NASIONAL JATIM
IV.3 Perkembangan Pasar Makanan Hewan Nasional dan Jawa Timur
Berdasarkan uraian pada bagian sebelumnya, pasar utama dari industri pakan ternak adalah peternakan ayam ras pedaging dan peternakan ayam ras petelur. Perkembangan pasar dari industri makanan hewan atau pakan ternak khususnya ayam ras pedaging untuk Nasional dan Jawa Timur dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Sumber: Hasil Pengolahan Data BPS RI & BPS Provinsi Jawa Timur
Gambar IV-4 Trend Populasi Ayam Ras Pedaging Nasional dan Jawa Timur (dalam Juta Ekor) Perkembangan populasi ayam ras pedaging Nasional terus meningkat dari tahun 2000 hingga 2018 dengan tingkat pertumbuhan rata-rata 7,13% per tahun. Pada tahun 2018 diperkirakan jumlah populasi ayam ras pedaging di Indonesia adalah sebesar 1,9 milyar ekor. Sementara itu populasi ayam ras pedaging di Provinsi Jawa Timur juga cenderung meningkat walaupun tingkat pertumbuhannya masih di bawah rata-rata nasional yaitu sebesar 5,43% per tahun. Pada tahun 2018 di Jawa Timur terdapat populasi ayam ras pedaging sebanyak 228,28 juta ekor. Kontribusi atau share rata-rata untuk populasi ayam ras pedaging Jawa Timur terhadap Nasional adalah sebesar 15%, dimana Jawa Timur merupakan produsen terbesar kedua setelah Jawa Barat.
Untuk ayam ras petelur, Jawa Timur merupakan produsen terbesar di Indonesia dengan kontribusi rata-rata sebesar 26,77% dibanding Nasional, dengan populasi ayam ras petelur sebanyak 47,46 juta ekor. Tingkat pertumbuhan populasi ayam ras petelur Jawa Timur adalah sebesar 6,87% per tahun (rata-rata), lebih tinggi dibandingkan tingkat pertumbuhan rata- rata Nasional yaitu 5,5% per tahun. Perkembangan populasi ayam ras petelur Jawa Timur dan Nasional ini dapat dilihat pada gambar berikut ini.
0 200 400 600 800 1.000 1.200 1.400 1.600 1.800 2.000
2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 NASIONAL JAWA TIMUR
Sumber: Hasil Pengolahan Data BPS RI & BPS Provinsi Jawa Timur
Gambar IV-5 Trend Populasi Ayam Ras Petelur Nasional dan Jawa Timur (dalam Juta Ekor) Seperti halnya ayam ras petelur, untuk produksi telur ayam ras Jawa Timur juga merupakan produsen terbesar di Indonesia. Pada tahun 2018 jumlah produksi telur Jawa Timur sebesar 465,84 ribu ton, sementara produksi Nasional adalah sebesar 1,64 juta ton. Kontribusi Jawa Timur terhadap Nasional untuk produksi telur adalah sebesar 25,67%, dengan tingkat pertumbuhan rata-rata sebesar 9,36% per tahun. Tingkat pertumbuhan produksi telur Jawa Timur ini lebih tinggi dibandingkan dengan Nasional yang sebesar 6,8% per tahun. Untuk lebih jelasnya mengenai trend produksi telur ayam ras Nasional dan Jawa Timur dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Sumber: Hasil Pengolahan Data BPS RI & BPS Provinsi Jawa Timur
Gambar IV-6 Trend Produksi Telur Ayam Ras Nasional dan Jawa Timur (dalam ribu ton) 0,00
20,00 40,00 60,00 80,00 100,00 120,00 140,00 160,00 180,00 200,00
2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 NASIONAL JATIM
0,00 200,00 400,00 600,00 800,00 1.000,00 1.200,00 1.400,00 1.600,00 1.800,00
2000 2002 2004 2006 2008 2010 2012 2014 2016 2018 NASIONAL JATIM
Perkembangan Populasi Ayam Ras Pedaging, Ayam Ras Petelur, dan Produksi Telur Ayam Ras Provinsi Jawa Timur menurut kabupaten/kota dapat dilihat pada tabel-tabel di halaman berikut ini.
Tabel IV-5 Perkembangan Populasi Ayam Ras Pedaging Jawa Timur 2011-2017 (dalam ekor)
Kabupaten Th 2011 Th 2012 Th 2013 Th 2014 Th 2015 Th 2016 Th 2017 Rata-2
01. Pacitan 410.532 224.197 84.418 658.048 742.500 761.700 854.900 533.756
02. Ponorogo 1.724.151 870.013 801.581 2.647.550 2.699.250 2.383.200 2.329.290 1.922.148 03. Trenggalek 2.471.739 671.615 820.090 1.864.000 1.919.920 1.969.277 2.028.354 1.677.856 04. Tulungagung 1.495.494 678.800 821.688 2.713.815 2.886.400 2.870.359 4.818.398 2.326.422 05. Blitar 21.873.600 6.656.211 1.295.750 4.222.400 4.222.400 3.939.200 4.016.800 6.603.766 06. Kediri 8.339.818 3.513.260 3.439.782 8.111.697 10.896.810 11.047.103 11.280.929 8.089.914 07. Malang 13.346.528 3.648.864 4.135.418 17.557.738 27.642.192 28.335.754 28.927.203 17.656.242 08. Lumajang 4.986.082 2.295.245 2.800.731 9.441.365 9.811.040 8.341.067 11.947.743 7.089.039 09. Jember 4.234.131 1.904.421 2.810.327 7.689.080 12.120.036 11.932.763 11.851.934 7.506.099 10. Banyuwangi 1.483.054 815.413 985.142 3.552.750 3.239.585 3.822.390 2.939.046 2.405.340 11. Bondowoso 1.348.056 505.884 455.273 2.485.250 1.938.800 1.966.000 1.927.800 1.518.152
12. Situbondo 98.167 41.556 107.968 408.568 408.568 474.750 1.190.350 389.990
13. Probolinggo 279.848 28.410 318.297 1.934.316 2.878.754 3.302.721 3.364.300 1.729.521 14. Pasuruan 9.692.456 3.539.808 3.104.476 10.695.230 11.407.415 11.491.420 12.007.175 8.848.283
15. Sidoarjo 139.446 34.667 95.202 403.240 101.400 66.599 85.400 132.279
16. Mojokerto 4.642.786 1.877.813 453.717 1.116.058 1.452.858 2.987.195 7.213.900 2.820.618 17. Jombang 19.423.784 6.551.467 8.804.038 22.772.500 10.984.000 7.680.100 9.369.660 12.226.507 18. Nganjuk 2.395.456 946.267 920.128 2.373.684 3.121.600 2.989.350 2.932.700 2.239.884 19. Madiun 589.124 353.721 305.421 1.414.830 1.151.072 1.461.425 1.254.136 932.818 20. Magetan 3.267.912 1.101.447 1.285.350 9.327.200 9.274.395 13.919.679 16.629.206 7.829.313 21. Ngawi 650.088 294.867 255.065 1.039.168 1.098.028 1.579.672 1.702.000 945.555 22. Bojonegoro 1.873.948 987.973 1.087.140 3.625.680 1.040.101 1.450.326 1.929.109 1.713.468 23. Tuban 3.239.561 1.259.933 2.241.449 9.351.072 10.632.108 11.015.580 13.697.425 7.348.161 24. Lamongan 31.225.776 11.123.873 13.122.238 44.915.846 46.200.488 47.678.903 51.171.862 35.062.712 25. Gresik 7.800.000 866.667 838.779 6.532.000 13.560.000 14.637.800 16.391.460 8.660.958
26. Bangkalan 617.860 77.061 17.261 736.000 758.000 529.800 372.153 444.019
27. Sampang 49.314 20.444 20.856 66.777 100.166 100.248 100.261 65.438
28. Pamekasan 456.908 212.845 196.436 970.200 633.000 640.000 896.355 572.249
29. Sumenep 360.911 441.967 179.821 564.825 574.250 584.250 144.715 407.248
Kota
71. Kediri 9.890 6.000 6.186 42.000 52.000 43.000 169.490 46.938
72. Blitar 121.809 49.800 43.171 133.600 138.750 80.800 84.180 93.159
73. Malang 329.659 140.000 170.752 180.000 150.000 550.000 525.000 292.202
74. Probolinggo 24.385 12.493 4.833 35.250 37.800 36.325 39.350 27.205
75. Pasuruan 2.000 7.200 0 74.000 36.388 62.050 46.000 32.520
76. Mojokerto 6.593 2.000 6.379 0 0 0 0 2.139
77. Madiun 10.879 4.400 0 10.800 10.800 18.000 16.000 10.126
78. Surabaya 1.872 1.176 242.275 1.145 0 722 0 35.313
79. Batu 529.103 214.000 11.163 163.000 144.000 146.000 561.000 252.609
Jawa Timur 149.552.720 51.981.780 52.288.598 179.830.682 194.064.874 200.895.528 224.815.584 150.489.967 Sumber: Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur & BPS Provinsi Jawa Timur
Tabel IV-6 Perkembangan Populasi Ayam Ras Petelur Jawa Timur 2011-2017 (dalam ekor)
Kabupaten Th 2011 Th 2012 Th 2013 Th 2014 Th 2015 Th 2016 Th 2017 Rata-2
01. Pacitan 2.980 3.180 4.828 12.554 14.450 14.950 37.950 12.985
02. Ponorogo 210.031 197.553 187.253 188.053 249.594 323.146 348.201 243.404 03. Trenggalek 167.940 177.093 180.635 135.050 138.788 144.246 146.776 155.790 04. Tulungagung 3.432.410 3.555.771 3.732.846 3.700.730 4.011.274 4.050.300 4.086.300 3.795.662 05. Blitar 13.900.400 15.036.300 16.330.600 14.679.500 14.973.000 15.213.000 15.365.100 15.071.129 06. Kediri 7.163.057 8.306.471 8.468.447 8.536.195 8.595.948 8.096.260 7.974.816 8.163.028 07. Malang 2.666.662 2.733.458 2.920.857 3.005.562 3.597.860 5.765.796 5.912.692 3.800.412 08. Lumajang 431.036 504.092 506.612 509.144 520.877 581.227 838.409 555.914 09. Jember 782.035 789.855 799.740 817.846 1.109.578 1.126.222 1.149.215 939.213 10. Banyuwangi 599.000 670.547 670.547 658.970 544.700 1.165.500 951.650 751.559 11. Bondowoso 90.585 126.499 155.258 184.247 161.753 181.364 169.735 152.777
12. Situbondo 6.719 11.247 35.762 37.250 42.250 42.073 25.110 28.630
13. Probolinggo 199.683 487.634 92.119 298.350 207.095 150.235 152.040 226.737 14. Pasuruan 1.051.016 1.151.016 1.201.781 1.299.179 1.323.029 1.343.054 1.392.602 1.251.668
15. Sidoarjo 8.000 17.140 25.035 24.820 46.922 51.605 46.105 31.375
16. Mojokerto 327.270 322.235 322.235 254.885 349.554 356.554 475.000 343.962 17. Jombang 1.088.730 1.398.536 1.591.614 1.570.290 1.281.200 1.228.700 1.167.265 1.332.334 18. Nganjuk 1.052.603 840.105 845.920 700.950 459.750 459.350 454.050 687.533 19. Madiun 156.828 186.033 202.000 191.855 193.743 195.260 297.308 203.290 20. Magetan 2.016.634 2.030.400 2.889.497 2.154.166 2.804.524 2.637.500 2.795.075 2.475.399 21. Ngawi 114.106 72.436 121.600 145.750 164.820 205.240 195.592 145.649 22. Bojonegoro 9.600 19.700 21.340 21.700 23.345 32.410 34.322 23.202 23. Tuban 168.752 170.960 101.405 155.918 192.475 237.064 520.952 221.075 24. Lamongan 110.108 139.249 213.620 226.928 514.831 546.714 567.960 331.344 25. Gresik 133.045 133.045 134.700 140.000 153.300 152.300 184.620 147.287 26. Bangkalan 21.361 21.271 21.217 100.963 100.909 100.909 105.007 67.377
27. Sampang 3.955 4.394 28.605 31.780 47.676 50.526 52.017 31.279
28. Pamekasan 241.590 271.585 312.840 411.500 424.668 439.480 477.930 368.513 29. Sumenep 302.959 306.625 310.077 313.472 319.703 322.250 324.180 314.181 Kota
71. Kediri 6.500 8.000 8.000 8.000 15.000 15.000 11.500 10.286
72. Blitar 309.500 311.300 305.380 311.800 311.150 310.000 312.500 310.233 73. Malang 150.000 150.300 152.000 152.300 150.300 167.300 169.500 155.957 74. Probolinggo 6.200 10.880 10.671 10.532 15.230 11.550 11.850 10.988
75. Pasuruan 936 700 320 1.433 1.070 1.300 1.447 1.029
76. Mojokerto 0 0 0 0 0 0 0 0
77. Madiun 0 0 0 1.200 1.600 2.100 2.100 1.000
78. Surabaya 565 566 0 1.720 0 673 0 503
79. Batu 102.455 102.455 161.000 162.250 159.500 159.500 143.700 141.551 Jawa Timur 37.035.251 40.268.631 43.066.361 41.156.842 43.221.466 45.880.658 46.900.576 42.504.255
Sumber: Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur & BPS Provinsi Jawa Timur
Tabel IV-7 Produksi Telur Jawa Timur Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Unggas, 2017 (dalam kg)
Kabupaten/Kota Ayam
Kampung Ayam Petelur Itik Puyuh Jumlah
Kabupaten
01. Pacitan 556 875 384 813 45 468 1 416 988 572 02. Ponorogo 390 677 3 530 758 600 582 493 920 5 015 937 03. Trenggalek 565 524 1 488 309 1 328 752 314 400 3 696 985 04. Tulungagung 2 128 304 41 435 082 3 726 510 1 052 430 48 342 326 05. Blitar 1 500 104 155 802 114 7 252 995 533 160 165 088 373 06. Kediri 764 884 80 864 630 1 715 860 734 178 84 079 552 07. Malang 1 284 501 40 294 996 2 709 476 132 330 44 421 303 08. Lumajang 770 350 8 501 467 2 274 289 256 405 11 802 511 09. Jember 1 005 575 11 653 040 1 354 519 82 465 14 095 599 10. Banyuwangi 631 505 9 649 731 2 037 856 127 680 12 446 772 11. Bondowoso 380 033 1 721 113 463 544 12 180 2 576 870 12. Situbondo 241 149 254 615 402 842 7 768 906 374 13. Probolinggo 362 699 1 541 686 1 091 157 51 434 3 046 976 14. Pasuruan 841 191 14 078 519 552 849 13 753 15 486 312 15. Sidoarjo 219 774 467 505 1 900 948 17 520 2 605 747 16. Mojokerto 403 429 4 816 500 2 306 923 12 600 7 539 452 17. Jombang 894 250 11 836 067 1 730 429 131 671 14 592 417 18. Nganjuk 702 679 4 604 067 1 230 909 6 480 6 544 135 19. Madiun 937 605 3 014 703 303 287 49 080 4 304 675 20. Magetan 337 744 28 342 061 452 315 98 694 29 230 814 21. Ngawi 335 381 1 983 303 516 614 63 435 2 898 733 22. Bojonegoro 894 665 348 025 650 538 25 260 1 918 488 23. Tuban 873 650 5 282 453 448 899 20 188 6 625 190 24. Lamongan 1 187 817 6 202 123 1 678 003 22 668 9 090 611 25. Gresik 408 501 1 872 047 222 986 11 417 2 514 951
26. Bangkalan 614 816 1 064 771 537 746 - 2 217 333
27. Sampang 444 259 527 452 270 944 24 427 1 267 082 28. Pamekasan 496 872 4 701 396 209 354 2 435 5 410 057 29. Sumenep 447 904 3 287 185 407 820 28 508 4 171 417
Kota
71. Kediri 33 338 116 610 63 697 - 213 645
72. Blitar 35 878 2 559 375 56 686 22 320 2 674 259 73. Malang 27 593 1 970 777 78 931 7 200 2 084 501 74. Probolinggo 54 240 120 159 6 042 600 181 041
75. Pasuruan 25 063 14 673 156 282 - 196 018
76. Mojokerto 7 742 - 32 290 9 000 49 032
77. Madiun 36 370 21 294 38 332 6 000 101 996
78. Surabaya 13 035 - 15 707 - 28 742
79. Batu 25 544 1 457 118 154 632 - 1 637 294
Jawa Timur 20 881 520 455 810 537 39 027 013 4 373 022 520 092 092 Sumber: Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur & BPS Provinsi Jawa Timur
Bahan Baku Dan Pasar Utama Industri Pakan Ternak
1. Dalam kelompok industri pakan ternak, porsi terbesar (92%) pakan ternak diisi oleh Pakan Unggas (ayam pedaging, petelur, bibit, buras, itik dan puyuh)
2. Biaya pakan merupakan komposisi terbesar terbesar (70%) dari ongkos produksi.
3. Komposisi terbesar dari pakan unggas adalah jagung (50-55%)
4. Produksi jagung nasional meningkat tajam deng tingkat pertumbuhan rata-rata 21,44%
per tahun.
5. Provinsi Jawa Timur merupakan produsen jagung terbesar di Indonesia (kontribusi 22% terhdap nasional), namun dengan tren menurun karena keterbatasan lahan budidaya yang tidak diimbangi dengan peningkatan produktivitas lahan.
6. Produksi jagung nasional terus meningkat dalam kurun waktu 2011-2018 sebesar 6,65% per tahun, sementara import jagung terus menurun dalam kurun waktu tersebut.
Impor jagung di Indonesia dilakukan untuk memenuhi kebutuhan industri pakan dan industri non pakan.
7. Berdasarkan analisis Direktorat, Industri Makanan, Hasil Laut dan Perikanan Kemenperin RI menyimpulkan kebutuhan dan realisasi penggunaan jagung untuk pakan ternak unggas 2017-2018 menunjukkan penurunan penggunaan jagung untuk pakan unggas pedaging, yang bertolak belakang dengan peningkatan produksi jagung nasional. Sehingga disimpulkan bahwa sebagain besar kebutuhan jagung untuk pakan disinyalir bukan berasal dari produksi jagung lokal baik untuk industri pakan ternak maupun untuk peternak mandiri.
8. Pasar utama industri pakan ternak di Jawa Timur adalah peternakan ayam ras pedaging dan ayam ras petelur. Jawa Timur mengkontribusikan 15% produksi ayam ras pedaging terhadap nasional dan 26,77% untuk ayam ras petelur dengan pertumbuhan rata-rata masing-masing sebesar 5.43% per tahun untuk ayam ras pedaging dan 6,87% per tahun untuk ayam ras petelur.
9. Produksi telur ayam ras petelur di provinsi Jawa Timur merupakan produsen terbesar di Indonesia dengan kontrifusi sebesar 25,67% terhadap nasional dengan pertumbuhan rata-rata 9,36% per tahun, jauh di atas tingkat pertumbuhan Nasiola sebesar 6,8% per tahun.