• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penilaian

Dalam dokumen BAB I PENDAHULUAN A. (Halaman 36-42)

Gambar 2.1 Perubahan dari Kerangka Berpikir Asli ke Revisi (Anderson dan Krathwohl, 2001:268)

Berdasarkan gambar 2.1, dapat diketahui perubahan taksonomi dari kata benda (dalam taksonomi Bloom) menjadi kata kerja (dalam taksonomi revisi).

Perubahan ini dibuat agar sesuai dengan tujuan- tujuan pendidikan. Tujuan- tujuan pendidikan mengindikasikan bahwa peserta didik dapat melakukan sesuatu (kata kerja) dengan sesuatu (kata benda). Revisi dilakukan oleh Kratwohl dan Anderson, taksonomi menjadi (1) mengingat kembali (recall), (2) memahami (comprehension), (3) mengaplikasikan (aplication); (4) menganalisis (analyze), (5) mengevaluasi (evaluation), dan (6) mencipta (creation).

d. Mampu menggunakan hasil-hasil penilaian untuk membuat keputusan- keputusan di bidang pendidikan.

e. Mampu mengembangkan prosedur penilaian yang valid dan menggunakan informasi penilaian, dan

f. Mampu dalam mengkomunikasikan hasil- hasil penilaian.

Menurut Arifin (2009:2), penilaian merupakan suatu proses atau kegiatan yang sistematis dan berkesinambungan untuk mengumpulkan informasi tentang proses dan hasil belajar peserta didik dalam rangka membuat keputusan-keputusan berdasarkan kriteria dan pertimbanagan tertentu. Haryati (2009:15) mengemukakan bahwa penilaian (assessment) merupakan istilah yang mencakup semua metode yang biasa dipakai untuk mengetahui keberhasilan belajar peserta didik dengan cara menilai unjuk kerja individu peserta didik atau kelompok.

Berdasarkan beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa penilaian adalah suatu proses pengumpulan informasi secara menyeluruh yang dilakukan secara terus menerus untuk mengetahui kemampuan atau keberhasilan peserta didik dalam pembelajaran dengan menilai kinerja peserta didik baik kinerja secara individu maupun dalam kegiatan kelompok.. Hasil penilaian digunakan sebagai bahan pertimbangan penentuan tingkat keberhasilan proses dan hasil pembelajaran.

2. Tujuan Penilaian

Penilaian merupakan salah satu elemen yang penting dalam pembelajaran, dimana merupakan komponen yang tidak kalah pentingnya dengan model atau metode pembelajaran. Penilaian digunakan untuk

mengetahui kemampuan serta keberhasilan peserta didik, dalam pencapaian tujuan-tujuan pembelajaran.

Kusaeri dan Suprananto (2012:9) mengemukakan bahwa penilaian hendaknya diarahkan pada empat hal berikut. (1) Penelusuran (keeping track), yaitu untuk menelusuri agar proses pembelajaran tetap sesuai dengan rencana, (2) Pengecekan (cheking-up), yaitu untuk mengecek adakah kelemahan-kelemahan yang dialami oleh peserta didik selama proses pembelajaran, (3) Pencarian (finding- out), yaitu mencari dan menemukan hal-hal yang menyebabkan terjadinya kelemahan dan kesalahan dalam proses pembelajaran, dan (4) Penyimpulan (summing-up), yaitu untuk menyimpulkan apakah peserta didik telah meguasai seluruh kompetensi yang ditetapkan dalam kurikulum atau belum.

Menurut Sudjana (2005:4), tujuan penilaian yaitu (1) Mendeskripsikan kecakapan belajar para peserta didik sehingga dapat diketahui kelebihan dan kekurangannya dalam berbagai bidang studi atau mata pelajaran yang ditempuh, (2) Mengetahui keberhasilan proses pendidikan dan pengajaran di sekolah, yakni seberapa jauh keefektifannya dalam mengubah tingkah laku para peserta didik ke arah tujuan pendidikan yang diharapkan, (3) Menentukan tindak lanjut hasil asesmen, yakni melakukan perbaikan dan penyempurnaan dalam hal program pendidikan dan pengajaran serta strategi pelaksanaannya, (4) Memberikan pertanggungjawaban (accountability) dari pihak sekolah kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Oleh karena itu, penggunaan jenis assessment yang tepat akan menentukan keberhasilan dalam memperoleh informasi yang berkenaan dengan proses pembelajaran.

Berdasarkan beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa tujuan penilaian adalah untuk menilai proses belajar peserta didik. Penilaian dapat memberikan umpan balik secara berkesinambungan tentang peserta didik untuk perbaikan belajar dan pembelajaran. Penilaian lebih berpihak kepada kepentingan peserta didik, karena hasil penilaian dapat digunakan peserta didik untuk merefleksikan kekuatan dan kelemahan, sehingga selanjutnya dapat memperbaiki cara belajar.

3. Jenis-Jenis Penilaian

Menurut Sudjana (2005:5), jenis-jenis penilaian adalah sebagai berikut:

a. Penilaian formatif adalah penilaian yang dihasilkan pada akhir program belajar mengajar untuk melihat keberhasilan proses belajar mengajar itu sendiri. Dengan demikian, penilaian formatif berorientasi kepada proses belajar mengajar. Dengan penilaian formatif diharapkan guru dapat memperbaiki program pengajaran dan strategi pelaksanaanya.

b. Penilaian sumatif adalah penilaian yang dilaksanakan pada akhir unit program, yaitu akhir catur wulan, akhir semester, dan akhir tahun.

Tujuannya adalah untuk melihat hasil yang dicapai oleh para peserta didik, yakni seberapa jauh tujuan-tujuan kulikuler dikuasai oleh para peserta didik.

c. Penilaian diagnostik adalah penilaian yang bertujuan untuk melihat kelemahan-kelemahan peserta didik serta faktor penyebabnya.

Penilaian ini dilaksanakan untuk keperluan bimbingan belajar,

pengajaran remedial (remedial teaching), menemukan kasus-kasus, dll. Soal-soal tentunya disusun agar dapat ditemukan jenis kesulitan belajar yang dihadapi oleh para peserta didik.

d. Penilaian selektif adalah penilaian yang bertujuan utuk keperluan seleksi, misalnya uji saringan masuk ke lembaga pendidikan tertentu.

e. Penilaian penempatan adalah penilaian yang ditunjukan untuk mengetahui keterampilan prasyarat yang diperluakan bagi suatu program belajar dan penugasan belajar untuk program itu.

Berdasarkan pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa jenis-jenis penelitian tersebut untuk mengetahui bagaimana kemampuan yang dimiliki oleh peserta didik atau setiap individu maupun kelompok.

Sehingga, dalam dunia pendidikan dari hasil penilaian peserta didik bisa menjadi evaluasi bagi guru dan peserta didik.

3. Aspek Penilaian

Penyempurnaan Kurikulum 2013 terus dilakukan, hingga sejak tahun 2016 dikenal dengan nama Kurikulum Nasional. Pada Kurikulum Nasional, Standar Penilaian pendidikan diatur dalam Permendikbud No. 23 Tahun 2016. Istilah penilaian autentik tidak lagi secara tegas digunakan, namun mengklasifikasikan jenis penilaian berdasarkan aspek kompetensi yang dinilai, yaitu penilian aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

Teknik penilaian yang digunakan adalah disesuaikan dengan kompetensi yang dinilai.

a. Penilaian Sikap

Penilaian sikap ditujukkan agar pendidik memperoleh informasi deskriptif mengenai perilaku peserta didik. Pengukuran penilaian sikap menuju pada Kompetensi Inti sikap spiritual (KI 1) dan sikap sosial (KI 2). Kompentensi sikap spiritual dan sosial dicapai peserta didikmelalui pembelajaran tidak langsung pada pembelajaran Kompetensi Pengetahuan dan Keterampilan, yaitu misalnya melalui kegiatan diskusi, praktikum, penyelesaian tugas proyek, dll.

Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan pendidik dalam mengembangkan karakter peserta didik lebih lanjut. Dengan demikian, kompetensi sikap menjadi bagian dari keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah yang terkait dengan proses pembelajaran, dengan memperhatikan karakteristik pembelajaran, serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.

Oleh karena itu, teknik penilaian sikap yang digunakan dapat melalui observasi/pengamatan dan teknik penilaian lainnya yang relevan.

Adapun pelaporannya menjadi tanggung jawab wali kelas atau guru kelas.

b. Penilaian Pengetahuan

Penilaian pengetahuan merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengukur penguasaan pengetahuan peserta didik. Penilaian pengetahuan merujuk pada komptensi inti pengetahuan (KI 3), yang selanjutnya diuraikan dalam kompetensi dasar. Penilaian aspek

pengetahuan dilakukan melalui tes tertulis, tes lisan, dan penugasan sesuai dengan kompetensi yang dinilai.

c. Penilaian Keterampilan

Penilaian keterampilan merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengukur kemampuan peserta didik menerapkan pengetahuan dalam melakukan tugas tertentu. Penilaian keterampilan merujuk pada kompetensi inti keterampilan (KI 3) yang selanjutnya diuraikan dalam kompetensi dasar. Penilaian keterampilan dilakukan melalui praktik, produk, proyek, portofolio, dan/atau teknik lain sesuai dengan komptensi yang dinilai. Berdasarkan pemaparan di atas, dapat disimpulkan bahwa standar penilaian pada aspek kompetensi meliputi penilaian aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

Dalam dokumen BAB I PENDAHULUAN A. (Halaman 36-42)

Dokumen terkait