• Tidak ada hasil yang ditemukan

KABUPATEN PESISIR SELATANTAHUN 2023

H. PENUTUP

Demikianlah kerangka acuan kegiatan (KAK) Pelaksanaan Kegiatan Upaya Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) Puskesmas Koto Baru Kabupaten Pesisir Selatan Tahun Anggaran 2023 dibuat sebagai bahan acuan dan perencanaan dari kegiatan ini.

Koto Baru, 27 September 2022 Kepala Puskesmas Koto Baru

Nipramadana,SKM NIP. 198207182011012010

KERANGKA ACUAN KEGIATAN/TERM OF REFERENCE (KAK) PELAKSANAAN KEGIATAN UPAYA PENURUNAN AKI DAN AKB SERTA PERCEPATAN PERBAIKAN GIZI MASYARAKAT PADA KEGIATAN BANTUAN

OPERASIONAL KESEHATAN (BOK) UPT PUSKESMAS BARUNG BARUNG BELANTAI KABUPATEN PESISIR SELATAN

TAHUN 2023 A. Latar Belakang

Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat setinggi-tingginya yang dilaksanakan dengan sasaran meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap pelayanan kesehatan mulai dari promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif secara berkesinambungan.

Keberhasilan pembangunan kesehatan sangat ditentukan oleh kesinambungan antar upaya program dan sektor, serta kesinambungan dengan upaya-upaya yang telah dilaksanakan pada periode sebelumnya.

Untuk mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya, diselenggarakan upaya kesehatan perorangan dan upaya kesehatan masyarakat dengan pendekatan promotif, preventif dan meninggalkan kuratif dan rehabilitatif secara terpadu, menyeluruh dan berkesinambungan. Upaya pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat melalui upaya kesehatan esensial dan upaya kesehatan pengembangan sebagaimana yang termaktub dalam Permenkes Nomor 43 Tahun 2019, dimana salah satu upaya kesehatan esensial yang wajib dilaksanakan di Puskesmas adalah Penurunan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi (AKI dan AKB) dan upaya perbaikan gizi masyarakat dengan fokus kegiatan melalui Pendekatan Keluarga.Kegiatan Penurunan AKI dan AKB dan Perbaikan Gizi Masyarakat ini merupakan program dan kegiatan pelayanan kesehatan dasar atau pelayanan kesehatan primer (esensial) yang wajib dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas.

Renstra Puskesmas Barung Barung Balantai Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2021-2026 dijelaskan bahwa pelaksanaan upaya kesehatan masyarakat dilaksanakan berdasarkan prinsip penyelenggaraan paradigma sehat, pertanggungjawaban wilayah, kemandirian masyarakat, ketersediaan akses pelayanan kesehatan, teknologi tepat guna serta keterpaduan dan kesinambungan termasuk upaya penurunan AKI dan AKB serta upaya perbaikan gizi masyarakat. Tugas pokok Puskesmas adalah melaksanakan kebijakan kesehatan untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan diwilayah kerjanya dengan mengintegrasikan program yang dilaksanakannya dengan pendekatan keluarga. Adapun fungsi Puskesmas sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Selatan harus diselaraskan dengan mewujudkan visi dan misi UPT Puskesmas Barung Barung Balantai yaitu:“Mewujudkan dan Menciptakan Masyarakat Tentang Hidup Bersih dan Sehat Secara Mandiri dan Religius di Wilayah Puskesmas Barung Barung Balantai “,Misi yaitu 1). Bersih ( Menciptakan Kebersihan dan Kerapian Bagi Diri Sendiri dan Lingkungan), 2).

Empati ( Melakukan Pelayanan dengan Tulus dan sepenuh Hati), 3). Ramah ( Menerapkan 3 S yaitu Senyum,Sapa,dan Salam dalam Memberikan Pelayanan ). 4). Loyal ( Sopan Santun, Patuh Kepada atasan dan di Siplin dalam Berkerja). 5). Amanah ( Bekerja dengan Jujur Sesuai Tupoksi dengan

Penuh Rasa Tanggungjawab). 6). Nyaman ( Menciptakan Suasana aman,Nyaman bagi Pengunjung dan Lingkungan Kerja.

Berdasarkan PMK Nomor 43 Tahun 2019 Puskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat (UKM) dan upaya kesehatan perorangan (UKP) tingkat pertama dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif di wilayah kerjanya khususnya melaksanakan kegiatan penurunan AKI dan AKB serta Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat, termasuk Puskesmas Barung Barung Balantai Kecamatan Koto XI Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan.

Masih terjadinya kematian ibu dan bayi dan masih tingginya angka stunting dan gizi buruk di wilayah kerja Puskesmas Barung Barung Balantai Kecamatan Koto XI Tarusan menandakan upaya dan usaha yang selama ini telah dilaksanakan masih perlu ditingkatkan lagi terutama pada pelayanan kesehatan ibu hamil dengan peneriksaan ANC dan pelayanan kesehatan ibu bersalin dan nifas termasuk upaya perbaikan gizi masyarakat terutama ibu hamil dan balita, disamping melakukan audit maternal dan perinatal secara berkesinambungan serta upaya yang berkesinambungan juga terhadap peningkatan kualitas dan kapasitas petugas atau Bidan di desa agar dapat meningkatkan kinerjanya. Disamping itu juga dibutuhkan upaya-upaya yang bersifat inovasi disamping melanjutkan kegiatan yang sudah terlaksana di Puskesmas dalam rangka menekan AKI dan AKB dan menurunkan prevalkensi stunting dan gizi buruk.

B. Dasar Hukum

1. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan 2. Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah

3. Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 42, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6322)

4. Permenkes No.46 tahun 2015 tentang Akreditasi Puskesmas,Klinik Pratama, Tempat praktek Mandiri Dokter dan Tempat praktik mandiri dokter gigi.

5. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah;

6. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2019 tentang Puskesmas.

7. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 77 Tahun 2020 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah

8. Kepmenkes Nomor 69/Menkes/SK/VIII/2016 tentang Pedoman Penyelenggaraan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PISPK).

9. Suurat Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan RI Nomotr: PR.01.01/I/7997/2002 tanggal 13 September 2022 tentang Pemberitahuan Menu dan Rincian DAK Non Fisik Bidang Kesehatan Tahun Anggaran 2023.

Pencapaian program dan kegiatan Upaya Penurunan AKI dan AKB serta perbaikan gizi masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Barung Barung Balantai dukung dengan Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) yang mana berasal dari APBN Kementerian Kesehatan (DAK Non Fisik Bidang Kesehatan), untuk itu rincian kebutuhan kegiatan yang diusulkan pada tahun 2023 untuk BOK Puskesmas Barung Barung Balantaisebagai berikut :

No RinciaanMenu/Kompoen Uraian

1 UpayaPenurunan AKI dan AKB serta Upaya PerbaikanGiziMasyarakat

a. Transportasi Petugas dan Bidan Desa dalam rangka pengelolaan pelayanan kesehatan dalam rangka penurunan AKI dan AKB serta upaya perbaikan gizi masyarakat ke Nagari dan Kampung.

b. Transportasi peserta pertemuan/rapat Lintas Program dan Lintas Sektoral termasuk dengan KUA tentang penurunan AKI dan AKB serta upaya perbaikan gizi masyarakat ke Nagari dan Kampung.

c. Penyediaan makanan dan minuman dalam rangka rapat/pertemuan

C. PENERIMA MANFAAT

Penerima manfaat/sasaran pada kegiatan ini adalah ibu hamil, bayi baru lahir, bayi usia 0-11 bulan, ibu bersalin, ibu nifas anak balita, anak usia pra sekolah, usia sekolah, remaja dan usia produktif termasuk lansia dan kelompok disabilitas, termasuk kader Posyandu, Bidan Desa, petugas lintas program, lintas sektoral, Walinagari, Tokoh Masyarakat dan kelompok masyarakat lainnya di wilayah kerja UPT Puskesmas Barung Barung Balantai Kecamatan Koto XI Tarusan.

D. STRATEGI PENCAPAIAN KELUARAN (OUTPUT)

Kegiatan ini dilaksanakan secara swakelola berdasarkan aturan dan standarisasi yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan melalui standar biaya APBD Tahun 2023.

Keluaran (Output) kegiatan ini adalah terlaksananya upaya penurunan AKI dan AKB termasuk upaya perbaikan perbaikan gizi masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Barung Barung Balantai Kecamatan Koto XI Tarusan dengan indikator meningkatnya capaian indikator SPM Bidang Kesehatan selama Tahun 2023, yaitu:

1. Menurunnya Jumlah Kematian Neonatus, Bayi dan Ibu Melahirkan

2. Menurunnya angka balita gizi buruk dan gizi kurang < 2,5 % 3. Menurunnya angka stunting pada balita.dibawah 15 %.

4. Meningkatnya cakupan upaya kesehatan esensial: Kesehatan Ibu dan Anak, Gizi pada 8 Nagari sebesar 90 %.

E. KURUN WAKTU PENCAPAIAN KELUARAN

Kegiatan ini dilaksanakan selama jangka waktu 1 (satu) Tahun 2023 dari bulan Januari sampai dengan bulan Desember 2023.

No. Kegiatan Bulan

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

1. Persiapan Pelaksanaan 2. Pelaksanaan Kegiatan 3. Monitoring dan

Evaluasi F. PEMBIAYAAN

Pelaksanaan kegiatan ini memerlukan anggaran biaya dalam rangka pencapaian keluaran (outpur) melalui anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik Bidang Kesehatan Kabupaten Pesisir Selatan pada Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Puskesmas Barung Barung Balantai Tahun 2023 sebesar Rp. 111.023.600,- (Seratus Sebelas Juta Dua Puluh Tiga Ribu Enam Ratus Rupiah),-dengan rincian anggaran biaya (RAB) per puskesmas yaitu:

No RincianMenuKegiatan Kebutuhan

Biaya Rp.

1. Surveilans Kesehatan Gizi dan KIA 7.318.000,-

2 Pelayanan Kesehatan Reproduksi bagi Calon Pengantin, Pasangan Usia Subur (PUS)

12.900.000,- 3 Pelaksanaan Kelas Ibu (Kelas Ibu Hamil, Kelas Ibu Balita) 35.928.000,- 4 Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) 8.520.000,-

5 Pemantauan Tumbuh Kembang Balita 5.577.600,-

6 Kunjungan lapangan Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak 22.000.000,- 7 Pelayanan Kesehatan Pada Anak Usia Sekolah dan Remaja 17.100.000,-

8 Pendampingan di shelter penampungan pada daerah rawan bencana 1.680.000,-

Jumlah 111.023.600,-

RincianAnggaranBiaya(RAB)terlampir

G. PENUTUP

Demikianlah kerangka acuan kegiatan (KAK) Pelaksanaan Kegiatan Upaya Penurunan AKI dan AKB serta Percepatan Perbaikan Gizi Masyarakat Puskesmas Barung Barung Balantai Kabupaten Pesisir Selatan Tahun Anggaran 2023 dibuat sebagai bahan acuan dan perencanaan dari kegiatan ini

Painan, 26 November 2022 Kepala Puskesmas Barung Barung Belantai

dr. Seprima Yenti NIP. 19920904 201903 2 001

KERANGKA ACUAN KEGIATAN/TERM OF REFERENCE (KAK)

PELAKSANAAN KEGIATAN UPAYA DETEKSI DINI, PREVENTIF DAN RESPON PENYAKIT PADA KEGIATAN BANTUAN OPERASIONAL KESEHATAN (BOK) UPT PUSKESMAS BARUNG BARUNG BALANTAI KABUPATEN PESISIR SELATAN

TAHUN 2023 H. Latar Belakang

Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat setinggi-tingginya yang dilaksanakan dengan sasaran meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap pelayanan kesehatan mulai dari promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif secara berkesinambungan.

Keberhasilan pembangunan kesehatan sangat ditentukan oleh kesinambungan antar upaya program dan sektor, serta kesinambungan dengan upaya-upaya yang telah dilaksanakan pada periode sebelumnya.

Untuk mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya, diselenggarakan upaya kesehatan perorangan dan upaya kesehatan masyarakat dengan pendekatan promotif, preventif dan meninggalkan kuratif dan rehabilitatif secara terpadu, menyeluruh dan berkesinambungan. Upaya pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat melalui upaya kesehatan esensial dan upaya kesehatan pengembangan sebagaimana yang termaktub dalam Permenkes Nomor 43 Tahun 2019, dimana salah satu upaya kesehatan esensial yang wajib dilaksanakan di Puskesmas adalah Upaya Deteksi dini, Preventif dan respon penyakit yang merupakan program dan kegiatan pelayanan kesehatan dasar atau pelayanan kesehatan primer (esensial) yang wajib dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas termasuk diwilayah kerja Puskesmas Barung Barung Belantai.

Renstra Puskesmas Barung Barung Belantai Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2021-2026 dijelaskan bahwa pelaksanaan upaya kesehatan masyarakat dilaksanakan berdasarkan prinsip penyelenggaraan paradigma sehat, pertanggungjawaban wilayah, kemandirian masyarakat, ketersediaan akses pelayanan kesehatan, teknologi tepat guna serta keterpaduan dan kesinambungan termasuk Upaya Deteksi dini, Preventif dan respon penyakit. Adapun fungsi Puskesmas sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Selatan harus diselaraskan dengan mewujudkan visi dan misi UPT Puskesmas Barung Barung Belantai yaitu: “Mewujudkan dan Menciptakan Masyarakat Tentang Hidup Bersih dan Sehat Secara Mandiri dan Religius di Wilayah Puskesmas Barung Barung Balantai “, Misi yaitu 1). Bersih ( Menciptakan Kebersihan dan Kerapian Bagi Diri Sendiri dan Lingkungan), 2). Empati ( Melakukan Pelayanan dengan Tulus dan sepenuh Hati), 3). Ramah ( Menerapkan 3 S yaitu Senyum,Sapa,dan Salam dalam Memberikan Pelayanan ). 4). Loyal ( Sopan Santun, Patuh Kepada atasan dan di Siplin dalam Berkerja). 5).

Amanah ( Bekerja dengan Jujur Sesuai Tupoksi dengan Penuh Rasa Tanggungjawab). 6). Nyaman ( Menciptakan Suasana aman,Nyaman bagi Pengunjung dan Lingkungan Kerja.

Program Upaya Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2) ini merupakan manifestasi dari kumpulan program dan kegiatan upaya deteksi dini, preventif dan respon penyakit dengan beberapa program dan kegiatan riunciannya yaitu: surveilance dan respon KLB; deteksi dini dan

penemuan kasus; pencegahan penyakit dan pengendalian faktor risiko P2P; pengendalian penyakit dan pemberdayaan masyarakat terhadap pembentukan kader dan pembekalan kader P2P. Program dan kegiatan ini merupakan manifestasi dari seluruh rangkaian kegiatan pencegahan dan penanggulangan penyakit di Puskesmas termasuk kegiatan pemberdayaan masyarakat terhadap peran sertanya terhadap pencegahan dan pengendalian penyakit di tingkat Puskesmas.

Puskesmas berdasarkan PMK Nomor 43 Tahun 2019 adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat (UKM) dan upaya kesehatan perorangan (UKP) tingkat pertamna dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif di wilayah kerjanya termasuki melaksanakan upaya deteksi dini, preventif dan respon penyakit dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyakit. Upaya kesehatan masyarakat (UKM) dan Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) yang dimaksud adalah melakukan surveilance dan respon kejadian luar biasa (KLB), dimana ada beberapa kegiatan yang dapat dilaksanakan yaitu: surveilance kejadian pasca imunisasi (KIPI), validasi sasaran hasil cakupan imunisasi termasuk verifikasi rumor KLB, respon cepat Sistem Kewaspadaan Dini dan Resppon (SKDR). Disamping itu juga dilaksanakan pula upaya deteksi dini dan penemuan kasus, seperti: HIV/AIDS, TBC, Hepatitis pada ibu hamil; deteksi dini risiko PTM di Posbindu PTM, penemuan kasus PD3I, kasus kontak TB Pasru dan kasus mangkit, kasus nkontak kusta serta ODGJ.

Kegiatan lainnya yaitu pencegahan penyakit dan pengendalian faktor risiko, dengan masih menguatamaka pelayanan imunisasi dasar rutin, bersamaam dengan sosialisasi pelaksanaan imunisasi rutin; advokasi/sosialisasi terkait pemberian obat pencegah massal seperti obat kaki gajah termasuk penyediaan media komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) pencegahan penyakit. Selain itu kegiatan pengendalian penyakit untuk pendampingan penderita penyakit menular menahun, pendampingan penderita gangguan jiwa dan Napza serta validasi data laporan hasil POPM dan manajemen kasus filariasis, termasuk pemberdayaan masyarakat terhadap kualitas sanitasi dasar dan kesehatan lingkungan masyarakat yang juga menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya angka kesakitan dan kematian akibat penytakit menular dan infeksi dan tidak menular yang juga melibatkan kader kesehatan untuk P2P serta melakukan pembinaan dan pembekalan terhadap kader P2P.

Selama Tahun 2020 s/d 2022, pelaksanaan kegiatan Upaya Deteksi Dini, Preventuf dan Respon Penyakit dalam rangka Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) di Puskesmas Kabupaten Pesisir Selatan telah berhasil terlaksana dengan baik dengan meningkatnya beberapa indikator SPM dan PISPK , yaitu pelayanan kesehatan imunisasi dasar rutin (UCI); pelayanan kesehatan terhadap pencegahan TBC, pelayanan kesehatan penyakit tidak menular (PTM) dan penanggulangan dan pengendalian bencana/wabah penyakit termasuk KLB, apalagi saat sekarang telah terjadi pandemi COVID-19, dimana 71,23 % telah berhasil mencapai target pelaksanaan program dan kegiatan. Oleh karena itu keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini harus di lanjutkan dengan melaksanakan upaya-upaya inovatif untuk selalu meningkatkan cakupan program di Puskesmas dan jejaringnya.

I. Dasar Hukum

10. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan 11. Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah

12. Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 42, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6322)

13. Permenkes No.46 tahun 2015 tentang Akreditasi Puskesmas,Klinik Pratama, Tempat praktek Mandiri Dokter dan Tempat praktik mandiri dokter gigi.

14. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah;

15. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2019 tentang Puskesmas.

16. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 77 Tahun 2020 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah

17. Kepmenkes Nomor 69/Menkes/SK/VIII/2016 tentang Pedoman Penyelenggaraan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PISPK).

18. Suurat Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan RI Nomotr: PR.01.01/I/7997/2002 tanggal 13 September 2022 tentang Pemberitahuan Menu dan Rincian DAK Non Fisik Bidang Kesehatan Tahun Anggaran 2023.

Pencapaian program dan kegiatan Upaya Deteksi Dini, Preventif dan Respon Penyakit di wilayah kerja Puskesmas Barung Barung Belantaidukung dengan Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) yang mana berasal dari APBN Kementerian Kesehatan (DAK Non Fisik Bidang Kesehatan), untuk itu rincian kebutuhan kegiatan yang diusulkan pada tahun 2023 untuk BOK Puskesmas Koto Berapak sebagai berikut :

No RinciaanMenu/Kompoen Uraian

1 Upaya Deteksi Dini, Preventif dan Respon Penyakit

d. Transportasi Petugas dan Bidan Desa dalam rangka pengelolaan pelayanan kesehatan dalam rangka deteksi dini penyakit menular dan tidak menular serta surveilance penyakit dan termasuk juga sanitasi dasar masyarakat dan kesehatan lingkungan ke Nagari dan Kampung dan Institusi Pendidikan serta rumah penduduk.

e. Transportasi peserta pertemuan/rapat Lintas Program dan Lintas Sektoral tentang deteksi dini, preventif dan respon penyakit ke Nagari dan Kampung dan Institusi Pendidikan.

f. Penyediaan makanan dan minuman dalam rangka rapat/pertemuan.

g. Belanja operasional penggandaan

J. PENERIMA MANFAAT

Penerima manfaat/sasaran pada kegiatan ini adalah individu dan anggota masyarakat yang rentan terhadap penyakit menular dan infeksi serta penyakit tidak menular (PTM) termasuk kondisi sanitasi dasar dan kesehatan lingkungan rumah tangga pada masyarakat. Selain itu juga yang menjadi penerima manfaat Kader kesehatan pemberdayaan masyarakat, institusi pendidikan dan TTU serta TPM termasuk petugas lintas program, lintas sektoral, Walinagari, Tokoh Masyarakat dan kelompok masyarakat lainnya di wilayah kerja UPT Puskesmas Barung Barung Belantai Kecamatan Koto XI Tarusan.

K. STRATEGI PENCAPAIAN KELUARAN (OUTPUT)

Kegiatan ini dilaksanakan secara swakelola berdasarkan aturan dan standarisasi yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan melalui standar biaya APBD Tahun 2023.

Keluaran (Output) kegiatan ini adalah terlaksananya upaya deteksi dini, preventif dan respon penyakit di wilayah kerja PusdkesmasBarung Barung Belantai Kecamatan Koto XI Tarusan dengan indikator meningkatnya capaian indikator SPM Bidang Kesehatan untuk upaya deteksi dini, preventif dan respon penyakit selama Tahun 2023, yaitu:

5. Menurunnya prevelensi penyakit infeksi dan menular menjadi 25 %.

6. Meningkatanya cakupan pelayanan kesehatan penyakit menular sesuai standar menjadi 100%.

7. Meningkatnya cakupan pengelolaan pelayanan kesehatan tidak menular (PTM) dan pengelolaan Posbindu PTM menjadi 100 %.

8. Meningkatnya cakupan pengelolaan sanitasi dasar masyarakat dan kesehatan lingkungan masyarakat menjadi 100 %.

9. Meningkatnya peran serta kader kesehatan masyarakat di bidang P2P untuk membantu cakupan pelayanan kesehatan penyakit menular, penyakit tidak menular dan kesehatan lingkungan masyarakat menjadi 85 %.

L. KURUN WAKTU PENCAPAIAN KELUARAN

Kegiatan ini dilaksanakan selama jangka waktu 1 (satu) Tahun 2023 dari bulan Januari sampai dengan bulan Desember 2023.

No. Kegiatan Bulan

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

1. Persiapan Pelaksanaan 2. Pelaksanaan Kegiatan 3. Monitoring dan

Evaluasi M. PEMBIAYAAN

Pelaksanaan kegiatan ini memerlukan anggaran biaya dalam rangka pencapaian keluaran (outpur) melalui anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik Bidang Kesehatan Kabupaten Pesisir Selatan pada Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Puskesmas Barung Barung Belantai Tahun 2023 sebesar Rp. 231.380.000,- (Dua Ratus Tiga Puluh Satu Juta Tiga Ratus Delapan Puluh Ribu Rupiah),-dengan rincian anggaran biaya (RAB) per puskesmas yaitu:

No RincianMenuKegiatan Kebutuhan

Biaya Rp.

1. Deteksi dini faktor risiko dan penyakit tidak menular di masyarakat 14.700.000,- 2 Penemuan kasus aktif dan pemantauan pengobatan penyakit menular,

serta Program Pemberian Obat Pencegahan Masal (POPM) 43.910.000,-

3 Penemuan Kasus Aktif TBC 12.400.000,-

4 Pemberdayaan masyarakat serta pembinaan kader kesehatan dalam penanggulangan permasalahan P2P dan Penyehatan Lingkungan

15.440.000,- 5 Pelaksanaan STBM untuk Desa/ Kelurahan Prioritas 7.500.000,- 6 Inpeksi kesehatan lingkungan di TPP (Tempat Pengelolaan Pangan),

TFU (Tempat Fasilitas Umum), sarana air minum, dan Fasyankes 20.800.000,- 7 Pengiriman spesimen penyakit menular tertentu dan penyaikit

berpotensi KLB ke laboratorium daerah atau laboratorium rujukan daerah di kabupaten/kota

3.150.000,-

8 Pelayanan Imunisasi 104.480.000,-

9 Penyelidikan dan respon kasus atau Kejadian Luar Biasa (KLB) 6.600.000,- 10 Survei dan pengendalian vektor penyakit menular di masyarakat 11.480.000,-

Jumlah 240.460.000,-

RincianAnggaranBiaya(RAB)terlampir

N. PENUTUP

Demikianlah kerangka acuan kegiatan (KAK) Pelaksanaan Kegiatan Upaya Deteksi Dini, Preventif dan Respon Penyakit Puskesmas Barung Barung Belantai Kabupaten Pesisir Selatan Tahun Anggaran 2023 dibuat sebagai bahan acuan dan perencanaan dari kegiatan ini

Painan, 25 November 2022 Kepala Puskesmas Barung Barung Belantai

dr. Seprima Yenti NIP. 19920904 201903 2 001

KERANGKA ACUAN KEGIATAN/TERM OF REFERENCE (KAK)

PELAKSANAAN KEGIATAN UPAYA GERAKAN MASYARAKAT HIDUP SEHAT (GERMAS) PADA KEGIATAN BANTUAN OPERASIONAL KESEHATAN (BOK) UPT PUSKESMAS BARUNG BARUNG BALANTAI KABUPATEN PESISIR SELATAN

TAHUN 2023 O. Latar Belakang

Upaya pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat melalui upaya kesehatan esensial dan upaya kesehatan pengembangan sebagaimana yang termaktub dalam Permenkes Nomor 43 Tahun 2019, dimana salah satu upaya kesehatan esensial yang wajib dilaksanakan di Puskesmas adalah Program Upaya Kesehatan Masyarakat dengan melaksanakan Gerakan Masyarakat Hidup Sehhat (GERMAS) pada setiap tatanan wilayah kerja mulai dari wilayah kerja Kabupaten Kota dan khususnya Puskesmas. Gerakan masyarakat hidup sehat saat ini dikembangkan dengan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) yang pada dasarnya merupakan integrasi pelaksanaan program-program kesehatan dengan fokus pada penguatan nilai-nilai dan perilaku hidup bersih dan sehat melalui pendekatan keluarga dan kelompok masyarakat. Program ini merupakan salah satu cara Puskesmas untuk meningkatkan jangkauan sasaran dan mendekatkan/meningkatkan akses pelayanan kesehatan diwilayah kerjanya dengan mendatangi keluarga dalam rangka meningkatkan cakupan akses pelayanan kesehatan masyarakat dan pemeliharaan dan pemulihan kesehatan masyarakat. Puskesmas tidak hanya menyelenggarakan pelayanan kesehatan baik di dalam dan luar gedung, melainkan juga melakukan gerakan masyarakat secara terarah dan terpadu untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat masyarakat.

GERMAS merupakan sebuah gerakan yang bertujuan untuk memasyarakatkan budaya hidup sehat serta meninggalkan kebiasaan dan perilaku masyarakat yang kurang sehat.

AksiGERMASini juga diikuti dengan memasyarakatkan perilaku hidup bersih sehat dan dukungan untuk program infrastruktur dengan basis masyarakat.Perubahan pola hidup masyarakat yang makin modern menjadi salah satu dasar GERMAS. Penyakit menular seperti diare, tuberkulosa hingga demam berdarah dahulu menjadi kasus kesehatan yang banyak ditemui; kini telah terjadi perubahan yang ditandai pada banyaknya kasus penyakit tidak menular seperti diabetes, kanker dan jantung koroner. Selain itu GERMAS lebih bertujuan pada upaya peningkatan perilaku hidup dan bersih di wilayah kerja Puskesmas dengan melaksanakan upaya peningkatan perilaku gizi ibu hamil, kelompok risti dan rentan serta kelompok masyarakat, apalagi pendekatan GERMAS salah satunya adalah melalui pendekatan keluarga dengan adanya Program PISPK.

Selama Tahun 2020-2021, hasil pelaksanaan kegiatan GERMAS di wilayah kerja Puskesmas Barung Barung Balantaitelah berhasil menjadikan kampanye GERMAS sebagai salah satu unggulan program Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, dimana 10 Nagari telah berhasil mencanangkan GERMAS. Sedangkan untuk cakupan indikator GERMAS yang masih menjadi permasalahan adalah perilaku merokok yang baru 30,62 % keluarga yang tidak merokok serta kebiasaan atau perilaku makan pagi dan kebiasaan olahraga di pagi hari/aktivitas fisik yang masih

Dalam dokumen KERANGKA ACUAN KEGIATAN/TERM OF REFERENCE (Halaman 56-72)