PENDAHULUAN
Latar Belakang
Pembatasan Masalah
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Sistematika Penulisan
LANDASAN TEORITIS DAN KERANGKA KONSEPTUAL
Landasan Teoritis
- Peran Guru Pendidikan Agama Islam
- Pembinaan Akhlak Mulia
Secara etimologis, dalam literatur pendidikan Islam, guru biasa disebut ustadz, mu`alim, muhaf, murshid, mudarris dan mu`addib, artinya orang yang memberikan ilmu dengan tujuan mendidik dan mengembangkan akhlak peserta didik. mereka menjadi orang yang berkepribadian baik.5. Berdasarkan berbagai pengertian guru di atas, maka dapat disimpulkan bahwa guru adalah orang yang memberikan pendidikan atau ilmu pengetahuan kepada peserta didik agar peserta didik mampu memahami dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Mengajarkan kepada siswa pesan-pesan normatif yang terkandung dalam kitab suci Al-Qur'an.
Untuk mengisi tangan siswa dengan satu atau lebih keterampilan yang dapat digunakan sebagai bekal hidupnya. Sebagai pemimpin (anggota dewan), yang memimpin, mengendalikan dirinya, peserta didik dan masyarakat yang terlibat dalam berbagai permasalahan yang memerlukan upaya terarah. Misalnya saja guru dapat memberikan informasi tentang bakat, minat dan kemampuan siswa kepada orang tua siswa.
Orang tua dan guru yang biasanya memberikan contoh perilaku yang baik biasanya akan ditiru oleh anak dan siswanya dalam mengembangkan pola perilakunya sendiri. Pada hakikatnya setiap penerapan pendidikan agama Islam tentu mempunyai faktor pendukung dan penghambat khususnya guru PAI dalam mengembangkan akhlak siswa.
Kerangka Konseptual
Sedangkan menurut Dadang Hawari, keluarga disfungsional ditandai dengan ciri-ciri sebagai berikut: kematian salah satu atau kedua orang tua, kedua orang tua berpisah atau bercerai, buruknya hubungan antar orang tua, buruknya hubungan antara orang tua dan anak, suasana keluarga yang tegang dan tanpa kehangatan, orang tua . sibuk dan jarang di rumah, salah satu atau kedua orang tuanya mempunyai gangguan kepribadian atau gangguan jiwa. Pengaruh negatif, apabila anggota kelompoknya mempunyai sikap dan perilaku yang positif, atau mempunyai akhlak yang mulia. Sedangkan negatif apabila anggota kelompoknya berperilaku menyimpang, tidak sopan, atau berakhlak buruk.
Akhlak merupakan suatu sifat yang sangat mulia dan agung yang harus dimiliki oleh siswa, maka penanaman akhlak terpuji harus dimulai sedini mungkin, karena ketika akhlak yang baik telah merasuki seseorang maka akan menjadi suatu kebiasaan dan akan timbul berbagai macam amal shaleh. dengan cara ini.spontan tanpa berpikir. Keberhasilan pembentukan akhlak Islami siswa tentunya tidak lepas dari pendidikan guru, sehingga guru memang mempunyai peranan dalam membentuk akhlak siswa sehingga guru dituntut untuk memahami dan mengakui perannya sebagai guru. Peran guru tidak hanya sekedar mentransmisikan ilmu atau tidak sekedar menyampaikan ilmu saja, tetapi juga mendidik atau membentuk kepribadian dan akhlak peserta didik.
Penelitian yang Relevan
Hasil kajian ini menunjukkan bahawa usaha yang dilakukan oleh guru pendidikan agama Islam dalam membina akhlak pelajar di SMP Negeri I Daerah Bandungan. Daripada beberapa kajian terdahulu penulis di atas telah menunjukkan bahawa pembangunan akhlak mulia dilakukan dengan pelbagai kaedah pembinaan akhlak. Daripada tiga hasil penyelidikan yang dipaparkan di atas, hanya seorang yang memeriksa pelajar sekolah menengah.
Hal inilah yang menjadi salah satu daya tarik peneliti untuk melakukan penelitian di SDIT Al Hikmah 2 (dua) Depok.
METODOLOGI PENELITIAN
- Pendekatan dan Jenis Penelitian
- Tempat dan Waktu Penelitian
- Subjek dan Objek Penelitian
- Langkah-Langkah Penelitian
- Sumber Data
- Teknik pengumpulan data
- Analisis Data
- Pemeriksaan Atau Pengecekan Keabsahan Data
Sasaran penelitian ini adalah guru pendidikan agama Islam, kepala sekolah dan siswa SDIT Al Hikmah 2 (dua) Depok. Kedua, pembinaan akhlak bagi siswa SDIT Al Hikmah 2 (dua) Depok yang meliputi kegiatan dan tempat yang berkaitan dengan pembinaan akhlak. Tujuan wawancara adalah untuk mengetahui apa peran guru PAI dalam mengembangkan akhlak mulia siswa, apa saja akhlak siswa dan faktor apa saja yang mendukung dan menghambat pengembangan akhlak siswa di SDIT Al Hikmah 2 (dua) depok.
Peran guru pendidikan agama islam dalam mengembangkan akhlak mulia peserta didik di SDIT Al Hikmah 2 (dua) depok. Sebab yang paling mempunyai pengaruh dalam menanamkan akhlak yang baik pada peserta didik adalah guru pendidikan agama Islam. Metode pembiasaan juga digunakan oleh guru PAI untuk mendidik siswanya akhlak mulia.
Siswa yang melakukan pelanggaran akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan moral siswa di SDIT Al Hikmah 2 (dua) Depok Hikmah 2 (dua) Depok. Kerja sama dalam menjamin perkembangan moral siswa sangatlah penting dalam suatu institusi sekolah.
Latar belakang siswa juga menjadi salah satu faktor penghambat terwujudnya perkembangan moral pada siswa. Hal ini terlihat dari berbagai partisipasi guru PAI&BP yang tujuannya untuk mengembangkan moral siswa. Pedoman wawancara ini digunakan untuk memperoleh data dan informasi dari narasumber penelitian untuk menulis skripsi yang berjudul “Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Mempromosikan Akhlak Siswa di SDIT Al Hikmah 2 (Dua).
Di sekolah ini fasilitasnya menunjang pengembangan akhlak mulia pada seluruh siswa pak.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Gambaran Umum SDIT Al Hikmah 2 (dua) Depok
- Sejarah Singkat tentang Kondisi Sekolah
- Identitas Sekolah
- Visi dan Misi Sekolah
- Sarana dan Prasarana
- Data Guru Dan Karyawan
- Data Peserta Didik
Yayasan Al Hikmah merupakan yayasan yang bergerak dalam bidang pendidikan mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah, yang berupaya mengintegrasikan seluruh aspek yang akan menunjang tercapainya tujuan serta membekali berbagai kemampuan dasar yang utuh dan menyeluruh baik secara agama maupun dalam suatu kurikulum jika pengintegrasian mencakup berbagai aspek dan Yayasan Al Hikmah yang berlokasi di Jl.H.Muhidin No.14 Cipayung Depok, ini didirikan untuk membantu pemerintah mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan dakwah Islam. Terwujudnya peserta didik yang bertaqwa, mandiri dan berwawasan ilmu pengetahuan dan teknologi… bercita-cita menjadi teladan bagi seluruh warga sekolah. Meja perpustakaan : 2 unit, asal i) Rak buku perpustakaan : 3 unit, asal kepemilikan j) Katalog Rak Buku : 1 unit, asal kepemilikan k) Kursi tamu : 1 unit, asal kepemilikan 5.
Deskripsi Hasil Temuan Penelitian
- Peran Guru PAI dalam membina akhlak mulia peserta didik di SDIT
- Faktor yang mempengaruhi dalam membina akhlak peserta didik di
Dalam hal ini dalam rangka pembinaan akhlak mulia pada diri siswa, guru PAI mengkreasikan upaya atau tindakannya sendiri untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan pada diri siswa. Tidak hanya di dalam kelas, guru PAI juga memberikan contoh atau teladan yang baik yang mengarah pada pengembangan moral siswa. Selain harus bersikap sebagaimana guru PAI harus bersikap, guru juga harus mempunyai cara yang berbeda-beda dalam menanamkan moral yang baik pada siswanya.
Ustadzah Latifah Syahlini juga mengungkapkan jika menemukan santri yang akhlaknya buruk, ia akan memberikan arahan, nasehat dan bimbingan.53. Pak Ibnu Hajar menyampaikan bahwa “Yang pertama akhlak terhadap Allah SWT yang paling utama yaitu dengan mengenalkan ibadah kepada peserta didik. Dan untuk mewujudkan hal tersebut, hal terpenting yang harus dilakukan adalah dengan menanamkan ibadah yang baik pada diri siswa.
Ketiga siswa yang diwawancarai peneliti mengaku menerapkan ketiga sikap tersebut di atas. Dari hasil wawancara ketiga siswa yang peneliti wawancarai, mereka mengaku baik kepada orang tuanya dengan berperilaku baik. Berdasarkan hasil observasi penulis, akhlak di atas diterapkan oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah.
Di lingkungan sekolah, siswa juga didorong untuk naik jenjang laki-laki dan perempuan. Dari hasil observasi yang dilakukan peneliti, peraturan ini aktif ditegakkan walaupun masih ada sebagian siswa yang melanggar peraturan ini. Siswa yang melakukan pelanggaran dalam batas kewajaran hanya akan diberikan teguran oleh guru.
Beliau memuji siswa yang datang tepat waktu ketika mengetahui ada beberapa siswanya yang terlambat masuk kelas.72.
Pembahasan Hasil Penelituan
Sesuai dengan kompetensi yang harus dimiliki oleh setiap guru yaitu mempunyai akhlak mulia dan menjadi teladan, yang meliputi bertindak sesuai norma agama (imtaq, jujur, ikhlas, suka menolong) dan perilaku yang ditiru siswa. Hal ini terlihat dari keseharian siswa yang menjalankan tugasnya sesuai dengan peraturan yang diwajibkan oleh madrasah. Namun tidak menutup kemungkinan masih terdapat siswa yang sering melanggar peraturan dan melakukan perbuatan tercela atau akhlak yang buruk.
Peran guru pendidikan agama Islam dalam pembinaan akhlak peserta didik di SDIT Al Hikmah 2 (dua) Depok sudah berperan aktif. Hal ini terlihat dari upaya, petunjuk dan kebiasaan yang dilakukan oleh guru pendidikan agama Islam. Selain itu guru pendidikan agama Islam juga memberikan petunjuk, bimbingan dan nasehat kepada peserta didik agar senantiasa berbuat baik dan berakhlak terpuji.
Metode yang digunakan guru dalam pendidikan agama Islam dalam mengembangkan akhlak siswa adalah metode keteladanan, keteladanan, nasehat, pembiasaan dan hukuman. Selain itu kegiatan di madrasah juga mempunyai pengaruh yang sangat baik terhadap perkembangan akhlak peserta didik. Akhlak apa yang diajarkan kepada siswa di sekolah ini pak, dan upaya apa yang dilakukan pihak sekolah untuk mengembangkan akhlak mulia pada siswa tersebut pak?
Upaya atau evaluasi apa yang dilakukan pihak sekolah terhadap para pelaku pengembangan akhlak mulia di sekolah ini, agar hasil yang dilakukan dalam pengembangan akhlak mulia peserta didik dapat terlaksana dengan baik? Sejak menjadi guru PAI, apa saja yang anda tanamkan atau perkenalkan kepada siswa anda dan cara apa saja yang anda terapkan untuk menanamkan akhlak mulia tersebut? Apakah siswa-siswi di sekolah ini sudah mempunyai perkembangan yang baik dalam menerapkan nilai-nilai akhlak mulia yang baik dalam kehidupan sehari-hari?
Anda adalah seorang guru PAI yang misi utamanya adalah menanamkan akhlak mulia yang baik pada anak.
PENUTUP
Kesimpulan
Guru pendidikan agama Islam berperan aktif sebagai teladan bagi peserta didik dengan menampilkan perilaku yang baik, tutur kata yang baik, berpakaian rapi, jujur, hormat dan tegas dalam segala hal. Guru pendidikan agama Islam juga berperan aktif dalam mengajak peserta didik untuk berbuat kebaikan, seperti shalat berjamaah, menunaikan shalat Dhuha, dan berbuat kebaikan lainnya yang berkaitan dengan akhlak terpuji. Mengenai semangat juang siswa di SDIT Al Hikmah 2 (dua) Depok, dari hasil wawancara, observasi dan dokumentasi yang telah penulis lakukan.
Siswa juga menunjukkan akhlak yang baik dengan menyapa guru ketika bertemu dengan guru, membantu orang yang membutuhkan, membuang sampah pada tempatnya, dll. Faktor pendukung dalam pengembangan akhlak siswa adalah keteladanan guru, orang tua, fasilitas madrasah, harga dan kerjasama antar madrasah. staf.
Saran