• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Pengujian Hipotesis

Tabel 4.13 Anova Table

ANOVA Table Sum of Squares

df Mean

Square

F Sig.

Pendapatan * Biaya Produksi

Between Groups

(Combined) 295.464 21 14.070 2.302 .005 Linearity 98.138 1 98.138 16.057 .000 Deviation from

Linearity

197.325 20 9.866 1.614 .074

Within Groups 427.841 70 6.112

Total 723.304 91

Hasil Linearitas:

Terdapat hubungan linear karena nilai Sig. Deviation From Linearity sebesar 0.074> 0.05. Maka, otomatis hubungan antara variabel biaya produksi terhadap pendapatan menjadi linear.

C. Pengujian Hipotesis

 Membandingkan nilai t hitung dengan t tabel Jika nilai t hitung > t tabel maka H0 ditolak.

Jika nilai t hitung < t tabel maka Ha diterima.

Tabel 4.14 Skor Klasifikasi

Skor Klasifikasi

80,01%-100% Sangat Baik

68,01%-84,00% Baik

52,01%-68,00% Cukup

36,01%-52,00% Buruk

20,00%-36,00% Sangat Buruk46 a. Pendapatan Petani Jagung (Y)

Tabel 4.15

Uji One Sample T-Test Pendapatan

One-Sample Test

Test Value = 65 T Df Sig. (2-tailed) Mean

Difference

95% Confidence Interval of the Difference

Lower Upper

Pendapatan -157.068 91 .000 -45.609 -46.19 -45.03

Sumber Data diolah menggunakan SPSS versi 21

Berdasarkan hasil dari one sample t-test diatas dengan taraf kepercayaan 95%

dilihat bahwa thitung adalah -157.068 dan signifikansi 0,000. Maka nilai dari thitung (-

46 Sugiyono, Metode Penelitian Bisnis (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D), (Bandung: Alfabeta, 2009), h. 135

157.068) < ttabel (1,661) maka H0 diterima dan nilai signifikansi (0,000) < 0,05 maka Ha diterima. Adapun hasil minus (-) yang didapatkan merupakan ketentuan, jika lebih besar dari nilai signifikan maka H0 ditolak. Adapun yang menjadi H0 pada penelitian ini yaitu Pendapatan Petani Jagung di Desa Benteng Paremba Pinrang baik dalam mengambil biaya produksi karena sebesar > 65%. Jadi, berada pada kategori baik yaitu pada skor klasifikasi 68,01% - 84,00%.

b. Koefisien Korelasi Product Moment

Koefisien korelasi untuk mengetahui hubungan variabel bebas (X) dengan variabel terikat (Y). Adapun variabel bebas pada penelitian ini yaitu Biaya Produksi sedangkan variabel terikat yaitu Pendapatan Petani Jagung.

a) H0 = Tidak terdapat hubungan positif dan signifikan antara biaya produksi dengan pendapatan petani jagung di Desa Benteng Paremba Pinrang.

H1 = Terdapat hubungan positif dan signifikan antara biaya produksi dengan pendapatan jagung di Desa Benteng Paremba Pinrang

b) Dasar pengambilan keputusan pada uji korelasi

1) Jika nilai signifikansi < 0,05 maka terdapat korelasi 2) Jika nilai signifikansi > 0,05 maka tidak terdapat korelasi 3) Jika nilai rhitung< rtabel maka H0 diterima dan H1 diterima 4) Jika nilai rhitung> rtabel maka H0 ditolak dan H1 diterima.

c) Formula derajat hubungan uji korelasi adalah:

Tabel 4.16

Formula interprestasi terhadap koefisien korelasi Interval Koefisien Tingkat Hubungan

0,00 – 0,199 Sangat Lemah

0,20 – 3,99 Lemah

0,40 – 0,599 Sedang

0,60 – 0,799 Kuat

0,80 – 1,00 Sangat Kuat

Tabel 4.17

Analisis Koefisien Korelasi Product Moment

Correlations

Biaya Produksi Pendapatan

Biaya Produksi

Pearson Correlation 1 .368**

Sig. (2-tailed) .000

N 92 92

Pendapatan

Pearson Correlation .368** 1

Sig. (2-tailed) .000

N 92 92

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

Sumber Data diolah menggunakan SPSS Versi 21

Pada tabel uji korelasi product moment memperoleh rhitung 0,368 dengan signifikansi 0,000. Nilai rhitung 0,368> rtabel 0,205 maka dikatakan H0 ditolak, artinya

H1 diterima. Nilai signifikansi 0,000> 0,05. Sehingga diperoleh kesimpulan ada hubungan yang positif dan signifikansi atau korelasi antara Biaya Produksi dengan Pendapatan Petani Jagung Desa Benteng Paremba Pinrang.

Sementara nilai Pearson Correlation di dapat sebesar 0,368 artinya menunjukkan hubungan yang negatif bahwa semakin tinggi biaya produksi semakin lemah pula pendapatan petani jagung. Koefisien korelasi sebesar 0,368 dapat disimpulkan bahwa nilai korelasi Lemah karena berada pada rentang 0,20 – 3,99.

c. Analisis Regresi Linear Sederhana

Analisis hasil penelitian mengenai Pengaruh Biaya Produksi terhadap Pendapatan Petani Jagung Desa Benteng Paremba Pinrang (Analisis Ekonomi Islam) dianalisis dengan menggunakan metode kuantitatif. Analisis kuantitatif digunakan untuk membuktikan hipotesis yang diajukan dengan menggunakan analisis regresi linear sederhana.

Pembuktian ini dimaksudkan untuk menguji variasi suatu model regresi yang digunakan dalam menerangkan Biaya Produksi (X) terhadap Pendapatan (Y) dengan cara menguji kemaknaan dari koefisien regresinya. Berdasarkan perhitungan dengan bantuan program spss 21 for windows diperoleh sebagai berikut.

Tabel 4.18

Regresi Linear Sederhana

Coefficientsa

Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients

t Sig.

B Std. Error Beta

1

(Constant) 11.955 2.135 5.599 .000

Biaya Produksi .200 .053 .368 3.759 .000

a. Dependent Variable: Pendapatan

Sumber data : SPSS Version 21

Berdasarkan analisis data dengan menggunakan SPSS 21, maka diperoleh hasil persamaan regresi sebagai berikut:

Y = a + bx + e atau (11.955 + 0,200) + e

Persamaan regresi di atas memperlihatkan hubungan antara variabel independent dengan variabel dependent secara parsial, dari persamaan tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa:

1) Nilai constanta adalah 11.955, artinya mengandung arti bahwa nilai konsisten variabel Pendapatan adalah sebesar 11.955

2) Nilai koefisien regresi biaya produksi adalah 0,200, menyatakan bahwa setiap penambahan 1% nilai Biaya Produksi, maka nilai Pendapatan bertambah sebesar 0.200. Koefisien regresi tersebut bernilai positif, sehingga dapat dikatakan bahwa arah pengaruh variabel Biaya Produksi (X) terhadap Pendapatan (Y) adalah positif.

Pengambilan keputusan dalam Uji Regresi Linear Sederhana sebagai berikut:

1) Berdasarkan nilai signifikansi dari tabel Coefficients diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000< 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel Biaya Produksi (X) berpengaruh terhadap variabel Pendapatan (Y).

2) Berdasarkan nilai t diketahui nilai thitung sebesar 3,759> ttabel 1.987, sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel Biaya Produksi (X) berpengaruh terhadap variabel Pendapatan (Y).

a) Uji Parsial (Uji-t)

Tabel 4.19 Hasil Uji Parsial

Coefficientsa

Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients

T Sig.

B Std. Error Beta

1

(Constant) 11.955 2.135 5.599 .000

Biaya Produksi .200 .053 .368 3.759 .000

a. Dependent Variable: Pendapatan

Kesimpulan:

Biaya Produksi (X) terhadap Pendapatan (Y)

Terlihat nilai Sig. untuk Biaya Produksi adalah 0.000. Nilai Sig. lebih kecil dari nilai probabilitas 0,05, atau nilai 0,000< 0,005, maka Ha1 diterima dan Ha0

ditolak. Variabel X mempunyai thitung yakni 3.759 dengan ttabel = 1,67. Jadi thitung> ttabel

dapat disimpulkan bahwa variabel X memiliki kontribusi terhadap Y. Nilai t positif menunjukkan bahwa variabel X mempunyai hubungan yang searah dengan Y. Jadi, dapat disimpulkan Biaya Produksi memiliki pengaruh signifikan terhadap Pendapatan.

b) Uji Koefisien Determinasi

Tabel 4.20

Hasil Uji Koefisien Determinasi

Model Summaryb

Model R R Square Adjusted R

Square

Std. Error of the Estimate

Durbin-Watson

1 .368a .136 .126 2.63558 1.063

a. Predictors: (Constant), Biaya Produksi b. Dependent Variable: Pendapatan

Sumber: Data primer diolah 2021

Berdasarkan tabel dapat diketahui bahwa R Square atau koefisien determinasi sebesar 0.136 dan nilai Adjusted R Square sebesar 0.126 atau 12,6%. Maka, dapat disimpulkan bahwa tingkat korelasi dan kekuatan hubungan dengan nilai tersebut memiliki tingkat hubungan yang lemah.

Dari tabel Model Summary di atas dapat diketahui R Square sebesar 0.136.

nilai ini memiliki nilai arti bahwa 13,6% Pendapatan (Y) dipengaruhi Biaya Produksi (Y) dan 86,4% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini.

Dokumen terkait