Gambar 13. Desain Ibu kota baru Indonesia Sumber : Suaramerdeka.com
Meningkatnya pembangunan di Indonesia sejalan dengan tujuan kita untuk bisa memajukan ekonomi Indonesia khususnya dikawasan pasifik.
Mengingat Indonesia memiliki wilayah yang strategis, yaitu berada di jalur perdagangan dunia. Dengan hal ini pembangunan infrastruktur penujang kegiatan ekonomi, bisnis, dan pariwisata seperti pelabuhan, bandara, terminal, stasiun, pabrik, gudang, stadion, sirkuit, hotel, dan resort, terus gencar dilakukan.
Disini peran seorang arsitek dibutuhkan untuk mewujudkan suatu bangunan yang memiliki fungsi, ketahanan, keindahan dan kenyamanan yang baik. Hal ini seperti yang disebutkan oleh Vitruvius dalam bukunya, bahwa dalam membangun harus memperhatikan Utilitas (fungsi), Firmitas (ketahanan) serta juga Venustas (keindahan). Bukan hanya itu seorang arsitek dalam merancang bangunan juga harus menyatu dengan alam, maksud menyatu dengan alam disini yaitu, seorang arsitek dalam merancang sebuah bangunan diharapkan mampu mengetahui kondisi alam / lingkungan sekitar, dengan begitu seorang arsitek tetap bisa membangun dengan menjaga kelestarian alam disekitarnya, serta mampu menciptakan bangunan yang dapat beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya.
Oleh karena itu sejalan dengan tujuan pemerintah untuk dapat menumbuhkan ekonomi Indonesia dikawasan pasifik khususnya disektor pariwisata dan perdagangan. Seperti yang telah direncanakan oleh presiden
Joko Widodo terkait Proyek Strategis Nasional (PSN) Program pertama adalah menyelesaikan Proyek Strategis Nasional yang telah berlangsung sejak tahun lalu, yakni pembangunan 48 bendungan, 406 km jalan tol, 25.000 hektare daerah irigasi, 2.012 lt/dtk SPAM, 9.705 unit rumah susun, serta rehabilitasi sekolah, perguruan tinggi, serta gedung olahraga.
Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) juga memperkirakan akan ada sekitar 16 PSN yang akan selesai hingga akhir 2021 yaitu; proyek Jalan Tol Manado – Bitung, Jalan Tol Cisumdawu, Jalan Tol Serpong – Cinere, Pembangunan Fly Over Dari dan Menuju Terminal Teluk Lamong, Kereta Api Akses Bandar Udara Baru Yogyakarta – Kulon Progo. Lalu, Kawasan Industri Morowali, Kawasan Industri Weda Bay, Pembangunan Bantuan Rumah Swadaya, Bendungan Gongseng, Bendungan Pidekso, Bendungan Tugu, Bendungan Ladongi, Bendungan Ciawi, Bendungan Sukamahi, Bendungan Marga Tiga, serta Pengembangan Lapangan Unitisasi Gas Jambaran – Tiung Biru. Pemerintah juga merencanakan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) salah satu agenda yang tercatat adalah membangun 398 unit sarana hunian pariwisata (Sarhunta) di DPSP Mandalika Lombok, NTB.
Berbagai proyek pembangunan infrastruktur telah banyak dilakukan dan tentunya hal ini akan terus bertambah mengingat masih banyak yang perlu dibenahi. Tentu hal ini tdak bisa dipisahkan dari peran seorang arsitek. Oleh karena itu pentingnya peran seorang arsitek dalam merancang dan membangun sebuah bangunan dan tata kelola lingkungan sangat diperlukan dalam membangun suatu negara. Hal ini lah yang menjadi tujuan utama dari peran seorang arsitek.
Bab 3 Penutup
3.1. Kesimpuan
Kepasifikan adalah hal hal atau kegiatan dimana yang dilakukan dikawasan pasifik yang mencakup beberapa aspek.
Aspek Sosial
Aspek Budaya
Aspek Teknologi
Aspek Sejarah
Aspek Ekonomi
Pengertian arsitektur secara lebih luas adalah merancang serta membangun seluruh lingkungan yang ada di dalam cakupannya, mulai dari level makro ialah seperti perencanaan kota, perencanaan perkotaan, arsitektur landskap sampai pada level mikro seperti pada desain bangunan, desain perabot serta juga desain produk.
Arsitektur secara umum itu berfungsi yakni sebagai suatu tata bina yang kemudian ikut menyeimbangkan lingkungan disekitar, termasuk itu pada
alam, manusia serta faktor sosialnya. Dibawah ini merupakan penjabaran mengenai fungsinya sebagai berikut.
1. Arsitektur ialah sebagai kebutuhan tuntutan fungsional badani, rohani, emosional (spiritual & intelektual).
2. Sebagai jawaban atas adanya tantangan: Iklim, kebudayaan,teknologi, masyarakat.
3. Sebagai penyeimbang biologis serta juga psikologis dalam artian fungsinya ialah sebagai pembatas (filter) antara tubuhnya itu dengan lingkungan alamnya.
4. Penyeimbang biologis serta psikologis yang merupakan kelanjutan dari perilaku adaptasi manusia terhadap dunia.
5. Ruang tempat manusia hidup dengan berbagi. Manusia, hidup, Ruang, dan bahagia, kaitannya itu dengan pengalaman kehidupan sehari-hari dengan secara sederhana dapat atau bisa diwujudkan pula oleh arsitektur.
6. Sebagai binaan lingkungan dengan secara keseluruhan, bukan hanya sebagai obyek/produk, namun juga sebagai institusi/proses.
7. Objek serta proses budaya. Monumen-monumen kuno dunia yang diagungkan sampai sekarang merupakan produk dari Arsitektur.
Secara geografis, posisi indonesia sangat strategis di kawasan Asia Pasifik dan Selat Malaka. Indonesia merupakan daerah yang sangat strategis, dimana Indonesia merupakan negara kepulauan yang menghubungkan dua benua yaitu Asia dan Australia. Sedangkan secara ekonomi, Indonesia adalah negara yang sangat kaya dengan sumber daya alam dan mineral, baik di darat maupun di laut. Indonesia merupakan bagian dari jalur maritim dari Jalur Sutra yang menghubungkan China dengan India dan dunia Arab. Secara tradisional, kepulauan Indonesia, diidentifikasi oleh geografer Tiongkok kuno sebagai Nanyang. Nanyang adalah sumber dari rempah-rempah seperti cengkeh, kemukus, dan pala, bahan baku seperti sebagai cendana, emas dan timah, juga barang barang langka eksotis seperti gading, culabadak, kulit harimau, dan tulang, burung-burung eksotis dan bulu warna-warni.
Bagi Indonesia kawasan Pasifik cukup strategis dalam kaitannya dengan politik luar negeri Indonesia. Salah satu kepentingan utama Indonesia dalam menjalin hubungan dengan negara-negara Pasifik adalah untuk menjaga stabilitas nasional dan regional Pasifik. sebagai kawasan tetangga yang perlu didekati dalam konteks mendorong terciptanya lingkungan yang stabil, makmur, dan bersahabat upaya pembangunan kerjasamapun di lakakukan.
Kondisi geografi, geoposisi, hingga geostrategi Indonesia terlebih lagi pada provinsi Sulawesi Utara (Sulut), menjadikan daerah ini berpotensi menjadi Pintu Pasifik.
Potensi arsitektur dikawasan pasifik ini khususnya di Indonesia didorong dari pertumbuhan ekonomi dikawasan pasifik yang dinilai memiliki potensi besar. Tentu pertumbuhan ekonomi dikawasan pasifik ini sejalan dengan meningkatnya pembangunan yang ada di Indonesia. Hal ini terkait dengan potensi arsitektur dalam membangun infrastruktur yang ada di indonesia, seperti pembangunan pelabuhan untuk menunjang kebutuhan nelayan dalam menyalurkan hasil tangkapannya, pembangunan bandara untuk menunjang kebutuhan dalam sektor pariwisata dan bisnis, pembangunan hotel untuk menunjang kebutuhan dalam sektor pariwisata, pembangunan resort untuk menunjang kebutuhan dalam sektor pariwisata.
Peran seorang arsitek dibutuhkan untuk mewujudkan suatu bangunan yang memiliki fungsi, ketahanan, keindahan dan kenyamanan yang baik. Hal ini seperti yang disebutkan oleh Vitruvius dalam bukunya, bahwa dalam membangun harus memperhatikan Utilitas (fungsi), Firmitas (ketahanan) serta juga Venustas (keindahan). Bukan hanya itu seorang arsitek dalam merancang bangunan juga harus menyatu dengan alam, maksud menyatu dengan alam disini yaitu, seorang arsitek dalam merancang sebuah bangunan diharapkan mampu mengetahui kondisi alam / lingkungan sekitar, dengan begitu seorang arsitek tetap bisa membangun dengan menjaga kelestarian alam disekitarnya, serta mampu menciptakan bangunan yang dapat beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya.
Oleh karena itu pentingnya peran seorang arsitek dalam merancang dan membangun sebuah bangunan dan tata kelola lingkungan sangat diperlukan dalam membangun suatu negara. Hal ini lah yang menjadi tujuan utama dari peran seorang arsitek.
3.2. Saran
Potensi indonesia dikawasan pasifik memberikan nilai tambah dan kesempatan bagi Indonesia untuk bisa memajukan ekonomi bangsa. Terlebih lagi disektor pariwisata dan perdagangan. Hal ini sejalan dengan potensi arsitektur di kawasan pasifik, khususnya di Indonesia. Arsitek sendiri berperan aktif dalam membangunan bangsa Indonesia. Itulah sebabnya pertumbuhan ekonomi Indonesia dikawasan pasifik tidak bisa dipisahkan dari peran seorang arsitek. Oleh karena itu dalam bernegara bukan hanya mengenai politik dan ekonomi namun perlu mengembangkan ilmu arsitektur.
Daftar Pustaka
Azma, Roifah Dzatu. 2018. “Indonesia dan Australia Sepakati Kerjasama Lawan Terorisme”. (http://wow.tribunnews.com/2018/08/15/indonesia-dan- australia-sepakati-kerjasama-lawan-terorisme, diakses 21 April 2022)
Inggara, Sopan Arman. 2021. “Daftar Infrastruktur Terbangun Tahun 2021”
Infografis.okezone.com.
(https://infografis.okezone.com/detail/774777/daftar-infrastruktur-terbangun- tahun-2021, diakses 20 April 2022)
Javier, Faisal. 2022. “Kunjungan Wisatawan Asing pada Januari 2022 Lampaui Rata-rata Tahun 2021”.
(https://data.tempo.co/data/1381/kunjungan-wisatawan-asing-pada-januari- 2022-lampaui-rata-rata-tahun-2021, diakses 19 April 2022)
Pak Guru. 2022. “Pengertian Arsitektur” (
https://pendidikan.co.id/pengertian-arsitektur/ diakses 25 April 2022)
“PENGERTIAN LINGKARAN PASIFIK”.2021. (http://arti-definisi- pengertian.info/pengertian-lingkaran-pasifik / diakses18 April 2022)
“PENGETAHUAN KEPASIFIKAN”. 2021.
(https://ekonomipembangunan16.blogspot.com/2017/02/pengetahuan- kepasifkan.html, di akses 19 April 2022)
William. 2017. “Hubungan Bilateral dan Perdagangan Indonesia Dan China”.(https://indoforwarding.com/hubungan-indonesia-dan-china/, diakses 21 April 2022)
Daftar Pustaka Gambar
Gambar 1. Peta Kawasan Pasifik. (Wikipedia.com, diakses 15 Mei 2022) Gambar 2. Konsep Arsitektur. (Pendidikan.co.id, diakses 28 Mei 2022)
Gambar 3. Da Vinci, Leonardo. 1490 “Pria Vitruvian”. (wikipedia.com, diakses 26 Mei 2022)
Gambar 4. Peta Asia-Pasific Economic Cooperation. (nusantaranews.co, diakses 1 Mei 2022)
Gambar 5. Hubungan bilateral Indonesia dan Cina. (Radamuhu.com, diakses 29 Mei 2022)
Gambar 6. Pelabuhan. (www.beerita.id, diakses 1 Mei 2022)
Gambar 7. Peta posisi Indonesia terhadap Australia. (Sahabatnesia.com, diakses 30 Mei 2022)