• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perbaikan Sistem Pelayanan

Dalam upaya mewujudkan transformasi pelayanan publik ke arah yang lebih baik, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi mendorong pemerintah pusat dan daerah untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui kebijakan pelayanan publik. Pelayanan publik yang berkualitas dapat menciptakan iklim yang kondusif untuk investasi dan berusaha.

Perbaikan kualitas pelayanan publik tersebut tidak hanya untuk kemudahan berusaha, tetapi juga sebagai cerminan citra baik pemerintah. Dalam mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas, setidaknya ada tiga perbaikan yang dapat dilakukan antara lain:

1. Memperbaiki sarana dan prasarana fisik dalam memberikan pelayanan.

2. Meningkatkan kualitas Aparatur Sipil Negara sebagai pemberi layanan.

3. Mengubah mindset dari Aparatur Sipil Negara yang bertugas memberikan layanan tersebut.

Untuk meningkatkan layanan kinerja kepada tim penilai jabatan fungsional analis kebijakan di Kemenko Polhukam dilakukan survey

24

pengguna standar operasional prosedur verifikasi daftar usulan penetapan angka kredit jabatan fungsional analis kebijakan yang bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan dan menerima masukan serta saran yang bersifat membangun untuk perbaikan sistem layanan. Hasil survey adalah umpan balik dari tim penilai yang dapat memberi gambaran sejauh mana layanan ini bermanfaat dan dapat mengatasi masalah untuk memverifikasi daftar usulan penetapan angka kredit jabatan fungsional analis kebijakan. Adapun untuk tampilan gambar survey standar operasional prosedur, sebagai berikut:

Gambar 3.1. Survey penggunaan standar operasional prosedur

25

Teknis pengambilan data dilakukan dengan melakukan survey online kepada seluruh responden, untuk daftar pertanyaan merujuk Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan RB Nomor 14 Tahun 2017 tentang pedoman penyusunan survey kepuasan masyarakat unit penyelenggara pelayanan publik. Instrument yang digunakan yaitu kuesioner dalam format formulir google. Adapun untuk link kuesioner dapat diakses melalui http://bit.Iy/SOP-JFAK, untuk setiap jawaban survey memiliki makna yakni angka 1 (satu) adalah tidak sesuai/tidak cepat (lama)/tidak kompeten/tidak baik/

tidak butuh angka 2 (dua) adalah kurang sesuai/kurang cepat/kurang kompeten/kurang baik/kurang butuh angka 3 (tiga) adalah sesuai/cepat/kompeten/baik/butuh angka 4 (empat) adalah sangat sesuai/sangat cepat/sangat kompeten/sangat baik/sangat butuh.

Selanjutnya nilai jawaban akan diakumulasikan untuk setiap butir pernyataan yang ada pada kuesioner dan nilai akumulasi tersebut dihitung dalam bentuk presentase, nilai presentase tersebut kemudian diasumsikan sebagai tingkat kepuasan.

Untuk mengetahui umpan balik responden diberikan beberapa pertanyaan yang sifatnya kualitatif. Berdasarkan hasil dari pelaksanaan survey online yang telah masuk sebanyak 19 (dua puluh) responden yang telah berpartisipasi yang terdiri dari 5 (lima) orang dari tim penilai, 6 (enam) orang dari Pengelola Sistem Informasi, 8 (delapan) orang dari Pengelola Administrasi. Sesuai dengan tujuan survey tersebut, maka data yang akan disajikan adalah sebanyak 19 (sembilan belas) responden sesuai tim penilai jabatan fungsional analis kebijakan di Kemenko Polhukam yang telah ditetapkan, adapun hasil pelaksanaan survey, sebagai berikut:

26

Gambar 3.2. Identitas responden

1. Survey sejauh mana responden dapat menilai kesesuaian persyaratan pada standar operasional prosedur verifikasi daftar usulan penetapan angka kredit jabatan fungsional analis kebijakan dengan peraturan yang berlaku.

Gambar 3.3. Pertanyaan no. 1 (satu) survey SOP

27

Tabel 3.2. Penilaian responden pertanyaan no.1 (satu) survey SOP

No Kesesuaian Persyaratan Jumlah Persentase

1 tidak sesuai 0 0%

2 kurang sesuai 0 0%

3 sesuai 7 36,8%

4 sangat sesuai 12 63,2%

Jumlah 19 Orang 100%

Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan responden cenderung menilai bahwa persyaratan standar operasional prosedur verifikasi daftar usulan penetapan angka kredit jabatan fungsional analis kebijakan telah sesuai dengan peraturan yang berlaku saat ini yaitu peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan RB Nomor 45 Tahun 2013 serta Peraturan LAN Nomor 22 Tahun 2017.

2. Survey sejauh mana responden dapat menilai kesesuaian alur prosedur pada standar operasional prosedur verifikasi daftar usulan penetapan angka kredit jabatan fungsional analis kebijakan dengan peraturan yang berlaku.

Gambar 3.4. Pertanyaan no. 2 (dua) survey SOP

28

Tabel 3.3. Penilaian responden pertanyaan no.2 (dua) survey SOP

No Kesesuaian Persyaratan Jumlah Persentase

1 tidak sesuai 0 0%

2 kurang sesuai 0 0%

3 sesuai 4 21,1%

4 sangat sesuai 15 78,9%

Jumlah 19 Orang 100%

Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan responden cenderung menilai bahwa alur prosedur pada standar operasional prosedur verifikasi daftar usulan penetapan angka kredit jabatan fungsional analis kebijakan telah sesuai dengan peraturan yang berlaku saat ini yaitu peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan RB Nomor 45 Tahun 2013 serta Peraturan LAN Nomor 22 Tahun 2017.

3. Survey sejauh mana responden dapat menilai mutu waktu untuk menyelesaikan setiap tahapan kegiatan pada standar operasional prosedur verifikasi daftar usulan penetapan angka kredit jabatan fungsional analis kebijakan.

Gambar 3.5. Pertanyaan no. 3 (tiga) survey SOP

29

Tabel 3.4. Penilaian responden pertanyaan no.3 (tiga) survey SOP

No Kesesuaian Persyaratan Jumlah Persentase

1 tidak cepat/lama 0 0%

2 kurang cepat 1 5%

3 cepat 5 26,3%

4 sangat cepat 14 73,3%

Jumlah 19 Orang 100%

Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan responden cenderung menilai bahwa untuk menyelesaikan setiap tahapan kegiatan memiliki waktu yang relatif cepat, sehingga proses verifikasi daftar usulan penetapan angka kredit dapat segera dilaporkan ke Sesmenko Polhukam dan Instansi Pembina LAN RI.

4. Survey sejauh mana responden dapat menilai kebutuhan Kemenko Polhukam terhadap penetapan standar operasional prosedur verifikasi daftar usulan penetapan angka kredit jabatan fungsional analis kebijakan.

Gambar 3.6. Pertanyaan no. 4 (empat) survey SOP

30

Tabel 3.5. Penilaian responden pertanyaan no.4 (empat) survey SOP

No Kesesuaian Persyaratan Jumlah Persentase

1 tidak butuh 0 0%

2 kurang butuh 0 5%

3 butuh 9 47,4%

4 sangat butuh 10 52,6%

Jumlah 19 Orang 100%

Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan responden cenderung menilai bahwa Instansi membutuhkan standar operasional prosedur verifikasi daftar usulan penetapan angka kredit jabatan fungsional analis kebijakan yang digunakan oleh tim penilai sebagai acuan alur proses tahapan setiap kegiatan.

5. Survey sejauh mana responden dapat menilai kesesuaian mutu baku yang terdapat dalam pada standar operasional prosedur verifikasi daftar usulan penetapan angka kredit jabatan fungsional analis kebijakan.

Gambar 3.7. Pertanyaan no. 5 (lima) survey SOP

31

Tabel 3.6. Penilaian responden pertanyaan no.5 (lima) survey SOP

No Kesesuaian Persyaratan Jumlah Persentase

1 tidak sesuai 0 0%

2 kurang sesuai 0 5%

3 sesuai 4 21,1%

4 sangat sesuai 15 78,9%

Jumlah 19 Orang 100%

Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan responden cenderung menilai bahwa standar operasional prosedur verifikasi daftar usulan penetapan angka kredit jabatan fungsional analis kebijakan memiliki kesesuaian dengan mutu baku berupa kelengkapan yang diperlukan pada setiap tahapan kegiatan, waktu yang diperlukan untuk memproses tahapan kegiatan dan output yang dikeluarkan dari setiap tahapan kegiatan.

6. Survey sejauh mana responden dapat menilai kemampuan/

kompetensi pegawai dalam perumusan dan penetapan standar operasional prosedur verifikasi daftar usulan penetapan angka kredit jabatan fungsional analis kebijakan.

Gambar 3.8. Pertanyaan no. 6 (enam) survey SOP

32

Tabel 3.7. Penilaian responden pertanyaan no.6 (enam) survey SOP

No Kesesuaian Persyaratan Jumlah Persentase

1 tidak kompeten 0 0%

2 kurang kompeten 0 5%

3 kompeten 9 47,4%

4 sangat kompeten 10 52,6%

Jumlah 19 Orang 100%

Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan responden cenderung menilai bahwa pegawai yang merumuskan dan menetapkan standar operasional prosedur verifikasi daftar usulan penetapan angka kredit jabatan fungsional analis kebijakan memiliki kemampuan/kompetensi sesuai bidang tugasnya.

7. Survey sejauh mana responden dapat menilai perilaku petugas/pegawai dalam pembentukan standar operasional prosedur verifikasi daftar usulan penetapan angka kredit jabatan fungsional analis kebijakan.

Gambar 3.9. Pertanyaan no. 7 (tujuh) survey SOP

33

Tabel 3.8. Penilaian responden pertanyaan no.7 (tujuh) survey SOP

No Kesesuaian Persyaratan Jumlah Persentase

1 tidak baik 0 0%

2 kurang baik 0 5%

3 baik 5 26,3%

4 sangat baik 14 73,7%

Jumlah 19 Orang 100%

Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan responden cenderung menilai bahwa petugas/pegawai berperilaku baik dalam proses pembentukan standar operasional prosedur verifikasi daftar usulan penetapan angka kredit jabatan fungsional analis kebijakan.

8. Survey sejauh mana responden dapat menilai tentang tindak lanjut terhadap pengaduan, saran dan masukan terkait pembentukan standar operasional prosedur verifikasi daftar usulan penetapan angka kredit jabatan fungsional analis kebijakan.

Gambar 3.10. Pertanyaan no. 8 (delapan) survey SOP

34

Tabel 3.9. Penilaian responden pertanyaan no.8 (delapan) survey SOP

No Kesesuaian Persyaratan Jumlah Persentase

1 tidak baik 0 0%

2 kurang baik 0 5%

3 baik 7 36,8%

4 sangat baik 12 63,2%

Jumlah 19 Orang 100%

Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan responden cenderung menilai bahwa petugas/pegawai menindak lanjuti segala bentuk pengaduan, saran dan masukan terkait pembentukan standar operasional prosedur verifikasi daftar usulan penetapan angka kredit jabatan fungsional analis kebijakan.

9. Survey sejauh mana responden dapat menilai sarana dan prasarana dalam pelaksanaan standar operasional prosedur verifikasi daftar usulan penetapan angka kredit jabatan fungsional analis kebijakan.

Gambar 3.11. Pertanyaan no. 9 (sembilan) survey SOP

35

Tabel 3.10. Penilaian responden pertanyaan no.9 (sembilan) survey SOP

No Kesesuaian Persyaratan Jumlah Persentase

1 tidak baik 0 0%

2 kurang baik 0 5%

3 baik 4 21,1%

4 sangat baik 15 78,9%

Jumlah 19 Orang 100%

Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan responden cenderung menilai bahwa sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam proses pelaksanaan standar operasional prosedur verifikasi daftar usulan penetapan angka kredit jabatan fungsional analis kebijakan sangat memadai dan didukung sepenuhnya oleh Instansi.

Beberapa saran dan masukan dari survey standar operasional prosedur verifikasi daftar usulan penetapan angka kredit jabatan fungsional analis kebijakan di Kemenko Polhukam yang telah diisi oleh responden, dengan hasil sebagai berikut:

1. Standar operasional prosedur harus dipatuhi sebagai pedoman, dapat diartikan bahwa setiap anggota tim penilai jabatan fungsional analis kebijakan di Kemenko Polhukam menjadi standar operasional prosedur tersebut sebagai panduan untuk melaksanakan tugasnya sesuai kewenangan masing-masing

2. Terus meningkatkan kerja dan kinerja, dapat diartikan bahwa standar operasional prosedur ini dapat memberi motivasi kinerja bagi tim penilai untuk melakukan tugasnya dengan tidak ada keraguan karena telah ada mutu baku yang telah dicantumkan pada standar operasional prosedur tersebut.

36

3. Selalu update apabila ada aturan terbaru, dapat diartikan bahwa standar operasional prosedur ini dapat berkembang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi menyesuaikan peraturan yang berlaku.

4. Sudah sangat baik, dapat diartikan bahwa standar operasional prosedur ini dapat diterima oleh tim penilai jabatan fungsional analis kebijakan sebagai pedoman untuk melaksanakan tugas.

Penyusunan standar operasional prosedur verfikasi daftar usulan penetapan angka kredit jabatan fungsional analis kebijakan dikemenko Polhukam mutlak dilakukan guna memberi layanan kepada tim penilai, pemanfaatan teknologi informasi harus dilakukan untuk meningkatkan efisinsi dan efektifitas, mengacu pada prinsip- prinsip pelayanan publik seperti pada tabel indikator prinsip perbaikan pelayanan terkait penyusunan standar operasional prosedur.

Tabel 3.2. Tahapan indikator prinsip perbaikan pelayanan No Indikator

Pelayanan

Capaian

1 Sederhana Standar Operasional Prosedur sangat mudah dipahami oleh semua tim penilai dan memerlukan biaya yang sangat rendah untuk penyusunannya.

2 Partisipatif Standar Operasional Prosedur disusun dengan melibatkan berbagai pegawai di unit kerja Kemenko Polhukam untuk melakukan pembahasan dalam penyusunan standar operasional prosedur

37

No Indikator Pelayanan

Capaian

3 Akuntabel Standar Operasional Prosedur dapat dilaksanakan dan dipertanggungjawabkan

4 Berkelanjutan Standar Operasional Prosedur terus menerus digunakan oleh tim penilai jabatan fungsional analis kebijakan di Kemenko Polhukam dimana susunan keanggotannya mengalami pergantian (masa kerja tim penilai dibatasi oleh peraturan) dan akan terus digunakan sebagai acuan tim penilai serta akan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan

5 Transparansi Standar Operasional Prosedur tersebut dapat diakses oleh semua pihak yang membutuhkan melalui pemanfaatan teknologi informasi

6 Keadilan Standar operasional prosedur ini disusun untuk memberi kesamaan langkah atau alur untuk verifikasi daftar usulan penetapan angka kredit jabatan fungsional analis kebijakan

38

Tabel 3.3. Kondisi layanan sebelum dan sesudah menggunakan standard operasional prosedur

No Komponen Sebelum Sesudah

1 Prosedur Tim Penilai Belum Memiliki Alur Prosedur

Telah Memiliki Alur Prosedur

2 Ketepatan waktu Memiiki waktu penyelesaian relatif lama

Waktu

penyelesaian relatif cepat

3 Hasil penetapan angka Kedit jabatan fungsional analis kebijakan

Hasil Penetapan angka Kedit jabatan

fungsional analis masih diterbitkan oleh Instansi pembina

Hasil Penetapan angka Kedit jabatan fungsional analis dapat diterbitkan oleh Kemenko Polhukam

Dari kondisi layanan standar operasional prosedur verifikasi daftar usulan penetapan angka kredit analis kebijakan di Kemenko Polhukam bahwa untuk komponen pertama adalah prosedur tim penilai, dari kondisi yang sebelumnya tim penilai belum memiliki suatu prosedur untuk verifikasi berkas daftar usulan penetapan angka kredit jabatan fungsional di Kemenko Polhukam dan saat ini tim penilai tersebut telah memiliki suatu alur prosedur sehingga memudahkan proses untuk melaksanakan tugas sesuai dengan kewenangannya guna meminimalisir kesalahan administrasi dalam proses kegiatannya.

Komponen yang kedua adalah ketepatan waktu sebelum standar operasional prosedur ini disusun, berkas daftar usulan penetapan angka kredit di verifikasi oleh Instansi Pembina sehingga memerlukan waktu yang relatif lama, dan kondisi saat ini tim penilai jabatan fungsional analis kebijakan telah terbentuk dan memiliki standar operasional prosedur yang digunakan untuk melaksanakan

39

proses verifikasi daftar usulan penetapan angka kredit jabatan fungsional analis kebijakan menjadi tepat waktu, karena mutu baku berupa waktu menjadi acuan bagi tim penilai untuk melaksanakan proses setiap langkah tahapan.

Komponen yang ketiga adalah hasil penetapan angka kredit, sebelum terbentuknya tim penilai kendali karir dalam hal ini untuk verifikasi sampai dengan penerbitan hasil penetapan angka kredit dilakukan oleh Instansi Pembina dan kondisi saat ini tim penilai jabatan fungsional analis kebijakan di Kemenko Polhukam dapat menerbitkan hasil penetapan angka kredit mengacu standar operasional prosedur yang telah ditetapkan dengan peraturan yang berlaku sehingga dapat memotivasi karir bagi pemangku jabatan fungsional analis kebijakan di Kemenko Polhukam.

Dokumen terkait