BAB II TINJAUAN PUSTAKA
E. Populasi Dan Sampel
Untuk lebih mengetahui, tentang populasi penelitian maka terlebih dahulu Suharsimi Arikunto (1998: 67) mengemukakan populasi sebagai berikut:
Populasi adalah sekumpulan objek penelitian.Apabila ingin menilai semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian maka penelitiannya merupakan penelitian populasi.
Menurut Sugiono (2013:57) mengatakan bahwa:
Populasi adalah wilayah generasi yang terdiri dari objek dan subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh penulis untuk dipelajari dan ditarik kesimpulan.
Sedangkan Margono, (2007: 106) menjelaskan bahwa Populasi adalah seluruh data yang menjadi perhatian penelitian dalam suatu ruang lingkup dalam waktu yang di tentukan.
Dari pengertian tersebut, penulis menarik kesimpulan bahwa populasi adalah sekumpulan individu atau kelompok yang menjadi sumber data dan informasi yang dibutuhkan dalam sebuah penelitian. Unsur tersebut dapat berupa individu, keluarga, rumah tangga, kelompok- kelompok sosial, kelas, organisasi atau keseluruhan objek yang diteliti dan mempunyai sifat yang sama atau lebih.
Sehubungan dengan itu, maka yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh jumlah remaja di Desa Lassang Barat Kecamatan PolongBangkeng Utara Kabupaten Takalar dengan jumlah masyarakat sebanyak dan remaja, jadi secara keseluruhan adalah orang.
Selengkapnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Keadaan populasi Remaja di Desa Lassang Barat Kecamatan PolongBangkeng Utara Kabupaten Takalar.
Tabel 1 Keadaan Populasi
No
Masyarakat dan Remaja
Jenis kelamin
Jumlah Laki-laki Perempuan
1 Masyarakat 211 290 501
2 Remaja 27 49 76
Jumlah 238 339 577
Sumber data: Kader Desa Lassang Barat Kecamatan Polongbangkeng Kabupaten Takalar.
2. Sampel
Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti.
(Suharsimi Arikunto), (2010 : 109). Dalam bukunya Cholid Narbuko dan H. Abu Ahmadi, mengutip pendapat Sutrisno Hadi yang menjelaskan bahwa “sampel atau contoh adalah mengambil sebagian individu yang diselidiki dari keseluruhan individu (objek dan subyek)”. Berdasarkan uraian tersebut bahwa sampel adalah mengambil sebagian dari keseluruhan populasi yang akan di teliti.
Adapun cara penarikan sampel menurut Suharsimi Arikunto (20010: 134) mengatakan bahwa :
Populasi yang subyeknya kurang dari 100, lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi, tetapi, jika jumlah subjeknya lebih dari 100, maka dapat diambil antara 10-15% atau 20-25% atau lebih.
Merujuk pada pendapat para pakar diatas dalam penentuan besarnya sampel, maka penulis dalam hal ini mengambil sampel sebanyak 15% dari jumlah populasi sebagaimana teori Suharsimin Arikunto. Jadi jumlah populasi yang akan diteliti di Malaginna di Desa Lassang Barat Kecamatan PolongBangkeng Utara KabupatenTakalar adalah 577 orang .
Teknik yang digunakan dalam penarikan sampel pada penelitian ini adalah berdasarkan pendapat suharsimin Arikunto yaitu 10% dari populasi yaitu 15% x 577 = 55 orang.
Tabel 2 Keadaan Sampel
No
Masyarakat dan Remaja
Jenis kelamin
Jumlah Laki-laki Perempuan
1 Masyarakat 32 43 75
2 Remaja 4 8 12
Jumlah 36 51 87
F. Instrument Penelitian
Instrument penelitian adalah alat yang di gunakan untuk mengumpulkan data lapangan.
1. Pedoman Observasi
Menurut Suharsimin Arikunto, (2002:130) mengemukakan bahwa
“Pedoman observasi yaitu mengamati dan menggunakan komunikasi langsung dengan sumber informasi tentang objek penelitian untuk melihat dari dekat kegiatan yang dilakukan.”
2. Pedoman wawancara
Menurut Emzir, (2010:50) mengemukakan bahwa “Pedoman wawancara yaitu proses komunikasi atau interaksi untuk mengumpulkan info dengan cara Tanya jawaban antara peneliti dan informan”.
3. Pedoman Angket
Menurut Suharsimi Arikunto (2006) mengemukakan bahwa
“Pedoman angket yaitu daftar pertanyaan yang diberikan kepada orang lain yang bersedia memberikan respon sesuai dengan permintaan pengguna”.
4. Dokumentasi
Menurut Suharsimi Arikunto (2006:158) mengemukakan bahwa
“catatan dokumentasi yaitu mencari dan mengumpulkan data mengenai hal-hal yang berupa catatan, buku, surat kabar, majalah, dan agenda”
G. Tehnik Pengumpulan Data
Untuk mengumpulkan data yang diperlukan bagi penyusun proposal ini, penulis menggunakan instrument sebagai berikut :
1. Observasi
Menurut Ridwan, (2004: 104) mengemukakan bahwa “Pedoman observasi yaitu tekhnik pengumpulan data, dimana peneliti melakukan pengamatan secara langsung ke objek penelitian untuk melihat dari dekat kegiatan yang di lakukan.”
2. Interview (Wawancara)
Interview adalah suatu bentuk komunikasi verbal, semacam percakapan yang bertujuan memperoleh informasi dan komunikasi
tersebut di lakukan secara berhadapan. Adanya suatu rangsangan tertentu yang di inginkan, menurut Emzir, (2010 : 50).
3. Angket
Angket yaitu suatu teknik pengumpulan data dari responden dengan menggunakan instrument berupa suatu daftar pertanyaan yang berisi rangkaian pertanyaan tertulis mengenai suatu masalah atau bidang yang akan diteliti.
4. Dokumentasi
Menurut Suharsimi Arikunto (2006: 158) mengemukakan bahwa dokumentasi yaitu mencari dan mengumpulkan data mengenai hal-hal yang berupa catata, buku, surat kabar, majalah dan agenda.”
H. Tehnik Analisis Data
Penelitian ini merupakan deskriptif kualitatif dengan menggunakan data.Untuk mengelolah data menjadi sebuah pembahasan, maka penulis menganalisis data dengan tehnik analisis deskriptif yaitu berusaha memberikan gambaran dari data yang di peroleh dengan menggunakan rumus presentasi sesuai dengan tabel sebelumnya. Hermawan Wasito (1997 : 58) rumus yang di gunakan dalam menganalisis data adalah sebagai berikut:
p= 100%
Dimana: P: Persentase
F: Frekuensi yang sedang di cari N: Jumlah frekuensi atau responden
BAB IV
HASIL PENELITIAN
A. Selayang Pandang Dusun Malaginna desa Lassang barat kecamatan Polongbangkeng Utara Kabupaten Takalar
1. Keadaan Geografis
Dusun Malaginna adalah termasuksalah satu Desa Lassang Barat yang berada di wilayah Kecamatan Polongbangkeng Utara Kabupaten Takalar.Yang wilayahnya berada di antara dataran rendah, terletak kurang lebih 8 km dari kota Takalar, berbatasan diantara DusunPanjo’jo dan Dusun Mattoanging.
Adapun batas-batas wilayah Dusun Malaginna desa Lassang Barat Desa Lassang Barat Kecamatan Polongbangkeng Utara Kabupaten Takalar dilihat pada data berikut ini:
a. Di sebelah Utara adalah Dusun Anging Mammiri b. Di sebelah selatan adalah Dusun Panjo’jo
c. Di sebelah Timur adalah Dusun Mattoanging
d. Di sebelah barat adalah Mattompo Dalle Kelurahan Parang Luara’.
47
2. Keadaan Demografis
Dusun Malaginna Desa Lassang Barat Kecamatan Polongbangkeng Utara Kabupaten Takalar di huni sebanyak 106 kepala keluarga dengan jumlah penduduk 577 jiwa yang terdiri dari 207 laki-laki dan 350 perempuan.
Hal ini dapat di lihat pada table berikut ini:
Tabel I
No
Masyarakat dan Remaja
Jenis kelamin
Jumlah Laki-laki Perempuan
1 Masyarakat 211 290 501
2 Remaja 27 49 76
Jumlah 238 339 577
Sumber data: Kantor Desa Lassang Barat Kecamatan Polongbangkeng Kabupaten Takalar 2016.
3. Mata Pencarian Penduduk Dusun Malaginna Desa Lassang Barat Kecamatan Polongbangkeng Utara Kabupaten Takalar Mata pencarian masyarakat di Dusun Malaginna beraneka ragam Dalam menopang kelangsungan hidupnya. Mata pencarian penduduk di Dusun Malaginna untuk lebih jelasnya dapat di lihat pada tabel 2 berikut ini:
Tabel II
No Mata Pencarian Jumlah
1 Petani 66
2 Honorer 19
3 Polisi 6
4 Wiraswasta 17
5 Tentara 5
6 Sopir Mobil 9
7 Pelayaran 8
Jumlah 131
Sumber data: Kantor Desa Lassang Barat
Dari tabel dua diatas dapat diketahui bahwa mata pencarian penduduk dusun Malaginna yang paling dominan yaitu petani yaitu sebanyak 66 orang sedangkan mata pencarian penduduk yang paling sedikit yaitu tentara sebanyak 5 orang.
4. Tingkat kesejahteraan Masyarakat Dusun Malaginna
Tingkat kesejahteraan masyarakat menentukan keberhasilan penanganan kemisikinan dan ketertinggalan yang ada di sebuah desa.
Tingkat kesejahteraan penduduk di Dusun Malaginna Desa Lassang Barat
Kecamatan Polongbangkeng Utara Kabupaten Takalar untuk lebih jelasnya dapat di lihat dari tabel berikut ini:
Tabel III
No Tingkat Kesejahteraan Penduduk Jumlah KK
1 Sejahtera 31
2 Pra Sejahtera 33
Jumlah 64
Sumber Data: Kantor Desa Lassang Barat
Dari tabel tiga diatas dapat di ketahui bahwa tingkat kesejahteraan masyarakat Dusun Malaginna Desa Lassang Barat sejak terbentuknya desa ini samapai tahun 2016 paling banyak berada pada tingkat Pra Sejahtera. Hal ini di karenakan masih banyak penduduk yang mengalami kemiskinan yang putus asa dalam dalam berusaha.
5. Kedudukan dan Fungsi Kepala Desa
Kepala Desa berkedudukan sebagai kepala pemerintah Di Desa yang berada langsung dibawah Bupati dan bertanggung jawab kepada bupati melalui camat.Kepala desa mempunyai fungsi memimpin penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan.Kepala desa mempunyai tugas menyelenggarakan urusan pemerintahan, pembangunan,
dan kemasyarakatan serta tugas-tugas lain yang dilimpahkan kepada kepala desa.
Adapun nama-nama kepala Desa secara bergilir dari tahun ke tahun dapat di lihat dari Tabel berikut ini:
Tabel IV
No Nama kepala Desa Masa Jabatan
1 Abdul Jafar Dg Nawang 1994-2003
2 Kr. Lira’ 2003-2012
3 Hasan 2012-2016
Sumber Data: Kantor Desa Lassang Barat
6. Visi dan Misi Desa Lassang Barat
Dalam pengelolaan dan pengembangan Desa Lassang barat sebagai Desa yang maju dan berkembang tentunya harus memiliki Visi dan Misi yang jelas.
Adapun Visi dan Misi Desa Lassang Barat adalah sebagai berikut:
a. Visi
Terwujudnya Desa Lassang Barat sebagai desa yang mandiri berbasis pertanian.Untuk mencapai masyarakat yang sehat, cerdas, dan lebih sejahtera.
b. Misi
Untuk mewujudkan visi tersebut, maka misi yang dilakukan adalah sebagai berikut:
1) Meningkatkan pembangunan yang infrastruktur yang mendukung perekonomian desa, seperti jalan, jembatan serta infrastruktur strategis lainnya.
2) Meningkatkan pembangunan di bidang kesehatan untuk mendorong derajat kesehatan masyarakat agar dapat bekerja lebih optimal dan memiliki harapan hidup lebih panjang.
3) Meningkatkan pembangunan di bidang pendidikan untuk mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia agar memiliki kecerdasan dan daya saing yang lebih baik.
4) Meningkatkan pembangunan ekonomi dengan mendorong semakin tumbuh dan berkembang pembangunan di bidang pertanian dalam arti luas, industry, perdagangan dan pariwisata.
5) Menciptakan tata kelolah pemerintahan yang baik berdasarkan demoktratisasi, transparansi, penegakan hukum, berkeadilan, kesetaraan gender, dan mengutamakan pelayanan kepada masyarakat.
6) Mengupayakan pelestarian sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan dan pemerataan pembangunan guna meningkatklan perekonomian.
7. Struktur Organisasi Desa Lassang Barat Kecamatan Polongbangkeng Utara Kabupaten Takalar
Sumber Data: Kantor Kepala Desa Lassang Barat
BPD S. DG BETA
KEPALA DESA HASAN
SEKRETARIS DESA SATRIANI S.E
KAUR KEUANGAN
Muh. Hasyim Toro KAUR UMUM Satria AM.d
SEKSI PEMERINTAHAN
SYAHARUDDIN SEKSI
PEMBAGUNAN ABD RAHIM ERANG
SPM DG SASSA
KADUSI H.NURDIN
ALEO
KADUS II DG MAKKING
KADUS III MUSTASYIM
DG TUJU
KADUS IV KAHAR DG RANI
8. Sarana dan Prasarana Dusun Malaginna
Adapun beberapa sarana yang ada Di Dusun Malaginna Desa Lassang Barat Kecamatan Polongbangkeng Utara Kabupaten Takalar yang sering di gunakan oleh Masyarakat setempat untuk menuntut ilmu, untuk beribadah, dan sarana yang di sediakan oleh pemerintah setempat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yaitu dapat di lihat dari tabel berikut ini:
Tabel V
No Nama Jumlah
1 SD 2
2 TK 1
3 Mesjid 1
4 Mobil Pemotong Padi 2
5 Traktor Pembajak Sawah 2
Jumlah 8
Sumber Data: Kantor Desa Lassang Barat
Masyarakat Dusun Malaginna 100% menganut agama islam. Namun, menurut pengamatan sehari-hari banyak yang mengaku dirinya islam, tapi masih melakukan perbuatan yang bertentangan dengan syariat islam.
Seperti, baca-baca untuk orang yang meninggal, naik rumah, dan lain sebagainya.
B. Pengaruh Lingkungan Masyarakat Terhadap Pergaulan Remaja Di Dusun Malaginna Desa Lassang Barat Kecamatan Polongbangkeng Utara Kabupaten Takalar
Lingkungan masyarakat merupakan tempat berbaurnya semua komponen masyarakat, baik dari segi agama, etnis, keturunan, status ekonomi maupun status sosial. Pengaruh yang ada dalam masyarakat dapat mempengaruhi anak terhadap dunia pendidikan maupun pergaulan.
Dengan demikian dalam pergaulan sehari-hari antara anak dengan anak dalam masyarakat juga ada yang setaraf dan ada yang lebih dewasa dalam bidang tertentu.Lingkungan masyarakat adalah lingkungan ketiga dalam pergaulan remaja setelah lingkungan sekolah dan lingkungan keluarga. lingkungan masyarakat mempunyai tugas dan tanggung jawab dalam memberikan pengaruh yang positif terhadap pergaulan remaja.
Pergaulan remaja yang positif terkadang sulit di dapatkan oleh remaja di lingkungan masyarakat karena pergaulan mempunyai pengaruh yang besar dalam pembentukan kepribadian seorang individu. Pergaulan yang ia lakukan akan mencerminkan kepribadiannya, baik pergaulan yang positif maupun pergaulan yang negatif. Pergaulan yang positif itu dapat berupa kerjasama antar individu atau kelompok guna melakukan hal-hal yang positif.
Sedangkan pergaulan yang negatif itu lebih mengarah ke pergaulan yang bebas, hal itulah yang harus di hindari di lingkungan masyarakat, terutama bagi remaja yang masih mencari jati dirinya. Dalam usia remaja ini, biasanya
seorang remaja sangat labil, mudah terpengaruh terhadap bujukan dan bahkan dia ingin mencoba sesuatu yang baru yang mungkin para remaja belum tahu apakah itu baik atau tidak.
Oleh karena itu, dalam pergaulan remaja di lingkungan masyarakat, seorang remaja harus mendapatkan perhatian khusus dari masyarakat, yaitu berupa bimbingan dan arahan dalam bergaul untuk mengarahkan ke hal yang positif agar dapat meresap dalam hati serta melekat dalam jiwa dan ingatan, hingga menjadikan pergaulan menjadi bermanfaat karena kebiasaan dalam kebaikan di lingkungan masyarakat.
Pengaruh lingkungan masyarakat memiliki dampak yang lebih besar daripada lingkungan sekolah dan lingkungan keluarga.sebab masa remaja adalah masa yang sedang mengembangkan kepribadian yang membutuhkan lingkungan teman-teman dan masyarakat. Perhatian mereka terhadap lingkungan masyarakat benar-benar diperhatikannya.Maka persoalan masyarakat atau masalah orang banyak sering kali menjadi perhatian mereka. Oleh karena itu, masyarakat harus mencerminkan hal-hal yang positif sebagai bentuk partisipasi masyarakat terhadap pergaulan remaja di lingkungan masyarakat.
Setiap masyarakat mempunyai keinginan agar remaja mendapatkan pengaruh yang positif di lingkungan masyarakat, seperti mempunyai kepribadian yang kuat dan sikap mental yang sehat.Salah satu jalan yang harus di tempuh bahkan merupakan alat yang erat hubungannya dengan hal
tersebut adalah pendidikan, baik formal, informal maupun non formal.Berhasil tidaknya pendidikan memberikan pengaruh terhadap pergaulan remaja, banyak di tentukan oleh sikap yang nampak dirinya.Olehnya itu, keras dan lembutnya kepribadian yang di miliki kelak tergantung dari lingkungan pendidikan.
Berikut adalah tanggapan remaja tentang pengaruh lingkungan masyarakat terhadap pergaulan di Dusun Malaginna Desa Lassang Barat Kecamatan Polongbangkeng Utara Kabupaten Takalar.
TABEL VI
Tanggapan responden tentang pengaruh Lingkungan masyarakat terhadap pergaulan remaja
No Jawaban Remaja Frekuensi Presentasi
1 Berpengaruh 9 50%
2 Cukup Berpengaruh 6 34 %
3 Kurang berpengaruh 1 5 %
4 Tidak berpengaruh 2 11%
Jumlah 18 100 %
Sumber Data: Hasil Tabulasi Angket No. 1
Dari tabel diatas,dapat diketahui bahwa 9 remaja atau 50%
mengatakanbahwa lingkungan masyarakat berpengaruh besar terhadap pergaulan remaja di lingkungan masyarakat. Dan 6 remaja atau
34%mengatakan bahwa lingkungan masyarakat cukup berpengaruh dalam lingkungan masyarakat. Selanjutnya, 1 remaja atau 5% mengatakan bahwa lingkungan masyarakat kadang-kadang berpengaruh terhadap pergaulan remaja dan 2 remaja atau 11% mengatakan bahwa lingkungan masyarakat kurang berpengaruh terhadap pergaulan remaja.
Berdasarkan tabeldiatas, jelaslah bahwa secara umum remaja yang berada di Dusun Malaginna Desa Lassang Barat Kecamatan Polongbangkeng Utara Kabupaten Takalar mengaku bahwa lingkungan masyarakat dapat memberikan berpengaruh besar terhadap Pergaulan remaja di lingkungan remaja karena waktu di lingkungan masyarakat lebih dominan daripada di lingkungan sekolah dan keluarga. Sekalipun masih terdapat sedikit diantara masyarakat yang kurang dapat mempengaruhi pergaulan remaja.
Lingkungan masyarakat memiliki pengaruh yang besar terhadap pergaulan remaja, maka alangkah baiknya jika masyarakat bekerjasama untuk mengubah keseharian remaja menjadi lebih baik. Berikut adalah tanggapan masyarakat tentang pengaruh lingkungan masyarakat terhadap pergaulan remaja di Dusun Malaginna Desa Lassang Barat Kecamatan Polongbangkeng Utara Kabupaten Takalar mengatakan sebagai berikut:Nurhayati mengatakan bahwa:
Lingkungan masyarakat itu, sangat berpengaruh terhadap pergaulan remaja, karena di lingkungan masyarakat, remaja melakukan aktivitasnya, setelah lingkungan Sekolah dan Keluarga.Sehingga sedikit banyaknya suatu pengaruh bagi remaja pasti memiliki dampak terhadap pergaulannya baik itu pengauh yang positif maupun yang negatif.
(Wawancara dengan Nurhayati, Tanggal 10 Agustus 2016)
Selanjutnya Hajrah yang merupakan salah satu tokoh masyarakat Dusun Malaginna Desa Lassang Barat Kecamatan Polongbangkeng Utara Kabupaten Takalar mengatakan sebagai berikut:
Lingkungan masyarakat itu sangatlah berpengaruh terhadap pergaulan remaja,karena apabila anak dari kecil tidak di bina dengan agama yang baik, mereka dengan mudah meniru apa-apa yang mereka lihat di lingkungan sekitarnya.Baik itu perbuatan yang baik maupun perbuatan yang buruk. (Wawancara, 10 Agustus 2016)
Dengan demikian, penulis dapat menyimpulkan bahwa, lingkungan masyarakat bisa memberikan pengaruh yang besar terhadap pergaulan remaja, baik itu pengaruh yang positif maupun pengaruh yang negatifapabila remaja itu lebih banyak meluangkan waktunya di luar lingkungan sekolah dan keluarga.
Nampak dari uraian diatas, betapa pentingnya lingkungan masyarakat dalam pergaulan remaja dalam mentransfer ilmu pendidikan untuk generasi yang lebih baik.Di lingkungan masyarakat, remaja dapat terpengaruhi oleh dua dampak yaitu dampak yang positif dan dampak yang negatif. Oleh karena itu, remaja harus mampu memilih pergaulan yang baik untuk mendapatkan pengaruh yang positif dari lingkungan masyarakat dan harus mengetahui bagaimana cara untuk tidak terpengaruh dari pergaualan yang
negatif.Tidak ada keberhasilan remaja untuk menghindari pengaruh yang negatif tanpa adanya perhatian dari masyarakat.
Berikut adalah tanggapan remaja tentang perhatian masyarakat terhadap pergaulan remaja di lingkungan masyarakat.
Tabel VII
Tanggapan Responden tentang perhatian masyarakat dalam pergaulan remaja di Dusun Malaginna Desa Lassang Barat Kecamatan
Polongbangkeng UtaraKabupaten Takalar
No Jawaban Alternatif Frekuensi Presentase
1 Ya 10 55%
2 Kadang-kadang 3 16%
3 Kurang 1 6%
4 Tidak Pernah 4 23%
Jumlah 18 100%
Sumber data: Tabulasi Angket No.2
Dari data diatas dapat di ketahui bahwa 10 remaja atau 55% mengaku bahwa mereka mendapat perhatian dalam bergaul di lingkungan masyarakat, selanjutnya 3 remaja atau 16% mengaku bahwa masyarakat kadang-kadang memperhatikan mereka dalam pergaulannya, dan 1 remajaatau 6% yang mengaku bahwa mereka kurang di perhatikan oleh masyarakat dalam pergaulannya di lingkungan masyarakat. Dan 4 remaja atau 23% mengaku
bahwa mereka tidak pernah di perhatikan oleh masyarakat di lingkungan masyarakat.
Dari hasil penelitian di atas dapat di pahami bahwa, para remaja dominan mendapatkan perhatian dari masyarakat Dusun Malaginna Desa Lassang barat Kecamatan Polongbangkeng Utara Kabupaten Takalar untuk terhindar dari pergaulan yang negatif.
Namun, pada dasarnya sebagian remaja merasa khawatir berbaur di lingkungan masyarakat di sebabkan karena takut terpengaruh oleh hal-hal yang tidak membawa manfaat untuk masa depannya. Hal ini dapat juga di ketahui dari kekhawatiran remaja dalam bergaul lingkungan masyarakat, melalui tabel berikut ini:
TABEL VIII
Kehati-hatian remaja dalam bergaul di lingkungan Masyarakat No Alternatif Jawaban Frekuensi Presentase
1 Selalu 18 100%
2 Kadang-kadang _ _
3 Kurang _ _
4 Tidak pernah _ _
Jumlah 18 100%
Sumber Data: Hasil Tabulasi Angket No. 3
Dari data diatas di ketahui bahwa ada 18 remaja atau 100% yang menjawab jika mereka selalu berhati-hati dalam bergaul di lingkungan masyarakat. Selanjutnya ada 0 remaja atau 0 % yang menjawab bahwa remaja kadang-kadang berhati-hati bergaul di lingkungan masyarakat, dan ada 0 remaja atau 0 % yang menjawab kurang berhati-hati dalam bergaul di lingkungan masyarakat. 0 remaja atau 0 % yang menjawab tidak pernah berhati-hati bergaul dalam lingkungan masyarakat.
Hal ini sesuai dengan tanggapan masyarakat yang selalumenghimbau pergaulan remaja, meskipun tidak dalam jangka waktu 24 jam tapi setidaknya dapat mencegah dari hal yang negatif. Berikut adalah tanggapan masyarakat tentang himbauan yang di berikan dalam pergaulan remaja di lingkungan masyarakat.
Adapun hasil wawancara menurut Hajrah Dg Ratu selaku tokoh masyarakat mengatakan bahwa:
Dengan menasehati para remaja, berarti telah memperbaiki masa depan karena menjadi seorang remaja itu memiliki semangat yang menggebu-gebu. Jadi kapan tidak ada atau tidak pernah di berikan nasehat atau ilmu agama maka seorang remaja akan mudah melakukan perbuatan-perbuatan yang melanggar syari’at.(wawancara, 10 Agustus 2016)
Hal ini senada dengan pendapat aktivis dakwah, Ust. Juanda Dg Sigollo mengatakan bahwa:
Sudah seharusnya sebagai masyarakat sekaligus menjadi orang tua untuk remaja agar senantiasa menasehati remaja, agar tidak salah dalam bergaul, seperti halnya contoh nasehat untuk laki-lakinya, untuk senantiasa diajak shalat berjama’ah di mesjid, dan perempuannya di
ingatkan untuk berjilbab setiap keluar rumah. Semoga dengan nasehat yang secara intensif, para remaja mendapat hidayah-Nya.(wawancara 10 Agustus 2016)
Dari pembahasan diatas dapat di ketahui bahwa,remaja itu harus senantiasa di kontrol dalam pergaulannya, agar remaja bisa membiasakan diri dalam kebaikan. Karena suatu kebiasaan apabila di tinggalkan akan menjadikan hati kurang menyenangkan.
Pengaruh lingkungan masyarakat terhadap pergaulan remaja sangat besar, yang meliputi aspek-aspek kepribadian seperti pergaulan bebas, pemborosan waktu untuk hal-hal yang tidak bermanfaat, membangka orang tua, susah diatur dan hal-hal negatif lainnya. Untuk itu, sebagai masyarakat harus bisa menjadi contoh yang baik dan ideal di pandangan para remaja dan sekitar lingkungan.Karena masyarakat mempunyai tanggung jawab dalam menumbuhkan dan mewujudkan generasi yang baik agar dapat menjadi penerus yang bertanggung jawab terhadap kewajibannya sebagai contoh yang baik pada generasi selanjutnya.Berikut adalah tanggapan remaja terhadap contoh yang baik, yang di berikan oleh masyarakat.
Tabel IX
No Tanggapan Responden Frekuensi Presentase
1 Ya 5 27 %
2 Kadang-kadang 8 45%
3 Kurang 4 23%
4 Tidak 1 5%
Jumlah 18 100%
Sumber data: Hasil Tabulasi Angket No.4
Pada tabel diatas, menunjukkan bahwa 5 remaja atau 27% mengatakan bahwa masyarakat dapat memberikan contoh yang baik terhadap pergaulan remaja, selanjutnya 8 remaja atau 45% mengatakan bahwa masyarakat kadang-kadang dapat memberikan contoh yang baik terhadap pergaulan remaja. Selanjutnya 4 remaja atau 23% mengatakan bahwa masyarakat kurang memberikan contoh yang baik terhadap pergaulan remaja.Dan 1 remaja atau 5% mengatakan bahwa, lingkungan masyarakat tidak dapat memberikan contoh yang baik terhadap pergaulan remaja di lingkungan masyarakat.
Memberikan contoh yang baik terhadap remaja merupakan tanggung jawab sebagai masyarakat.Namun, sebagian dari masyarakat kurang yang dapat memberikan contoh yang positif terhadap generasi setelah mereka.Seperti berkata-kata yang tidak berpendidikan, berpakaian yang tidak