BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
B. Deskripsi Hasil Temuan Penelitian
1. Peran Guru PAI dalam membina akhlak mulia peserta didik di SDIT
57
NO Kelas Laki - Laki Perempuan Jumlah
I SHOFFA 13 14 27
I MINA 13 15 28
GUGUS 1 54 56 110
II MAKKAH 16 13 29
II MADINAH 21 8 29
GUGUS 2 37 21 58
III AL HAZMI 9 17 26
III AL BATTANI 11 15 26
III AL JAZARI 11 11 22
III AL KHAWARIZMI 12 11 23
GUGUS 3 44 54 98
TOTAL KESELURUHAN 135 131 265
58
sesuatu upaya atau usaha yang dilakukan seseorang dalam suatu ruang lingkup atau peristiwa.
a. Upaya Yang dilakukan Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membina Akhlak Mulia Peserta didik
Untuk mencapai tujuan yang sempurna seorang guru memiliki banyak cara untuk mencapai hasil yang maksimal bagi peserta didiknya.
Dalam hal pembinaan akhlak mulia pada peserta didik guru-guru PAI dalam hal ini menciptakan upaya atau tindakan-tindakannya masing- masing dalam menanamkan nilai-nilai yang baik kepada peserta didik.
Berdasrkan hasil wawan cara dengan Ustadzah Latifah Syahlini selaku Guru bidang studi Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti mengungkapkan: Beliau menerapkan 8K sebelum memulai pembelajaran yang meliputi: keamanan, kebersihan, keindahan, ketertiban, kerindangan, kekeluargaan, kesehatan dan keagamaan.44 Upaya yang seperti ini selalu beliau lakukan demi terciptanya pembelajaran yang efektif dan efisien juga menjadi pembiasaan bagi peserta didik untuk memperoleh kebiasaan atau akhlak yang mulia.
Hal tersebut diatas dipertegas dengan hasil wawancara dengan Bapak Paisal Rasidi selaku kepala Sekolah sebagai berikut:
Guru Bidang Studi Pendidikan Agama Islam dalam pembelajaran memiliki metode dan cara tersendiru dalam pembinaan akhlak mulia
44 Ustadzah Latifah Syahlini (Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti), Wawancara 10 April 2023
59
seperti pembiasaan-pembiasaan yang dilakukan dikelas. Tidak hanya di dalam kelas, guru PAI juga memberikan contoh-contoh atau teladan yang baik yang mengarah kepada pembinaan akhlak peserta didik. Seperti guru laki-laki memakai peci, berperilaku tegas dan menunjukkan rasa kasih sayang kepada para peserta didiknya baik dilingkungan sekolah maupun diluar lingkungan sekolah.45
b. Metode Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membina Akhlak Mulia Peserta didik
Metode ialah cara yang dilakukan guru PAI dalam membina akhlak yang baik kepada para peserta didiknya. Selain berperilaku sebagaimana mestinya seorang guru PAI, guru juga harus memilki berbagai macam cara untuk menanamkan akhlak yang baik kepada peserta didik.
Adapun berbagai cara yang diterapkan oleh guru PAI dalam menanamkan akhlak pada peserta didik di SDIT Al Hikmah 2 (dua) Depok adalah sebagai berikut:
a. Metode Contoh dan Keteladanan
Metode pertama yang digunakan guru PAI adalah metode contoh atau keteladanan. Karena orang yang paling berpengaruh dalam menanamkan akhlak yang baik pada peserta didik adalah tugas guru pendidikan agama islam. Hal ini sesuai dengan apa yang diungkapkan Ustadzah Latifah Syahlini sebagai guru PAI & BP, beliau mengatakan
45 Bapak Paisal Rasidi (Kepala Sekolah), Wawancara 5 Apil 2023
60
bahwa guru PAI adalah orang yang memiliki kewajiban untuk mengajarkan aqidah maupun ibadah pada peserta didik, dan output dari aqidah dan ibadah adalah lahirnya akhlak yang mulia.46
Nah, untuk mencapai hasil yang sempurna dalam penanaman akhlak tersebut, hal yang paling utama adalah guru itu sendiri harus memilki akhlak yang baik pula. Karena pada dasarnya peserta didik memiliki sifat meniru. Sesuai dengan ungkapan bapak Tarmizi bahwa penanaman akhlak pada peserta didik dapat dilakukan dari keseharian beliau sebagai guru PAI.47 Dalam membina akhlak pada peserta didik memang tidak bisa dilakukan hanya dengan sebatas teori saja, melainkan memberikan contoh yang nyata dihadapan peserta didik.
Jika semua guru menampilkan perilaku yang baik dan menampilkan sikap yang baik dihadapan peserta didik, maka peserta didik akan meniru apa yang diperbuat oleh gurunya tersebut. Dari hasil wawancara dan observasi yang dilakukan oleh peneliti bahwa semua guru PAI menerapkan metode contoh dan keteladanan dalam kesehariannya sebagai guru baik di dalam kelas maupun di lingkungan sekolah.
b. Metode Pembiasaan
Metode pembiasaan juga diterapkan oleh guru PAI untuk menanamkan akhlak yang mulia pada peserta didik/siswinya. Hal ini
46 Ustadzah Latifah Syahlini (Guru PAI dan BP), Wawancara 10 April 2023
47 Ustadzah Latifah Syahlini (Guru PAI dan BP), Wawancara 10 April 2023
61
sesuai dengan apa yang diterapkan guru PAI dalam proses pembelajarannya. Sebagaimana Ustadzah Latifah Syahlini dalam pembelajaran yang beliau bawa selalu menghimbau peserta didiknya untuk membaca surah pendek sebelum memulai pembelajaran.48 hal ini dilakukan agar peserta didik senantiasa mengingat Allah dalam setiap apa yang ia kerjakan seraya membaca basmalah.
Kemudian Ustadzah Latifah Syahlini juga menerapkan kepada para peserta didiknya untuk membiasakan tertib (8K) sebelum memulai pembelajaran. karena sesuatu yang dimulai dengan aman, tentram dan damai akan lebih baik, berbeda halnya dengan sesuatu yang dikerjakan dengan tergesa-gesa.49
Metode pebiasaan ini juga diterapkan dilingkungan SDIT Al Hikmah 2 (dua) Depok. Hal ini terlihat dari kegiatan-kegiatan dan perlakuan peserta didik setiap hari, seperti shalat dhuha, shalat juhur berjama‟ah, shalat ashar berjama‟ah, mengucap salam ketika berjumpa dengan guru, menyapa satpam ketika masuk lingkungan sekolah, mengetuk pintu dan mengucap salam sebelum masuk ruangan kelas dan ruangan guru.50
c. Metode Kisah
48 Observasi Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membina Akhlak Mulia, 3 April 2023 – 29 Mei 2023
49 Ustadzah Latifah Syahlini (Guru PAI dan BP), Wawancara 10 April 2023
50 Observasi Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membina Akhlak Mulia, 3 April
2023 – 29 Mei 2023
62
Metode ini dilakukan oleh Ustadzah Latifah Syahlini sebagai guru PAIBP. Beliau mengungkapkan bahwa dalam melakukan pembinaan akhlak kepada peserta didik yaitu dengan sistem terpadu.
Artinya semua materi yang di ajarkan dikaitkan dengan akhlak, terutamanya kepada Ustadzah yang mengajara agama. Jadi, semua materi ajar bisa dikaitkan dengan penanaan akhlak pada peserta didik.51
Hal ini juga beliau terapkan di dalam kelasnya ketika melakukan proses pembelajaran. sesuai dengan mata pelajaran yang beliau bawakan yaitu PAIdan BP yang salah satu pada bab pembelajaranya membahas tentang kisah-kisah Rasulullah Allah yang memiliki Akhlak yang mulia.
Ustadzah Latifah Syahlini juga melakukan hal yang sama, sesuai dengan ungkapan beliau yaitu, “kalau memperkenalkan akhlak itu bisa dari pengalaman, cerita atau dongeng, kemudian dari contoh-contoh dalam kehidupan sehari-hari”.52 Metode seperti ini merupakan metode yang sangat ampuh dalam menanamkan akhlak pada peserta didik, karena dengan adanya kisah-kisah nyata dalam kehidupan sehari-hari peserta didik akan lebih antusias dalam melakukan kebaikan.
d. Metode Arahan, Bimbingan atau Nasehat
Metode seperti ini dilakukan guru PAI ketika mendapati peserta didiknya melanggar peraturan dan berkelakukan buruk. Untuk
51 Ustadzah Latifah Syahlini (Guru PAI dan BP), Wawancara 10 April 2023
52 Ustadzah Latifah Syahlini (Guru PAI dan BP), Wawancara 17 April 2023
63
menghindari hal itu terjadi maka guru-guru memberi arahan-arahan baik pada peserta didiknya, seperti sebelum memulai pembelajaran, saat melakukan apel pagi dan saat kegiatan penurunan bendera. Karena dengan arahan dan nasehat peserta didik dapat mengetahui mana yang hak dan yang bathil, mana yang baik dan mana yang tidak baik.
Ustadzah Latifah Syahlini juga mengungkapkan bahwa jika menemukan peserta didik yang melakukan akhlak yang buruk beliau akan memberikan arahan, nasehat dan bimbingan.53
Metode seperti ini memang terlihat biasa, namun jika dilakukan terus- menerus dan diselingi dengan metode-metode lain akan menimbulkan hasil yang baik dalam membina akhlak peserta didik.
Karena hukuman bukanlah satu-satunya cara untuk memproses peserta didik yang bermasalah, selagi bisa diberi nasehat maupun arahan metode ini akan sangat berguna dan bermanfaat.
e. Metode Hukuman
Metode ini dilakukan guru PAI ketika mendapati peserta didiknya yang melanggar peraturan dan berkelakuan menyimpang. Seperti Ustadzah Latifah Syahlini guru Aqidah Akhlak yang memiliki cara yang unik menghukum peserta didiknya yang menyimpang di dalam kelas. beliau memanggil peserta didik ke depan kelas, kemudian
53 Ustadzah Latifah Syahlini (Guru PAI dan BP), Wawancara 17 April 2023
64
menghukum peserta didik dengan melakukan hal-hal yang baik, seperti mengutip sampah dalam ruangan dan menghapus papan tulis.54
Sangat sesuai dengan apa yang diungkapkan beliau yaitu, “yang paling pentinng, ibu jika menenmui peserta didik yang bermasalah dalam belajar, ibu tidak mendatangi murid tadi ke bangkunya. Akan tetapi dengan ibu panggil secara baik-baik kedepan kelas. karena jika ibu datangi, perhatian peserta didik yang lain akan tertuju pada si anak tadi, dan pembelajaran pun akan terganggu. Tetapi, jika kedepan kelas, ibu msih tetap bisa memperhatikan para peserta didik yang lain”.55
Ustadzah Ana Muslimah selaku Guru Kelas I juga melakukan hal yang sama ketika mendapati peserta didik yang melanggar peraturan, sesuai dengan ungkapan beliau bahawa “Memberi nasehat, hukuman, pengarahan dan bisa juga jika dikategorikan parah, panggilan orang tua.”56
f. Akhlak Peserta didik
Penanaman akhlak kepada peserta didik merupakan hal yang sangat penting dilakukan secara terus menerus. Hal ini dilakukan karena perkembangan zaman yang semakin canggih dan pengaruh teknologi yang semakin merajalela terutama kepada para remaja yang masih memiliki pikiran yang labil yang perlu bimbingan dari orangtua, guru dan orang disekitarnya.
54Observasi Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membina Akhlak Mulia, 3 April 2023 – 29 Mei 2023
55 Ustadzah Latifah Syahlini (Guru PAI dan BP), Wawancara 17 April 2023
56 Ustadzah Ana Muslimah (Guru Kelas I), Wawancara 19 April 2023
65
Bapak Ibnu Hajar mengungkapkan bahwa “Yang pertama memang akhlak kepada Allah yang paling utama, Yaitu dengan menanamkan ibadah kepada peserta didik. Setelah akhlak kepada Allah baru akhlak kepada sesama. Yaitu akhlak kepada orang tua, guru sesama teman dan orang disekitar. Dan untuk mewujudkan itu semua hal yang paling utama dilakukan adalah dengan menanamkan ibadah yang baik kepada peserta didik. Mengenai ibadah, ibadah di sekolah ini yaitu ibadah secara muhammadiyah”.57
1) Akhlak Kepada Allah
Akhlak kepda Allah ialah melaksanakan apa-apa yang diperintahkan Allah dan menjauhi apa-apa yang dilangan oleh Allah.
Adapun akhlak kepada Allah meliputi ibadah kepada Allah, berdo’a kepada Allah dan bertawakkal kepada Allah. Dari hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti terhadap tiga peserta didik SDIT Al Hikmah 2 (dua) Depok mereka melakukan shalat berjama’ah disekolah dan melakukan shalat sendiri di rumah.
Nurul Syifa Aulia kelas IV mengatakan bahwa ia selalu mendo’akan kedua orang tuanya setiap habis shalat,58 sedangkan Alfian Rizky Mutha kelas III dan Zamzami AlMuzaid kelas II mengaku jarang berdo’a, tapi shalat lima waktu selalu dilaksanakan dan merasa menyesal dan bersalah jika meninggalkan shalat.59
57 Ustadzah Latifah Syahlini (Guru PAI dan BP), Wawancara 17 April 2023
58 Nurul Syifa Aulia (Peseta Didik Kelas IV), Wawancara 23 April 2023
59 Rizky Mutha (Peserta didik kelas III) dan Zamzami AlMuzaid (Peserta didik kelas II), Wawancara 23 April 2023
66 2) Akhlak Kepada Diri Sendiri
Sedangkan akhlak terhadap diri sendiri meliputi, sabar, syukur, jujur, dan menjaga kebersihan baik dilingkungan sekolah maupun diluar lingkungan sekolah. Ketiga peserta didik yang diwawancarai oleh peneliti mengaku telah menerapkan ketiga sikap tersebut di atas.
Selain itu, dari hasil observasi yang penulis lakukan dilingkungan sekolah, peserta didik/siswi membuang sampah jajanannya sesuai pada tempatnya.98
3) Akhlak Kepada Orang Tua
Dari hasil wawancara ketiga peserta didik yang peneliti wawancarai, mereka mengaku berbuat baik kepada kedua orang tuanya dengan berkelakuan baik. Salah satu peserta didik mengaku dengan berkelakuan baik, ibunya semakin sayang terhadap dirnya, hal ini semakin membuatnya senang untuk selalu berbuat kebaikan.
Salah satu diantara ketiga peserta didik tersebut juga mengaku menghormati kedua orang tuanya dengan bertutur kata yang lemah lembut terhadap kedua orang tuanya.60
4) Akhlak Kepada Guru
Akhlak kepada guru di SDIT Al Hikmah 2 (dua) Depok meliputi, mengucap salam dan menyapa ketika berjumpa guru,
60 Nurul Syifa Aulia (Peseta Didik Kelas IV), Wawancara 23 April 2023
67
mencium tangan guru ketika salam, sopan terhadap guru, hormat terhadap guru serta melaksanakan apa yang diarahkan oleh guru.
Dari hasil observasi yang telah dilakukan penulis, akhlak tersebut diatas dilaksanakan peserta didik dalam kesehariannya dilingkungan sekolah.
5) Akhlak Kepada Teman
Akhlak kepada sesama teman meliputi, tolong menolong dan saling menghargai. Nurul Syifa Aulia mengaku ia selalu memberi bantuan kepada temannya jika mereka membutuhkan bantuan darinya, seperti meminjamkan uang jajan dan meminjamkan pulpen ketika belajar.61 Sedangkan Zamzami AlMuzaid mengaku ia jarang membully kawannya. Jika ada teman yang saling membully ia selalu melarang dan memberi penegrtian kepada temannya tersebut.62
Dilingkungan sekolah peserta didik juga dihimbau untuk naik berdasarkan tangga laki-laki dan tangga perempuan. Hal ini bertujuan untuk menghindari terjadinya bentrok antara peserta didik laki-laki dan perempuan. Dari hasil observasi yang telah dilakukan peneliti bahwa peraturan ini berjalan aktif meskipun masih ada beberapa peserta didik yang melanggar peraturan tersebut.
6) Penanganan Peserta didik Yang Melanggar Peraturan
61 Nurul Syifa Aulia (Peseta Didik Kelas IV), Wawancara 23 April 2023
62 Zamzami AlMuzaid (Peserta didik kelas II), Wawancara 23 April 2023
68
Mengenai penangan peserta didik yang bermasalah, peneliti melakukan wawancara kepada guru Kelas, beliau mengungkapkan bahwa dalam hal menangani peserta didik yang bermasalah yaitu dengan memberi hukuman sesuai dengan peraturan yang dibuat sekolah, kemudian proses selanjutnya bisa juga sampai kepada memanggil peserta didik secara pribadi, jika tidak berhasil panggilan orang tua dan scoresing.63
Bagi peserta didik yang melakukan pelanggaran akan diberikan sanksi sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan. Bagi peserta didik yang melakukan pelanggaran masih dalam batas biasa hanya diberi teguran oleh guru.
2. Faktor yang mempengaruhi dalam membina akhlak peserta didik di SDIT Al