persiapan Administrasi dan Keuangan.

a. Penyusunan Petunjuk Operasional Kegiatan, Kantor Pertanahan menyusun Petunjuk Operasional Kegiatan (POK) berdasarkan DIPA Tahun Anggaran mempertimbangkan ketersediaan sumber daya manusia.

b. Penetapan Lokasi dan Tim Pelaksana, merupakan kegiatan penetapan Lokasi dan tim pelaksana melalui Surat Keputusan (SK) Kepala Kantor Pertanahan.

Pembuatan SK tersebut mengacu pada standarisasi naskah dinas

(16)

sebagaimana Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 9 Tahun 2018 tentang Pedoman Penyelenggaraan Tata Naskah Dinas dan Tata Kearsipan di Lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional.

c. Penyusunan Jadwal Kegiatan, disusun oleh Kepala Seksi Penataan dan Pemberdayaan sebagai Koordinator Kegiatan IP4T dan diketahui oleh Kepala Kantor Pertanahan. Penyusunan Jadwal Kegiatan dengan menyelaraskan semua tahapan kegiatan dan memperhatikan ketersediaan SDM, ketersediaan biaya dan peralatan teknis yang tersedia.

d. Persiapan Administrasi dan Keuangan, meliputi penyiapan Surat Tugas, Surat Perjalanan Dinas (SPD), serta Surat Pemberitahuan ke Pemerintah Daerah setempat atau instansi terkait. Selain itu juga mencakup persiapan terkait keuangan meliputi penggandaan Formulir Isian, pengadaan ATK/penunjang komputer dan peralatan kerja yang dibutuhkan dalam pelaksanaan kegiatan.

e. Pembuatan Peta Kerja, Peta Kerja dibuat untuk memperoleh gambaran umum dan lokasi bidangbidang tanah dalam satu Desa/Kelurahan dan menentukan posisi relatif tiap-tiap bidang tanah yang terdapat dalam satu Desa/Kelurahan lokasi kegiatan.

f. Pelatihan Pembantu Desa, memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada pembantu desa/lapangan mengenai tahapan kegiatan. Pembantu Desa/Lapang merupakan tenaga partisipatif yang turut serta dalam kegiatan verifikasi Data dan Informasi P4T, Sket dan toponimi. Pembantu Desa/Lapang data berasal dari perangkat desa, karang taruna, pemuka masyarakat dan lainnya, dengan jumlah yang disesuaikan dengan kebutuhan.

g. Pembekalan dilaksanakan oleh Koordinator PKL bersama Subag Pendidikan dan Kerjasana kepada seluruh pelaksana kegiatan PKL yang terlibat. Materi pembekalan meliputi persiapan administrasi keuangan, teknis pelaksanaan pendataan, penyiapan peta bidang tanah, analisa P4T dan pelaporan.

2. Tahap Pelaksanaan

Tahap pelaksanaan meliputi Penyuluhan, Penyiapan peta bidang tanah, Pendataan P4T, Pengumpulan data potensi desa/dusun, Pengolahan/tabulasi data P4T, Penggabungan (merging) data spasial dan tekstual, analisa data P4T, serta kontrol kualitas.

(17)

a. Penyuluhan dilaksanakan oleh tim yang ditunjukoleh Prodi DIV dan diberikan Surat Tugas oleh Ketua STPN. Materi penyuluhan meiliputi gambaran kegiatan PKL P4T dan Sistem Informasi Pertanahan mencakup latar belakang, tujuan dan tahapan pelaksanaan PKL.

b. Verifikasi P4T, Sket dan Toponimi berupa objek verifikasi adalah semua bidang tanah yang ada di desa/kelurahan baik yang dikuasai perseorangan, bersama atau badan hukum (swasta/pemerintah), baik sudah bersertifikat maupun yang belum bersertifikat, baik pertanian atau non pertanian termasuk fasilitas umum dan sosial, baik lokasi kawasan hutan dan non kawasan hutan.

Verifikasi Data dan Informasi P4T juga dilengkapi dengan Sket bidang tanah situasi sekitar. Pembuatan sket pada Peta Kerja dengan cara mendeliniasi garis batas bidang tanah serta menambahkan informasi Nomor Inventarisasi (NIS) pada bidang. Apabila di atas tanah yang sudah terdaftar ada lebih dari satu penguasaan, maka didaftar berdasarkan keadaan penguasaan saat pendataan. Hasil verifikasi Data dan Informasi P4T di lapangan selanjutnya di tabulasi dalam format excel;

c. Penyiapan peta bidang tanah dilakukan oleh Koordinator Data Spasial dari Taruna yang ditunjuk oeh Koordinator PKL.

d. Pendataan atau survei P4T dilaksanakan oleh Kelompok Kerja Taruna dibimbing oleh Instruktur masing-masing.

e. Pengumpulan data potensi desa/dusun dilaksanakan oleh Koordinator Data Tekstual yang ditunjuk dari taruna oleh Koordinator PKL dibantu Koordinator Kelompok Kerja Taruna yang berada pada satu Dusun.

f. Pengolahan Data P4T merupakan kegiatan standardisasi dan penggabungan antara data spasial (peta deliniasi sket bidang tanah dan toponimi) dan data tekstual P4T yang telah digitalisasi dan ditabulasi sesuai dengan standar dalam format excel.

g. Analisis data merupakan kegiatan kategorisasi dan kalkulasi (luas dan jumlah bidang) beberapa Data dan Informasi P4T guna memperoleh informasi yang dibutuhkan. Analisis data P4T dilakukan dengan menggunakan Query Builder yang ada di software ArcGIS 10/Quantum GIS 2.4 Chugiak.

3. Tahap Kontrol Kualitas serta Monitoring dan Evaluasi

Terdapat sub kegiatan kontrol kualitas dan sub kegiatan monitoring dan evaluasi, sebagai berikut:

(18)

a. Pengendalian mutu dilakukan setelah kegiatan verifikasi data dan informasi P4T. Pengendalian mutu dilakukan oleh personel Kantah yang ditunjuk oleh koordinator kegiatan untuk memastikan data validasi lapangan, data P4T, dan hasil analisis P4T sesuai dengan petunjuk pelaksanaan.

b. Monitoring dan Evaluasi dilaksanakan oleh petugas Direktorat Jenderal Penataan Agraria melalui Direktorat Landreform dan petugas dari Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional. Bertujuan untuk memastikan bahwa pelaksanaan kegiatan IP4T sesuai dengan tahapan dan ketentuan yang telah diatur dalam petunjuk pelaksanaan.

4. Tahap Pelaporan

Laporan PKL P4T dan Sistem Informasi ditargetkan selesai 10 hari saat PKL dilaksanakan. Laporan berisi deskripsi pelaksanaan PKL IP4T dan Sistem Informasi disertai peta lokasi kegiatan P4T, peta bidang tanah yang sudah distandarisasi, dan peta tematik P4T berbasis bidang dan Hasil Analisis P4T.

a. Analisis P4T yang dibuat dibuat disajikan secara deskriptif dilengkapi dengan

1) Peta Struktur Pemilikan berdasarkan Luas Tanah, Peta Struktur Pemilikan Berdasarkan Mata Pencaharian, Peta Struktur Penguasaan Tanah, Peta Struktur Penguasaan Tanah Gadai/Sewa/Bagi Hasil, peta potensi obyek landreform, dan peta potensi sengketa P4T.

2) Analisis Ketimpangan P4T, b. Penilaian

1) Unjuk Kerja Lapangan

Penilaian terhadap unjuk kerja taruna dilapangan dilakukan terhadap a) Kemampuan teknis

b) Kemampuan bekerja secara berkelompok (team work) c) Kemampuan beradaptasi

d) Kemampuan berkomunikasi e) Kreatifitas

f) Tanggung jawab g) Disiplin

2) Unjuk Kerja Penulisan Laporan dan Penyajian Lisan

Penilaian terhadap unjuk kerja penulisan laporan penyajiannya melalui ujian responsi dinilai meliputi unsur :

(19)

a) Kesesuaian dengan format laporan yang sudah ditentukan (Substansi Laporan).

b) Kemampuan mempresentasikan laporan dalam durasi waktu tertentu.

c) Kemampuan menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Dosen penguji.

E. Kegunaan Data IP4T

Kegiatan IP4T mengahasilkan informasi pertanahan yang selanjutnya dapat ditindaklanjuti dengan program pertanahan. Kegiatan Data dan Informasi P4T masuk ke dalam kegiatan Prioritas Nasional dalam rangka menunjang reforma agrarian.

Reforma Agraria adalah penataan kembali struktur penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah yang lebih berkeadilan melalui Penaatan Aset dan disertai dengan Penataan Akses untuk kemakmuran rakyat Indonesia. Tersedianya data P4T dapat mendukung keberhasilan Reforma Agraria dikarenakan dalam meningkatkan keberhasilan Reforma Agraria diperlukan data yang valid dan terbaru.

Hasil dari kegiatan Data dan Informasi P4T berupa data dan informasi penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah, yang berguna dalam perencaan kegiatan dan perumusan kebijakan pertanahan.

Salah satu kegunaan IP4T adalah untuk diinformasikan dalam bentuk peta.

Peta merupakan alat yang menjadi media komunikasi antara pembuat peta dan pengguna, sehingga peta dituntut untuk dapat menyampaikan fungsi dan informasi dari obyek yang digambarkan secara optimal dan informatif (Donya et al., 2020). Di dalam peta, terdapat informasi-informasi tentang letak relatif, ukuran wilayah, kondisi fisik dan non-fisik suatu daerah, dan sebagai alat bantu untuk penelitian lapangan.

Gambaran atau bidang dalam permukaan bumi yang disajikan di dalam peta yang telah dirancang pada umumnya meliputi simbol, tata letak dan isi peta. Akan tetapi, untuk pengolahan dalam penelitian ini diperlukan data-data shapefile batas administrasi, batas bidang tanah dan data P4T yang akan digabung untuk membuat suatu peta tematik.

Peta tematik digunakan sebagai penggambaran yang menginformasikan kenampakan kualitatif dan kuantitatif secara detail berdasarkan konsep atau kebutuhan tertentu. ArcGIS merupakan salah satu perangkat yang dapat mengolah data P4T dan data lainnya menjadi suatu peta tematik tertentu. ArcGIS dapat digunakan sebagai

(20)

media untuk menganalisis, mengintegrasi, mengubah, membagikan dan menampilkan informasi-informasi geografi guna untuk membentuk suatu peta tematik. Informasi dari data P4T dapat diintegrasikan ke data shapefile bidang tanah. Hasil integrasi tersebut dapat digunakan untuk membuat berbagai jenis peta tematik sesuai dengan kebutuhan pengguna. Data P4T dapat membuat berbagai jenis peta tematik, contohnya adalah: (1) Peta Kerja PTSL, (2) Penyiapan data Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), (3) potensi updating peta Blok PBB, (4) Potensi peninjauan kembali Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) berbasis bidang, (5) Perizinan berbasis bidang, (6) Peta Batas Desa, (7) Peta Teritorial berbasis bidang, serta (8) Deteksi dini sengketa tanah (Liliyani et al., 2020).

Selain dimanfaatkan untuk membuat suatu peta, data P4T dapat juga dimanfaatkan untuk membantu pelaksaan PTSL dari segi yuridis. Beberapa data P4T dapat dimanfaatkan untuk mengisi daftar isian DI 201. Data identitas pemilik seperti Nama, NIK, pekerjaan dan lain-lain akan berguna untuk diisi pada DI 201 sehingga mempermudah pekerjaan satgas yuridis. Selain itu, data tentang kepemilikan tanah seperti alas hak, NOP PBB, perolehan tanah, penggunaan dan pemanfaatan dan letak bidang tanah juga menjadi bahan yang bisa digunakan untuk mengisi DI 201 oleh satgas yuridis (Liliyani et al., 2020). Oleh karena itu, tersedianya data P4T dapat mempercepat proses legalisasi aset melalui PTSL karena sudah tersedianya data-data yang perlu diisi pada DI 201.

(21)

BAB III

GAMBARAN UMUM WILAYAH

A. Geografis Penduduk

Sumberrahayu adalah sebuah Kalurahan yang terletak di Kapanewon Moyudan, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Kalurahan Sumberrahayu pada awalnya terbagi menjadi 3 kalurahan lama, yaitu: Kalurahan Gamplong, Moyudan, dan Kembangan. Berdasarkan Maklumat Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta yang diterbitkan tahun 1946 mengenai Pemerintahan Kelurahan, maka tiga bekas Kelurahan tersebut kemudian digabung menjadi satu desa yang otonom dengan nama "Kalurahan Sumberrahayu" yang ditetapkan berdasarkan Maklumat Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 5 Tahun 1948 tentang Perubahan Daerah-daerah Kalurahan.

Kalurahan Sumberrahayu memiliki lima belas Dukuh yang berbatasan dengan Desa Argosari, Bantul di sisi selatan dan timur, untuk sisi utara berbatasan dengan Desa Sumbersari, Sumberagung, sedangkan sisi barat berbatasan langsung dengan Sungai Progo yang memasuki wilayah Kapanewon Sentolo dan Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo.

Lokasi kegiatan PKL II Inventarisasi Penguasaan, Pemilikan, Penggunaan, dan Pemanfaatan Tanah (IP4T) Kelompok 60 terletak di Padukuhan Moyudan. Padukuhan Moyudan merupakan salah satu dari lima belas padukuhan yang terletak di Kalurahan Sumberrahayu, Kapanewon Moyudan, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Padukuhan Moyudan terdiri dari dua Rukun Warga (RW) dan lima Rukun Tetangga (RT). Padukuhan Moyudan dipimpin oleh Kepala Dusun yang dipilih langsung oleh warga padukuhan dan menjadikan tokoh pengayom serta penghubung antara Kepala Kalurahan dengan warga.

Secara topografinya, wilayah Padukuhan Moyudan relatif dataran rendah dengan banyak persawahan serta suhu udara rata-rata 32 derajat celcius dan secara geografisnya terletak di atas ketinggian tanah 117 m dari permukaan laut, dengan curah hujan 200–300 mm/th. Letak Padukuhan Moyudan dekat dengan pusat pemerintahan kalurahan sekitar 100 m, sekitar 3 km jarak dari pusat pemerintahan kapanewon, sekitar 22 km dari pemerintah kabupaten, dan sekitar 16 km dari pemerintah provinsi.

(22)

B. Kependudukan

Berdasarkan pada data Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Kalurahan (LPPKal) Sumberrahayu kependudukan bulan Desember tahun 2023, jumlah penduduk Padukuhan Moyudan 518 jiwa, terdiri dari penduduk laki-laki sebanyak 270 orang dan penduduk perempuan sebanyak 248 orang.

JUMLAH JIWA

LAKI-LAKI PEREMPUAN

Gambar 3.1 Grafik Perbandingan Laki-Laki dan Perempuan Sumber: Data Kependudukan Padukuhan Moyudan Tabel 3.1 Tabel Jumlah Jiwa Laki-Laki dan Perempuan

KATEGORI JUMLAH JIWA

LAKI-LAKI 270

PEREMPUAN 248

JUMLAH 518

Sumber: Data Kependudukan Padukuhan Moyudan

C. Sosial

Kondisi sosial dapat dibagikan dalam kondisi pekerjaan, agama, pendidikan, dan kelompok umur terkait dengan masyarakat yang ada.

1. Pekerjaan

Pekerjaan merupakan sumber pencaharian atau modal untuk mencukupi kebutuhan primer dan sekunder. Rata-rata yang mendapatkan pekerjaan mulai dari tingkat bawah (ibu rumah tangga), tengah (pedagang), dan atas (pns) dapat membagi sesuai pekerjaan yang telah diperoleh sampai saat ini. Berdasarkan data

(23)

dari Padukuhan Moyudan, Kalurahan Sumberrahayu, Kabupaten Sleman dapat dijabarkan sebagai berikut:

PEKERJAAN

1 KARYAWAN SWASTA 2 PELAJAR/MAHASISWA 3 WIRASWASTA 4 MENGURUS RUMAH TANGGA 5 PENSIUNAN 6 PETANI/PEKEBUN

7 BURUH HARIAN LEPAS 8 DOSEN 9 POLRI

10 PNS 11 WIRASWASTA 12 PERANGKAT DESA

13 APOTEKER 14 KARYAWAN HONORER 15 PEDAGANG 16 BELUM/TIDAK BEKERJA

Gambar 3.2 Grafik Pekerjaan Padukuhan Moyudan Sumber: Data Kependudukan Padukuhan Moyudan Tabel 3.2 Tabel Pekerjaan Padukuhan Moyudan

NO PEKERJAAN JUMLAH

1 KARYAWAN SWASTA 91

2 PELAJAR/MAHASISWA 105

3 WIRASWASTA 37

4 MENGURUS RUMAH TANGGA 83

5 PENSIUNAN 43

6 PETANI/PEKEBUN 30

7 BURUH HARIAN LEPAS 13

8 DOSEN 3

9 POLRI 2

(24)

10 PNS 15

11 WIRASWASTA 37

12 PERANGKAT DESA 4

13 APOTEKER 2

14 KARYAWAN HONORER 11

15 PEDAGANG 7

16 BELUM/TIDAK BEKERJA 69

Sumber: Data Kependudukan Padukuhan Moyudan

2. Agama

Pada dasarnya dapat menjadikan sebuah landasan atas ketaatan agama yang telah diajarkan dan memberi teladan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Mayoritas agama di Padukuhan Moyudan adalah agama Islam. Berikut data agama penduduk Padukuhan Moyudan, Kalurahan Sumberrahayu, Kabupaten Sleman (tahun 2023):

AGAMA

ISLAM KATHOLIK KRISTEN

Gambar 3.3 Grafik Agama Padukuhan Moyudan Sumber: Data Kependudukan Padukuhan Moyudan

Tabel 3.3 Tabel Agama Padukuhan Moyudan

No AGAMA JUMLAH

1 ISLAM 513

2 KATHOLIK 4

3 KRISTEN 1

TOTAL 518

Sumber: Data Kependudukan Padukuhan Moyudan

3. Pendidikan

(25)

Pendidikan dapat diartikan sebagai penunjang dalam melaksanakan pembelajaran secara efektif dan mampu memiliki karakter yang kepribadian tinggi untuk masa depan yang akan datang. Pergaulan menjadikan pedoman dalam kegiatan pembelajaran kepada siapapun agar termotivasi bagi diri sendiri maupun masyarakat. Melalui penelusuran dapat diketahui data pada Padukuhan Moyudan, Kelurahan Sumberrahayu, Kabupaten Sleman bahwa dapat dilihat tabel dibawah sebagai berikut.

JENJANG PENDIDIKAN

1 BELUM TAMAT SD 2 TAMAT SD 3 BELUM SEKOLAH 4 SLTP/SEDERAJAT 5 SLTA/SEDERAJAT 6 DIPLOMA I/II 7 AKADEMI/DIPLOMA III 8 DIPLOMA IV 9 STRATA II

Gambar 3.4 Grafik Jenjang Pendidikan Padukuhan Moyudan Sumber: Data Kependudukan Padukuhan Moyudan

Tabel 3.4 Tabel Agama Padukuhan Moyudan

Sumber: Data Kependudukan Padukuhan Moyudan

NO JENJANG PENDIDIKAN JUMLAH

1 BELUM TAMAT SD 48

2 TAMAT SD 66

3 BELUM SEKOLAH 47

4 SLTP/SEDERAJAT 39

5 SLTA/SEDERAJAT 191

6 DIPLOMA I/II 4

7 AKADEMI/DIPLOMA III 31

8 DIPLOMA IV 87

9 STRATA II 8

(26)

4. Kelompok Umur

Adapun berdasarkan data pada website Padukuhan Moyudan dalam tahun 2023 yang menganalisis kelompok umur yaitu sebagai berikut:

UMUR

UMUR 0-6 7-12 13-18

19-24 25-55 56-79 80 tahun ke atas

Gambar 3.5 Grafik Umur Padukuhan Moyudan Sumber: Data Kependudukan Padukuhan Moyudan Tabel 3.5 Tabel Umur Per RT Padukuhan Moyudan

UMUR RT 01 RT 02 RT 03 RT 04 RT 05 JUMLAH

0-6 3 2 7 3 10 25

7-12 1 3 5 11 13 33

13-18 2 6 9 6 16 39

19-24 1 12 5 10 10 38

25-55 11 52 49 41 81 234

56-79 9 29 30 28 27 123

80 tahun ke atas 2 12 7 3 2 26

TOTAL       518

Sumber: Data Kependudukan Padukuhan Moyudan

D. Pertanian

Warga Padukuhan Moyudan memiliki pekerjaan sebagai petani karena lokasi tersebut sangat cocok untuk menaman padi dan tanaman campuran. Bidang pertanian sebagai akses bagi masyarakat sebagai olahan makanan sehari-hari yang dapat diolah sebagai beras dan dapat diperjualbelikan oleh konsumen.

(27)

Tujuan pertanian untuk memproduksi lahan pertanian dan mendapatkan pelaku usaha untuk mendistribusikan pertanian irigasi dan non-irigasi sehingga perkembangan dapat optimalisasi.

E. Ekonomi

Berdasarkan survei lapangan PKL II ada beberapa hasil kegiatan pada Padukuhan Moyudan dapat dikelompokkan sebagai berikut.

1. Kegiatan Pertanian

Padukuhan Moyudan memiliki segudang lahan untuk memproduksi bahan pangan yang dapat diolah menjadi salah satu pekerjaan yang diperoleh bagi warga Padukuhan Moyudan. Pekerjaan tersebut dikarenakan daerah tersebut sangat subur sehingga beralih pada bertani untuk mencari keuntungan.

2. Usaha Kecil dan Menengah (UKM)

Berdasarkan survei lapangan UKM di Padukuhan Moyudan terdapat toko kelontong, warung makan, dan warung. Dengan adanya UKM ini menimbulkan timbal balik dari pengusaha dan warga sekitar akan adanya perputaran uang dengan skala kecil hingga menengah serta terdapat lowongan kerja walaupun terbilang kemungkinannya kecil.

(28)

BAB IV PELAKSANAAN

A. Tahap Perencanaan

Tahap Perencanaan merupakan tahapan awal yang dilakukan dalam mencapai tujuan dari suatu kegiatan, kegiatan perencanaan dimulai dari penentuan lokasi, gambaran umum data awal, distribusi/pembagian pekerjaan dan jadwal kegiatan.

1. Penentuan Lokasi

Lokasi PKL II P4T berada di Padukuhan Moyudan, Kalurahan Sumberrahayu, Kapanewon Moyudan, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Berdasarkan Surat Keputusan Ketua Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional Nomor: 704/SK–800.35/V/2024, Kelompok 60 mendapat lokasi PKL II di Desa Sumberrahayu, khususnya di Padukuhan Moyudan, didampingi oleh Instruktur Bu Asih Retno Dewi, S.ST., M.Ec.Dev., Asisten Instruktur Pak Awaluddin Dongoran, S.Kom., M.Kom., Koordinator Spasial Bu Harvini Wulansari, ST., M.Sc. dan Koordinator P4T Pak Priyo Katon Prasetyo, S.Si.T., M.Si.

2. Gambaran Umum Data Awal

Terdapat dua data yang digunakan dalam pelaksanaan PKL II P4T. Pertama adalah Data Primer P4T Padukuhan Moyudan diambil dari survei lapangan dengan wawancara langsung dengan masyarakat. Kedua, sumber data sekunder yakni data yang diperlukan sebagai data yang digunakan untuk membantu data primer.

3. Distribusi/Pembagian Pekerjaan.

Distribusi pembagian pekerjaan kelompok 60 dilaksanakan dengan cara kerjasama dengan kelompok 59, 61, 62, 63, dan 64 di RW 15 dan 16. Pada RW 15 terdapat 2 RT yakni RT 1 dan RT 2, pada RW 16 terdapat 3 RT yaitu RT 3, 4, dan 5.

Kelompok 59 berada di RT 3, kelompok 60 berada di RT 2, kelompok 61 berada di RT 4, kelompok 62 berada di RT 5, kelompok 63 dan 64 berada di RT 1. Pengaturan distribusi atau pembagian pekerjaan dalam pelaksanaan suatu kegiatan merupakan kegiatan penting. Pembagian dilaksanakan didasarkan terhadap tahapan kegiatan serta dalam melakukan analisis peta dibagi berdasarkan dukuh dan tema peta.

Rencana kegiatan (kontrak kerja) dalam pelaksanaan PKL II P4T Dari kelompok 60 sebagai berikut:

(29)

Tabel 4.6 Tabel Pembagian Tugas Kelompok 60

No

. Nama NIT Tugas

1. Muchammad Yuro

El Yusro 23325079

1. Ketua Kelompok 60 2. Survey lapangan RT 02 3. Penginputan data di aplikasi

Survey123

4. Rekapitulasi data IP4T

5. Pembuatan laporan PKL IP4T Bab 1, 2, dan 4

2. Rizky Tri Saputra 23324630

1. Koordinator Dusun 2. Survey lapangan RT 02 3. Penginputan data di aplikasi

Survey123

4. Rekapitulasi data IP4T

5. Pembuatan laporan PKL IP4T Bab 1 dan 2

6. Pengolahan data 7. Pembuatan Peta

3. Gifara Afif Desky 23324559

1. Survey lapangan RT 02 dan Blok Sawah

2. Penginputan data di aplikasi Survey123

3. Rekapitulasi data IP4T

4. Pembuatan laporan PKL IP4T Bab 1, 2, dan 4

4. Cahyo Gumilang 23324762

1. Survey lapangan RT 02 2. Penginputan data di aplikasi

Survey123

3. Rekapitulasi data IP4T

4. Pembuatan laporan PKL IP4T Bab 1, 2, dan 4.

5. Rafialdy Pratama 23325104 1. Survey lapangan RT 02

(30)

Yusri

2. Penginputan data di aplikasi Survey123

3. Rekapitulasi data IP4T

4. Pembuatan laporan PKL IP4T Bab 1, 2, 3, dan 4

6. Rizal Marefa Ardian

P. 23325159

1. Survey lapangan RT 02 dan Blok Sawah

2. Penginputan data di aplikasi Survey123

3. Rekapitulasi data IP4T

4. Pembuatan laporan PKL IP4T Bab 1, 2, 4, dan 5.

7. Naury Risky

Nugraha 23324678

1. Survey lapangan RT 02 2. Penginputan data di aplikasi

Survey123

3. Rekapitulasi data IP4T

4. Pembuatan laporan PKL IP4T Bab 1, 2, 3, 4, dan 5.

8. Ferdian Mahardika 23324715

1. Survey lapangan RT 02 2. Penginputan data di aplikasi

Survey123

3. Rekapitulasi data IP4T

4. Pembuatan laporan PKL IP4T Bab 1, 2, dan 4.

Sumber: Pembagian Tugas oleh Ketua Kelompok 60

(31)

4. Jadwal Kegiatan

Jadwal kegiatan memiliki fungsi mengatur waktu agar target yang ingin dicapai sesuai dengan waktu yang ditentukan. Kegiatan dilaksanakan selama 11 hari dimulai dari tanggal 3 Juni sampai dengan 13 Juni 2024.

Tabel 4.7 Tabel Jadwal Kegiatan Kelompok 60

No. Rencana Kerja Hari

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

1. Pengarahan dan orientasi kegiatan PKL 2. Inventarisasi data awal 3. Penyusunan rencana

kerja kelompok

4. Orientasi batas RT, RW, dan Dukuh

5. Inventarisasi data IP4T 6. Pengolahan dan

pembuatan peta 7. Pembuatan dan

penyusunan laporan hasil PKL

8. Responsi

Sumber: Pelaksanaan Pekerjaan oleh Kelompok 60

B. Pengolahan Data P4T

1. Data yang digunakan dan Sumber Data

Kegiatan IP4T (Inventarisasi Penguasaan, Pemilikan, Penggunaan, dan Pemanfaatan Tanah) dilaksanakan langsung di Padukuhan Moyudan, Kalurahan Sumberrahayu, Kapanewon Moyudan, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Teknik pengumpulan data yaitu melalui pengamatan wilayah Dukuh Moyudan yang menjadi lokasi pelaksanaan Kegiatan IP4T, wawancara (interview) dengan Kepala Padukuhan Moyudan, Ketua RW 15, Ketua RT 02 serta masyarakat Padukuhan Moyudan khususnya RT 02 RW 15.

Sumber Data dikelompokkan menjadi data primer dan data sekunder. Data primer yaitu data yang diambil langsung, tanpa perantara dari sumbernya (Sugiyono, 2017, p. 137). Data primer merupakan data utama yang terjadi langsung

(32)

dari pengamatan dan informan, berkaitan dengan realitas dilapangan, seperti wawancara langsung dengan informan yakni Kepala Padukuhan Moyudan, Ketua RW 15, Ketua RT 02 serta masyarakat Padukuhan Moyudan khususnya RT 02.

Sedangkan data sekunder yakni data-data yang diambil secara tidak langsung dari sumbernya (Soehartono, 2011, p. 87). Data sekunder yaitu data yang berfungsi sebagai pelengkap yang biasa diperoleh dari berbagai sumber seperti melalui dokumen, peta, maupun catatan-catatan lainnya. Data tersebut dibagi menjadi dua jenis, yaitu sebagai berikut:

a. Data spasial yaitu data yang memiliki referensi geografis atas representasi obyek di bumi. Data spasial yang digunakan meliputi:

1) Foto udara yang disediakan oleh instruktur.

2) Shp batas administrasi dimulai dari batas RT, Padukuhan, dan Kalurahan yang diperoleh dari hasil survei maupun penunjukan on screen oleh Kepala Padukuhan.

3) Shp batas administrasi Kapanewon dan Kabupaten yang diperoleh dari file SHP Peta RBI Kabupaten Sleman.

4) Shp bidang tanah pada Kalurahan Sumberrahayu yang disediakan oleh Instruktur.

5) Shp unsur geografis alami dan buatan yang ada di Padukuhan Moyudan, Kalurahan Sumberahayu.

6) Titik hasil survei pada setiap bidang tanah yang di survei.

b. Data non spasial atau atribut adalah data berbentuk tabel yang berisi informasi- informasi yang terkandung pada data spasial. Data tersebut berbentuk tabulasi yang terintegrasi dengan data spasial. Data tersebut dapat diperoleh setelah dilakukan survey menggunakan ArcGIS Survey123 yang di export dalam bentuk excel (.xlsx) maupun attribute table (.shp). Data non spasial yang digunakan meliputi:

1) Informasi penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah, serta pendataan rumah tangga yang diperoleh dari hasil survei.

2) Data mengenai kependudukan yang diperoleh dari website sumberrahayu.

3) Panduan PKL II P4T Tahun 2024.

2. Metode Analisis Data dan Pengolahan Data

(33)

Sebelum dilakukan analisis terlebih dahulu dilakukan pengumpulan data P4T dengan melakukan survei lapangan. Kemudian menggabungkan data non spasial dengan data spasial. Apabila terdapat data P4T yang masih kosong menggunakan data sekunder yang didapat dari DHKP (Daftar Himpunan Ketetapan Pajak) dan data Geoportal Pertanian Kabupaten Sleman. Hasil dari penggabungan data non spasial dengan data spasial membentuk basis data. Selanjutnya metode analisis data yakni dengan menganalisis basis data sehingga dapat menghasilkan bentuk hubungan penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah.

Berikut langkah-langkah pengolahan data yang dilakukan oleh kelompok 60:

a. Penentuan batas administrasi RT, RW dan Padukuhan serta wilayah kerja regu.

1) Peta Kerja yang telah disediakan oleh Instruktur ternyata tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Sehingga sebelum dilakukan survei perlu dilakukan tracking ulang batas Dukuh.

2) Disamping itu juga dilakukan penentuan batas administrasi RT dan RW.

Penentuan batas administrasi RT dan RW dilakukan dengan penentuan oleh Pak Dukuh dengan menunjukkan batas-batas di base map yang diikuti dengan digitasi on screen. Batas antar RT dan RW bervariasi ada yang berupa jalan, sungai, dan batas bidang.

3) Pembuatan peta kerja regu dengan melakukan clip pada tool geoprocessing pada bidang tanah Kalurahan Sumberrahayu dengan batas RT. Untuk Regu 60 mendapat wilayah kerja RT 02 RW 15 sejumlah bidang tanah dengan rincian bidang tanah permukiman dan bidang tanah persawahan.

4) Kemudian hasil clip dilakukan topologi guna menghilangkan gap dan overlap.

b. Survei Lapangan

1) Menyiapkan aplikasi ArcGIS Survey123 beserta formulirnya.

2) Melakukan wawancara dari rumah ke rumah sekaligus menginput data dengan ArcGIS Survey123. Apabila terdapat kendala proses wawancara didampingi oleh Pak Dukuh ataupun Pak RT. Saat melakukan penginputan hasil wawancara, penempatan titik disesuaikan dengan bidang tanah yang sedang di data dengan lokasi saat di lakukan pendataan (titik harus berada di tengah-tengah bidang tanah yang sedang di data).

c. Editing data non spasial atau atribut

(34)

1) Setiap hari Koordinator Desa akan mengirimkan hasil rekapan survei per satu hari dalam bentuk .xlsx kepada Koordinator Dukuh. Kemudian Koordinator Dukuh menyampaikan kepada Koordinator Regu. Selanjutnya Koordinator Regu beserta anggota regu memperbaiki apabila terdapat data yang kurang lengkap dan juga memiliki back up data.

2) Setelah survei selesai, Koordinator Desa membagikan data hasil survei berupa titik survei dalam bentuk .shp. Titik tersebut di clip pada tool geoprocessing berdasarkan wilayah kerja masing-masing regu, kemudian attribute table dari dari titik tersebut dilakukan editing.

3) Mengisi yang masih kurang lengkap, memperbaiki yang salah, dan menghapus titik yang lebih dari satu dalam satu bidang.

d. Penggabungan data non spasial dengan data spasial

Data non spasial digabungkan dengan data spasial menggunakan Spatial Join pada tool Analysis. Kemudian membentuk basis data yang dapat dilakukan analisis.

C. Pengolahan dan Analisis Data P4T

1. Gambaran Umum Administrasi Padukuhan

Gambar 4.6 Peta Administrasi Padukuhan Moyudan Sumber : Survei PKL IP4T Padukuhan Moyudan

(35)

Peta Administrasi Padukuhan merupakan peta yang memuat informasi penting dan data teknis yang diperlukan dalam suatu padukuhan untuk mengetahui letak dan batas suatu wilayah. Di dalam peta administrasi terdapat informasi batas- batas administratif suatu wilayah, mulai batas administrasi terkecil sampai dengan terbesar seperti batas RT, batas RW, batas padukuhan, batas desa, batas kecamatan, batas kabupaten, batas provinsi, dan batas negara. Selain itu, peta tersebut juga memuat sarana seperti jalan, drainase, sarana prasarana, dan keadaan alam pada dusun dan lain-lain.

Padukuhan Moyudan merupakan Padukuhan di Kalurahan Sumberrahayu Kapanewon Moyudan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Secara administrasi, Padukuhan Moyudan berbatasan langsung dengan dukuh lainnya, perbatasannya sebagai berikut:

1. Sebelah Utara : Dukuh Kembangan II dan Dukuh Sangubanyu.

2. Sebelah Selatan : Dukuh Gamplong I, Dukuh Gamplong IV, Dukuh Gamplong V

3. Sebelah Barat : Dukuh Barepan, Dukuh Dagen

4. Sebelah Timur : Dukuh Gamplong III dan Dukuh Gamplong V

Padukuhan Moyudan sendiri terbagi menjadi 2 RW yaitu RW 15, RW 16 dan terbagi menjadi 5 RT yakni RT 1, 2, 3, 4, dan 5. Untuk kegiatan PKL II IP4T Tahun 2024 kelompok 60 mendapatkan tugas di Padukuhan Moyudan RT 02/RW 15 dan sebagian dari blok sawah Padukuhan Moyudan. Pada Padukuhan Moyudan terdapat sarana dan prasarana di bidang pendidikan. Selain itu terdapat pula sarana dan prasarana rumah ibadah seperti masjid dan mushola serta Kantor Kalurahan Sumberrahayu berada pada Padukuhan Moyudan.

2. Pemilikan Tanah

Tabel 4.8 Tabel Persentase Bidang dan Luasan Pemilikan Tanah Padukuhan Moyudan

No Tanah

Jumlah Bidang Luasan Jumlah

(Bidang) % Luas

(Ha) %

1. Lainnya 22 2,81% 1,183 2,00%

2. Sultan Ground 1 0,13% 0,221 0,37%

3. Tanah Belum Terdaftar (Tanah

Adat) 86 10,98

% 4,614 7,80%

4. Tanah Kas Desa 5 0,64% 2,056 3,48%

5. Tanah Terdaftar 669 85,44

% 51,057 86,34%

(36)

Sumber : Survei PKL IP4T Padukuhan Moyudan

Gambar 4.7 Peta Pemilikan Tanah Padukuhan Moyudan Sumber : Survei PKL IP4T Padukuhan Moyudan

Pemilikan tanah adalah konsep hukum yang menggambarkan hubungan yang ada antara pemilik dan tanah yang dimiliki. Ini tidak hanya tentang kepemilikan fisik, tetapi juga tentang hak dan kewajiban yang terkait dengan tanah tersebut. Pemilikan tanah dapat dilakukan oleh individu, kelompok, atau badan hukum, dan biasanya dilengkapi dengan bukti kepemilikan yang baik. Buku tanah atau data resmi yang tercatat di pemerintah adalah bukti utama untuk menunjukkan kepemilikan tanah. Namun, ada juga beberapa situasi di mana pemilikan tanah dapat terjadi tanpa bukti tersebut, seperti melalui warisan atau pembagian tanah.

Pemilikan tanah juga memiliki dampak besar dalam konteks hukum keuangan dan perencanaan wilayah, karena mempengaruhi hak atas permintaan kredit, pembangunan, dan penggunaan lahan.

Pada Tabel diatas ada Total 783 bidang yang terdapat di Padukuhan Moyudan, Kalurahan Sumberrahayu, dengan 1 bidang Sultan Ground dengan luas 2211 m², Tanah Belum Terdaftar (Tanah Adat) sebanyak 86 bidang dengan luas 46141 m², Tanah Kas Desa sebanyak 5 bidang dengan luas 20565 m², Tanah

(37)

terdaftar sebanyak 669 bidang dengan luas 510577 m², dan terakhir Tanah Lainnya sebanyak 22 bidang dengan luas 11838 m².

Berdasarkan gambar di atas, kepemilikan tanah di Padukuhan Moyudan sebagian besar telah terdaftar. Hal tersebut sebagai dampak dari pelaksanaan kegiatan PTSL dan PRONA di Kalurahan Sumberrahayu serta tingginya pemahaman akan pentingnya sertipikat tanah sebagai alat bukti kepemilikan tanah yang kuat pada masyarakat Padukuhan Moyudan.

3. Penguasaan Tanah

Gambar 4.8 Peta Penguasaan Tanah Padukuhan Moyudan Sumber : Survei PKL IP4T Padukuhan Moyudan

Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2004 menyatakan bahwa penguasaan tanah merupakan hubungan hukum antara orang per orang, kelompok orang, atau badan hukum tertentu, seperti sewa, gadai, hak milik, atau hubungan hukum lainnya yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dengan objek tanah.

Berdasarkan data survei PKL IP4T Tahun 2024, penguasaan untuk tanah di Padukuhan Moyudan, Kalurahan Sumberrahayu, Kapanewon Moyudan, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta cukup beragam, antara lain yang dikuasai oleh pemilik tanahnya sendiri sebanyak 587 bidang tanah seluas 37.200 m², dikuasai oleh Badan Hukum sebanyak 4 bidang tanah dengan luas 5.940 m², dikuasai bersama sebanyak 8 bidang tanah dengan luas 1.680 m² dan yang

(38)

dikuasai bukan pemilik sebanyak 162 bidang tanah. Penguasaan bukan pemilik ini terbagi menjadi 5 kategori, yakni digarap oleh orang lain/penggarap sebanyak 119 bidang tanah dengan luas 8.553 m², untuk Pinjam Pakai sebanyak 1 bidang tanah seluas 980 m², disewakan sebanyak 16 bidang tanah dengan luas 13.390 m² dan lainnya sebanyak 26 bidang tanah dengan luas 9.610 m². Adapun beberapa bidang tanah yang tidak ada data penguasaannya yaitu sebanyak 2 bidang tanah dengan luas 1.030 m². Data-data dari uraian di atas dapat dilihat dalam tabel di bawah ini.

Tabel 4.9 Tabel Persentase Bidang dan Luasan Penguasaan Tanah Padukuhan Moyudan

No Jenis Penguasaan Tanah

Jumlah Bidang Luasan

Jumlah

(Bidang) % Luas

(Ha) %

1 Pemilik 587 74,968

% 37,200 62,908%

2 Badan Hukum 4 0,511% 0,594 1,005%

3 Bersama/Ulayat 8 1,022% 0,168 0,284%

4 Bukan Pemilik (Lainnya) 26 3,321% 0,961 1,624%

5 Bukan Pemilik

(Penggarap) 119 15,198

% 8,553 14,464%

6 Bukan Pemilik (Pinjam

Pakai) 1 0,128% 0,098 0,166%

7 Bukan Pemilik (Sewa) 16 2,043% 1,339 2,265%

8 Pemerintah 20 2,554% 10,117 17,109%

9 Tidak ada Penguasaan

Tanah 2 0,255% 0,103 0,174%

Sumber : Survei PKL IP4T Padukuhan Moyudan

Dari Hasil klasifikasi penguasaan tanah tersebut di tampilkan ke sebuah peta yang dimana Peta penguasaan tanah tersebut dapat dijadikan gambar awal persebaran bidang tanah berdasarkan jenis penguasaannya. Peta Penguasaan Tanah yang telah dibuat memuat legenda yang berisi jenis penguasaan atas bidang tanah yang telah diklasifikasikan menjadi sembilan jenis, yaitu penguasaaan tanah oleh P emilik, Badan Hukum, Bersama/Ulayat, Bukan Pemilik (Lainnya), Bukan Pemilik (Penggarap), Bukan Pemilik (Pinjam Pakai), Bukan Pemilik (Sewa), Pemerintah, dan Tidak ada Penguasaan Tanah Klasifikasi penguasaan atas bidang tanah yang dimuat di dalam legenda peta tersebut dapat membantu pembaca peta untuk mengetahui jenis penguasaan atas tanah yang mendominasi di Padukuhan tersebut.

(39)

4. Struktur Penguasaan Tanah

Gambar 4.9 Peta Struktur Penguasaan Tanah Padukuhan Moyudan Sumber : Survei PKL IP4T Padukuhan Moyudan

Peta struktur penguasaan tanah berisi klasifikasi penguasaan tanah berdasarkan luasan bidang tanah yang dikelompokkan berdasarkan range yang terbagi menjadi unsur administrasi, unsur geografis dan klasifikasi Luas.

Pengolahan peta struktur penguasaan tanah dengan data field “PENGUASAAN”

dan field “LUAS BIDANG TANAH”.

Di Padukuhan Moyudan Sebagian besar terdiri dari luas yang berkisaran 1- 1500 m² dikarenakan sebagian tanah disana masih banyak permukiman warga.

Dalam Padukuhan Moyudan kira-kira luas didaerah sana tidak lebih dari 1500 m².

Dengan luas 1501-3000 m² biasanya itu masuk dalam kawasan persawahan/pertanian dan dengan luas 3001 - 4000 m² Kawasan disana dijadikan tempat persawahan untuk usaha maupun produksi dalam jumlah yang banyak.

Dengan ini kita dapat disimpulkan dengan penguasaan tanah terbanyak pada luas bidang tanah 1–1000 m². Kebanyakan luas kedua dikawasan itu dipeta ditandai warna hijau kekuningan dengan luas sekitar 1001-2500 m². Untuk luas di Padukuhan Moyudan yang memiliki sedikit bidang tanah dan luas diatas 2501- 4000 m² hanya sebagian saja/bisa dibilang paling sedikit. Jadi dapat dikatakan

(40)

bahwa di Padukuhan Moyudan luasan penguasaan bidang tanah tidak terlalu besar walaupun itu di daerah persawahan.

5. Penggunaan Tanah

Tabel 4.10 Tabel Persentase Bidang dan Luasan Penggunaan Tanah Padukuhan Moyudan

Sumber : Survei PKL IP4T Padukuhan Moyudan

Menurut data penggunaan tanah Padukuhan Moyudan menunjukkan jumlah bidang paling banyak adalah pada bidang pertanian dengan jumlah 498 bidang memiliki persentase 63,60% dan luas tanah paling terbanyak adalah pada luas pertanian yaitu 43,3757531 dengan persentase 73,35% yang dimana akses tersebut untuk pemakaian bertani.

Pada saat survei lapangan P4T rata-rata tanah tersebut mempunyai tanah terdaftar dan dapat digunakan sebagai pengelola petani bagi masyarakat dan menghidupkan perekonomian agar daerah tersebut tumbuh subur lahan penggunaan dan dapat meningkatkan efektifitas bagi para desa sekitar.

No Jenis Penggunaan Tanah

Jumlah Bidang Luasan

Jumlah

(Bidang) % Luas (Ha) %

1 Peternakan 2 0,26% 0,10752803 0,18%

2 Ekonomi/Jasa 10 1,28% 0,61839438 1,05%

3 Pemerintahan 1 0,13% 0,20406243 0,35%

4 Fasilitas Umum /

Sosial 9 1,15% 1,12061345 1,90%

5 Pertanian 498 63,60% 43,3757531 73,35%

6 Tanah Terbuka 48 6,13% 2,43508961 4,12%

7 Perairan Darat 2 0,26% 0,04483747 0,08%

8 Permukiman 187 23,88% 8,95735966 15,15%

9 Industri 26 3,32% 2,26977146 3,84%

(41)

Gambar 4.10 Peta Penggunaan Tanah Padukuhan Moyudan Sumber : Survei PKL IP4T Padukuhan Moyudan

6. Pemanfaatan Tanah

Tabel 4.11 Tabel Persentase Bidang dan Luasan Pemanfaatan Tanah Padukuhan Moyudan

No Jenis Pemanfaatan Tanah

Jumlah Bidang Luasan

Jumlah

(Bidang) % Luas

(Ha) %

1. Pemanfaatan Produksi Pertanian 476 60,79% 42,076 71,16%

2. Pemanfaatan Produksi Perikanan 3 0,38% 0,1407 0,24%

3. Pemanfaatan Produksi

Peternakan 2 0,26% 0,107 0,18%

4. Pemanfaatan Tempat Tinggal 142 18,14% 7,341 12,42%

5. Pemanfaatan Usaha/Jasa 35 4,47% 2,838 4,80%

6. Pemanfaatan Fasum/Fasos 9 1,15% 1,117 1,89%

7. Pemanfaatan Pemerintahan 1 0,13% 0,204 0,35%

8. Tidak ada Pemanfaatan Tanah 115 14,69% 5,307 8,97%

Sumber : Survei PKL IP4T Padukuhan Moyudan

Peta pemanfaatan tanah adalah peta yang menggambarkan informasi tentang berbagai penggunaan dan pemanfaatan tanah di suatu wilayah. Dalam pengolahan peta pemanfaatan tanah, data mengenai penggunaan tanah diklasifikasikan menjadi beberapa kategori, termasuk untuk tempat tinggal, produksi pertanian, kegiatan ekonomi, usaha jasa, fasilitas sosial, fasilitas umum, dan tanah yang tidak memiliki pemanfaatan tertentu. Peta ini membantu kita

(42)

memahami bagaimana tanah digunakan dan didistribusikan di suatu daerah, serta memantau perubahan penggunaan tanah seiring waktu.

Dapat diketahui pada tabel diatas di Padukuhan Moyudan, Kalurahan Sumberrahayu terdapat 783 bidang tanah dengan luas 602501 m². Untuk Pemanfaatan Produksi Pertanian terdapat 476 bidang tanah dengan total luas 420764 m² yang dimanfaatkan untuk sektor pertanian. Untuk Pemanfaatan Produksi Perikanan 3 bidang dengan luas 1407 m² yang dimanfaatkan sebagai kolam ikan dan produksi perikanan lainnya. Untuk Pemanfaatan Produksi Peternakan 2 bidang tanah dengan luas 1075 m² untuk kegiatan produksi peternakan. Pemanfataan Tempat Tinggal terdapat 142 bidang dengan luas 73416 m² dimanfaatkan sebagai tempat tinggal. Untuk Pemanfaatan Usaha/Jasa terdapat 35 bidang dengan luas 28385 m² sebagai Pemanfaatan Usaha/Jasa seperti Pertokoan dan jasa lainnya. Untuk Pemanfaatan Fasum/Fasos terdapat 9 bidang dengan luas 11171 m² yang meliputi fasilitas umum. Pemanfaatan pemerintahan ada 1 bidang dengan luas 2040 m² yaitu hanya Bangunan Kalurahan Sumberrahayu dan di Padukuhan Moyudan terdapat 115 Bidang yang tidak ada pemanfaatan tanah nya dengan luas 53072 m².

Gambar 4.11 Peta Pemanfaatan Tanah Padukuhan Moyudan Sumber : Survei PKL IP4T Padukuhan Moyudan

(43)

7. Potensi Sengketa, Konflik, dan Perkara

Tabel 4.12 Tabel Persentase Bidang dan Luasan SKP Padukuhan Moyudan

Sumber : Survei PKL IP4T Padukuhan Moyudan

Sengketa, Konflik, dan Perkara pertanahan yang disingkat dengan SKP mempunyai pengertian masing-masing yaitu, sengketa adalah perselisihan pertanahan antara orang perseorangan, badan hukum, atau lembaga yang tidak berdampak luas secara sosio-politis. Konflik pertanahan adalah perselisihan pertanahan antara orang perseorangan, kelompok, golongan, organisasi, badan hukum, atau lembaga yang mempunyai kecenderungan atau sudah berdampak luas secara sosio-politis. Perkara pertanahan adalah perselisihan tanah yang penanganan dan penyelesaiannya melalui Lembaga peradilan.

Berdasarkan data baik berupa tabel dan peta untuk potensi sengketa, konflik, dan perkara di Padukuhan Moyudan lebih banyak yang tidak berkonflik daripada yang berkonflik, hal ini dikarenakan adanya batas tanah yang jelas antara tanah satu dengan tanah lainnya. Dari 783 bidang tanah di Padukuhan Moyudan, terdapat 774 bidang tanah di Padukuhan Moyudan dengan luas 58,94075311 Ha terbukti tidak berkonflik sedangkan 9 bidang tanah yang memiliki luas 0,192656456 Ha dengan status konflik. Hal ini juga dibuktikan dengan rasio persen, dimana 98,85% bidang tanah di Padukuhan Moyudan berstatus tidak berkonflik dan 1,15% bidang tanah berstatus konflik. Dari luasan tanah di Padukuhan Moyudan 99,67% luas tanah tidak berkonflik sedangkan 0,33% luas Tanah di Padukuhan Moyudan berstatus konflik.

No

. Status Tanah Jumlah Bidang Luasan

Jumlah (Bidang) % Luas (Ha) %

1. Tidak SKP 774 98,85

% 58,9407531

1 99,67

%

2. Sengketa 9 1,15% 0,19265645

6 0,33%

(44)

Gambar 4.12 Peta Sebaran Potensi SKP Padukuhan Moyudan Sumber : Survei PKL IP4T Padukuhan Moyudan

8. Potensi Tanah Objek Reforma Agraria (TORA)

Tabel 4.13 Tabel Persentase Bidang dan Luasan Potensi TORA Padukuhan Moyudan

Sumber : Survei PKL IP4T Padukuhan Moyudan

TORA (Tanah Objek Reforma Agraria) didefinisikan sebagai tanah yang dikuasai oleh negara dan/atau tanah yang telah dimiliki oleh masyarakat untuk diredistribusi atau dilegalisasi. Berdasarkan tabel hasil analisa di atas, dapat dilihat bahwa di Padukuhan Moyudan, 99,01% tanahnya bukan potensi TORA dan 0.99%

tanah Absentee. Melihat persentase tersebut, hampir semua bidang tanah yang ada di Padukuhan Moyudan bukan merupakan Potensi TORA. Hal itu dikarenakan kepemilikan tanah di Padukuhan Moyudan sebagian besar dimiliki langsung oleh orang yang tinggal di Kalurahan Sumberrahayu baik itu pekarangan maupun sawah. Sehingga sangat sedikit tanah absentee yang terletak di Padukuhan Moyudan.

N

o Potensi

Jumlah Bidang Luasan

Jumlah

(Bidang) % Luas (Ha) %

1 Bukan Potensi TORA 774 98,85

% 58,5496868 99,01

%

2 Tanah Absentee 9 1,15% 0,58372276

5 0,99%

(45)

Gambar 4.13 Peta Sebaran Potensi TORA Padukuhan Moyudan Sumber : Survei PKL IP4T Padukuhan Moyudan

9. Perolehan Tanah

Tabel 4.14 Tabel Persentase Bidang dan Luasan Perolehan Tanah Padukuhan Moyudan

No Jenis Perolehan Tanah

Jumlah Bidang Luasan

Jumlah

(Bidang) % Luas (Ha) %

1 Warisan 649 82,88% 48,94776525 82,77%

2 Hibah 30 3,83% 2,922850469 4,94%

3 Jual Beli 104 13,28% 7,262793848 12,28%

Sumber : Survei PKL IP4T Padukuhan Moyudan

Perolehan tanah adalah langkah yang dapat dilakukan oleh pihak swasta yang memerlukan bidang tanah untuk menunjang pembangunan. Perolehan tanah dilaksanakan melalui cara musyawarah dan mufakat dengan pemilik atau pemegang hak atas tanah yang bersangkutan. Perolehan tanah di Kalurahan Sumberrahayu, khususnya pada Padukuhan Moyudan dibagi menjadi tiga, yaitu Warisan, Hibah, dan Jual-Beli. Pada tabel diatas analisis Perolehan Tanah Padukuhan Moyudan dapat diketahui bahwa perolehan tanah untuk pemukiman sebanyak 783 bidang tanah dengan total luas 59.133409567 Ha. Perolehan waris ini 649 merupakan perolehan tanah terbanyak dari 783 bidang tanah yang ada di Padukuhan Moyudan. Perolehan tanah hibah tidak mendominasi pada Padukuhan Moyudan. Dibandingkan dengan perolehan tanah untuk warisan dan jual-beli justru lebih banyak yaitu 649 dan 104 bidang tanah dengan luas 59.133409567 Ha.

(46)

Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat penduduk Padukuhan Moyudan lebih memilih untuk mewariskan dari pada hibah dan jual-beli. Untuk perolehan tanah warisan didominasi oleh anak dan cucu warga sekitar. Banyaknya pendatang seperti orang perantauan yang memilih jual-beli diwilayah ini. Data-data dari uraian di atas dapat dilihat dalam tabel Perolehan Tanah diatas.

Berdasarkan tabel di atas, dapat dilihat bahwa perolehan tanah di lokasi PKL II IP4T kelompok 60, Padukuhan Moyudan, Kalurahan Sumberrahayu, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta didominasi oleh permukiman yang berupa tanah warisan. Jumlah tanah permukiman yang berupa warisan sebanyak 649 bidang dengan perbandingan 83% dari total seluruh bidang di Padukuhan Moyudan. Disusul dengan perolehan tanah sebagai hibah dan jual- beli. Hal ini membuktikan data yang telah dipaparkan sebelumnya, bahwa di Padukuhan Moyudan banyak tanah warisan yang telah dialihfungsikan menjadi permukiman.

Gambar 4.14 Peta Perolehan Tanah Padukuhan Moyudan Sumber : Survei PKL IP4T Padukuhan Moyudan

(47)

10. Persebaran Asuransi Kesehatan

Gambar 4.15 Peta Sebaran Asuransi Kesehatan Padukuhan Moyudan Sumber : Survei PKL IP4T Padukuhan Moyudan

Asuransi Kesehatan dapat memberikan manfaat seperti biaya rawat inap, rawat jalan, pembedahan, rawat gigi, pemeriksaan kesehatan preventif, rawat darurat, dan perawatan kesehatan. Dengan memiliki asuransi kesehatan dapat hidup dengan tenang tanpa khawatir keuangan terganggu akibat biaya kesehatan yang semakin tinggi. Pada Padukuhan Moyudan rata-rata warga memiliki asuransi kesehatan yang disediakan oleh pemerintah yaitu BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) dan hanya ada beberapa warga yang sama sekali tidak mempunyai asuransi kesehatan.

Gambar

Gambar 3.1 Grafik Perbandingan Laki-Laki dan Perempuan Sumber: Data Kependudukan Padukuhan Moyudan Tabel 3.1 Tabel Jumlah Jiwa Laki-Laki dan Perempuan
Gambar 3.2 Grafik Pekerjaan Padukuhan Moyudan Sumber: Data Kependudukan Padukuhan Moyudan Tabel 3.2 Tabel Pekerjaan Padukuhan Moyudan
Gambar 3.3 Grafik Agama Padukuhan Moyudan Sumber: Data Kependudukan Padukuhan Moyudan
Tabel 3.3 Tabel Agama Padukuhan Moyudan
+7

Referensi

Dokumen terkait