BAB V PENULANGAN BALOK
5.1 Penulangan Balok Induk
5.1.2 Penulangan Balok Induk
➢ Balok Induk (30 / 60 ) ( Frame H - I ) A. Dimensi Balok
- Lebar balok (b) = 300 mm - Tinggi balok (h) = 600 mm - Tebal selimut beton (ts) = 50 mm
A
G
M
B C D E F
H I J K L
N O P Q R
T U V W X
S
- Bentang balok (L) = 7000 mm - Bentang bersih balok (Ln) = 6700 mm B. Momen Hasil Analisis SAP2000v14
✓ Kombinasi Mu : 1,2 D + 1,6 L - Tumpuan Kiri
- Tumpuan Kanan
- Lapangan
- Aksial terfaktor (Pu)
- Torsi (T)
- Geser Max (Vu)
Gambar 14. Momen SAP hasil kombinasi Mu balok induk
Rekapitulasi momen hasil analisis SAP2000v14 akibat kombinasi Mu : 1,2 D + 1,6 L adalah sebagai berikut :
- Momen tumpuan kiri = - 8782,66 Kg.m (kondisi 1) - Momen lapangan = 7368 Kg.m (kondisi 2) - Momen tumpuan kanan = -8580,88 Kg.m (kondisi 3) - Aksial terfaktor (Pu) = -102,31 Kg
- Vu lapangan = 1348,63 Kg
- Torsi (T) = 307,59 Kg.m
- Geser Max (Vu) = -7376,66 Kg C. Cek Syarat Komponen Struktur Penahan Gempa
1.) Gaya aksial tekan terfaktor maksimum yang bekerja pada balok harus melebihi 0,1 x Ag x f’c
Pu < 0,1 x Ag x f’c - 10,231 N < 630000 N
Maka, gaya aksial tekan terfaktor maksimum telah memenuhi persyaratan.
2.) Batasan dimensi balok SRPMK
Berdasarkan SNI 2847-2019 Pasal 18.6.2, persyaratan batasan dimensi untuk balok SRPMK yaitu :
- Bentang bersih, Ln minimal 4d
Sebelumnya, mencari nilai d pada perhitungan tulangan lentur, contoh perhitungan tulangan lentur pada tumpuan kiri.
d = h - ts - Ø tulangan geser - ½ D tulangan lentur = 600 - 50 - 8 - ½ x 19
d = 533 mm
Maka, untuk cek persyaratan bentang bersih, Ln minimal 4d dengan rumus berikut :
Ln > 4d 6700 mm > 4 x 533 mm 6700 mm > 2130 mm
- Lebar penampang bw, minimal 0,3 h dan 250 mm 0,3 h = 0,3 x 600
= 180 mm
Lebar penampang, bw = 300 mm
Sehingga batasan dimensi balok sudah memenuhi untuk persyaratan SRPMK.
D. Perhitungan Tulangan Lentur
✓ Perhitungan Tulangan Lentur Tumpuan Kiri
d = h - ts - Ø tulangan geser - ½ D tulangan lentur = 600 - 50 - 8 - ( ½ x 19 )
d = 533 mm
Jarak tulangan terhadap sisi luar beton
ds = ts + Ø tulangan geser + ½ D tulangan lentur
= 50 + 8 + 9,5 ds = 68 mm
m = fy = 550 = 18,49 0,85 x f’c 0,85 x 35
ρb = 0,85 x f’c x β1 x 600 fy 600 + fy
= 0,85 x 35 x 0,8 600
280 600 + 550
= 0,04435 ρ max = 0,75 x ρb
= 0,75 x 0,4435 = 0,03326 ρ min = 1,4 = 1,4 = 0,0255
fy 550
Mu = 8782,66 Kg.m = 87826600 N.mm Mn = Mu = 87826600 = 97585111 N.mm φ 0,9
( )
Rn = Mn = 97585111 = 1,147 N/mm2 b x d2 300 x 5332
ρ = 1
𝑚[1 − (1 −2×𝑚×𝑅𝑛
𝑓𝑦 )
0,5
]
= 0,00213 Kontrol :
ρ min < ρ < ρ max 0,00255 < 0,0213 < 0,03326
Karena ρ kurang dari ρ min, maka ρ dinaikkan sebesar 30%
ρ = 1,3 x 0,00213
= 0,00276
( ρ + 30% ) > ρ min 0,00277 > 0,00255
Karena ρ + 30% telah memenuhi persyaratan, maka diambil ρ = 0,00277
Menghitung As perlu
Tulangan tarik (As) = ρ x b x d
= 0,00277 x 300 x 533
= 441,85 mm2 Tulangan tekan (As’) = 0,5 x As
= 0,5 x 441,85
= 220,92 mm2 Tulangan tarik yang digunakan (ATAS)
D = 19 mm n = 2
As pakai = ( ¼ ℼ x d2 ) x n
= ( ¼ x 3.14 x 192 ) x 2
= 567,06 mm2 Syarat :
As perlu < As pakai
441,85 mm2 < 567,06 mm2
Karena As perlu < As pakai, maka telah memenuhi persyaratan.
Cek jarak antar tulangan :
S = b - 2 x ( t selimut + Ø sengkang ) - ( n x D ) n - 1
= 300 - 2 x ( 50 + 8 ) - ( 2 x 19 ) 2 - 1
= 146 mm ≈ 150 mm Cek syarat :
S > 25 mm 150 mm > 25 mm
Maka, jarak antar tulangan (S) telah memenuhi persyaratan dan menggunakan 1 LAPIS.
Jarak horizontal pusat ke pusat antara tulangan : x = b - ns x D - 2 x ds
ns - 1
= ( 300 - 2 ) x 19 - ( 2 x 68 )
= 127 mm - Tinggi balok tekan :
a = As x fy 0,85 x f’c x b
= 441,85 x 550 = 35 mm 0,85 x 35 x 300
- Tinggi garis netral :
c = a = 35 = 44 mm β1 0,8
Tabel 25. Rekapitulasi jarak horizontal antara tulangan
Baris ke Jumlah ni Jarak yi Jumlah Jarak ( ni x yi
)
1 2 67,5 135
2 0 0 0
n = 2 S (ni x yi) = 135
- Letak titik berat tulangan d’ = S ( ni x yi ) / n
= 135 / 2 = 68 mm - Tinggi efektif balok
d = h - d'
= 600 - 68 = 533 mm - Kontrol keruntuhan :
et > e min
et = ( d – c ) x 0,03 = ( 533 - 44 ) x 0,03 = 0,336 c 44
e min = 0,005
et > e min 0,336 > 0,005
Karena et > e min, maka telah memebuhi persyaratan untuk under reinforced.
- Momen kapasitas :
Mn = As x fy x ( d - a / 2 )
= 441,85 x 550 x ( 533 - 35 / 2 )
= 160627650 N.mm
= 16063 Kg.m φ x Mn = 0,9 x 16063
= 14456 Kg.m Kontrol momen kapasitas :
φ x Mn ≥ Mu
14456 ≥ 8782,66 (OK) Maka digunakan tulangan tarik 2D19 Tulangan tekan yang digunakan (BAWAH)
D = 19 mm n = 2
As pakai = ( ¼ ℼ x d2 ) x n
= ( ¼ x 3.14 x 192 ) x 2
= 567,06 mm2 Syarat :
As perlu < As pakai 220,92 mm2 < 567,06 mm2
Karena As perlu < As pakai, maka telah memenuhi persyaratan.
Cek jarak antar tulangan :
S = b - 2 x ( t selimut + Ø sengkang ) - ( n x D ) n - 1
= 300 - 2 x ( 50 + 8 ) - ( 2 x 19 ) 2 - 1
= 146 mm ≈ 150 mm Cek syarat :
S > 25 mm 150 mm > 25 mm
Maka, jarak antar tulangan (S) telah memenuhi persyaratan dan menggunakan 1 LAPIS.
Maka digunakan tulangan tekan 2D19
Rekapitulasi penulangan tulangan lentur untuk balok induk adalah sebagai berikut (Tabel 26) :
Tabel 26. Rekapitulasi kebutuhan tulangan lentur balok induk
Parameter Tumpuan Kiri Lapangan Tumpuan Kanan
Tinggi efektif balok (d) 533 mm 533 mm 533 mm
Jarak tulangan terhadap sisi luar beton (ds)
68 mm 68 mm 68 mm
Momen Ultimate (Kg.m) 8782,66 7368 8580,88
ρ min 0,00255 0,00255 0,00255
ρ 0,00213 0,00231 0,00208
ρ max 0,03326 0,03326 0,03326
ρ pakai 0,00277 0,00255 0,00270
As perlu (mm2) 441,85 406,64 431,49 Tulangan Tarik 2D19 (atas) 2D19 (bawah) 2D19 (atas)
As pakai (mm2) 567,06 567,06 567,06
S pakai (mm) 150 150 150
As’ perlu (mm2) 220,92 203,32 215,75
Tulangan Tekan 2D19 (bawah) 2D19 (atas) 2D19 (bawah)
As’ pakai (mm2) 567,06 567,06 567,06
S’ pakai (mm) 150 150 150
E. Perhitungan Tulangan Geser
✓ Perhitungan Probable Momen Capacities (Mpr / Mkap) pada tumpuan kiri
d = h - ts - Ø tulangan geser - ½ D tulangan lentur = 600 - 50 - 8 - ( ½ x 19 )
d = 533 mm Momen Probabiliti (-)
As = 567,06 mm2
a = As x 1,25 x fy = 44 mm 0,85 x f’c x b
Mkap = As x 1,25 x fy x ( d - a / 2 )
= 199081654 N.mm
= 19908,1654 Kg.m Momen Probabiliti (+)
As = 567,06 mm2
a = As x 1,25 x fy = 44 mm 0,85 x f’c x b
Mkap = As x 1,25 x fy x ( d - a / 2 )
= 199081654 N.mm
= 19908,1654 Kg.m
✓ Perhitungan Probable Momen Capacities (Mpr / Mkap) pada tumpuan kanan
d = h - ts - Ø tulangan geser - ½ D tulangan lentur = 600 - 50 - 8 - ( ½ x 19 )
d = 533 mm Momen Probabiliti (-)
As = 567,06 mm2
a = As x 1,25 x fy = 44 mm 0,85 x f’c x b
Mkap = As x 1,25 x fy x ( d - a / 2 )
= 199081654 N.mm
= 19908,1654 Kg.m Momen Probabiliti (+)
As = 567,06 mm2
a = As x 1,25 x fy = 44 mm 0,85 x f’c x b
Mkap = As x 1,25 x fy x ( d - a / 2 )
= 199081654 N.mm
= 19908,1654 Kg.m
✓ Perhitungan Gaya Geser Terfaktor Akibat Beban Gravitasi
Untuk gaya gravitasi dengan kombinasi 1,2 D + 1,6 L didapatkan pada program bantu SAP2000v14 adalah sebagai berikut :
Gambar 15. Momen Geser V2 hasil kombinasi Mu
Didapatkan Vg = 7376,66 Kg
✓ Perhitungan Gaya Geser
a.) Perhitungan pada Tumpuan Kiri - Vsway = Mkap kiri + Mkap kanan
Ln = 4187,094 Kg
Total reaksi geser di ujung kiri dan kanan balok :
Reaksi = Vsway ± Vg
Reaksi akibat gempa kiri, Vu = 4187,094 – 7376,66
= - 3189,566 Kg Reaksi akibat gempa kanan, Vu = 4187,094 + 7376,66
= 11563,754 Kg b.) Perhitungan pada Tumpuan Kanan
- Hasil perhitungan sama dengan tumpuan kiri.
✓ Perhitungan Kebutuhan Sengkang untuk Gaya Geser
Berdasarkan SNI 2847-2019 Pasal 18.6.5.2 mensyaratkan bahwa kontribusi beton dalam menahan geser, yaitu Vc = 0 pada perencanaan sendi plastis apabila :
1.) Gaya geser akibat gempa mewakili setidaknya setengah kekuatan geser perlu maksimum dalam bentang tersebut.
Tabel 27. Cek persyaratan gaya geser akibat gempa
Arah Gerakan
Gempa
Vsway Reaksi Tumpuan Kiri
Rekasi Tumpuan Kanan
Cek Syarat
0,5 Vu 0,5 Vu
Kg Kg Kg Vsway > 0,5
Vu Kanan 5942,736 5781,877 -1594,783 AMAN
Kiri 5942,736 -1594,783 5781,877 AMAN 2.) Gaya tekan aksial terfaktor, termasuk akibat pembebanan gempa.
Berdasarkan SNI 2847-2019 Pasal 18.6.5.2 persaratan gaya tekan aksial terfaktor adalah sebagai berikut :
Pu < Ag x f’c / 20 - 102,31 < 315000
Karena semua persyaratan telah terpenuhi, dengan demikian, Vc = 0 disepanjang zona sendi plastis.
a.) Perhitungan pada Tumpuan Kiri
Muka kolom kiri (diambil nilai Vu terbesar = 11563,754 Kg) - Vc = 0 Sehingga gaya geser maksimum, Vs
Vs = ( Vu / Ø ) - Vc
= ( 11563,754 / 0,8 ) - 0 = 14454,7 Kg
Berdasarkan SNI 2847-2019 Pasal 11.4.7.9, untuk Vs maks adalah sebagai berikut :
Vs maks = 2
3√𝑓𝑐′ 𝑏𝑤 × 𝑑
= 630062,5 N = 63006,5 Kg Kontrol :
Vs < Vs maks
14454,7 < 63006,25 maka terlah terpenuhi.
- Syarat spasi maksimum
Berdasarkan SNI 2847-2019 Pasal 18.6.4.4, sengkang pengekang pertama harus ditempatkan tidak lebih dari 50 mm dari muka kolom penumpu. Spasi sengkang pengekang tidak boleh melebihi nilai terkecil dari berikut ini :
• d / 4 = 133,125 mm
• 6 x db = 114 mm
• 150 mm
Sehingga, S pakai = 150 mm.
- Nilai Av perlu
Av perlu = Vs x S = 145,42 mm2 fy x d
Ø Sengkang = 8 mm
n kaki sengkang = Av perlu = 2,89 ≈ 3 buah 0,25 x ℼ x Ø2
Av pakai = ( ¼ x ℼ d2 ) x n
= 150,796 mm2
- Cek Vs aktual
Vs aktual = Av x fy x d = 294430 Kg S
Vs aktual > Vs
294430 Kg > 14454,7 Kg
Maka dipasang sengkang 3 kaki Ø 8 – 150 mm dipasang sejarak 2 h = 1200 mm dari muka kolom, dimana tulangan geser pertama dipasang 50 mm dari muka kolom.
b.) Perhitungan pada Tumpuan Kanan
Hasil perhitungan sama dengan tumpuan kiri.
Maka dipasang sengkang 3 kaki Ø 8 – 150 mm dipasang sejarak 2 h = 1200 mm dari muka kolom, dimana tulangan geser pertama dipasang 50 mm dari muka kolom.
c.) Perhitungan tulangan geser di luar sendi plastis (lapangan)
Gaya geser rencana (Vu) untuk zona diluar sendi plastis berjarak 1200 mm dari muka kolom adalah :
Vu = 1348,63 Kg
Pada daerah ini nilai Vc dapat diperhitungkan, sehingga : - Nilai Vc ditentukan berdasarkan SNI 2847-2019 Pasal 22.5.5.1
Vc = 0,17 × 𝜆 × √𝑓𝑐′ × 𝑏𝑤 × 𝑑
Dimana 𝜆 = 1 untuk beton normal berdasarkan SNI 2847-2019 Pasal 8.6.1, Maka :
Vc = 0,17 x 1 x √35 x 300 x 533 = 160665,9367 N
= 16066,594 Kg
0,5 x Ø x Vc = 6426,64 Kg Ø x Vc = 12853,27 Kg
Karena Vu < Ø x Vc maka termasuk kondisi 2, dimana memakai tulangan geser minimum.
Vs min = 1
3𝑏𝑤 × 𝑑
= 53250 N = 5325 Kg
Direncanakan menggunakan tulangan geser, Ø = 8 mm Jika digunakan sengkang 2 kaki Ø 8, maka :
- Nilai Av perlu
n kaki sengang = 2 buah - Av pakai = ( ¼ x ℼ d2 ) x n
= 100,531 mm2 - Syarat spasi maksimum
Berdasarkan SNI 2847-2019 Pasal 18.6.4.6, bila sengkang pengekang tidak diperlukan, sengkang dengan kait gempa pada kedua ujungnya harus dipasang dengan spasi tidak melebihi : d / 2
= 266,25 mm, Sehingga : S pakai = 200 mm
Maka dipasang sengkang 2 kaki Ø 8 – 200
Sesuai SNI 2847-2019 Pasal 25.3 Tabel 25.3.2, untuk kait sengkang dengan Ø 8 ≈ 10 dengan bengkokan 135° diperpanjang sepanjang : a. 4db = 4 x 8 = 32 mm
b. 75 mm
Maka, diameter sisi dalam bengkokan minimum adalah = 32 mm.
Tabel 28. Diameter sisi dalam bengkokan minimum
F. Perhitungan Tulangan Torsi
Berdasarkan SNI 2847-2019 Pasal 22.7.1.1 pengaruh torsi boleh diabaikan apabila momen terfaktor Tu kurang dari :
Tu ≤ Ø Tth dengan Ø = 0,8 Dimana :
Acp = b x h = 300 x 600 = 180000 mm2 Pcp = 2 x ( b + h ) = 1800 mm
Tth = 0,083 × 𝜆 × √𝑓𝑐′ (𝐴𝑐𝑝2
𝑃𝑐𝑝)
= 8838623,2 N.mm = 883,9 Kg.m Tu ≤ Ø Tth
307,6 Kg.m ≤ 707,1 Kg.m Maka, boleh diabaikan.
✓ Cek Kekuatan Penampang Balok terhadap Torsi
Dimensi balok harus memenuhi syarat SNI 2847-2019 Pasal 22.7.7.1 sebagai berikut :
Dimana :
Gambar 16. Penampang balok terhadap torsi
x1 = b - 2 x tebal selimut - Ø sengkang = 192 mm y1 = h - 2 x tebal selimut - Ø sengkang = 492 mm Aoh = x1 x y1 = 94464 mm2
Ph = 2 ( x1 + y1 ) = 1368 mm Vc = 0,17 × 𝜆 × √𝑓𝑐′ × 𝑏𝑤 × 𝑑
Maka :
= 0,539 MPa
= 4,709 MPa
0,539 MPa ≤ 4,709 MPa Maka, Penampang Cukup.
✓ Perhitungan Kebutuhan Tulangan Torsi
At = Tn dengan : Tn = Tu S 2 x Ao x fyt x cot θ Ø Dimana :
Tn = 3844875 N.mm
Ao = 0,85 x Aoh = 80294,4 mm2 fyt = 550 MPa
θ = 45° (untuk balok non prategang) Sehingga :
At = 0,0435 mm2 / mm / satu kaki S
Tetapi tidak boleh kurang dari :
At = 0,175 x bw = 0,095 mm2 / mm / satu kaki S fyt
✓ Perhitungan Kebutuhan Tulangan Torsi Geser / Transversal a.) Pada daerah tumpuan kiri
Vs = 14454,7 Kg
Av = Vs = 0,969 mm2 / mm / satu kaki S fy x d
Maka, kebutuhan tulangan sengkang setelah torsi adalah :
Avt = Av + 2 x At = 1,16 mm2 / mm / satu kaki S S S
Periksa luas tulangan transversal minimum harus lebih besar dari berikut ini menurut SNI 2847-2019 Pasal 9.6.4.2 :
- Av + 2 At min = 0,062√𝑓𝑐′ 𝑏𝑤
𝑓𝑦𝑡
S
= 0,393 mm2 - Av + 2 At min = 0,35𝑏𝑤
𝑓𝑦𝑡
S
= 0,375 mm2
Karena Avt / S > Av + 2 At min / S, 1,16 mm2 > 0,375 mm2, maka telah memenuhi persyaratan.
Untuk tulangan sengkang terpasang sebelum torsi adalah : 3 kaki Ø 8 -150 mm, maka :
Av pakai = 1,005 mm2 / mm / dua kaki S
Av pakai ≥ Avt S S 1,005 ≥ 1,16
Tulangan terpasang belum mampu untuk menahan gaya torsi. Maka dicoba untuk tulangan sengkang menjadi 3 kaki Ø 8 -100 :
Av pakai = 1,508 mm2 / mm / dua kaki S
Av pakai ≥ Avt S S 1,508 ≥ 1,16
Sehingga tulangan sengkang sudah mampu menahan gaya geser dan torsi. Jadi tulangan sengkang menjadi 3 kaki Ø 8 -100.
Berdasarkan SNI 2847-2019 Pasal 9.7.6.3.3, spasi tulangan torsi transversal tidak boleh melebihi :
a. Ph / 8 = 1368 / 9 = 171 mm
b. 300 mm
Maka pada daerah tumpuan dipasang tulangan sengkang 3 kaki Ø 8 - 100 mm.
b.) Pada daerah lapangan Vs = 5325 Kg
Av = Vs = 0,357 mm2 / mm / satu kaki S fy x d
Maka, kebutuhan tulangan sengkang setelah torsi adalah : Avt = Av + 2 x At = 0,548 mm2 / mm / satu kaki S S S
Periksa luas tulangan transversal minimum harus lebih besar dari berikut ini menurut SNI 2847-2019 Pasal 9.6.4.2 :
- Av + 2 At min = 0,062√𝑓𝑐′ 𝑏𝑤
𝑓𝑦𝑡
S
= 0,393 mm2 - Av + 2 At min = 0,35𝑏𝑤
𝑓𝑦𝑡
S
= 0,375 mm2
Karena Avt / S > Av + 2 At min / S, 1,16 mm2 > 0,375 mm2, maka telah memenuhi persyaratan.
Untuk tulangan sengkang terpasang sebelum torsi adalah : 2 kaki Ø 8 -150 mm, maka :
Av pakai = 0,670 mm2 / mm / dua kaki S
Av pakai ≥ Avt S S 0,670 ≥ 0,548
Sehingga tulangan sengkang sudah mampu menahan gaya geser dan torsi.
Berdasarkan SNI 2847-2019 Pasal 9.7.6.3.3, spasi tulangan torsi transversal tidak boleh melebihi :
a. Ph / 8 = 1368 / 9 = 171 mm b. 300 mm
Maka pada daerah lapangan dipasang tulangan sengkang 2 kaki Ø 8 - 100 mm.
✓ Perhitungan Kebutuhan Tulangan Torsi Longitudinal
Berdasarkan SNI 2847-2019 Pasal 11.5.3.7 luas tulangan longitudinal untuk menahan torsi adalah :
A1 = 𝐴𝑡
𝑠 𝑃ℎ (𝑓𝑦𝑡
𝑓𝑦) cot2𝜃
= 256,5 mm2
Periksa A1 min harus lebih kecil dari berikut ini sesuai SNI 2847-2019 Pasal 9.6.4.3 :
- A1 min 1 = 0,42√𝑓𝑐′ 𝐴𝑐𝑝
𝑓𝑦𝑡− (𝐴𝑡
𝑠) 𝑃ℎ𝑓𝑦𝑡
𝑓𝑦
= 753,64 mm2 - A1 min 2 = 0,42√𝑓𝑐′ 𝐴𝑐𝑝
𝑓𝑦𝑡− (0,175 𝑏𝑤
𝑓𝑦𝑡 ) 𝑃ℎ𝑓𝑦𝑡
𝑓𝑦
= 682,61 mm2
Sehingga dipakai A1 = 682,61 mm2, maka luas torsi tersebut didistribusikan pada keliling penampang. Dan setiap sisi menerima tambahan luas :
A1 = 170,65 mm2 4
➢ Perhitungan Pada Tumpuan Kiri
- Pada sisi atas daerah tumpuan sebelumnya tersedia tulangan tarik.
As perlu = 441,85 mm2
Maka kebutuhan tulangan lentur torsi adalah : As perlu = 441,85 + 170,65
= 612,5 mm2
As pasang = 567,06 mm2 (2D19) Maka dipasang tulangan longitudinal 3D19 As pakai = 850,59 mm2
As perlu < As pakai 612,5 mm2 < 850,59 mm2
Maka, perencanaan tulangan longitudinal tarik sisi atas pada tumpuan kiri telah memenuhi persyaratan.
- Pada sisi bawah daerah tumpuan sebelumnya tersedia tulangan tekan.
As perlu = 220,92 mm2
Maka kebutuhan tulangan lentur setalah torsi adalah : As perlu = 220,92 + 170,65
= 391,58 mm2
As pasang = 567,06 mm2 (2D19) Maka dipasang tulangan longitudinal 2D19 As pakai = 567,06 mm2
As perlu < As pakai 391,58 mm2 < 567,057 mm2
Maka, perencanaan tulangan longitudinal tekan sisi bawah pada tumpuan kiri telah memenuhi persyaratan.
- Pada sisi tengah balok dibutuhkan tulangan
Direncanakan tulangan samping diameter, D = 15 mm As = 176,71 mm2
Kebutuhan tulangan pada sisi tengah balok, yaitu : As perlu = A1 / 2 = 341,31 mm2 n = As perlu = 1,93 ≈ 2 buah
As
Maka dipasang tulangan longitudinal 2D15 As pakai = 353,43 mm2
As perlu < As pakai 341,31 mm2 < 353,43 mm2
Maka, perencanaan tulangan longitudinal sisi tengah balok pada tumpuan kiri telah memenuhi persyaratan.
➢ Perhitungan Pada Lapangan
- Pada sisi atas daerah lapangan sebelumnya tersedia tulangan tekan.
As perlu = 203,32 mm2
Maka kebutuhan tulangan lentur torsi adalah : As perlu = 203,32 + 170,65
= 373,97 mm2
As pasang = 567,06 mm2 (2D19) Maka dipasang tulangan longitudinal 2D19 As pakai = 567,06 mm2
As perlu < As pakai 373,97 mm2 < 567,057 mm2
Maka, perencanaan tulangan longitudinal tekan sisi atas pada lapangan telah memenuhi persyaratan.
- Pada sisi bawah daerah lapangan sebelumnya tersedia tulangan tarik.
As perlu = 406,64 mm2
Maka kebutuhan tulangan lentur setalah torsi adalah : As perlu = 406,64 + 170,65
= 577,29 mm2
As pasang = 567,06 mm2 (2D19) Maka dipasang tulangan longitudinal 2D20 As pakai = 628,32 mm2
As perlu < As pakai 577,29 mm2 < 628,319 mm2
Maka, perencanaan tulangan longitudinal tarik sisi bawah pada lapangan telah memenuhi persyaratan.
- Pada sisi tengah balok dibutuhkan tulangan
Direncanakan tulangan samping diameter, D = 15 mm As = 176,71 mm2
Kebutuhan tulangan pada sisi tengah balok, yaitu : As perlu = A1 / 2 = 341,31 mm2
n = As perlu = 1,93 ≈ 2 buah As
Maka dipasang tulangan longitudinal 2D15 As pakai = 253,43 mm2
As perlu < As pakai 341,31 mm2 < 353,429 mm2
Maka, perencanaan tulangan longitudinal sisi tengah balok pada lapangan telah memenuhi persyaratan.
➢ Perhitungan Pada Tumpuan Kanan
- Pada sisi atas daerah tumpuan sebelumnya tersedia tulangan tarik.
As perlu = 431,49 mm2
Maka kebutuhan tulangan lentur torsi adalah : As perlu = 431,49 + 170,65
= 620,14 mm2
As pasang = 567,06 mm2 (2D19) Maka dipasang tulangan longitudinal 2D19 As pakai = 850,59 mm2
As perlu < As pakai 602,14 mm2 < 850,586 mm2
Maka, perencanaan tulangan longitudinal tarik sisi atas pada tumpuan kanan telah memenuhi persyaratan.
- Pada sisi bawah daerah tumpuan sebelumnya tersedia tulangan tekan.
As perlu = 215,75 mm2
Maka kebutuhan tulangan lentur setalah torsi adalah : As perlu = 215,75 + 170,65
= 386,4 mm2
As pasang = 567,06 mm2 (2D19) Maka dipasang tulangan longitudinal 2D19 As pakai = 567,06 mm2
As perlu < As pakai 386,4 mm2 < 567,057 mm2
Maka, perencanaan tulangan longitudinal tekan sisi bawah pada tumpuan kanan telah memenuhi persyaratan.
- Pada sisi tengah balok dibutuhkan tulangan
Direncanakan tulangan samping diameter, D = 15 mm As = 176,71 mm2
Kebutuhan tulangan pada sisi tengah balok, yaitu : As perlu = A1 / 2 = 341,31 mm2 n = As perlu = 1,93 ≈ 2 buah
As
Maka dipasang tulangan longitudinal 2D15 As pakai = 353,43 mm2
As perlu < As pakai 341,31 mm2 < 353,43 mm2
Maka, perencanaan tulangan longitudinal sisi tengah balok pada tumpuan kanan telah memenuhi persyaratan.
✓ Cek syarat jarak antar tulangan berdasarkan SNI 2847-2019 Pasal 9.7.5.1 :
S pakai = h - 2 x ( t selimut + Ø sengkang ) - D lentur 2
= 232,5 mm < 300 mm
Karena S pakai < 300 mm, maka telah memenuhi persyaratan jarak antar tulangan.
✓ Cek syarat diameter tulangan longitudinal berdasarkan SNI 2847-2019 Pasal 9.7.5.2 :
- D 19 > 0,042 x S
D 19 > 6,3 (OKE) - D 19 > D 10 (OKE)
Maka persyaratan diameter tulangan longitudinal telah memenuhi.
G. Perhitungan Panjang Penyaluran
Gambar 17. Panjang penyaluran tulangan balok
1.) Panjang penyaluran tulangan tarik
Berdasarkan SNI 2847-2019 Pasal 18.8.5, untuk tulangan D10 sampai D36 yang ujungnya diberi kait standar, panjang penyaluran ldh harus diambil yang paling besar dari berikut ini :
a. ldh = 𝑓𝑦×𝑑𝑏
5,4𝜆√𝑓𝑐′ = 327,11 mm Dimana λ = 1 untuk beton normal.
b. 8db = 152 mm c. 150 mm
Maka digunakan panjang penyaluran ldh pada muka tumpuan tulangan tarik ke kolom sebesar = 330 mm dengan kait standar 90°
dan diperpanjang 12db = 228 mm 2.) Panjang penyaluran tulangan tekan
Berdasarkan SNI 2847-2019 Pasal 25.4.9, panjang penyaluran ldc untuk batang ulir dan kawat ulir dalam kondisi tekan harus yang terbesar dari berikut ini :
a. ldc = (0,24×𝑓𝑦×𝜓𝑟
𝜆√𝑓𝑐′ ) × 𝑑𝑏 = 423,93 mm Dimana : λ = 1 untuk beton normal dan 𝜓𝑟 = 1 b. ldc = 0,043 x fy x 𝜓𝑟 x db
= 449,35 mm c. 200 mm
Maka digunakan panjang penyaluran ldc pada muka tumpuan tulangan tekan ke kolom sebesar = 450 mm dengan kait standar 90 dan diperpanjang 12 db = 228 mm.
H. Cut Off Point (Letak Pemotongan Tulangan)
Gambar 18. Mekanika panjang cut off point
Panjang cut off point dihitung dengan rumus berikut : Ld = 3×𝑓𝑦×𝛼×𝛽×𝛾×𝑑𝑏
5√𝑓𝑐′ ≥ 300 mm
= 3 x 550 x 1,3 x 1 x 1 x 19 5 x 35
= 1378 mm
L1 = Ln + Ld = 6700 mm + 1378 mm = 2718 mm 5 5
L2 = Ln - Ld = 6700 mm - 1378 mm = - 38 mm 5 5
Berdasarkan Gambar 18 diatas, panjang cut off point (letak pemotonagn tulangan) adalah sebagai berikut :
L1 (tumpuan) = Ln + 12 db 4
= 6700 mm + 228 mm = 1903 mm ≈ 2000 mm 4
L2 (lapangan) = Ln + 2 x 12 db 2
= 6700 mm + 456 mm = 3806 mm ≈ 4000 mm 2
Tabel 28. Rekapitulasi penjang penyaluran dan cut off point balok induk
Panjang Penyaluran (ldh)
Tulangan Tarik Tulangan Tekan
330 mm 450 mm
Cut off point L1 (tumpuan) L2 (lapangan)
2000 mm 4000 mm
5.2 Penulangan Balok Anak