BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.3. Peranan Aplikasi SAKTI dalam Mendukung E-Governance
E-governance merupakan suatu proses atau tata kelola pemerintahan secara elektronik atau digital. Keberadaan e-governance adalah suatu yang sangat krusial, khususnya untuk proses pengelolaan keuangan berbasis elektronik. Hapsari and Rachmawati (2018) menyebutkan di dalam penelitiannya bahwa dalam mewujudkan Good Governance, pemanfaatan terhadap kemajuan teknologi informasi adalah salah satu konsep yang cerdas dalam usaha pengembangan dan pengelolaan sumber daya. Pemanfaatan teknologi informasi dalam pelaksanaan tugas disuatu Instansi Pemerintah sudah seharusnya dilakukan. Pemerintah akan dituntut dapat mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik khususnya dalam pengelolaan keuangan negara tersebut (Wibowo, 2018).
Dengan adanya sistem akuntansi berbasis aplikasi yang semakin canggih maka dapat mempermudah pengelola anggaran di dalam pemerintahan untuk mengelola keuangan negara.Oleh karena itu sistem pengelolaan keuangan seperti SAKTI tidak hanya mendukung tetapi juga mengimplementasikan prinsip-prinsip dasar dari e-governance. Konsep e-governance yang diimplementasikan pada aplikasi SAKTI adalah dengan melakukan penggabungan beberapa aplikasi pengelolaan keuangan yang sebelumnya merupakan aplikasi stand alone, menjadi aplikasi client-server berbasis akuntansi kas dan akrual. Teknologi yang digunakan adalah cloud computing, dimana semua data diproses secara terpusat di satu server dan disimpan dalam satu basis data (single database). Dengan demikian, pembagian peran antara pengelola sistem dengan user menjadi lebih jelas. Pengelola sistem bertanggung jawab atas ketersediaan layanan dan user bertanggung jawab atas data transaksi yang diinput ke dalam sistem dimana akan bertanggungjawab atas ketersediaan layanan dan user bertanggung jawab atas data transaksi yang dimasukkan ke dalam sistem.
SAKTI mengimplementasikan mekanisme check and balance secara elektronik. Hal ini merupakan perwujudan dalam bentuk penerapan peran operator, validator, dan approver. Masing- masing user akan bertanggung jawab sesuai dengan kewenangannya masing-masing. SAKTI juga
29 mengimplementasikan audit trail di mana seluruh kegiatan user dengan beberapa atribut dicatat secara elektronik. Keberadaan audit trail ini dapat membantu auditor dalam menelusuri atau bahkan menjelaskan kronologi atas transaksi yang terjadi. Konsep e-governance lain yang diterapkan SAKTI adalah adanya interkoneksi dengan sistem lainnya dalam rangka meningkatkan pelayanan dan kemudahan bagi stakeholder. Dengan adanya interkoneksi di dalam sistem tersebut, maka komunikasi antarsistem dapat dilakukan dengan mudah tanpa menganggu keamanan dan keakuratan data yang dihasilkan. Penerapan interkoneksi antarsistem ini tidak hanya dapat mendukung penerapan e- governance saja, namun juga dapat meningkatkan efisiensi dan kolaborasi antarpihak. Aplikasi SAKTI dapat melengkapi perjalanan Kementerian Keuangan dalam merealisasikan Sistem Pengelolaan Keuangan Terintegrasi atau Integrated Financial Management Information System (IFMIS) yang telah lama direncanakan. Secara teknologi, aplikasi SAKTI merupakan adopsi dari pendekatan multitier dan cloud based information systems. Dengan demikian aplikasi SAKTI dapat mengantisipasi perkembangan teknologi dan kebutuhan user secara cepat. Pendekatan yang digunakan aplikasi SAKTI sejalan dengan roadmap Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Kementerian Keuangan. Kondisi tersebut memungkinkan aplikasi SAKTI untuk dapat terus berkembang sehingga kebutuhan bisnis dan user dapat dipenuhi.
Melalui implementasi aplikasi SAKTI, diharapkan setiap proses pengelolaan keuangan negara yang dimulai dari proses penganggaran, proses pelaksanaan, dan pelaporan keuangan akan menjadi semakin mudah, efisien, dan transparan. Semakin mudah, yakni cukup dengan satu aplikasi, stakeholders dapat melakukan seluruh transaksi keuangan yang dibutuhkan misalnya penyusunan dan revisi RKAKL/DIPA, pendaftaran supplier, pencatatan transaksi bendahara, pembuatan SPM, pencatatan data aset tetap dan persediaan, serta dapat menghasilkan laporan keuangan periodic dengan baik dan mudah. Semakin efisien, yakni dengan adanya aplikasi SAKTI ini, beberapa kegiatan yang saat ini masih dilakukan secara manual dapat dilakukan secara terpusat dan real time, sebagai contoh:
a) Perubahan referensi yang digunakan oleh seluruh modul di dalam aplikasi SAKTI dapat dilakukan secara terpusat, sehingga Satuan Kerja tidak perlu lagi harus melakukan update referensi secara manual.
b) Setiap pengajuan Revisi atas Usulan DIPA, secara otomatis nantinya akan memperhitungkan nilai realisasi yang terdapat pada Modul Bendahara, Modul Komitmen, dan Modul Pembayaran, sehingga dapat mewaspadai adanya pagu minus.
c) Konsolidasi penyusunan penganggaran dapat dilakukan secara real time baik di level Unit Eselon I dan/atau di level Kementerian/Lembaga itu sendiri.
d) Laporan Keuangan dapat direkonsiliasi secara otomatis.
e) Konsolidasi Laporan Keuangan dapat dilakukan secara real time baik di level Wilayah, Unit Eselon I dan/atau di level Kementerian/Lembaga.
Peningkatan transparansi seluruh kegiatan yang dilakukan di aplikasi SAKTI akan tercatat di sistem secara otomatis sehingga mudah untuk dilakukan pengawasan. Sebagai contoh, realisasi belanja pada tahun anggaran sebelum dan tahun anggaran berjalan dapat dilihat secara real time hingga pada level detail item sehingga efisiensi dan efektivitas penggunaan anggaran dapat dipantau dan diawasi setiap saat secara transparan dan akuntabel. Selain itu, melalui implementasi aplikasi
30 SAKTI ini diharapkan proses perencanaan anggaran di Bappenas yang pada saat ini masih menjadi bagian terpisah dari aplikasi SAKTI dapat segera diintegrasikan ke dalam aplikasi SAKTI. Sehingga nantinya, apabila proses perencanaan anggaran sudah menjadi bagian dari aplikasi SAKTI, maka keinginan untuk memiliki satu sistem proses pengelolaan keuangan negara yang utuh sudah dapat terwujud.
31
BAB V PENUTUP
5.1. Kesimpulan
Berdasarkan penelitian diatas, maka dapat diambil beberapa kesimpulan, yakni sebagai berikut:
1) Proses penyusunan laporan keuangan di Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Sumatera II pada sistem aplikasi SAKTI sudah sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang ada. Adapun proses penyusunan laporan keuangan tersebut telah diawali dengan input data dokumen sumber ke dalam setiap modul keuangan dalam sistem aplikasi SAKTI. Dari proses input dokumen sumber maka nantinya akan menghasilkan jurnal di buku besar kas dan buku besar akrual. Pada buku besar akrual akan dilakukan pembuatan jurnal penyesuaian. Selanjutnya, berdasarkan buku besar kas dan buku besar akrual yang telah dilakukan penyesuaian maka akan menghasilkan neraca percobaan yang akan menjadi input data terakhir untuk menghasilkan laporan keuangan.
2) Modul General Ledger dan Pelaporan (GLP) yang dijalankan pada sistem aplikasi SAKTI sudah sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. Pada awalnya telah dimulai dengan migrasi data saldo awal dari sistem legacy (sistem yang digunakan sebelumnya) ke dalam database SAKTI sebagai saldo awal. Kemudian dilanjutkan dengan pembentukan jurnal manual untuk transaksi yang belum terekam pada modul keuangan lainnya dan dilanjutkan dengan pembuatan jurnal penyesuaiannya. Kemudian, jurnal transaksi yang sudah terbentuk pada setiap modul keuangan akan diproses validasi dan posting jurnal agar dapat menghasilkan neraca saldo dan neraca percobaan yang akan menjadi sumber data dalam penyusunan laporan keuangan.
3) Pengendalian internal juga telah terbentuk secara otomatis sesuai dengan pengoperasian sistem aplikasi SAKTI, dimana Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Sumatera II telah menerapkan level user dalam pembagian tugas dan wewenangnya sesuai modul keuangan yang terdapat dalam sistem aplikasi SAKTI tersebut. Adapun user yang berhak menjadi administrator, operator, validator, dan approver pada setiap modul keuangan di sistem aplikasi SAKTI telah ditetapkan melalui terbitnya Surat Keputusan (SK) oleh Satuan Kerja tersebut yang ditandatangani oleh Kuasa Pengguna Anggaran (KPA).
4) Kendala utama dan sering terjadi dalam proses penyusunan laporan keuangan pada sistem aplikasi SAKTI adalah sistem yang kerap mengalami lagging. Hal ini dikarenakan sarana dan prasarana pendukung belum memadai untuk memfasilitasi banyaknya transaksi yang diproses di setiap harinya. Kendala lainnya juga adalah seringnya dilakukan perbaikan/maintenance yang menyebabkan pekerjaan menjadi terhambat.
5) Aplikasi SAKTI mendukung pengelolaan keuangan negara berbasis e-governance. Melalui aplikasi SAKTI ini, dapat memberikan pengendalian internal yang lebih efektif dan efisien.
Pengelolaan anggaran negara pun dapat lebih transparan dan akuntabel, dikarenakan melalui aplikasi SAKTI ini semua dapat diakses sampai ke detail item terkecil sekalipun.
32 5.2. Saran
Berdasarkan kendala-kendala yang terdapat dalam proses penyusunan laporan keuangan di Satuan Kerja Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Sumatera II pada sistem aplikasi SAKTI, ada beberapa saran yang dapat dijadikan pertimbangan untuk perbaikan ke depannya, di antaranya sebagai berikut:
1) Sistem aplikasi SAKTI hendaknya dapat dikembangkan secara terus-menerus hingga sistem aplikasi SAKTI dapat berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku dan memenuhi kebutuhan user.
2) Perlunya pemutakhiran sarana dan prasarana di Satuan Kerja Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Sumatera II dalam rangka mendukung implementasi sistem aplikasi SAKTI agar dapat berjalan lancar, seperti komputer berspesifikasi sedang hingga tinggi sesuai peruntukan aplikasi SAKTI tersebut dan jaringan wifi yang lebih stabil. Sehingga proses implementasi aplikasi SAKTI dalam penyusunan Laporan Keuangan oleh Satuan Kerja Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Sumatera II dapat berjalan lebih baik lagi.
3) Perlunya penelitian lebih lanjut terkait implementasi aplikasi SAKTI terhadap modul-modul lainnya, guna melihat kendala-kendala yag muncul pada modul lainnya. Sehingga dapat dilakukan pencegahan dan perbaikan ke depan.
33
DAFTAR PUSTAKA
Buku
Direktorat Jenderal Perbendaharaan. 2019. SAKTI, Dukungan Teknologi untuk Fungsi Treasury.
Jakarta: Majalah Treasury Indonesia.
Direktorat Jenderal Perbendaharaan. 2020. Petunjuk Teknis Aplikasi SAKTI Modul GL & Pelaporan.
Jakarta: Majalah Treasury Indonesia.
Hamzah, Amir. 2020. Metode Penelitian Kepustakaan. Malang: Literasi Nusantara Abadi.
Mahmudi, 2015. Manajemen Kinerja Sektor Publik. Yogyakarta: STIM Mardiasmo. 2009. Akuntansi Sektor Publik. Yogyakarta: Andi.
Moleong, Lexy.J. 2011. Metodologi Penelitian Kualitatif Edisi Revisi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Sugiyono. 2018. Metode Penelitian Kuantitatif Dan Kualitatif. Bandung: CV Afabeta
Sukamadinata, Nana Syaodih. 2008. Metodologi Penelitian Pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Zed, Mustika. 2008. Metode Penelitian Kepustakaan, Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Jurnal Ilmiah
Amriani, T. N., dan Iskandar, A. 2019. Analisis Kesuksesan Implementasi Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi (SAKTI) pada Satuan Kerja di Lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK). Kajian Ekonomi & Keuangan,
Antonio T., Fernando B., Raquel P. E. 2014. Accounting Information Systems: The Challenge of the Real-Time Reporting. Procedia Technology 16. 118 – 127.
Frederik G., Guido L. G. 2014. Business Process Modeling: An Accounting Information Systems Perspective. International Journal of Accounting Information Systems 15. 185–192.
Harnowo, Sudi, Budi Santoso, dan Embun Suryani. 2021. Determinan Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi: Pendekatan Human Organization Technology Fit Framework. E-Jurnal Akuntansi.
Hasanah, Nurmalia & Sriyani. 2021. Implementasi Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi Di Masa Pandemi Covid-19 Pada Kppn Palembang. Journal Publicuho, 4 (3). doi:
http://dx.doi.org/10.35817/jpu.v4i3.20116
34 Ida, Najati, Endar Pituringsih, dan Animah. 2018. Implementasi Akuntansi Berbasis Akrual:
Pengujian Determinan dan Implikasinya Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Kementerian/Lembaga. https://jurnal.unej.ac.id/index.php/JAUJ/article/download/2501/2493 Iskandar, A., Amriani, T. N., dan Subekan, A. (2019). Evaluation of Accrual Basic Application System
(SAIBA) Impelementation on The KPPN Gorontalo and Marisa’s Steakholders. Jurnal Tata Kelola & Akuntabilitas Keuangan Negara, 2 (2), 111–135. doi:
https://doi.org/10.28986/jtaken.v2i2.65
Nurddin, Emilia, Ika Maya Sari, dan Anna Mardiana. 2021. Pengaruh Penggunaan Sistem Teknologi Informasi Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Pada Balai Latihan Kerja Kendari. Jurnal Akuntansi dan Keuangan Univ. Haluoleo, 6(1). doi: http://dx.doi.org/10.33772/jak- uho.v6i1.19458.
Oksana K. 2013. Russian Accounting System: Value Relevance of Reported Information and The IFRS Adoption Perspective. The International Journal of Accounting 48. 525–547.
Prabowo, Nurrohmat Tri. 2017. Indonesian Treasury Review. Jurnal Perbendaharaan, Keuangan Negara Dan Kebijakan Publik.
Ribeiro. E. M. S., Prataviera. G. A. 2014. Information Theoretic Approach for Accounting Classification. International Journal of Accounting Information Systems. 416, 651–660.
https://doi.org/10.1016/j.physa.2014.09.014.
Wibowo, Imam Tri. 2018. “Indonesian Treasury Review Proses Difusi Inovasi Program Sistem Aplikasi Keuangan.” Jurnal Indonesian Treasury Review.
Widiarto, P., Niwanda, L. R., Rafikhalif, D., Mariska, M. A., Mulyani, M. S., Hanafiah, M. A., . . . Rizqiani, S. 2019. SAKTI, Dukungan Teknologi untuk Fungsi Treasury. Jakarta: Treasury Indonesia. https://djpb.kemenkeu.go.id/portal/images/mti/MTI_2_2019_s.pdf (diakses tgl 28 Maret 2023, pukul 21.05)
Zahroh N. 2012. Bias in Accounting and The Value Relevance of Accounting Information. Procedia Economics and Finance 2. 145 – 156.
Skripsi/Thesis
Alam, M. Hafizh Syah. 2022. Analisis atas Implementasi Aplikasi SAKTI Modul Penganggaran Tahun 2019-2021 pada KPPN Liwa. KTTA thesis, Politeknik Keuangan Negara STAN.
As’syifa, Nur. 2022. Analisis Efektivitas Pengguna Aplikasi Sakti: Integrasi Pengelolaan Keuangan dan Laporan Pertanggungjawaban (Studi Kasus di Satuan Kerja Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak). Skripsi thesis, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Jakarta.
35 Haifah, Almira Nur. 2022. Tinjauan atas Kesiapan Implementasi Modul Bendahara dalam Aplikasi SAKTI pada Satuan Kerja di Wilayah KPPN Malang. KTTA thesis, Politeknik Keuangan Negara STAN
Peraturan Perundang-Undangan
Kementerian Keuangan Republik Indonesia, 2014. Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 270/PMK.05/2014. Penerapan Standar Akuntansi Pemerintah Berbasis Akrual Pada Pemerintah Pusat.
Kementerian Keuangan Republik Indonesia. 2019. Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 203/PMK.05/2019 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 159/PMK.05/2018 tentang Pelaksanaan Piloting Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi.
Jakarta: Sekretariat Negara.
Kementerian Keuangan Republik Indonesia. 2020. Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 234/PMK.05/2020 tentang Kebijakan Akuntansi Pemerintah Pusat. Jakarta: Sekretariat Negara.
Kementerian Keuangan Republik Indonesia. 2021. Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 171/PMK.05/2021 tentang Pelaksanaan Sistem SAKTI. Jakarta: Sekretariat Negara.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. 2020. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 16 Tahun 2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Jakarta.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. 2020. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 66 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 16 Tahun 2020. Jakarta.
Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia, 1991. KMK- 476/KMK/01/1991. Sistem Akuntansi Pemerintah Berbasis Kas.
Pemerintah Republik Indonesia. 2003. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Jakarta: Sekretariat Negara.
Pemerintah Republik Indonesia. 2004. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. Jakarta: Sekretariat Negara.
ANALISIS IMPLEMENTASI SAKTI (SISTEM APLIKASI KEUANGAN TINGKAT INSTANSI) DALAM PENYUSUNAN
LAPORAN KEUANGAN MENDUKUNG E-GOVERNANCE
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Ujian Tengah Semester Mata Kuliah Tata Kelola Dan Audit Internal Berbasis Risiko Dosen Pengampu: Dr. Mohamad Khoiru Rusydi, M.Ak., CA., Ak.
Marlina Irene Hutagalung, S.Sos NIM. 226020300011017
Program Studi Magister Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Brawijaya 2023
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi sistem aplikasi SAKTI dalam penyusunan laporan keuangan menuju e-governance. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Dalam pengumpulan data dan informasi, digunakan metode studi kepustakaan/literatur dan studi lapangan dengan melakukan observasi dan wawancara secara langsung ke Satuan Kerja Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Sumatera II. Data dan informasi yang diperoleh pada penelitian ini berupa data primer dan data sekunder. Data primer berasal dari kegiatan observasi dan wawancara, sedangkan data sekunder berasal dari materi perkuliahan, jurnal ilmiah, internet, karya tulis ilmiah, skripsi, peraturan pemerintah, Undang-Undang dan sumber terpercaya lainnya. Data yang telah diperoleh kemudian diolah hingga menghasilkan kesimpulan bahwa penerapan aplikasi SAKTI di dalam penyusunan laporan keuangan khususnya pada Modul General Ledger dan Pelaporan (GLP) sudah sesuai dengan teori, peraturan, dan ketentuan yang berlaku. Adapun dalam proses penyusunan laporan keuangan, masih terdapat kendala yang dihadapi user dalam mengoperasikan aplikasi SAKTI tersebut, misalnya masih terjadi sistem yang mengalami lagging sehingga menyebabkan aplikasi SAKTI sewaktu-waktu harus maintenance. Pada penelitian ini juga diketahui, bahwa aplikasi SAKTI merupakan satu terobosan baru dari pemerintah untuk mendukung e-governance.
Kata kunci: Implementasi SAKTI, Modul GLP, E-Governance, BP2P Sumatera II.
DAFTAR ISI
ABSTRAK ... 2 DAFTAR ISI ... 3 DAFTAR GAMBAR ... 4 BAB IPENDAHULUAN ... 5 1.1. Latar Belakang ... 5 1.2. Rumusan Masalah ... 7 1.3. Tujuan Penelitian ... 7 1.4. Manfaat Penelitian ... 7 BAB ITINJAUAN PUSTAKA ... 9
2.1. New Public Management Theory (NPM) ... 9 2.2. Laporan Keuangan Pemerintah ... 9 2.3. Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi (SAKTI) ... 11 2.4. Dasar Hukum Penggunaan Aplikasi SAKTI ... 13 2.4. Review Penelitian Terdahulu ... 14 BAB II METODE PENELITIAN ... 17 3.1. Jenis Penelitian ... 17 3.2. Teknik Pengumpulan Data ... 17 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ... 20 4.1. Gambaran Umum Satuan Kerja Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Sumatera II ... 20 4.2. Implementasi Aplikasi SAKTI dalam Penyusunan Laporan Keuangan………... 23 4.3. Peranan Aplikasi SAKTI dalam Mendukung E-Governance ... 28 BAB V PENUTUP ... 31 5.1. Kesimpulan ... 31 5.2. Saran... 32 DAFTAR PUSTAKA ... 33
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. Ruang Lingkup Aplikasi SAKTI ... 11 Gambar 2. Tampilan Modul GLP Pada Aplikasi SAKTI ... 18 Gambar 3. Wawancara via Zoom Meeting ... 19 Gambar 4. Struktur Organisasi Balai Penyediaan Perumahan Sumatera II ... 21 Gambar 5. Pembagian Wilayah Kerja pada Balai Penyediaan Perumahan Sumatera II ... 23 Gambar 6. Interkoneksi Modul GLP ... 25
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Saat ini semakin banyak tuntutan yang tidak dapat lagi dihindari khususnya tuntukan akan kemajuan sektor ekonomi. Di era globalisasi ini, kemajuan ekonomi tidak lagi dapat hanya mengandalkan perusahaan swasta dan investor asing, namun diperlukannya perhatian lebih oleh pemerintah dalam menciptakan kemajuan ekonomi di suatu negara. Ada banyak hal yang harus dilakukan pemerintah agar siap menciptakan tingkat kemajuan ekonomi yang tinggi. Semua kegiatan yang berlangsung di lingkungan instansi pemerintah menjadi isu penting, terutama dalam kegiatan pengelolaan keuangan negara. Setiap kegiatan pengelolaan keuangan tentu membutuhkan sistem akuntansi, tidak hanya perusahaan, namun pemerintah juga memiliki sistem akuntansinya sendiri.
Tujuan penggunaan sistem akuntansi pemerintahan tidak seperti perusahaan biasa, karena lembaga pemerintah tidak menggunakan sistem akuntansi untuk menghitung laba atau kerugian yang diperoleh. Sistem akuntansi internal suatu instansi pemerintah diharapkan menjadi pengatur dan pengontrol semua kegiatan manajemen keuangan pemerintahan. Sistem akuntansi instansi pemerintah diharapkan dapat beroperasi secara efektif dan efisien sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah
Seiring dengan teknologi yang saat ini berkembang dengan pesat, sistem akuntansi pun berusaha untuk mengikuti perkembangan tersebut. Hal ini menyebabkan akses untuk mendapatkan informasi menjadi lebih cepat dan lebih mudah. Kemajuan teknologi dan sistem informasi seperti internet, komputer, perangkat lunak memungkinkan pengguna (user) untuk mengolah atau memperoleh informasi yang diinginkannya. Dahulu, jika ingin mendapatkan informasi, user harus menghabiskan lebih banyak waktu dan uang untuk mendapatkan informasi misalnya, membeli buku, menghadiri seminar (talk show), atau mempekerjakan orang dengan keahlian dalam bidang khusus, dll.
Pernyataan ini menjadi salah satu perhatian utama para pelaku bisnis yang mampu memanfaatkan kemudahan penggunaan informasi (Antonio, Fernando, Raquel, 2014). Sistem ada untuk mengelola data dan informasi sehingga informasi tersebut dapat meningkatkan nilai dan kualitas keputusan (Oksana, 2013). Dengan adanya sistem informasi, operasional bisnis menjadi semakin banyak kemudahan, cepat dan dapat mengurangi tingkat kesalahan karena faktor human eror untuk meningkatkan nilai kompetitif perusahaan (Frederick, Guido, 2014). Salah satu bidang yang erat kaitannya dengan pemanfaatan Teknologi informasi adalah bidang akuntansi. Salah satu alat sistem akuntansi yang digunakan juga semakin berkembang dan semakin canggih. Tidak hanya untuk perusahaan asing atau sektor privat saja namun juga sudah sampai kepada sektor pemerintahan.
Pada saat ini, sistem akuntansi sudah semakin maju dengan sangat pesat. Salah satu yang sering kita temui adalah sistem akuntansi berbasis aplikasi ataupun web yang dapat digunakan dimanapun dan kapanpun melalui bantuan jaringan internet. Sebagai suatu upaya untuk mengikuti perkembangan teknologi tersebut, semua proses pengelolaan keuangan negara sudah tidak lagi dilakukan secara manual namun, semua sudah menggunakan sistem akuntansi berbasis aplikasi.
Melalui pemanfaatan perkembangan teknologi informasi tersebut, Kementerian Keuangan mengambil langkah dengan mengadopsi Integrated Financial Management Information System
(IFMS) sebagai salah satu bentuk e-governance dalam bidang keuangan negara. Salah satu bentuk penerapan dari Integrated Financial Management Information System (IFMS) tersebut adalah dengan dilakukannya penyempurnaan suatu aplikasi yang terintegrasi yang dinamakan Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi (SAKTI) (Prabowo, 2017). Harnowo, Santoso, dan Suryani (2021) menyebutkan di dalam penelitiannya bahwa keberadaan Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi (SAKTI) merupakan pengganti sistem aplikasi yang sudah ada sebelumnya dan sebagai perkembangan manajemen untuk membuat strategi baru yang disebabkan oleh perlunya adaptasi dengan pola baru dalam penyelesaian pekerjaan. Sebagai sebuah sistem baru, Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi (SAKTI) ini tidak dapat terhindar dari resiko kegagalan dalam penerapannya. Oleh karena itu, sebagai sebuah sistem baru dalam pengelolaan anggaran negara, Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi (SAKTI) akan menghadirkan berbagai ragam tantangan dalam penggunaannya. Wibowo (2018) juga menyebutkan di dalam penelitiannya bahwa, Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi (SAKTI) ini dapat menggantikan dan menyatukan beberapa aplikasi yang sudah ada sebelumnya sehingga perlu adanya upaya-upaya sistematis agar sistem ini nantinya dapat berjalan dengan baik di dalam penerapannya pada suatu Satuan Kerja Kementerian Negara/Lembaga.
Laporan keuangan digunakan sebagai faktor yang dipertimbangkan para pelaku bisnis ketika membuat keputusan ekonomi, seperti investasi atau pinjaman. Penyiapan laporan keuangan harus berdasarkan standar yang ada. Proses persiapan laporan keuangan harus dilakukan dengan hati-hati untuk menghindari kesalahan yang mengarah pada kegagalan. Keandalan pelaporan keuangan sebagai alat pengambilan keputusan (Frederik, Guido, 2014). Untuk menyiapkan laporan keuangan, Proses penyusunan laporan keuangan diawali dengan analisis transaksi, pencatatan (jurnal), posting, penyusunan buku besar, penyusunan neraca saldo, penyesuaian sampai penyusunan akhir laporan keuangan. Pengguna harus dapat memastikan berfungsinya sistem dengan baik untuk memproses dan menghasilkan informasi yang relevan (Ribeiro, Prataviera, 2014). Penggunaan teknologi informasi dapat membantu mengurangi kesalahan karena kecerobohan dan ketidakmampuan seseorang saat menyusun laporan keuangan (Zahroh, 2012). Kehadiran sistem informasi (aplikasi/perangkat lunak) akan memudahkan dan mengurangi tingkat kesalahan saat menyusun laporan keuangan. Risiko kesalahan ejaan, jumlah yang salah adalah kegunaaan aplikasi ini untuk meminimalkan kesalahan klasifikasi akun. Informasi yang diperoleh nantinya juga lebih akurat dan efektif. Data tersebut akan menunjukkan secara efektif untuk pengambilan keputusan yang tidak memihak (Ribeiro, Prataviera,2014).
Perpindahan dari beberapa sistem aplikasi yang dipakai di Satuan Kerja Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Sumatera II khususnya Sistem Aplikasi Satker (SAS) ke sebuah sistem terintegrasi yang disebut Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi (SAKTI) pastinya memiliki kendala tersendiri, khususnya di Satuan Kerja Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Sumatera II.
Meskipun dinilai lebih sederhana karena merupakan sistem yang terintegrasi namun tidak menutup kemungkinan akan adanya kendala-kendala dalam masa peralihan dari beberapa sistem aplikasi sebelumnya ke Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi (SAKTI) tersebut. Penggunaan Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi (SAKTI) pasti memiliki keunggulan dan kelemahannya tersendiri dalam pengelolaan keuangan negara khususnya dalam penyusunan Laporan Keuangan jika dibandingkan dengan sistem sistem aplikasi lainnya yang sudah terlebih dahulu dipakai di Balai