• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN KARYA AKHIR ENERGI MANUSIA OLEH

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "LAPORAN KARYA AKHIR ENERGI MANUSIA OLEH"

Copied!
67
0
0

Teks penuh

Dinyatakan lulus setelah dipertahankan di hadapan Tim Penguji Karya Akhir Jurusan Seni Rupa Fakultas Bahasa dan Sastra. Pd selaku Pembimbing I dan Pembimbing II yang telah meluangkan waktu dan pikirannya serta memberikan bimbingan dan arahan dalam penyelesaian Tugas Akhir dan laporannya. Ayah, Ibu dan kedua adikku yang telah memberikan semangat dan doa sehingga aku dapat menyelesaikan skripsi ini.

Akhir kata, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu, semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan jawaban yang setimpal dan semoga karya akhir ini dapat bermanfaat bagi kita semua, Amin.

Latar Belakang Penciptaan

Memasuki hari ke 3, bahan makanan juga tidak kunjung datang, penulis dan teman-teman lainnya tetap semangat menghibur anak-anak korban pasca gempa. Pengalaman yang diperoleh di Malalak mendorong penulis untuk berpikir bagaimana jika niat tulus ini digunakan untuk semua kegiatan, apakah energi yang didapat cukup besar atau sebaliknya. Oleh karena itu penulis tertarik mengangkat judul energi dalam sebuah lukisan, dimana energi yang penulis maksud adalah tentang sikap kita sebagai manusia dalam menganalisa situasi.

Menurut penulis, ada energi tertentu yang bisa disampaikan melalui karikatur dan potret dengan menggunakan teknik realistik.

Rumusan Penciptaan

Hal ini sangat penting bagi penulis karena melibatkan aktivitas yang berkelanjutan dalam hidup, dimana penulis mencoba mengungkapkan kecemasan pribadi yang mungkin juga mewakili beberapa masalah yang dihadapi orang lain. Kecerdasan emosional adalah kemampuan mengenali perasaan diri sendiri dan orang lain, kemampuan memotivasi diri sendiri dan mengelola emosi, baik saat berhadapan dengan diri sendiri maupun saat bersama orang lain. Kecerdasan emosional juga dapat diartikan sebagai kemampuan mental yang membantu kita mengendalikan dan memahami perasaan diri sendiri dan orang lain, yang berujung pada kemampuan mengatur perasaan tersebut.

Mampu melihat diri sendiri sebagaimana orang lain melihat kita, mampu memahami orang lain seolah-olah kita juga merasakan apa yang dirasakan orang tersebut. Tidak ada standar tes EQ resmi dan baku.

Orisinalitas

Manfaat

Melalui lukisan-lukisan yang dihadirkan pengarang, orang bisa menemukan energi di dalamnya dengan objek-objek kartun dan potret realistik. Melalui lukisan-lukisan yang penulis sajikan, penulis berharap masyarakat menemukan banyak hal di sekitar kita yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi. Penulis berharap setelah lukisan bertema energi dipresentasikan di ruang publik, masyarakat dapat mengenali energi yang ada di dalamnya.

Melalui karya yang dianut pengarang, orang dapat mengetahui bahwa hal-hal kecil yang terjadi dalam hidup dapat mempengaruhi kelangsungan aktivitas sehari-hari. Melalui karya ini, orang-orang di sekitar penulis dapat melihat bahwa mereka memberikan banyak energi.

Kajian Sumber Penciptaan

Energi adalah kemampuan untuk melakukan kerja (misalnya untuk energi listrik dan mekanik), daya (gaya) yang dapat digunakan untuk melakukan berbagai kegiatan proses, misalnya dapat berupa bagian dari suatu bahan atau tidak berhubungan dengan suatu bahan (seperti sinar matahari). ), “Tenaga http:// www. Dengan mencetuskan ide dalam penciptaan karya, penulis mencoba untuk menggambarkan apa yang dipikirkan dan dirasakan oleh penulis. Penulis sangat jarang merencanakan atau menuliskan ide sebelum berkreasi, hal ini mereka lakukan agar ketika mewujudkan suatu gagasan, penulis tidak terikat oleh konsep-konsep yang membatasi.

Pengarang lebih memberi ruang untuk pengembangan gagasan dan berusaha untuk tidak terlalu kaku tentang apa yang disebut konsep, gagasan atau gagasan. Saat menerjemahkan energi ke dalam sebuah gambar, inspirasi dalam karya diberikan oleh peristiwa yang dialami sendiri oleh penulis, dan peristiwa biasa yang dialami orang lain, seperti kekecewaan karena patah hati, kegelisahan yang samar-samar, masalah materi pelajaran, adalah awal mulanya. modal dalam menciptakan karya. Hal pertama yang menginspirasi penulis untuk mengangkat judul energi dalam gambar adalah ketika penulis memiliki masalah identitas dalam karya, penulis sangat berharap karya tersebut menjadi media pembelajaran dan bahan refleksi.

Banyak karya pengarang sebelum mengangkat judul energi, merupakan hasil peniruan karya seniman lain, tidak ada yang bisa dikatakan tentang karya tersebut. Hal ini mendorong penulis untuk memikirkan bagaimana menghadirkan sebuah karya yang secara keseluruhan, baik secara konsep maupun visual, merupakan pencarian ide oleh penulis sendiri, bukan peniruan atau elaborasi dari ide yang bukan. Dalam hal ini penulis mencoba menuangkan perasaan penulis ke dalam lukisan, setelah karya selesai, penulis mengerti dan sedikit memahami apa yang penulis inginkan dalam hidup, yang penulis butuhkan adalah perubahan sikap, tindakan dan tujuan.

Namun penulis menyadari bahwa perubahan tersebut tidak akan terjadi tanpa peran orang tua dan semua orang yang penulis sayangi. Oleh karena itu penulis sangat tertarik untuk mengangkat judul energi, dengan harapan penulis dapat belajar dan berkembang dari karya yang telah dibuatnya, serta belajar dari pengalaman orang-orang disekitar penulis sebagai modal awal untuk memperbaiki diri.

Landasan Penciptaan

Realisme dalam seni rupa berarti mencoba merepresentasikan subjek dalam sebuah karya seperti yang tampak dalam kehidupan sehari-hari, tanpa tambahan embel-embel atau interpretasi. Makna juga bisa merujuk pada upaya seni untuk menunjukkan kebenaran, bahkan tanpa menyembunyikan hal-hal buruk. Pembahasan realisme dalam seni juga bisa merujuk pada gerakan budaya yang dimulai di Prancis pada pertengahan abad ke-19.

Ketertarikan masyarakat terhadap kartun dibandingkan dengan media lain juga disebabkan adanya simbol-simbol tertentu dalam kartun yang menimbulkan kelucuan, selain itu isi kartun dalam media massa bercerita tentang kehidupan sehari-hari. Karikatur murni biasanya muncul sebagai hiasan halaman humor khusus di surat kabar atau publikasi lainnya. Ini adalah kolom bergambar satir di sebuah surat kabar yang mengomentari berita dan isu-isu yang sedang hangat dibicarakan di masyarakat.

Dewa Putu Wijana mengemukakan dalam disertasinya yang membahas tentang aspek pragmatis kartun, bahwa kartun editorial adalah visualisasi dari tajuk rencana di surat kabar atau majalah yang membahas masalah politik atau peristiwa aktual. Contoh kartun editorial yang terkenal di Indonesia adalah Oom Pasikom di harian Kompas dan Keong di harian Sinar Harapan. Komik kartun yang populer pada masa itu adalah komik-komik buatan Jepang, seperti komik Naruto, komik Conan dan komik lainnya.

Misalnya, kartun di surat kabar, terutama kartun editorial, karikatur, dan beberapa komik strip. Kartun di koran atau terbitan lainnya adalah salah satu bentuk kartun yang memiliki ciri sebagai media yang tidak hanya menghibur, tetapi juga cerdas dan tepat waktu.

Tema / Ide / Judul

Konsep Pewujudan

Pengarang memunculkan potret diri, orang tua dan orang-orang yang menurut pengarang memberikan energi bagi pengarang. Dalam membuat potret, penulis tidak mengurangi atau melebih-lebihkan apa yang ada dalam model potret yang sedang dikerjakan oleh penulis.

Pewujudan Ide-Ide Seni

Persiapan

Kotak plastik digunakan untuk menyimpan warna campuran agar warna tidak terbuang percuma dan menghindari pencarian warna kembali. Ada beberapa warna yang penulis gunakan untuk melukis, antara lain mowilex, kappie, maries, reves, dan system. Bahan katun yang diregangkan di atas kanvas dan alasnya, dengan cat tembok yang dicampur dengan cat genteng.

Pencarian ide

Cari dan kumpulkan referensi melalui buku-buku karangan ilmiah, media cetak (majalah, surat kabar dll), setelah mendapatkan ide untuk berkarya, barulah dipikirkan bentuk karya apa yang akan dibuat, serta teknik yang akan digunakan untuk menciptakan karya tersebut. membuat. Setelah melakukan observasi, penulis dalam karya tersebut memilih dirinya dan orang-orang di sekitarnya sebagai objek karya akhir. Karya akhir ini berbentuk bidang dua dimensi dan dipajang di dinding sebagai hiasan dengan ukuran tertentu.

Pewujudan ide

Sketsa dirancang semaksimal mungkin dan sketsa yang dipilih divisualisasikan di atas kanvas sesuai dengan teknik yang telah dipilih sebelumnya.

Proses berkarya

Penyelesaian

Bagi penulis tidak ada warna yang menyimbolkan apapun, karena semua warna dalam karya akhir ini tercipta secara spontan saat pengarang mengerjakan karya tersebut. Dalam karya ini terdapat sosok laki-laki yang kepalanya tertutup dan sedang berusaha melepaskan sesuatu yang menutupi kepalanya. Dalam karya berjudul “tempat dimana kita harus mengerti #1” ini, penulis ingin menyampaikan bahwa keinginan untuk mencapai cita-cita adalah sesuatu yang wajar, namun terkadang bisa juga menjadi penghambat cita-cita tersebut.

Dalam karya ini terdapat tokoh kartun yang sedang memegang suatu benda, penulis memvisualisasikan benda tersebut sebagai energi yang diperoleh dari orang-orang disekitarnya, sebagai modal awal untuk melakukan aktivitas. Umumnya karya ini menggunakan warna-warna lembut sehingga kesan lembut dapat ditampilkan dalam karya tersebut, figur kartun dengan ekspresi terkejut menambah emosi datar dalam karya tersebut. Karya ini merupakan kelanjutan dari karya ketiga, dimana penulis menceritakan tentang proses energi pada karya sebelumnya.

Tepatnya, bagian atas karya tersebut menampilkan sosok laki-laki dengan ekspresi kecewa karena kehilangan boneka yang akan diberikannya kepada perempuan pada karya sebelumnya, yang merupakan simbol perasaan. Kotak pada boneka itu adalah tempat menyimpan semua cerita tentang sosok laki-laki. Awal penciptaan karya ini terinspirasi dari karakter dalam komik Jepang yaitu Naruto.

Dalam karya berjudul membaca, penulis menunjukkan seperti apa penulis itu sendiri dengan membaca kebiasaan penulis itu sendiri. Karya ini berbicara tentang sikap penulis yang sering berubah ketika sesuatu dianggap benar, langsung dari dalam muncul pemikiran bahwa itu salah. Dalam karya ini penulis hanya ingin menyampaikan bahwa orang tua penulis memberikan tenaga yang luar biasa, bagi penulis pribadi orang tua adalah sosok yang harus menjadi teladan bagi penulis, apapun yang mereka lakukan untuk membahagiakan anaknya, kerja keras saya tau. tiada waktu tanpa pernah mengeluh, hal ini dilakukan tanpa mengharapkan apapun, hanya demi kebahagiaan keluarganya.

Dalam karya ini, penulis ingin menceritakan bagaimana keadaan yang dirasakan penulis ketika kehilangan semangat, ketika masalah tiba-tiba muncul, kita sering kehilangan kendali atas diri kita sendiri.

KESIMPULAN

SARAN

Semua hal yang dialami dan dirasakan terangkum dalam keseluruhan karya dan ini terjadi tanpa perencanaan terlebih dahulu dalam realisasi karya.

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Kurva Cadsvs t untuk penentuan waktu kontak optimum Berdasarkan kurva Cads terhadap t untuk penentuan waktu kontak optimum, dapat dilihat bahwa lamanya waktu kontak pada proses

The results of the workload analysis calculation for the Performance Accountability Report Analyst Position, Treasurer Position, and Financial Report Manager Position is used to find