BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.4 Murabahah
2.4.6 Perlakuan Akuntansi Murabahah
Perusahaan Badan hukum yang tidak bertentangan dengan syari‟ah lebih disukai bila pemohon mempunyai rekening bank dibank syariah atau cabang-cabangnya.
terjadi penurunan kualitas bagi murabahah orderan tidak mengikat, maka jurnal :
Dr. Kerugian Penurunan Nilai x x x
Cr. Aset Murabahah x x x
3. Andaikan terdapat diskon saat pembelian aset murabahah, jadi perlakuan akuntansi nya adalah sebagai berikut
a. Apabila terjadi sebelum akad murabahah akan menjadi pengurang dana perolehan aset murabahah, jurnal;
Dr. Aset murabahah x x x
Cr. Kas x x x
b. Apabila terjadi sesudah akad murabahah kemudian sudah sama akad yang telah disepakati sebagai hak pembelian menjadi kewajiban pada pembeli, jurnal:
Dr. Kas x x x
Cr. Utang x x x
c. Apabila terjadi akad murabahah lalu sesuai akad yang telah disepakati sebagai hak penjual menjadi tambahan pendapatan murabahah, jurnal:
Dr. Kas x x x
Cr. Pendapatan Murabahah x x x
d. apabila terjadi sesudah akad murabahah lalu tidak diperjanjikan dalam akad maka akan menjadi hak lalu diakui menjadi pendapatan operasional lain nya, jurnal:
Dr. Kas x x x
Cr. Pendapatan Operasional lain x x x
4. Tugas penjual pada pembeli atas pengembalian diskon tersebut akan ter eliminasi saat:
a. Dilakukan pelunasan pada pembeli, berikut jurnal nya:
Dr. Utang x x x
Cr. Kas x x x
b. Akan dipindahkan menjadi dana kebijakan apabila pembeli telah tidak dapat dijangkau oleh penjual, berikut jurnal nya:
Dr. Utang x x x
Cr. Kas x x x
Dan
Dr. Dana Kebijakan – Kas x x x
Cr. Dana Kebijakan - Potongan Pembelian x x x 5. Penerimaan Keuntungan murabahah:
a. Apabila penjual melakukan secara tunai atau secara bertahap selama masa angsuran murabahah tidak melewati satu periode laporan keuangan, bahwa keuntungan murabahah diakui saat terjadinya akad murabahah:
Dr. Kas x x x
Dr. Piuntang murabahah x x x
Cr. Aset Murabahah x x x
Cr. Pendapatan Margin Murabahah x x x b. Akan tetapi jika kredit melebihi dari satu periode maka perlakuan nya
ialah berikut ini.
1) Keuntungan di catat pada saat pemberian aset murabahah dengan syarat jika risiko penagihan kecil, lalu dicacat dengan cara yang sama pada poin a.
2) Keuntungan di catat melalui proporsional beserta besaran kas yang telah ditagih dari piutang murabahah, metode tersebut di peruntukkan pada transaksi murabahah tangguh di mana ada risiko utang tidak tertagih relatif banyak dan/atau beban buat mengelola dan menagih piutang yang relatif besar, yaitu jurnal nya sebagai berikut :
Dr. Piutang Murabahah x x x
Cr. AsetMurabahah x x x
Cr. Margin Murabahah Tangguhan x x x
„Margin Murabahah Tangguhan dibuat menjadi akun kontra dari piutang murabahah.
Saat penerimaan kredit :
Dr. Kas x x x
Cr. Piutang Murabahah x x x
Dr. Margin Murabahah Tambahan x x x Cr. Pendapatan Margin Murabahah x x x
3) Keuntungan diakui pada saat semua piutang murabahah telah ditagih, metode ini di peruntukkan bagi transaksi murabahah tangguh di mana risiko piutang belum tertagih serta beban pengelolaan piutang beserta penagihannya cukup banyak.
Pencatatan nya bersama dengan poin kedua, jurnalnya yaitu
pengakuan keuntungan di catat pada saat semua utang sudah beres ditagih.
6. Saat akad murabahah, diakuinya piutang yang telah disepakati sebanyak dana pendapatan ditambahkan pada laba. Saat periode akhir laporan keuangan, utang murabahah beserta akuntansi konvensional nya dinilai sebanyak nilai bersih yang akan direalisasi, adalah penyisihan kerugian dikurang dengan saldo piutang. Berikut jurnal penyisihan piutang tak tertagih :
Dr. Beban Piutang Tak Tertagih x x x
Cr. Penyisihan Piutang Tak Tertagih x x x Pada saat pembeli yang telah melakukan pelunasan tepat pada waktunya atau lebih cepat dari jangka yang telah disepakati maka dapat diakui menjadi pengurangan keuntungan murabahah dan berhak mendapatkan potongan saat pelunasan piutang murabahah.
a) Apabila pada saat pelunasan diberikan nya potongan, maka dianggap menjadi pengurangan keuntungan murabahah, berikut jurnal nya :
Dr. Kas x x x
Dr. Margin tangguhan Murabahah x x x
Cr. utang Murabahah x x x
Cr. Pendapatan margin Murabahah x x x (Perolehan Margin Murabahah sebanyak Saldo Margin Murabahah Tangguhan - Potongan)
b) Apabila potongan diberikan sesudah pelunasan ialah penjual menyetujui pelunasan piutang kemudian pembeli akan membayarkan potongan pelunasan nya kepada pembeli. Berikut jurnal nya :
Saat pembeli menerima piutang
Dr. Kas x x x
Dr. Margin Murabahah Tangguhan x x x
Cr. Piutang Murabahah x x x
Cr. Pendapatan Margin Murabahah x x x (Saldo Margin Murabahah yang di tangguhkan sebanyak nilai margin pendapatan)
Pada saat dikembalikan nya pada nasabah
Dr. Pendapatan Margin Murabahah x x x
Cr. Kas x x x
(Potongan pelunasan sebanyak nilai margin pendapatan murabahah) c) Kompensasi yang dikenakan apabila pembeli telah lupa
melaksanakan kewajibannya sesuai dengan akad, lalu denda yang akan diterima menjadi bagian dana kebajikan.
Dr. Dana Kebajikan - Kas x x x
Cr. Dana Kebajikan - Denda x x x d) Pengakuan serta pengukuran penerimaan agunan ialah :
1. Agunan diakui menjadi agunan pembelian sebanyak jumlah yang telah diterima;
2. Saat barang jadi dibeli sama pembeli maka diakui menjadi pembayaran piutang (menjadi bagian pokok);
3. Apabila barang tidak jadi dibeli sama pembeli maka uang muka di berikan kembali pada pembeli sesudah diperhitungkan dan sudah dikeluarkan nya anggaran oleh penjual ;
Berikut terkait jurnal saat uang muka diterima :
a. Pada saat pembeli melakukan penerimaan uang muka
Dr. Kas x x x
Cr. Utang Lain - Uang Muka Murabahah x x x b. Saat jadi dilaksanakan murabahah
Dr. Utang Lain - Uang Muka Murabahah x x x
Cr. Piutang Murabahah x x x
Jadi nilai piutang dapat didasarkan untuk menentukan margin keuntungan (uang muka dapat dikurangi sesudah harga jual pada nasabah).
c. Orderan tidak jadi, apabila calon pembeli telah membayar uang muka lebih besar daripada biaya yang telah dikeluarkan oleh penjual dalam rangka memenuhi permintaan calon pembeli maka selisihnya dikembalikan pada calon pembeli.
Dr.piutang Lain - Utang awal Murabahah x x x
Cr.utang Murabahah x x x
d. Orderan batal, apabila calon pembeli telah membayar uang muka lebih sedikit daripada biaya yang sudah dikeluarkan oleh penjual dalam rangka memenuhi permintaan calon pembeli, lalu penjual dapat meminta pembeli untuk membayarkan kekurangannya kemudian pembeli membayarkan kekurangannya.
Dr. Kas/Piutang x x x
Dr. Utang Lain - Utang Muka Murabahah x x x
Cr. Pendapatan Operasional x x x
e. apabila perusahaan membiayai beban yang dikeluarkan beserta uang muka atau kekurangan nya.
piutang Lain - Uang awal Murabahah x x x
Pendapatan Operasional x x x
e) Referensi
Pada metode pengakuan keuntungan saat melakukan pembiayaan murabahah menurut Fatwa DSN MUI No. 84 Tahun 2012, khusus pada nasabah yang memberi alternatif perlakuan menurut metode pengakuan pendapatan pada anuitas PSAK 102 (revisi 2013). Adapun instrumen keuangan yang wajib penjual ikuti yaitu pada PSAK 50 tentang keuangan, PSAK 60 tentang penyajian dan pengungkapan, PSAK 55 tentang pengakuan dan pengukuran.
Alternatif referensi bagi transaksi murabahah yang bisa pengecer pakai apabila benar ia tak mempunyai risiko terpaut pada persediaan kepemilikan, contoh nya pada saat peralihan anggaran simpanan dan konservasi, penyediaan harga, penyediaan yang sudah usang atau rusak dan apabila pengecer membeli secara sepihak maka pesanan wajib dibatalkan. pengecer seolah-olah kian mendapat sebeb jual beli yang berbasis pembiayaan.
Untuk memastikan metode yang bisa atau tidak pengecer pakai yaitu anuitas atau proporsional, lalu penilaian yang pengecer mesti lakukan setiap satu transaksi dan terkait pada kepemilikan stok yang wajib ia pertimbangkan. PSAK yang mengacu pada pembiayaan murabahah berbasis jual dan beli yaitu 50, 55, serta 60 terkait pada risiko kepemilikan stok yang dapat dipertimbangkan.
a) waktu akad murabahah disepakati:
utang Murabahah x x x
Aset Murabahah x x x
Margin Murabahah x x x
Di mana utang murabahah dinyatakan sebagai biaya penjualan yang telah disetujui bertambah ataupun berkurang pada pendapatan / beban akan di atribusikan tepat saat pembiayaan pada murabahah, aktiva murabahah sinkron pada pendapatan pengecer serta tingkat selisih murabahah yang ditangguhkan sebanyak tingkat selisih yang telah disepakati. apabila ada perolehan dan kewajiban yang lain terikat secara langsung pada pembiayaan lalu dicatat menjadi piutang murabahah. Untuk mendapatkan hasil yang efektif semasa akad, pendapatan dan beban tersebut nanti dapat di amortisasikan. Metode yang proporsional dapat membedakannya dengan perlakuan saat amortisasi.
b) pembayaran cicilan pembiayaan murabahah:
Dr. Kas x x x
Cr. Pitang x x x
Dr. Margin Murabahah Tangguhan x x x
Dr/Cr. Piutang Murabahah x x x
Cr. Pendapatan Murabahah x x x
Pada saat pencatatan yang pertama utang murabahah dapat kurang sebanyak cicilannya, sedang tingkat selisih murabahah yang ditangguhkan dapat dinyatakan sebanyak amortisasi pada anuitas berlandaskan tingkat imbal hasil efektif.
Pada amortisasi yang dihitung dapat tergantung atas jurnal yang kedua pada utang murabahah. Nasabah dan pengecer telah
menyepakati harga yang tidak bisa di ubah sampai akad selesai.
Taksiran tingkat imbal hasil efektif cuma dipergunakan buat menghitung anuitas semasa akad, yang harganya sudah disepakati. Pendapatan pada tingkat selisih murabahah telah dinyatakan bahwa sudah tidak bisa melewati tingkat selisih murabahah yang sudah sepakat saat akad (PAPSI 2013).
c) Penguraian
Standar bersih utang murabahah yang bisa di konkretisasikan, saldo pada utang murabahah dapat dikurang pada utang yang sudah disisihkan. Margin murabahah. Jika penjual menggunakan metode anuitas untuk akad murabahah, maka piutang murabahah akan disajikan sebesar biaya perolehan yang di amortisasi dengan menggunakan effective rate. Jika terjadi penurunan nilai maka penurunan nilai akan disajikan sebagai kontrak akun terhadap piutang. Penilaian atas penurunan nilai dilakukan mengacu kepada PSAK 55.
d) Pengungkapan
Penjual mengungkapkan hal-hal yang terkait dengan transaksi murabahah, tetapi tidak terbatas pada:
a. Harga perolehan aset murabahah
b. Janji pemesanan dalam murabaha berdasarkan pesanan sebagai kewajiban atau bukan, dan
c. Pengungkapan yang diperlukan sesuai PSAK 101 tentang Penyajian Laporan Keuangan Syariah.
Jika penjual menggunakan metode anuitas untuk akad murabahah, maka pengungkapan akan mengacu pada PSAK 60, di mana informasi yang memungkinkan pengguna laporan keuangan menilai signifikasi instrumen keuangan terhadap kinerja posisi keuangan entitas, termasuk diantaranya adalah jumlah yang tercatat, nilai wajar, risiko kredit, agunan, penyisihan kerugian pembiayaan. Pengungkapan juga dilakukan secara kualitatif maupun kuantitatif.
Akuntansi Buat Pembeli
1. Aset yang didapatkan dengan transaksi murabahah diakui sebanyak biaya perolehan tunai. Piutang muncul saat transaksi murabahah ditangguhkan menjadi piutang murabahah sebanyak biaya yang disepakati sebelumnya (total harus dibayar). Tangguhan pada beban murabahah diakui sebagai anggaran tunai yang sebelumnya telah disepakati perbandingan antara harga belinya.
Jurnal (bila uang muka tak ada):
Dr. Aset x x x
Dr. Beban Murabahah Tangguhan x x x
Cr. Utang Murabahah x x x
2. Kewajiban murabahah tangguh di amortisasi sebagai proporsional dan poru pelunasan piutang murabahah . Jurnalnya :
Dr. Piutang Murabahah x x x
Cr. Kas x x x
Dr. Beban Murabahah x x x
Cr. Beban Murabahah Tangguhan x x x
3. Potongan sesudah akad pada murabahah yang diterima saat membeli, diskon utang murabahah diakui menjadi pengurangan beban murabahah tangguhan.
Untuk jurnal potongan pembelian diterima sesudah akad murabahah:
Dr. Kas x x x
Cr. Beban Murabahah/Tangguhan x x x Untuk jurnal bagian pelunasan dan bagian utang murabahah:
Dr. Utang Murabahah x x x
Dr. Beban Murabahah x x x
Cr. Kas x x x
Cr. Beban Murabahah/Tangguhan x x x
Keterangan: beban murabahah ditotal sebanyak beban murabahah tangguhan - potongan
4. Kompensasi yang dikenakan dampak dari kelalaian saat memenuhi beban sesuai pada kontrak diakui merugikan.
Jurnalnya yaitu :
Dr. Kerugian - Denda x x x
Cr. Kas/Utang x x x
5. Uang Muka
konsumen menebus uang muka.
Jurnalnya yaitu :
Dr. Uang Muka x x x
Cr. Kas x x x
Apabila konsumen telah batal transaksi kemudian mendapat anggaran, lalu dinyatakan menjadi rugi. Jika anggaran telah mendapat lebih kurang uang mukanya, jadi jurnal nya :
Dr. Kas x x x
Dr. Kerugian Denda x x x
Cr. Uang Muka x x x
Namun jika lebih banyak anggaran uang muka diberikan, jurnal nya :
Dr. Kerugian x x x
Cr. Uang muka x x x
Cr. Kas atau Utang x x x
6. Pengajuan
Utang murabahah dapat diajukan menjadi pengurang pada beban yang ditangguhkan.
7. Ekspose
Konsumen mengungkap sesuatu terkait pada transaksi murabahah, tapi perlu batasan :
a. Aset murabahah dikumpulkan dari aktiva yang nilainya secara tunai;
b. Masa waktu murabahah ditangguh;
c. Sesuai PSAK 101 yang pengungkapannya disebut mengenai laporan pada keuangan syariah yang disajikan.