Dasar Penetapan Kebijakan Manajemen atas Struktur Modal
32. Pengungkapan Risiko Pasar dengan Menggunakan Metode Standar - 2022 dan 2021
dalam jutaan rupiah
No. Jenis Risiko
Desember 2022
Individual Konsolidasian
Beban Modal ATMR Beban Modal ATMR
1 Risiko Suku Bunga 48.314 603.922 62.054 775.677 a. Risiko Spesifik - - 1.852 23.149 b. Risiko Umum 48.314 603.922 60.202 752.528 2 Risiko Nilai Tukar 20.385 254.818 73.527 919.082 3 Risiko Ekuitas - - 29.115 363.939 4 Risiko Komoditas - - - - 5 Risiko Option - - - -
No. Jenis Risiko
Desember 2021
Individual Konsolidasian
Beban Modal ATMR Beban Modal ATMR
1 Risiko Suku Bunga 268.299 3.353.742 274.917 3.436.465
a. Risiko Spesifik 723 9.041 5.362 67.027
b. Risiko Umum 267.576 3.344.700 269.555 3.369.438
2 Risiko Nilai Tukar 12.592 157.406 40.527 506.593
3 Risiko Ekuitas - - 27.521 344.010 4 Risiko Komoditas - - - - 5 Risiko Option - - - -
34.a.1. Pengungkapan Eksposur Interest Rate Risk in Banking Book (IRRBB) - Bank secara Individu - per 31 Desember 2022
No. Analisis Kualitatif
1. Risiko suku bunga dalam banking book atau interest rate risk in the banking book (IRRBB) merupakan risiko akibat pergerakan suku bunga di pasar yang berlawanan dengan posisi banking book, yang berpotensi memberikan dampak terhadap permodalan dan rentabilitas (earnings) Bank baik untuk saat ini maupun pada masa mendatang. Perhitungan IRRBB menggunakan dua perspektif yaitu perspektif nilai ekonomis (economic value) dan perspektif rentabilitas (earnings). Hal tersebut bertujuan agar Bank dapat mengidentifikasi Risiko secara lebih akurat dan melakukan tindak lanjut perbaikan yang sesuai.
2. Saat ini Bank tidak memiliki sumber dana dengan contractual maturity jangka panjang dalam jumlah yang memadai untuk
membiayai pinjaman dan surat berharga banking book berbunga tetap. Dengan memperhatikan kondisi tersebut, maka komponen sumber pendanaan untuk membiayai pinjaman dan surat berharga banking book berbunga diperhitungkan dari Core Deposit.
Untuk memitigasi risiko, Bank menetapkan limit nominal untuk pinjaman dan surat berharga banking book berbunga tetap, limit IRRBB serta strategi pricing.
3. Pengukuran IRRBB individu dilakukan secara bulanan dengan menggunakan 2 (dua) metode sebagai berikut:
a. pengukuran berdasarkan perubahan pada nilai ekonomis dari ekuitas (economic value of equity), yang mengukur dampak perubahan suku bunga terhadap nilai ekonomis dari ekuitas Bank; dan
b. pengukuran berdasarkan perubahan pada pendapatan bunga bersih (net interest income), yang mengukur dampak perubahan suku bunga terhadap rentabilitas (earnings) Bank.
4. Skenario shock suku bunga yang digunakan Bank dalam pengukuran IRRBB adalah sesuai skenario shock suku bunga standar yang terdapat dalam Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 12/SEOJK.03/2018 perihal Penerapan Manajemen Risiko dan Pengukuran Risiko Pendekatan Standar untuk Risiko Suku Bunga dalam Banking Book (Interest Rate Risk in The Banking Book) Bagi Bank Umum.
Metode Economic Value of Equity (EVE) menggunakan 6 (enam) skenario shock suku bunga, yakni:
1) shock suku bunga yang paralel ke atas (parallel shock up);
2) shock suku bunga yang paralel ke bawah (parallel shock down);
3) shock suku bunga yang melandai (steepener shock) dengan perpaduan suku bunga jangka pendek menurun dan suku bunga jangka panjang meningkat (short rates down and long rates up);
4) shock suku bunga yang mendatar (flattener shock) dengan perpaduan suku bunga jangka pendek meningkat dan suku bunga jangka panjang menurun (short rates up and long rates down);
5) shock suku bunga jangka pendek yang meningkat (short rates shock up); dan 6) shock suku bunga jangka pendek yang menurun (short rates shock down).
Metode Net Interest Income (NII) menggunakan 2 (dua) skenario shock suku bunga, yakni:
1) shock suku bunga yang paralel ke atas (parallel shock up);
2) shock suku bunga yang paralel ke bawah (parallel shock down).
5. Metode EVE menghitung seluruh arus kas dari nilai pokok dan pembayaran bunga atas posisi neraca yang sensitif terhadap suku bunga kemudian melakukan diskonto dengan tingkat suku bunga yang relevan.
Bank tidak menghitung margin komersial dan spread components dalam arus kas. Perhitungan EVE yang dilakukan adalah arus kas berupa nosional dikali suku bunga acuan (base rate) saat transaksi dilakukan didiskonto dengan risk-free rate pada saat tanggal pelaporan.
Perhitungan IRRBB menggunakan Core deposit, yaitu bagian dari Non Maturity Deposit stabil dengan tingkat perubahan suku bunga sangat kecil walaupun terjadi perubahan tingkat suku bunga yang cukup signifikan di pasar.
Bank mengidentifikasi core deposit dan non core deposit dari setiap simpanan stabil Retail transaksional, Retail non-transaksional dan Wholesale.
Penempatan arus kas Core deposit dilakukan menggunakan uniform slotting pada time-bucket di atas 1 (satu) tahun dengan jangka waktu untuk setiap kategori simpanan stabil yang mengacu pada SE OJK No. 12/SEOJK.03/2018 perihal Penerapan Manajemen Risiko dan Pengukuran Risiko Pendekatan Standar untuk Risiko Suku Bunga dalam Banking Book (Interest Rate Risk in The Banking Book) Bagi Bank Umum.
Metodologi yang digunakan Bank untuk mengestimasi prepayment rate dari pinjaman dan early withdrawal rate untuk deposito berjangka menggunakan data historis dari pelunasan dipercepat untuk pinjaman suku bunga tetap dan data early redemption deposito selama satu tahun terakhir.
Bank melakukan perhitungan add-on untuk automatic interest rate options pada produk KPR dengan suku bunga mengambang yang memiliki fitur caps dan komitmen pinjaman dengan suku bunga tetap dengan menggunakan Black Model.
Bank mengukur IRRBB untuk mata uang yang signifikan yakni mata uang IDR dan USD. Secara total IRRBB, nilai maksimum negatif (absolut) kedua mata uang tersebut diagregasi.
6. Berdasarkan hasil perhitungan IRRBB metode EVE secara individu per 31 Des 2022 naik sebesar 0,21% jika dibandingkan dengan periode 30 Jun 2022; yaitu dari 8,92% menjadi 9,13%. Berdasarkan metode NII per 31 Des 2022 naik sebesar 1,62%
jika dibandingkan dengan periode 30 Jun 2022; yaitu dari 8,09% menjadi 9,71%. Kenaikan untuk metode EVE disebabkan oleh kenaikan Aset yang Reprice diatas 1 tahun sebesar 11,98% dan penurunan Core Deposit diatas 1 tahun sebesar 1,32%. Sementara itu, Modal Tier 1 mengalami kenaikan sebesar 9,56%.
No. Analisis Kualitatif
1. Rata-rata repricing maturity yang diterapkan untuk NMD adalah 4 Tahun.
2. Repricing maturity terpanjang yang diterapkan untuk NMD adalah 7 Tahun.
No. (dalam jutaan Rupiah)
Periode 31 Desember 2022
EVE NII
Periode T T-1 T T-1
1 Parallel up (15.867.651) (14.343.050) (6.286.377) (3.787.246)
2 Parallel down 16.417.414 14.502.073 6.154.439 3.664.518
3 Steepener 4.299.479 1.808.951
4 Flattener (7.615.115) (4.894.219)
5 Short rate up (13.131.138) (10.363.834)
6 Short rate down 13.406.983 9.642.645
7 Nilai Maksimum Negatif (absolut) 15.867.651 14.343.050 6.286.377 3.787.246
8 Modal Tier 1 (untuk EVE) atau Projected Income
(untuk NII) 196.799.387 179.630.223 71.537.819 59.829.966
9 Nilai Maksimum dibagi Modal Tier 1 (untuk
EVE) atau Projected Income (untuk NII) 8,06% 7,98% 8,79% 6,33%
34.a.2. Pengungkapan Eksposur Interest Rate Risk in Banking Book (IRRBB) - Bank secara Individu
(Mata Uang: USD)
No. (dalam jutaan Rupiah)
Periode 31 Desember 2022
EVE NII
Periode T T-1 T T-1
1 Parallel up 1.890.364 1.505.592 659.955 1.055.878
2 Parallel down (2.097.464) (1.677.659) (660.006) (1.055.936)
3 Steepener 406.089 388.610
4 Flattener 31.606 (40.095)
5 Short rate up 826.631 599.669
6 Short rate down (863.868) (659.339)
7 Nilai Maksimum Negatif (absolut) 2.097.464 1.677.659 660.006 1.055.936
8 Modal Tier 1 (untuk EVE) atau Projected Income
(untuk NII) 196.799.387 179.630.223 71.537.819 59.829.966
9 Nilai Maksimum dibagi Modal Tier 1 (untuk
EVE) atau Projected Income (untuk NII) 1,07% 0,93% 0,92% 1,76%
34.b.1 Pengungkapan Eksposur Interest Rate Risk in Banking Book (IRRBB) - Bank secara Konsolidasi - per 31 Desember 2022
No. Analisis Kualitatif
1. Risiko suku bunga dalam banking book atau interest rate risk in the banking book (IRRBB) merupakan risiko akibat pergerakan suku bunga di pasar yang berlawanan dengan posisi banking book, yang berpotensi memberikan dampak terhadap permodalan dan rentabilitas (earnings) Bank baik untuk saat ini maupun pada masa mendatang. Perhitungan IRRBB menggunakan dua perspektif yaitu perspektif nilai ekonomis (economic value) dan perspektif rentabilitas (earnings). Hal tersebut bertujuan agar Bank dapat mengidentifikasi Risiko secara lebih akurat dan melakukan tindak lanjut perbaikan yang sesuai.
2. Saat ini Bank tidak memiliki sumber dana dengan contractual maturity jangka panjang dalam jumlah yang memadai untuk
membiayai pinjaman dan surat berharga banking book berbunga tetap. Dengan memperhatikan kondisi tersebut, maka komponen sumber pendanaan untuk membiayai pinjaman dan surat berharga banking book berbunga diperhitungkan dari Core Deposit.
Untuk memitigasi risiko, Bank menetapkan limit nominal untuk pinjaman dan surat berharga banking book berbunga tetap, limit IRRBB serta strategi pricing.
3. Pengukuran IRRBB konsolidasi secara semesteran dengan menggunakan 2 (dua) metode sebagai berikut:
a. pengukuran berdasarkan perubahan pada nilai ekonomis dari ekuitas (economic value of equity), yang mengukur dampak perubahan suku bunga terhadap nilai ekonomis dari ekuitas Bank; dan
b. pengukuran berdasarkan perubahan pada pendapatan bunga bersih (net interest income), yang mengukur dampak perubahan suku bunga terhadap rentabilitas (earnings) Bank.
4. Skenario shock suku bunga yang digunakan Bank dalam pengukuran IRRBB adalah sesuai skenario shock suku bunga standar yang terdapat dalam Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 12/SEOJK.03/2018 perihal Penerapan Manajemen Risiko dan Pengukuran Risiko Pendekatan Standar untuk Risiko Suku Bunga dalam Banking Book (Interest Rate Risk in The Banking Book) Bagi Bank Umum.
Metode Economic Value of Equity (EVE)menggunakan 6 (enam) skenario shock suku bunga, yakni:
1) shock suku bunga yang paralel ke atas (parallel shock up);
2) shock suku bunga yang paralel ke bawah (parallel shock down);
3) shock suku bunga yang melandai (steepener shock) dengan perpaduan suku bunga jangka pendek menurun dan suku bunga jangka panjang meningkat (short rates down and long rates up);
4) shock suku bunga yang mendatar (flattener shock) dengan perpaduan suku bunga jangka pendek meningkat dan suku bunga jangka panjang menurun (short rates up and long rates down);
5) shock suku bunga jangka pendek yang meningkat (short rates shock up); dan 6) shock suku bunga jangka pendek yang menurun (short rates shock down).
Metode Net Interest Income (NII) menggunakan 2 (dua) skenario shock suku bunga, yakni:
1) shock suku bunga yang paralel ke atas (parallel shock up);
2) shock suku bunga yang paralel ke bawah (parallel shock down)
5. Metode EVE menghitung seluruh arus kas dari nilai pokok dan pembayaran bunga atas posisi neraca yang sensitif terhadap suku bunga kemudian melakukan diskonto dengan tingkat suku bunga yang relevan.
Bank tidak menghitung margin komersial dan spread components dalam arus kas. Perhitungan EVE yang dilakukan adalah arus kas berupa nosional dikali suku bunga acuan (base rate) saat transaksi dilakukan didiskonto dengan risk-free rate pada saat tanggal pelaporan.
Perhitungan IRRBB menggunakan Core deposit, yaitu bagian dari Non Maturity Deposit stabil dengan tingkat perubahan suku bunga sangat kecil walaupun terjadi perubahan tingkat suku bunga yang cukup signifikan di pasar.
Bank mengidentifikasi core deposit dan non core deposit dari setiap simpanan stabil Retail transaksional, Retail non-transaksional dan Wholesale.
Penempatan arus kas Core deposit dilakukan menggunakan uniform slotting pada time-bucket di atas 1 (satu) tahun dengan jangka waktu untuk setiap kategori simpanan stabil yang mengacu pada SE OJK No. 12/SEOJK.03/2018 perihal Penerapan Manajemen Risiko dan Pengukuran Risiko Pendekatan Standar untuk Risiko Suku Bunga dalam Banking Book (Interest Rate Risk in The Banking Book) Bagi Bank Umum
Metodologi yang digunakan Bank untuk mengestimasi prepayment rate dari pinjaman dan early withdrawal rate untuk deposito berjangka menggunakan data historis dari pelunasan dipercepat untuk pinjaman suku bunga tetap dan data early redemption deposito selama satu tahun terakhir
Bank melakukan perhitungan add-on untuk automatic interest rate options pada produk KPR dengan suku bunga mengambang yang memiliki fitur caps dan komitmen pinjaman dengan suku bunga tetap dengan menggunakan Black Model.
Bank mengukur IRRBB untuk mata uang yang signifikan yakni mata uang IDR dan USD. Secara total IRRBB, nilai maksimum negatif (absolut) kedua mata uang tersebut diagregasi.
6. Berdasarkan hasil perhitungan IRRBB metode EVE secara konsolidasi per 31 Des 2022 naik sebesar 0,31% jika dibandingkan dengan periode 30 Jun 2022; yaitu dari 8,89% menjadi 9,20%. Berdasarkan metode NII per 31 Des 2022 naik sebesar 1,82%
jika dibandingkan dengan periode 30 Jun 2022; yaitu dari 7,87% menjadi 9,69%. Kenaikan untuk metode EVE disebabkan oleh kenaikan Aset yang Reprice di atas 1 tahun sebesar 12,34% dan penurunan Core Deposit diatas 1 tahun sebesar 1,25%. Sementara itu, Modal Tier 1 mengalami kenaikan sebesar 8,89%.
No Analisis Kualitatif
1. Rata-rata repricing maturity yang diterapkan untuk NMD adalah 4 Tahun.
2. Repricing maturity terpanjang yang diterapkan untuk NMD adalah 7 Tahun.
No. (dalam jutaan Rupiah)
Periode 31 Desember 2022
EVE NII
Period T T-1 T T-1
1 Parallel up (17.461.804) (15.693.444) (6.485.948) (3.807.376)
2 Parallel down 18.331.402 16.115.679 6.347.511 3.680.798
3 Steepener 4.149.540 1.642.828
4 Flattener (7.807.394) (5.015.171)
5 Short rate up (14.027.729) (11.095.106)
6 Short rate down 14.356.541 10.382.364
7 Nilai Maksimum Negatif (absolut) 17.461.804 15.693.444 6.485.948 3.807.376
8 Modal Tier 1 (untuk EVE) atau Projected Income
(untuk NII) 212.445.689 195.096.147 73.744.704 61.862.490
9 Nilai Maksimum dibagi Modal Tier 1 (untuk
EVE) atau Projected Income (untuk NII) 8,22% 8,04% 8,80% 6,15%
34.b.2. Pengungkapan Eksposur Interest Rate Risk in Banking Book (IRRBB) - Bank secara Konsolidasi
(Mata Uang: USD)
No (dalam jutaan Rupiah)
Periode 31 Desember 2022
EVE NII
Period T T-1 T T-1
1 Parallel up 1.870.486 1.484.491 662.518 1.058.802
2 Parallel down (2.075.823) (1.654.653) (662.569) (1.058.859)
3 Steepener 405.456 387.980
4 Flattener 27.595 (44.332)
5 Short rate up 814.613 586.944
6 Short rate down (851.618) (646.366)
7 Nilai Maksimum Negatif (absolut) 2.075.823 1.654.653 662.569 1.058.859
8 Modal Tier 1 (untuk EVE) atau Projected Income
(untuk NII) 212.445.689 195.096.147 73.744.704 61.862.490
9 Nilai Maksimum dibagi Modal Tier 1 (untuk
EVE) atau Projected Income (untuk NII) 0,98% 0,85% 0,90% 1,71%