PENDAHULUAN
Umum
Praktek kerja lapangan merupakan kegiatan intrakurikuler yang dilakukan oleh mahasiswa Program Studi Sarjana (S1) Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram sebelum menulis Tugas Akhir. Praktek kerja lapangan merupakan penerapan pengetahuan dan bidang studi mahasiswa dalam dunia kerja nyata. Selain itu, Praktek Kerja Lapangan (PKL) merupakan suatu bentuk perkuliahan dimana mahasiswa terjun langsung ke lapangan.
Latar Belakang
Dengan demikian, pelanggan dengan pendapatan lebih tinggi atau daya beli lebih besar akan mendapatkan lebih banyak barang dan jasa. Pasar juga berperan sebagai penyedia barang dan jasa untuk masa depan atau fungsi tabungan atau investasi. Proyek ini memenuhi syarat Seleksi Lokasi Kerja Lapangan (PKL) karena dari segi anggaran, proyek ini bernilai Rp.
Maksud dan Tujuan
- Maksud
- Tujuan
Pembangunan Pasar Jelojok, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah dipilih sebagai tempat pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan (PKL) karena tempatnya yang cukup strategis dan mudah dijangkau dari tempat tinggal Anda.
Manfaat
Pengumpulan Data
Berhak menerima imbalan jasa sesuai dengan bobot atau prestasi pekerjaan yang telah dicapai di lapangan. C.). Bertanggung jawab terhadap kekuatan dan konsistensi hasil pekerjaan sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan. d.) Bertanggung jawab terhadap keamanan gedung selama masa pemeliharaan. Sebelum melakukan pemesanan, Kontraktor harus melakukan uji kualitatif terhadap tulangan beton yang akan digunakan, sesuai dengan petunjuk Direktur Pengawas/Ahli.
Sistimatika
Lingkup Pembahasan
Waktu dan Tempat
- Waktu
- Tempat
TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI
Umum
- Pemberian Tugas
- Konsultan Perencana
- Konsultan Pengawas
- Kontraktor
- Unsur-unsur Proyek
Hubungan kerja antara pemberi kerja dan kontraktor merupakan hubungan kontraktual sebagaimana dimaksud dalam kontrak kerja, dalam hal ini kontraktor yaitu PT. Konsultan Pengawas adalah badan hukum yang kepadanya kontraktor mempercayakan pelaksanaan pengawasan terhadap proyek. Melaksanakan seluruh perintah kontraktor, sepanjang tidak menyimpang dari persyaratan yang ditentukan dalam kontrak kerja.
Sistem Kontrak
- Kontrak Dengan Harga Tetap
- Kontrak Berdasarkan Biaya Ditambah Jasa
- Penetapan dan Penunjukan Pemenang
Kontrak jenis ini mengharuskan pemberi tugas untuk membayar biaya sebenarnya yang dikeluarkan kontraktor untuk menyelesaikan pekerjaan ditambah biaya jasa yang diberikan kontraktor. Kontrak ini sangat jarang dilaksanakan karena sulitnya pengendalian biaya yang dikeluarkan kontraktor untuk melaksanakan pekerjaan. Biaya jasa didasarkan pada persentase biaya sebenarnya yang dikeluarkan oleh kontraktor, dengan persentase yang bervariasi sesuai besarnya biaya sebenarnya.
Dasar Teori
- Sistem Laporan
- Struktur Bangunan
- Pondasi
- Kolom
- Struktur Balok
- Plat Lntai Konvensional
- Teori Perancangan Struktur Kolom
Laporan yang mencatat pekerjaan dan kemajuan pekerjaan setiap minggunya, yang merupakan rekap dan laporan harian. c.) Laporan bulanan. Pondasi rakit (atau pondasi matras) adalah pondasi yang digunakan untuk menopang bangunan yang terletak di atas tanah lunak atau digunakan bila jarak kolom sangat rapat ke segala arah. Kolom komposit terdiri dari profil beton dan baja di dalamnya. a) kolom bulat tulangan spiral; (b) kolom persegi panjang;.
Bentuk kolom (a) kolom tulangan spiral berbentuk bulat; (b) kolom persegi panjang;. c) kolom komposit bulat yang diperkuat secara spiral; (d) kolom komposit persegi panjang. Batas eksentrisitas minimal kolom sengkang dengan arah tegak lurus sumbu lentur adalah 10% tebal kolom dan 5% untuk kolom bulat. Luas tulangan memanjang komponen struktur tekan tidak boleh kurang dari 0,01 atau lebih dari 0,08 kali luas penampang bruto (bagian 12.9(1)). b.) Jumlah minimum tulangan memanjang adalah 4 untuk kolom persegi panjang atau lingkaran, 3 untuk kolom sengkang segitiga dan 6 untuk kolom pengikat spiral (bagian 12.9(2)). C.).
Tinggi balok tegangan ekivalen dianggap 0,54d, yang setara dengan nilai rata-rata kondisi keseimbangan pada penampang persegi panjang. 1.a) Transformasi kolom lingkaran menjadi kolom persegi panjang yang setara. 1.b) Ketebalan penampang persegi panjang ekuivalen diatur menjadi 0,8 jam, dimana h adalah diameter kolom lingkaran. 1.d) Luas total tulangan persegi panjang ekivalen pada dua lapisan sejajar adalah 2Ds /3 pada arah lentur dimana.
Jika angka kelangsingan lajur melebihi had untuk lajur pendek, lajur akan melengkung sebelum had kegagalan bahan dicapai.
PELAKSANAAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
Pelaksanaan PKL
- Penyediaan Bahan Konstruksi
- Mutu Beton yang Digunakan
- Persyaratan Pekerjaan Bekisting
Dalam hal ini siswa mengenal jenis pondasi yang direncanakan oleh konsultan perencana dan kemudian dilaksanakan oleh kontraktor di lokasi. Dalam hal ini mahasiswa mengetahui jenis tie beam yang direncanakan oleh konsultan perencana dan kemudian dilaksanakan oleh kontraktor di lapangan. Dalam hal ini mahasiswa mengetahui jenis kolom yang direncanakan oleh konsultan perencana dan kemudian dilaksanakan oleh kontraktor di lapangan.
Dalam hal ini siswa mengetahui jenis balok yang direncanakan oleh perancang dan kemudian dilaksanakan oleh kontraktor di lapangan. Dalam hal ini siswa dapat mengetahui fungsi dari pelat lantai itu sendiri yaitu apa yang direncanakan oleh perancang dan kemudian dilaksanakan oleh kontraktor di lapangan. Dalam hal ini pelat lantai tidak digunakan untuk menutupi bagian atap yang tidak tertutupi dengan baik oleh atap. Pada tahap penilaian ini, waktu konstruksi menjadi penting dibandingkan dengan apa yang direncanakan oleh konsultan desain dan dilakukan oleh kontraktor di lokasi.
Dari gambar di atas, kurva s yang direncanakan dan kurva s yang direalisasikan sesuai dengan waktu perencanaan yang direncanakan sebelumnya. Pada tahap penilaian ini, waktu konstruksi mulai berkurang dibandingkan dengan apa yang direncanakan oleh konsultan desain dan dilakukan oleh kontraktor di lapangan sendiri. Pada gambar di atas, kurva s yang direncanakan dan kurva s aktual mulai tidak sesuai dengan waktu perencanaan yang direncanakan sebelumnya.
Kendala kurva s yang direncanakan dan kurva s aktual yang tidak signifikan dibandingkan dengan yang direncanakan adalah sebagai berikut. Pada tahap evaluasi ini, waktu pembangunan sudah tidak signifikan lagi dibandingkan dengan apa yang direncanakan oleh konsultan perencana dan dilaksanakan oleh kontraktor di lapangan. Dalam hal ini pelaksanaan pekerjaan tahap ini sangat memperhatikan bekal kekuatan kualitas pada proyek Pembangunan Pasar Jelojok Kecamatan Kopang Kabupaten Lombok Tengah.
Dalam hal ini pelaksanaan tahap pekerjaan ini memperhatikan ketentuan kualitas tenaga listrik pada proyek Pembangunan Pasar Jelojok Kecamatan Kopang Kabupaten Lombok Tengah. Dalam hal ini pelaksanaan tahap pekerjaan ini memperhatikan ketentuan kualitas tenaga listrik pada proyek Pembangunan Pasar Jelojok Kecamatan Kopang Kabupaten Lombok Tengah.
Tahap Pelaksanaan Proyek
- Pekerjaan Persiapan
- Pekerjaan Pondasi
- Pekerjaan Tie Beam
- Pekerjaan Kolom
- Pekerjaan Lantai Dasar
- Pekerjaan Balok dan Plat Lantai Dak
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil Paktek Kerja Lapangan
Analisa Perhitungan Kolom
Ukuran penampang yang digunakan diameter h = 650 mm dan dengan Ds = 550 mm dengan diameter tulangan D22 kemudian mengubah penampang kolom bulat menjadi penampang persegi ekuivalen untuk menentukan eksentrisitas dalam kondisi seimbang. Karena eksentrisitas yang diberikan (e = 136,341 mm) lebih kecil dari eb (207,367 mm), maka keruntuhan kolom berbentuk keruntuhan tekan. Selanjutnya penampang kolom bulat sebenarnya masih digunakan untuk menghitung cc dan 40% dari total luas tulangan Ast dibagi menjadi dua lapisan dengan jarak tanam 0,75Ds.
Karena momen kapasitas penampang lebih besar dari momen rencana kerja, maka tulangan 16D22 tetap digunakan.
Evaluasi Waktu Pekerjaan
Tak hanya itu, pada 2 minggu terakhir bulan Januari, pekerjaan pembangunan pasar induk mulai dilakukan, yang terdiri dari pembersihan lahan, survei, pemasangan tiang, dan penggalian tanah. Pada tahap ini pekerjaan yang dilakukan adalah pekerjaan air, pekerjaan listrik dan pekerjaan pasar induk dan pada minggu terakhir bulan Maret, pekerjaan pos jaga dimulai. Galian galian tersebut terisi air hujan sehingga dalam pengerjaannya diperlukan pompa dan penimbunan jalan agar air tidak terlalu menggenang sehingga peralatan dapat keluar masuk.
Pada fase ini, pada bulan April hingga Juni, tidak banyak perbedaan antara kurva perencanaan dan realisasi. Pekerjaan pada tahap ini mulai membaik, karena pengaruh cuaca yaitu hujan mulai turun tidak sesering pada tahap 2. Pekerjaan pada tahap ini masih terdapat keterlambatan pekerjaan, namun dalam batas wajar. sehingga masih dapat dikendalikan.
Dari foto diatas, pengerjaan mulai membaik, karena pengaruh cuaca yaitu hujan mulai tidak sesering pada tahap 2. Oleh karena itu pekerjaannya masih sama seperti pekerjaan air, pekerjaan listrik dan pekerjaan pasar induk serta pekerjaan pos jaga. Tahapan ini juga bertepatan dengan bulan Ramadhan dan perayaan Idul Fitri, sehingga terlihat pada gambar bahwa pada bulan Juni terdapat hari libur karyawan pada minggu ke 3 dan ke 4.
Karena kami hanya melakukan latihan lapangan selama 3 bulan, maka pembahasan rencana dan kurva realisasinya hanya terbatas pada bulan Juni 2019 saja.
Evaluasi Mutu Pekerjaan
Mutu pasir untuk pekerjaan beton harus terdiri atas: butiran tajam, keras, bersih, serta tidak mengandung lumpur dan bahan organik. Pasir harus disimpan sedemikian rupa sehingga terlindung dari kontaminasi bahan lain. . b.) Agregat Kasar (Kerikil dan Batu Hancur). Yang dimaksud dengan agregat kasar adalah kerikil hasil peluruhan alami batuan atau batu pecah yang diperoleh dari penggalian, dengan ukuran butir lebih dari 5 mm.
Tidak boleh mengandung lumpur lebih dari 1% (berdasarkan berat kering), artinya lumpur adalah bagian yang lolos saringan 0,063 mm, jika kandungan lumpur lebih dari 1% maka agregat kasar harus dicuci. Kekerasan agregat kasar diperiksa dengan wadah uji Rudeloff dengan beban uji 20 t yang harus memenuhi persyaratan sebagai berikut. Penyimpanan kerikil atau batu pecah harus sedemikian rupa sehingga terlindung dari kontaminasi bahan lain.
Jika tidak ditentukan oleh perencana, pada saat memotong dan membengkokkan tulangan, toleransi ditentukan sebagaimana dinyatakan dalam paragraf berikut. Untuk panjang total batang lurus yang akan dipotong, ukurannya diperkecil dan diberikan toleransi ± 25 mm terhadap panjang total dan ukuran bagian dalam batang bengkok, kecuali ditentukan lain. Toleransi + 50 mm dan - 25 mm ditetapkan untuk panjang total batang yang disajikan menurut pengukuran tertentu.
Mengenai jarak jatuh total batang bengkok, toleransi ditetapkan sebesar ± 6 mm untuk jarak 60 cm atau kurang dan ± 12 mm untuk jarak lebih dari 60 cm.
Evaluasi Struktur
Setelah mengikuti praktek kerja lapangan dan meninjau langsung pembangunan Pasar Kopang Jelojok, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut dari pembahasan sebelumnya. Dari tahap 2 ke tahap 3 terjadi keterlambatan pekerjaan pada proses konstruksi yang disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah pengaruh cuaca pada saat awal konstruksi pada tahap struktur bawah proyek. Dari hasil analisa yang kami lakukan, kolom yang semula mempunyai 16 tulangan dengan D22 mempunyai nilai momen kapasitas (Mr) sebesar Nmm lebih besar dibandingkan dengan Momen Rencana (Mc) yaitu 0,606 x 108 Nmm.
Agar pelaksanaan dan hasil pelaksanaan praktek kerja lapangan dalam pembangunan Pasar Jelojok Kopang ini dapat berjalan dengan optimal, maka diperlukan saran-saran yaitu: Perlu adanya komunikasi dan kerjasama yang baik antara pihak-pihak yang terlibat khususnya pemilik Pasar Jelojok, kontraktor (kontraktor) dan . Dalam pengawasan pekerjaan di lapangan perlu diperhatikan secara cermat dan teliti agar hasil pelaksanaan di lapangan sesuai dengan rencana yang telah disepakati bersama, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari.
Diperlukan interaksi yang harmonis antara peserta PKL dengan pelaksana dan pengawas di lapangan demi kesejahteraan bersama dan komunikasi yang lebih baik.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Saran