• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGUMPULAN DATA

3.1. Data Dermaga

Berdasarkan data yang telah diteliti dan dihitung dengan seksama, telah didapat data-data sebagai berikut :

Dalam mempertimbangkan ukuran dermaga harus didasarkan pada ukuran-ukuran minimal shingga kapal dapat bertambat atau meninggalkan dermaga maupun melakukan bongkar muat barang denga naman,cepat dan lancer. Di Pelabuhan uni terjaid perpindahan moda transportasi yaitu dari angkutan darat ke angkutan air dan sebaliknya.

Barang dibongkar dari kapal dan diturunkan di dermaga. Selanjutnya barang tersebut diangkut langsung dengan menggunakna truk atau kereta api ke tempat tujuan, atau disimpan di Gudang atau lapangan

penumpukkan terbuka sebelum dikirim ke tempat tujuan. Demikian pula sebliknya, barang-barang dari pengirim ditemaptkan di Gudang atau lapangan penumpukkan sebelum dimuat ke kapal dan diangkut ke Pelabuhan tujuan.

Penanganan muatan di Pelabuhan dilakukan di terminal pengapalan yang menanganinya tergantung pada jenis muatan yang diangkut. Jenis muatan ini adalah muatan curah/lepas(bulk cargo). Muatan

curah/lepas(bulk cargo) ini menampung berupa butiran padat salah satu utamanya adalah batubara.

Beberapa Pelabuhan di Indonesia telah dilengkapi dengan

(quaigantri crane), seperti Pelabuhan tanjong priok,tanjong mas,tanjong perak,belawan,makasar dan Panjang di lampung. Pada Pelabuhan yang belum dilengkapi dengan quai gantry crane,bongkar muat peti kemas dilakukan dengan menggunakan kran kapal.

Berikut adalah contoh terminal yang curah padat penanganan curah kering dengan menggunakan belt conveyor, sedangkan pembongkaran barang curah kering dapat ditangani dengan crane yang dilengkapi dengan grab/clamshalle dan diangkut melalui belt conveyor.

3.2. Data Angin

Data angin yang digunakan dalam tugas ini berasal dari Distribusi Kecepatan dan Arah Angin 1983-2002 Lokasi Serang Banten

Distribusi Kecepatan dan Arah Angin J am-jaman 1983-2002

Lokasi: Serang

J enis tongkat menunjukkan kecepatan angin dalam knot.

Panjang tongkat menunjukkan persentase kejadian.

U

S

B T

TG BD

TL BL

0%

10%

20%

30%

40%

Tidak Berangin = 56.42% Tidak Tercatat = 1.60%

3.3. Data Pasang Surut

BAB IV PEMBAHASAN

4.1. Penentuan Lokasi

Penentuan lokasi Pelabuhan merupakan studi awal yang harus dipenuhi dalam perencanaan Pelabuhan. Oleh karena itu, ada

beberapa kriteria umum yang harus dipenuhi antara lain :

1. Lokasi rencaa berada pada angin, gelombang dan arus yang tidak terlalu besar.

2. Lokasi rencana berada pada potensi sedimen yang tidak terlalu besar

3. Jarak Pelabuhan terhadap kedalaman yang diperlukan tidak terlalu jauh

Untuk kondisi lokasi perencanaan Pelabuhan yang telah

ditetapkan saat ini mungkin tidak bisa memenuhi semua kriteria lokasi Pelabuhan yang seharusnya, namun lokasi tersebut sudah dianggap yang paling optimal.

Dengan kriteria diatas, perencana memilih lokasi di pantai Cilegon, Banten.

4.2. Desain Dermaga

Direncanakan suatu dermaga dengan data-data sebagai berikut : 1. Kecepatan arus = 0.2 m/detik(pada 0.2 D dan 0.6 D)

2. Beam(B) = 21 m

3. Draft(D) = 9.5 m

4. Panjang kapal (LOA) = 165 m 5. Container Ship = 15000 DWT

Dengan data diatas didapat dimensi dermaga : - Panjang dermaga

Didapat Panjang dermaga 200 m - Lebar dermaga

Dermaga direncanakan dapat memenuhi kebutuhan manuver truk, maka lebar dermaga :

L = 20 m

Denah dermaga :

4.2.1. Data Dimensi Trestle

Direncanakan bentuk dan ukuran trestle sesuai

kebutuhan yang ada dengan Panjang 200 m dan lebar trestle 8 m

4.2.2. Data Pasang Surut

j. Muka air terendah(LWS) : -0.6935 m k. Muka air tertinggi(HWS) : 0.6211 m

Jadi beda tinggi air pasang surut(t)= LWS-HWS

= -0.6935-0.6211

= 1.3146 m Dimana : LWL = Muka air laut terendah

HWL = Muka air laut tertinggi Kapasitas daya angkut(DWT) = 15000 ton

No Nama Beban Jenis Jumlah

1 Beban Hidup PBI Beban Hidup 3 T/M2

2 Bollard Beban Mati 450 kN

3 Beban Fender Beban Mati 440 kN

4 Beban Benturan Beban Hidup 6.13 T 5 Gaya Akibat Angin Beban Hidup 147 T 6 Gaya Akibat Arus Beban Hidup 431.185 kg 7 Beban Container

Crane

Beban Hidup 840 T

4.2.3. Elevasi Apron Dermaga

Menentukan elevasi lantai dermaga diatas HWS berdasarkan besarnya pasang surut air laut dan kedalaman rencana

4.2.4. Penentuan Kedalaman Kolam Pelabuhan

Penentuan kedalaman kolam Pelabuhan pada perencanaan dermaga Cilegon ini yaitu 11m mengikuti elevasi kontur yang ada

Maka dilakukan control terhadap draft maksimum dari kapal 15000 DWT berdasarkan max. draft kapal yang bertambat

ditambah dengan jarak aman(0.8m-1m) dibawah ujung bagian bawah kapal

4.2.5. Penetapan Dimensi Struktur 1. Dimensi Plat

Lantai dermaga berfungsi sebagai penerima beban yang langsung bekerja diatasnya. Beban yang diterima beserta beban sendiri diteruskan ke balok dibawahnya. Pada lantai terdapat boulder untuk menempatkan kapal. Diatas lantai bekerja beban hidup,mati dan terpusat.

Perhitungan dimensi plat lantai dermaga dapat dihitung dengan persamaan berikut :

a. Tebal plat dermaga

Ts>100+(0.4 x 5000) = 300mm 300mm>200mm

Maka direncanakan plat dermaga dengan tebal 300mm

2. Dimensi balok

Direncanakan dimensi balok dermaga terdiri dari balok melintang,balok memanjang dan balok tepi.

Perencanaan awal dimensi balok dihitung berdasarkan persamaan sebagai berikut :

Selain itu untu control kelangsingan balok sebagai berikut

3. Balok memanjang

4. Balok melintang

5. Dimensi tiang

4.3. Perhitungan Gaya Sandar a. Dihitung Panjang garis air

 Lpp=bulk cargo(Panjang kapal)=200Lp Lpp =200 m

E =cm x Ce x Cc x Cs(mv2/2)

= 4.59 ton

4.4. Perhitungan Koefisien Eksentrisitas

4.5. Perencanaan Dermaga

I = ¼ x LOA = ¼ x 165 = 41.25 4.5.1. Koefisien Kekerasan dan Bentuk

Cs = 1 dan Cc= 1 4.5.2. Energi dan Sandaran

E = Cm x Ce x Cc x Cs(mv2/2)

= 4.59 ton

4.5.3. Rumus Gaya Benturan Kapal

E = w x v2

2g x Cm x Cb x Cs x Cc Cm = 1+phi/2Cb x D/B

Cb = w/lpp x B x D Ce = 1/1+(1/R)^2

4.5.4. Gaya Moring Akibat Angin Pa = 6.67 kg/m2

- Gaya longitudinal apabila angin datang dari arah Haluan(=0 º) Rw = 0.42Qa Aw= 391.171 kg = 39 kg

- Gaya longitudinal apabila angin datang dari arah buturan(=90 º) Rw = 1.1QaAw = 465.68012 kg = 46 kg

- Gaya longitudinal apabila angin datang dari arah buturan( =180º)

- Rw = 0.5Qa Aw = 1024.49626 kg = 102 kg 4.5.5. Kedalaman draft/Air kapal

= 1.1. nilai Cc = 5 Draft = 9.5 4.5.6. Fender

R = 440 kN

= 33

1. Menghitung jumlah fender Panjang dermaga/jarak antar fender

= 200/15

= 13.33 atau 13

4.6. Perencanaan Bollard

Besarnya beban tambat yag digunakan sebagai beban tambatan reencana adalah beban yang bekerja pada bollard akibat angin dan arus kemudian dipilih yang paling dominan dari

beberapa beban tersebut.

4.6.1. Penempatan Bollard

Bollard ditempatkan sepanjang dermaga dengan jarak 20 m dengan jumlah 10 bollard

4.6.2. Beban Gempa

Untuk respon spectra dari wesite lini beta yang disediakan pusjatan diketahui untuk tanah sedang garis warna hijau :

BAB V HASIL SAP

5.1. Gambar – Gambar SAP

5.2. Penulangan Balok 5.2.1. Penulangan Balok B1

 Lokasi : Tumpuan dan Lapangan Balok Memanjang : 900 x 600 1. Gaya

- Momen Ultimate = 2424 kN.m

- Geser = 5613 kN.m

- Torsi = 112 kN.m

- Axial = 94 kN.m

2. Section Property

- Tinggi (H) = 900 mm - Lebar (b) = 600 mm - Luas (A) = 540000 mm2

- Keliling = 3000 mm

- Selimut = 50 mm

3. Material

a. Beton

- Kuat tekan (fc) = 40 Mpa

- β1 = 0.85

b. tulangan utama

- kuat leleh(fy) = 400 Mpa

- diameter tulangan utama(D-as) = 29 mm

- luas total tulangan utama(as) = 9247.28 mm2 - jumlah tulangan utama(N-as) = 14 btg

- jarak tulangan dari serat tekan(d)= 850 mm c. tulangan Sengkang

- diameter tulangan Sengkang(Dv)= 13 mm - jumlah tulangan Sengkang(Nv) = 18 btg - jarak tulangan Sengkang (s) = 100 mm - luas total tulangan Sengkang(Av)= 2389.18 mm2 4. perhitungan kapasitas balok

1. kapasitas tumpuan dan lapangan

- tinggi blok tekan beton(a) = 181.32 mm - kapasitas momen(Mn) = 2808.73 kN.mm

- factor reduksi = 0.90

- kapasitas momen izin = 2527.86 kN.m

- momen ultimate = 2424 kN.m

- cek kapasitas = OK

- kebutuhan tulangan minimum 1 = 2015.95 mm2 - kebutuhan tulangan minimum 2 = 1785.00 mm2 - tulangan yang di pakai = 9247.28 mm2 - jumlah tulangan dibutuhkan = 14

- rasio(kapasitas/kebutuhan) = 1.04 - konfigurasi tulangan = 14D29

2. Kapasitas geser

- Kapasitas geser tulangan (Vs) = 8123.22 kN

- Factor reduksi = 0.75

- Kapasitas geser total = 6092.41 kN

- Geser ultimate = 5613 kN

- Cek kapasitas = OK

- Spasi maksimum(SNI) = 4778.36 mm

- Cek spasi maximum = OK

- Rasio(kapasitas/kebutuhan) = 1.45

- Konfigurasi tulangan geser = 18D13-100 3. Kapasitas torsi balok

- Tcr = 204.92 kN

- Tu = 51.23 kN

- Cek kebutuhan torsi = torsi diabaikan

 Lokasi : Tumpuan dan Lapangan Balok Melintang 600 x 450

1. Gaya

- Momen Ultimate = 522.8 kN.m

- Geser = 1279 kN.m

- Torsi = 18 kN.m

- Axial = 97 kN.m

2. Section Property

- Tinggi (H) = 600 mm - Lebar (b) = 450 mm - Luas (A) = 270000 mm2

- Keliling = 2100 mm

- Selimut = 50 mm

3. Material a. Beton

- Kuat tekan (fc) = 40 Mpa

- β1 = 0.85

b. tulangan utama

- kuat leleh(fy) = 400 Mpa

- diameter tulangan utama(D-as) = 29 mm

- luas total tulangan utama(as) = 3963.12 mm2 - jumlah tulangan utama(N-as) = 6 btg

- jarak tulangan dari serat tekan(d)= 550 mm c. tulangan Sengkang

- diameter tulangan Sengkang(Dv)= 13 mm - jumlah tulangan Sengkang(Nv) = 8 btg - jarak tulangan Sengkang (s) = 100 mm - luas total tulangan Sengkang(Av)= 1061.86 mm2 4. perhitungan kapasitas balok

1. kapasitas tumpuan dan lapangan

- tinggi blok tekan beton(a) = 103.61 mm - kapasitas momen(Mn) = 789.76 kN.mm

- factor reduksi = 0.90

- kapasitas momen izin = 710.79 kN.m

- momen ultimate = 522.8 kN.m

- cek kapasitas = OK

- kebutuhan tulangan minimum 1 = 978.33 mm2 - kebutuhan tulangan minimum 2 = 866.25 mm2 - tulangan yang di pakai = 3963.12 mm2 - jumlah tulangan dibutuhkan = 6

- rasio(kapasitas/kebutuhan) = 1.36

- Panjang penyaluran(Ld) = 40 D 2. Kapasitas geser

- Kapasitas geser tulangan (Vs) = 2336.09 kN

- Factor reduksi = 0.75

- Kapasitas geser total = 1752.07 kN

- Geser ultimate = 1279 kN

- Cek kapasitas = OK

- Spasi maksimum(SNI) = 2831.62 mm

- Cek spasi maximum = OK

- Rasio(kapasitas/kebutuhan) = 1.83 - Konfigurasi tulangan geser = 8D13-100

3. Kapasitas torsi balok

- Tcr = 73.18 kN

- Tu = 18.30 kN

- Cek kebutuhan torsi = torsi diabaikan

BAB VI PENUTUP

4.7. Kesimpulan

Dari hasil Analisa Desain Struktur Dermaga Bulk Cargo sebagai brikut :

1. Dari Analisa penetapan letak dan dimensi ditetapkan sebagai berikut

a. Dengan analisis kapal 15000 DWT diperoleh elevasi aprol yaitu +3.31 mLWS dengan Panjang dermaga 200 m dan lebar 20 m

b. Plat lantai pada dermaga yaitu 450 mm c. Dimensi balok dermaga

 Balok B1 memanjang 90 cm x 60 cm

 Balok B2 melintang 60 cm x 45 cm 4.8. Saran

Diperlukan Kembali kemahiran dalam menggunakan software SAP 2000.

LAMPIRAN

 Gaya Sandar

 Gaya akibat gelombang

 Gaya akibat angin

 Gaya arus

 Pembebanan

Dokumen terkait