• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengujian Hipotesis

BAB IV BAB IV

B. Analisis Hasil Penelitian

3. Pengujian Hipotesis

Dengan kata lain kontribusi praktik self assessment system (Y1) persepsi atas korupsi (X1), persepsi atas pelayanan fiskus (X2), dan persepsi atas sanksi pajak (X3) terhadap kepatuhan pajak sebesar 62%.

Begitu pula halnya pengaruh tidak langsung masing-masing variabel persepsi atas korupsi (X1), persepsi atas pelayanan fiskus (X2), dan persepsi atas sanksi pajak (X3) terhadap kepatuhan pajak (Y2) melalui praktik self assessment system (Y1), semuanya signifikan dan kontribusi terbesarnya adalah variabel persepsi atas korupsi (X1).

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh langsung dan tak langsung dari variabel eksogen yang terdiri dari variabel persepsi atas korupsi (X1), persepsi atas pelayanan fiskus (X2), dan persepsi atas sanksi pajak (X3) terhadap kepatuhan pajak (Y2) dan terbukti bahwa variabel praktik self assessment system (Y1) merupakan variabel intervening (variabel perantara).

sebesar 1,19 (positif) sedangkan nilai t tabel untuk α = 0,05 sebesar 1,96.

Karena nilai t hitung lebih kecil dari t tabel maka hasilnya tidak signifikan.

Ini menunjukkan bahwa H0 diterima dan Ha ditolak. Artinya tidak ada pengaruh antara persepsi atas pelayanan fiskus terhadap kepatuhan wajib pajak. Dengan demikian hipotesis kedua dalam penelitian ini tidak dapat dibuktikan. Sehingga persepsi atas pelayanan fiskus tidak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak.

c. Pengaruh Persepsi Atas Sanksi Pajak Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak

Dalam penelitian ini hipotesis ketiga yang dirumuskan adalah persepsi atas sanksi pajak (X3) berpengaruh positif terhadap kepatuhan wajib pajak (Y2). Hasil pengujian dengan LISREL 8.70 diperoleh nilai t hitungsebesar 2,72 (positif) sedangkan nilai t tabel untuk α = 0,05 sebesar 1,96. Karena nilai t hitung lebih besar dari t tabel yang berarti signifikan, sehingga Ha diterima dan H0 ditolak. Artinya ada pengaruh persepsi atas sanksi pajak terhadap kepatuhan wajib pajak. Sehingga hipotesis ketiga dalam penelitian ini dapat dibuktikan. Dengan demikian persepsi atas sanksi pajak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak dalam memenuhi kewajiban perpajakan.

d. Pengaruh Persepsi Atas Korupsi Terhadap Praktik Self Assessment System

Dalam penelitian ini hipotesis keempat yang dirumuskan adalah persepsi atas korupsi (X1) pengaruh negatif terhadap praktik self assessment system (Y1). Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan LISREL 8.70 diperoleh t hitung sebesar -2,93 (negatif) sedangkan nilai t tabel pada α = 0,05 sebesar 1,96. Karena nilai t hitung lebih besar dari t tabel maka Ha

diterima dan H0 ditolak. Artinya ada pengaruh antara persepsi atas korupsi terhadap praktik self assessment system. Dengan demikian hipotesis keempat dalam penelitian ini dapat dibuktikan. Sehingga persepsi atas korupsi berpengaruh terhadap praktik self assessment system.

e. Pengaruh Persepsi Atas Pelayanan Fiskus Terhadap Praktik Self Assessment System

Hipotesis kelima yang dirumuskan dalam penelitian ini adalah persepsi atas pelayanan fiskus (X2) berpengaruh positif terhadap praktik self assessment system (Y1). Dari hasil perhitungan dengan LISREL 8.70 diperoleh nilai t hitung sebesar 2,07 (positif) sedangkan nilai t tabel untuk α

= 0,05 sebesar 1,96. Karena nilai t hitung lebih besar dari nilai t tabel dan hasilnya signifikan, maka Ha diterima dan H0 ditolak. Artinya terdapat pengaruh persepsi atas pelayanan fiskus terhadap praktek self assessment system. Sehingga hipotesis kelima dalam penelitian ini dapat dibuktikan.

Dengan demikian persepsi atas pelayanan fiskus berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak

f. Pengaruh Persepsi Atas Sanksi Pajak Terhadap Praktik Self Assessment System

Dalam penelitian ini hipotesis keenam yang dirumuskan adalah persepsi atas sanksi pajak (X3) berpengaruh positif terhadap praktik self assessment system (Y1). Dari hasil perhitungan diperoleh nilai t hitung sebesar 1,96 (positif) sedangkan nilai t tabel untuk α = 0,05 sebesar 1,96.

Karena nilai t hitung sama dengan t tabel berarti Ha diterima dan Ho ditolak. Artinya terdapat pengaruh persepsi atas sanksi pajak terhadap praktek self assessment system. Dengan demikian hipotesis keenam dalam penelitian ini dapat dibuktikan. Dengan demikian persepsi atas sanksi pajak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak.

g. Pengaruh Praktik Self Assessment System Terhadap Kepatuhan Pajak Dalam penelitian ini hipotesis ketujuh yang dirumuskan adalah praktik self assessment system (Y1) berpengaruh positif terhadap kepatuhan wajib pajak (Y2). Berdasarkan hasil perhitungan dengan LISREL 8.70 diperoleh nilai t hitung sebesar 3,22 (positif), sedangkan nilai t tabel untuk α

= 0,05 sebesar 1,96. Karena nilai t hitung lebih besar dari nilai t tabel dan hasilnya signifikan, maka Ha diterima dan H0 ditolak. Artinya terdapat

pengaruh pratek self assessment system terhadap kepatuhan wajib pajak.

Sehingga hipotesis ketujuh dalam penelitian ini dapat dibuktikan. Dengan demikian pratek self assessment system berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak.

h. Pengaruh Persepsi Atas Korupsi Terhadap Kepatuhan Pajak Melalui Praktik Self Assessment System

Dalam penelitian ini hipotesis kedelapan yang dirumuskan adalah praktik self assessment system (Y1) memediasi pengaruh persepsi atas atas korupsi (X1) terhadap kepatuhan wajib pajak (Y2). Dari tabel 4.29 diatas terlihat nilai koefisien jalur (loading factor) pengaruh persepsi atas korupsi terhadap kepatuhan pajak wajib pajak melalui praktek self assessment system adalah sebesar 0,187 dan nilai t hitung sebesar 2,106 sedangkan nilai t tabel untuk α = 0,05 sebesar 1,96. Karena nilai t hitung lebih besar dari t tabel berarti Ha diterima dan Ho ditolak. Ini menunjukkan bahwa praktik self assessment system memediasi pengaruh persepsi atas korupsi terhadap kepatuhan wajib pajak. Dengan demikian hipotesis yang diajukan dapat dibuktikan.

i. Pengaruh Persepsi Atas Pelayanan Fiskus Terhadap Kepatuhan Pajak Melalui Praktik Self Assessment System

Hipotesis kesembilan yang dirumuskan dalam penelitian ini adalah praktik self assessment system (Y1) memediasi pengaruh persepsi atas pelayanan fiskus (X2) terhadap kepatuhan wajib pajak (Y2). Dari hasil perhitungan koefisien jalur (loading factor) pengaruh persepsi atas pelayanan fiskus terhadap kepatuhan wajib pajak melalui praktik self assessment system (tabel 4.29) diperoleh nilai koefisien jalur (loading factor) sebesar 0,076 dan nilai t hitungsebesar 2,000 sedangkan nilai t tabel untuk α = 0,05 sebesar 1,96. Karena nilai t hitung lebih besar dari nilai t tabel berarti Ha diterima dan H0 ditolak. Ini berarti bahwa praktik self assessment system memediasi pengaruh persepsi atas pelayanan fiskus terhadap kepatuhan wajib pajak. Dengan demikian hipotesis yang diajukan

dalam penelitian ini dapat dibuktikan.

j. Pengaruh Persepsi Atas Sanksi Pajak Terhadap Kepatuhan Pajak Melalui Praktik Self Assessment System

Hipotesis kesepuluh yang dirumuskan dalam penelitian ini adalah praktik self assessment system (Y1) memediasi pengaruh persepsi atas sanksi pajak (X3) terhadap kepatuhan wajib pajak (Y2). Dari hasil perhitungan koefisien jalur (loading factor) seperti ditunjukkan pada tabel 4.29 diatas didapatkan nilai koefisien jalur sebesar 0,112 dan nilai t hitung sebesar 2,036, sedangkan nilai t tabel untuk α = 0,05 sebesar 1,96. Karena nilai t hitung lebih besar dari nilai t tabel berarti Ha diterima danH0 ditolak.

Ini berarti bahwa praktik self assessment system memediasi pengaruh persepsi atas sanksi pajak terhadap kepatuhan wajib pajak. Dengan demikian hipotesis kesepuluh dalam penelitian ini dapat dibuktikan.

Hasil uji hipotesis tersebut dapat diringkaskan dalam table 4.25 berikut ini :

Dokumen terkait