PROFIL DAN ANALISIS KELEMBAGAAN PEMASARAN PARIWISATA
7.2 Performa Kelembagaan Pemasaran di Kabupaten Bogor
7.2.1 Kelembagaan Pariwisata Kabupaten Bogor
Kelembagaan pariwisata merupakan salah satu potensi dalam keberhasilan pemasaran pariwisata di Kabupaten Bogor, kelembagaan merupakan kelompok penentu kebijakan (policy maker) dalam arah pengembangan dan keberlangsungan pembangunan sektor pariwisata di Kabupaten Bogor. Kelembagaan pemerintah, swasta dan masyarakat bersatu dalam wadah Forum Komunikasi yang bersekretariat di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor. Forum ini merupakan wadah think-tank bersama antara pemerintah daerah, masyarakat dan swasta dalam upaya memajukan sektor pariwisata di Kabupaten Bogor. Forum ini kedepannya harus lebih giat dan agresif dalam menggali dan memanfaatkan sumberdaya pariwisata yang ada dalam upaya meningkatkan kunjungan wisatawan tanpa mengorbankan lingkungan dan nilai-nilai dari keberadaan objek wisata tersebut.
Berdasarkan data RIPPARDA Kabupaten Bogor 2014, Program kerja Forum Komunikasi ini dibuat berdasarkan pada hasil analisis kebutuhan stakeholder. Karena mencakup kebutuhan banyak pihak, maka akan melibatkan seluruh stakeholder dalam prosesnya.
Partisipasi stakeholder akan diwujudkan dalam bentuk implementasi program kerja oleh masing-masing stakeholder. Untuk mendukung terlaksananya program pengelolaan terpadu yang mencakup fungsi-fungsi manajemen melalui kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan evaluasi. Forum komunikasi ini terdiri dari:
1. Kelembagaan Pariwisata Pemerintah
Terdapat 14 instansi/SKPD pemerintah tingkat kabupaten yang berperan aktif dalam pengembangan kepariwisataan di Kabupaten Bogor, yaitu:
a) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah;
b) Badan Perizinan Terpadu;
c) Badan Promosi Pariwisata;
d) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata;
e) Dinas Pendapatan daerah;
Laporan Akhir Penyusunan Strategi Pemasaran Pariwisata Kabupaten Bogor
Profil dan Analisis Kelembagaan Pemasaran Pariwisata |
7-3
f) Dinas Sosial, Tenaga Kerja, Transmigrasi;
g) Dinas Lalu lintas dan Angkutan Jalan;
h) Dinas Pertanian dan Kehutanan;
i) Dinas Pendidikan;
j) Dinas Binamarga dan Pengairan;
k) Dinas Tata Bangunan dan Pemukiman;
l) Dinas Peternakan dan Perikanan;
m) Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan.
n) Dinas Pengelola Keuangan dan Barang Daerah
Selain itu terdapat pula instansi pusat yang berada di daerah (UPTD) serta BUMN/
BUMD, yang berkaitan erat karena lokasinya merupakan kawasan wisata di Kabupaten Bogor diantaranya:
a) Perum Perhutani
b) PTPN Perkebunan Nusantara
c) Balai Taman Nasional Departemen Kehutanan d) Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) e) Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum 2. Swasta
Sektor swasta yang berperan aktif dalam pengembangan kepariwisataan di Kabupaten Bogor meliputi:
Pengelola kawasan wisata/ Investor.
Asosiasi Hotel dan Restoran (PHRI).
Asosiasi Agen Perjalanan Wisata (APW).
Asosiasi Biro Perjalanan Wisata (BPW).
3. Masyarakat.
Masyarakat pemerhati budaya, masyarakat pengelola adat, masyarakat pengelola kawasan, akademisi, budayawan, tokoh masyarakat ataupun LSM lainnya yang berkaitan dengan kepariwisataan.
7.2.2 Kondisi Eksisting Kelembagaan Pariwisata Kabupaten Bogor
7.2.2.1 Performa Badan Promosi Pariwisata Kabupaten Bogor
Badan promosi Pariwisata daerah Kabupaten Bogor dibentuk untuk membantu Pemerintah Daerah kabupaten Bogor dalam rangka mempromosikan dan memajukan
Profil dan Analisis Kelembagaan Pemasaran Pariwisata |
7-4
berbagai jenis usaha Pariwsata di wilayah Kabupaten Bogor. Selanjutnya disahkan dengan keputusan Bupati No. 556/146/Kpts/Per-UU/2014 tentang Pembentukan Badan Promosi Pariwisata dan Pengangkatan Keanggotaan, unsur penentu kebijakan Badan Promosi Pariwisata Kabupaten Bogor, sesuai Peraturan Bupati No. 58/2013 tentang Tata Kerja, persyaratan, serta tata cara pengangkatan, pemberhentian, unsur penentu kebijakan Badan Promosi Pariwisata (BPP) Kabupaten Bogor.
Visi dan Misi Badan Promosi Pariwisata Daerah Kabupaten Bogor yang ingin dicapai adalah:
VISI
Menjadi Institusi yang unggul dalam mempromosikan Kabupaten Bogor sebagai Destinasi Pariwisata yang berdaya saing dan berkelanjutan.
MISI
1. Mempromosikan pengembangan dan pelestarian seni dan budaya daerah dalam membangun citra kepariwisataan Kabupaten Bogor.
2. Perluasan informasi pariwisata dan budaya untuk memperluas pasar wisatawan dan peningkatan jumlah kunjungan.
3. Peningkatan pemasaran pariwisata dalam rangka kemitraan seluruh stakeholder pariwisata.
Tugas:
a) Meningkatkan citra kepariwsataan Kabupaten Bogor.
b) Meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara dan penerimaan devisa.
c) Meningkatkan kunjungan wisatawan nusantara dan pembelanjaan.
d) Menggalang pendanaan dari sumber selain anggaran pendapatan dan belanja daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, dan
e) Melakukan riset dalam rangka pengembangan usaha dan bisnis pariwisata.
Fungsi
a. Koordinator promosi pariwisata yang dilakukan dunia usaha di Kabupaten Bogor.
b. Mitra kerja pemerintah daerah.
Ragam Kegiatan dan Prestasi kerja Ragam Kegiatan:
1. Jabar Travel Exchange2014
2. Konsolidasi dan studi dengan pelaku industri Pariwisata di Kabupaten Bogor 2014 3. Festival makanan dan minuman Kabupaten Bogor, 2014
Laporan Akhir Penyusunan Strategi Pemasaran Pariwisata Kabupaten Bogor
Profil dan Analisis Kelembagaan Pemasaran Pariwisata |
7-5
4. Majelis Buka Puasa Tourism Malaysia 2014 5. Fam Trip kabupaten Bogor 2014
6. Koordinasi dengan BPPD Provinsi Jawa Barat, 2015 7. Fam Trip Golf Club Asia Pasific Region, 2015
8. Sales Mission ke DI Yogyakarta, 2015 9. Sales Mission ke Bali, 2015
10. Perintisan Bogor Wonderful Golf 2016 11. Pers Fam Trip, 2016
12. MoU dengan Kementerian Pelancongan Negeri Pahang-Malaysia, 2016 13. Bali dan Beyond Travel Fair 2016
14. Malindo 2 Vip Fun Golf 2016 15. Welcome Dinner BWG 2016
16. Sales Mission ke Sumatera Barat, 2015 17. Jelajah Budaya Nusantara –Malaysia, 2016 18. Sales Mission ke Malaysia, 2016
19. Bogor Wonderful Golf 2017 20. Sales Mission ke Thailand, 2017
21. Promosi Sport Tourism di Malaysia, 2018 7.2.2.2 Kelembagaan IWAPI
IWAPI memiliki pelayanan untuk perempuan dan anak. Hal tersebut dilakukan IWAPI berdasarkan beberapa pedoman sebagai berikut:
1. Kode Etik IWAPI, pada butir (3) menyebutkan bahwa: Ka i Wa ita Pe gusaha I do esia ikut erpartisipasi dala pelaksa aa Pe a gu a Nasio al .
Pembangunan nasional seutuhnya yang melibatkan kaum perempuan di dalam peningkatan ekonomi inklusif. Dengan keterlibatan perempuan pengusaha yang tergabung dalam wadah IWAPI, diharapkan dapat mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) yaitu menjamin kesetaraan gender serta memberdayakan seluruh perempuan untuk mengurangi kemiskinan, sehingga menunjang kesejahteraan keluarga.
1. Dalam anggaran dasar (AD & ART IWAPI) pada bagian Ketentuan Umum, disebutkan bahwa Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia adalah bagi perempuan pengusaha Warga Negara Indonesia (WNI) yang bergerak dalam bidang perekonomian dan berinduk pada Kamar Dagang & Industri (KADIN).
2. Mengacu pada Tujuan IWAPI (Pasal 8, AD & ART IWAPI) pada point (2) Membina dan mengembangkan kemampuan kegiatan Perempuan Pengusaha Indonesia dan (3) Meningkatkan dan memelihara citra perempuan pengusaha yang sesuai dengan kepribadian dan budaya bangsa Indonesia.
3. Fungsi IWAPI ( Pasal 9, AD-ART IWAPI) disebutkan bahwa IWAPI berfungsi sebagai wadah dan wahana komunikasi, informasi, representasi, konsultasi, fasilitasi dan
Profil dan Analisis Kelembagaan Pemasaran Pariwisata |
7-6
advokasi untuk perempuan pengusaha Indonesia dengan pihak pemerintah maupun pihak swasta (Nasional/Internasional) mengenai hal-hal yang berkaitan dengan masalah perdagangan, perindustrian dan jasa dalam arti mencakup seluruh kegiatan ekonomi dalam rangka membentuk iklim usaha yang bersih, transparan dan profesional serta mewujudkan sinergi seluruh potensi ekonomi nasional.
VISI
Me jadi orga isasi pere pua pe gusaha ter aik ti gkat Nasio al da I ter asio al.
MISI
1. IWAPI memberdayakan dan memperkuat kaum perempuan didalam kegiatan usaha dengan meningkatkan kemampuan anggota dalam mengelola usahanya, antara lain:
mendapatkan akses terhadap teknologi baru, informasi tentang pemasaran dan pembiayaan.
4. IWAPI memperjuangkan anggotanya dengan berbagai cara antara lain: advokasi, pelatihan (keterampilan teknis, manajemen dan sumber daya manusia), dan membangun jejaring usaha (networking).
Analisis Kepariwisataan Kabupaten Bogor |