BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Penyajian dan Analisis Data
Penyajian dan analisis data pada bab ini memfokuskan pada pencarian data berupa penggunaan pemarkah –nya yang terdapat pada novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, kemudian data itu dianalisis apakah termasuk data anaforis atau kataforis yang masing masing bisa merujuk pada anteseden berupa nama insan atau nomina. Berikut penyajian dan analisis data yang dimaksud.
1. Pemarkah –nya Bersifat Anaforis a). Anteseden Berupa Nama
Berikut akan diberikan beberapa contoh Penggunaan pemarkah – nya yang bersifat anaforis berupa nama insan pertama kali ditemukan pada data 29. Pada data 29 terdapat pemarkah -nya pada kata “Ayahnya”
yang merujuk silang pada anteseden berupa nama “Zainuddin” yang disebutkan kemudian sehingga bersifat kataforis. Data 29 menggunakan pemarkah -nya pada kata “kecilnya” yang merujuk silang pada anteseden nama “Zainuddin” yang telah disebutkan sebelumnya sehingga bersifat anaforis.
Data 32 menggunakan pemarkah -nya pada kata “Ibunya” dan pada data 33, 34, 35, dan 37 menggunakan pemarkah -nya pada kata
“mamaknya”, yang semua data itu merujuk silang pada anteseden nama
30
“Pandekar Sutan” yang disebutkan sebelumnya sehingga bersifat anaforis. Data 42 dan 43 menggunakan pemarkah -nya pada kata “kirinya”
dan kata “jantungnya” yang merujuk silang pada anteseden nama “Datuk Mantari” yang disebutkan sebelumnya sehingga bersifat anaforis.
Data 52 menggunakan pemarkah -nya pada kata “rambutnya”, data 53 menggunakan pemarkah -nya pada kata “didatanginya”, dan data 54 menggunakan pemarkah -nya pada kata “kepadanya”. Data 52, 53, dan data 54, semunya merujuk silang pada anteseden nama “Kismo” yang disebutkan sebelumnya sehingga bersifat anaforis
pada data 69 terdapat pemarkah -nya pada kata “kepuasannya”
yang merujuk silang pada anteseden nama “Mak Base”. Berikut pada data 231, 232, 234, 236, 238, 239, 240, 241, 242, 243, 244, 245, 246, 247, 248, 249, 250, dan data 251 terdapat penggunaan pemarkah -nya pada kata “dilihatnya”, “mulutnya”, dilihatnya”, dan kata “penglihatannya”,
“ditemuinya”, “bakonya”, “suraunya”, “dirinya”, “penyakitnya”,
“dimasukkannya”, “tangannya”, “sakunya”, “olehnya”, “Dadanya”, dan kata
“mengirimnya”. Semua data tersebut merujuk pada anteseden nama
“Zainuddin” yang disebutkan sebelumnya sehingga bersifat anaforis.
Pada data 600, 601, 602, 603, 608, 609, 610, 611, dan data 612, terdapat penggunaan pemarkah -nya pada kata “saudaranya”, “hatinya”,
“kamarnya”, “diperhatikannya”, “albumnya”, dan kata “tunangannya” yang
merujuk pada anteseden nama “Khadijah” yang disebutkan sebelumnya
sehingga juga bersifat anaforis. Sedangkan pada data 604 terdapat
penggunaan pemarkah -nya pada kata “kampungnya” yang merujuk pada anteseden nama “Hayati” yang disebutkan sebelumnya sehingga juga bersifat anaforis. Pada data 605, 606, 607 terdapat penggunaan pemarkah -nya pada kata “pendapatnya”, “timbangannya”, dan kata
“ketangannya” yang merujuk pada anteseden nama “Aziz” yang disebutkan sebelumnya sehingga bersifat anaforis. pada data 1112, 1113, 1114, 1115, dan data 1116, terdapat penggunaan pemarkah -nya pada kata “sahabatnya”, “hidupnya”, “hatinya”, “dilarangnya”, dan kata
“kamarnya” yang merujuk pada anteseden nama “Zainuddin” yang disebutkan sebelumnya sehingga bersifat anaforis. Jumlah total yang ditemukan dari data bersifat nama ini sebanyak 684 data, yang lebih detail dilampirkan dalam lampiran data temuan.
b). Anteseden Berupa Nomina.
Penggunaan pemarkah –nya yang bersifat anaforis berupa nomina pada data 1 terdapat pemarkah -nya pada kata “peraduannya”, merujuk silang pada anteseden nomina yaitu “matahari” yang telah disebutkan sebelumnya sehingga bersifat anaforis. Pada data 2 terdapat pemarkah - nya pada kata “tepinya”, merujuk silang pada anteseden nomina yaitu
“lautan” yang telah disebutkan sebelumnya sehingga data 2 juga bersifat anaforis. Sedangkan pada data 3 pemarkah -nya terdapat dalam kata
“bayangannya” yang merujuk silang pada anteseden nomina yaitu
“matahari” yang telah disebutkan sebelumnya sehingga bersifat anaforis.
Pada data 191, 192, dan 193, terdapat penggunaan pemarkah nya pada kata “dirinya”, “menungnya”, dan “pikirannya” yang merujuk pada anteseden nama “Zainuddin” yang disebutkan sebelumnya sehingga bersifat anaforis. Sedangkan pada data 194 terdapat penggunaan pemarkah nya pada kata “lamanya” yang merujuk pada anteseden nomina
“musim hujan” yang disebutkan sebelumnya sehingga bersifat anaforis.
Pada data 195, 196, 197, dan data 200 terdapat penggunaan pemarkah nya pada kata “payungnya”, “temannya”, “beruntungnya”, dan
“bakonya” yang merujuk pada anteseden nomina “Dia” yang disebutkan sebelumnya sehingga bersifat anaforis.
pada data 1045, 1046, dan data 1047 terdapat penggunaan pemarkah -nya pada kata “barangnya”, “kawan-kawannya”, dan kata
“mendekatinya” yang merujuk pada anteseden nomina “orang” yang disebutkan sebelumnya sehingga bersifat anaforis. Jumlah data yang ditemukan dalam data anforis bersifat nomina ini sebanyak 389 data yang lebih lengkap dapat dilihat pada lampiran data temuan.
2. Pemarkah –nya Bersifat Kataforis a). Anteseden Berupa Nama
berikut ini dipaparkan beberapa data temuan yang mewakili dari
temuan penggunaan pemarkah –nya bersifat kataforis berupa nama. Data
60 menggunakan pemarkah -nya pada kata “hatinya” yang merujuk silang
pada anteseden nama “Pendekar Sutan” yang disebutkan kemudian
sehingga bersifat kataforis. Berikutnya pada data 269, 270, 271, 272, dan
data 274 terdapat penggunaan pemarkah -nya pada kata
“dikeluarkannya”, “sakunya”, “diberikannya” dan kata “secapat-cepatnya”
yang merujuk pada anteseden nama “Zainuddin” yang disebutkan kemudian sehingga bersifat kataforis.
Pada data 1160, 1161, 1162, 1163, dan data 1164 terdapat penggunaan pemarkah -nya pada kata “diambilnya”, “dimasukkannya”,
“petinya”, “diletakkannya”, dan kata “bungkusannya” yang merujuk pada anteseden nama “Hayati” yang disebutkan kemudian sehingga bersifat kataforis. Jumlah data yang ditemukan dalam data kataforis bersifat nama ini sebanyak 93 data yang lebih lengkap dapat dilihat pada lampiran data temuan.
b). Anteseden Berupa Nomina.
Pada data 4 terdapat pemarkah -nya pada kata “kabarnya”, merujuk silang pada anteseden nomina yaitu “kapal” yang disebutkan kemudian sehingga bersifat kataforis.
Berikutnya data 857 dan data 858 menggunakan pemarkah -nya pada kata “pikirannya”, dan kata “menganiaya” yang merujuk pada anteseden nomina “orang” yang disebutkan sebelumnya sehingga bersifat anaforis. Berikutnya pada data 859 terdapat penggunaan pemarkah -nya pada kata “dicarikannya” yang merujuk pada anteseden nomina “pekasih”
yang disebutkan kemudian sehingga bersifat kataforis. Jumlah data yang
ditemukan dalam data kataforis bersifat nomina ini sebanyak 53 data yang
lebih lengkap dapat dilihat pada lampiran data temuan.
Dalam dokumen
PROGRAM PASCASARJANA
(Halaman 43-48)