• Tidak ada hasil yang ditemukan

5.1. Kesimpulan

Melihat hasil penelitian yang telah dilakukan melalui studi lapangan dan observasi tentang pemberdayaan masyarakat melalui program CSR yang dilakukan oleh PT Pertamina UP II Dumai, peneliti dapat menyimpulkan bahwa PT Pertamina UP II Dumai adalah perusahaan yang telah melakukan program CSR sudah lama yakni sejak tahun 1993, hanya saja dahulu program tersebut lebih dikenal dengan nama PUKK (Program Usaha Kecil dan Koperasi) yang pada akhirnya berubah nama menjadi PKBL (Program Kemitraan Bina Lingkungan).

Program CSR adalah salah satu usaha yang tepat yang dilakukan oleh PT Pertamina UP II Dumai sebagai wujud rasa tanggung jawab sosialnya kepada masyarakat yang merupakan sebagai investasi jangka panjang untuk pembangunan yang berkelanjutan. Perusahaan telah peduli terhadap lingkungannya, dimana perusahaan tidak hanya memikirkan bagaimana meningkatkan hasil produksi untuk mendapatkan laba sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

CSR bagi perusahaan lain memiliki arti sebagai etika bisnis perusahaan dalam melakukan tanggung jawab sosialnya untuk melayani kepentingan perusahaan dan masyarakat eksternal, sementara menurut PT Pertamina sendiri bahwa CSR itu merupakan inti dari bisnis untuk berkontribusi kepada pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, bekerja sama dengan keluarga karyawan dan masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Jadi, CSR yang dilakukan tidak semata-mata hanya untuk memenuhi tanggung jawab sosial perusahaan saja, melainkan suatu bentuk

investasi bagi perusahaan dan masyarakat untuk jangka panjang. PT Pertamina UP II Dumai menilai perlunya melakukan program CSR untuk menaikkan reputasi, merupakan bisnis, menjaga keamanan dari demo masyarakat, adanya kekhawatiran terhadap permasalahan, tuntutan pasar, dan ada kepedulian terhadap sesama.

Program CSR yang dilakukan oleh PT Pertamina UP II Dumai dalam bentuk PKBL terbagi dua, dimana Program Kemitraan (PK) diberikan dengan cara bantuan pinjaman dana, dan Bina Lingkungan (BL) dengan cara memberikan bantuan di bidang pendidikan, kesehatan, dan lingkungan. Dari program tersebut, beberapa masyarakat yang telah mendapat bantuan merasa berdaya hidupnya, adanya peningkatan kesejahteraan yang secara tidak langsung disadari oleh peneliti. Bantuan yang diberikan saat ini belum dapat dikatakan sebagai program untuk memberdayakan masyarakat sepenuhnya, karena masih ada beberapa bantuan yang diberikan hanya sebagai hibah atau lebih bersifat charity yang banyak diberikan pada saat ada moment tertentu.

Masyarakat yang telah menerima program CSR merasa bahwa kehidupan ekonomi dan sosial mereka sudah mengalami peningkatan dibandingkan dahulu, dan dari pengakuan informan bahwa secara pribadi mereka telah meningkat, tetapi bila berbicara masyarakat luas masih ada yang belum berdaya kehidupan ekonomi dan sosialnya.

Evaluasi dilakukan kepada mereka yang menjadi mitra binaan Pertamina, dan diberikan motivasi tetapi hanya dilakukan pada saat mitra binaan dalam pengembalian pinjaman mengalami kemacetan. Mitra binaan dibentuk menjadi pribadi yang mandiri dalam hal ekonomi dan kehidupan sosialnya karena usaha mereka akan ditampilkan kepada khalayak ramai di sebuah pameran yang diadakan oleh Pertamina.

Kegiatan CSR ini memberikan dampak yang positif bagi perusahaan karena di mata masyarakat yang menerima program CSR, perusahaan telah melakukan perubahan terhadap lingkungan sosialnya, lebih peduli, tidak hanya mementingkan aktivitas perusahaan. Perusahaan juga terhindar dari konflik yang datang dari masyarakat. Intinya, perusahaan tidak hanya memberikan bantuan tetapi harus ada hubungan timbal balik yang terjadi antara perusahaan dan masyarakat.

Pemberian bantuan tidak didahului dengan social mapping sehingga perusahaan tidak mengetahui potensi masyarakat untuk dapat diberdayakan dan masyarakat mana saja yang selayaknya dapat menerima program bantuan tersebut. Perusahaan tidak melakukan pertemuan kepada masyarakat untuk menanyakan apa yang sebenarnya sangat dibutuhkan oleh masyarakat sehingga bantuan tersebut dinilai tidak tepat guna. Hal ini dikhawatirkan bahwa perusahaan tidak dapat memenuhi segala kebutuhan masyarakat dan bahwa perusahaan bukan merupakan bisnis sosial.

5.2. Saran

Sementara dari hasil penelitian tersebut, peneliti kiranya dapat memberikan saran terkait dengan pemberian program CSR kepada masyarakat untuk memberdayakan masyarakat dalam mencapai tujuan pembangunan yang berkelanjutan, yaitu:

• Bantuan yang diberikan tidak hanya pada saat adanya acara ataupun sewaktu ada bencana alam saja tetapi setidaknya PT Pertamina UP II Dumai tanggap terhadap

kepentingan masyarakat untuk membantu masyarakat sekitar tanpa moment yang ada.

Setidaknya perusahaan konsisten dalam melakukan program CSR.

• Perlu dilakukan social mapping terlebih dahulu dan perlu adanya suatu pertemuan

antara perusahaan dan masyarakat untuk menanyakan apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh masyarakat saat ini dan siapa yang patut membutuhkannya sehingga bantuan yang diberikan tepat sasaran dan tepat guna.

• Perusahaan perlu mempublikasikan adanya program CSR agar masyarakat luas

mengetahui kegiatan yang diadakan oleh Pertamina UP II Dumai, bukan pada masyarakat tertentu saja sehingga dapat mencapai tujuan kesejahteraan hidup masyarakat

• Berikan informasi yang jelas dan transparan kepada masyarakat agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam mendapatkan program bantuan yang dilakukan oleh PT Pertamina UP II Dumai.

DAFTAR PUSTAKA

Black, James A. 1999. Metode dan Masalah Penelitian Sosial. Bandung: Refika Aditama.

Budimanta, Arif. 2008. Corporate Social Responsibility: Alternatif Bagi Pembangunan Indonesia. Jakarta: ICSD (Indonesia Center for Sustainable Development).

Ritzer, George. 2003. Teori Sosiologi Modern. Jakarta: Kencana.

Rudito, Bambang dan Melia Famiola. 2007. Etika Bisnis dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan di Indonesia. Bandung: Rekayasa Sains.

Suharto, Edi. 2006. Membangun Masyarakat Memberdayakan Rakyat: Kajian Strategis Pembangunan dan Pekerjaan Sosial. Bandung: Refika Aditama.

Suharo, Edi. 2007. Pekerjaan Sosial di Dunia Industri: Memperkuat Tanggung Jawab Responsibility). Surabaya: ASHKAF Media Grafika.Sosial Peusahaan (Corporate Social Responsibility). Bandung: Refika Aditama.

Suyanto, Bagong. 2005. Metode Penelitian Sosial. Jakarta: Prenada Media.

Tunggal, Amin Widjaja. 2007. Corporate Social Responsibility (CSR). Jakarta:

Harvarindo.

Wibisono, Yusuf. 2007. Membedah Konsep dan Aplikasi CSR (Corporate Social Yin, Robert K. 2003. Studi Kasus (Desain dan Metode). Jakarta: Rajawali Pers.

Achwan, Rochman. 2006. Galang: Jurnal Filantropi dan Masyarakat Madani. Jakarta:

PIRAC.

Situs internet:

http:/

diakses 3

September 2008

Dokumen terkait