• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peningkatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)

Dalam dokumen grand design (Halaman 95-100)

COPY

B. Peningkatan Kualitas Penduduk di Bidang Kesehatan Melalui Pemberdayaan Keluarga

3. Peningkatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)

2017, Direktorat Jenderal Cipta Karya melakukan program Sanimas pada 126 lokasi dan pembangunan TPS-3R di 75 lokasi, yang tersebar di 31 Provinsi di seluruh Indonesia. Pendanaannya berasal dari APBN, APBD, DAK, serta melalui sumber pendanaan lainnya.

Sanitasi membutuhkan dukungan dan kerjasama berbagai pihak.

Peran serta para pemangku kepentingan seperti Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kesehatan dan Pemerintah Daerah, dalam hal penyediaan lahan, penganggaran biaya operasional dan pemeliharaan, penyiapan kelembagaan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM), serta pendampingan dan pengawasan terhadap keberlanjutan infrastruktur Sanimas dan TPS 3R terbangun.

Dalam pembangunan Sanimas dan TPS-3R, masyarakat berperan langsung dalam pembangunannya, sementara pemerintah memfasilitasi serta memberikan pendampingan pelaksanaan kegiatan. Beberapa kegiatan pembangunan Sanimas diantaranya pembangunan prasarana Mandi Cuci Kakus (MCK), Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Kombinasi dengan MCK dan Sambungan Rumah (SR). Kementerian PUPR dalam periode 2015-2019 menargetkan Sanimas ada di 94.454 lokasi dengan kebutuhan anggaran Rp1,9 triliun dan TPS-3R di 5.279 lokasi dengan kebutuhan anggaran Rp1 triliun.

dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan seseorang atau keluarga dapat menolong diri sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakat. Sekumpulan perilaku hidup bersih dan sehat tersebut perlu dituangkan dalam bentuk program PHBS.

Program PHBS adalah program upaya untuk memberikan pengalaman belajar atau menciptakan suatu kondisi bagi perorangan, keluarga, kelompok dan masyarakat, dengan membuka jalur komunikasi, memberikan informasi dan melakukan edukasi, untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku, melalui pendekatan pimpinan (Advokasi), bina suasana (Social Support) dan pemberdayaan masyarakat (Empowerment). Dengan demikian masyarakat dapat mengenali dan mengatasi masalahnya sendiri, terutama dalam tatanan masing-masing. Masyarakat/dapat menerapkan cara-cara hidup sehat dengan menjaga, memelihara dan meningkatkan kesehatannya. Ada 5 program priontas PHBS yaitu :

a. Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).

b. Gizi.

c. Kesehatan Lingkungan.

d. Gaya Hidup.

e. Dana Sehat/Asuransi Kesehatan.

Dengan PHBS diharapkan masyarakat dapat mengenali dan mengatasi masalahnya sendiri, terutama dalam tatanan masing-masing. Masyarakat dapat menerapkan cara-cara hidup sehat dengan menjaga, memelihara dan meningkatkan kesehatannya. Oleh karena itu PHBS dinilai sangat penting dilaksanakan di setiap rumah tangga. Sebagai tolok ukur penilaian rumah tangga yang ber-PHBS dapat digunakan 10 indikator di bawah ini yang dikutip dari Hasil Pendataan PHBS Tahun 2019 di salah satu Puskesmas Kabupaten Berau Kalimantan Timur sebagai berikut:

a. Persalinan.

Persalinan yang dimaksud adalah persalinan yang ditolong oleh bidan/petugas kesehatan. Bila persalinan ditolong oleh dukun bayi/dukun kampung maka gugurlah indikator pertama. Perhitungan pencapaian PHBS indikator tunggal untuk persalinan adalah sebagai berikut:

READING

COPY

b. aSi Eksklusif.

ASI eksklusif yang dimaksud adalah pemberian ASI kepada bayinya sejak dilahirkan sampai usia 6 bulan. Apabila pemberian ASI eksklusif kurang dari 6 bulan maka gugurlah indikator tentang ASI eksklusif.

Perhitungan indikator tunggal untuk ASI eksklusif adalah:

c. Penimbangan Bayi dan Balita.

Indikator peninmbangan bayi dan balita yang dimaksudkan adalah untuk memantau pertumbuhannya setiap bulan. Apabila penimbangan bayi dan balita dalam rumah tangga ditimbang setiap bulan sesuai format pada buku KMS maka indikatornya terpenuhi. Jika tidak ditimbang maka dengan sendirinya indikator ini gugur dan tidak dapat di nilai, sedangkan perhitungan indikator tunggal untuk penimbangan bayi dan balita adalah.

d. air Bersih.

Air adalah kebutuhan dasar yang digunakan sehari-hari untuk minum, memasak, mandi, berkumur, membersihkan lantai, mencuci alat-alat dapur. Rumah tangga yang memenuhi indikator air bersih adalah rumah tangga yang menggunakan air bersih dengan sumber PDAM ataupun Sumur Pompa yang memenuhi syarat, apabila rumah tangga yang menggunakan air selain PDAM / Sumur Pompa / Sumur Gali maka gugur penilaian pada indikator air bersih. Adapun perhitungan indikator tunggal pada penggunaan air bersih adalah sebagai berikut.

e. Cuci Tangan.

Cuci tangan yang dimaksud adalah cuci tangan menggunakan sabun dan air bersih, cuci tangan yang dilakukan pada saat sebelum makan, sesudah buang air besar dan aktifitas lainnya yang berhubungan dengan makanan dan minuman. Air yang tidak bersih banyak mengandung kuman dan bakteri penyebab penyakit. Bila digunakan, kuman berpindah

READING

COPY

ke tangan. Pada saat makan, kuman dengan cepat masuk ke dalam tubuh, yang bisa menimbulkan penyakit. Sabun dapat membersihkan kotoran dan membunuh kuman, karena tanpa sabun kotoran dan kuman masih tertinggal di tangan. Adapun perhitungan indikator tunggal cuci tangan adalah sebagai berikut.

CTABS = Cuci Tangan menggunakan Air Bersih dan sabun f. Jamban.

Jamban adalah suatu ruangan yang mempunyai fasilitas pembuangan kotoran manusia yang terdiri atas tempat jongkok atau tempat duduk dengan leher angsa atau tanpa leher angsa (cemplung) yang dilengkapi dengan unit penampungan kotoran dan air untuk membersihkannnya.

Jamban yang memenuhi syarat dalam indikator ini adalah jamban dengan model leher angsa baik model WC duduk ataupun WC Jongkok dan dilengkapi dengan sanitasi pembuangan menggunakan septic tank sehingga kotoran tidak dapat mencemari lingkungan sekitarnya dan jarak septic tanknya jauh dari sumber air minum (yang memiliki sumur gali) yaitu minimal 10 meter dari sumber air minum dengan sumur gali. adapun perhitungan indikator tunggal untuk jamban adalah sebagai berikut.

g. Bebas Jentik.

Bebas jentik yang dimaksud adalah rumah tangga yang dikunjungi oleh petugas pendata PHBS (Petugas Poskesdes/PKK ) yang dirumahnya ada penampungan air terbebas dari jentik nyamuk/tidak ada jentik nyamuknya sehingga dapat dikategorikan rumah tangga yang memberantas jentik. Adapun perhitungan indikator tunggal untuk rumah tangga yang bebas jentik adalah sebagai berikut.

h. Makan Sayur dan Buah

Setiap anggota rumah tangga mengkonsumsi minimal 3 porsi buah dan 2 porsi sayuran atau sebaliknya setiap hari. Makan sayur

READING

COPY

dan buah setiap hari sangat penting, karena mengandung vitamin dan mineral yang mengatur pertumbuhan dan pemeliharaan tubuh. Sesuai dengan indikator makan sayur dan buah mengkonsumsinya haruslah setiap hari, sayur dan buah yang dikonsumsi tidak perlu yang mahal tapi terjangkau daya beli masyarakat, konsumsi sayur dan buah sangat penting bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan akan multivitamin yang terkandung dalam buah dan sayur. Adapun perhitungan indikator tunggal untuk konsumsi sayur dan buah adalah sebagai berikut:

i. Melakukan aktifitas fisik Setiap Hari

Aktivitas fisik adalah melakukan pergerakan anggota tubuh yang menyebabkan pengeluaran tenaga yang sangat penting bagi pemeliharaan kesehatan fisik, mental. mempertahankan kualitas hidup agar tetap sehat dan bugar sepanjang hari. Yang dimaksud melakukan aktifitas fisik setiap hari sebagaimana yang dimaksud dalam panduan PHBS adalah adanya kegiatan olah raga bagi rumah tangga/keluarga yang dilakukan setiap hari kurang lebih 30 menit, dalam hal ini kegiatan fisik yang dilakukan bisa dikonversikan ke kegiatan sehari-hari misalnya berkebun, memancing, mencangkul, anak-anak bermain. sebagainya, dianggap sebagai kegiatan fisik (melakukan aktifitas). Adapun perhitungan indikator tunggal pada kegiatan aktifitas fisik adalah sebagai berikut.

j. Tidak Merokok Di Dalam rumah

Setiap anggota keluarga tidak boleh merokok di dalam rumah. Rokok ibarat pabrik bahan kimia. Dalam satu batang rokor yang dihisap akan dikeluarkan sekitar 4.000 bahan kimia berbahaya diantaranya yang paling berbahaya adalah nikotin, tar. Carbon Monoksida (CO). Indikator tidak merokok di dalam rumah terbagi menjadi dua. yaitu tidak merokok dan tidak merokok didalam rumah, Jika anggota keluarga tidak ada yang merokok maka secara otomatis pada kolom pendataan PHBS kolom berikutnya tidak perlu diisi, tetapi apabila ada yang merokok maka kolom berikutnya perlu di tanyakan pada si Pelaku (Perokok) apakah merokok didalam rumah atau tidak, jika merokok didalam

READING

COPY

rumah maka diisi sesuai dengan petunjuk pengisian pendataan PHBS . Adapun perhitungan tunggal pada indikator ini adalah sebagai berikut:

Untuk indikator gabungan rumah tangga ber-PHBS perhitungannya dtentukan oleh banyaknya jumlah rumah tangga yang ber-PHBS di dalam suatu kampung. Rumusnya adalah rumah tangga yang dikatakan ber-PHBS adalah rumah tangga yang pada saat pendataan PHBS semua indikatornya terpenuhi atau dengan kata lain jika ada satu indikator yang gagal didalam penilaian PHBS di rumah tangganya maka tidak dapat diklasifikasikan rumah tangga ber-PHBS.

Dalam dokumen grand design (Halaman 95-100)