• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS

B. Penyajian dan Analisis Data

19 Ruang WC Peserta didik 8 Baik

20 Ruang WC Siswi 8 Baik

21 Ruang Kelas X 12 Baik

22 Ruang Kelas XI 11 Baik

23 Ruang Kelas XII 13 Baik

b. Sarana

Tabel 4.6

Keadaan Sarana Sarana di SMA Bima Ambulu79

NO Jenis Sarana di Kelas XII Mipa 5 Jumlah Keadaaan

1 Meja Peserta didik 18 Baik

2 Kursi Peserta didik 36 Baik

3 Meja Guru 1 Baik

4 Kursi Guru 1 Baik

5 Papan Tulis 2 Baik

6 Tempat Sampah 1 Baik

7 Tempat Cuci Tangan 1 Baik

8 Jam Dinding 1 Baik

9 Kotak Kontak 1 Baik

10 Alat Peraga 1 Baik

11 Papan Panjang 1 Baik

12 Soket Listrik 1 Baik

13 Lemari 1 Baik

pihak-pihak yang terlibat melainkan terjadi saling mempengaruhi teknik dalam proses pembelajaran.

Berdasarkan observasi yang dilakukan oleh peneliti, pola interaksi edukatif yang terjadi dalam lingkungan sekolahan di SMA Bima Ambulu sangatlah beragam, mulai dari peserta didik menuntun kendaaran saat hendak memasuki wilayah sekolah untuk memarkirkan kendaraan, peserta didik mengucapkan salama atau sekedar bertegur sapa kepada guru saat berpapasan, guru dan peserta didik saling melempar senyum saat berpapasan, peserta didik mengucapkan salam saat masuk kelas dan salim kepada guru mata peajaran yang ada di dalam kelas. Data ini peneliti dapat melalui hasil observasi dan di perkuat dengan hasil wawancara kepada bapak Drs. H. Abd. Wahab Hs. M.Pd. I, selaku kepala sekolah SMA Bima Ambulu:

“Memang kita dan guru guru yang lain membiasan peserta didik untuk berprilaku baik dan sopan di dalam maupun di luar kelas, supaya kebiasaan kebisaan baik tersebut dapat di bawa di masyarakat kedepannya. Kebiasaan-kebiasaan yang kami ajarkan kepada peserta didik antara lain menuntun kendaraan saat masuk dan keluar sekolah, mengucapkan salam atau menyapa guru saat berpapasan dimana saja entah itu dalam sekolah atau di luar sekolah, siangnya kami juga sering mengajak peserta didik peserta didik untuk menunaikan ibadah sholat berjamaah di musholla yang ada di sebelah gerbang sekolah di depan, dan kebiasaan-kebiasaan baik lainnya yang bisa kami selaku guru dan pendidik ajarkan kepada anak anak didikan kami.”80

Salah satu keberhasilan proses interaksi di sekolah, tidak akan ada apa-apanya ketika pola yang dia gunakan tidak menarik perhatian ketika berada dalam kelas, khususnya ketika proses pembelajaran. Adapun pola

80 Bapak Abd. Wahab, diwawancarai oleh peneliti, Jember, 14 November 2022.

yang digunakan oleh guru PAI dan budi pekerti di SMA Bima Ambulu terhadap para peserta didik tidak hanya satu pola, melainkan memiliki tiga pola interaksi seperti yang dikatakan oleh bapak Hilmy Romadhoni, S.Pd.I, selaku guru PAI dan budi pekerti di SMA Bima Ambulu:

“Saya senantiasa berusaha menggunakan tiga pola interaksi, interaksi satu arah, dua arah dan tiga arah di setiap pembelajaran yang berlangsung di dalam kelas, agar supaya proses pembelajaran yang saya bawakan tidak monoton selalu ceramah terus, saya berusaha menciptakan suasana kelas yang aktif menarik dan bisa di terima oleh peserta didik saya. Karna menurut saya, ketika guru yang hanya berpatokan kepada interaksi satu arah, maka hanya dialah yang akan bercerita sepanjang jam pembelajaran. Berbeda dengan ketika dia mau memvariasikan ketiga pola interaksi tersebut, maka kelas pun akan menjadi aktif dan di dalam ruangan kelas peserta didik akan merasakan susasana kelas yang berbeda dari biasanya.”81

Penerapan tiga pola interaksi terhadap berlangsungnya proses pembelaran oleh guru kepada peserta didik ini juga di dukung dan di tegaskan oleh bapak Drs. H. Abd. Wahab Hs. M.Pd. I, selaku kepala sekolah SMA Bima Ambulu:

“Kalau dalam kbm atau proses pembelajaran saya meminta kepada guru-guru untuk selalu berinovasi, saya hanya memberikan arahan saja, kalau saya ambil contoh itu seperti ilmu marketing yang setiap tahunnya ada produk baru yang itu semua menarik pembeli, akhirnya orang mempunyai keinginan untuk beli lagi, pembelajaran yang saya minta itu juga seperti itu.”82

Interaksi edukatif pada dasarnya sangat penting dan sangat menguntungkan bagi peserta yang kurang memahami materi dan juga menguntungkan bagi guru yang membimbing, pola interaksi edukatif ini dapat dilakukan dalam proses belajar mengajar pada semua mata pelajaran

81 Bapak Hilmy Romadhoni, diwawancarai oleh peneliti, Jember, 16 November 2022

82 Bapak Abd. Wahab, diwawancarai oleh peneliti, Jember, 14 November 2022.

dan salah satunya yaitu mata pelajaran pendidikan agama islam pada sub- sub bahasan tertentu. Sebagaimana yang dituturkan oleh bapak Hilmy Romadhoni, S.Pd.I, selaku guru PAI dan budi pekerti di SMA Bima Ambulu:

“Pentingnya pola interaksi edukatif ini dalam kegiatan pembelajaran itu agar supaya peserta didik lebih mudah dalam mengerti dan memahami pelajaran, peserta didik sering bertanya kepada guru dan kalau tidak peserta didik itu bertanya kepada temannya membentuk kelompok belajar kecil-kecilan, biasanya peserta didik itu malu bertanya kepada guru, kalau sesama teman biasanya tidak malu untuk bertanya dan interaksi edukatif ini bisa mencakup semua mata pelajaran ini menguntungkan untuk peserta didik dan juga guru mata pelajaran.”83

Dalam pelaksanaan ketiga pola interaksi ini juga peneliti mencari tahu sendiri dengan melakukan wawancara kepada salah satu peserta didik SMA Bima Ambulu yaitu Nur Fitri selaku peserta didik di kelas XI MIPA V:

“Iya pelaksanaanya sehari hari dalam kelas cukup baik sih mas, jadi di awal pembelajaran guru mengucapkan salam dan menanyakan kabar terlebih dahulu, lalu menanyakan riview pelajaran yang minggu kemarin sudah di sampaikan, setelah itu baru guru menyampaikan materi pelajaran yang akan dibahas pada hari ini.

Dari kami sih kalau ada yang kurang paham tentang apa yang disampaikan sih pasti bertanya mas, apalagi saya hehehe saya banyak tanaya ke pak Hilmy, mungkin pak Hilmy dah hafal ke saya soalnya saya banyak tanya di kelas hahaha, juga ada sih dari kami yang sungkan untuk bertanya langsung gitu ke guru jadi beberapa dari kami inisiatif mengadakan kelompom belajar kecil kecilan gitu deh, supaya temen temen yang lain pada paham kan kalau ada yang kurang paham nanti kasian saat ulangannya.”84

Informasi diatas juga didukung pendapat peserta didik lainnya di kelas XI MIPA V SMA Bima Ambulu yaitu Dinda Amilia Pujiastuti:

83 Bapak Hilmy Romadhoni, diwawancarai oleh peneliti, Jember, 16 November 2022

84 Nur Fitri, diwawancarai oleh peneliti, Jember, 18 November 2022

“Bener mas pelaksaan interaksi di kelas kami sudah b erjalan dengan baik, jadi proses pembelajarannya tidak hanya monoton guru menerangkan materi terus-terusan, pak Hilmy selalu membuka sesi tanya jawab dikelas dan dari peserta didik pasti ada saja yang tanya dan si Fitri itu juga sering tanya bukan hanya pada mapel PAI dan budi pekerti saja tapi hampir di setiap mapel dia sih gitu, mengenai kelompok belajar kecil-kecilan itu sih kita itu gantian mas, jadi pas temenku yang paham materinya ya dia yang jadi kayak ngoyak-ngoyak yang lain untuk belajar bareng biar sama- sama paham, kalau pas aku yang paham ya aku yang ngoyak- ngoyak mereka.”85

Berdasarkan wawancara di atas, dapat dilihat bahwa pola interaksi yang dilaksanakan baik oleh guru maupun peserta didik sudah terlaksana dengan baik. Dalam melaksanakan pola interaksi edukatif guru pastinya membuat pedoman atau rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) agar pola interaksi yang dilaksanakan oleh guru berjalan dengan baik dan maksimal.

Berdasarkan dokumentasi di atas, pola interaksi edukatif guru dilaksanakan berdasarkan kegiatan inti yang tercantum dalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) Kelas XI MIPA V seperti kegiatan literasi yang dilakukan oleh peserta didik, kemudian dari hasil literasi tersebut peserta didik diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik, dan seterusnya.

85 Dinda Amilia Pujiastuti, diwawancarai oleh peneliti, Jember, 18 November 2022

Gambar 4.2 Peserta Pidik Kelas XI MIPA V Sedang Membentuk Kelompok Belajar.

Hasil dokumentasi diatas menunjukkan bahwa peserta didik di kelas XI MIPA V sedang melakukan kegiatan membentuk kelompok belajar guna membantu teman sejawad untuk lebih memahami materi yang sedang diberikan oleh guru. Ketika peneliti melakukan observasi didalam kelas, guru menyampaikan meteri dengan cara yang mudah dipahami oleh peserta didik, sehingga ketiga pola interaksi yang terjadi di kelas XI MIPA V ini berjalan dengan baik seperti terjadinya feedback antara guru dan peserta didik melalui kegiatan tanya jawab dan terjadinya kegiatan membentuk kelompok belajar antar peserta didik.

Berdasarkan paparan data diatas dapat ditarik kesimpulan penerapan pola interaksi edukatif guru pada mata pelajaran PAI dan BP kelas XI MIPA V SMA Bima Ambulu sudah berjalan sesuai peranannya masing-masing. Penerapan pola pertama (satu arah) dibuktikan dengan terjadinya pola interaksi yang pertama yaitu guru memimpin membaca surat atau hadist pada materi yang akan disampaikan, pola interaksi yang kedua (dua arah) yaitu dibuktikan dengan adanya hubungan timbal balik

(feedback) berupa tanya jawab yang dilakukan oleh peserta didik terhadap guru, dan pola ketiga (tiga/banyak arah) yaitu dibuktikan dengan terjadinya pelaksanaan belajar kelompok di dalam kelas oleh peserta didik.

2. Dampak Pola Interaksi Edukatif Guru pada Mata Pelajaran PAI dan Budi Pekerti Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Kelas XI MIPA V di SMA Bima Ambulu Tahun Ajaran 2022/2023

Berdasarkan pra observasi yang dilakukan sebelum penelitian, peneliti mendapatkan data yang telah diperoleh dari narasumber berkaitan dengan dampak pola interaksi edukatif guru pada hasil belajar peserta didik mata pelajaran PAI dan budi pekerti kelas XI MIPA V SMA Bima Ambulu Tahun ajaran 2022/2023. Dari pertemuan sebelum dilakukannya penelitian, dampak pola interaksi edukatif guru pada hasil belajar peserta didik cenderung monoton karena dari kegiatan belajar mengajar yang dilakukan sebelumnya masih daring. Hal ini sesuai dengan apa yang disampaikan oleh bapak Hilmy Romadhoni, S.Pd.I selaku guru mata pelajaran PAI dan BP:86

“Iya mas, memang tahun lalu kegiatan pembelajarannya masih daring, jadi pada saat awal masuk itu masih penyesuaian dari sekolah online ke offline, masih banyak peserta didik yang belum menemukan semangatnya untuk kembali pergi kesekolah untuk menuntut ilmu, jadi memang saya maklumi pada awal semester tahun ini.”

dan hasilnya pada awal pembelajaran mata pelajaran PAI dan budi pekerti setalah daring nilai peserta didik sebagai berikut:

86 Bapak Hilmy Romadhoni, diwawancarai oleh peneliti, Jember, 16 November 2022

Tabel 4.7

Rekapitulasi Hasil Belajar Peserta Didik Mata Pelajaran PAI dan Budi Pekerti Kelas XI MIPA V sebelum dilakukan penelitian

No

Nama KD 1 KD 2 KD 3 KD 4 UTS

P K P K P K P K

4 5 6 7 8 9 10 11 12

1 ADITYA DWI FERDIANSYAH 70 72 75 80 72 70 71 77 69

2 AGIL DAFA PRASETYA 72 70 80 77 75 80 77 76 67

3 ALFIN NANDO 72 71 67 78 78 65 76 75 60

4 ANDITHA EKA YUANA 75 72 76 73 71 71 76 79 70

5 AURA VELINA BESTINIDYA 72 71 74 71 77 67 76 70 71

6 DIMAS FARHAN ATHO‟ILLAH 76 77 80 76 80 87 68 65 69

7 DINDA AMILIA PUJIASTUTI 85 80 82 77 80 79 80 84 70

8 ERDITA SEPTYANA PUTRI 87 86 84 88 86 76 78 79 75

9 EVA AINUR KHAWAID 70 72 75 80 72 70 71 77 69

10 FAREL ADITYA PRAYOGA 73 77 71 72 80 79 77 70 65

11 FATKA ANANDA RIZKY 70 72 75 80 72 70 71 77 70

12 FIKA MAYLIA HAFIFA 72 70 80 77 75 80 77 76 60

13 FRESTI RAHMADHANI 72 71 67 78 78 65 76 75 70

14 IN‟AM DANAR FITRIANSYAH 70 72 75 80 72 70 71 77 70

15 IZA AFKARINA SA‟ADAH 72 71 74 71 77 67 76 70 70

16 JULI ARIATMAJA 76 77 80 76 80 87 68 65 72

17 KULSUM AL JARAH 70 72 75 80 72 70 71 77 75

18 M. DICKY INDRA KURNIAWAN 70 72 75 80 72 70 71 77 70

19 M. FEMAS IRAWAN 72 70 80 77 75 80 77 76 67

20 MAULIDA ROSIDATUL ULVIAH 72 71 67 78 78 65 76 75 70

21 MUHAMMAD RIZKY SANTOSO 75 72 76 73 71 71 76 79 72

22 NUR FITRI 80 91 84 81 87 80 80 85 79

23 NUR INTAN SALSA BELLA 76 77 80 76 80 87 68 65 76

24 PALOMA SYALLOW ZAURA POV 70 72 75 80 72 70 71 77 75

25 PRIYO BAYU DWI ASMORO 72 70 80 77 75 80 77 76 72

26 ROHMAT NUR SALIM 72 71 67 78 78 65 76 75 72

27 ROSSI BRYAN ROBERTO 75 72 76 73 71 71 76 79 72

28 SADEWA PUTRA ALCANTARA 72 71 74 71 77 67 76 70 72

29 VEMILA AYU GRACELA 76 77 80 76 80 87 68 65 69

Berdasarkan tabel diatas, dapat diketahui bahwa dampak penerapan pola interaksi edukatif guru pada mata pelajaran PAI dan BP terhadap hasil belajar peserta didik, nilai-nilai peserta didik kelas XI MIPA V banyak yang dibawah nilai standarisasi yang telah ditetapkan oleh guru.

Maka dari itu perlunya penerapan pola interaksi edukatif oleh guru guna meningkatkan hasil belajar peserta didik agar nilai peserta didik dapat memenuhi standarisasi yang telah ditetapkan oleh guru.

Selanjutnya peneliti melakukan observasi lanjutan di kelas XI MIPA V SMA Bima Ambulu. Saat melakukan pengamatan dikelas peneliti menemukan kemajuan penerapan pola interaksi yang ada di kelas XI MIPA V SMA Bima Ambulu sudah berjalan dengan selaras, ketiga pola interakasi yang sudah peneliti sebutkan pada kajian teori pada bab II sudah terlaksana didalam kelas. Seperti penerapan pola satu guru menyampaikan materi pelajaran dengan membaca ayat Al-Qur‟an atau sepenggal hadist, lalu membacakan arti serta menerangkan kepada peserta didik, penerapan pola yang kedua dibuktikan dengan adanya timbal balik (feed back) dari peserta didik kepada guru saat kegiatan belajar mengajar, serta pola yang ketiga terbentuknya kegiatan belajar kelompok antar peserta didik guna membantu teman sejawadnya untuk memahami materi apa yang disampaikan oleh guru.

Pada dasarnya pembelajaran di dalam kelas akan menjadi membosankan jika para guru tidak mampu untuk mengolah kelas dengan baik melalui pola interaksi yang tepat, sebaliknya suasana kelas akan lebih menjadi bergairah dan bersemangat jika guru bisa mengontrol dan bisa membuat peserta didik merasakan nyaman dan senang berada di dalam kelas. Inilah yang berhasil dilakukan oleh guru PAI dan budi pekerti di SMA Bima Ambulu. Beliau membuat para peserta didik mendapatkan

semangat belajar yang semakin hari semakin baik dari, pola interaksi yang di gunakan pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Penggunaan pola interaksi yang menarik dan terciptanya suasana kelas yang menarik di kelas XI MIPA V ini ditegaskan oleh bapak Hilmy Romadhoni, S.Pd.I, selaku guru mata pelajaran PAI dan budi pekerti di kelas XI MIPA V:

“Saya berusaha semaksimal mungkin itu membuat suasana kelas yang kondusif dan menyenangkan dengan kegiatan semisal menanyakan kabar mereka atau sekedar bercengkrama dengan mereka supaya antara guru dan murid itu tidak ada kata sungkan, lalu memotivasi mereka selayaknya anak saya sendiri dan masih banyak lagi, itu semua saya lakukan agar para peserta didik dapat mengerti dan memahami materi apa yang saya bawakan. Menurut saya memang salah satu faktor keberhasilan guru dalam menyampaikan materi dan mengendalikan kegiatan belajar mengajar adalah dengan menciptakan suasana kelas yang menyenangkan dulu baru melangkah kepada model pembelajarannya.”87

Berdasarkan wawancara terhadap guru PAI dan budi pekerti di SMA Bima Ambulu memiliki cara tersendiri dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) yang dapat diterima peserta didik yaitu dengan cara melakukan komunikasi yang menyenangkan supaya tidak terjadi kecanggungan peserta didik saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Kegiatan belajar mengajar (KBM) menurut bapak Hilmy Romadhoni, S.Pd.I juga diterangkan dalam kegiatan wawancara peneliti dengan beliau sebagai mana berikut:

“Jadi untuk pelaksanaan kegiatan belajar mengajar yang saya maksudkan sendiri di sini ialah menentukan konsep dan tujuan pembelajaran terlebih dahulu, kemudian penerapan, setelah itu saya melakukan evaluasi dan yang terakhir penilaian-penilaian, penilaian-penilaian sendiri disini mencakup penilaian pengetahuan,

87 Bapak Hilmy Romadhoni, diwawancarai oleh peneliti, Jember, 16 November 2022

sikap, dan kedisiplinannya itu selalu terkontrol terus ada peningkatan atau penuruna itu setiap hari ya itu yang di terapkan.”88

Keefektifan pola interaksi edukatif yang dibawakan bapak Hilmy Romadhoni, S.Pd.I, selaku guru mata pelajaran PAI dan budi pekerti ini juga dirasakan oleh para peserta didik. Contohnya yang dialami oleh Nur Fitri selaku salah satu peserta didik kelas XI MIPA V sebagai berikut:

“Kesan yang saya alami selama mengikuti pelajaran pak Hilmy sih seneng sih mas, pak Hilmy meyampaikan materi walau sering ceramah tapi banyak hiburannya gitu, kayak sosialisasinya kepada peserta didik itu menyenangkan jadi kita untuk menerima materi pelajaran itu enjoy dan happy.”89

Pendapat serupa juga dikatakan oleh peserta didik kelas XI MIPA V yang lain yaitu Dinda Amilia Pujiastuti:

“Kalau menurut saya pak Hilmy ngajarnya beda kayak guru yang lain sih, pak Hilmy lebih ramah, murah senyum dan pembawaan materinya itu enak, saya pribadi sih merasakan gampang nyantol gitu lho mas, walau beberapa kali sih ada yang ga paham tapi itu kan wajar gak mungkin segala sesuatu selalu berjalan dengan baik juga kan, tapi kami menyikapinya itu wajar mas, yang penting materi itu sudah diterangkan, kan ada tuh guru yang tipe masuk kelas cuma ngasih soal tok tapi gak di terangkan.”90

Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan guru dan peserta didik kelas XI MIPA V dapat disimpulkan pola interaksi edukatif yang dibawakan dan diterapkan oleh bapak Hilmy Romadhoni, S. Pd.I, selaku guru mata pelajaran PAI dan budi pekerti di SMA Bima Ambulu khususnya di kelas XI MIPA V ini begitu menarik dan menyenangkan.

Lalu peneliti ingin mengetahui dampak apa yang sekiranya dirasakan oleh

88 Bapak Hilmy Romadhoni, diwawancarai oleh peneliti, Jember, 16 November 2022

89 Nur Fitri, diwawancarai oleh peneliti, Jember, 18 November 2022

90 Dinda Amilia Pujiastuti, diwawancarai oleh peneliti, Jember, 18 November 2022

peserta didik, guru, maupun sekolah. Pertama peneliti mewawancarai peserta didik yang bernama Nur Fitri terlebih dahulu terkait dampak apa yang mereka rasakan terkait pola interaksi tersebut, sebagai berikut:

“Menurut saya itu pola pikirnya lebih berkembang dengan adanya belajar kelompok seperti ini mas, karena setiap orang kan mempunyai pikiran masing-masing, jadi dengan adanya belajar kelompok ini bisa menyatukan beberapa pikiran tersebut menjadi satu maka akan menimbulkan pertukaran wawasn sehingga wawasan kami akan menjadi lebih luas, kurang lebihnya seperti itu.”91

Pendapat lain dari salah satu peserta didik Kelas XI MIPA V yang bernama Dinda Amilia Pujiastuti mengatakan:

“Eh dampaknya itu nilainya jadi lebih tinggi, lebih tahu materi apa yang disampaikan oleh guru, karena dari belajar kelompok itu kita jadi tahu jawaban dari temen-temen juga, kan setiap orang jawabannya beda-beda mas jadi ada masukan dari temen-temen.”92 Berdasarkan wawancara di atas dengan peserta didik, dampak yang dirasakan oleh peserta didik dari pola interaksi edukatif yang di terapkan oleh guru sangatlah baik. Selanjutnya peneliti menanyakan kepada bapak Hilmy Romadhoni, S.Pd.I selaku guru mata pelajaran PAI dan budi pekerti terkait dampak penerapan pola interaksi edukatif sebagai berikut:

“Ya alhamdulillah mas, semenjak pola interaksi terlaksana dengan baik peserta didik-peserta didik jadi giat belajar dan mau memperhatian guru, jadi materi yang saya sampaikan jadi gampang mereka terima. Mereka jadi antusisas belajar dan giat belajarnya, mungkin dampak dari kegiatan belajar kelompok yang mereka lakukan.”93

91 Nur Fitri, diwawancarai oleh peneliti, Jember, 18 November 20222

92 Dinda Amilia Pujiastuti, diwawancarai oleh peneliti, Jember, 18 November 2022

93 Bapak Hilmy Romadhoni, diwawancarai oleh peneliti, Jember, 16 November 2022

Selain mewawancarai guru dan peserta didik peneliti juga mewawancarai bu Erwina Mawarni, S.Pd, selaku Waka kurikulum di SMA Bima Ambulu sebagai berikut:

“Jadi dampak pola interksi ini terhadap kurikulum yang berjalan di SMA Bima Ambulu sendiri ini sudah berjalan dengan baik, di SMA Bima sendiri khususnya kelas XI itu menggunakan kurikulum 2013, yang di mana dalam kurikulum 2013 ini peserta didik dituntut untuk lebih aktif selama berlangsungnya kegiatan belajar mengajar terlaksana, kemudian guru PAI dan budi pekerti sendiri menyesuaikan pola interaksi edukatif berdasarkan RPP yang sudah dibuat. Nah dalam RPP itu kan ada yang namanya kegiatan inti, kegiatan inti itu sendiri bisa menjadi ketiga pola interaksi edukatif tersebut.”94

Berdasarkan wawancara dari ketiga subyek penelitian di atas peneliti menyimpulkan bahwasannya dampak yang ditimbulkan dari pola interaksi edukatif guru terhadap peserta didik di Kelas XI MIPA V SMA Bima Ambulu terhadap hasil belajar peserta didik sangatlah signifikan.

Terlihat dari beberapa wawancara di atas ketiga subyek penelitian mengemukakan penerapan pola interaksi edukatif dan juga dampak yang ditimbulkan dari adanya pola interaksi tersebut.

94 Ibu Erwina Mawarni, diwawancarai oleh peneliti, Jember, 15 November 2022

Tabel 4.8

Rekapitulasi Hasil Belajar Peserta Didik Mata Pelajaran PAI dan Budi Pekerti Kelas XI MIPA V sesudah dilakukan penelitian

Berdasarkan tabel hasil belajar rekapitulasi peserta didik di atas dampak yang ditimbulkan dari penerapan pola interaksi edukatif guru terhadap hasil belajar peserta didik dikelas XI MIPA V sangat mempengaruhi hasil belajar peserta didik dengan baik, karena dari ketiga aspek yaitu aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik tersebut hasilnya memuaskan, nilai afektif peserta didik sangatlah bagus dan nilai kognitifnya sudah banyak yang di atas standart kelulusan yang telah ditetapkan oleh sekolah yaitu dengan nilai 70.

No

Nama KD 1 KD 2 KD 3 KD 4 UTS

P K P K P K P K 4 5 6 7 8 9 10 11 12

1 ADITYA DWI FERDIANSYAH 80 84 82 86 84 82 78

2 AGIL DAFA PRASETYA 80 84 82 86 84 82 67

3 ALFIN NANDO 80 84 82 86 84 82 68

4 ANDITHA EKA YUANA 87 86 84 88 86 84 76

5 AURA VELINA BESTINIDYA 87 86 84 88 86 84 76

6 DIMAS FARHAN ATHO‟ILLAH 80 84 82 86 84 82 66

7 DINDA AMILIA PUJIASTUTI 90 86 84 88 86 84 78

8 ERDITA SEPTYANA PUTRI 87 86 84 88 86 84 75

9 EVA AINUR KHAWAID 87 87 84 88 86 84 75

10 FAREL ADITYA PRAYOGA 80 84 82 86 84 82 73

11 FATKA ANANDA RIZKY 87 86 84 88 86 84 75

12 FIKA MAYLIA HAFIFA 87 86 84 88 86 84 75

13 FRESTI RAHMADHANI 87 86 84 88 86 84 70

14 IN‟AM DANAR FITRIANSYAH 80 84 82 86 84 82 70

15 IZA AFKARINA SA‟ADAH 87 86 84 88 86 84 70

16 JULI ARIATMAJA 87 86 84 88 86 84 72

17 KULSUM AL JARAH 90 86 84 88 86 84 75

18 M. DICKY INDRA KURNIAWAN 80 84 82 86 84 82 70

19 M. FEMAS IRAWAN 80 84 82 86 84 82 67

20 MAULIDA ROSIDATUL ULVIAH 87 84 84 88 86 84 70

21 MUHAMMAD RIZKY SANTOSO 80 84 82 86 84 82 72

22 NUR FITRI 90 86 84 88 86 84 80

23 NUR INTAN SALSA BELLA 87 86 84 88 86 84 80

24 PALOMA SYALLOW ZAURA POV 90 86 84 88 86 84 80

25 PRIYO BAYU DWI ASMORO 80 84 82 86 84 82 72

26 ROHMAT NUR SALIM 80 84 82 86 84 82 72

27 ROSSI BRYAN ROBERTO 80 84 82 86 84 82 72

28 SADEWA PUTRA ALCANTARA 80 84 82 86 84 82 72

29 VEMILA AYU GRACELA 90 86 84 88 86 84 80

Dokumen terkait