• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penyediaan Bahan Konstruksi

BAB III PELAKSANAAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN

3.1. Pelaksanaan PKL

3.1.1. Penyediaan Bahan Konstruksi

Adapun material-material yang digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan ini antara lain :

1.) Agregat

Agegat adalah sekumpulan butir-butir batu pecah, kerikil, pasir, atau material lainnya baik berupa hasil alam maupun buatan (SNI No:1737-1989- F).

Agregat merupakan bahan pembentuk beton yang mempunyai komposisi yang paling besar dalam struktur beton yang telah mengeras. Untuk agregat kasar ukuran butirnya diatas 4.75 mm, sedangkan agregat halus dibawah nilai agregat kasar tersebut.

Semua pemakaian batu pecah (agregat kasar) dan pasir beton, harus memenuhi syarat-syarat :

Peraturan-peraturan relevan yang tercantum pada pasal 03 pekerjaan beton bertulang substruktur.

 Bebas dari tanah/tanah liat (tidak bercampur dengan tanah/tanah liat atau kotoran-kotoran lainnya).

Kerikil dan batu pecah (agregat kasar) yang mempunyai ukuran lebih besar dari 38 mm, untuk penggunaanya harus mendapat persetujuan tertulis Direksi/

Pengawas Ahli. Gradasi dari agregat-agregat tersebut secara keseluruhan harus dapat menghasilkan mutu beton yang diisyaratkan, padat dan mempunyai daya kerja yang baik dengan semen dan air, dalam proporsi campuran yang akan dipakai.

Direksi/ Pengawas Ahli harus meminta kepada Pemborong untuk mengadakan test kwalitas dari agregat-agregat tersebut dari tempat penimbunan yang ditunjuk oleh Direksi/ Pengawas Ahli, setiap saat di laboratorium yang disetujui Direksi/ Pengawas Ahli atas biaya Pemborong.

Apabila ada perubahan sumber dari mana agregat tersebut disupply, maka Pemborong diwajibkan untuk memberitahukan secara tertulis kepada Direksi/Pengawas Ahli.

Agregat harus disimpan ditempat yang bersih, yang keras permukaannya dan dicegah supaya tidak terjadi percampuran dengan tanah dan terkotori.

a) Agregat Halus

Agregat halus adalah pasir alam sebagai hasil desintegrasi batu secara alami atau pasir yang dihasilkan oleh industry pemecah batu dan mempunyai ukuran butir terbesar 5,0 mm. Spesifikasi agregat halus pada Penbangunan Pasar Jelojok Kecamatan Kopang Kabupaten Lombok Tengah berdasarkan RKS adalah :

 Kandungan lumpur tidak lebih dari 5%( terhadap berat kering ), jika kadar lumpur melampaui 5% maka pasir harus di cuci.

 Kadargumpalan tanah liat dan partikel yang mudah direpihkan, maksimal3,0

%. Kandungan arang dan lignit maksimal 1,0 %.

 Modulus halus (fineness modulus) berkisar antara1,5- 3,8.Penyerapan air(water absortion) maksimal 2%.

Density(massatiapsatuanvolume)berkisar antara 1200–2800kg/m3 (agregat berat normal).

 Agregat halus bebas dari pengotoran zatorganic yang merugikan beton. Bila diuji dengan larutan Natrium Sulfat dan dibandingkan dengan warna standar,tidak lebih tua dari warna standar. Jika warna lebih tua maka agregat halus itu harus ditolak.

 Butir-butir halus bersifat kekal, artinya tidak kekal agregat halus data di uji dengan larutan jenuh garam. Jika dipakai natrium sulfat maksimum bagian yang hancur adalah 10% berat. Sedangkan jika dipakai magnesium sulfat.

 Pasir harus terdiri dari butiran-butiran yang beraneka ragam besarnya, apabila diayak dengan ayakan 150, maka sisa butiran diatas 4 mm,minimal 2% dar berat sisa butiran diatas ayakan 1mm minimal 80 % sampai 90 % dari berat.

 Agregat harus disimpan ditempat yang bersih, yang keras permukaannya dan dicegah supaya tidak terjadi percampuran dengan tanah dan terkotori.

 syarat-syarat tersebut harus dibuktikan dengan pengujian di Laboratorium Pada saat pelaksanaan dilapangan tidak dilakukan pengujian material agregat terlebih dahulu hal ini di karenakan material yang digunakan sudah tertentu dan sudah memenuhi spesifikasi dari RKS berdasarkan proyek-proyek yang telah dilaksanakan sebelumnya.

Adapun Agregat Halus yang digunakan dalam pembangunan Pasar Jelojok dilihat pada Gambar 3.1

Gambar 3.1 Agregat Halus (Pasir) b) Agregat Kasar

Agregat kasar adalah kerikil alam sebagai hasil desintegrasi batu secara alami atau berupa batu pecah yang dihasilkan oleh industry pemecah batu dan mempunyai ukuran butir terbesar5mm – 40mm. Spesifikasi agregat kasar pada Proyek Pembangunan Gedung kntor bupati Lombok tengah adalah:

(1) Kadar Lumpur atau bagian butir lebih kecil dari 75 mikron (ayakanNo.200) maksimal 1,0 %.

(2) Kadar gumpalan tanah liat dan partikel yang mudah direpihkan, maksimal10,0

%.

(3) Kandungan arangdan lignit maksimal1,0 %.

(4) Modulus halus (fineness modulus) berkisar antara6,0– 7,1.

(5) Keausan (abration) dengan alat Los Angeles, 500 putaran, bagian yang hancur(<1,7mm) maksimal 40%.

(6) Penyerapan air (water arbsobtion) maksimal 3%.

(7) Density (massa tiap satuan volume) berkisar antara1200–2800kg/m3 (agregat berat normal).

(8) Sifat kekal diuji dengan larutan jenuh Garam-Sulfat :

 Jika dipakai Natrium Sulfat , bagian yang hancur maksimal 12%.

 Jika dipakai Magnesium Sulfat, bagian yang hancur maksimal 18%.

Pada saat pelaksanaan dilapangan tidak dilakukan pengujian material agregat terlebih dahulu hal ini di karenakan Material yang digunakan sudah tertentu dan sudah memenuhi spesifikasi dari RKS berdasarkan proyek-proyek yang telah dilaksanakan sebelumnya.

Adapun Agregat Kasar yang digunakan dalam pembangunan Pasar Jelojok dilihat pada Gambar 3.2

Gambar 3.2 Agregat Kasar ( Kerikil )

b) Semen

Semen digunakan sebagai bahan pengikat dalam pekerjaan konstruksi,antara lain digunakan untuk pasangan batu kali, lantai kerja dan plesteran. Selain itu, semen jenis tertentu juga bisa dipakai untuk bahan finishing.

Semua yang digunakan adalah semen portland lokal yang memenuhi syarat- syarat dari:

 Mempunyai sertifikat uji (test sertificate) dari laboratorium yang disetujui secara tertulis dari Direksi / Pengawas Ahli.

 Semua yang akan dipakai harus dari satu merk yang sama (tidak diperkenankan menggunakan bermacam-macam jenis/merk semen untuk suatu konstruksi/struktur yang sama), dalam keadaan baru dan asli, dikirim dalam kantong-kantong semen yang masih disegel dan tidak pecah.

 Saat pengangkutan semen harus terlindung dari hujan. Semen harus diterima dalam sak (kantong) asli dari pabriknya dalam keadaan tertutup rapat, dan harus disimpan digudang yang cukup ventilasinya dan diletakkan pada tempat yang ditinggikan paling sedikit 30 cm dari lantai. Sak-sak semen tersebut tidak boleh ditumpuk sampai tingginya melampaui 2 m atau maximum 10 sak. Setiap pengiriman baru harus ditandai dan dipisahkan, dengan maksud agar pemakaian semen dilakukan menurut urutan pengirimannya.

 Untuk semen yang diragukan mutunya dan terdapat kerusakan akibat salah penyimpanan, dianggap sudah rusak, sudah mulai membantu, dapat ditolak penggunaannya tanpa melalui test lagi. Bahan yang telah ditolak harus segera dikeluarkan dari lapangan paling lambat dalam waktu 2x24 jam atas biaya Pemborong.

Pada Penbangunan Pasar Jelojok Kecamatan Kopang Kabupaten Lombok Tengah digunakan semen portland,yaitu semen untuk penggunaan umum yang tidak memerlukan persyaratan-persyaratan khusus seperti yang disyaratkan pada jenis-jenis lain. Kontraktor harus menggunakan satu jenis dan merk yang sama untuk seluruh pekerjaan beton pada proyek ini.

c) Tulangan ( Besi Beton )

Semua besi beton yang digunakan harus memenuhi syarat-syarat:

 Peraturan-peraturan relevan yang tercantum pada pasal ini.

 Baru, bebas dari kotoran-kotoran, lapisan minyak/karat dan tidak cacat (retak-retak, mengelupas, luka dan sebagainya).

 Dari jenis baja dengan mutu sesuai yang tercantum dalam gambar dan bahan tersebut dalam segala hal harus memenuhi ketentuan-ketentuan Peraturan Beton Indonesia.

 Mempunyai penampang yang sama rata.

 Kecuali bila ditentukan lain di dalam gambar maka mutu besi beton yang digunakan ≤ ø10mm : BJTP U-24 ( Tulangan Polos ), > ø10mm : BJTD U-40 ( Tulangan Ulir ).

 Pemakaian besi beton dari jenis yang berlainan dari ketentuan-ketentuan diatas, harus mendapat persetujuan tertulis Perencana Struktur. Besi beton harus disupply dari satu sumber (manufacture) dan tidak dibenarkan untuk mencampur adukan bermacam-macam sumber besi beton tersebut untuk pekerjaan konstruksi.

 Sebelum mengadakan pemesanan Pemborong harus mengadakan pengujian mutu besi beton yang akan dipakai, sesuai dengan petunjuk- petunjuk dari Direksi/ Pengawas Ahli.

 Barang percobaan diambil dibawah kesaksian Direksi/ Pengawas Ahli, berjumlah min.3 (tiga) batang untuk tiap-tiap jenis percobaan, yang diameternya sama dan panjangnya ± 100 cm.

 Percobaan mutu besi beton juga akan dilakukan setiap saat bilamana dipandang perlu oleh Direksi/ Pengawas Ahli.

 Contoh besi beton yang diambil untuk pengujian tanpa kesaksian Direksi/

Pengawas Ahli tidak diperkenankan sama sekali dan hasil test yang bersangkutan tidak sah.

 Semua biaya-biaya percobaan tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pemborong.

 Besi beton harus dilengkapi dengan label yang memuat nomor pengecoran dan tanggal pembuatan, dilampiri juga dengan sertifikat pabrik yang sesuai untuk besi tersebut.

 Besi beton yang tidak memenuhi syarat-syarat karena kwalitasnya tidak sesuai dengan spesifikasi struktur harus segera dikeluarkan dengan site setelah menerima instruksi tertulis dari Direksi/ Pengawas Ahli, dalam waktu 2x24 jam atas biaya Pemborong.

Mutu baja tulangan yang dipergunakan pada Penbangunan Pasar Jelojok Kecamatan Kopang Kabupaten Lombok Tengah adalah BJTP U24 untuk Ø

≤10mm ( tulangan polos) dan BJTD U40 untuk Ø > 10mm( tulangan ulir ).Dalam perencanaan struktur baja, SNI 03-1729-2002 nilai Modulus Elastisitas baja tulangan, E = 200.000 MPa dan Modulus Geser, G =80.000 MPa, seperti yang terlihat pada Tabel 3.1

Tabel 3.1 Mutu baja tulangan

Adapun Tulangan yang digunakan dalam pembangunanPasar Jelojok dilihat pada Gambar 3.3

Gambar 3.3 Tulangan Baja

d) Kawat Pengikat

Kawat ( K ) pengikat adalah kawat lunak untuk mengikat baja tulangan dengan syarat :

 Harus terbuat dari baja lunak dengan diameter ≥ 1,0 mm yang telahdipijarkan terlebih dahulu dan tidak bersepuh seng.

 Untuk keperluan pengikatan berkas tulangan yang terdiri dari> 2 tulangan batang sejajar, diameter kawat pengikatnya≥ 2,5 mm dan jarak pengikatan harus ≤ 24 x dp batang yangdiikat terkecil.

Adapun kawat yang digunakan dalam pembangunan Pasar Jelojok dilihat pada Gambar 3.4 :

Gambar 3.4 Kawat Pengikat

Dokumen terkait