• Tidak ada hasil yang ditemukan

MATA KULIAH PENGETAHUAN KEPASIFIKAN

N/A
N/A
LAKSAMANA PUTRA (LAKSAMANA)

Academic year: 2024

Membagikan "MATA KULIAH PENGETAHUAN KEPASIFIKAN"

Copied!
39
0
0

Teks penuh

(1)

Mata Kuliah :

PENGETAHUAN KEPASIFIKAN (ARS 1182)

Judul Tugas :

PERAN DAN POTENSI ARSITEKTUR BALI

DALAM MEMAJUKAN SEKTOR PARIWISATA INDONESIA DI KAWASAN PASIFIK

Mahasiswa / Nim :

LAKSAMANA PUTRA MARBANGUN / 210211020030

Dosen Pengampu :

DWIGHT M. RONDONUWU ST, MT

UNIVERSITAS SAM RATULANGI

FAKULTAS TEKNIK JURUSAN ARSITEKTUR PROGRAM STUDI ARSITEKTUR

MANADO 2022

(2)

KATA PENGANTAR

Assalamualaaikum Wr.Wb

Puji syukur kehadirat Tuhan yang maha esa atas segala rahmat-Nya sehingga makalah ini dapat tersusun hingga selesai.

Tidak lupa penulis juga mengucapkan banyak terima kasih atas bimbingan selama pembuatan makalah dari dosen pengampu mata kuliah Pengetahuan Kepasifikan Dwight M. Rondonuwu ST, MT, penulis juga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik materi maupun pikirannya. Dan harapan penulis semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, untuk terus memperbaiki bentuk maupun menambah isi makalah menjadi lebih baik lagi. Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman penulis, Penulis yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu penulis sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

Brebes, 1 Juni 2022

Laksamana Putra Marbangun

(3)

Daftar Isi

KATA PENGANTAR...i

Daftar Isi...ii

BAB 1...1

Pendahuluan...1

1.1. Latar Belakang...1

1.2. Rumusan Masalah...2

1.3. Tujuan Penulisan...3

BAB 2...4

Pembahasan...4

2.1. Pengertian Kepasifikan...4

2.2. Pengertian Arsitektur...6

2.2.1. Pengertian Arsitektur menurut para ahli...7

2.2.2. Fungsi Arsitektur...8

2.3. Geoposisi dan Geopolitik Indonesia Di Kawasan Pasifik...9

2.3.1. Geoposisi dan (Geopolitik Indonesia-Cina)...9

2.3.2. Hubungan Indonesia dan China dalam Bidang Ekonomi...10

2.3.3. Hubungan bilateral antara Indonesia dan China...11

2.3.4. Hubungan Indonesia dan China dalam Bidang Perdagangan....12

2.3.5. Kesepakatan Kerja Sama Antara Hubungan Indonesia dan China...15

2.3.6. Geoposisi dan Geopolitik (Indonesia-Australia)...16

2.3.7. Kerjasama dan Hubungan Politik...18

2.3.8. Kerjasama Ekonomi,Perdagangan dan Investasi...20

2.3.9. Kerjasama Sosial Budaya dan Pariwisata...21

2.3.10. Kerjasama Kekonsuleran...22

2.4. Potensi Indonesia Di Kawasan Pasifik...22

2.5. Potensi Arsitektur Di Kawasan Pasifik...24

2.6. Peran Arsitek Dalam Membangun Indonesia...27

Bab 3...30

Penutup...30

3.1. Kesimpuan...30

3.2. Saran...32

Daftar Pustaka...33

(4)

Daftar Pustaka Gambar...34

(5)

BAB 1 Pendahuluan

1.1. Latar Belakang

Pasifik akhir-akhir ini sedang menyeruak, tampil merebut peranan penting bagi Indonesia. lima tahun terakhir ini wilayah Pasifik sungguh menyita perhatian negara-negara besar, khususnya dibidang politik, ekonomi, pembangunan dan keamanan. Bagi Indonesia kawasan Pasifik cukup strategis dalam kaitannya dengan politik luar negeri Indonesia. Salah satu kepentingan utama Indonesia dalam menjalin hubungan dengan negara- negara Pasifik adalah untuk menjaga stabilitas nasional dan regional Pasifik.

sebagai kawasan tetangga yang perlu didekati dalam konteks mendorong terciptanya lingkungan yang stabil, makmur, dan bersahabat upaya pembangunan kerjasamapun di lakakukan . Kawasan Pasifik yang di maksud disini adalah Pasifik Selatan.

Pasifik Selatan merupakan sebuah kawasan yang terletak di sebelah timur wilayah Indonesia yang tepatnya berbatasan antara Papua dengan Papua Nugini. Negaranegara di kawasan Pasifik Selatan pada umumnya terdiri dari negara-negara yang lemah, namun sebagian besar eksistensinya berada dalam suatu kawasan yang relatif "terang dan stabil". Dari segi kualitas dan kuantitasnya keamanan, kesejahteraan dan sumber daya manusia dikawasan ini pada umumnya "rendah" dan masih tergantung pada bantuan luar untuk jangka waktu panjang; seperti negara Australia dan Selandia Baru serta negara-negara Barat lainnya, seperti : Amerika Serikat, Uni Soviet, Perancis, Cina dan Jepang atau setelah era perang dingin.

Sampai saat ini proses dekolonisasi di kawasan Pasifik Selatan belum

Lingkaran Pasifik atau Pasifik Rim atau Pasific Basin, menunjuk pada semua negara dikawasan Asia Pasifik, yakni antara lain Amerika Serikat, Kanada Australia, Selandia Baru,Jepang, Cina, Korea Selatan, Singapura, Hong Kong, Taiwan, Indonesia, Thailand,Malaysia, dan Filipina.

Pertumbuhan ekonomi di kawasan ini begitu menarik, sehingga banyak ahli berpendapat bahwa jika abad ke-20 adalah abad Atlantik, abad ke21 adalah abad Pasifik.

(6)

Pada tahun 1989 Bank Dunia membuat perkiraan bahwa pada lima tahun kemudian kawasan Lingkaran Pasifik ini akan memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi tertinggi didunia, yakni 4,3 persen per tahun dibandingkan 3,5 persen per tahun di semua industri negara. Amerika Latin, Vietnam, Papua Nugini, dan Fiji, walaupun terdapat dalam kawasan ini, dinilai belum mampu memainkan peran berarti.Perbandingan antara negara-negara dalam kawasan ini akan menghabiskan sumber kekuatan ekonominya.

Kelompok pertama, Jepang dan Cina, bersifat khusus. Jepang menjadi raksasa ekonomi dunia akibat mengalami kekuatan ekonomi yang besar dan terus-menerus selama dasawarsa. Cina mengalami pertumbuhan ekonomi yang cukup berarti setelah beralih dari sistem ekonomi isolasi kesistem ekonomi beroerientasi pasar.

Kelompok kedua terdiri dari negera Barat, Amerika Serikat, Kanada, Australia, dan SelandiaBaru. Negara dalam kelompok ini pernah mengalami kemandekan ekonomi namun masih mengalami peningkatan eknomi karena tingkat pertumbuhan penduduknya relatif kecil.

Kelompok ketiga Hong Kong, Taiwan, Singapura, dan Korea Selatan.

Pada awal kebangkitannya, ke empat negara ini dijuluki “Empat Macan Asia”.

pertumbuhan ekonomi kelompok ini 5 persen lebih tinggi daripada tingkat pertumbuhan penduduknya. Kelompok ke empat adalah ASEAN (negara di Asia Tenggara) yang mengalami pertumbuhan ekonomi2 persen dari tingkat pertumbuhan penduduknya (kecuali Filipina).

1.2. Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud dengan Kepasifikan ? 2. Apa yang dimaksud dengan Arsitektur ?

3. Geoposisi dan geopolitik indonesia dikawasan pasifik 4. Apa potensi indonesia dikawasan pasifik ?

5. Apa potensi Arsitektur dikawasan pasifik ?

6. Apa peran Arsitektur dalam membangun indonesia yang termasuk kedalam kawasan pasifik?

(7)

1.3. Tujuan Penulisan

1. Mengetahui apa yang dimaksud dengan Kepasifikan 2. Mengetahui apa yang dimaksud dengan Arsitektur

3. Mengetahui geoposisi dan geopolitik Indonesia dikawasan kepasifikan 4. Mengetahui potensi Indonesia dikawasan pasfik

5. Mengetahui potensi arsitektur di kawasan pasifik

6. Mengetahui peran arsitektur dalam membangun Indonesia yang termasuk kedalam kawasan pasifik

(8)

BAB 2 Pembahasan

2.1. Pengertian Kepasifikan

Gambar 1. Peta Kawasan Pasifik Sumber : Wikipedia

Kepasifikan adalah hal hal atau kegiatan dimana yang dilakukan dikawasan pasifik yang mencakup beberapa aspek.

 Aspek Sosial

 Aspek Budaya

 Aspek Teknologi

 Aspek Sejarah

 Aspek Ekonomi

Pasifik Rim atau Pasific Basin menunjuk pada semua negara di kawasan Asia Pasifik,yakni antara lain Amerika Serikat, Kanada Australia, Selandia Baru, Jepang, Cina, Korea Selatan, Singapura, Hong Kong, Taiwan, Indonesia, Thailand, Malaysia, dan Filipina. Pertumbuhan ekonomi di kawasan ini begitu menarik, sehingga banyak ahli berpendapat bahwa jika abad ke-20 adalah Abad Atlantik, abad ke 21 adalah Abad Pasifik. Pada tahun 1989 Bank Dunia membuat perkiraan bahwa pada lima tahun kemudian kawasan Lingkaran Pasifik ini akan memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi tertinggi didunia, yakni 4,3 persen per tahun dibandingkan 3,5 persen per tahun di semua industri negara. Amerika Latin, Vietnam, Papua Nugini, dan Fiji, walaupun terdapat dalam , kawasan ini, dinilai belum mampu memainkan peran berarti. Perbandingan antara negara-negara dalam

(9)

kawasan ini akan menghabiskan sumber kekuatan ekonominya. Kelompok pertama, Jepang dan Cina, bersifat khusus. Jepang menjadi raksasa ekonomi dunia akibat mengalami kekuatan ekonomi yang besar dan dasawarsa terus-menerus. Cina mengalami pertumbuhan ekonomi yang cukup berarti setelah beralih dari sistem ekonomi isolasi kesistem ekonomi beroerientasi pasar. Kelompok kedua terdiri dari negera Barat, Amerika Serikat, Kanada, Australia, dan Selandia Baru. Negara dalam kelompok ini pernah mengalami kemandekan ekonomi namun masih mengalami peningkatan eknomi karena tingkat pertumbuhan penduduknya relatif kecil.

Kelompok ketiga Hong Kong, Taiwan, Singapura, dan Korea Selatan. Pada awal kebangkitannya, keempat negara ini dijuluki “Empat Macan Asia”.

pertumbuhan ekonomi kelompok ini 5 persen lebih tinggi daripada tingkat pertumbuhan penduduknya. Kelompok keempat adalah ASEAN (negara di Asia Tenggara) yang mengalami pertumbuhan ekonomi 2 persen dari tingkat pertumbuhan penduduknya (kecuali Filipina).

Indonesia merupakan daerah yang sangat strategis, dimana Indonesia merupakan negara kepulauan yang menghubungkan dua benua yaitu Asia dan Australia. Laut Banda, Jawa danFlores pada abad XIV dan XV merupakan zona komersial di Asia Tenggara. Kawasan Laut Jawa sendiri terbentuk karena perdagangan rempah-rempah, kayu gaharu, beras, dan sebagainya antara barat dan timur yang melibatkan Kalimantan Selatan, Jawa, Sulawesi, 5Sumatera, dan Nusa Tenggara. Oleh Karena itu kawasan Laut Jawa terintegrasi oleh jaringan pelayaran dan perdagangan sebelum datangnya bangsa Barat. Menurut houben, laut Jawa bukan hanya sebagai laut utama bagi Indonesia, tapi juga merupakan laut inti bagi Asia Tenggara. Peranan kawasan Laut Jawa dan Jaringan Laut Jawa masih bisa dilihat sampai saat ini Jadi bisa dikatakan bahwa Laut Jawa merupakan Mediteranian Laut bagi Indonesia, bahkan bagi Asia Tenggara. Pada jaman kerajaan Islam, jalur perdagangan antar pulau di Indonesia (antara Sumatera- Jawa, Jawa-Kalimantan, Jawa-Maluku, Jawa-Sulawesi, Sulawesi-Maluku, Sulawesi-Nusa Tenggara dan sebagainya) menjadi bagian yang melekat dalam konteks perdagangan internasional. Bahkan Indonesia sempat menjadi tujuan utama perdagangan internasional, bukann egeri Cina. Keadaan ini lebih berkembang Ketika orang eropa mulai dating ke Indonesia untuk

(10)

mencari rempah-rempah. Indonesia mampu menjadi daya tarik tersendiri bagi pedagang dari penjuru dunia. Sebagai konsekuensi logistik, jalur perdagangan dunia menuju Indonesia berubah (Rute tradisional melalui selat Malaka menjadi rute alternatif karena adaroute baru yaitu dengan mengelilingi benua Afrika, kemudian menyeberangi Samudera Hindia, langsung menuju Indonesia.

2.2. Pengertian Arsitektur

Gambar 2. Konsep Arsitektur Sumber : Pendidikan.co.id

Pengertian Arsitektur ini merupakan Seni yang dilakukan seseorang di dalam berimajinasi menurut mereka serta ilmu di dalam merancang bangunan. Pengertian arsitektur secara lebih luas adalah merancang serta membangun seluruh lingkungan yang ada di dalam cakupannya, mulai dari level makro ialah seperti perencanaan kota, perencanaan perkotaan, arsitektur lankap sampai pada level mikro seperti pada desain bangunan, desain perabot serta juga desain produk.

Mangunwijaya serta Wastu Citra (1995: 12) kemudian mengatakan arsitektur tersebut berasal dari bahasa Yunani “archee” serta juga “tectoon”.

Archee artinya yang asli, yang awal dan yang utama. Sementara Tectoon itu artinya adalah kokoh, tidak roboh atau juga stabil. Maka archeetectoon tersebut adalah orisinal serta kokoh.

(11)

Dari pengertian etimologi itu kemudian kita dapat menarik kesimpulan bahwa arsitektur tersebut setidaknya harus memenuhi dua kriteria, diantaranya harus unik atau indah serta juga kuat.

Berbicara mengenai kretiria, Vitruvius (31 SM – 14 M) yang merupakan seorang old master arsitek di dalam buku Ten Books of Architecture kemudian mengatakan hal sama, bahwa terdapat tiga kriteria yang kemudian harus dipenuhi sebuah bangunan, diantaranya : Utilitas (fungsi), Firmitas(ketahanan) serta juga Venustas (keindahan). Seperti pada simbol yang dapat kita lihat dibawah ini. Simbol arsitektur meurut Leonardo da Vinci.

Pada gambar, manusia berada ditengah dengan kedua tangannya menyentuh persegi yang mana persegi memiliki arti sebagai arsitektur dan kedua tangannya lagi menyentuh lingkaran, yang mana lingkaran digambarkan sebagai simbol alam.

Gambar 3. Le proporzioni del corpo umano secondo Vitruvi Sumber : Wikipedia

2.2.1. Pengertian Arsitektur menurut para ahli a. Marcus Pollio Vitrovius

Arsitektur ini merupakan suatu kekuatan / kekokohan (virmitas), keindahan / estetika (venustas) serta kegunaan/fungsi (utilitas)

(12)

Arsitektur ini merupakan ilmu yang timbul dari ilmu -ilmu lainnya dan juga melengkapi dengan proses belajar.

b. Robert Gutman

Arsitektur ini merupakan lingkungan produksi yang tak hanya menjembatani manusia serta juga lingkungannya, tapi juga menjadi wahana ekspresi kultural di dalam mengatur kehidupan jasmaniah serta psikologis.

c. Van Romondt

Arsitektur ini merupakan ruang hidup yang kemudian menjadi bagian tempat manusia. Ruang yang terjadi yakni dengan sendirinya atau juga alami, seperti di gua, pohon serta lain sebagainya.

d. Francis DK Ching (1979)

Arsitektur ini merupakan hasil persepsi serta penghargaan manusia pada ruang dan juga bentuknya.

e. Amos Rappoport (1981)

Arsitektur ini merupakan ruang tempat hidup manusia, yang lebih dari hanya sekedar fisik, namun juga menyangkut pada pranata budaya dasar. Pranata tersebut kemudian meliputi seperti tata atur kehidupan sosial serta juga budaya masyarkat, yang kemudian diwadahi serta sekaligus memperngaruhi arsitektur.

f. Djauhari Sumintardja

Arsitektur ini adalah sesuatu yang dibangun manusia yakni untuk kepentingan badannya (seperti melindungi diri dari gangguan) serta juga kepentingan jiwanya( yakni kenyamanan, ketenangan, dll.

g. J.B. Mangunwijaya (1992)

Arsitektur ialah sebagai vastuvidya (wastuwidya) yang artinya adalah ilmu bangunan. Di dalam pengertian wastu terhitung juga tata bumi, tata lalu lintas (harsya, dhara, yana), tata gedung. Seni ini ialah suatu ilmu di dalam merancang bangunan. Arsitektur tersebut juga dapat atau bisa merujuk kepada hasil dari proses perancangan tersebut.

(13)

2.2.2. Fungsi Arsitektur

Tidak hanya untuk dapat membangun suatu konstruksi bangunan yang fungsional, estetis serta juga kokoh. Arsitektur secara umum itu berfungsi yakni sebagai suatu tata bina yang kemudian ikut menyeimbangkan lingkungan disekitar, termasuk itu pada alam, manusia serta faktor sosialnya. Dibawah ini merupakan penjabaran mengenai fungsinya sebagai berikut

1. Arsitektur ialah sebagai kebutuhan tuntutan fungsional badani, rohani, emosional (spiritual & intelektual).

2. Sebagai jawaban atas adanya tantangan: Iklim, kebudayaan,teknologi, masyarakat, .

3. Sebagai penyeimbang biologis serta juga psikologis dalam artian fungsinya ialah sebagai pembatas (filter) antara tubuhnya itu dengan lingkungan alamnya.

4. Penyeimbang biologis serta psikologis yang merupakan kelanjutan dari perilaku adaptasi manusia terhadap dunia.

5. Ruang tempat manusia hidup dengan berbagi. Manusia, hidup, Ruang, dan bahagia, kaitannya itu dengan pengalaman kehidupan sehari-hari dengan secara sederhana dapat atau bisa diwujudkan pula oleh arsitektur.

6. Sebagai binaan lingkungan dengan secara keseluruhan, bukan hanya sebagai obyek/produk, namun juga sebagai institusi/proses.

7. Objek serta proses budaya. Monumen-monumen kuno dunia yang diagungkan sampai sekarang merupakan produk dari Arsitektur.

2.3. Geoposisi dan Geopolitik Indonesia Di Kawasan Pasifik 2.3.1. Geoposisi dan (Geopolitik Indonesia-Cina)

Indonesia merupakan bagian dari jalur maritim dari Jalur Sutra yang menghubungkan China dengan India dan dunia Arab. Secara tradisional, kepulauan Indonesia, diidentifikasi oleh geografer Tiongkok kuno sebagai Nanyang. Nanyang adalah sumber dari rempah-rempah seperti cengkeh, kemukus, dan pala, bahan baku seperti sebagai cendana, emas dan timah, juga barang barang langka eksotis seperti

(14)

gading, culabadak, kulit harimau, dan tulang, burung-burung eksotis dan bulu warna-warni. Sementara sutra yang halus dan keramik dari Tiongkok dicari oleh kerajaan kuno Indonesia. Indonesia dan China adalah anggota APEC dan ekonomi utama dari G-20. Menurut Layanan Dunia BBC Pemilihan 2013, pendapat tentang China diantara orang Indonesia masih sangat positif dan stabil, dengan 55% dari pandangan positif dibandingkan dengan 27% pandangan negatif.

2.3.2. Hubungan Indonesia dan China dalam Bidang Ekonomi

Gambar 4. Peta Asia-Pasific Economic Cooperation Sumber : nusantaranews.co

Secara geografis, posisi indonesia sangat strategis di kawasan Asia Pasifik dan Selat Malaka. Sedangkan secara ekonomi, Indonesia adalah negara yang sangat kaya dengan sumber daya alam dan mineral, baik di darat maupun di laut. Kekayaan alam Indonesia yang sangat luar biasa ini sangat menggoda negara-negara industri yang sedang maju saat ini seperti China untuk menguasainya, baik itu secara langsung maupun tidak langsung. Selain itu, dengan jumlah penduduk lebih dari 243 juta jiwa, Indonesia adalah pasar potensial bagi produk-produk negara-negara industri hubungan hubungan yang dari kerjasama ini, jadi menciptakan suatu hubungan bilateral yang dinamis. Persaingan produk cina yang menjamur dipasaran Indonesia,

(15)

membuat komoditi pasar Indonesia sebuah harus segera menyeimbangkan penyebaran produk China. Produk China telah menduduki pasaran tingkat atas pada sistem distribusi lokal.

2.3.3. Hubungan bilateral antara Indonesia dan China

Gambar 5. Hubungan bilateral Indonesia dan Cina Sumber : Radamuhu.com

Bilateral antara Indonesia dan Cina terutama dalam hubungan bidang ekonomi saat ini terus meningkat. Hal ini terlihat dari nilai perdagangan antara Indonesiadan China pada tahun 2008 yang mencapai US$ 31 miliar. Dalam lima tahun ke depan, Presiden Republik Indonesia (RI) memperkirakan nilai perdagangan Indonesia- China akan mencapai US$ 50 miliar. Hubungan bilateral tersebut, ditingkatkan oleh Dubes China, tidak terlepas dari terjalinnya Gratis Berdagang Asean-Cina .Selain itu, Cina menganggap Indonesia adalah negara yang memiliki potensi sangat besar. Namun untuk merealisasikan potensi itu diperlukan penghapusan beberapa hambatan, baik dari pesta Cina maupun dari pesta Indonesia.

Indonesia berharap lambannya realisasi dan kredit Cina agar bisa cepat terealisasikan jadi bisa dioptimalkan dengan baik oleh pemerintah Indonesia. Sebaliknya, dunia usaha Cina yang ingin

(16)

berinvestasi diIndonesia juga memerlukan jaminan dari pemerintah RI untuk menghadapi risiko perubahan kebijakan pemerintah daerah. Ini membuktikan bahwa Indonesia dan China memiliki hubungan yang berkelanjutan dalam hal kerjasama ekonomi, yang dimana hubungan ini masih sangat diperlukan untuk saling mendukung dalam upaya meningkatkan dukungan intensitas kepercayaan internasional.

2.3.4. Hubungan Indonesia dan China dalam Bidang Perdagangan.

Gambar 6. Pelabuhan Sumber : www.beerita.id

Salah satu cara untuk mempererat hubungan kedua negara ini adalah dengan adanya perdagangan internasional. Perdagangan internasional merupakan salah satu aspek penting dalam perekonomian setiap negara didunia.

Dengan perdagangan internasional, perekonomian akan saling terjalin dan pencipta suatu hubungan ekonomi yang saling mempengaruhi suatu negara dengan negara lain. Perdagangan barang dan jasa akan mempererat hubungan perdagangan antar bangsa.

Perdagangan internasional pada saat ini secara tidak langsung mendorong terjadinya globalisasi. Hal ini ditandai dengan berkembangnya sistem inovasi teknologi informasi, perdagangan,

(17)

reformasi politik, transnasionalisasi sistem keuangan, dan investasi. Ini merupakan modal yang penting bagi suatu negara untuk menarik investor masuk ke dalam untuk investasi di negaranya. Hubungan ini perlu didukung dengan situasi politik yang kondusif dan lingkungan bisnis yang kompetitif di dalam sebuah negara, maka tidak mungkin perkembangan ekonomi negara tersebut akan tumbuh semakin cepat.

Sejak CAFTA diterapkan, jumlah perusahaan China yang menanamkan investasi diIndonesia juga bertambah. Hingga akhir 2010 terdapat lebih dari seribu perusahaan China yang tercatat di Indonesia, dengan investasi langsung mencapai 2,9 miliar dolar AS ataunaik 31,7 persen dari tahun sebelumnya. Produk-produk China yang masuk menjadi sangat banyak dan bahkan membanjiri pasar lokal Indonesia.Dengan harganya yang relatif murah dan juga dari segi kualitas juga tidak kalah dengan barang-barang bermerek lainnya, membuat produk Cina diserbu oleh konsumen Indonesia yang rata-rata dalam memilih suatu produk dilihat dari harga yang terjangkau terlebih dahulu. Berbagai produk nasional terancam akan banyaknya produk China yang masuk,antara lain :

1. elektronik

2. Peralatan rumah tangga 3. Tekstil

4. Suku cadang otomotif 5. Mebel

6. mainan anak 7. Dan juga pakaian

Ini perlu dijadikan perhatian yang serius bagi pemerintah Indonesia, dimana Indonesia sebagai negara berkembang harus bisa mengolah atau memilih ekspor dengan pendapatan yang cukup besar. Saat ini Indonesia hanya bisa mengekspor barang mentah atau hasil bumi saja.

Setidaknya Indonesia harus sudah bisa mengekspor barang setengah jadi bahkan barang yang sudah jadi, jadi pendapatan untuk negara juga semakin bertambah besar. Selama ini ekspor indonesia didominasi produk mentah dan bahan baku seperti biji kakao, kemudian minyak sawit mentah (minyak sawit mentah/CPO) dan minyak mentah.

(18)

Sementara itu, import dari China sudah berbentuk barang setengah jadi dan barang yang sudah jadi dalam bidang teknologi. Ketua Lembaga penelitiandan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unik sebuah Atma Jaya, A Prasetyantoko menambahkan, ada beberapa menerima jangka pendek terkait pemberlakuan CAFTA itu, yaitu perlindungan produk dalam negeri (menjaga), program anti dumping maupun kewajiban kualitas produk sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI). Menurut dia, CAFTA dalam jangka waktu mulai memberi kesempatan untuk memacu daya persaingan perekonomian domestik. Dalam jangka menengah, Indonesia perlu memanfaatkan peluang dengan Mengidentifikasi sektor yang Pelengkap terhadap produk China, mendorong peluang non perdagangan seperti investasi langsung untuk kapasitas produksi dan perbaiki logistik. Pemerintah tidak perlu negosiasi ulang perjanjian perdagangan ASEAN-China, karena lebih mengembangkan dan membutuhkan proses lama. Karena proses negosisasi ini sendiri bukan hanya Indonesia yang terlibat, tetapi negara-negara ASEAN juga harus terlibat, karena perdagan bebas ini melingkupi keseluruhan negara- negara Asia Tenggara. Menurut Anggito Abimanyu seorang pengamat ekonomi Perjanjian CAFTA ada tiga hal yang disepakati menteri perdagangan ASEAN-China.

Tiga hal yang disepakati itu antara lain :

1. Pertama, CAFTA tetap dilanjutkan dan tidak ada rencana notifikasi karenakerugian akibat perdagangan

(perdagangan yang tidak adil)

2. Kedua, bila suatu negara mengalami defisit, negara surplus harus mendorongimpor

3. Ketiga, pembentukan tim pengkajian terhadap perdagangan bilateral. Bilamemang ada kerugian akibat perdagangan bebas, maka membutuhkan biayamahal dan proses panjang untuk membuktikan hal tersebut. Selain itu,kesepakatan bukan hanya dengan China tapi juga dengan negara ASEAN.

Hubungan Indonesia dan China dalam bidang perdagangan dilihat dari data ekspor non-migas tidak terlalu signifikan dibandingkan dengan ekspor Indonesia ke Amerika Serikat, Jepang atau Singapura. Pasar

(19)

ketiga negara tersebut mampu menyerap hampir mencapai 50% dari total ekspor non-migas Indonesia. Sedangkan pasar Cina hanya mampu menyerap lebih dari 3,7% dari total ekspor non-migas Indonesia, hampir sama dengan rata-rata negara lain di luar Amerika Serikat, Jepang dan Singapura. Angka ekspor Indonesia ke China relatif stabil sejak tahun 1998. Bagi Indonesia tahun 1998 merupakan tahun dampak terbesar bagi perekonomian, tetapi setelah tahun tersebut sampai 2001, ekspor Indonesia ke negeri China tidak berubah banyak. Malah tahun 2001cenderung menunjukkan penurunan dibanding tahun 2000, yaitu dari USD 1,8 juta menjadi hanya Rp 1,6 juta. Kondisi hubungan Indonesia dan China dalam perdagangan yang relatif tidak berubah ini dapat disebabkan oleh beberapa pertimbangan.

Beberapa pertimbangan ini, yaitu :

1. Pengusaha ekspor Indonesia memandang masih memandang bahwa pasar utam ayang menggiurkan tetap ketiga negara tersebut. Sebenarnya kalau harus diteliti lebih jauh, pasar utama Indonesia adalah Amerika dan Jepang. Singapura lebih merupakan pasar antara (pasar ekspor menengah), karena umumnya produk Indonesia yang menuju Singapura umumnya di re-ekspor oleh Singapore kenegara lain sebagai tujuan akhir 2. Indonesia belum menganggap Cina sebagai pasar yang

prospektif, terutama karena umumnya produk-produk Indonesia masih berorientasi pada sektor primer

3. Pasar China relatif baru bagi Indonesia karena memerlukan upaya dan biaya yang lebih besar dibandingkan dengan pasar ekspor utama yang telah dibangun selamat ini.

2.3.5. Kesepakatan Kerja Sama Antara Hubungan Indonesia dan China Seperti dilansir dari kompas.com, pada tahun 2015 ada delapan bidang yang telah disepakati oleh hubungan Indonesia dan China, diantaranya :

1. Tidak ada kesepahaman kerjasama ekonomi antara Kemenko Perekonomian RI dan Komisi Reformasi dan Pembangunan Nasional RRT

(20)

2. Tidak ada kesepahaman kerjasama Proyek pembangunan Kereta api cepat Jakarta-Bandung antara Kementerian BUMN dan Komisi Reformasi dan Pembangunan RRT Nasional

3. Kerja sama maritim dan SAR antara Basarnas dan Kementerian Transportasi RRT

4. Protokol Persetujuan antara Pemerintah RRT dan RI dalam pencegahan pengenaan pajak ganda kedua negara

5. Kerangka Kerja Sama Antariksa 2015-2020 antara Lapan dan Lembaga Antariksa RRT

6. Kerja sama saling dukung antara Kementerian BUMN dan Bank Pembangunan Cina Pembangunan.

7. Tidak ada kesepahaman antara pemerintah RRT dan RI dalam pencegahan pengenaan pajak ganda kedua negara

8. Kerja sama bidang industri dan infrastruktur antara Kementerian BUMN dan Komisi Reformasi dan Pembangunan Nasional RRT 2.3.6. Geoposisi dan Geopolitik (Indonesia-Australia)

Gambar 7. Peta posisi Indonesia terhadap Australia Sumber : Sahabatnesia.com

Australia dan Indonesia sudah lebih dulu maju untuk melawan aksi radikalisme dan yang mengancam seluruh umat dunia. Harus ada

(21)

kerjasama yang erat antara negara-negara untuk melawan aksi terorisme dan radikalisme. "Ini yang telah kita lakukaan dengan Australia bagaimana dapat melawan teroris medan radikalisme dengan cara jalur-jalur logistik mereka,” kata Wiranto saat memberikan keterangan pers. Selain itu dengan adanya Undang-Undang Terorisme yang baru merupakan langkah progresif pemerintah Indonesia dalam melakukan penanganan dan pencegahan aksi teroisme. Menurut Wiranto, Indonesia dan Australia telah mengajak negara-negara lain khususnya negara-negara ASEAN untuk bersama-sama melawan kejahatan kejahatan dan radikalisme.

Dalam kesempatan tersebut, Wiranto menambahkan ada lima isu yang dibahas, antara lain program deradikalisasi yang telah dikembangkan oleh Indonesia dan Australia untuk mencegah ancaman negara-negara radikalisme dengan mengajak negara-negara ASEAN dalam program tersebut. Selain itu dibahas juga perkembangan dinamika politik dalam konteks keamanan regional, kerjasama keamanan siber, kerjasama lebih luas di bidang penegakan hukum antara lain tentang keimigrasian, ekstradisi serta mampu meningkatkan pelatihan anjing-anjing yang disebut dengan 'K9' untuk melawan peredaran narkoba. Pertemuan terakhir tersebut juga telah menyepakati berbagai hal lanjutan mengenai kerjasama kedua negara.

Kerja sama Indonesia-Australia ini hadir seiring dengan perkembangan pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang berkembang sangat pesat dan sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat dunia. Salah satu pemanfaatan TIK berupa transformasi digital yang ditujukan untuk meningkatkan ekonomi digital. Keamanan Sistem Informasi Mitra memperkirakan tantangan digital akan semakin besar pada 2020 mengingat sebanyak empat miliar orang akan memiliki perangkat komunikasi. Sejalan dengan itu, ada pendapatan yang dihasilkan bisa berkisar US$ 4 Miliar, aplikasi yang berkembang lebih dari 25 juta, Sistem Intelijen dan Sistem Tertanam sebanyak lebih dari 25 miliar sistem, dan besarnya data sebesar 50 triliun GB. Selain itu, penetrasi pengguna internet di Indonesia menurut survey Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mencapai 132,7 juta

(22)

atau 51,8%. Ini merupakan potensi besar masyarakat Indonesia di dunia siber, yang dapat diberdayakan untuk meningkatkan taraf hidup ekonomi masyarakat melalui transaksi dan aktifitas secara elektronik atau digital. Untuk mendorong ekonomi nasional berbasis digital, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan ekonomi jilid 14 pada November 2016 bertujuan membangun ekosistem perdagangan secara elektronik serta mendorong perluasan dan efisiensi bisnis perdagangan secara elektronik yang dan dalam peta Jalan (Peta jalan) industri perdagangan.

ADF yang diprakarsai oleh Indonesia dan Australia ini berawal dari pertemuan Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Malcolm Turnbull pada tahun lalu di Sydney. Salah satu kesepakatan yang perlu ditindak lanjuti dari pertemuan tersebut adalah kerja sama bidang ekonomi digital dengan menjadi tuan rumah bersama forum penyelenggaraan digital di indonesia. Kedua kepala negara berharap forum ini mampu meningkatkan kerja sama di bidang teknologi, sains, inovasi dan ekonomi digital antara Indonesia dan Australia. Sekretaris Ditjen Aplikasi Informatika Mariam F. Barata mengapresiasi kegiatan IADF dengan harapan dapat menjadi tahunan dan kegiatan kerjasama bilateral yang berbasis Confident Building Measure (CBM) diantara kedua negara. “Kerja sama dapat dilakukan dalam peningkatan kapasitas sumber daya manusia, kampanye kesadaran bertransaksi elektronik, literasi digital dan lain-lain sebagainya.

Saya berharap forum ini mampu meningkatkan kerjasama bilateral Indonesia-Australia,” ungkap Mariam dalam sambutannya di Cyber Security Stream IADF, Hotel Fairmont Jakarta, Rabu (31/01/2018).

Beberapa pembicara dalam dan luar negeri akan berbagi pengetahuan dan pengalaman di bidang nya termasuk CEO Telstra, Kepala Bekraf Triawan Munaf, salah satu pendiri Pusat Dampak Jakarta Stephanie Arrowsmith, Sekretaris Jenderal APJII Henry Kasyfi Soemartono, Country Direktur Google Indonesia Tony Keusgen dan Founder Medico Grace Tahir.

2.3.7. Kerjasama dan Hubungan Politik

(23)

Gambar 8. Hubungan bilateral Indonesia dan Australia Sumber : www.niaga.asia

Dasar-dasar hubungan Indonesia-Australia relatif kokoh. Hal ini mengingat komitmen pemimpin kedua negara untuk mengembangkan bertetangga baik, adanya peluang untuk mengembangkan kerjasama yang saling menguntungkan serta terdapatnya instrumen hukum / normatif antara lain Persendian Pernyataan pada Luas Kemitraan (2005) serta Perjanjian Lombok (2006).

Pernyataan Kemitraan yang Komprehensif sepuasnya peta jalan bagi pengembangan hubungan bilateral ke depan (memperluas dan memper dalam) antara Indonesia dan Australia melalui forum-forum konkrit seperti IAMF (Indonesia-Australia Menteri Forum).

Sementaraitu, Lombok Perjanjian isi ulang prinsip-prinsip penting, seperti selalu terhadap kedaulatan negara, integritas wilayah serta komitmen kedua untuk tidak biarkan wilayah masing-masing dijadikan sebagai memanggungkantitik untuk mengusung tujuan separatisme.

Saat ini, hubungan bilateral RI-Australia di bawah kepemimpinan PM Kevin Rudd, berada pada tahapan yang sangat baik. Berbekal pemahaman yang lebih baik terhadap Asia, PM Kevin Rudd telah menempatkan Indonesia sebagai negara paling penting bagi Australia.

Dalam wawancara dengan koran ternama di Australia, Kevin Rudd mengatakan, "Indonesia amat penting bagi Australia. Kita akan

(24)

memanfaatkan era PerdanaPaul Keating, 1991-1996, yang dianggap sebagai masa penghargaan Menteri hubungan RI-Australia. "Paul Keating maupun Kevin Rudd berasal dari faksi kanan yang cenderung lebih liberal dan positif terhadap RI.

2.3.8. Kerjasama Ekonomi,Perdagangan dan Investasi

Gambar 9. Kerja sama ekonomi Indonesia dan Australia Sumber : www.kemenkeu.go.id

Indonesia merupakan negara penerima ODA terbesar dari Australia. Dari total ODA Australia sebesar A$ 3,7 milyar pada 2008- 2009, Indonesia mendapat A$ 462 juta atau 12 naik A$ 3,2 juta dari periode sebelumnya (A$ 458,8 juta), terdiri dari Program Negara (A$

182,7 juta) dan AIPRD (A$230,9 juta). Bantuan pembangunan ini antara lain digulirkan di bidang pendidikan dan beasiswa;

pemerintahan; keamanan manusia dan stabilitas; infrastruktur dan pembangunan daerah; Aceh rehabilitasi dan kesehatan. Dalam kerangka AIPRD (hingga 2009), Australia akan membangun 2000 gedung SMP di berbagai wilayah di Indonesia dan saat ini telah dibangun lebih dari 1.000 gedung SMP. Dalam kunjungan ke Indonesia tanggal 11-12 Agustus 2008, Menlu Stephen Smith bersama Menlu Hassan Wirajuda meresmikan gedung sekolah SMPN 4 Pallangga,

(25)

Gowa yang merupakan sekolah ke-1000 dari rencana 2000 sekolah yang dimaksud. Kerjasama pembangunan Indonesia-Australia ke depan telah tertuang pada Negara Kerangka Strategi (CSF) 2008-2013 kembali mengumpulkan A$ 2,5 milyar yang berlandaskan persendian kepemilikan, manajemen bersama dan fokus prioritas sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Indonesia. CSF merupakan dasar pelaksanaan kerjasama pembangunan Pemerintah Australia untuk Indonesia. Dalam tiga tahun terakhir, Pemerintah Indonesia menerima kontribusi yang cukup signifikan dari PemerintahAustralia dan diharapkan dapat terus meningkat. Selain itu, komunikasi yang intensif antara kedua negara dapat terus ditingkatkan. CSF 2008-2013 akan menitik beratkan pada 4 (empat) pilar utama:

1. Pertumbuhan Berkelanjutan dan Ekonomi Pengelolaan 2. Berinvestasi pada Orang

3. Demokrasi, Keadilan dan Tata Pemerintahan yang Baik 4. Keamanan dan kedamaian

2.3.9. Kerjasama Sosial Budaya dan Pariwisata

Di bidang sosial budaya, kegiatan hubungan antar masyarakat di antara kedua bangsa semakin meningkat, tidak saja melalui pendidikan tetapi juga kunjungan wisatawan. Pada 3 tahun terakhir (2005-2007) data wisatawan Australia ke Indonesia menunjukkan fluktuasi, yakni 391.862 (tahun 2005), 226.981 (tahun 2006) dan 314.432 (2007).

Tercatat 106 peserta dari Australia yang mengikuti beasiswa Darmasiswa (1976-2007) dan 8 peserta yang mengikuti Bea Siswa Seni Budaya (2004-2008). Untuk tahun 2008, Australia-Indonesia Lembaga menyelenggarakan program “PertukaranPemimpin Muslim Muda” antara Indonesia dan Australia. Dalam hal ini, 3 (tiga) delegasi muslim Indonesia secara bergantian berkunjung ke A ustralia selama Februari-Juni 2008. Sementara pada 11-25 Mei 2008, lima tokoh muda Muslim Australia berkunjung ke Indonesia. Untuk memperkuat pemahaman dan hubungan masyarakat, Pemerintahan Buruh mendukung penyusunan “Bahasa dan Studi Asia Nasional di Australia Strategi Sekolah”. Pemerintahan Buruh akan memberikan prioritas

(26)

pada Indonesia, seperti peningkatan pertukaran antar warga dan institusi, khususnya di bidang media, pendidikan, kesenian, kesehatan dan pelat bahasa indonesia. Guna penguatan dan peningkatan pengajaran Bahasa Indonesia di Australia Barat, balai bahasa Indonesia telah didirikan di Perth pada April 2008 untuk memberi pelayanan: (i)kursus bahasa Indonesia untuk umum; (ii) kelas-kelas bahasa dan budaya Indonesia; (iii) penyediaan tenaga pengajar bahasa Indonesia; dan (iv) terjemahan juru dokumen dan tenaga.

2.3.10. Kerjasama Kekonsuleran

Saat ini, Pemerintah Australia masih menerapkan kebijakan peringatan perjalanan untuk kunjungan warganya ke Indonesia.

Walaupun Pemerintah Australia menyatakan bahwa kebijakan ini tidak mempengaruhi jumlah kunjungan wisatawan Australia ke Indonesia, namun tetap berdampak pada kunjungan akademik, siswa dalam kerangka orang-ke- kontak orang.

2.4. Potensi Indonesia Di Kawasan Pasifik

Gambar 10. Peta Asia-Pasific Economic Cooperation Sumber : nusantaranews.co

Lima tahun terakhir ini wilayah Pasifik sungguh menyita perhatian negara-negara besar, khususnya dibidang politik, ekonomi, pembangunan dan keamanan. Bagi Indonesia kawasan Pasifik cukup strategis dalam

(27)

kaitannya dengan politik luar negeri Indonesia. Salah satu kepentingan utama Indonesia dalam menjalin hubungan dengan negara-negara Pasifik adalah untuk menjaga stabilitas nasional dan regional Pasifik. sebagai kawasan tetangga yang perlu didekati dalam konteks mendorong terciptanya lingkungan yang stabil, makmur, dan bersahabat upaya pembangunan kerjasamapun di lakakukan. Kondisi geografi, geoposisi, hingga geostrategi Indonesia terlebih lagi pada provinsi Sulawesi Utara (Sulut), menjadikan daerah ini berpotensi menjadi Pintu Pasifik. Berawal dari cita-cita pahlawan nasional asal Sulut, Sam Ratulangi, keinginan menjadikan Sulut sebagai Pacific Gateway of Indonesia diwujudkan oleh pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan daerah tersebut. Sebelum pandemi COVID-19 hadir, di Sulut berkembang pesat, terutama untuk urusan investasi dan pariwisata.

Strategi pembangunan “Kami mengupayakan berbagai proyek prioritas untuk mendukung pembanguanan dan pengembangan pariwisata, antara lain melalui Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata di Likupang dengan luas kurang lebih dua ribu hektar, dan total investasi berkisar Rp 8,1 triliun,” jelas Gubernur Sulut Olly Dondokambey dalam seri ke-10 Government Roundtable Series “COVID-19: NEW, NEXT & POST” bertajuk Sulawesi Utara: Gerbang Indonesia ke Pasifik yang digelar MarkPlus, Inc., dan didukung oleh Bank Sulut Go secara virtual, Kamis (16/07/2020).

unan Sulut menuju Pintu Gerbang Pasifik dilakukan dengan memperhatikan keberlanjutan. Alhasil, seluruh pembangunan dilakukan dengan memperhatikan unsur 5P (People, Planet, Prosperity, Peace, Partnership).

Di sisi lain, Duta Besar (Dubes) RI untuk Selandia Baru, Samoa dan Kerajaan Tonga, sekaligus Dubes Keliling untuk Pasifik Tantowi Yahya menyambut antusias hal ini. Ia menilai, ada potensi pasar yang bisa digarap oleh pelaku UKM di Sulut dan sekitar untuk mengisi kebutuhan pasar di negara-negara kawasan Pasifik.

“Pasifik terdiri dari negara-negara kecil, namun jika digabungkan dengan Selandia Baru dan Australia maka jumlah penduduk di kawasan tersebut mencapai 35 juta jiwa. Ada beragam produk Indonesia yang dibutuhkan di sana,” ungkap Tantowi.

(28)

Produk perikanan yang menjadi salah satu produk jawara dari Sulut pun bisa dibidik untuk mengisi kebutuhan tersebut, sebagai contoh masuk ke pasar Selandia Baru. Demikian pula produk rempah dan kopi dalam negeri yang digemari di Australia dan negara-negara kecil di Pasifik.

Menilik data Badan Pusat Statistik (BPS) bertajuk Statistik Perdagangan Luar Negeri Sulut 2019, nilai ekspor Sulut hingga Desember 2019 mencapai US$767,29 juta. Adapun komoditas utama adalah Lemak dan Minyak Hewan/Nabati (43%), Perhiasan/Permata (16%), dan Ikan/Udang (11%).

Sedangkan pelabuhan terbesar adalah melalui pelabuhan Bitung, Amurang, dan Labuan Uki (US$405 juta), diikuti pelabuhan Tanjung Priuk (US$191 Juta), dan pelabuhan Tanjung Perak (US$30 juta).

Selain komoditas tersebut, sektor pariwisata pun layak untuk dilirik. Per Desember 2019, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Sulut mencapai 129.587 orang atau tumbuh 6,13% dibandingkan 2018. Meskipun demikian pada Mei 2020 terjadi penurunan sebesar 73,87% dibandingkan 2019 akibat pandemi COVID-19.

2.5. Potensi Arsitektur Di Kawasan Pasifik

Gambar 11. Gedung Sumber : New.indotrading.com

Indoneisa sebagai negara kepulauan tentu menjadi salah satu negara yang memiliki garis pantai yang paling panjang, tentu hal ini menjadi potensi

(29)

bagi indonesia dikawasan pasifik terutama disektor pariwisata. Hal ini salah satunya didorong dengan pernyataan dari gubernur sulawesi utara “Kami mengupayakan berbagai proyek prioritas untuk mendukung pembanguanan dan pengembangan pariwisata, antara lain melalui Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata di Likupang dengan luas kurang lebih dua ribu hektar, dan total investasi berkisar Rp 8,1 triliun,” jelas Gubernur Sulut Olly Dondokambey dalam seri ke-10 Government Roundtable Series “COVID-19:

NEW, NEXT & POST” bertajuk Sulawesi Utara: Gerbang Indonesia ke Pasifik yang digelar MarkPlus, Inc., dan didukung oleh Bank SulutGo secara virtual, Kamis (16/07/2020).

Potensi arsitektur dikawasan pasifik ini khususnya di Indonesia juga didorong dari pertumbuhan ekonomi dikawasan pasifik yang dinilai memiliki potensi besar. Tentu pertumbuhan ekonomi dikawasan pasifik ini sejalan dengan meningkatnya pembangunan yang ada di Indonesia. Pembangunan ini sangat penting untuk menunjang keberhasilan Indonesia dikawasan pasifik. Hal ini terkait dengan potensi arsitektur dalam membangun infrastruktur yang ada di indonesia, seperti pembangunan pelabuhan untuk menunjang kebutuhan nelayan dalam menyalurkan hasil tangkapannya, pembangunan bandara untuk menunjang kebutuhan dalam sektor pariwisata dan bisnis, pembangunan hotel untuk menunjang kebutuhan dalam sektor pariwisata, pembangunan resort untuk menunjang kebutuhan dalam sektor pariwisata.

Seperti yang dikatakan oleh Vitruvius dalam bukunya, bahwa dalam membangun harus memperhatikan Utilitas (fungsi), Firmitas (ketahanan) serta juga Venustas (keindahan). Tentu hal ini menjadi tugas seorang arsitek atau perancang untuk membangun Indonesia dengan memperhatikan poin- poin yang harus tercapai. Potensi pembangunan ini sejalan dengan jumlah wisatawan asing yang meningkat dari tahun ke tahun meskipun pada tahun 2021 mengalami penurunan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Indonesia, akibat pandemi COVID-19 ini. Hal ini dibuktikan dengan data-data yang diberikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Jika dibandingkan dengan bulan Januari 2020 yang mencapai 1,29 juta wisatawan asing yang berkunjung, Jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke Indonesia pada bulan januari 2021 anjlog hingga ke angka 126 ribu wisatawan asing.

(30)

Namun pemerintah Indonesia optimis bahwa akan ada kenaikan lagi pada tahun 2022 ini, seperti yang dapat kita lihat pada diagram dibawah menunjukan angka wisatawan asing naik menjadi 143 ribu. Namun kenaikan tahunan itu masih berada di bawah capaian dua tahun lalu. Di Januari 2020, jumlah wisatawan asing masuk ke Indonesia mencapai 1,29 juta orang.

Sehingga capaian pada Januari tahun ini hanya 11 persen dari jumlah kunjungan wisman pada Januari 2020.

Gambar 12. Grafik Data Pengunjung Sumber : Badan Pusat Statistik (BPS)

Dengan melihat data diatas, potensi arsitektur dikawasan pasifik cukup bagus meskipun pada tahun lalu hingga kini jumlah pembangunan masih di bawah rata-rata tahunan 2 tahun yang lalu. Potensi arsitektur ini bukan hanya berfokus pada sektor pariwisata namun juga pada sektor transportasi baik laut, darat maupun udara. Pembangunan infrastruktur ini terus digencarkan oleh presiden joko widodo.

(31)

Hal ini tertera dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) Program pertama adalah menyelesaikan Proyek Strategis Nasional yang telah berlangsung sejak tahun lalu, yakni pembangunan 48 bendungan, 406 km jalan tol, 25.000 hektare daerah irigasi, 2.012 lt/dtk SPAM, 9.705 unit rumah susun, serta rehabilitasi sekolah, perguruan tinggi, serta gedung olahraga.

Melansir berbagai sumber, Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) memperkirakan akan ada sekitar 16 PSN yang akan selesai hingga akhir 2021 yaitu; proyek Jalan Tol Manado – Bitung, Jalan Tol Cisumdawu, Jalan Tol Serpong – Cinere, Pembangunan Fly Over Dari dan Menuju Terminal Teluk Lamong, Kereta Api Akses Bandar Udara Baru Yogyakarta – Kulon Progo. Lalu, Kawasan Industri Morowali, Kawasan Industri Weda Bay, Pembangunan Bantuan Rumah Swadaya, Bendungan Gongseng, Bendungan Pidekso, Bendungan Tugu, Bendungan Ladongi, Bendungan Ciawi, Bendungan Sukamahi, Bendungan Marga Tiga, serta Pengembangan Lapangan Unitisasi Gas Jambaran – Tiung Biru. Pemerintah juga merencanakan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) salah satu agenda yang tercatat adalah membangun 398 unit sarana hunian pariwisata (Sarhunta) di DPSP Mandalika Lombok, NTB.

Jika dilihat dari data diatas tidak menutup kemungkinan tahun ini akan ada kenaikan jumlah pembangunan, mengingat kasus pandemi Covid-19 sudah mulai mereda. Dapat kita lihat bahwa ini menjadi potensi besar bagi Arsitektur dikawasan pasifik khususnya di Indonesia sebagai negara yang berkembang.

2.6. Peran Arsitek Dalam Membangun Indonesia

(32)

Gambar 13. Desain Ibu kota baru Indonesia Sumber : Suaramerdeka.com

Meningkatnya pembangunan di Indonesia sejalan dengan tujuan kita untuk bisa memajukan ekonomi Indonesia khususnya dikawasan pasifik.

Mengingat Indonesia memiliki wilayah yang strategis, yaitu berada di jalur perdagangan dunia. Dengan hal ini pembangunan infrastruktur penujang kegiatan ekonomi, bisnis, dan pariwisata seperti pelabuhan, bandara, terminal, stasiun, pabrik, gudang, stadion, sirkuit, hotel, dan resort, terus gencar dilakukan.

Disini peran seorang arsitek dibutuhkan untuk mewujudkan suatu bangunan yang memiliki fungsi, ketahanan, keindahan dan kenyamanan yang baik. Hal ini seperti yang disebutkan oleh Vitruvius dalam bukunya, bahwa dalam membangun harus memperhatikan Utilitas (fungsi), Firmitas (ketahanan) serta juga Venustas (keindahan). Bukan hanya itu seorang arsitek dalam merancang bangunan juga harus menyatu dengan alam, maksud menyatu dengan alam disini yaitu, seorang arsitek dalam merancang sebuah bangunan diharapkan mampu mengetahui kondisi alam / lingkungan sekitar, dengan begitu seorang arsitek tetap bisa membangun dengan menjaga kelestarian alam disekitarnya, serta mampu menciptakan bangunan yang dapat beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya.

Oleh karena itu sejalan dengan tujuan pemerintah untuk dapat menumbuhkan ekonomi Indonesia dikawasan pasifik khususnya disektor pariwisata dan perdagangan. Seperti yang telah direncanakan oleh presiden

(33)

Joko Widodo terkait Proyek Strategis Nasional (PSN) Program pertama adalah menyelesaikan Proyek Strategis Nasional yang telah berlangsung sejak tahun lalu, yakni pembangunan 48 bendungan, 406 km jalan tol, 25.000 hektare daerah irigasi, 2.012 lt/dtk SPAM, 9.705 unit rumah susun, serta rehabilitasi sekolah, perguruan tinggi, serta gedung olahraga.

Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) juga memperkirakan akan ada sekitar 16 PSN yang akan selesai hingga akhir 2021 yaitu; proyek Jalan Tol Manado – Bitung, Jalan Tol Cisumdawu, Jalan Tol Serpong – Cinere, Pembangunan Fly Over Dari dan Menuju Terminal Teluk Lamong, Kereta Api Akses Bandar Udara Baru Yogyakarta – Kulon Progo. Lalu, Kawasan Industri Morowali, Kawasan Industri Weda Bay, Pembangunan Bantuan Rumah Swadaya, Bendungan Gongseng, Bendungan Pidekso, Bendungan Tugu, Bendungan Ladongi, Bendungan Ciawi, Bendungan Sukamahi, Bendungan Marga Tiga, serta Pengembangan Lapangan Unitisasi Gas Jambaran – Tiung Biru. Pemerintah juga merencanakan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) salah satu agenda yang tercatat adalah membangun 398 unit sarana hunian pariwisata (Sarhunta) di DPSP Mandalika Lombok, NTB.

Berbagai proyek pembangunan infrastruktur telah banyak dilakukan dan tentunya hal ini akan terus bertambah mengingat masih banyak yang perlu dibenahi. Tentu hal ini tdak bisa dipisahkan dari peran seorang arsitek. Oleh karena itu pentingnya peran seorang arsitek dalam merancang dan membangun sebuah bangunan dan tata kelola lingkungan sangat diperlukan dalam membangun suatu negara. Hal ini lah yang menjadi tujuan utama dari peran seorang arsitek.

(34)

Bab 3 Penutup

3.1. Kesimpuan

Kepasifikan adalah hal hal atau kegiatan dimana yang dilakukan dikawasan pasifik yang mencakup beberapa aspek.

 Aspek Sosial

 Aspek Budaya

 Aspek Teknologi

 Aspek Sejarah

 Aspek Ekonomi

Pengertian arsitektur secara lebih luas adalah merancang serta membangun seluruh lingkungan yang ada di dalam cakupannya, mulai dari level makro ialah seperti perencanaan kota, perencanaan perkotaan, arsitektur landskap sampai pada level mikro seperti pada desain bangunan, desain perabot serta juga desain produk.

Arsitektur secara umum itu berfungsi yakni sebagai suatu tata bina yang kemudian ikut menyeimbangkan lingkungan disekitar, termasuk itu pada

(35)

alam, manusia serta faktor sosialnya. Dibawah ini merupakan penjabaran mengenai fungsinya sebagai berikut.

1. Arsitektur ialah sebagai kebutuhan tuntutan fungsional badani, rohani, emosional (spiritual & intelektual).

2. Sebagai jawaban atas adanya tantangan: Iklim, kebudayaan,teknologi, masyarakat.

3. Sebagai penyeimbang biologis serta juga psikologis dalam artian fungsinya ialah sebagai pembatas (filter) antara tubuhnya itu dengan lingkungan alamnya.

4. Penyeimbang biologis serta psikologis yang merupakan kelanjutan dari perilaku adaptasi manusia terhadap dunia.

5. Ruang tempat manusia hidup dengan berbagi. Manusia, hidup, Ruang, dan bahagia, kaitannya itu dengan pengalaman kehidupan sehari-hari dengan secara sederhana dapat atau bisa diwujudkan pula oleh arsitektur.

6. Sebagai binaan lingkungan dengan secara keseluruhan, bukan hanya sebagai obyek/produk, namun juga sebagai institusi/proses.

7. Objek serta proses budaya. Monumen-monumen kuno dunia yang diagungkan sampai sekarang merupakan produk dari Arsitektur.

Secara geografis, posisi indonesia sangat strategis di kawasan Asia Pasifik dan Selat Malaka. Indonesia merupakan daerah yang sangat strategis, dimana Indonesia merupakan negara kepulauan yang menghubungkan dua benua yaitu Asia dan Australia. Sedangkan secara ekonomi, Indonesia adalah negara yang sangat kaya dengan sumber daya alam dan mineral, baik di darat maupun di laut. Indonesia merupakan bagian dari jalur maritim dari Jalur Sutra yang menghubungkan China dengan India dan dunia Arab. Secara tradisional, kepulauan Indonesia, diidentifikasi oleh geografer Tiongkok kuno sebagai Nanyang. Nanyang adalah sumber dari rempah-rempah seperti cengkeh, kemukus, dan pala, bahan baku seperti sebagai cendana, emas dan timah, juga barang barang langka eksotis seperti gading, culabadak, kulit harimau, dan tulang, burung-burung eksotis dan bulu warna-warni.

(36)

Bagi Indonesia kawasan Pasifik cukup strategis dalam kaitannya dengan politik luar negeri Indonesia. Salah satu kepentingan utama Indonesia dalam menjalin hubungan dengan negara-negara Pasifik adalah untuk menjaga stabilitas nasional dan regional Pasifik. sebagai kawasan tetangga yang perlu didekati dalam konteks mendorong terciptanya lingkungan yang stabil, makmur, dan bersahabat upaya pembangunan kerjasamapun di lakakukan.

Kondisi geografi, geoposisi, hingga geostrategi Indonesia terlebih lagi pada provinsi Sulawesi Utara (Sulut), menjadikan daerah ini berpotensi menjadi Pintu Pasifik.

Potensi arsitektur dikawasan pasifik ini khususnya di Indonesia didorong dari pertumbuhan ekonomi dikawasan pasifik yang dinilai memiliki potensi besar. Tentu pertumbuhan ekonomi dikawasan pasifik ini sejalan dengan meningkatnya pembangunan yang ada di Indonesia. Hal ini terkait dengan potensi arsitektur dalam membangun infrastruktur yang ada di indonesia, seperti pembangunan pelabuhan untuk menunjang kebutuhan nelayan dalam menyalurkan hasil tangkapannya, pembangunan bandara untuk menunjang kebutuhan dalam sektor pariwisata dan bisnis, pembangunan hotel untuk menunjang kebutuhan dalam sektor pariwisata, pembangunan resort untuk menunjang kebutuhan dalam sektor pariwisata.

Peran seorang arsitek dibutuhkan untuk mewujudkan suatu bangunan yang memiliki fungsi, ketahanan, keindahan dan kenyamanan yang baik. Hal ini seperti yang disebutkan oleh Vitruvius dalam bukunya, bahwa dalam membangun harus memperhatikan Utilitas (fungsi), Firmitas (ketahanan) serta juga Venustas (keindahan). Bukan hanya itu seorang arsitek dalam merancang bangunan juga harus menyatu dengan alam, maksud menyatu dengan alam disini yaitu, seorang arsitek dalam merancang sebuah bangunan diharapkan mampu mengetahui kondisi alam / lingkungan sekitar, dengan begitu seorang arsitek tetap bisa membangun dengan menjaga kelestarian alam disekitarnya, serta mampu menciptakan bangunan yang dapat beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya.

Oleh karena itu pentingnya peran seorang arsitek dalam merancang dan membangun sebuah bangunan dan tata kelola lingkungan sangat diperlukan dalam membangun suatu negara. Hal ini lah yang menjadi tujuan utama dari peran seorang arsitek.

(37)

3.2. Saran

Potensi indonesia dikawasan pasifik memberikan nilai tambah dan kesempatan bagi Indonesia untuk bisa memajukan ekonomi bangsa. Terlebih lagi disektor pariwisata dan perdagangan. Hal ini sejalan dengan potensi arsitektur di kawasan pasifik, khususnya di Indonesia. Arsitek sendiri berperan aktif dalam membangunan bangsa Indonesia. Itulah sebabnya pertumbuhan ekonomi Indonesia dikawasan pasifik tidak bisa dipisahkan dari peran seorang arsitek. Oleh karena itu dalam bernegara bukan hanya mengenai politik dan ekonomi namun perlu mengembangkan ilmu arsitektur.

Daftar Pustaka

Azma, Roifah Dzatu. 2018. “Indonesia dan Australia Sepakati Kerjasama Lawan Terorisme”. (http://wow.tribunnews.com/2018/08/15/indonesia-dan- australia-sepakati-kerjasama-lawan-terorisme, diakses 21 April 2022)

Inggara, Sopan Arman. 2021. “Daftar Infrastruktur Terbangun Tahun 2021”

Infografis.okezone.com.

(https://infografis.okezone.com/detail/774777/daftar-infrastruktur-terbangun- tahun-2021, diakses 20 April 2022)

Javier, Faisal. 2022. “Kunjungan Wisatawan Asing pada Januari 2022 Lampaui Rata-rata Tahun 2021”.

(https://data.tempo.co/data/1381/kunjungan-wisatawan-asing-pada-januari- 2022-lampaui-rata-rata-tahun-2021, diakses 19 April 2022)

Pak Guru. 2022. “Pengertian Arsitektur” (

https://pendidikan.co.id/pengertian-arsitektur/ diakses 25 April 2022)

(38)

PENGERTIAN LINGKARAN PASIFIK”.2021. (http://arti-definisi- pengertian.info/pengertian-lingkaran-pasifik / diakses18 April 2022)

PENGETAHUAN KEPASIFIKAN”. 2021.

(https://ekonomipembangunan16.blogspot.com/2017/02/pengetahuan- kepasifkan.html, di akses 19 April 2022)

William. 2017. “Hubungan Bilateral dan Perdagangan Indonesia Dan China”.(https://indoforwarding.com/hubungan-indonesia-dan-china/, diakses 21 April 2022)

Daftar Pustaka Gambar

Gambar 1. Peta Kawasan Pasifik. (Wikipedia.com, diakses 15 Mei 2022) Gambar 2. Konsep Arsitektur. (Pendidikan.co.id, diakses 28 Mei 2022)

Gambar 3. Da Vinci, Leonardo. 1490 “Pria Vitruvian”. (wikipedia.com, diakses 26 Mei 2022)

Gambar 4. Peta Asia-Pasific Economic Cooperation. (nusantaranews.co, diakses 1 Mei 2022)

Gambar 5. Hubungan bilateral Indonesia dan Cina. (Radamuhu.com, diakses 29 Mei 2022)

Gambar 6. Pelabuhan. (www.beerita.id, diakses 1 Mei 2022)

Gambar 7. Peta posisi Indonesia terhadap Australia. (Sahabatnesia.com, diakses 30 Mei 2022)

(39)

Gambar 8. Hubungan bilateral Indonesia dan Australia. 2020.

(www.niaga.asia, diakses 1 Mei 2022)

Gambar 9. Kerja sama ekonomi Indonesia dan Australia. 2020 (www.kemenkeu.go.id, diakses 1 Mei 2022)

Gambar 10. Peta Asia-Pasific Economic Cooperation. 20(nusantaranews.co, diakses 1 Juni 2022)

Gambar 11. Gedung. 2016 (New.indotrading.com, diakses 30 Mei 2022) Gambar 12. Grafik Data Pengunjung. 2021. (Badan Pusat Statistik (BPS), diakses 22 April 2022)

Gambar 13. Desain Ibu kota baru Indonesia. 2022.

(Suaramerdeka.com,diakses 30 Meei 2022)

Gambar

Gambar 1. Peta Kawasan Pasifik Sumber : Wikipedia
Gambar 2. Konsep Arsitektur Sumber : Pendidikan.co.id
Gambar 3. Le proporzioni del corpo umano secondo Vitruvi Sumber : Wikipedia
Gambar 4. Peta Asia-Pasific Economic Cooperation Sumber : nusantaranews.co
+7

Referensi

Dokumen terkait

[r]

relasi pengetahuan tersebut dengan pengolahan data. Proses Sekuensial,

Prosedur homecare yang bisa dilakukan pada pasien dengan gangguan keterbatasan fisik Washington, DC: Home Healthcare Nurses Association and Home Care University..

Manfaat yang diperoleh setelah menempuh mata kuliah ini, mahasiswa dapat memahami dengan benar arti, sejarah, batasan, ruang lingkup, dan ketentuan- ketentuan hukum

Mata kuliah Sosiologi Desain ini akan mempelajari sosiologi desain: sejarah, metode; sosiologi desain, permasalahan sosial, perilaku sosial, gaya hidup; sosiologi

Proses pembuatan daging glonggongan diawali dengan menggelontorkan air (bahasa Jawa: nggelonggong) sebanyak-banyaknya ke mulut sapi yang hendak disembelih. Tujuannya agar

[r]

Kapal yang baik merupakan kapal yang memenuhi criteria standar dari jenis kapal itu sendiri, terutama pada saat pemilihan sistem penggerak atau propulsi kapal