• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penyajian Hasil Penelitian dan Pembahasan A. Hasil Penelitian

G. Teknik Analisis Data

2. Penyajian Hasil Penelitian dan Pembahasan A. Hasil Penelitian

3 Ayah : Rahmad Afandi

Ibu : febriani Juistry

(SMA) (SMP)

Muhammad Abrizam

Kelurahan Pagar Dewa Rt 50 Kecamatan Selebar Kota Bengkulu

2. Penyajian Hasil Penelitian dan Pembahasan

masih bayi ibu jarang membawa anak ibu ikut posyandu dan pola makan anak ibu juga tidak teratur, pada umur anak ibu usia 2 tahun ia sakit-sakitan dan harus di bawa kerumah sakit ternyata anak ibu mengalami ususnya terluka akibat sering jajan diluar.”80

“selanjutnya wawancara dengan ibu Febriani beliau mengatakan bahwa Mereka sudah mengikuti program posyandu pada saat ibu hamil, dan ibu juga sering mengecek kandungan pada saat hamil, pola makan ibu seprti biasa kalau makanan yang mewah atau cukup itu belum, dan pada saat anak mereka lahir ibu memberikan ASI kepada anaknya, tetapi pada saat anak mereka berusia tiga bulan anak mereka jatuh sakit, dan sampai sekarang ini anak mereka tidak mau makan nasi, dan pada saat anak ibu berusia satu tahun ibu tidak lagi mengikuti posyandu.”81

Oleh karena itu, seorang ibu seharusnya lebih mengutakan kesehatan sang anak dengan secara rutin membawa anak ke posyandu untuk mengontrol kesehatan anak.

2. Kendala orang tua dalam mengatsi anak kurang gizi

“Gusmi Sugiarti mengatakan bahwa kendala keluarganya dalam mengatasi kurang gizi pada anaknya adalah karena mereka sibuk dengan aktivitas sehari-hari, sedangkan ibu dan bapak harus mencari nafkah buat keperluan keluarga. Dan kurangnya pemahaman kami mengenai pola makan anak yang seimbang karena keterbatasan ekonomi, apalagi suami saya bekerja hanya sebagai karyawan tidak tetap dalam membangun rumah.”82

“Felly Asyari mengatakan bahwa kurang pemahaman dan pengetahuan tentang gizi seimbang pada anak. Dan suami saya sibuk mencari kebutuhan keluarga kami.”83

“Febriyani mengatakan bahwa sang suami sibuk bekerja mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan saya tidak bekerja tapi kurang mengetahui dan memahami tentang kandungan gizi pada makanan.”84

80 Felly Asyari, Wawancara, Tanggal, 24 September 2020

81 Febriyani, Wawancara, Tanggal, 15 Septembar 2020

82 Gusmi Fatmawati, Wawancara, Tanggal 14 September 2020

83 Felly Asyari, Wawancara, Tanggal, 24 September 2020

84 Febriyani, Wawancara, Tanggal, 15 Septembar 2020

Dapat disimpulkan bahwa kendala orang tua dalam mengatasi anak kurang gizi ialah kurangnya pemahaman tentang makanan dengan gizi seimbang, dan kesibukkan orang tua sehingga tidak memperhatikan anaknya.

3. Pemberian kebutuhan dan makanan yang sesuai terhadap anak

“Gusmi Fatmawati menyampaikan bahwa semenjak anaknya lahir ia tidak begitu paham dengan pola maka yang seimbang yang seharusnya diberikan kepada anaknya. Dia mengakui bahwa ia jarang untuk memberikan buah-buahan ataupun makanan yang bergizi lainnya.”85

“Felly Asyari mengatakan bahwa ia pada saat mengandung sang buah hati ia jarang berkonsultasi dengan bidan atau dokter dan dia juga pada massa kehamilan pola makannya juga tidak teratur, pada usia anaknya yang ke-2 tahun anaknya mengalami sakit-sakitan dan sempat dibawah kerumah sakit karena mengalami usunya terluka akibat seringa jajan diluar .”86

“Febriyani menyampaikan bahwa mereka sudah mengikuti program posyandu, dan pola makan pada saat massa kehamilan juga teratur, tapi setelah anaknya berusia 3 bulan anaknya sering sakit-sakitan dan anaknya juga tidak mau makan nasi.”87

Oleh karena itu, kebutuhan dalam pemberian makanan yang bergizi dan seimbang sangat penting diketahui oleh orang tua untuk kesehatan anaknya, supaya tidak mengalami sakit-sakitan 4. Menu makanan yang diatur sesuai dengan kebutuhan makan 3 kali

sehari

Gusmi Fatmawati menyampaikan tidak pernah mengatur menu makanan yang seimbang sesuai dengan 4 sehat 5 sempurna untuk anaknya, karena mereka makan seadanya.”88

85 Gusmi Fatmawati, Wawancara, Tanggal 14 September 2020

86 Felly Asyari, Wawancara, Tanggal, 24 September 2020

87 Febriyani, Wawancara, Tanggal, 15 Septembar 2020

88 Gusmi Fatmawati, Wawancara, Tanggal 14 September 2020

“Felly Asyari menyampaikan hal yang sama kepada penulis bahwa mereka tidak mengatur menu makanan yang seimbang untuk anak mereka, mereka juga makan seadanya.”89

“Febriyani menyampaikan bahwa ia telah memberikan makan tiga akali sehari kepada anaknya tetapi.”90

Dapat disimpulakan bahwa karena keterbatasan ekonomi sehingga orang tua tidak mampu memenuhi kebutuhan 3 kali sehari dengan menu 4 sehat 5 sempurna

5. Perkembangan motorik anak bapak dan ibu

Perkembangan adalah perubahan mental yang berlangsung secara bertahap dan dalam waktu tertentu dari kemampuan yang sederhana menjadi keamampuan yang lebih sulit, misalnya kecerdasan, sikap dan tingkah laku.91 Perkembangan motorik adalah proses tumbuh kembang kemampuan gerak seorang anak, perkembangan motorik merupakan perkembangan pengendalian gerakan jasmaniah melalui kegiatan pusat syaraf, urat syaraf dan otot teroorganisasi.92

“ibu Gusmi Fatmawati. Yang merupakan orang ta kandung dari anak yang mengalami anak kurang gizi, beliau mengatakan bahwa Pada saat ibu mengandung ibu jarang konsultasi dengan dokter atau ikut posyandu, dan pola makan saat ibu hamil juga tidak teratur, semenjak anak ibu lahir ibu juga tidak ada memberikan makanan yang memang khusus untuk diberikan kepada anak ibu dan ibu juga jarang memberikan anak makanan buah-buahan, jika ada mungkin sekitar sebualan sekali itu saja jika dibelikan oleh ayah atau neneknya. Pada waktu anak ibu

89 Felly Asyari, Wawancara, Tanggal, 24 September 2020

90 Febriyani, Wawancara, Tanggal, 15 Septembar 2020

91 Ahmad Susanto, Perkembangan Anak Usia Dini ( Jakarta: Kencana Prenada

Media Group 2012), h. 20

92 Elizabeth B. Hurlock Perkembangan Anak (Jakarta: Erlangga), h. 149

masih bayi anak ibu tidak diberikan ASI karena ASI ibu sedikit, jadi ibu memberi anak ibu susu formula.”93

“Ibu Felly Asyari mengatakan bahwa beliau sudah mengikuti program posyandu di puskesmas, dan ibu waktu masih hamil juga sering konsultasi dengan bidan terdekat, tetapi pola makan ibu pada saat hamil tidak teratur, pada saat anak ibu masih bayi ibu memberikan ASI tetapi ibu juga memberikan susu formula sebagai pendamping ASI pada saat anak ibu masih bayi. Pada saat masih bayi ibu jarang membawa anak ibu ikut posyandu dan pola makan anak ibu juga tidak teratur, pada umur anak ibu usia 2 tahun ia sakit-sakitan dan harus di bawa kerumah sakit ternyata anak ibu mengalami ususnya terluka akibat sering jajan diluar.”94

“selanjutnya wawancara dengan ibu Febriani beliau mengatakan bahwa Mereka sudah mengikuti program posyandu pada saat ibu hamil, dan ibu juga sering mengecek kandungan pada saat hamil, pola makan ibu seprti biasa kalau makanan yang mewah atau cukup itu belum, dan pada saat anak mereka lahir ibu memberikan ASI kepada anaknya, tetapi pada saat anak mereka berusia tiga bulan anak mereka jatuh sakit, dan sampai sekarang ini anak mereka tidak mau makan nasi, dan pada saat anak ibu berusia satu tahun ibu tidak lagi mengikuti posyandu.”95

Oleh karena itu ,kebutuhan akan gizi yang cukup sanagtlah berpengaruh terhadap perkembangan motorik anak. Untuk itu kebutuhan gizi yang cukup perkembangan anak akan optimal sesuai dengan aspek perkembangan motorik anak.

6. Peran keluarga dalam negatasi anak kurang gizi

“Sukarman selaku ketua Rt 20 mengatakan bahwa, peran keluarga dalam mengatasi anak kurang gizi masih kurang, karena masih banyak masyarakat yang belum mengetahui apa itu anak kurang. (bersependapat dengan ketua Rt 50 dan 24)”96

“R. Hilman mengatakan bahwa kesadaran orag tua untuk membawa anak mereka ikut poyandu dan mengecek kesehatan

93 Gusmi Fatmawati, Wawancara, Tanggal 14 September 2020

94 Felly Asyari, Wawancara, Tanggal, 24 September 2020

95 Febriyani, Wawancara, Tanggal, 15 Septembar 2020

96 Sukarman dkk, Wawancara, Tanggal, 2 Oktober 2020

anak mereka masih sangat minim tentang makanan anak bergizi dan makanan seimbang pada ibu hamil.”97

Dapat disimpulkan bahwa masih ada ada orang tua yang mengabaikan kebutuhan gizi anak dan kesadaran orang tua masih sangat kurang dalam mengikuti proram yang telah dibuat, ataupun itu hanya sekedar mengecek kondisi anaknya.

7. Pelayanan yang telah disediakan untuk mencegah terjadinya nak kurang gizi

“Seluruh bapak ketua Rt menyampaikan hal yang sam bahwa dengan konsultasi ke dokter ataupun puskesmas terdekat dan ibu-ibu juga disarankan untuk aktif mengikuti program poyandu yang telah ditetapkan.”98

“R. Hilman menyampaikan bahwa dengan cara menydiakan makanan yang bergizi untuk ibu hamil, bayi yang diberikan ASI eksklusif, lingkungan yang higienis, orang tua harus memperbanyak penegtahuan mengenai jenis makanan yang bergizi dan seimbang pada anak, ikut posyandu dan konseling gizi dengan dokter.”99

Oleh karena itu, pihak puskesmas telah menyediakan kebutuhan untuk ibu hamil dan posyandu untuk anak-anak

Dokumen terkait