HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
C. Pengujian Hipotesis 1. Hipotesis Pertama
Hipotesis pertama yang di ajukan dalam penelitian ini adalah persepsi tentang profesi berkontribusi terhadap kinerja guru praktek.
Untuk mengetahui kontribusi ini dilakukan analisis korelasi dan regresi
sederhana. Rangkuman analisis korelasi dapat dilihat pada Tabel 10 dan perhitungan secara lengkap dapat dilihat pada Lampiran 7.
Tabel 10. Rangkuman Hasil Analisis Korelasi Persepsi Tentang Profesi Guru Praktek Terhadap Kinerjanya.
Hubungan
Kofisien Korelasi
( r )
Koefisien Determinasi
( r² )
p Persepsi tentang Profesi (X1)
dengan Kinerja Guru Praktek (Y)
0,300 0,090 0,018
Hasil perhitungan pada Tabel 10 menunjukan bahwa koefisien korelasi antar persepsi tentang profesi dengan kinerja guru praktek adalah positif. Hal ini terlihat pada koefisien korelasinya sebesar 0,300 dengan probabilitas keliru (p) < α(0,01). Berdasarkan hasil perhitungan, dapat dijelaskan bahwa persepsi tentang profesi berkolerasi signifikan dengan kinerja guru praktek.
Untuk mendapatkan model prediksi persepsi tentang profesi terhadap kinerja guru praktek dilakukan analisis regresi sederhana. Dari hasil analisis diperoleh persamaan regresi sebagai berikut Ŷ = 50,675 + 0,270 X1. Selanjutnya persamaan ini di uji keberartian dan kelinearannya dengan Anova Regresi uji ”F”, hasil perhitungannya dapat dilihat pada Tabel 11.
Tabel
S Regr Resi Tuna Keke
5,82 bahw FHitu
regre garis Gam
Gambar 6.
l 11. Rangku Guru P Sumber
resi Linear idu
a Cocok eliruan
Total
Hasil pe 8 dengan pr wa model re
ung = 0,288 esinya linear s regresi tel mbar 6.
Hubungan P
uman Hasil Praktek Terh
JK 1136,168 11502,629 56,758 11445,871 24141,426
erhitungan p robalitas kel egresinya sig dengan (p) r. Dengan d lah terpenuh
Persepsi Pro
l Analisis R hadap Kinerja
dk 1,000 59,000 1,000 58,000 60,000
pada Tabel liru (p) = α gnifikan. Ke
> α (0,05) emikian per hi. Arah ga
ofesi (X1) Te
Regresi Pers anya.
RJK 1136,168
194,960 56,758 197,343
11 menunj (0,01), sehi emudian uji , maka hal rsyaratan ana aris regresin
erhadap Kine
sepsi Tentan
FHitung p 5,828 0,0 - -
0,288 0,6 - -
ukan bahwa ingga dapat linearitas m ini menunj alisis tentang nya dapat di
erja Guru Pr
ng Profesi
p 018
600
a FHitung = dijelaskan menunjukan ukan garis g linearitas ilihat pada
aktek (Y)
Dari grafik persamaan garis regresi di atas dapat di artikan bahwa tanpa adanya persepsi tentang profesi maka kinerja guru praktek sudah ada sebesar 50,679 skala. Namun apabila persepsi tentang profesi ditingkatkan sampai 100 skala maka kinerja guru praktek akan naik sebesar 27,0 skala.
Dengan kata lain, apabila ukuran persepsi tentang profesi seorang guru ada pada 100 skala, maka dapat diduga kinerja guru praktek sekitar 50,679 + 27,0 = 77,679 skala. Ternyata faktor persepsi tentang profesi berkontribusi cukup signifikan terhadap kinerja guru praktek.
Analisis di atas memperlihatkan bahwa faktor persepsi tentang profesi cukup signifikan kontribusinya dalam upaya peningkatan kinerja guru praktek pada Balai Latihan Pendidikan Teknik Provinsi Sumatera Barat. Dengan demikian hipotesis pertama yang menyatakan persepsi tentang profesi berkontribusi terhadap kinerja guru praktek dapat diterima dan telah di uji kebenarannya secara empiris. Kontribusi prediktor persepsi tentang profesi terhadap kinerja guru praktek sebesar 9,0%.
2. Hipotesis Kedua
Hipotesis kedua yang di ajukan melalui penelitian ini adalah kreativitas berkontribusi terhadap kinerja guru praktek. Untuk mengetahui kontribusi ini dilakukan analisis korelasi dan regresi sederhana.
Rangkuman hasil analisis korelasi penghitungan secara lengkap dapat dilihat pada Lampiran 7.
Tabel 12. Rangkuman Hasil Analisis Korelasi Kreativitas dengan Kinerja Guru Praktek
Hubungan
Kofisien Korelasi
( r )
Koefisien Determinasi
( r² )
p Kreativitas (X2) dengan
Kinerja Guru Praktek (Y) 0,392 0,154 0,002
Hasil perhitungan pada Tabel 12 menunjukan bahwa koefisien korelasi antara kreativitas dengan kinerja guru praktek adalah positif. Hal ini terlihat pada koefisien korelasi sebesar 0,392 dengan probabilitas keliru (p) < α (0.01). Berdasarkan hasil perhitungan ini dapat dijelaskan bahwa kreativitas berkolerasi sangat signifikan dengan kinerja guru praktek.
Untuk mendapatkan model prediksi kreativitas terhadap kinerja guru praktek dilakukan analisis regresi sederhana. Dari hasil analisis diperoleh persamaan regresi sebagai berikut Ŷ = 48,627 + 0,346 X2,
kemudian persamaan di uji keberartian dan kelinearannya dengan Anova Regresi uji ”F”. Hasil perhitungannnya dapat dilihat pada Tabel 13.
Tabel 13. Rangkuman Hasil Analisis Regresi Kreativitas Terhadap Kinerja Guru Praktek
Sumber JK dk RJK FHitung P
Regresi Linear 1940,159 1,000 1940,159 10,699 0,002
Residu 10698,638 59,000 181,333 - -
Tuna Cocok 154,245 1,000 154,245 0,848 0,636
Kekeliruan 10544,393 58,000 181,800 - -
Total 23337,435 60,000
Perhitungan pada Tabel 13, menunjukan bahwa FHitung = 10,699 dengan probabilitas keliru (p) < α (0,01), sehingga dapat dijelaskan bahwa
mod FHitu
regre garis pada
Gambar
adan apab 34,6 skala 83,2 terha
del regresiny
ung = 0,848 esinya linear s regresi tel a Gambar 7.
r 7. Hubunga
Grafik pe nya kreativit bila kadar kr skala. Deng a maka dap
27 skala. T adap kinerja
ya sangat sig dengan p >
r. Dengan d lah terpenuh
an Kreativita
ersamaan ga tas maka kin
eativitas 100 gan kata lain pat diduga k ernyata fakt guru prakte
gnifikan. Ke
> α (0,05), emikian per hi. Grafik ar
as (X2) Terha
aris regresi d nerja sudah 0 skala maka n, apabila ke kinerja guru
tor kreativit ek.
emudian uji maka hal rsyaratan ana rah garis re
adap Kinerja
di atas dapat ada sebesar a kinerja gur giatan kreati praktek sek as berkontri
linearitas m ini menunju alisis tentang egresinya da
a Guru Prakt
diartikan ba r 48,627 ska
ru praktek n ivitas berinte kitar 48,627 ibusi sangat
menunjukan ukan garis g linearitas apat dilihat
tek (Y)
ahwa tanpa ala. Namun aik sebesar ensitas 100 7 + 34,6 =
signifikan
Analisis di atas memperlihatkan bahwa faktor kreativitas signifikan kontribusinya dalam upaya peningkatan kinerja guru praktek Balai Latihan Pendidikan Teknik Provinsi Sumatera Barat. Degan demikian hipotesis kedua yang menyatakan kreativitas berkontribusi terhadap kinerja guru praktek dapat diterima dan telah di uji kebenarannya secara empiris. Kontribusi prediktor kreativitas terhadap kinerja guru praktek Balai Latihan Pendidikan Teknik Provinsi Sumatera Barat sebesar 15,4%.
3. Hipotesis Ketiga
Hipotesis ketiga yang diajukan dalam penelitian ini adalah persepsi tentang profesi dan krativitas secara bersama-sama berkontribusi terhadap kinerja guru praktek. Analisis untuk pengujian ini menggunakan analisis korelasi dan regresi ganda. Pertama-tama dilakukan analisis korelasi ganda variabel persepsi tentang profesi dan kreativitas dengan kinerja guru praktek. Rangkuman hasil analisis korelasi dan uji signifikannya dapat dilihat pada Tabel 14, dan penghitungan secara lengkap dapat dilihat pada Lampiran 7.
Tabel 14. Rangkuman Hasil Analisis Korelasi Ganda Variabel Persepsi Tentang Profesi Dan Kreativitas Dengan Kinerja Guru Praktek
Hubungan
Kofisien Korelasi
( r )
Koefisien Determinasi
( r² )
p Persepsi tentang Prefesi (X1) dan Kreativitas
(X2) dengan Kinerja Guru Praktek (Y) 0,468 0,215 0,001
Hasil perhitungan pada Tabel 14 memperlihatkan bahwa FHitung
korelasi ganda sebesar 7,961 dengan probabilitas keliru (p) < α (0,01), ternyata FHitung tersebut sangat signifikan, artinya terdapat korelasi sangat signifikan antara persepsi tentang profesi dan kreativitas secara bersama- sama dengan kinerja guru praktek.
Selanjutnya dilakukan analisis regresi ganda untuk menemukan model prediksi persepsi tentang profesi dan kreativitas terhadap kinerja guru praktek. Dari hasil analisis diperoleh model persamaan regresi Y = 20,499 + 0,226 X1 + 0,316 X2. Model persamaan ini selanjutnya di uji dengan Anova Regresi uji ”F”. Hasil perhitungannya terangkum pada Tabel 15.
Tabel 15. Rangkuman Hasil Analisis Regresi Persepsi Tentang Profesi dan Kreativitas terhadap Kinerja Guru Praktek
Sumber JK dk RJK FHitung p
Regresi Linear 2722,354 2,000 1361,177 7,961 0,001
Residu 9916,442 58,000 170,973 - -
Total 12638,796 60,000
Hasil perhitungan Tabel 15 menunjukan nilai FHitung sebesar 7,961 dengan probabilitas keliru (p) < α (0,01) sehingga dapat dijelaskan bahwa model regresinya sangat signifikan. Dengan demikian model regresi ganda yang ditemukan dapat digunakan untuk meramalkan kinerja guru praktek bila persepsi tentang profesi dan kreativitas dapat diukur. Dari persamaan garis regresi dapat dimaknai jika masing-masing variabel bebas yaitu persepsi tentang profesi dan kreativitas dapat ditingkatkan, umpama
G
sebe + 22
Gambar 8. H G
tenta penin Prov fakto mem
tenta kiner emp
esar 100 skal 2,6 + 31,6 = 7
Hubungan Pe Guru (Y)
Dari sera ang profesi
ngkatan kin vinsi Sumate or persepsi mprediksi kin Dengan ang profesi
rja guru pra iris. Kontrib
la, maka kin 74,699.
ersepsi Profe
angkaian an dan kreati nerja guru era Barat. A tentang pro nerja guru pr
demikian h dan kreat aktek dapat d busi efektif k
nerja guru pr
esi (X1) dan
alisis yang ivitas merup
praktek B Analisis regr ofesi dan k raktek.
hipotesis ke ivitas bersa diterima dan kedua predik
raktek dapat
Kreativitas (
dilakukan te pakan dua alai Latihan resi ganda m kreativitas d
etiga yang ama-sama b n telah di uj ktor tersebut
diduga sebe
(X2) Terhad
ernyata fakto faktor pent n Pendidika memperlihatk apat diguna
menyatakan berkontribus
ji kebenaran t terhadap k
esar 20,499
ap Kinerja
or persepsi ting untuk an Teknik kan bahwa akan untuk
n persepsi i terhadap nnya secara
inerja guru
praktek 21,54%, dengan komposisi 7,529% dari persepsi tentang profesi dan 14,011% dari kreativitas, jelasnya lihat Tabel 16.
Tabel 16. Bobot Kontribusi Persepsi Tentang Profesi dan Kreativitas Guru Praktek Terhadap Kinerja.
Faktor Kontribusi Relatif (KR)%
Kontribusi Efektif (KE)%
Persepsi tentang Profesi (X1) 34,954 7,529
Kreativitas (X2) 65,046 14,011
Total 100,000 21,540
Untuk melihat besarnya kontribusi murni masing-masing persepsi tentang profesi dan kreatifitas terhadap kinerja guru praktek dugunakan analisis korelasi parsial. Hasil korelasi parsial dapat dilihat pada Tabel 17 dan Lampiran 7.
Tabel 17. Rangkuman Analisis Korelasi Parsial Korelasi
Parsial
Koefisien Korelasi
( r )
Koefisien Determinasi
( r² )
p
r1, y-2 0,270 0,073 0,034
r2, y-1 0,371 0,138 0,004
Tabel 17 memperlihatkan bahwa koefesien korelasi parsial persepsi tentang profesi guru praktek dengan kinerja guru praktek apbila kreativitas bermakna bahwa kontribusi persepsi tentang profesi terhadap kinerja guru praktek sangat signifikan, meskipun kreativitas belum efektif.
Selanjutnya, korelasi parsial kreativitas dengan kinerja guru praktek apabila faktor persepsi tentang profesi guru konstan adalah 0,371 dan koefisien determinasi adalah 0,138 dengan probabilitas keliru (p) <
(0,05) atau signifikan. Hal ini menunjukan bahwa kreativitas signifikan
kontribusinya terhadap peningkatan kinerja guru praktek walaupun persepsi tentang profesi tetap seperti biasa.
Seterusnya untuk mengetahui besaran kontaminasi yang terjadi antara prediktor pada kontribusi bersama persepsi tentang profesi dan kreatifitas terhadap kinerja guru praktek dilakukan proses perhitungan selisih antara kontribusi efektif masing-masing prediktor dengan kontribusi secara parsial.
Besarnya kontribusi efektif persepsi tentang profesi terhadap kinerja guru praktek sebesar 7,5% sedangkan kontribusinya secara parsial sebesar 7,3%. Dengan demikian terjadi perbedaan 0,2%. Ini menunjukan bahwa terjadi kontaminasi kreativitas kepada prediktor persepsi tentang profesi sebesar 0,2%, nilai ini sangat kecil dan dapat diabaikan.
Selanjutnya, kontribusi efektif kreativitas terhadap kinerja guru praktek sebesar 14,0% dan kontribusinya secara parsial sebesar 13,8%.
Dengan demikian terjadi perbedaan sebesar 0,2%. Ini menunjukan bahwa terjadi kontaminasi persepsi tentang profesi kepada prediktor kreativitas sebesar 0,2%, nilai ini sangat kecil dan dapat diabaikan.
Terakhir dapat dijelaskan bahwa kontribusi kedua prediktor yang diteliti terhadap kinerja guru praktek sebesar 21,540%. Ini berarti masih banyak faktor-faktor lain yang berkontribusi pula terhadap kinerja guru praktek, yang berpeluang memberikan kontribusi sebasar 100% - 24,540%
= 78,460%. Ini menginformasikan bahwa upaya peningkatan faktor persepsi tentang profesi guru praktek secara simultan hanya mampu
meningkatkan kinerja guru praktek sebesar 21,540% sedangkan 78,460%
peningkatan kinerja guru praktek Balai Latihan Pendidikan Teknik Provinsi Sumatera Barat dapat pula dilakukan melalui faktor-faktor lain.