BAB IV PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. SARAN
a. Transportasi Darat
Akses jalan menuju lokasi kawasan wisata dalam bentuk jalan beraspal dengan kondisi cukup baik . adapun akses jalan dalam kawasan wisata terdapat jalan utama yang terbagi atas dua jalur yaitu kiri dan kanan.
b. Transportasi Laut
Prasarana transportasi laut yang ada dikawasan Tanjung Bira adalah pelabuhan menuju selayar dengan kondisi cukup baik dan jadwal pelayaran yang teratur. Sementara pengelolaan prasarana transportasi laut menuju pulau liukang belum maksimal.
2. Perparkiran dan terminal a. Perparkiran
Sistem perparkiran dalam kawasan Tanjung Bira saat ini masih belum optimaln dalam hal penempatan lahan dan lokasi perparkiran kendaraan pengunjung kebanyakan parkir di sepanjang jalan utama dan disamping bangunan villa/hotel sehingga pada musim kunjungan wisata pada hari-hari tertentu (lebaran, tahun baru,
hari libur, dll) menyebabkan kepadatan diruas jalan tersebut sehingga mengganggu pengguna jalan tersebut. Namun saat ini pemerintah tengah mengupayakan pembangunan area parkir yang strategis agar kendaraan pengunjung lebih tertata dan rapi
b. Terminal
Adapun terminal kendaraan yang melayani angkutan umum dan menuju kawasan Tanjung Bira belum tersedia. Namun bagi wisatawan local maupun mancanegara yang ingin menggunakan jasa penjemputan, tersedia begitu banyak jasa penyewaan kendaraan yang mengantarkan wisatawan kedestinasi yang diinginkan.
3. Jaringan Listrik
Sumber utama energi listrik dikawasan Tanjung Bira berasal dari PLN yang telah menjangkau hampir sebagian besar perumahan, villa,hotel dan conttage.
4. Fasilitas air bersih
5. Sarana air bersih menjadi hal yang sangat pokok dalam menunjang perkembangan objek wisata. Jaringan air bersih pada kawasan wisata Tanjung Bira saat ini sudah tersedia dengan menggunakan jaringan air dari PDAM.
Namun air dari PDAM belum maksimal untuk memenuhi kebutuhan air bersih.
Untuk memenuhi kebutuhan air bersih para penduduk sempat membeli air bersih dari luar kawasan.
6. Akses komunikasi
Sistem komunikasi dengan jaringan telepon pada kawasan wisata Tanjung Bira sudah terpasang dan juga akses telekomunikasi ckup mudah dengan dibangunnya tower pemancar sinyal komunikasi dikawasan tersebut. Jaringan akses internetpun telah tersedia dengan kekuatan sinyal yang kuat.
7. Fasilitas kesehatan.
Fasilitas kesehatan berupa puskesmas sudah ada di kawasan wisata Tanjung Bira, namun belum terlalu di fungsikan. Adapun puskesmas lain terdekat terletak di kecamatan bontobahari dengan jarak sekitar 15 km dari kawasan wisata Tanjung Bira.
8. Sistem keamanan dan penyelamatan
Sistem keamanan dalam kawasan wisata Tanjung Bira saat ini dilayani oleh pihak kepolisian yang biasanya ditempatkan pada area pintu gerbang masuk.
Sedangkan sistem pengamanan pantai dan penyelamatan dari bahaya tenggelam belum ada.
B. Peran humas DinasPariwisata dalam mengembangkan Pariwisata di
a.
Komunikator individual atau perseoranganYaitu komunikator yang bertindak atas nama dirinya sendiri, tidak mewakili orang lain, lembaga, organisasi atau institusi. Komunikator jenis ini dapat berupa individu yang sedang berbicara, menulis, menyampaikan informasi dan lain- lain. Seperti yang di ungkapkan oleh Widyawati selaku Kasi Sarana dan Pengembangan Promosi dan Pemasaran DinasPariwisata Bulukumba di bawah ini:
“Iya, dalam hal ini peran humas sebagai komunikator individual atau perseorangan yaitu sebagai seorang humas atau juru bicara kita menyampaikan aspirasi masyarakat tentang bagaimana proses pengembangan Pariwisata yang ada diKabupaten Bulukumba, aspirasi masyarakat tersebut diharapkan dapat menjadi masukan bagi para pimpinan nantinya atau pemerintah Kabupaten Bulukumba“.(wawancara pada tanggal 12 Februari 2021)
Berdasarkan wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa humas sebagai komunikator individual yaitu sebagai seorang yang berperan sebagai juru bicara yang bertujuan untuk menyampaikan aspirasi rakyat tentang proses pengembangan sektor Pariwisata di Kabupaten Bulukumba, sekaligus memberikan masukan terhadap para pemerintah untuk lebih memperhatikan sektor Pariwisata di masa yang akandatang dan masa jabatan selanjutnya.
Hal tersebut saling berkaitan karena peran kita sebagai komunikator individual atau perseorangan tidak hanya menyampaikan pesan kepada masyarakat tetapi juga memberikan tanggapan, mencarikan solusi dan sebagai penyambung hubungan dengan masyarakat sebagaimana yang di sampaikan oleh bapak Darmawan selaku kasi bidang promosi yaitu:
“Peran kita sebagai komunikator perseorangan adalah sebagai
penyambung hubungan antara masyarakat dengan pemerintah yaitu
melakukan hubungan timbal balik antara pemerintah dengan
masyarakat umum, hal tersebut memperjelas suatu kegiatan baik
dalam kegiatan promosi Pariwisata maupun dalam membangun citra
di masyarakat”. ( wawancara pada tanggal 12 Februari 2021).
Berdasarkan hasil wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa seorang komunikator individual memiliki peran sebagai penyambung hubungan antara pemerintah dengan masyarakat umum dalam hal ini yaitu memberikan efek timbal balik antara pemerintah dengan masyarakat umum, selain itu juga memberikan penjelasan bahwa seorang komunikator individual atau perseorang mampu memperjelas suatu kegiatan yang diadakan oleh DinasPariwisata terutama yang berkaitan dengan promosi dan pengembangan Pariwisata di Kabupaten Bulukumba.
b.
Komunikator yang mewakili lembaga (institunationalized person)Yaitu komunikator yang menjalangkan fungsinya sebagai wakil atau yang mewakili kelompok orang organisasi komunikasi. Humas di DinasPariwisataKabupaten Bulukumba berperan penting dalam memberikan informasi-informasi seputar perkembangan industri Pariwisata saat ini. Seperti yang di ungkapkan oleh Widyawati selaku Kasi Sarana dan Pengembangan Promosi dan Pemasaran DinasPariwisata Bulukumba di bawah ini:
“Sebagai komunikator peran kami DinasPariwisatadalam mengembangkan sarana dan prasarana tempat-tempat wisata yang ada didaerah bulukumba. Setelah itu kami melakukan promosi untuk memperkenalkan kepada masyarakat luas sehingga mendatangkan wisatawan baik tingkat lokal maupun mancanegara“ (hasil wawancara pada tanggal 16 Januari 2021)
Hasil wawancara diatas menjelaskan bahwa peran humas sebagai komunikator atau penghubung melakukan pengembangan sarana dan prasarana serta melakukan promosi wisata untuk meningkatkan jumlah pengunjung wisata baik lokal maupun mancanegara. Sebagai seorang komunikator wujud strategi yang dilakukan dalam pengembangan Pariwisata adalah memproriotaskan sumber daya buatan manusia yang mutlak dibutuhkan oleh wisatawan dalam perjalananya melakukan wisata, memenuhi kelengkapan daerah tujuan wisata terutama yang
berkaitan dengan kebutuhan wisata dalam menikmati perjalanannya wisatanya.
Pengembangan sarana dan prasarana Pariwisata diperlukan koorDinasi antara instansi terkait bersama intansi Pariwisata diberbagai tingkat, dengan adanya dukungan instansi terkait dalam pembangunan sarana dan prasarana sangat dibutuhkan dalam pengembangan Pariwisata di daerah,. KoorDinasi ditingkat perencanaan yang dilanjutkan dengan koorDinasi tingkat pelaksanaan merupakan modal utama suksesnya pembangunan pengembangan sarana dan prasarana di Kabupaten Bulukumba terutama untuk wisata Pantai Tanjung Bira yaitu dengan menyediakan fasilitas umum seperti didirikannya mushollah, lahan parkir, tersedianya rumah makan dan yang paling penting yaitu tersedianya penginapan untuk memudahkan wisatawan untuk nginap.
Sebagaimana diketahui bahwa promosi wisata tersebut sangat berperan penting dalam mengembangkan destinasi Pariwisata yang ada di daerah bulukumba.
Hal tersebut sangat berperan penting, karena adanya pembinaan tata kelola destinasi dan bagaimana menghadapi wisatawan serta meningkatkan sumber daya manusia terutama bagi pelaku usaha Pariwisatasetelah itu dipromosikan dengan target peningkatan kunjungan wisatawan, sebagai seorang komunikator dalam mengembangkan sebuah wisata untuk banyak dikenal masyarakat maka di perlukan adanya promosi Pariwisata karena dinilai sebagai salah satu yang sangat ampuh untuk dilakukan mengingat banyaknya pesaing yang ada. Dengan adanya promosi maka wisatawan akan tahu bahwa wisata Pantai Tanjung Bira merupakan wisata yang banyak diminati masyarakat untuk menghabiskan masa liburannya. Salah satu bentuk wujud dari strategi promosi yang dilakukan oleh DinasPariwisata kepada wisatawan yaitu melakukan promosi keberbagai media elektronik dan juga media online. Hal ini dikarenakan media massa mempunyai pengaruh yang cukup kuat bagi
sasaran khususnya wisatawan seperti promosi di media instagram dan facebook , DinasPariwisata juga melakukan penyuluhan dan sosialisasi bagi para pelaku usaha, menggerlar berbagai event berskala internasional yaitu dengan menggelar Festival phinisi yang merupakan event tahunan yang ada diKabupaten Bulukumba dan juga menjadi bagian dari 100 wonderful events kementrian Pariwisata. Melalui event phinisi tersebut phinis berhasil asuk sebagai warisan budaya tak benda oleh unesco
Gambar. 4.3. penyuluhan DinasPariwisata kepada pelaku wisata
Sumber: Dokumentasi peneliti
Sebagai mana yang dijelaskan oleh ibu Nur Hikma kasi bidang promosi dan pemasaran sebagai berikut.
“Terlepas dari itu sumber daya manusia juga harus kita bina,
bagaimana tata kelola destinasi dan bagaimana menghadapi
wisatawan itu harus kita bina, terus disisi lain pelaku Pariwisata kita
harus tingkatkan sumber daya manusianya jadi saling terkoneksi
bukan hanya dari pihak promosi tetapi dari segi SDM dan
Pembinaan pelaku usaha Pariwisata. Tapi promosi itu sebenarnya
berperang penting sekali dalam peningkatan wisatawan tetapi dari
bidang promosi juga banyak dibantu oleh adik-adik dari
GEMPI,HPI, dan MASATA (masyarakat sadar wisata). Jadi ini
semua yang membantu bidang promosi terkait pemasaran objek
wisata yang sudah ada” (Hasil wawancara pada tanggal 16 Februari
2021).
Berdasarkan hasil wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa dalam melakukan promosi Pariwisata terlebih dahulu yaitu melakukan pembinaan tata kelola Pariwisata, adapun wujud pembinaan tata kelola wisata ditanjung bira yaitu dengan melakukan kerjasama dengan komunitas masyarakat peduli wisata yang dibentuk demi terwujudnya lingkungan dan suasana yang kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya kegiatan kePariwisataan di sekitar destinasi Pariwisata. Melakukan pembinaan bagaimana menghadapi wisatawan, dalam menghadapi wisatawan memerlukan strategi yaitu meningkatkan media sosial untuk mempromosikan destinasi yang indah dan menarik dengan menyediakan fasilitas wifi dan akses internet gratis di tempat penginapan yang disediakan oleh pengelolah wisata tanjung bira sehingga memudahkan wisatawan untuk meng-upload foto tempat wisata sehingga menjadi ajang promosi yang efektif. Serta meningkatkan sumber daya manusia terutama bagi pelaku usaha paariwisata. Terlepas dari promosi wisata, mereka juga harus meningkatkan SDM dan juga harus membina dalam menghadapi wisatawan sebab promosi wisata tersebut sangat berperan penting dalam peningkatan wisatawan. Starategi dalam meningkatkan SDM pelaku usaha yaitu peningkatan SDM pelaku usaha dengan memberikan tenaga kerja yang bekerja pada penginapan/mes milik pemda yang di kelolah oleh DinasPariwisataKabupaten Bulukumba, pemberdayaan masyarakat dengan memberikan penyuluhan berupa penyuluhan dan bimbingan kelompok sadar wisata.
Sebagaimana yang di ungkapkan oeh darmawan selaku staff dari bidang promosi sebagai berikut:
“Setelah itu kami melakukan promosi utuk memperkenalkan
masyarakat luas, dari masyarakat luas untuk mendatangkan
wisatawan baik dari tingkat lokal maupun mancanegara. Karena
masyarakat luar masih banyak yang belum mengetahui spot-spot
wisata yang ada di Kabupaten Bulukumba terutama spot yang baru di bentuk sehingga promosi itu sangat penting di lakukan”
(hasil wawancara pada tanggal 16 Februari 2021)
Berdasarkan hasil wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa promosi sangat berpengaruh terhadap wisata yang ada di Kabupaten Bulukumba untuk memperkenalkan beberapa destinasi wisata yang baru yang belum banyak di ketahui oleh public, sehingga melakukan promosi sangat penting.
Promosi Pariwisata merupakan komunikasi dalam pemasaran wisata.
Dalam suatu objek wisata atau destinasi wisata, promosiwajib dilakukan secara baik dan berkesinambungan. Promosi Pariwisata yang diadakan adalah untuk memberitahukan, membujuk, atau meningkatkan konsumen atau wisatawan supaya wisatawan yang bersangkutan mempunyai keinginan untuk datang berkunjung kedaerah yang dipromosikan. Oleh karena itu promosi harus dilakukan melalui media komunikasi yang efektif, sebab orang-orang yang menjadi sasaran promosi yaitu kombinasi yang optimal dan pemilihan berbagai jenis kegiatan promosi yang paling efektif dalam meningkatkan penjualan.
Peran humas DinasPariwisata dalam mempromosikan objek wisata yanga ada di Kabupaten Bulukumba melakukan dengan fungsinya sebagai pengelola manajemen komunikasi organisasi dengan publiknya, merupakan hal yang sangat penting dalam mendukung organisasi guna mendapatkan dukungan dari publiknya untuk mencapai tujuan organisasi dalam mempromosikan objek wisata.
Tujuan dan target lembaga atau organisasi dapat dicapai bila pengelolaan manajemen komunikasi dengan publiknya berjalan sesuai rencana. Komunikasi ini paling penting bagi kelancaraannya operasional seluruh sistem organisasi. Dalam hal ini DinasPariwisata menggunakan strategi untuk melakukan promosi untuk menarik minat wisatawan baik local maupun mancanegara. Sebagaimana yang di ungkapkan
oleh Nur Hikma selaku staff bidang promosi stategi komunikasi yang digunakan Dinas pariwisisata dalam melakukan promosi antara lain :
“Kami menggunakan strategi dalam melakukan promosi yaitu adalah dengan melakukan kerjasama dengan komunitas atau lembaga lembaga yang berkaitan dengan wisata seperti komunitas GENPI, HPI, PESONA INDONESIA, MASATA DAN POKDARWIS,yang sudah dibentuk di beberapa desa dan kecamatan. Disamping itu juga kita memperbanyak kegiatan event wisata yang tujuannya untuk meningkatkan kunjungan, yaitu mengembangkan Pariwisata melalui event yang menampilkan budaya-budaya yang ada di Kabupaten Bulukumba dengan memperkenalkan kuliner khas daerah bulukumba dengan tetap menjaga budaya leluhur di tengah modernisasi seperti suku kajang ammatoa dimana banyak wisatawan serta ilmuan yang tertarik melakukan riset terhadap suku kajang. “
(hasil wawancara pada tanggal 16 Februari 2021)
Berdasarkan hasil wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa dalam melakukan promosi di butuhkan strategi promosi dimana sangat mempengaruhi banyak jumlah wisatawan yang datang ke wisata terebut. Dengan melakukan kerjasama dengan organisasi atau komunitas antara lain:
a. Genpi merupakan singkatan dari Generasi Pesona Indonesia yang komunitas ini terdiri dari para masyarakata/ pemuda/ netizen yang memiliki keterkaitan terhadap bidang Pariwisata. Genpi bersifat relawan, komunitas genpi terdiri dari banyak netizen yang hobi bermedia sosial, dalam dunia offline maupun juga mereka yang aktif dalam dunia traveling, fotografi, videografi dan menulis.
Dalam hal ini kontribusi genpi terhadap DinasPariwisata yaitu membantu dalam hal promosi Pariwisata daerah, seperti destinasi wisata yang ada di Kabupaten Bulukumba, budaya yang ada , kuliner khas bulukumba, info akomodasi dan informasi transportasi.
b. Hpi adalah Himpunan Pramuwisata Indonesia yang merupakan wadah bagi seluruh pramuwisata yang berada di indonesia. Pramuwisata memiliki tugas utama yaitu memasarkan/ menjual potensi dan daya tarik wisata di wilayah agar dikenal dan menjadi rujukan kunjungan wisata yang tertarik pada kawasan wisata tersebut. Hpi bertujuan menghimpun, mempersatukan, meningkatkan dan membina pramuwisata indonesia agar lebih berdaya dan berhasil guna kesajahteraan dan kehidupan diabadikan kelestarian Pariwisata indonesia.
Kontribusi hpi terhadap DinasPariwisata yaitu meningkatkan kerjasama saling membantu untuk melayani para wisata/ turis mancanegara yang datang ke indonesia untuk berlibur/berwisata.
c. Pesona Indonesia atau biasa disebut sebagai Wonderful Indonesia adalah janji parwisata kepada dunia yang mengandung janji bahwa indonesia kaya akan segala aspek baik manusia maupun alamnya. Pesona indonesia merupakan upaya melakukan promosi wisata secara digital sebagai salah satu strategi pemasaran dan pengembangan Pariwisata. Ketika sebuah informasi menjadi tranding topic di media sosial, informasi ini dengan cepat tersebar keseluruh daerah yang tentunya akan berdampak pada promosi destinasi wisata tersebut, maka jumlah wisatawan pun akan meningkat. Kontribusi pesona indonesia dengan DinasPariwisata yaitu melakukan promosi dengan menggunakan media sosial dimana media sosial yang menjadi media yang paling ampuh dalam melakukan promosi karena sangat berpengaruh terhadap dalam menciptakan sebuah kerumunan massa untuk bergerak datang kesebuah destinasi didalam pergerakannya berkolaborasi dengan beberapa element seperti akademisi, komunitas, pemerintah dan media.
d. Masata adalah singkatan dari Masyarakat Sadar Wisata yaitu sebuah organisasi non profit yang memiliki visi untuk menjadikan masyarakat indonesia mensyukuri nikmat tuhan yang menganugrahkan kekayaan alam yang indah dengan menjadikan industri Pariwisata sebagai bagian bagian yang bermakna.
Dalam kehidupan sehari-hari bagi pemerintah,sektor swasta dan masyarakat indonesia. Masata berharap agar kePariwisataan mampu menjamin keterpaduan antara sektor, antara aktor dan antara daerah selaku pemangku kepentingan dalam bersinegritas dan berkolaborasi antara pihak yang menjaga keharmonisan hiubungan pusat dengan daerah yang memiliki destinasi wisata mandiri.
Keterkaitan masta dengan DinasPariwisata yaitu ikut serta dalam mengembangkan Pariwisata dan juga ikut andil dalam mendorong bertumbuhnya pendapatan ekonomi desa yang mendorong terciptanya desa wisata.
e. Pokdarwis adalah kelompok sadar wisata yang merupakan salah satu komponen dalam masyarakat yang memiliki peran dan kontribusi penting dalam pengembangan kePariwisataan di daerahnya. Keberadaan pokdarwis tersebut perlu didukung dan dibina sehingga dapat berperan lebih efektif dalam turut menggerakkan partisipasi masyarakat untuk mewujudkan lingkungan dan suasana yang kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya kegiatan kePariwisataan disekitar destinasi Pariwisata. Keterkaitan antara pokdarwis dengan Dinas parwisata yaitu pokdarwis ikut serta dalam mengembangkan sektor Pariwisata di tanjung bira agar giat melakukan promosi destinasi wisata yang bekerjasama dengan generasi pesona indonesia(genpi).
Mengadakan event-event untuk meningkatkan jumlah kujungan wisatawan seperti pada festival phinisi yang merupakan kegiatan rutin tahunan yang diadakan di Kabupaten Bulukumba yang bekerjasama dengan pesona indonesia,
event-event yang ditampilkan juga beraneka ragam seperti trip leppeyaitu kegiatan berlayar yang diikuti oleh perahu phinisi dan perahu layar lainnya yang dilepas di pelabuhan leppe bulukumba dan finish di tanjung Bira yang mengangkat nilai sejarah dan kearifan lokal, juga dirangkaikan dengan lomba memancing ikan berkelompok dimana ikan yang boleh di pancing yaitu ikan yang tidak dilindungi seperti ikan hiu dan napoleon yang dimana pemenangnya ditentukan dari berat ikan yang di dapat.
Selain itu juga ada peluncuran perahu phinisi yaitu ritual anyorong lopi dilokasi pembuatan perahu phinisi dai kecamatan bontobahari Kabupaten Bulukumba. Selain itu juga ditampilkan ritual adat kajang yaitu addingingi kampong, attunu panroli dan tari pabbitte passapu serta demonstrasi tenung kajang yang dilaksanakan di kawasan adat ammatoa yang di harapkan dapat menambah jumlah kunjungan wisatan baik itu lokal maupun domestik. Selain dari itu juga digelar beberapa rangkaian acara seperti gowes hutan karet, jelajah hutan karet (off-road), bira sunset run, tourism trail adventure, bira folding bike, senandung kopi kahayya, karnaval budaya kajang dan festival budaya kajang.
Gambar. 4.4. trip Leppe’e dan penyerahan pancing dalam event pestival phinisi
Sumber: Dokumentasi DinasPariwisata Kabupaten Bulukumba
Gambar. 4.5. Proses Anyorong Lopi
Sumber : Dokumentasi DinasPariwisata Kabupaten Bulukumba
Gambar . 4.6. Tari Pabitte ritual suku Kajang Dalam Festival Phinisi
Sumber : Dokumentasi DinasPariwisata Kabupaten Bulukumba
Dalam event ini juga di hadiri oleh kepala DinasPariwisata muh. Ali saleng, juga di hadiri oleh mantan gubernur sahrul yasin limpo, bapak bupati Bulukumba dan juga turut hadir pimpinan dan anggota Dprd Bulukumba, perwakilan dari Kabupaten Maros, Kabupaten Takalar, Kota Madya Makassar dan di padati oleh masyarakat Bulukumba.Serta melakukan kerjasama dengan media hiburan dan informasi untuk menampilkan budaya-budaya yang ada di Kabupaten Bulukumba sehingga dengan adanya event-event tersebut sangat membantu DinasPariwisata dalam melakukan promosi di masyarakat.
Komunikator membantu pemasaran Pariwisata di berbagai element pemasaran, komunikasi berperan baik media komunikasi maupun dikonten komunikasi, tersedia berbagai macam media komunikasi sebagai saluran promos,
destinasi, aksebilitas maupun saluran media SDM dan kelembagaan Pariwisata, tentang apa yang seharusnya disampaikan kepada masyarakat atau wisatawan, tentang apa yang seharusnya mereka ketahui tentang media-media promosi, tentang destinasi, aksebilitas dan SDM serta kelembagaan pariwiwsata. Dalam prespektif modern, komponenen promosi destinasi, aksebilitas-, SDM dan kelembagaan Pariwisata, serta elemen yang ada menjadi kesatuan produk Pariwisata di sebuah destinasi yang dikemas didalam suatu brand destinasi, sehingga destinasi, aksebilitas, pemasaran, SDM dan kelembagaan Pariwisata menjadi kesatuan produk Pariwisata. Komunikasi juga merupakan suatu kegiatan atau aktivitas yang dilakukan setiap hari dengan masyarakat atau lingkungannya. Dan bahkan komunikasi telah menjadi suatu fenomena bagi terbentuknya suatu masyarakat atau komunitas yang terintegrasi oleh informas,dimana masing-masing individu dalam masyarakat itu sendiri saling berbagi informasi untuk mencapai tujuan bersama.
Menurut Rosady Ruslan (2012:26) menjelaskan bahwa peran humas sebagai penghubung organisasi dengan masyarakat (communicator)artinya humas bertindak sebagai perwakilan organisasi dalam melakukan komunikasi dua arah timbal balik (two way reciprocal comminication) dengan publik internal dan eksternal. Pendapat lain menurut Firsan Nova (2011:58) mengatakan bahwa peran humas sebagai teknisi komunikasi artinya humas berperan untuk menyediakan layanan teknis komunikasi. Humas dalam memberikan informasi kepada masyarakat tidak terlepas dari pernyiapan bahan-bahan informasi yang akan di publisihitaskan agar informasi yang akan disampaikan lebih terorganisir . penyampaian bahan informasi humas berkoorDinasi dengan organisasi perangkat daerah, menganalisis berita dari media dan melalui peliputan kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh DinasPariwisataKabupaten Bulukumba.
Humas menggunakan media komunikasi dalam menyebarkan informasi kepada masyarakat menggunakan akun facebook, instagram dan youtube dalam menyampaikan informasi publik kepada masyarakat. Sehingga masyarakat yang mengetahui informasi tidak menyeluruh. Hanya masyarakat pengguna internet yang dapat mengakses informasi yang disebarkan oleh DinasPariwisataKabupaten Bulukumba. Penggunaan media humas memiliki manfaat yang cukup beragam bagi keberhasilan program humas. Media humas sebagai alat bantu atau saluran komunikasi akan mudah diterima oleh masyarakat yang tersebar diberbagai tempat serta luas jangkauannya. Penggunaan media yang efektif untuk mempengaruhi masyarakat serta mampu menghasilkan publisitas tinggi dalam waktu relatif singkat dan bersamaan.
Gambar 4.7. Akun facebook DinasPariwisata Kabupaten Bulukumba