• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penilaian hasil belajar IPA SD

BAB 4. EVALUASI PEMBELAJARAN IPA

B. Penilaian hasil belajar IPA SD

100 Azmi al Bahij, S.Pd, M.Si

e. Mengetahui hasil belajar yang dicapai siswa

f. Diagnosis dan usaha perbaikan kesulitan belajar yang dialami oleh siswa

g. Menempatkan siswa dalam kelas atau kelompoknya h. Seleksi kenaikan kelas atau kelulusan

i. Permberian bimbingan dan penyuluhan j. Mengethaui pencapaian kurikulum

k. Memberikan penilaian dalam keberhasilan untuk pencapaian tujuan pendidikan secara kelembagaan (Supardi, 2015)

101 Penilaian Pembelajaran IPA ciptaan tuhan dan kegiatanya, dan benda-benda yang di jumpai dirumah dan di sekolah

III dan IV

Memahami pengetahuanb faktual dengan cara mengamati (mendengar, melihat, dan membaca)dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, mahluk ciptaan tuhan dan kegiatanya, dan benda-benda yang dijumpainya dirumah, sekolah, dan tempat-tempat bermain.

V dan VI Memahami pengetahuan dan konsepsi dengan cara mengamati dan memcoba (mendengar, melihat dan membaca) serta menanya berdasarkan rasa ingin tahu secara kritis tentang dirinya, mahluk ciptaan tuhan dan kegiatanya, dan benda-benda yang dijumpai dirumah, sekolah dan tempat bermain.

1. Syarat-syarat alat penilaian yang baik

Kegiatan penilaian dilakukan dengan memanfaatkan alat penilaian.

Alat penilaian yang baik adalah yang mampu mengukur keberhasilan proses pendidikan secara tepat dan akurat. Syarat-syarat alat penilaian yang baik adalah :

a. Kesahihan (validity)

Kesahihan berkaiatan dengan ketepatan. Kesahihan (validity) adalah ketepatan alat penilaian dalam mengukur tingkat keberhasilan pencapaian tujuan pembelajaran.

Suatu alat penilaian dikatakan sahih apabila ia dapat menilai apa yang seharusnya dinilai. Kesahihian suatu alat penilaian dapat ditinjau dari 4 sisi, yaitu

1. kesahihan isi (content validation),

2. kesahihan konstruksi (construction validity),

3. kesahihan yang ada sekarang (concurrent validity), dan 4. kesahihan prediksi (prediction validity) (Arikunto, 1990).

102 Azmi al Bahij, S.Pd, M.Si

Untuk tes hasil belajar, aspek yang paling penting adalah aspek validitas isi. Validitas isi adalah ukuran yang menunjukkan apakah skor dalam tes berhubungan dengan penguasaan peserta tes dalam bidang studi yang di uji melalui perangkat tes tersebut.

b. Kepraktisan

Alat penilaian yang praktis dapat membantu guru dalam menyiapkan, menggunakan, dan menginterpretasikan hasil penilaian. Kepraktisan ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor, yaitu penskoran, kemudahan dalam mengadministrasikan, waktu, dan bentuk alat penilaian.

c. Keterandalan (reliability)

Keterandalan (reliability) biasanya disebut dengan keajegan atau konsistensi.

Alat penelitian yang handal akan memberikan skor yang relatif sama/tetap pada setiap pelaksanaan penilaian.

Faktor-faktor nya adalah :

1. Jika alat penilaian yang diberikan kepada siswa terlalu mudah, terlalu sukar, atau tidak jelas, maka akan berpeluang memberikan skor yang tidak handal.

2. Jika siswa peserta penilaian tersebut memiliki karakteristik yang terlalu beragam, maka hal ini juga berpeluang memberikan skor yang paling handal.

3. Jika standar penilaian yang digunakan pada masing-masing pelaksanaan kegiatan penilaian tidak seragam, maka skor yang akan dihasilkan pun tidak handal.

4. Jika jumlah soal yang digunakan untuk mengukur kemampuan siswa terlalu sedikit, maka hal ini berpeluang memberikan skor yang tidak handal.

103 Penilaian Pembelajaran IPA 2. Prinspi Penilaian

Penilaian hasil belajar peserta didik didasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut.

a. Mendidik, yakni mampu memberikan sumbangan positif terhadap peningkatan pencapaian belajar peserta didik. Hasil penilaian harus dapat memberikan umpan balik dan memotivasi peserta didik untuk lebih giat belajar.

b. Terbuka/transparan, yakni prosedur penilaian, kriteria penilaian, dan dasar pengambilan keputusan diketahui oleh pihak yang terkait.

c. Menyeluruh, yakni meliputi berbagai aspek kompetensi yang akan dinilai. Penilaian yang menyeluruh meliputi ranah pengetahuan (kognitif), keterampilan (psikomotor), sikap dan nilai (afektif) yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak.

d. Terpadu dengan pembelajaran, yakni menilai apapun yang dikerjakan peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar itu dinilai, baik kognitif, psikomotorik dan afektifnya. Dengan demikian, penilaian tidak hanya dilakukan setelah peserta didik menyelesaikan pokok bahasan tertentu melainkan saat mereka sedang melakukan proses pembelajaran.

e. Objektif, yakni tidak terpengaruh oleh pertimbangan subjektif penilai.

f. Sistematis, yakni penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap untuk memperoleh gambaran tentang perkembangan belajar peserta didik sebagai hasil kegiatan belajarnya.

g. Berkesinambungan, yakni dilakukan secara terus menerus sepanjang berlangsungnya kegiatan pembelajaran.

h. Adil, yakni tidak ada peserta didik yang diuntungkan atau dirugikan berdasarkan latar belakang sosial-ekonomi, budaya, agama, bahasa, suku bangsa, warna kulit, dan jender.

104 Azmi al Bahij, S.Pd, M.Si

i. Menggunakan acuan kriteria, yakni menggunakan kriteria tertentu dalam menentukan kelulusan peserta didik.

3. Acuan Penilaian

Acuan penilian akan mempengaruhi pengolahan skor siswa dari kegiatan penilaian dan menentukan interpretasi terhadap hasil dari kegiatan penilaian. Acuan penilian meliputi:

a. Penilaian acuan norma dan penilaian acuan patokan 1. Penilaian acuan norma (PAN)

Merupakan kegiatan membandingkan hasil belajar siswa dengan hasil belajar siswa lain atau kelompok kelas.

Perbandingan ini untuk untuk mengetehui posisi siswa dalam kelompoknya. Penentuan skor mengacu pada perolehan skor dikelompoknya sebagai patokan. Peniliana patokan dalam penilaian acuan norma bersifat relatif.

Kelebihan PAN

a. Penentuan skor dilakukan tanpa memandang kesulitan butir tes

b. Memotivasi siswa untuk berusaha lebih baik, apabila berada dalam kolompok atas

Kekurangan

a. Dianggap kurang adil, karena bagi siswa yang berada dalam kelas yang tinggi untuk mendapatkan nilai yang amat baik (A) atau baik (B).

b. Menyebabkan terjadinya persaingan kurang sehat diantara para siswa, karena pada saat seseorang atau kelompok siswa mendapat nilai yang amat baik (A) akan mengurangi kesempatan siswa yang lain untuk mendapatkanya.

2. Penilaian acuan patokan

Merupakan kegiatan membandingkan hasil belajar siswa dengan patokan (kriteria) atau standar mutlak.

105 Penilaian Pembelajaran IPA Penilaian acuan patokan mengunakan asumsi bahwa hampir semua orang bisa belajar apa saja, namun waktunya yang berbeda. Konsekuensi dari penilaian ini adalah adanya kelebihan remedi. Kelemahan dari penilaian acuan patokan adalah skor tes tergantung dari butir-butir tes yang digunakan.

Pemilihan acuan penilaian akan memperngaruhi perumusan indikator dan penyusunan instrumen penilaian.

Contoh perbedaan penilaian acaun norma dan acuan patokan Penilaian acuan norma Penilaian acuan patokan

 Feni mendapatkan skor tertinggi pada ulangan IPA di kelasnya

 Noval mendapatkan skor 75 diatas skor rata-rata kelas yang mencapai 60

 Rata-rata skor pada mata pelajaran IPA Kelas Va lebih tinggi dari pada Kelas Vb

 Angga menjawab 5 soal dari 10 soal tentang ekosistem

 Yusuf dapat menyebutkan 5 ciri-ciri mahluk hidup dalam waktu 4 menit

 Agus menjawab benar 8 butir soal dari 10 soal pilihan ganda yang di ujikan