PEMERINTAH KABUPATEN PUNCAK
B. Perawatan Pasca Bedah
PEMERINTAH KABUPATEN PUNCAK
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ILAGA
Alamat : Kp. Kago/ Kibogolome, Ilaga Email : [email protected]
•Hindari tangan yang sudah steril menyentuh daerah kulit pasien yang belum tertutup.
•Setelah semua lapisan alat tenun terbentang dari kaki sampai bagian kepala meja operasi, jangan menyentuh hal-hal yang tidak perlu.
• Jika ragu-ragu terhdap kesterilan alat tenun, lebih baik alat tenun tersebut dianggap terkontaminasi.
PEMERINTAH KABUPATEN PUNCAK
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ILAGA
Alamat : Kp. Kago/ Kibogolome, Ilaga Email : [email protected]
2.Komplikasi lanjut terdiri dari:
a. Stenosis ani
b. Terbentuknya skin tag c. Kekambuhan
d. Fisura Ani. (retakan pada dinding anus yang disebabkan oleh peregangan akibat lewatnya feses yang keras ataupun trauma) *fisiologi Sylvia 2006 e. Inkontinensia ringan
f. Infark feses, akibat penggunaan narkotika pasca operasi sebagai anti nyeri.
g. Perdarahan akibat pernanahan / infeksi daerah pedikel. Biasanya sehingga ikatan/ jahitan terlepas. Hal in dapat terjadi pada pada hari ke 7-16 pasca operasi.Tidak ada tindakan sepesifik yang dapat dilakukan untuk mencegah komplikasi ini. Biasanya penderita harus menjalani “operasi ulangan “ untuk beberapa ligasi / jahitan hemostasis dengan di ruang operasi.
Komplikasi Teknik Milligan – Morgan : Striktura rektum dapat merupakan komplikasi dari eksisi tunika mukosa rectum yang terlalu banyak. Sehingga lebih baik mengambil terlalu sedikit daripada mengambil terlalu banyak jaringan .
Komplikasi teknik stapler atau Procedur for Prolapse Hemorroids (PPH) atau Hemorroid circular stapler. Meskipun jarang, tindakan PPH memiliki resiko yaitu :
1. Jika terlalu banyak jaringan otot yang ikut terbuang, akan mengakibatkan kerusakan dinding rektum.
2.Jika m. sfinter ani internus tertarik, dapat menyebabkan disfungsi baik dalam jangka waktu pendek maupun jangka panjang.
3. Seperti pada operasi dengan teknik lain, infeksi pada pelvis juga pernah dilaporkan.
PEMERINTAH KABUPATEN PUNCAK
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ILAGA
Alamat : Kp. Kago/ Kibogolome, Ilaga Email : [email protected]
4. PPH bisa saja gagal pada hemoroid yang terlalu besar karena sulit untuk memperoleh jalan masuk ke saluran anus dan kalaupun bisa masuk, jaringan mungkin terlalu tebal untuk masuk ke dalam stapler.
5. Komplikasi yang mungkin terjadi adalah nyeri permanen (akibat teknik yang kurang adekuat,inkontinensia alvi sampai dengan fistula rekto vaginal atau rektouretral bila jaringan yang dieksisi terlalu dalam.mengenai sfingter.
Pencegahan
Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya hemoroid antara lain:
1.Jalankan pola hidup sehat.
2.Olah raga secara teratur (ex.: berjalan).
3. Makan makanan berserat (buah, sayuran, sereal, suplemen serat, dll) sekitar 20-25 gram sehari.
4.Hindari terlalu banyak duduk.
5.Jangan merokok, minum minuman keras, narkoba, dll.
6.Hindari hubunga seks yang tidak wajar (seks anal).
7.Minum air yang cukup.
8.Jangan menahan kencing dan berak.
9.Jangan menggaruk dubur secara berlebihan.
10.Jangan mengejan berlebihan.
11.Duduk berendam pada air hangat.
12.Minum obat sesuai anjuran dokter.
13.Lakukan defekasi yang sehat.
Pendidikan kesehatan dan dischard planning :
1. Menjaga Higiene personal yang baik dan menghindari mengejan berlebihan selama defekasi.
PEMERINTAH KABUPATEN PUNCAK
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ILAGA
Alamat : Kp. Kago/ Kibogolome, Ilaga Email : [email protected]
2. Diet tinggi serat yang mengandung buah dan sekam, bila gagal dibantu dengan menggunakan laksatif yang berfungsi mengabsorbsi air saat melewati usus.
3. Beritahukan klien Tindakan untuk mengurangi pembesaran dengan cara:
rendam duduk dengan salep, supositoria yang mengandung anestesi, astringen (witch hazel) dan tirah baring.
4. Lakukan sitbath setiap kali setelah BAB paling kurang 1-2 minggu setelah operasi (untuk pasien pasca operasi)
5. Makan diet berserat yang adekuat, minum paling sedikit 2000 ml cairan dan berolah raga ringan.
6. Pelembek feses mungkin dibutuhkan setiap hari atau setiap beberapa hari hingga penyembuhan sempurna.
7. Laporkan gejala-gejala : perdarahan rektal, nyeri terus menerus waktu defikasi, drainasse yang supuratif.
8.Dietetik dan kebiasaan defekasi “ yang sehat”.
a.Mengingat bahwa hemorroid terjadi karena kebanyakan mengedan secara kronik, maka upaya utama adalah mencegah konstipasi & diare. Hal ini dapat dicapai dengan memakan makanan yang berserat dan bercairan tinggi, kalau perlu dengan suplemen a.l. psyllium. Psyllium bekerja sama dengan air mengencerkan feses dan menurunkan konstipasi. Apabila masih diperlukan, dapat ditambahkan dengan pelunak feses. Bagi banyak orang, psyllium juga berfungsi mencegah diare.
b.Banyak orang yang biasa berlama-lama defekasi sambil duduk membaca koran, merupakan kebiasaan yang buruk karena turut menjadi penyebab hemoroid. Motto: “ Anda tidak defekasi di perpustakaan karena itu jangan membaca di toilet”
PEMERINTAH KABUPATEN PUNCAK
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ILAGA
Alamat : Kp. Kago/ Kibogolome, Ilaga Email : [email protected]
Diagnosa Keperawatan PRE OPERASI
1. Nyeri akut berhubungan dengan iritasi pada ujung-ujung saraf nyeri oleh hematoma ditandai dengan klien mengeluh nyeri, klien tampak meringis, klien tampak gelisah, klien tampak memposisikan diri untuk menghindari nyeri.
2. PK: Perdarahan.
3. Defisit volume cairan berhubungan dengan penurunan konsentrasi plasma darah ditandai dengan klien tampak pucat, turgor kulit klien menurun, kulit klien tampak kering
4. Hipertermi berhubungan dengan penurunan konsentrasi plasma darah ditandai dengan klien mengeluh panas,suhu tubuh klien meningkat, klien tampak pucat, klien tampak menggigil.
5. Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan iritasi pada ujung-ujung saraf gatal oleh hematoma ditandai dengan klien mengeluh gatal, klien tampak menggaruk-garuk pantatnya.
POST OPERASI
1. Nyeri akut berhubungan dengan tindakan invasive pembedahan hemoroidektomi ditandai dengan klien megeluh nyeri pada luka post op, klien tampak meringis, klien tampak memposisikan diri untuk menghindari nyeri.
2. Risiko infeksi berhubungan dengan peningkatan pajanan patogen.
PEMERINTAH KABUPATEN PUNCAK
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ILAGA
Alamat : Kp. Kago/ Kibogolome, Ilaga Email : [email protected]
3. Ansietas berhubungan dengan krisis pasca pembedahan ditandai dengan klien tampak gelisah, klien selalu bertanya-tanya tentang kesembuhannya.
Diagnosa Keperawatan, NOC dan NIC (Pre Operasi) :
1. Nyeri akut berhubungan dengan iritasi pada ujung-ujung saraf nyeri oleh hematoma ditandai dengan klien mengeluh nyeri, klien tampak meringis , klien tampak gelisah, klien tampak memposisikan diri untuk menghindari nyeri.
Tujuan:
Setelah diberikan askep selama 3 x 24 jam diharapkan nyeri klien dapat berkurang dengan kriteria hasil :
•Melaporkan gejala pada tenaga kesehatan
•Mengenali gejala-gejala nyeri
•Mencatat pengalaman tentang nyeri sebelumnya
•Secara subjektif, klien menyatakan penurunan rasa nyeri
•Wajah klien tampak relaks Intervensi :
1.Kaji karakteristik nyeri, lokasi, intensitas, lama dan penyebarannya
Rasional : Variasi penampilan dan perilaku klien karena nyeri terjadi sebagai temuan pengkajian.
2.Berikan lingkungan yang tenang sesuai indikasi
Rasional : Menurunkan reaksi terhadap stimulasi dari luar atau sensivitas pada suara – suara bising dan meningkatkan istirahat/relaksasi.
3.Berikan bantalan flotasi di bawah bokong pada saat duduk
Rasional : Membantu menurunkan nyeri akibat penekanan saat duduk.
4.Berikan kompres hangat pada lokasi nyeri
Rasional : Meningkatkan vasokontriksi, penumpukan resepsi sensori yang selanjutnya akan menurunkan nyeri di lokasi yang paling dirasakan.
5.Berikan rendaman duduk tiga atau empat kali sehari
PEMERINTAH KABUPATEN PUNCAK
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ILAGA
Alamat : Kp. Kago/ Kibogolome, Ilaga Email : [email protected]
Rasional : Menghilangkan rasa sakit dan nyeri dengan merelakskan spasme sfingter
6.Berikan posisi yang nyaman pada klien sesuai indikasi
Rasional : Menurunkan gerakan yang dapat meningkatkan nyeri.
7.Berikan analgetik, seperti asetaminofen
Rasional : Mungkin diperlukan untuk menghilangkan nyeri yang berat serta meningkatkan kenyamanan dan istirahat
2.PK : Perdarahan
Tujuan : Setelah diberikan asuhan keperawatan selama 1x24 jam, perawat dapat meminimalkan komplikasi yang terjadi dengan kriteria hasil:
•Nilai Ht dan Hb berada dalam batas normal
•Klien tidak mengalami episode perdarahan
•Tanda-tanda vital berada dalam batas normal TD: 100 – 120 mm Hg
Nadi: 60-100x/menit RR: 14 – 25 x/mnt Suhu: 36 - 370C ± 0,50C Intervensi :
1.Kaji pasien untuk menemukan bukti-bukti perdarahan atau hemoragi
Rasional : Untuk mengetahui tingkat keparahan perdarahan pada klien sehingga dapat menentukan intervensi selanjutnya
2.Monitor tanda vital
Rasional : Untuk mengetahui keadaan vital pasien saat terjadi perdarahan.
3.Pantau hasil lab berhubungan dengan perdarahan
Rasional : Banyak komponen darah yang menurun pada hasil lab dapat membantu menentukan intervensi selanjutnya
4.Siapkan pasien secara fisik dan psikologis untuk menjalani bentuk terapi lain jika diperlukan
PEMERINTAH KABUPATEN PUNCAK
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ILAGA
Alamat : Kp. Kago/ Kibogolome, Ilaga Email : [email protected]
Rasional : Keadaan fisik dan psikologis yang baik akan mendukung terapi yang diberikan pada klien sehingga mampu memberikan hasil yang maksimal 5.Awasi jika terjadi anemia
Rasional : Untuk menentukan intervensi selanjutnya
6.Kolaborasi dengan dokter mengenai masalah yang terjadi dengan perdarahan : pemberian transfusi, medikasi
Rasional : mencegah terjadinya komplikasi dari perdarahan yang terjadi dan untuk menghentikan perdarahan
3. Defisit volume cairan berhubungan dengan penurunan konsentrasi plasma darah ditandai dengan klien tampak pucat, turgor kulit klien menurun, kulit klien tampak kering.
Tujuan:
Setelah diberikan askep selama …x 24 jam diharapkan defisit volume cairan dapat diatasi dengan kriteria hasil :
a.Fluid balance
•TD dalam batas normal (90/60 – 140/80)
•Nadi dalam batas normal
•Masukkan dan haluaran cairan harian seimbang
•BB klien stabil
•Turgor kulit elastis
•Hematokrit dalam batas normal
•Membran mukosa lembab b.Gastrointestinal function
•Warna feses normal
•Darah dalam feses tidak ada Intervensi:
A.Fluid Management 1.Monitoring BB klien
PEMERINTAH KABUPATEN PUNCAK
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ILAGA
Alamat : Kp. Kago/ Kibogolome, Ilaga Email : [email protected]
Rasional : kekurangan volume cairan menunjukkan tanda berupa penurunan berat badan.
2.Catat intake dan output cairan
Rasional : memberikan perkiraan kebutuhan akan cairan pengganti dan keefektifan dari terapi yang diberikan
3.Monitoring status hidrasi (membrane mukosa, nadi, orthostatic dan penurunan hematokrit )
Rasional : hipovolemia dapat dimanifestasikan oleh hipotensi dan takikardi 4.Berikan terapi cairan melalui IV sesuai indikasi
Rasional : tipe dan jumlah cairan tergantung pada derajat kekurangan cairan 5.Tingkatkan intake cairan per oral
Rasional : mempertahankan hidrasi / volume sirkulasi B.Gastrointestinal Function
1.Observasi adanya darah pada feses
Rasional : perdarahan berlebih memicu kekurangan volume cairan semakin berat.
2.Dokumentasikan warna, jumlah, dan karakteristik feses
Rasional : perubahan warna, jumlah dan karakteristik feses menunjukkan status cairan dalam saluran cerna.
3.Penggunaan koagulan sesuai indikasi
Rasional : penggunaan koagulan yang efektif dapat menghentikan perdarahan.
Diagnosa Keperawatan, NOC dan NIC ( Post Operatif) :
1. Nyeri akut berhubungan dengan tindakan invasive pembedahan hemoroidektomi ditandai dengan klien megeluh nyeri pada luka post op, klien tampak meringis, klien tampak memposisikan diri untuk menghindari nyeri.
Tujuan:
PEMERINTAH KABUPATEN PUNCAK
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ILAGA
Alamat : Kp. Kago/ Kibogolome, Ilaga Email : [email protected]
Setelah diberikan asuhan keperawatan selama …x 24 jam diharapkan pasien mengatakan nyeri berkurang, dan tidak terlihat respon nyeri secara verbal pada klien, dengan kriteria hasil:
•Klien tidak tampak meringis
•Pasien tidak terlihat kesakitan yang ditandai pasien dalam posisi yang nyaman
•Pasien mengatakan nyerinya berkurang menjadi 2 dengan skala nyeri 1 – 5 Intervensi: Manajemen Nyeri
− Kaji dan catat kondisi keluhan nyeri klien ( dengan pola P,Q,R,S,T), yaitu dengan memperhatikan lokasi,intensitas, frekuensi, dan waktu.
Rasional: Mengindikasikan kebutuhan untuk intervensi dan juga tanda-tanda perkembangan komplikasi.
− Kaji pengetahuan pasien tentang nyeri dan kepercayaan tentang nyeri.
Rasional: Memudahkan dalam melakukan intervensi, karena kultur atau budaya klien dapat mempengaruhi persepsi tentang nyeri.
− Ciptakan lingkungan yang tenang dan membatasi pengunjung.
Rasional: Suasana yang tenang dapat mengurangi stimulus nyeri.
− Kontrol dan kurangi kebisingan
Rasional: Suasana yang tenang dapat mengurangi stimulus nyeri.
− Ajarkan pasien teknik distraksi
Rasional: Untuk memanajemen atau mengalihkan rasa nyeri pada klien.
− Kaji riwayat adanya alergi obat
PEMERINTAH KABUPATEN PUNCAK
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ILAGA
Alamat : Kp. Kago/ Kibogolome, Ilaga Email : [email protected]
Rasional: Mengetahui apakah ada alergi terhadap obat analgesik.
− Pastikan pasien menerima analgesic.
Rasional: Memastikan klien menerima obat pereda rasa nyeri
2. Risiko Infeksi berhubungan dengan prosedur invasive (post hemoroidektomi) dan peningkatan pemajanan lingkungan terhadap pathogen.
Tujuan :
Setelah diberikan askep selama 3 X 24 jam tidak terjadi infeksi dengan kriteria hasil :
•Keadaan temperatur normal
•tidak terdapat tanda-tanda infeksi (kalor,lubor,tumor, dolor,fungsiolaesa) Intervensi:
− Pantau suhu dengan teliti dan tanda-tanda infeksi lainnya Rasional : Mendeteksi kemungkinan infeksi
− Kaji keadaan luka dan lakukan perawatan luka Rasional : Mencegah terjadinya infeksi
− Tempatkan pasien dalam ruangan khusus
Rasional : Meminimalkan terpaparnya pasien dari sumber infeksi
− Anjurkan semua pengunjung dan staff rumah sakit untuk menggunakan teknik mencuci tangan dengan baik
Rasional : meminimalkan pajanan pada organisme infektif
− Gunakan teknik aseptik yang cermat untuk semua prosedur invasive
Rasional : Untuk mencegah kontaminasi silang/menurunkan resiko infeksi
− Kolaborasi dalam pemberian antibiotic.
Rasional : Mencegah terjadinya infeksi
3.Ansietas berhubungan dengan krisis pasca pembedahan di tandai dengan pasien tampak gelisah, pasien selalu bertanya-tanya tentang kesembuhannya.
PEMERINTAH KABUPATEN PUNCAK
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ILAGA
Alamat : Kp. Kago/ Kibogolome, Ilaga Email : [email protected]
Tujuan:
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama … x 24 jam,di harapkan klien tidak mengalami ansietas dengan criteria hasil:
•Monitor insentitas kecemasan
•Menggunakan strategi koping efektif
•Melaporkan penurunan durasidari episode cemas
•Menggunakan teknik relaksasi untuk menurunkan kecemasan
•Mempertahankan penampilan peran
•Mempertahankan hubungan sosial
•Tidak ada manifestasi perilaku kecemasan Intervensi:
− Kaji tingkat kecemasan dan diskusikan penyebab bila mungkin.
Rasional: Identifikasi masalah spesifik akan meningkatkan kemampuan individu untuk menghadapinya dengan lebih realistis.
− Dorong pasien untuk mengugkapkan perasaan ,ketakutan ,presepsi dan berikan umpan balik.
Rasional: membuat hubungan terapeutik. Membantu pasien mengidentifikasi masalah yang menyebabkan stress.
− Memberikan informasi faktual mengenai diagnosis,tindakan prognosis
Rasional: keterlibatan pasien dalam perencanaan perawatan memberikan rasa control dan membantu menurunkan ansietas.
− Intruksikan pasien menggunakan teknik relaksasi
Rasional: membantu untuk menurunkan kecemasan pada pasien.
− Berikan lingkungan tenang dan istirahat
Rasional: membantu menurunkan ansietas
− Dorong pasien/orang terdekat untuk menyatakan perhatian, prilaku perhatian.
Rasional: tindakan dukungan dapat membantu pasien merasa stress berkurang.
PEMERINTAH KABUPATEN PUNCAK
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ILAGA
Alamat : Kp. Kago/ Kibogolome, Ilaga Email : [email protected]
− Berikan obat sesuai indikasi
Rasional: dapat digunakan untuk menurunkan ansietas.
H. HIPOSPADIA