• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peran pemerintah dalam mengurangi pengangguran

BAB III PEMBAHASAN

A. Peran pemerintah dalam mengurangi pengangguran

Transmigrasi Prov.Nusa Tenggara Barat Thn 2016/2019)

Berdasarkan paparan data pada bab sebelumnya tentang pelatihan yang dikembangkan pada Balai Latihan Kerja Mataram, maka selanjutnya peneliti akan membahas dan menganalisis data tersebut dalam bab ini. Sebagaimana disebutkan di bab II, bahwa dalam kaitannya dengan pelatihan yang di kembangkan pada Balai Latihan Kerja Mataram ini, setelah mendengar penuturan atau hasil wawancara dari beberapa responden baik dari kalangan Kepala balai latihan kerja, staf atau pegawai dan instrutkur pelatihan maupun dari peserta pelatihan baik yang masih dalam masa pelatihandanyang sudah lulus dan sekarang sudah bekerja memberikan tanggapan yang tidak jauh berbeda tentang model-model pelatihan yang dikembangkan Balai latihan Kerja Mataram. Tanggapan tersebut tergantung dari backgroud, pendidikan, dan bagian masing-masing dilingkunganBalai Latihan Kerja.

Pelatihan yangberbasis kompetensi ini merupakan sarana dan prasana yang sangat penting dalam pengembangan sumber daya manusia yang baik untuk masa

depan. Pengembangan dibidang pelatihan karyawan menurut Edwin B Flippo merupakan suatu usaha peningkatan Knowledge dan skill seorang karyawan untuk menerapkan aktivitas kerja tertentu.49

Mengingat manusia memiliki aneka ragam potensi, maka proses pendidikan dan pelatihan ini dapat pula diterapkan secara beragam. Dengan pelatihan lembaga pendidikan ataupun organisasi memperoleh masukan yang baik menghadapi tantangan-tantangan manajemenyang terus berkembang dengan memiliki karyawan dapat memenuhi penyelesaian masalah-masalah yang ada.

Dari berbagai wawancara dengan beberapa responden dapat disimpulkan bahwa Peran Balai Latihan Kerja Mataram dalama mengurangi tingkat pengangguran di kota Mataram ini telah berjalan dengan baik, hal ini terlihat dari model-model pelatihan yang dikembangkan di Balai Latihan Kerja Mataram sendiri yang bisa dibilang berjalan cukup baik. Namun, ada beberapa hal yang menjadi kendala dari pihak Balai Latihan Kerja jika ditinjau dari jumlah sumber daya manusia atau instruktur yang ada hanya berjumlah 14 orang yaitu hanya 12 orang instruktur saja yang aktif, dibandingkan dengan tanggung jawab yang diemban oleh masing-masing karyawan. Perlu sekiranya pihakBalai Latihan Kerja menambah personil atau instruktur dan sebagian peralatan bengkel/workshop masih belum memadai sesuai perkembangan iptek, para pegawai Balai Latihan Kerja sendiri cukup kuwalahan, apalagi jika para peserta pelatihan sangat banyak peserta biasanya ini terjadi ketika mulai ajaran baru atau tahun baru. Tentu ini

49Dr.H.Suwanto.M.Si dkk,’’Manajemen SDM dalam organisasi fublic dan bisnis’’,(Bandung: Alfabeta.2011). hal.117

akan menjadi pekerjaan bagi pimpinan dan karwayan sekaligus instruktur Balai Latihan Kerja.

Hal ini dapat dilihat dari program pelatihan unggulan yang dikembangkan di Balai Latihan Kerja sangat membantu masyarakat dan para peserta pelatihan harus memaksimalkan setiap kali pertemuan, entah itu pelatihan komputer, perakntoran, perhotelan, bahas inggris yang sekarang ini menjadi kebutuhan masyarakat dan bisa dibilang kita hidup di era zaman berkembang yang tidak liuput dari teknologi. Ada juga pelatihan bahasa inggris ini sangat dianjurkan oleh instruktur untuk menghafal kosa kata setiap kali pertemuan dan pihak Balai Latihan Kerja sendiri menyelenggrakan acara study tour untuk melatih para peserta basic dalam menggunakan bahasa inggris atau biasanya dikenal dengan bahasa internasional atau dunia. Pelatihan kewirausahaan misalnya setiap kali pertemuan biasanya instruktur dan pihak lembaga memberi praktik dan belajar meninjau berbagai macam wirausaha yang ada di Balai Latihan Kerja ini. Kita tahu banyak sekali bakat atau skill yang dimiliki oleh masing-masing orang, adapun diantaranya wirausaha Roti, Kue atau Jajan Kering yang ada dibuat selama praktik dan masih banyak lagi skill atau kemampuan seseorang.Balai Latihan Kerjameluncurkan kreatif dan inovatifnya dengan membuka pelatihan kewirausahaan yaitu membuka bengkel sepeda motor dan mobil, Las, TPHP, Elektronikadan lain lain.

Dari kalangan Pegawai Balai latihan kerja,alumniatau siswa pealtihan merespon dengan berbagai komentar atau wawancara bahwa model-model yang

dikembangkan di Balai Latihan Kerja sudah sangat berjalan dengan baik dan sesuai dengan harapan. Dan adanya Balai Latihan Kerja ini sangat membantu masyarakat atau meningkatkan sumber daya manusia dengan model-model yang dikembangkan atau diterapkan supaya perekonomian masyarakat bisa lebih baik dan sejahtera kedepannya.

Berdasarkan paparan data pada bab sebelumnya, selanjutnya model atau program-program pelatihan yang berbasis kompetensi yang sub kejurannya 14 sub kejuruan dan yang dikembangkan oleh Balai Latihan Kerja atau peminat yang begitu banyak dan lima sub kejuruanini mempunyai andalan di kala peminat siswa pelatihan yaitu program perkantoran, komputer, bahasa inggris, perhotelan dan kewirausahaan dan lain lainya yang masing-masing mempunyai sub bagian sendiri. Program pelatihan ini dirasakan sudah cukup bagus misalnya pada salah satu program bahasa inggris, melihat dari bahasa inggris adalah sebagai bahasa pemersatu dikancah internasional, sebagai alat komunikasi yang penting di era yang sekarang ini, begitupun dengan tekhnologi dunia komputer, dan selanjutnya adalah dunia usaha yang tidak ada habisnya untuk terus dikembangkan. Sekarang tinggal bagaimana peserta pelatihan ini belajar semaksimal mungkin, sehingga mereka mampu dan unggul terhadap passion mereka untuk masa depannya yang lebih baik.

MELALUI PELATIHAN (Studi Kasus Di Balai Latihan Kerja UPTD Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Prov.Nusa Tenggara Barat Thn 2016/2019)

Berangkat dari paparan data dan teori-teori sebelumnya bahwa Peran Balai Latihan Kerja dalam mengurangi tingkat pengangguran di kota mataram ini dilihat sudah cukup teratasi, hal ini dsibuktikan dengan beberapa lulusan dari Balai Latihan Kerja ini yang sudah mulai bekerja di beberapa instansi bahkan memunyai usaha sendiri. Kemudian para siswa atau siswi yang tadinya tidak ada kegiatan (tidak bekerja) mereka bisa memulai untuk mengasah kemampuan mereka yang sudah mendapatkan ilmu di Balai Latihan Kerja ini dengan memilih bidang program atau model pelatihan sesuai dengan hobi atau Skil dalam bidangnya yang mereka miliki. Dengan ini maka diharapkan pengangguran segera teratasi melalui pelatiha yang berbasis Kompetensi yang ada di Balai Latihan Kerja ini.

Peran penting Balai Latihan Kerja secara umum dapat kita lihat dari perkembangan yang signifikan dalam menciptakan insan-insan yang terampil dan mempunyai mental atau skill yang bagus. Hal ini merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan ekonomi keluarga, sehingga ke depannya pengangguran bisa berkurang bahkan teratasi.

Pengangguran pada dasarnya tidak bisa dihilangkan sepenuhnya, karena bagaimanapun baik dan hebatnya kemampuan suatu bangsa dalam menangani perekonomiannya, tetap saja pengangguran itu ada. Akan tetapi mazhab klasik dengan salah satu teorinya yang terkenal sebagai hukum “Say” dari Jean Baptiste Say yang mengatakan bahwa “Supply creats its own demand” atau penawaran menciptakan permintaannya sendiri menjelaskan bahwa bila ini benar terjadi,

maka pengangguran tidak akan ada, dan bila pun ada tidak akan berlangsung lama, karena akan pulih kembali.50

Pengangguran adalah masalah makro ekonomi yang mempengaruhi manusia secara langsung dan merupakan masalah yang paling berat. Bagi kebnyakan orang, kehilangan pekerjaan berarti penurunan standar kehidupan dan tekanan psikologis.51Melalui Balai Latihan Kerja ini, mempunyai visi dan misi menciptakan sumber daya manusia yang mempunyai daya saing.Menyediakan Fasilitas Pendidikan dan Pelatihan yang berbasi Kompetensi yang berkualitas bagi seluruh masyarakat. Menyiapkan Sumber Daya Manusia yang terampil, berkompeten dan mandiri dalam dunia kerja dan usaha.

Dari hasil wawancara sebelumnya peneliti mengambil kesimpulan bahwa Balai Latihan kerja yang bebasis komptensi ini tidak akan diragukan lagi karena terbukti bahwa alumni Balai latihan kerja rata-rata sudah mendapatkan pekerjaan yang layak dan sesuai dari sub kejuruan yang mereka ambil.

Berangkat dari paparan di atas bahwa lulusan Balai Latihan Kerja ini sudah banyak yang tadinya menganggur atau tidak bekerja namun sekarang sudah bisa mempekerjakan orang. Sehingga ini bisa dibilang pencapaian yang luar biasa dan membantu menopang perekonomian kelurga menjadi lebih baik.

Prestasi dan berbagai penghargaan tersbut dapat membuktikan bahwa kegiatan pelatihan yang dilakukan oleh Balai Latihan kerja ini memang

50 Amirudin Idris, “Ekonomi Publik”, (Jakarta, Deepublish Publisher, 2016 ), h.120.

51N. Greogory Mankiw, Makro Enomi Edisi keenam (PT. Gelora Aksara Pratama, 2006), h.155

meningkatkan dan memberdayakan kesejahteraan peserta pelatihan yang berbasi kompeten. Karena kurangnya lapangan kerja di Nusa Tenggara Barat pada umumnya serta banyaknya sumber daya manusia yang mengakibatkan banyaknya pengangguran. Maka dengan adanya Balai Latihan Kerja ini diharapkan dapat mengurangi pengangguran dengan cara memberdayakan dan melatih para peserta pelatihannya dengan semaksimal mungkin.

Pemberdayaan masyarakat secara umum merupakan upaya untuk memandirikan masyarakat melalui perwujudan potensi kemampuan yang mereka miliki. Tujuan pemberdayaan secara umum merupakan membangun daya dengan mendorong, memotivasi serta membangkitkan kesadaran akan potensi atau daya yang dimiliki serta upaya untuk mengebangkan ke arah yag lebih baik untuk membangun ekonomi keluarga. Melalui Balai latihan kerja ini masyarakat bisa lebih mandiri dan bisa mengembangkan potensi yang dimilikinya sesuai dengan ilmu atau pelatihan yang mereka lakukan.

Berdasarkan hasil wawancara sebelumnya bahwa selama pelatihan berlangsung pihak Balai Latihan Kerjamemeberikan kebebasan individu baik ketika menerima materi pelatihan maupun dalam berpakaian, asalakan rajin dan disiplinmasuk. Jadi peneliti menyimpulkan bahwa Balai Latihan Kerja menjunjung asas kesederhanaan, peserta pelatihan tidak dituntut untuk berpakaian formal karena diberikan kebebasan untuk berpakaian sehari-hari, selama itu sopan dan para peserta diberikan kebebasan dalam berpakaian, menerima materi pelatiahan

dan mengaplikasnnya dengan tidak terlalu serius namun menyenangkan, hal ini yang merupakan salah satu yang membuat para peserta pelatihan menjadi nyaman karena tidak berlebih-lebihan.

Dalam hidup ini kesederhanan ada kebersahajaan yang menuntum kepada kebahagiaan hati bukan emosional manusia, karena sebenarnya yang kita butuhkan hanya sedikit dan tidak selalu berupa materi, selebihnya untuk memberi dan memenuhi hak orang lain. Hidup sederhana tidak berarti hidup dalam kesengsaraan, kemiskinan, kemelaratan dan serta kekurangan. Kesederhanan merupakan pola pikir dan pola hidup yang proporsional, tidak berlebihan dan mampu memprioritaskan sesuatu yang lebih dibutuhkan.

BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan

Berdasarkanbeberapa uraian data yang telah peneliti dapatkan, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

1. pelatihan yang di Balai Latihan Kerja sebagai berikut :

a) Jadi, secara keseluruhan bagaimana peran pemerintah melakukan pelatiaha yng dilakukan melalui UPTD Balai Latihan Kerja udah sangat berkembangkan sudah di terapkan secara baik dan maksimal dalam mengaplikasikan di duni kerja terutama dalam meningkatakan keterampilan dan kedisiplina bagi siswa yang mengikuti pelatihan.

b) Peserta yang mengikuti pelatihan yang ada di Balai Latihan kerja juga sangat senang, nyaman dan tidak terkenan dengan adanya model-model pelatihan yang di terapkan agar siswa bisa belajar dengan tenang.

c) Peminat dari 14 sub kejuruan ini, sub kejuruan yang sangat banyak diminati atau yang efektif adalah Kejuruan Perkantoran, Komputer, Bahasa Inggis, Menjahit, dan Teknik Pengolahan Hasil Pertanian dan Perikanan ini yang paling diminati oleh kalangan masayarakat. Karena ini menurutnya yang terbaik untuk mengaplikasikannya di dunia kerja dan bisa meningkat perekonomian agar lebih baik.

d) Sub Kerjuruan yang kurang diminati atau yang kurang efektif itu adalah sub kejuruan Las, Mekanik Junior Mobil, Sepeda Motor, Listrik, Pendingin Ac, Elektronika Sub kejuruan ini lah yang sangat kurang minat untuk masyarakat karena belum pernah mencoba untuk mengambil sub kejuruan ini.

2. Dari Peran UPTD (Unit Pelaksana Teknis Dinas) Balai Latihan Kerja sebagai berikut :

(a) Balai Latihan Kerjasudah cukup baik dalam melakukan Pelatihan yang berbasis Kompeten, hal ini terlihat dari keterbukaan informasi mengenai kegiatan dan pelatihan yang ada di Balai Latihan Kerja. (b) Balai Latihan Kerja Mataram telah menjalankan tugas dan fungsinya secara terorganisasi dalam rangka membantu Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nusa Tenggara Barat. (c)Aktivitas setiap kegiatan atau pelatihan yang diadakan sudah cukup baik dalam menjalankan program, hal ini dapat dilihat dari minatdan bakat masyarakat atau banyaknya yang mingikuti Pelatihan.(d)Tentu dalam setiap tindakan-tindakan kegiatan dan

pelatihannya bebas dari intervensi pihak lain. (e)Balai Latihan Kerja Mataram sudah memberikan bentuk keadilan yang baik dan maksimal dalam melakukan semua kegiatan.

3. UPTD Balai Latihan Kerjakota Mataram ini sangat beperan dalam mengatasi pengangguran. Karena, sangat bermanfaat kepada masyarakat luas yang ingin mencari pekerjaan atau tidak memiliki pekerjaan yang di sebut dengan menganggur. Jika mengikuti pelatihan yang berbasis Kompentensi yang ada di Balai Latihan Kerja ini kita bisa lebih mandiri dalam mendaptkan pekerjaan yang lebih baik dan bisa menunjang perekonomian keluarga dan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan berdaya saing.

B. Saran

1. Kepada para intrukstur di Balai Latihan Kerja agar terus menjalankankegiatan pelatihan dan terus dikembangkan dan membantu Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi Nusa Tenggara Barat.

2. Kepada masyarakat luas atau peserta pelatihan di Balai latihan kerja jika memasukan saran ataukeritikanyang sifatnya membangun baik dari segi penambahan fasilitas yang menunjang kedepanya dan membangun Sumber Daya Manusia yang berdaya saing dan Balai Latihan Kerja sebgai Lembaga pelatihan yang bisa memberikan yang terbaikuntuk masyarkat luas agar tidak menjadi seorang penganggur.

3. Harus melengkapi semua peralatan bengkel/workshop masih belum memadai sesuai perkembangan ilmu pengetahuan teknologi supaya meningkatkan sumber daya manusia yang lebih baik.

4. Harus memperluas lapangan pekerjaan bagi peserta pelatihan yang sudah lulus di Balai latihan dan bersaing dalam pasar kerja untuk mengisi kesempatan kerja baik ditingkat lokal regional maupun global.

DAFTAR PUSTAKA

Ami Ade Maesyarah, “Analisis Efektifitas Peran Balai Latihan Kerja dalam Meningkatkan Kualitas Tenaga Kerja Menurut Perspektif Ekonomi Islam (Studi pada UPTD Balai Latihan Kerja Kalianda)”, Fakultas syariah Program Studi Ekonomi Syari’ah.

AminSilalahi,StrategiPelatihandanPengembanganSumberDayaManusia, (Surabaya:BataviaPress, 2005).

Amirudin Idris, “Ekonomi Publik”, (Jakarta, Deepublish Publisher, 2016.

Anonim,http//www.suarantb.cm/news/2017/11/07/248232.BPS..Pengangguran.di.

NTB. Menurun) diakses pada hari Rabu, 4 Juli 2018 pukul 22.43 WITA CutZurnali,PengaruhPelatihanTerhadapPerilakuProduktifKaryawan,(Bandung:

MandarMaju, 2004).

Departemen Agama Republik Indonesia, Al-Qur’an Dan Terjemahannya (Jakarta:

Yayasan Penyelenggara Peterjemah Al-Qur’an , 2003).

Desi Fitriani, “Peran Pemerintah dalam Mengurangi Tingkat Pengangguran Di Kota Bandung” (Studi Kasus: Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung pada Bidang Pelatihan dan Produktivitas Tenaga Kerja).

Djam’an Satori dan Aan Komariah, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung : Alfabeta, 2014).

Dr.H.Suwanto.M.Si dkk,’’Manajemen SDM dalam organisasi fublic dan bisnis’’,(Bandung: Alfabeta.2011).

Etri Maesari, “Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia Guna Penangulangan Pengangguran Kota Bandar Lampung dalam Persefektif Ekonomi Islam (Studi pada UPTD Balai Latihan Kerja Bandar Lampung pada Tahun 2011-2015)”,Fakultas Ekonomi Bisnis Islam Program StudiEkonomi Syari’ah, 2017.

IslamMewajibkan Bekerja dan Anti Pengangguan.

www.artikel789.com/2016/11/islam-mewajibkan-bekeja-dan-anti.html?m1 diakses pada hari Kamis, 5 Juli 2018 pada pukul 20.31

Jonathan Sarwono, Metodologi Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif, (Yogyakarta:

Graha Ilmu, 2006).

Lexy, J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif Edisi Revisi, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2017).

MichaelP.Todarodan StepenC.Smith, PembangunanEkonomJilid 1, (Terj.AgusDharm, Jakarta:Erlangga 2011).

Muri yusuf, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Penelitian Gabungan.

N Gregory Mankiw, Makro ekonomi Edisi 6, (Jakarta: Erlangga, 2006).

Neong Muhajir, Metodologi Penelitian Kualitatif (Yogyakarta: Rakesarasin, 1996).

Paul A.Samuel son dan William D.Nordhaus,Ilmu Makro Ekonomi,Terj.Gretta.dkk ,(Jakarta:PT MediaGlobal Edukasi 2001).

Sadono Sukirno, Makro Ekonomi Modern, Perkembangan Pemikiran dari Klasik Hingga Keynesian Baru, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2000).

Sugiono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Da R&D, (Bandung: Alfabeta, 2013).

Sunan Ibnu Majah, kitab Ringkasan Ihya’ Ulumuddin Upaya Menghidupkan IlmuAgama, Nomer 236 Surabaya: Bintang Usaha Jaya, 2004.

Undang–UndangNomor13Tahun2003TentangKetenagakerjaan.

Wijayatiningsih,Pelaksanaan Pelatihan dan Pengaruhnya terhadap PrestasiKerja, (Jakarta: Press, 2006).

LAMPIRAN

1. Bagaimana system perekrutan siswa dalam mengikuti pelatihan dalam di Balai Latihan Kerja Mataram?

2. Apa saja kendala atau hambatan yang di hadapi dalam proses pelatihan di Balai Latihan Kerja Mataram?

3. Bagaimana cara mengatasi jumlah pengangguran yang ada dengan jumlah kelulusan yang ada di Balai Latihan Kerja Mataram?

4. Apakah Balai Latihan Kerja memiliki batasan umur dalam mengikuti pelatihan?

5. Apakah Balai Latihan Kerja Mataram punya biaya adaministrasi dalam mengikuti pelatihan ?

6. Bagaimana model-model pelatihan UPTD (Unit Pelaksanaan Teknis Dinas) Balai Latihan Kerja dalam mengatasi pengangguran di kota Mataram?

7. Bagaimana peran UPTD (Unit Pelaksanaan Teknis Dinas) Balai Latihan Kerja dalam mengatasi pengangguran di kota Mataram?

8. Berapa lama system pelatihan yanga ada di Balai Latihan Kerja?

9. Apakah sama system pelatihan yang ada di BLK dengan Mobile Training Unit (MTU) yang terjun ke Desa atau kecamatan?

10. Berapa Siswa yang mengikuti pelatihan yang ada di Balai Latihan Kerja?

11. Bagaimana system kerjasama dengan Kemitraan Industri atau Dunia kerja terhadap peserta pelatihan yang ada di Balai Latihan Kerja Mataram?

Dokumen terkait