STRATEGI PEMBELAJARAN IPA
Pengertian Strategi Pembelajaran
Dalam hal ini, strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai rencana yang berisi sekumpulan kegiatan yang ditujukan untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu. Kozma dalam Sanjaya (2007) secara umum menjelaskan bahwa strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai setiap kegiatan yang dipilih, yaitu yang dapat memberikan kemudahan atau bantuan kepada siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran tertentu.
Klasifikasi Strategi Pembelajaran
Strategi pembelajaran interaktif Strategi pembelajaran interaktif mengacu pada bentuk diskusi dan sharing antar siswa. Diskusi dan saling berbagi akan memungkinkan siswa untuk menanggapi ide, strategi pembelajaran.
Dasar Pemilihan Strategi Pembelajaran
Guru dapat mengetahui sejauh mana konsep telah dipahami oleh siswa ketika ide/gagasan disampaikan. 181 Lembar Tugas Asesmen Pembelajaran IPA merupakan alat bantu yang dapat digunakan dalam proses belajar mengajar.
Macam-macam Strategi Pembelajaran
Jenis Permainan Yang Dapat Dijadikan
PENDEKATAN PEMBELAJARAN IPA
Pendekatan Dalam Pembelajaran IPA SD
Dasar pemikiran dari pendekatan ini adalah bahwa semua penemuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi dapat bermanfaat bagi manusia. Dalam pendekatan ini, proses belajar siswa berlangsung dengan membaca buku pelajaran atau mendengarkan penjelasan guru.
Penerapan Pendekatan dalam Pembelajaran IPA
Guru harus menekankan pentingnya materi yang disampaikan kepada siswa. Metode diskusi memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan ide atau gagasan sesuai dengan apa yang diketahuinya. Pelaksanaan metode diskusi dapat didahului dengan presentasi siswa untuk menyampaikan ide atau gagasan.
Peserta kursus dinyatakan kompeten jika peserta didik memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja minimal yang ditetapkan. Hasil penilaian harus dapat memberikan umpan balik dan memotivasi siswa untuk belajar lebih giat. Pada fase ini tes berfungsi untuk mengukur tingkat perkembangan atau kemajuan siswa setelah melewati proses belajar mengajar dalam kurun waktu tertentu.
METODE PEMBELAJARAN IPA
Jenis-jenis Metode dalam Pembelajaran IPA
Menggunakan metode tanya jawab adalah untuk mengetahui sejauh mana siswa memahami dan mengingat fakta-fakta yang dipelajari dan didengarnya. Sebuah pertanyaan dirancang untuk memeriksa pemahaman siswa tentang materi yang baru diajarkan. Dalam metode pelatihan saintifik, guru harus selalu mengkaji kendala atau kesulitan yang dihadapi siswa.
Hal yang perlu dilakukan ketika menerapkan metode ini adalah guru harus mampu merefleksi keseluruhan simulasi yang telah dilakukan siswa dengan penalaran dan pemaknaan. Guru memfasilitasi alur simulasi dan mempersilahkan siswa untuk memainkan bulan, matahari, bumi dan bumi sesuai dengan skenario. Selain di laboratorium, siswa dapat melakukan percobaan di lingkungan alam, seperti di lingkungan sekolah, di rumah, di pantai, di pegunungan, dll.
Penggunaan Metode dalam Pembelajaran IPA
Hasil pembelajaran penerapan dapat dilihat pada kemampuan: (mampu memecahkan masalah, membuat grafik/grafik, menggunakan istilah atau konsep). Hasil analisis pembelajaran terlihat oleh siswa berupa keterampilan: (mampu mengenali kesalahan, membedakannya, menganalisis unsur-unsur, hubungan dan prinsip organisasi). Hasil pengajaran gerak kompleks dapat diturunkan dari keterampilan siswa, antara lain: (lancar, luwes, bergaul, lincah, gesit).
Hasil belajar berupa partisipasi akan terlihat pada sikap dan perilaku: (patuh, berpartisipasi aktif). Hasil belajar berorganisasi terlihat dalam bentuk: (mampu membentuk sistem nilai, menjaring hubungan antar nilai, bertanggung jawab, menyatukan nilai). Hasil belajar perseptual dapat dilihat dari tindakan: (mampu menginterpretasikan rangsangan, peka terhadap rangsangan, membedakan) termasuk dalam domain.
Contoh Penggunaan Metode Dalam Pembelajaran
Contoh Pemetaan Penerapan Metode
Nantinya, hasil kegiatan penilaian belajar siswa akan menjadi laporan kemajuan belajar siswa yang dapat diperhitungkan oleh siswa, guru lain, orang tua, dan berbagai pihak yang membutuhkan informasi hasil belajar. . Hasil sintesis pembelajaran dapat dilihat dari kemampuan siswa: (mampu menghasilkan, menyusun kembali, merumuskan). Hasil belajar asesmen dapat dilihat dari beberapa keterampilan siswa: (mampu menilai berdasarkan norma tertentu, mempertimbangkan, memilih alternatif).
Hasil pembelajaran desain gaya hidup terlihat dalam bentuk sikap dan perilaku: (mampu mendemonstrasikan, merefleksi, terlibat). Penilaian hasil belajar adalah perolehan, analisis dan interpretasi proses dan hasil belajar, yang dilakukan secara sistematis, terencana dan berkesinambungan. Termasuk dalam ranah hasil belajar penilaian/penentuan yang menunjukkan siswa (kemampuan menerima nilai, suka, setuju, menghargai, sikap (positif dan negatif, mengakui).
EVALUASI PEMBELAJARAN IPA
Pengertian penilaian hasil belajar
Penilaian pembelajaran siswa mengambil bentuk yang berbeda dan melayani tujuan yang berbeda dalam proses belajar mengajar di sekolah. Penilaian belajar siswa secara terus menerus harus senantiasa memantau proses, kemajuan dan peningkatan belajar siswa. Dalam pelaksanaannya, penilaian pembelajaran siswa menggunakan metode/teknik dan instrumen penilaian yang berbeda pada periode pembelajaran tertentu, sehingga guru mendapatkan informasi yang komprehensif dan akurat tentang perkembangan pembelajaran siswa yang mencakup ketiga aspek tersebut.
Tentunya guru harus menilai pembelajaran siswa berdasarkan prosedur penilaian yang baik agar hasilnya objektif. Objektivitas juga tercermin dalam pandangan dan sikap guru terhadap teknik dan instrumen penilaian siswa. Artinya kegiatan untuk menilai pembelajaran siswa di sekolah memerlukan kerjasama antara guru, pengurus sekolah, konselor, orang tua, dan lain-lain.
Penilaian hasil belajar IPA SD
Alat penilaian yang baik adalah yang dapat mengukur keberhasilan proses pendidikan secara tepat dan akurat. Kegunaan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu skoring, kemudahan pengadministrasian, waktu dan bentuk alat penilaian. Jika alat penilaian yang diberikan kepada siswa terlalu mudah, terlalu sulit atau tidak jelas, maka ada kemungkinan memberikan skor yang kurang baik.
Terintegrasi dengan pembelajaran, yaitu menilai apa saja yang dilakukan siswa dalam kegiatan belajar mengajar dinilai baik secara kognitif, psikomotorik maupun afektif. Oleh karena itu, pengujian berlangsung tidak hanya setelah siswa menyelesaikan materi pelajaran tertentu, tetapi juga selama pelaksanaan proses pembelajaran. Sistematis, yaitu penilaian dilakukan secara terencana dan bertahap untuk mendapatkan gambaran perkembangan belajar siswa sebagai hasil dari kegiatan belajarnya.
Penilaian Tes dan non tes
Hasil tes berguna untuk menentukan posisi atau rangking setiap siswa dalam kelompok, untuk menentukan dapat atau tidaknya siswa melanjutkan program pembelajaran selanjutnya dan untuk menginformasikan kemajuan siswa untuk menyampaikan kepada pihak lain yaitu: orang tua, sekolah , masyarakat, dan dunia kerja. Pilihan jawaban harus homogen dan logis Contoh soal: .. peristiwa perambatan kalor yang membutuhkan zat/media tanpa adanya perpindahan bagian-bagian zat/media Misalnya sendok dirasa. Observasi adalah teknik penilaian nontes yang mengumpulkan data tentang sikap dan kepribadian siswa dalam kegiatan pembelajarannya.
Jika kita melakukan tes tertulis dan lisan, kita hanya mengukur kemampuan siswa di bidang kognitif. Sistem tes tertulis (tes pensil dan kertas) seperti itu akan sulit mengungkap kemampuan siswa. Membentuk tim yang terdiri dari beberapa siswa yang bertanggung jawab untuk menilai keterampilan semua siswa di kelas.
Penyusunan instrumen tes
139 Penilaian Pembelajaran IPA Berdasarkan kedua cara penentuan KKM tersebut, guru memiliki kewenangan tersendiri dalam menentukan penggunaan model penilaian KKM. Peserta didik mampu memahami, merancang dan mempraktekkan pengembangan media pembelajaran IPA SD yang inovatif dan kreatif sesuai dengan kondisi sekolah (konteks lokal) yang digunakan dalam proses pembelajaran IPA di sekolah dasar.
Penilaian Pembelajaran IPA 155 menggunakan simbol dan karakter yang mudah dikenali dan diingat serta cepat dipahami. 163 Penilaian Pembelajaran IPA adalah pembelajaran khusus dan didasarkan pada penelitian terhadap proses pembelajaran dan komunikasi pada manusia dengan menggunakan kombinasi sumber daya manusia dan non manusia sehingga pembelajaran dapat berlangsung secara efektif.” 173 Penilaian Pembelajaran IPA adalah sebuah alat/aplikasi yang dapat menjembatani kesenjangan antara bagaimana siswa menjalani kehidupannya dengan bagaimana mereka belajar di sekolah/kampus, untuk itulah Edmodo hadir.
Kriteria Ketuntasan Minimal
MEDIA PEMBELAJARAN IPA
Media Pembelajaran
Media Pembelajaran: Untuk meningkatkan daya serap dan retensi anak terhadap materi pembelajaran, seperti yang dijelaskan oleh Cone of Experience karya Edgar Dale. Dalam grafik, kita biasanya menemukan jenis media visual lainnya, seperti gambar, diagram, atau simbol verbal. Movie clip dapat menyatukan sumber belajar yang berbeda menjadi satu rangkaian, sehingga cocok untuk keterampilan mengajar, mudah disimpan dan digunakan untuk bahan belajar kelompok atau individu.
Keunggulan media ini sebagai media pembelajaran adalah bahan cetakan berupa buku, majalah, foto, grafik, peta atau diagram dapat langsung diproyeksikan tanpa dipindahkan terlebih dahulu ke permukaan transparan. Gambar bergerak merupakan media pembelajaran yang sangat menarik karena dapat mengungkapkan keindahan dan fakta bergerak dengan efek suara, gambar dan gerak. Film juga dapat diputar berulang kali sesuai kebutuhan. Televisi dapat menjadi media pembelajaran yang menarik untuk menyampaikan pesan pembelajaran secara audiovisual, disertai unsur gerak.
Teknologi Pembelajaran
Teknologi pembelajaran merupakan gabungan dari tiga aliran, yaitu media pendidikan, psikologi pembelajaran dan pendekatan sistem pendidikan. Teknologi pembelajaran pada mulanya dipahami sebagai teknologi peralatan, yang mengacu pada penggunaan peralatan, media, dan fasilitas untuk mencapai tujuan pendidikan atau kegiatan pembelajaran melalui penggunaan alat bantu audiovisual. Teknologi pembelajaran didefinisikan sebagai media yang diciptakan sebagai hasil revolusi komunikasi yang dapat digunakan untuk keperluan pembelajaran selain guru, buku teks dan papan tulis.
Berdasarkan definisi AECT 1994, ada lima bidang atau domain teknologi pembelajaran (instructional technology), yaitu desain, pengembangan, penggunaan, pengelolaan dan evaluasi. Bidang atau bidang teknologi pembelajaran yang pertama adalah desain atau desain yang menyangkut penerapan berbagai teori, prinsip dan prosedur dalam merencanakan atau merancang suatu program atau kegiatan pembelajaran yang dilakukan secara sistematis dan sistematis. Meskipun perkembangan buku pelajaran dan alat peraga lainnya (teknologi cetak) mendahului film, peluncuran film merupakan tonggak sejarah dari gerakan audio visual ke era teknologi pembelajaran saat ini.
Merancang Media dan Teknologi
Kunci Jawaban (Burung pipit memiliki paruh yang pendek dan kuat. Bentuk paruhnya cocok untuk memecahkan biji-bijian). Kunci Jawaban (Burung unta dan ayam memiliki tiga jari kaki menghadap ke depan dan satu jari kaki belakang tidak berkembang sempurna.). No Uraian bentuk pas Jawaban 1 ada penyengat. melepaskan racun atau kaleng untuk melindungi diri dari musuh-musuhnya.
Pada saat menggunakan lembar siswa tidak mendapat bimbingan dari guru, artinya siswa dibebaskan untuk bekerja secara mandiri pada waktu yang telah ditentukan sebelumnya oleh guru. alokasi waktu untuk mengerjakan lembar tugas 4. evaluasi yang berisi tugas atau soal yang harus diselesaikan siswa tanpa bimbingan guru. Kelas/Semester : V Semester Gasal Mata Pelajaran : Adaptasi. Isilah titik-titik pada kolom yang tersedia. tanaman 1 Mawar memiliki batang yang. kunci jawaban: Pohon rotan dan pohon bambu memiliki bulu-bulu halus yang bisa gatal jika disentuh). Dengan cara ini, buah sulit dimakan predator. menghasilkan getah untuk melindungi diri dari pemangsa.