• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perencanaan Campuran Mix Design

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian

4.1.2 Perencanaan Campuran Mix Design

c. Penentuan Kadar Lumpur

Tabel 4. 7 Hasil Kadar Lumpur

Sumber : Suderajat, R.,2022

27

3. Nilai tambahan (M) M = 1,64.k.sd

= 1,64 x 1 x 7

=11,48 Mpa dibulatkan menjadi 12 Mpa

4. Menghitung kuat tekan beton rata-rata yang ditargetkan F’cr F’cr = F’c + M

= 24,90 + 12

= 36,90 Mpa

5. Jenis semen yang digunakan adalah portland tipe 1.

6. Jenis agregat yang digunakan sesuai dengan pengujian yaitu :

a. Agregat halus masuk pada daerah gradasi zona III yaitu jenis pasir agak halus. Dilihat pada tabel 4.10

Tabel 4. 10 Gradasi Agregat Halus No

Saringan

Persen bahan butiran yang lolos saringan

Daerah I Daerah II Daerah III Daerah IV

10 100 100 100 100

4,8 90-100 90-100 90-100 95-100

2,4 60-95 75-100 85-100 95-100

1,2 30-70 55-90 75-100 90-100

0,6 15-34 35-59 60-79 80-100

0,3 5-20 8-30 12-40 15-50

0,15 0-10 0-10 0-10 0-15

Sumber : SNI 03-2834-2000 Keterangan

Daerah I = Pasir Kasar Daerah II = Pasir Agak Kasar Daerah III = Pasir Agak Halus Daerah IV = Pasir Halus

b. Agregat Kasar masuk pada daerah dengan ukuran butir maksimum 20 mm. Dilihat pada tabel 4.11

Tabel 4. 11 Gradasi Agregat Kasar No

Saringan

Persen bahan butiran yang lolos saringan

40 mm 20 mm

40 95-100 100

20 30-70 95-100

10 10-35 25-55

4,8 0-5 0-10

Sumber : SNI 03-2834-2000 7. Menentukan nilai fas

Penentuan nilai fas berdasarkan perkiraan kuat tekan beton pada umur 28 hari dengan jenis semen porland I, jenis agregat kasar batu pecah serta benda uji silinder menghasilkan perkiraan kuat tekan adalah 37 Mpa. Dapat dilihat pada tabel 4.12

Tabel 4. 12 Perkiraaan Kuat Tekan Beton (Mpa)

Jenis Semen Jenis Agregat Kasar

Kekuatan Tekan (Mpa)

Pada Umur (hari) Bentuk Benda 3 7 28 91 Uji

Semen Porland Tipe I

Batu tidak dipecahkan

Batu pecah 17

19 23 27 33

37 40

45 Silinder Semen Tahan

Sulfat Tipe II,V

Batu tidak dipecahkan

Batu pecah 20

23 28 32

40 45

48

54 Kubus Semen

Porland Tipe III

Batu tidak dipecahkan

Batu pecah 21

25 28 33

38 44

44

54 Silinder Batu tidak dipecahkan

Batu pecah

25 30

31 40

46 53

53

60 Kubus Sumber : SNI 03-2834-2000

Setelah perkiraan kuat tekan beton ditentukan maka dapat dicari nilai faktor air semen. Nilai fas yang didapatkan adalah 0,475. Dapat dilihat pada gambar grafik 4.2

29

Gambar 4. 2 Grafik fas

8. Nilai fas maksimum dengan beton diluar bangunan dan tidak terlindung dari hujan dan terik matahari langsung menghasilkan fas maksimum sebesar 0,60 dan jumlah minimum semen 325 kg per m3. Dapat dilihat pada tabel 4.13

Tabel 4. 13 Persyaratan jumlah semen minimum dan fas maksimum

Jenis Pembetonan

Jumlah Semen Minimum per m3 beton (Kg)

Nilai fas Maksimum Beton didalam ruang bangunan

a.keadaan keliling non-korosif 275 0,6

b.keadaan keliling korosif disebabkan oleh kondensasi atau uap korosif

325 0,52

Beton diluar ruangan bangunan a.tidak terlindung dari hujan dan terik matahari langsung

325 0,6

b.terlindung dari hujan dan

terik matahari langsung 275 0,6

Beton masuk kedalam tanah a.mengalami keadaan basah dan kering berganti-ganti

325 0,55

9. Nilai slump ditetapkan berdasarkan dengan rencana pemakaian beton pada pelat, balok, kolom dan dinding. Menghasilkan nilai slum 7,5-15 cm masuk kedalam tabel slump 60-180mm. penetapan nilai slump dapat dilihat pada tabel 4.14 sebagai berikut.

Tabel 4. 14 Penetapan Nilai Slump

Pemaikan Beton

Nilai Slump (cm)

Maksimum Minimum Dinding, pelat pondasi, dan

pondasi telapak 12,5 5,0

Pondasi telapak tidak bertulang, kaison, dan struktur dibawah tanah

9,0 2,5

Pelat, balok, kolom,

dinding 15,0 7,5

Pengerasan jalan 7,5 5,0

Pembetonan masal 7,5 2,5

Sumber : SNI 03-2834-2000

10. Kadar butir agaregat kasar yang digunakan adalah butir maksimum 20mm.

11. Kadar air bebas ditentukan beradasarkan dengan ukuran butir maksimum agregat kasar, jenis batuan alami untuk agregat halus dan batu pecah untuk agregat kasar, nilai slump 60-180 mm. Didapatkan angka 195 untuk agregat halus dan untuk agregat kasar 225. Dapat dilihat pada tabel 4.15

Tabel 4. 15 Perkiraan Kebutuhan Air Per m3

Ukuran maksimum agregat (mm)

Jenis batuan

Slump (mm)

0-10 10-30 30-60 60-180

10

Alami Batu pecah

150 180

180 205

205 230

225 250

20 Alami

Batu pecah 135 170

160 190

180 210

195 225

40 Alami

Batu pecah

115 155

140 175

160 190

175 205 Sumber : SNI 03-2834-2000

31

Perhitungan kebutuhan air per m3 beton adalah

𝟐

𝟑Wn + 𝟏

𝟑Wk = (𝟐

⁄𝟑 x 195) + (𝟏

⁄𝟑 x 225 ) = 205

12. Mentukan kadar semen ada 2 cara dan diambil salah satunya, sehingga kadar semen dihitung menggunakan rumus :

Kadar semen = 𝒋𝒖𝒎𝒍𝒂𝒉 𝒌𝒂𝒅𝒂𝒓 𝒂𝒊𝒓

𝒇𝒂𝒔 = 205/0,475 = 431,5789 kg/m3

13. Menentukan presentase agregat halus terhadap agregat campuran dapat tmenggunakan grafik. Berdasrkan ukuran butir maksimum agregat kasar 20 mm berdasarkan ukuran butir maksimum agregat kasar 20 mm dan nilai slump 60-180. Dapat dilihat pada grafik 4.3 sebagai berikut :

Gambar 4. 3 Persen agregat halus terhadap agregat total

Diperoleh batas atas sebesar 36% dan batas bawah sebesar 31% sehingga presentase agregat halus (36 + 31)/2 = 33,5%

14. Menentukan presentase agregat kasar : K = 100% - AH

= 100% - 33,5

= 66,5%

15. Menentukan berat jenis campuran :

Bjcampuran = (AH x Bj pasir) +( AK. Bj kerikil)

= ( 0,3350 x 2,670 ) + ( 0,6640 x 2,51 )

= 2,5636

16. Menentukan berat isi beton : Berat jenis campuran = 2,56

Kadar air = 205

Gambar 4. 4 Grafik perkiraan berat isi beton 17. Menghitung presentase agregat campuran :

Ag = berat isi beton – kadar air semen – kadar air

= 2325 – 431,5789 – 205

= 1688,4211 kg

18. Menghitung presentase agregat halus : AH = %AH x Ag

= 0,335 x 1688,4211

= 565,6211 kg

19. Menghitung presentase agregat kasar : AK = %AK x Ag

= 0,665 x 1688,4211 = 1122,8000 kg

33

20. Menghitung penambahan beton mix :

Beton mix = Variasi beton mix (%) x jumlah semen satu silinder (gram)

= 0,3% x 2290 g = 6,87 ml

Beton mix = Variasi beton mix (%) x jumlah semen satu silinder (gram)

= 0,6% x 2290 g = 13,74 ml

Beton mix = Variasi beton mix (%) x jumlah semen satu silinder (gram)

= 1% x 2290 g = 22,90 ml

Tabel 4. 16 Formulir Perencanaan Mix Design

No Uraian Tabel Grafik

Perhitungan Nilai 1 Kuat tekan yang diisyarakatkan (benda

uji silinder) MPa 25

2 Deviasi standar (s) - 7

3 Nilai tambah (m) - 12

4 Kuat tekan rata-rata yang direncanakan - 36,9

5 Jenis semen PCC Tipe 1

6 Jenis agregat (HALUS/KASAR) Diketahui Alami/Pecah

7 Faktor air semen Grafik 1 0,475

8 Faktor air semen maksimum - -

9 Slump Ditetapkan 60-180 mm

10 Ukuran agregat maksimum Ditetapkan 20 mm

11 Kadar air bebas Diketahui 205

12 Jumlah semen Diketahui 431,6

13 Jumlah Semen maksimum - -

14 Jumlah semen minimum - -

15 Faktor air semen yang disesuaikan - -

16 Susunan besar butir agregat halus Ditetapkan Zona 3

17 Susunan agregat kasar atau gabungan - -

18

Persen agregat

Grafik 2

Agreagat Halus 33,5%

Agregat Kasar 66,5%

19 Berat jenis relative, agregat (kering

permukaan) Ditetapkan 2,56

20 Berat isi beton Grafik 3 2325

21 Kadar agregat gabungan 20 - 12 - 11 1688,62

22 Kadar agregat halus 18 x 21 565,62

23 Kadar agregat kasar 21 - 22 1122,80

24 Proporsi campuran Volume/ Silinder 0.0053

Semen (kg)

Air (L)

Agregat Kondisi Jenuh Kering Jumlah Silinder 3

Agregat Halus (kg)

Agregat Kasar (kg)

Volume / Adukan 0.0053 x 3 = 0,0159

0,0159 x 1,2

25 Tiap m3 431,58 205 565,62 1122,80

Tiap campuran uji

0,2543 109,77 52,14 143,86 285,57

26 Tiap campuran uji

0.0159 6,86 3,26 8,99 17,85

Dokumen terkait