• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penyelesaian

Dalam dokumen LAPORAN KARYA AKHIR ENERGI MANUSIA OLEH (Halaman 41-64)

A. Pewujudan Ide-Ide Seni

5. Penyelesaian

Penyelasaian merupakan suatu kegiatan finishing karya, yaitun dengan pemberian cat pelapis pada karya yang bertujuan untuk memperindah karya dan siap untuk dipajang.

Kerangka Berkarya

Pencarian Ide Berkarya

Pengamatan terhadap lingkungan sosial.

Pengembangan Ide

Alternatif Sketsa

Memindahkan Sketsa

Proses Bekarya

Finishing

Karya

Pameran dan Ujian Akhir

Konsultasi Pembimbing

HASIL KARYA DAN PEMBAHASAN

Untuk lebih mudahnya menangkap dan menelaah maksud dari karya ini, penulis akan membahas tiap karya sesuai dengan apa yang dirasakan pada waktu penciptaan karya tersebut. Karya yang diciptakan tidak terikat pada simbol dan warna yang mewakili secara keseluruhan namun lebih tertuju pada apa yang dirasakan pada waktu pembuatan karya, hal tersebut telah penulis paparkan pada Bab II. Dalam setiap karya yang penulis hadirkan ada beberapa karya yang saling terkait satu sama lain, karena keseluruhan karya berbicara tentang perjalanan kehidupan penulis.

Penulis sangat menghindari pembahasan yang terlalu panjang dan terkesan mengada-ada, sebab akan memperumit penulis dalam memaparkan isi dari karya tersebut. Bagi penulis tidak ada warna yang menyimbolkan sesuatu, sebab semua warna yang ada dalam karya akhir ini tercipta dari spontanitas saja ketika penulis mengerjakan karya-karya tersebut. Hasil karya yang penulis kerjakan dapat dilihat dari foto-foto karya yang penulis lampirkan dalam lembaran berikut beserta pembahasan masing masing karya.

Karya 1

Tempat di mana kita harus mengerti # 1 2010

125 x 75 cm Akrilik di atas kanvas

Karya ini menceritakan tentang bagaimana memilah antara keinginan, kebutuhan dan harapan. Ada tiga buah batu yang masing masing menyimbolkan tentang keinginan, kebutuhan dan harapan. Dalam karya ini terdapat figur laki laki yang tertutup kepalanya dan berusaha melepaskan sesuatu yang menutupi kepalanya tersebut. Hal ini menceritakan bahwa figur tersebut berusaha untuk melepaskan keinginan- keinginan yang tidak sesuai dengan kebutuhan. Terlalu banyak keinginan- keinginan yang menutup pandangan, sehinga tidak dapat membedakan apa keinginan dan kebutuhan.

Hal ini tercipta dari pengalaman pribadi penilis, diman keinginan- keinginan yang muncul dari dalam diri dapat mengelapkan mata, ketika penulis berfikir bhwa dengan memfokuskan diri untuk mengejar cita- cita adalah suatu yang harus diwujudkn dengan cara apapun, ternyata dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.

Dalam karya yang berjudul “ tempat diman kita harus mengerti #1” ini, penulis ingin menyampaikan bahwa kainginan- kainginan uantuk mencapai cita- cita adalah sesuatu yang wajar, namun terkadang dapat juga menjadi penghalang cita-cita tersebut. Penulis berkesimpulan bahwa ketika keinginan tersebut harus disesuaikan dengan kebutuhan. Kita dituntut untuk lebih mengerti terhadap keadaan yang terjadi disekitar, dengan harapan dan keinginan dapat terwujud tanpa harus memaksakan keinginan yang bersifat pribadi.

Karya 2

Paket energy 2010 140 x 140 cm Akrilik di atas kanvas

Paket energi adalah sebuah semangat yang di kumpulkan untuk memulai aktifitas baru. Dalam karya ini terdapat sosok figur kartun yang memegang benda, Benda tersebut penulis visualkan sebagai energi yang diperoleh dari orang sekitar, sebagai modal awal untuk menjalani aktifitas.

Penulis mencoba menceritakan tentang perubahan, di mana sebelumnya penulis selalu larut dalam sebuah masalah yang membuat aktifitas menjadi terhambat. Penulis berkesimpulan, seandainya terus larut dengan masalah yang sama, akan menghambat aktivitas dalam kehidupan sehari hari. Oleh sebab itu penulis harus secepatnya melakukan perubahan, dengan mengumpulkan energi yang penulis dapatkan dari lingkungan sekitar.Energi yang dikumpulkan berupa saran, kritik dan pengalaman orang-orang

Secara keseluruhan karya ini memakai warna lunak agar kesan lembut dapat ditampilkan dalam karya, figur kartun dengan expresi heran menambah datarnya emosi di dalam karya. Figur tersebut menggunakan pakaian sehari-hari sering penulis gunakan. Objek lain yang hadir adalah simbol energi, simbol tersebut mewakili energi yang didapat dari lingkungan sekitar.

Karya 3

Perihal pertukaran 2010

200 x140 cm Akrilik di atas kanvas

Karya yang berjudul prihal pertukaran merupakan cara ungkap yang di tampilkan melalui karya lukis. Objek yang ditampilkan pada karya ini adalah dua figur kartun.

Figur tersebut memvisualkan diri penulis dan seorang wanita yang pernah mewarnai kehidupan penulis, walaupun hanya sebatas keinginan. Penulis tidak tahu apa yang dirasakan wanita tersebut, apakah sama dengan yang penulis rasakan.

Dari dua figur tersebut terdapat boneka dan ice cream sebagai objek pendukung. Boneka itu terletak pada genggaman figur laki laki dan ice cream pada figur wanita. Figur laki laki bermaksud ingin memberikan sebuah boneka kepada figur wanita. Sebaliknya berharap boneka yang sama di berikan kepada figur laki laki, namun figur wanita memberikan ice cream sebagai balasanya.

Hal ini merupakan proses terciptanya energi, di mana hasil dari kekecewaan menjadi pembelajaran untuk instropeksi diri di dalam meyikapi suatu persoalan.

Pemakaian warna hijau menyimbolkan bahwa terdapat sebuah keinginan yang begitu tulus untuk melakukan pertukaran perasaan, warna hijau yang menjadi background tersebut menambah kesan bahwa begitu kuatnya keinginan yang diceritakan dalam karya.

Karya 4

Teori, jingga dan rembulan di pagi hari 2010

180 x80 cm Akrilik di atas kanvas

Secara visual penulis mengangkat sebuah ide ke dalam karya dengan gaya kartun. Karya ini adalah lanjutan dari karya ke tiga, dimana pada karya sebelumnya penulis menceritakan tentang proses energi.

Dalam karya ini penulis menceritakan bagaimana hasil dari proses energi tersebut. Ketika mengalami kekecewaan penulis tidak larut di dalam memikirkanya.

Tepatnya bagian atas karya memperlihatkan sosok figur laki laki dengan expresi kecewa, karena kehilangan boneka yang akan diberikanya kepada wanita yang ada pada karya sebelumnya, yang menjadi symbol perasaan. Kali ini laki- laki tersebut memiliki boneka yang lebih besar yang akan diberikanya kepada figur wanita baru yang bernama Jingga. Figur laki laki ingin mengenalkan dirinya kepada jingga melalai boneka yang lebih besar yang menjadi simbol ungkapan perasaannya. Kotak yang ada pada boneka tersebut adalah tempat menyimpan semua cerita tentang figur laki laki. Berawal dari itulah Jingga memahami figur lakil laki tersebut. Dari hal tersebut figur kaki laki mendapatkan semangat baru untuk menjalani aktifitas di dalam kehidupan, yang sebelumnya berkawan dengan kekecewaan.

Karya 5

Tempat dimana kita harus mengerti #2 2010

200 x 80 cm Akrilik di atas kanvas

Karya ini masih berkaitan dengan karya 3, disini kembali penulis menceritakan tentang perubahan. Secara keseluruhan karya ini sedikit berbeda dengan karya sebelumnya, penulis menambahkan karakter baru. Awal dari penciptaan karya ini terinspirasi oleh tokoh-tokoh yang ada pada komik Jepang yaitu Naruto.

Komik tersebut identik dengan jurus jurus ninja yang biasa merubah tokoh tersebut ke dalam wujud lain. Dengan demikian penulis memvisualkan tokoh tokoh komik Naruto sebagai orang- orang yang mengenali penulis.

Expresi wajah yang ada pada komik Naruto mewakili respon orang-orang disekitar penulis, terhadap perubahan yang penulis lakukan. Reaksi itu muncul akibat perubahan sikap yang penulis lakukan ketika memutuskan untuk tidak memikirkan masalah itu lagi

Untuk itu penulis memotivasi diri melupakan masalah yang terjadi, hal tersebut divisualkan pada figur kartun laki-laki dengan gaya berubah wujud seperti perubahan wujud yang dilakukan oleh tokoh tokoh Naruto.

Karya 6

Membaca 2011 200 x 80 cm Akrilik di atas kanvas

Dalam karya yang berjudul membaca, penulis menceritakan bagaimana diri penulis, dengan membaca kebiasaan-kebiasaan penulis sendiri. Visual karya dibagi empat bagian di dalam kanvas. Tiap bagian menceritakan tentang pendapat penulis pribadi dalam masalah kegelisahan.

Figur laki laki yang ada pada bagian pertama bercerita bahwa penulis bukanlah sosok super hero melainkan sosok yang belum dikenali, yang di simbolkan oleh figur dengan seluruh tubuhnya tertutup oleh kain.

Pada bahagian selanjutnya penulis terinspirasi oleh cerita putri salju, yang harus menunggu seorang pangeran agar dapat merasakan kebahagiaan. Visualisasi putri salju yang menceritakan bahwa kehidupan bukanlah seperti yang diperankan oleh putri salju yang harus menunggu lama untuk bahagia.

Figur selanjutnya bercerita tentang sosok yang selalu memberikan keceriaan kepada oaring lain, namun ia sendiri tidak pernah merasakan kebahagiaan tersebut. Untuk itu penulis harus membuka diri dan mencoba mengenali secara utuh, melalui visualisasi dengan empat figur yang sama yang memakai topeng setengah terbuka. Ketika topeng tersebut mulai terbuka, terlihatlah bagaimana keadaan sebenarnya. Akhirnya penulis mengerti apa dan bagaimana kondisi sebenarnya yang divisualkan dengan potret diri.

Karya 7

Hysteria kharismatik 2011

190 x 120 cm Akrilik di atas kanvas

Hysteria kharismatik adalah naik turunnya sebuah emosi secara drastis.

Pada karya ini bercerita tentang sikap penulis yang sering berubah-ubah ketika sesuatu dianggap benar, seketika itu pula muncul pendapat dari dalam diri bahwa itu salah. Keragu-raguan ini muncul ketika penulis menanyakan kepada diri sendiri, apakah selama ini sikap penulis sudah benar, atau malah berlebihan dalam menanggapi suatu permasalahan. Rasa terkejut yang berlebihan ketika menghadapi suatu persoalan adalah suatu kebiasaan yang penulis alami. Penulis sangat mudah larut dalam sebuah persoalan, baik ketika menghadapi masalah pribadi maupun melihat dan mendengar permasalahan orang lain, seketika itu muncul anggapan bahwa apa yang penulis fikir dan rasakan adalah hal yang tidak penting. Ketika semua persoalan dianggap tidak penting, muncul kembali anggapan bahwa permasalahan tersebut penting untuk penulis fikirkan, baik yang penulis alami maupun ketika melihat permasalahan orang lain.

Figur laki-laki yang memakai jilbab, penulis hadirkan sebagai sosok yang mencoba menutup keinginan di dalam dirinya yang pada waktu itu dianggap salah seketika pendapat tersebut berubah drastis, hal yang dianggap salah menjadi suatu hal yang biasa. Perubahan perasaan tersebut divisualkan dengan objek yang sama namun tidak memakai jilbab. Penegasan pada tatapan mata pada objek sebelumnya, sekarang tertutup oleh kaca mata. Timbullah keraguan yang tak jelas dalam memutuskan sebuah persoalan, yang penulis visualkan dalam bentuk expresif.

Karya 8

Dialog 2011 100 x 120 cm Akrilik di atas kanvas

Ketika mempelajari apa itu energi, penulis banyak belajar dari orang sekitar. Teman adalah salah satu yang memberikan energi kepada penulis. Apa yang mereka alami seolah olah menyuruh penulis untuk menpelajarinya.

Dalam karya ini penulis mengangkat sebuah potret teman, menceritakan tentang pribadi yang bertentangan. Hal tersebut penulis ketahui ketika berdiskusi dengan teman tersebut. Semua hal yang dibicarakanya sangat berbeda dengan tindakannya.

Pada bagian lain sisi karya, penulis menambahkan figur kartun, yang di visualkan sebagai sosok yang terluka, dan tidak sesuai dengan apa yang di bicarakan, penulis mencoba mempelajari hal tersebut, untuk penulis jadikan pembelajaran dalam kehidupan.

Pada bagian lain terdapat bahagian abstrak yang didalamnya melayang simbol energi, simbol energi tersebut tampil dengan warna hitam yang menceritakan tentang bagaimana keadaan figur tersebut. Semua cerita yang diucapkan tidak pernah terwujud dan selalu mencari pembenaran untuk menutupi kesalahanya, itulah yang divisulkan dalam salah satu bahagian sudut karya.

Karya 9

Ayah dan Mama 2011 80 x 120 cm Akrilik di atas kanvas

Dalam karya ini penulis hanya ingin menyampaikan bahwa orang tua penulis memberikan energi yang sangat besar, bagi penulis pribadi orang tua adalah sosok yang patut penulis contoh, apapun mereka lakukan agar anak anak nya dapat bahagia, kerja keras yang tak mengenal waktu tanpa pernah mengeluh, itu semua dilakukan tanpa mengharapkan apa-apa, semata demi kebahagiaan keluarganya.

Kegigihan mereka didalam mencari nafkah seolah-olah mengajarkan kepada penulis untuk mencontoh sikap mereka dalam menjalani hidup, pada bahagian bahu sebela kanan dari potret ayah, terdapat sosok boneka dengan kostum power ranger. Boneka tersebut menyimbolkan bagaimana sosok seorang Ayah di mata penulis, sosok pahlawan dalam keluarga. Warna merah yang ada pada sosok boneka menyimbolkan sosok berani.

Karya 10

Kita bukan siapa-siapa 2008

140 x 140 cm Akrilik di atas kanvas

Dalam karya ini penulis ingin menceritakan bagaimana keadaan yang dirasakan ketika penulis kehilangan sebuah semangat, ketika sebuah permasalahan datang tanpa diduga kita pun sering kehilangan control terhadap diri. Karya yang berjudul kita bukan siapa-siapa ini terdapat dua figur, adegan tersebut menceritakan bagaimana ketika kita merasakan kesedihan dan tidak ada seorang pun yang dapat memberikan jalan keuar, ternyata diri kita sendirilah yang dapat memberikan jalan keluar.

Karya yang berjudul kita bukan siapa-siapa ini, terdapat dua figur yang pertama sosok figur yang seolah-olah terluka dan sedang dijahit oleh sesosok badut. Sosok badut tersebut penulis visualkan sebagai diri penulis yang lain, yang terlihat selalu bahagia dan terkesan tak mempunyai masalah, namun sebenarnya penulis hanya berperan sebagai badut bodoh yang mencoba mengobati dirinya sendiri.Warna biru yang sedikit mentah menambah kesan pedih di dalam karya, ditambah adegan badut yang menjahit dada figur laki-laki.

PENUTUP

Dalam dokumen LAPORAN KARYA AKHIR ENERGI MANUSIA OLEH (Halaman 41-64)

Dokumen terkait