BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS
B. Penyajian Data dan Analisis Data
“Jadi begini mas, di dalam pelaksanaan nya pengelolaan desa wisata ini melibatkan beberapa pihak, mulai dari pihak Pokdarwis sendiri sebagai monitoring penggerak pengelolaan, kemudian dari pihak desa yakni BUMDES nya sebagai payung hukum dari Pokdarwis, kemudian pemilik lahan yang dijadikan sentral utama Desa Wisata namun juga tergabung dalam UMKM desa, sehingga dari sini kita semua para pihak memilki tujuan yang sama. Untuk perjanjian kerjasamanya sendiri dalam pengelolaan desa wisata ini sebenarnya tidak ada perjanjian hitam di atas putih mas, namun hal ini masih terus menjadi perbaikan demi perbaikan kedepan nya, nah jadi kami para pihak yang terlibat yakni POKDARWIS (kelompok sadar wisata), pihak Desa dan para pemilik (UMKM) tersebut hanya sebatas perjanjian yang di sampaikan secara lisan. Jadi bisa di katakan untuk poin modal dalam pengembangan dan pengelolaan desa wisata ini berangkat dari modal sosial, modal sosial adalah hubungan sosial yang terkait dengan kehidupan masyarakat sehari- hari, hubungan sosial sendiri merupakan hasil korelasi sosial dalam waktu terbilang lama sehingga terciptanya jaringan, pertukaran sosial, pola kerjasama saling percaya termasuk nilai dan norma yang melandasi hubungan sosial tersebut. Dan juga mengenai bagi hasil dari yang di sepakati bersama di awal itu yakni 40% untuk pengelolaan, 30% untuk pemilik (UMKM) dan 30% nya lagi untuk kas Bumdes.”65
Dari pernyataan ketua desa wisata tersebut juga disampaikan oleh pihak Desa yakni bapak Baidhowi selaku Kepala Desa Kemiri, dimana beliau mengatakan:
“Jadi begini mas mengingat sekitar 15 tahun silam Desa Kemiri ini merupakan salah satu desa yang nyaris lenyap ditelan oleh bencana banjir bandang tepatnya pada tahun 2006 yang pada saat itu benar- benar meluluhlantakkan pemukiman dan pertanian warga. Namun dengan keteguhan hati para warga bersama pemerintah desa berkeyakinan untuk berangsur memulihkan kondisi perekonomian yang ada. Ditambah pada tahun 2019 kemarin dunia digemparkan dengan wabah virus Corona yang mana hal itu tidak hanya berdampak pada satu aspek melainkan beberapa aspek diantaranya dalam aspek ekonomi yang menyebabkan kondisi perekonomian segenap lapisan masyarakat mengalami penurunan secara drastis.
Nah seiring dengan berjalannya waktu bermodalkan tekad dan sumber daya alam yang memadai desa di dataran tinggi ini
65 Ilham Faelani, Wawancara,Desa Wisata Kemiri, 20 September 2022
menggeliat dan bangkit memompa pertumbuhan ekonomi dengan menggali potensi yang ada di dalamnya.“
“Jadi berawal dari sebuah potensi yang ada di Desa Kemiri ini diantaranya potensi alam, UMKM dan PSDM, lalu teman-teman di desa ini memiliki ide untuk mengembangkan potensi tersebut sehingga terbentuklah organisasi POKDARWIS ini, dan pada saat itu juga para pemuda desa yang tergabung dalam POKDARWIS ini sering mengadakan perkumpulan untuk menemukan temuan baru sebagai pengembangan dari potensi yang ada sehingga menghasilkan sebuah ide untuk membangun sebuah destinasi wisata yang sekarang bernama Desa Wisata Kemiri ini.”
“Nah untuk sistem perjanjian kerjasamanya dalam hal ini kesepakatan nya memang masih disampaikan secara lisan. Karena memang hal ini masih awal jadi kita laksanakan secara sederhana namun bukan tidak mungkin untuk beberapa tahun kedepan akan dilaksanakan secara tertulis, agar supaya pengembangan desa wisata ini terus mengalami perkembangan yang signifikan.”66
Kemudian disampaikan juga oleh saudara Nafis Madani selaku sekertaris POKDARWIS dan juga sebagai pemilik lahan, ia mengatakan bahwa :
”Memang didalam pelaksanaan perjanjian kerjasama dalam pengelolaan Desa Wisata Kemiri disini melibatkan beberapa pihak yang secara garis besarnya terdapat tiga pihak antara POKDARWIS, pihak Desa (BUMDES), dan pemilik lahan yang juga tergabung dalam (UMKM). Jadi, Desa Kemiri disini memiliki empat dusun sebagai destinasi utama yakni Dusun Delima sebagai sentral destinasi. Di sini ada kemiri resort dengan kemiri resto dan rumah jamur. Semua paket-paket Desa Wisata Kemiri start dan finish di sini. Di Delima juga ada JCC Pesantren Al Hasan, dimana para pengunjung bisa ngopi sambil belajar mengolah kopi, juga ada roaster dan barista santri. Lalu ada Dusun Sodong sebagai pusat kegiatan, seperti motor trail, camping, jelajah jejak banjir bandang, dan mountain bike. Juga terdapat Dusun Danci sebagai kampung kopi dimana pengunjung bisa belajar tentang kopi rakyat mulai dari pembibitan sampai kopi siap minum. Edukasi kopi di Danci lebih pada perawatan tanaman, sedangkan pengolahan bijinya dipusatkan di JCC. Terakhir, ada Dusun Tenggiling sebagai pusat dari integrated
66 Baidowi, Wawancara,Kantor Desa Kemiri, 20 September 2022
farming tourism, dimana pengunjung bisa mempelajari pertanian tradisional yang terintegrasi.”67
Dari hasil observasi dan wawancara diatas dapat dipahami bahwa dalam pelaksanaan perjanjian kerjasama pada pengelolaan Desa Wisata Kemiri disini melibatkan beberapa pihak yang secara garis besarnya yakni tiga pihak antara POKDARWIS, pihak desa (BUMDES), dan pemilik lahan yang juga tergabung dalam (UMKM). Adapun sistem prejanjiannya disini masih terlaksana dengan kesepakatan secara lisan tidak dilakukan secara tertulis. namun bukan tidak mungkin untuk beberapa tahun kedepan akan dilaksanakan secara tertulis, agar supaya pengembangan desa wisata ini terus mengalami perkembangan yang signifikan.
2. Bagaimana Tinjauan Hukum Ekonomi Islam Terhadap Praktek Perjanjian Kerjasama Dalam Pengelolaan Desa Wisata Kemiri, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember
Sebagaimana disampaikan oleh Ilham Felani selaku Ketua Pokdarwis Mengatakan bahwa :
“Dalam pelaksanaannya praktek perjanjian kerjasama dalam pengelolaan desa wisata kemiri disini kami melibatkan pemilik lahan yang kami sewa lahannya, dimana pada lahan tersebut kami memandang memiliki potensi alam yang cukup baik sebagai sentral destinasi, yang terletak di dusun delima yang juga menyediakan kemiri resto dan rumah jamur.”68
Peryantaan tersebut juga dipaparkan secara terperinci oleh Mas Farhan Aziz selaku ketua bidang HRD dan PSDM, mengatakan bahwa :
67 Nafis Madani, Wawancara,UMKM Rumah Jamur, 20 November 2022
68 Ilham Faelani, Wawancara, Desa Wisata Kemiri, 22 Oktober 2022
“Jadi begini mas, untuk kerjasama disini yang dilakukan antara beberapa pihak menyepakati untuk membuat sentral destinasinya yakni dengan menyewa suatu lahan yang di pandang memiliki potensi alam yang cukup menarik yang terletak di Dusun Delima, namun untuk setiap dusun itu nantinya kita cari UMKM yang juga memiliki potensi yang cukup menarik sebagai bagian dari destinasi wisatanya, jadi anggapannya setiap pihak itu memberikan sumbangsih modal baik berupa modal finansial maupun modal sosial seperti UMKM tersebut, sehingga nantinya untuk keuntungannya kita sepakati bagi hasil bersama, dan hasil kesepakatan bersama di awal yang disampaikan secara lisan menentukan bahwa untuk bagi hasilnya yakni 40% untuk pengelolaan, 30% untuk pemilik (UMKM) dan 30% nya lagi untuk kas Bumdes.”69
Dari hasil wawancara tersebut dimana dapat dipahami bahwa dalam pratek perjanjian kerjasama pada pengelolaan Desa Wisata Kemiri yang melibatkan beberapa pihak tersebut, terdapat dua transaksi yakni sewa menyewa dan saling memberikan sumbangsih modal untuk tujuan yang sama dan nantinya akan dilakukan bagi hasil antara para pihak.