• Tidak ada hasil yang ditemukan

F. Kerangka Teori

2. Perguruan Tinggi

a. Urgensi perguruan tinggi

Perguruan tinggi merupakan jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program pendidikan diploma,sarjana,megister,spesialis dan doctor yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi.13

12 Andri Adi,”Analisis penyebab tingginya pengangguran sarjana di kecamatan simelue barat kabupaten simalue( skripsi,ilmu sosiologi,universitas teuku umar,Aceh Barat,2016)

13Safarudin Aziz,Manajemen…,hal 21.

perguruan tinggi merupakan sebuah jenjang pendidikan atau lembaga pendidikan setelah pendidikan menengah. Untuk pendapatkan gelar sarjana, megister dan doctor.Tidak hanya untuk mendapatkan gelar, adanya perguruan tinggi bertujuan untuk mempersiapkan para lulusan mahasiswa memiliki kemampuan akademis yang profesional.Dan dapat mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Perguruan tinggi memiliki peranan yang penting untuk mencetak sumber daya manusia yang bersaing.Perguruan tinggi untuk menyediakan tenaga kerja yang memiliki kemampuan dan kompetensi yang dibutuhkan oleh pasar.

Selain itu, perguruan tinggi yang berkualitas juga akan dapat mencetak pemimpin dan pemikir suatu bangsa yang menentukan pembangunan negara di masa depan.14

Perguruan tinggi menjadi tempat pemberian pendidikan kepada para individu terutama pada kalangan remaja.tentunya dapat memiliki peranan yang sangat penting bagi individu itu sendiri.

Perguruan tinggi menjadi wadah untuk mencetak sumber daya manusia untuk dapat bersaing di dunia kerja.Karena dapat menciptakan tenaga kerja yang memiliki kualitas tinggi.Perguruan tinggi dapat membentuk karakter dan keperibadian yang lebih dewasa dan bertanggung jawab. Sehingga mampu mecetak para

14 Soni Akhmad Nurhakim,”Peranan perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia untuk menghadapi ASEAN” ,Vol 6,nomer 2,

calon pemimpin Negara yang dapat membangun Negara di masa depan.

Pentingnya perguruan tinggi dalam kehidupan karena perguruan tinggi dapat meningktakan sumber daya manusia.Dengan adanya perguruan tinggi yang dapat merubah pola pikir seorang menjadi lebih kreatif dan inovatif.Lulusan perguruan tinggi mampu menghasilkan karya-karya baru yang belum pernah ada menjadi ada . sehingga mungkin dapat menciptakan lapang kerja sendiri, dari hasi pemikiran yang kreatif dan inofatif. Perguruan tinggi juga dapat membuat agar siap untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja.Dengan adanya perguruan tinggi, lulusan mahasiswa memiliki kompetensi dan keterampilan kerja yang baik.

b. Fungsi dan Tujuan Perguruan Tinggi

Pendidikan tinggi memiliki beberapa fungsi sebagaimana dijelaskan dalam UU No .12 Tahun 2012 Pasal 4 bahwa pendidikan tinggi memiliki 3 (tiga ) fungsi sebagai berikut:

1. Mengembangkan kemempuan serta membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa

2. Mengembangkan sivitas akademika yang inovatif, responsive, kreatif, terampil, berdaya saing, dan kooperatif melalui pelaksanaan tridharma

3. Mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan memperhatikan dan menerapkan nilai Humaniora.

Selain memiliki fungsi, pendidikan tinggi juga memiliki beberapa tujuan yang tertuang dalam UU No. 12 Tahun 2012 tentang pendidikan tinggi yaitu pada pasal 5.

Dalam UU No 12 Tahun 2012 pasal 5 tersebut disebutkan 4 tujuan pendidikan tinggi, yaitu sebagai berikut :

1. Berkembangnya potensi mahasiswa agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada tuhan yang maha esa dan berakhlak

mulia,sehat,berilmu,cakap,kreatif,mandiri,terampil,kompet en dan berbudaya untuk kepentingan bangsa

2. Dihasilkannya lulusan yang menguasai cabang ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memenuhi kepentingan nasional dan peningkatan daya saing bangsa

3. Dihasilkannya ilmu pengetaguan dan teknologi melalui penelitian yang memperhatikan dan menerapkan nilai humaniora agar bermanfaat bagi kemajuan peradaban dan kesejahtraan umat manusia

Terwujudnya pengabdian kepada masyarakat berbasis penalaran dan karya penelitian yang bermanfaat dalam memajukan kesejahtaan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa15

Berdasarkan ke tiga fungsi dari perguruan tinggi tersebut dapat disimpulakan bahawa fungsi dari adanya perguruan tinggi yaitu untuk dapat menjadikan peserta didik atau mahasiswa untuk lebih meningkatkan kualitas diri serta dapat menghadapi kehidupan dimasa yang akan datang dan juga memiliki daya saing yang luas terhadap dunia usaha selain itu juga mahasiswa diharapkan mampu menyalurkan ilmu pengetahuan serta tekonologi dengan tetap menerapkan ilmu kemanusaiaan yaitu mengangngkat manusia menjadi lebih manusiawi dan berbudaya.

15 Muh.Arroyan A, “Pengertian,fungsi dan tujuan pendidikan tinggi, dalam Http//Muh12royuanfatih,di akses tanggal 2 Desember 2019,pukul 18:08

Adapun kesimpulan dari tujuan adanya perguruan tinggi yaitu mahasiswa mampu mengembangkan potensi ilmu agama yang baik dan dapat menjadi manusia yang beriman dan bertkwa serta berakhlak mulia dan memiliki jiwa sosial yang tinggi, serta mengabdi kepada masyarakat karena lulusan mahasiswa sangat dibutuhkan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan mampu memutus rantai kemiskinan.

Persepsi Masyarakat

a. Pengertian Persepsi

Dalam kamus psikologi bahwa pengertian persepsi merupakan perception ( persepsi ) adalah kesadaran intuitif mengenai kebenaran langsung/keyakinan serta merta mengenai sesuatu. Persepsi secara umum diberlakukan sebagai satu variable campur tangan ( intervening variabel ), bergantung pada faktor perangsang, cara belajar, perangkat dan keadaan jiwa atau suasana hati dan faktor motivasional. Untuk itu persepsi mengenai dunia oleh pribadi yang berbeda yang akan berbeda, karena setiap individu menanggapinya berkenaan dengan aspek situasi yang mengandung arti khusus sekali dengan dirinya16

Sedangkan menurut Jalaludin Rahmad, dalam bukunya psikologi komunikasi mengartikan persepsi sebagai pengalaman tertentu obyek,pariwisata,atau hubungan- hubungan yang di peroleh dengan menyampaikan informasi dalam menafsirkan pesan17

pengertian di atas mengenai persepsi dapat di jelaskan persepsi adalah pola pikir, pandangan ataupun pendapat mengenai suatu

16 C.P.Chaplin, Kamus lengkap psikologi ( Surabya: PT.Rajawali Pras.1993 ) hal 358

17 Jalaludin Rakhmat,Psikologi Komunikasi ( Bandung:CV. Remaja Rosdakarya,1996 ) Hal.51

kejadian persitiwa ataupun keadaan yang mempengaruhi kebenaran dan keyakinan mengenai sesuatu, persepsi memiliki pengaruh yang sangat besar mengenai suatu masalah yang nantinya akan dapat menentukan baik buruknya permasalahan tersebut.

Adapun maksud dari persepsi tentang judul penelitian ini adalah mengenai suatu pandangan atau sikap masyarakat pedesaan tepatnya di Desa Darek Kecamatan Praya Barat Daya yang memiliki pandangan atau pola pikir yang berbeda mengenai perguruan tinggi negeri. Tentu persepsi masyarakat berbeda dari keluarga yang satu dengan yang lain bisa dilihat dari segi penghasilan baik itu dari pertanian maupun pegawai negeri. karena persepsi mereka tentang perguruan tinggi tergantung pada pengahsilan. Dan sebagian besar masyarakat yang ada di desa Darek berprofesi sebagai petani.Banyak dari mereka perpandangan negative tetentang perguruan tinggi.Karena dilihat dari pengalaman sebelumnya banyak lulusan sarjana yang ada di Desa Darek ecamatan Praya Barat Daya ini tidak memiliki pekerjaan.

b. Pandangan Masyarakat Tentang Perguruan Tinggi

Masyarakat adalah sekelompok orang yang berada di tempat yang sama dalam jangka waktu yang relative cukup lama. Dan memiliki suatu kebudayaan yang sama.

Dalam bahasa inggris masyarakat disebut society, asal katanya socious yang berarti kawan. Adapun kata masyarakat berasal dari bahasa arab yang artinya bergaul. Para ahli seperti Mac.Iver,J.L,Gillin dan J.P.Gillin sepakat bahwa adanya saling bergaul dan interaksi karena mempunyai nilai-nilai, norma- norma, cara-cara dan prosedur yang merupakan kebutuhan bersamasehingga masyarakat merupakan kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu sistem adat istiadat, yang bersifat kontinu dan terikat oleh suaturasa identitas bersama.18

Masyarakat merupakan suatu golongan yang saling berhubungan dan bekerja sama karena mempunyai suatu kepentingan yang samayang telah memiliki tatanan kehidupan, dan adat istiadat yang ditaati dalam lingkungannya. Masyarakat memiliki fungsi sebagai penerus budaya dari generasi selanjutnya.Pendidikan itu sangat behubungan dengan masyarakat karena memiliki ketergatungan dan keterkaitan antara keduanya.Masyarakat dan pendidikan merupakan komponen yang tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya, masyarakat membutuhkan pendidikan begitu puladengan pendidikan membutuhkan masyarakat. Tampa adanya masyarakat, pendidikan tidak akan berjalan dengan baik. di dalam pendidikan terdapat adanya unsur masyarakat seperti guru, peserta didik dan lain-lain.

18Sulaiman,Ilmu sosial Dasar,(Bandung,IKAPI,1992), hal.53

Begitu pulasebaliknya tampa adanya pendidikan masyarakat akan menjadi bodoh.Dengan adanya keterkaitan antara masyarakat dan pendidikan maka dari itu tidak terlepas dari pandangan masyarakat baik itu positif ataupun negatif.

Adapun pandangan masyarakat khusus nya di desa Darek Kecamatan Praya Barat Daya mengenai perguruan tinggi.menurut hasil observasi awal sebagian masyarakat berpandangan bahwa perguruan tinggi sangatlah penting bagi masa depan. ataupun sebaliknya bahwa pendidikan tinggi tidak dapat menjamin kesuksesan. sebagian dari mereka menganggap pendidikan hanyalah pemborosan semata, hal ini merupakan biasa atau nyata dalam kehidupan masyarakat. sebagian dari mereka yang berasumsi negativ tentang perguruan tinggi karena menurut mereka selama ini yang terjadi sebelumya di sekitar masyarakat desa darek kecamatan praya barat daya. banyak sekali lulusan mahasiswa yang tidak memiliki pekerjaan. yang menurut mereka layak bagi lulusan perguruan tinggi. mereka beranggapan bahwa jika lembaga pendidikan seperti perguruan tinggi ini tidak dapat menjamin mereka mendaptkan pekerjaan yang layak tidaklah penting pendidikan bagi mereka.

G. METODE PENELITIAN 1. Pendekatan Penelitian

Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan rancangan deskriptif. “pendekatan kualitatif adalah penelitian yang menggunakan latar alamiah, dengan maksud menafsirkan fenomena yang terjadi dan dilakukan dengan jalan melibatkan berbagai metode yang ada”.19 Jadi penelitian kualitatif dilakukan untuk mengkaji secara mendalam fakta-fakta atau fenomena yang terjadi dengan metode yang sejalan untuk memperoleh pemahaman yang mendalam tentang fakta-fakta atau fenomena tersebut. Creswell (1998),

Sehubungan dengan pelaksanaan penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan kualitatif, dimana data yang dikumpulkan berupa pendapat, konsep-konsep, keterangan, tanggapan dan informasi, yang berbentuk dalam uraian yang mengungkapkan permasalahan yang ada. Adapun permasalahan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah tentang dampak penganggurana sarjana S1 terhadap persepsi masyarakat mengenai perguruan tinggi negeri di Desa Darek Kecamatan Praya Barat Daya

2. Kehadiran Peneliti

Dalam metode kualitatif kehadiran peneliti sangat diperlukan karena peneliti harus ikut serta melibatkan diri pada saat proses

19 Lexy J. Moleong, Metode Penelitian Kualitatif (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2002), hal. 5

penelitian di kareankan peneliti akan dapat mengetahui kejadian- kejadian yang terjadi pada saat proses penelitian. Oleh sebab itu peneliti harus bisa menjalin kedekatan dengan baik agar dapat mempermudah mendapatkan kepercayaan dari subyek dan akan di teliti.

Kehadiran peneliti pada saat penelitian harus menjelaskan dengan baik maksud dan tujuan penelitian kepada subyek penelitian karena untuk dapat memperudah peneliti untuk memperoleh data dan informasi yang dibutuhkan dari subyek penelitian.

Peneliti juga harus memanfaatkan waktu sebaik mungkin dalam waktu yang telah di tentukan untuk mengamati gejala atau peristiwa yang terjadi berkaitan dengan dampak pengangguran lulusan sarjana S1 terhadap persepsi masyarakat mengenai perguruan tinggi negeri.

3. Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilakukan di desa Darek Kecamatan Praya Barat Daya kabupaten Lombok Tengah.Alasan dari peneliti memilih lokasi di desa darek kecamatan praya barat daya ini.karena di desa darek terdapat masalah mengenai banyaknya lulusan sarjana S1 yang tidak memiliki pekerjaan dengan kata lain pengangguran. hal ini yang menyebabkan sebagian besar masyarakat yang ada di desa darek

memiliki berbagi persepsi atau pandangan negatif tentang perguruan tinggi negeri.

Permasalahan ini lah yang membuat peneliti tertarik untuk mencoba meneliti di desa darek kecamatan praya barat daya dengan mengangkat judul dampak penganggurauan lulusan sarjana S1 terhadap persepsi masyarakat mengenai perguruan tinggi negeri.

4. Sumber Data Dan Jenis Data a. Sumber Data

Dalam suatu penelitian tentu dibutuhkan yang sumber data untuk mendapatkan data-data atau informasi terkain dengan konteks penelitian.Sumber data dari penelitian ini adalah lulusan sarjana S1 yang tidak memiliki pekerjaan serta masyarakat umum yang ada di desa darek kecamatan praya barat daya.

b. Jenis Data

Jenis-jenis penelitian dibedakan berdasarkan jenis data yang diperlukan. Secara umum dibagi menjadi dua, yaitu jenis data primer dan data skunder20

1. Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari hasil observasi dan menggunakan daftar pertanyaan. Adapun

20Jonathan Sarwono, Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif, ( Yogyakarta Graha Ilmu, 2006 ), Hal. 16

obyek peneliti adalah beberapa masyarakat desa darek kecamatan praya barat daya.

2. Data Sekunder adalah data-data yang tersedia di lokasi penelitian yang bersumber dari pihak kedua.

5. Tehnik Pengumpulan Data

Untuk mendapatkan data dan informasi yang dibutuhkan maka diperlukannya metode atau tehnik yang akan digunakan untuk mendapatkan informasi dan data terkait dengan penelitian yang akan dilakukan.metode yang digunakan dapat menentukan keebsahan atau kredibilitas data. Maka tehnik atau metode yang pada umumnya digunakan untuk pengumpulan data ialah sebagai berikut :

a. Metode Observasi

Menurut Kartono pengertian observasi adalah studi yang disengaja dan sistematis tentang fenomena sosial dan gejala-gejala psikis dengan jalan pengamatan dan pencatatan.

Sedangkan Poerwandi berpendapat bahwa metode observasi merupakan metode yang paling dasar dan paling tua, karena dengan cara-cara tertenru kita selalu terlibat dalam proses mengamati21.

pengertian yang telah dikemukakan oleh para ahli terdapat kesamasamaan pengertian observasi yaitu pengamatan yang

21 Imam Gunawan,Ibid,hal.143

dilakukan secara langsung maupun tidak langsung guna mendapatkan data dan informasi yang harus dikumpulkan dalam penelitian. Pengamatan secara langsung ini seperti penliti terjun langsung ke lapangan guna mendapatkan hasil penelitian sedangkan untuk pengamatan secara tidak langsung yaitu peneliti mendapatkan data dan informasi melauli media fisual dan audiovisual.

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode observasi karena dari judul penelitian tersebut peneliti harus melakukan observasi terlebih dahulu dan melakukan pengamatan secara langsung.Untuk dapat mengetahui jumlah warga masyarakat yang ada di desa darek serta mengetahui banyaknya pengangguran lulusan sarjan S1. Dalam observasi dikenal dua jenis observasi yaitu :

1) Observasi berperan serta ( participant observation )

Adalah tehnik pengumpulam data ketika peneliti memerankan peran sebagai informan dalam latar budaya objek yang sedang di teliti.

2) Observasi Nonpartisipan

Kalau dalam observasi partisipan peneliti terlibat langsung dalam aktivitas orang-orang yang sedang diamati,

maka dalam observasi tidak terlibat hanya sebagai pengamat independent22

Dari kedua jenis observasi di atas peneliti menggunakan jenis observasi partisipan karena dalam penelitian yang akan peneliti lakukan adalah peneliti hadir dan ikut serta mengamati dan mewawancari informan-informan secara langsung.

b. Metode Wawancara

Metode wawancara adalah metodepengumpulan data yang dilakukan dengan cara berinteraksi, bertanya anatak kedua belah pihak dengan tujuan untuk mendapatkan data,keterangan atau pendapat tentang suatu hal.

Menurut Denzin dan Lincoln wawancara merupakan suatu percakapan,seni Tanya jawab dan mendengarkan. Sementara itu Kerlinger berpendapat wawancara adalah situasi peran antar pribadi berhadapan muka (face to face ), ketika seseorang ( yakni pewawancara ) mengajukan pertanyaan yang di rancang untuk memperoleh jawaban yang relevan dengan masalah peneliltian, kepada seseorang yang di wawancarai, atau informan. 23

Dari kedua penjelasan tersebut jadi wawncara adalah suatu proses Tanya jawab yang dilakukan oleh pewawncara

22 Ibid,hal 151

23 Imam Gunawan,Metode Penelitian Kualitatif,(Jakarta:Bumi Aksara,2014 ) hal,162

kepada yang di wawncara dengan tujuan mendapatkan data dan informasi secara langsung dengan jelas.

Jenis-jenis wawancara yaiti sebagi berikut : 1) Wawancara terstruktur

Wawancara terstruktur digunakan karena informasi yang akan diperoleh diperlukan penelitian sudah pasti.

Prosese wawancara terstuktur dilakukan dengan menggunakan instrument pedoman wawancara tertulis yang berisi pertanyaan yang akan di ajukan kepada informan.

2) Wawancara tidak terstruktur

Wawancara tidak terstruktur dalam pelaksanaan nya lebih bebas dibandingkan dengan wawancara terstruktur karena dengan wawancara dilakukan secara alamiah untuk menggali ide dan gagasan informan secara terbuka dan tidak menggunakan pedoman wawancara.24

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode wawancara tidak terstruktur. Wawancara tidak terstruktur ini dilakukan dengan cara peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersususun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan data. Pedoman wawancara yang digunakan hanya berupa garis-garis besar permasalahan yang akan ditanyakan.

c. Metode Dokumentasi

Dokumentasi merupakan salah satu jenis tehnik yang digunakan dalam penelitian sosial yang berkaitan dengan tehnik

24 Ibid hal 162-163

pengumpulan data nya, terutama sekali tehnik ini banyak digunakan dalam lingkup kajian sejarah.akan tetapi, sekarang ini studi dokumen banyak digunakan oleh lapangan ilmu sosial lainnya dalam metodologi penelitiannya, karena sebagian besar fakta dan data sosial banyak tersimpan dalam bahan-bahan yang berbentuk dokumenter

Menurut Bungin tehnik dokumentasi adalah salah satu metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian sosial untuk menelusuri data historis.25

Berdasarkan pengertian yang dijelaskan jadi metode dokumentasi adalah jenis metode yang digunakan untuk mengumpulkan data dan mencatat peristiwa atau kejadian yang sudah berlalu atau sedang berlangsung. Dalam penelitian ini dokumentasi dilakukan dengan cara mengumpulkan dan mencari data-data yang ada di Desa Darek Kecamatan Praya Barat Daya kaitannya dengan jumlah penduduk,mata pencaharian, tingkat pengangguran dan tingkat pendidikan formal masyarakat,

6. Tehnik Analisis Data

Tehnik analisis data adalah suatu metode atau cara untuk mengolah sebuah data menjadi informasi sehingga karakteristik data

25 Ibid, hal 179

tersebut menjadi mudah untuk dipahami dan juga bermanfaat untuk menemukan solusi permasalahan.

Menurut Bogdan dan Biklen dalam moleong mengemukakan bahwa analisis data kualitatif adalah upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data, mengorganisasikan data, memilah-milahnya menjadi satuan yang dapat dikelola, mensintesiskannya, mencari dan menemukan pola, menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari, dan memutuskan apa yang dapat diceritakan kepada orang lain26

Berdasarkan penegertian tersebut dapat dipahami bahwa analisis data adalah suatu yang dapat dipandang sebagai proses dan penjelasan dari suatu komponen yang harus ada dalam analisis data.

Analisis data juga termasuk proses menyusun data yang di dapatkan dari hasil observasi,wawancara dan dokumentasi yang di peroleh secara langsung dari lapangan dengan cara menjabarkan ke dalam bagian-bagian serta memilih mana yang penting yang dapat di pahami oleh penulis maupun pembaca.

Milles dan Huberman mengemukakan ada tiga tahapan yang harus dikerjakan dalam menganalisis data penelitian kualitatif, yaitu :

a. Reduksi Data ( data reduction )

Reduksi data merupakan kegiatan merangkum, memilih hal-hal pokok, memfokuskan pada hal yang penting, dan mencari tema dan polanya ( Sugiyono,2007: 92 ) data yang

26 Djam’an Satori dan Aan Komariah, Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: Alfabeta 2014), hal. 200

telah di reduksi akan memberikan gambaran lebih jelas dan memudahkan untuk pengumpulan data27.

reduksi data ini adalah suatu kegiatan yang dilakukan penulis untuk merangkum atau membuat kesimpulan dari data yang telah diperoleh maka akan mempermudah peneliti untuk memahami apa yang terjadi dan untuk mengerjakan apa yang dipahami tersebut

b. Penyajian Data ( data display )

Setelah data di reduksi, maka langkah selanjutnya adalah mendisplay data.Data yang disajikan dalam penelitian adalah data yang sudah dianalisa, tetapi analisis yang dilakukan masih berupa catatan untuk kepentingan penliti sebelum disusun dalam bentuk laporan.

Penyajian data digunakan untuk lebih meningkatkan pemahaman kasus dan sebagai acuan mengambil tindakan berdasarkan pemahaman dan analisis sajian data.data penelitian ini disajiakan dalam bentuk uraian yang di dukung dengan matriks jaringan kerja.28

27 Imam Gunawan,Metode Penelitian Kualitatif,(Jakarta:Bumi Aksara,2014 ) hal,211

28 Ibid,hal 212

Dalam penelitian ini, peneliti menyajikan data dengan cara menyajikan hasil wawancara dan observasi yang sudah ditulis dalam bentuk tulisan.

c. Penarikan kesimpulan ( verification )

Merupakan hasil penelitian yang menjawab fokus penelitian berdasarkan hasil analisis data. Simpulan dijelaskan dalam bentuk deskriptif objek penelitian dengan berpedoman pada kajian penelitian, berdasrakan analisis interactive model .29

7. Keebsahan Data

Terdapat empat cara yang digunakan untuk memeriksa keebsahan data dalam penelitian kualitatif yang terdiri dari uji credibility ( validitas internal ), tranfermability ( validitas eksternal ), dan dependability ( realibilitas ), serta confirmability ( obyektifitas )30 . Dalam menguji kredibilitas (derajat kepercayan) terhadap keebsahan dta dapat dilakukan sebagai berikut:

a. perpanjangan keikutsertaan

Dengan perpanjangan pengamatan berarti peneliti kembali ke lapangan, melakukan pengamatan, wawancara lagi dengan sumber data yang pernah ditemui maupun yang baru. Dengan

30 Sugiyono, Metode penelitian pendidikan pendekatan kuantitatif,kualitatif,dan R&D,(Bandung:Alfabeta,2018),hal.366

perpanjangan pengamatan ini berarti hubungan peneliti dengan narasumber akan semakin terbentuk, semakin akrab (tidak ada jarak lagi), semakin terbuka, saling mempercayai sehingga tidak ada informasi yang disembunyikan lagi.

b. ketekunan pengamatan

peneliti melakukan pengamatan secara lebih cermat, teliti dan berkesinambungan, dari proses meningkatkan ketekunan itu maka peneliti dapat melakukan pengecekan kembali data-data yang sudah dikumpulkan itu sesuai atau tidak, dari itu peneliti dapat memberikan deskripsi data yang akurat dan tersusun rapi tentang apa yang diamati selama penelitian.

c. Tringulasi

untuk menguji kredibilitas data dalam penelitian kualitatif dilakukan dengan cara tringulasi. Tringulasi adalah suatu cara atau tehnik untuk memeriksa data dari berbagai sumber dengan berbagai cara dan berbagai waktu.

1) Tringulasi sumber bertujuan untuk menguji kredabilitas data dengan caramembandingkan dan mengecek baik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh memalui waktu dan alat yang berbeda dalam penelitian kualitatif.

Dokumen terkait