• Tidak ada hasil yang ditemukan

Permasalahan dan Rekomendasi

Dalam dokumen Laporan Kinerja BRSDM Tahun 2017 (Halaman 42-150)

Bab IV PENUTUP

B. Permasalahan dan Rekomendasi

Masalah dan tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan program riset dan SDM untuk mendukung pembangunan KP antara lain :

1. Kerangka regulasi yang mengikat untuk pemanfaatan hasil riset oleh ditjen teknis sebagai landasan penyusunan kebijakan, sehingga peran BRSDM sebagai Inhouse Consultant lebih optimal, belum tersedia.

2. Seluruh unit kerja di BRSDM belum secara optimal menerapkan Sistem Manajemen Mutu dalam pengelolaan dan pengembangan sarana dan prasarana Riset, Pendidikan, Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan. Adanya keterbatasan anggaran berpotensi menimbulkan kendala dalam penyelenggaraan re-akreditasi sistem manajemen mutu di satker lingkup BRSDM.

3. Sarana dan prasarana Riset, Pendidikan, Pelatihan dan Penyuluhan belum ter-update mengikuti perkembangan kebutuhan riset dan SDM.

   

4. Kegiatan dan pemanfaatan hasil riset yang terintegrasi lintas eselon I dan eselon II lingkup BRSDM belum sepenuhnya terbangun.

5. Kebutuhan pelatihan KP yang dinamis dalam mendukung Program Prioritas KKP serta kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri belum seimbang dengan Program Peningkatan Kapasitas SDM KP yang dlaksanakan.

6. Pembaharuan data kebutuhan peningkatan kapasitas SDM KP dalam mengantisipasi terjadinya dinamika lingkungan strategis belum sepenuhnya dapat dilaksanakan.

7. Kualitas dan kuantitas SDM tenaga pendidik, pelatih dan penyuluh perikanan belum sepenuhnya memadai.

8. Pengetahuan, keterampilan, penguasaan teknologi dan aksesibilitas terhadap infrastruktur dan informasi masih terbatas.

9. Pengembangan sarana dan prasarana penyuluhan perikanan, yang berpotensi mengakibatkan hambatan dalam pelaksanaan penyuluhan ke lokasi-lokasi yang jauh dari Ibu Kota Provinsi/Kabupaten dengan akses transportasi yang sulit, belum memadai.

B. PERJANJIAN KINERJA (PK)

Dalam upaya untuk menjamin tercapainya sasaran dan target secara optimal dan tepat waktu, visi dan misi BRSDM harus menjadi acuan sekaligus landasan penyusunan strategi.

Berdasarkan, visi dan misi tersebut selanjutnya dirumuskan sasaran strategis BRSDM.

   

Sasaran Strategis (SS/KK) BRSDM tahun 2017 telah ditetapkan dan dikelompokan sebagaimana tertuang dalam Peta Strategi BRSDM. Sehubungan dengan terbitnya Instruksi Presiden RI nomor 4 Tahun 2017 tentang Efisiensi Barang Kementerian/Lembaga Dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2017 dan Surat dari Menteri Keuangan RI Nomor S- 584/MK.02/2017 tanggal 21 Juli 2017 tentang Perubahan Pagu Belanja K/L Dalam APBN-P 2017, terjadi perubahan Perjanjian Kinerja BRSDM.

Revisi APBN-P per tanggal 30 Agustus 2017 mengakibatkan perubahan anggaran dari DIPA awal sebesar Rp.

1.853.809.609.000,- menjadi Rp.2.056.249.901.000,-. Revisi anggaran, juga diikuti dengan review PK Level 1 BRSDM Tahun 2017.

Review terhadap Indikator Kinerja Utama (IKU) mengacu pada Kebijakan KKP yaitu IKU level 1 yang sudah ditetapkan dalam RPJM/Renja dan/atau IKU yang merupakan cascading langsung dari IKU Menteri, dan berkontribusi terhadap capaian IKU Menteri tetap dipertahankan baik nomenklatur maupun targetnya.

BRSDM memiliki 4 buah IKU yang berkontribusi langsung terhadap IKU Menteri yaitu : (1). IKU Jumlah Kelompok Pelaku Utama/Usaha yang meningkat kelasnya dari jumlah kelompok pelaku utama/usaha yang disuluh; (2). IKU Jumlah WPP yang terpetakan potensi Sumber Daya KP untuk pengembangan ekonomi kelautan yang berkelanjutan; (3). IKU Jumlah SDM KP yang dididik, dilatih, disuluh dan diberdayakan untuk mendukung tata kelola pemanfaatan SDKP yang adil, berdaya saing dan  

 

berkelanjutan; dan (4). IKU Jumlah rekomendasi dan inovasi riset yang diusulkan untuk menjadi bahan kebijakan.

Adapun indikator – indikator pada PK perubahan dapat dilihat pada tabel sebagai berikut:

Tabel 1. Penetapan Kinerja BRSDM Tahun 2017 berdasarkan Balanced Score Card (BSC) setelah adanya APBN-P

NO SASARAN

STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET 2017 STAKEHOLDER PERSPECTIVE

1 Terwujudnya kesejahteraan

masyarakat KP 1

Jumlah pelaku utama/pelaku usaha yang kompeten dan inovatif meningkat produksinya (orang)

10,600

2

jumlah lulusan pendidikan yang terserap di dunia kerja bidang kelautan dan perikanan (orang)

1,205

3

Jumlah kelompok pelaku utama/usaha yang meningkat kelasnya dari jumlah kelompok pelaku utama/usaha yang disuluh (kelompok)

1,000

COSTUMER PERSPEKTICE

2

Terwujudnya pengelolaan SDKP yang bertanggung jawab dan berkelanjutan

4

Jumlah Wilayah

Pengelolaan Perikanan (WPP) yang Terpetakan Potensi Sumberdaya Kelautan dan Perikanan secara terintegrasi untuk Pengembangan

Ekonomi Kelautan yang Berkelanjutan (WPP)

3

   

NO SASARAN

STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET 2017

5

Kawasan Pengelolaan Perikanan Perairan Daratan (KPP PD) yang teridentifikasi untuk Pengembangan

Ekonomi Kelautan yang Berkelanjutan (KPP PD)

1

6 Nilai PNBP (Miliar) 8.619.693.100

3

Meningkatnya hasil layanan Riset dan peningkatan kompetensi SDM yang

mendukung produktivitas usaha sektor KP

7

Jumlah rekomendasi dan/atau inovasi riset yang diusulkan untuk dijadikan bahan kebijakan (Buah)

20

8

Jumlah teknologi KP yang diusulkan untuk direkomendasikan (buah)

18

9

Jumlah pelaku usaha mikro dan kecil yang mendapatkan kemudahan dalam mendapatkan akses pembiayaan (orang)

1,000

10

Jumlah pelaku utama/usaha yang ditetapkan sebagai Koperasi/Usaha Mikro Kecil sektor KP

1,050

11 Jumlah SDM KP yang bersertifikat kompetensi (orang)

7,930

12

Jumlah ASN KP yang ditingkatkan

kompetensinya melalui pendidikan dan

pelatihan kelautan dan perikanan (orang)

2,033

INTERNAL PROCESS PERSPECTIVE  

 

NO SASARAN

STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET 2017 4

Tersedianya kebijakan pembangunan KP yang efektif

13

Indeks Efektivitas kebijakan pemerintah bidang riset dan SDM KP (indeks)

7.7

5

Terselenggarany a program riset dan SDM KP yang

mendukung tata kelola

pemanfaatan SDKP yang berkeadilan dan berdaya saing

14

Jumlah Informasi dan/atau rekomendasi kebijakan KP

(paket/Buah)

54

15 Jumlah hasil riset yang inovatif untuk

pembangunan KP (Buah) 15

16

Jumlah sentra nelayan yang terbangun dan terkelola sistem informasi (unit, akumulasi)

75

17 Persentase anak pelaku utama yang diterima

sebagai peserta didik (%) 46 18

Jumlah sarana dan prasarana BRSDM KP yang ditingkatkan kapasitasnya (paket)

44

19

Jumlah lembaga pendidikan dan

pelatihan kelautan dan perikanan terstandard (Satker)

18

20 Jumlah jejaring dan/atau kerjasama BRSDM KP

yang disepakati (Buah) 73

21

Proporsi fungsional tertentu Pusat Riset BRSDM KP dibandingkan total pegawai Pusat Riset BRSDM KP (%)

51

22

Jumlah SDM KP yang dididik, dilatih, disuluh untuk mendukung tata kelola pemanfaatan sumber daya kelautan dan perikanan yang adil berdaya saing dan

387,888  

 

NO SASARAN

STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET 2017 berkelanjutan (orang)

Terselenggarany a pengendalian dan monitoring pelaksanaan program Riset dan SDMP KP

23

Deviasi

ketepatan/kesesuaian sasaran program SDM kelautan dan perikanan melalui kegiatan

Pendidikan, Pelatihan dan Penyuluhan

Kelautan dan Perikanan (%)

15

24

Proporsi kegiatan riset pengembangan dibandingkan total kegiatan riset KP (%)

88 LEARNING AND GROWTH PERSPECTIVE

7

Terwujudnya ASN KKP yang kompeten, profesional dan berintegritas

25 Indeks kompetensi dan integritas (indeks) 80

8

Tersedianya manajemen pengetahuan yang handal dan mudah diakses

26

Persentase unit kerja yang menerapkan sistem manajemen

pengetahuan yang terstandar (%)

65

9

Terwujudnya birokrasi KKP yang efektif, efisien dan berorientasi pada layanan prima

27 Nilai Kinerja Reformasi Birokrasi (nilai) A (80) 28 Level Maturitas SPI KKP (level) 2 29 Presentase tindak lanjut

direktif pimpinan (%) 100 30 Jumlah inovasi

pelayanan publik BRSDM

(Proposal) 1

31 Nilai AKIP BRSDM (Nilai) A (86)

10

Terkelolanya anggaran pembangunan secara efisien dan akuntabel

32 Nilai kinerja anggaran BRSDM (%) Baik (85) 33 Persentase Kepatuhan

terhadap SAP lingkup BRSDM (%)

100  

 

C. PENGUKURAN KINERJA 1. Rumus Pengukuran

Pengukuran capaian kinerja BRSDM Tahun 2017, dilakukan dengan membandingkan antara data target dan realisasi IKU, akan diperoleh indeks capaian IKU. Penghitungan indeks capaian IKU perlu memperhitungkan jenis polarisasi IKU yang berlaku yaitu maximize, minimize, dan stabilize. Ketentuan penetapan indeks capaian IKU adalah:

1. Angka maksimum adalah 120;

2. Angka minimum adalah 0;

3. Formula penghitungan indeks capain IKU untuk setiap jenis polarisasi adalah berbeda;

4. Adapun status Indeks capaian IKU adalah sebagai berikut:

Pengukuran kinerja dilakukan dengan mengacu kepada Manual IKU pada masing-masing Indikator yang ada dalam dokumen Balanced Scores Card (BSC).

2. Metode Pengukuran Kinerja

Metode pengukuran kinerja lingkup BRSDM dilakukan secara berkala setiap 3 (tiga) bulan sekali (triwulanan), yaitu pada bulan Maret (B03), Juni (B06), September (B09) dan Desember (B12). Selaku pihak yang bertanggungjawab dalam pengukuran, telah ditugaskan kepada Tim SAKIP dan Laporan Kinerja lingkup BRSDM yang ditetapkan melalui ditetapkan Surat

Hijau Kuning Merah

Baik

( Skor >= 100 ) Hati-hati

( 80 <= Skor < 100 ) Buruk ( Skor < 80 )

   

Keputusan Kepala Badan Riset dan SDM Nomor: 1/KEP- BPSDMKP/2017 tentang tentang Pembentukan Tim Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah BRSDM. Keanggotaan Tim SAKIP dan Laporan Kinerja terdiri dari pejabat dan staf yang mewakili semua Pusat-pusat lingkup BRSDM dan Sekretariat BRSDM.

Dalam pelaksanaannya, capaian kinerja triwulanan dipantau oleh Tim SAKIP dan Laporan Kinerja yang menjadi penanggung jawab kegiatan, selanjutnya penanggung jawab kegiatan melaporkannya kepada Sekretaris BRSDM. Berdasarkan laporan unit kerja penanggung jawab kegiatan, Sekretaris Badan BRSDM c.q. Bagian Program merangkum seluruh hasil yang dicapai dan melakukan evaluasi untuk mengendalikan pencapaian pelaksanaan program/kegiatan secara keseluruhan.

   

   

                                                   

     

BAB III

AKUNTABILITAS KINERJA

PRESTASI INDIKATOR KINERJA UTAMA TAHUN 2017

EVALUASI DAN ANALISIS KINERJA AKUNTABILITAS KEUANGAN

Laporan Kinerja BRSDM Tahun 2017

A

B C

BAB III

AKUNTABILITAS KINERJA

A. PRESTASI INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) TAHUN 2017

Pengukuran capaian kinerja BRSDM tahun 2017 dilakukan dengan cara membandingkan antara target (rencana) dan realisasi indikator kinerja utama (key perfomance indicator, disingkat KPI) pada masing-masing perspektif. Pencatatan dan pengukuran kinerja dilakukan dengan bantuan perangkat lunak berbasis balanced scorecard dari Kementerian Kelautan Perikanan, yaitu pada http://kinerjaku.kkp.go.id. Dari hasil pengukuran kinerja tersebut, diperoleh data capaian kinerja BRSDM di tingkat korporat tahun 2017 sebesar 105,50%, yang berasal dari capaian kinerja masing-masing perspektif sebagai berikut.

Tabel 2.Nilai Kinerja Organisasi berdasarkan Perspektif

Perspektif Bobot NKP Status NKP

Stakeholders 25,00% 26,01%

Customer 25,00% 26,20%

Internal Process 25,00% 26,59%

Learning and Growth 25,00% 26,70%

Jumlah 105,50%

Keterangan:

NKP : NIlai Kinerja Perspektif

= Baik = Hati-hati = Buruk

   

Selama tahun 2017, dari 33 IKU BRSDM, terdapat 32 IKU berstatus hijau, 1 IKU berstatus kuning, dan tidak ada IKU berstatus merah.

B. EVALUASI DAN ANALISIS KINERJA

Pelaksanaan evaluasi dan analisis kinerja dilakukan melalui pengukuran kinerja dengan menggunakan formulir pengukuran kinerja sesuai Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.

Pengukuran kinerja digunakan sebagai dasar untuk menilai keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan kegiatan program sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan dalam rangka mewujudkan visi dan misi BRSDM. Pengukuran kinerja dimaksud merupakan hasil dari suatu penilaian yang didasarkan pada Indikator Kinerja Utama (IKU) yang telah diidentifikasi agar sasaran- sasaran strategis dan tujuan strategis sebagaimana telah ditetapkan dalam Peta Strategi BRSDM yang menjadi kontrak kinerja pada Tahun 2017 dapat tercapai.

1. Capaian Kinerja pada Perspektif Pemangku Kepentingan (Stakeholder Perspective)

Tabel 3. Capaian Kinerja pada Perspektif Pemangku Kepentingan (Stakeholder Perspective)

NO SASARAN

STRATEGIS INDIKATOR

KINERJA TARGET

2017 CAPAIAN

2017 KINERJA (%)

STAKEHOLDER PERSPEKTIVE

1

Terwujudnya kesejahteraan masyarakat KP

1

Jumlah pelaku utama/pelaku usaha yang kompeten dan inovatif

meningkat

10.600 10.762 101,53  

 

NO SASARAN

STRATEGIS INDIKATOR

KINERJA TARGET

2017 CAPAIAN

2017 KINERJA (%) produksinya

(orang)

2

jumlah lulusan pendidikan yang terserap di dunia kerja bidang kelautan dan perikanan (orang)

1.205 1.333 110,62

3

Jumlah kelompok pelaku utama/usaha yang

meningkat kelasnya dari jumlah kelompok pelaku utama/usaha yang disuluh (kelompok)

1.000 1.000 100,00

Sasaran Strategis 1

Terwujudnya kesejahteraan masyarakat KP

Dengan fokus kesejahteraan masyarakat dengan didukung oleh pembangunan kelautan dan perikanan yang berdaya saing dan berkelanjutan maka sasaran strategis tersebut menjadi salah satu tujuan utama dalam pencapaian kinerja Kementerian Kelautan dan Perikanan. Untuk mencapai sasaran tersebut, BRSDM memiliki beberapa Indikator kinerja utama sebagai berikut.

   

Indikator Kinerja 1

Jumlah pelaku utama/pelaku usaha yang kompeten dan inovatif meningkat produksinya (Orang)

Capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Jumlah pelaku utama/pelaku usaha yang kompeten dan inovatif meningkat produksinya dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 4. Capaian Kinerja pada Indikator Kinerja Utama 1 SS1. Terwujudnya kesejahteraan masyarakat KP

Indikator Target Capaian %

1 Jumlah pelaku utama/pelaku usaha yang kompeten dan inovatif

meningkat produksinya (Orang) 10,600 10.762 101,53 Dari tabel tersebut diketahui bahwa Jumlah pelaku utama/pelaku usaha yang kompeten dan inovatif meningkat produksinya telah mencapai target yang telah ditetapkan dengan target 10.600 orang dengan capaian sebesar 10.762 orang (101,53%). Capaian ini diperoleh dari 3.762 orang lulusan pelatihan KP yang meningkat produksinya, dan 7.000 orang pelaku utama/usaha yang berasal dari 37.000 kelompok yang telah mendapatkan penyuluhan, baik oleh Penyuluh Perikanan PNS maupun Penyuluh Perikanan bantu (PPB).

Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, capaian untuk indikator ini mengalami penurunan capaian sebanyak 8.623 orang (penurunan sebesar 44,48%) dikarenakan adanya penurunan target pada bidang pelatihan, penggabungan Pusat Penyuluhan KP menjadi Pusat Pelatihan dan Penyuluhan KP dimana ada realokasi target untuk bidang penyuluhan dan pecahnya IKU ini menjadi 2 IKU, “Jumlah pelaku utama/pelaku usaha yang kompeten dan inovatif meningkat produksinya” dan  

 

“Jumlah Lulusan pendidikan KP yang terserap di dunia kerja bidang kelautan dan perikanan” yang menjadikan target pada IKU ini berubah. Adapun perbandingan capaian dengan tahun sebelumnya sebagai berikut.

Gambar 4. Perbandingan Capaian IKU 1 dengan tahun sebelumnya

Berdasarkan Rencana Strategis (Renstra) BRSDM, IKU Jumlah pelaku utama/pelaku usaha yang kompeten dan inovatif meningkat produksinya ini, memiliki target tahun 2019 sebanyak 20.450 orang. Oleh karena itu, BRSDM perlu meningkat- kan/menambah capaian 9.688 orang (47,37%) lebih banyak dibanding tahun 2017. Dukungan anggaran dan inisiatif strategis yang secara langsung dapat mendongkrak.

Capaian kinerja ini merupakan kontribusi dari penyelenggaraan pelatihan KP oleh 5 Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan (BPPP). Berdasarkan hasil evaluasi pasca pelatihan yang dilaksanakan oleh Puslatluh KP dan BPPP dengan melibatkan Penyuluh Perikanan dengan menggunakan trendline analysis sebelum dan setelah mendapatkan pelatihan. Rincian kontribusi capaian kinerja dari masing-masing Satker sebagai berikut.

Tabel 5. Capaian Kinerja Permasing-masing Balai Pelatihan

10762

19385 10600

17935

0 5000 10000 15000 20000 25000

2017 2016

Target Realisasi

IKU 1

Jumlah pelaku utama/pelaku usaha yang kompeten dan inovatif meningkat produksinya (Orang) 

44   

“Jumlah Lulusan pendidikan KP yang terserap di dunia kerja bidang kelautan dan perikanan” yang menjadikan target pada IKU ini berubah. Adapun perbandingan capaian dengan tahun sebelumnya sebagai berikut.

Gambar 4. Perbandingan Capaian IKU 1 dengan tahun sebelumnya

Berdasarkan Rencana Strategis (Renstra) BRSDM, IKU Jumlah pelaku utama/pelaku usaha yang kompeten dan inovatif meningkat produksinya ini, memiliki target tahun 2019 sebanyak 20.450 orang. Oleh karena itu, BRSDM perlu meningkat- kan/menambah capaian 9.688 orang (47,37%) lebih banyak dibanding tahun 2017. Dukungan anggaran dan inisiatif strategis yang secara langsung dapat mendongkrak.

Capaian kinerja ini merupakan kontribusi dari penyelenggaraan pelatihan KP oleh 5 Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan (BPPP). Berdasarkan hasil evaluasi pasca pelatihan yang dilaksanakan oleh Puslatluh KP dan BPPP dengan melibatkan Penyuluh Perikanan dengan menggunakan trendline analysis sebelum dan setelah mendapatkan pelatihan. Rincian kontribusi capaian kinerja dari masing-masing Satker sebagai berikut.

Tabel 5. Capaian Kinerja Permasing-masing Balai Pelatihan

10762

19385 10600

17935

0 5000 10000 15000 20000 25000

2017 2016

Target Realisasi

IKU 1

Jumlah pelaku utama/pelaku usaha yang kompeten dan inovatif meningkat produksinya (Orang) 

   

No. Satker Lulusan Pelatihan

(Orang) Meningkat

Produksinya % Tingkat Capaian

1 BPPP Medan 1.080 598 55,37

2 BPPP Tegal 1.790 1160 64,80

3 BPPP Banyuwangi 1.590 1070 67,30

4 BPPP Bitung 990 430 43,43

5 BPPP Ambon 840 504 60,00

Jumlah 6.290 3.762 59,81

Untuk 7.000 orang pelaku utama/usaha yang berasal dari 37.000 kelompok yang telah mendapatkan penyuluhan, merupakan kontribusi dari 5.568 Penyuluh Perikanan yang terdiri dari 3.283 orang Penyuluh Perikanan PNS sebanyak (3.161 orang Penyuluh PNS Prov/Kab/Kota dan 122 Penyuluh PNS eks. BPSDMKP) dan 2.407 Penyuluh Perikanan Bantu/PBB (1.497 orang PPB Pendamping Program, 823 orang PPB Pengolah Data, dan 87 orang PPB Manajemen Usaha). Rincian kontribusi capaian kinerja Penyuluh Perikanan dari masing-masing Provinsi sebagaimana terdapat pada tabel berikut.

Tabel 6. Capaian Kinerja Penyuluh Perikanan Per Provinsi

No Provinsi Kelompok Anggota

1 Prov. Aceh 14 140

2 Prov. Sumatera Utara 28 280

3 Prov. Sumatera Barat 19 190

4 Prov. Riau 8 80

5 Prov. Jambi 14 140

6 Prov. Sumatera Selatan 26 260

7 Prov. Bengkulu 13 130

8 Prov. Lampung 21 210

9 Prov. Kep. Bangka Belitung 10 100

10 Prov. Kepri 0 0

11 Provinsi Banten 3 30

12 Provinsi Jawa Barat 69 690

13 Prov Jawa Tengah 72 720

14 Provinsi Diy 9 90

15 Prov. Jawa Timur 61 610

16 Provinsi Bali 36 360

17 Prov. Ntb 32 320

44   

“Jumlah Lulusan pendidikan KP yang terserap di dunia kerja bidang kelautan dan perikanan” yang menjadikan target pada IKU ini berubah. Adapun perbandingan capaian dengan tahun sebelumnya sebagai berikut.

Gambar 4. Perbandingan Capaian IKU 1 dengan tahun sebelumnya

Berdasarkan Rencana Strategis (Renstra) BRSDM, IKU Jumlah pelaku utama/pelaku usaha yang kompeten dan inovatif meningkat produksinya ini, memiliki target tahun 2019 sebanyak 20.450 orang. Oleh karena itu, BRSDM perlu meningkat- kan/menambah capaian 9.688 orang (47,37%) lebih banyak dibanding tahun 2017. Dukungan anggaran dan inisiatif strategis yang secara langsung dapat mendongkrak.

Capaian kinerja ini merupakan kontribusi dari penyelenggaraan pelatihan KP oleh 5 Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan (BPPP). Berdasarkan hasil evaluasi pasca pelatihan yang dilaksanakan oleh Puslatluh KP dan BPPP dengan melibatkan Penyuluh Perikanan dengan menggunakan trendline analysis sebelum dan setelah mendapatkan pelatihan. Rincian kontribusi capaian kinerja dari masing-masing Satker sebagai berikut.

Tabel 5. Capaian Kinerja Permasing-masing Balai Pelatihan

10762

19385 10600

17935

0 5000 10000 15000 20000 25000

2017 2016

Target Realisasi

IKU 1

Jumlah pelaku utama/pelaku usaha yang kompeten dan inovatif meningkat produksinya (Orang) 

   

No Provinsi Kelompok Anggota

18 Provinsi Ntt 6 60

19 Prov. Kalimantan Barat 7 70

20 Provinsi Kalimanten Tengah 12 120

21 Prov. Kalimantan Selatan 30 300

22 Prov. Kalimantan Timur 4 40

23 Prov. Kaltara 5 50

24 Provinsi Sulawesi Utara 50 500

25 Provinsi Sulawesi Tengah 10 100

26 Provinsi Sulawesi Selatan 68 680

27 Prov. Sulawesi Tenggara 27 270

28 Prov. Gorontalo 17 170

29 Prov. Sulawesi Barat 3 30

30 Prov. Maluku 15 150

31 Prov. Maluku Utara 8 80

32 Prov. Papua Barat 0 0

33 Provinsi Papua 3 30

JUMLAH 700 7.000

Indikator Kinerja 2

Jumlah Lulusan Pendidikan yang Terserap di Dunia Kerja Bidang Kelautan dan Perikanan

BRSDM sebagai penentu kebijakan, bertanggung jawab dalam pelaksanaan monitoring penyerapan lulusan satuan pendidikan KP dalam dunia kerja. Tujuan yang akan dicapai adalah untuk mengetahui jumlah lulusan satuan pendidikan KP yang terserap dalam dunia kerja berdasarkan nama dan alamat (by name by address). Sasaran yang akan dicapai adalah meningkatnya lulusan satuan pendidikan KP yang diserap di dunia kerja bidang KP setiap tahunnya. Monitoring penyerapan lulusan satuan pendidikan KP dalam dunia kerja diperlukan untuk mengetahui sejauh mana lulusan satuan pendidikan KP yang terserap dalam dunia kerja sejalan dengan rencana strategis BRSDM dan untuk mengetahui tingkat kesejahteraannya.

   

Capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) jumlah lulusan pendidikan yang terserap di dunia kerja bidang kelautan dan perikanan dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 7. Capaian Kinerja pada Indikator Kinerja Utama 2 SS 1. Terwujudnya kesejahteraan masyarakat KP

Indikator Target Capaian %

2 Jumlah Lulusan Pendidikan yang Terserap di Dunia Kerja Bidang

Kelautan dan Perikanan 1.205 1.333 110.62 Jumlah Lulusan Pendidikan yang Terserap di Dunia Kerja Bidang Kelautan dan Perikanan telah mencapai target yang telah ditetapkan, yaitu dari target 1.205 orang dengan capaian sebesar 1.333 orang (110,62%). Data hasil monitoring serapan lulusan pada masing-masing pendidikan tinggi dan menengah KP sebagai berikut.

Tabel 8. Perbandingan target dan capaian kinerja IKU serapan lulusan pada tahun 2017

No. Satuan Pendidikan Target Kinerja Capaian

Kinerja Persentase Capaian

1. STP Jakarta 230 258 112.17

2 STP Jurluhkan Bogor 47 44 93.62

3 Politeknik KP Sidoarjo 91 111 121.98

4 Politeknik KP Bitung 82 86 104.88

5 Politeknik KP Sorong 34 34 100.00

6 SUPMN Ladong 58 58 100.00

7 SUPMN Pariaman 91 92 101.10

8 SUPMN Kota Agung 68 71 104.41

9 SUPMN Pontianak 120 144 120.00

10. SUPMN Tegal 63 63 100.00

11. SUPMN Bone 95 109 114.74

12. SUPMN Waiheru 121 158 130.58

13. SUPMN Sorong 78 78 100.00

14. SUPMN Kupang 27 27 100.00

Jumlah 1.205 1.333 110.62

   

Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, capaian tahun 2017 mengalami kenaikan capaian sebanyak 54 orang (kenaikan sebesar 4,22%). Hal ini dikarenakan faktor peningkatan target pada tahun 2017, lulusan pendidikan KP yang sudah mendapat pengakuan (recognition) dari dunia/usaha serta faktor kerja sama yang terus dikembangkan dengan dunia usaha/industri baik dalam dan luar negeri.

Gambar 5. Perbandingan Capaian IKU 2 dengan tahun sebelumnya IKU Jumlah Lulusan Pendidikan yang Terserap di Dunia Kerja Bidang Kelautan dan Perikanan ini, berdasarkan Rencana Strategis (Renstra) BRSDM memiliki target tahun 2019 sebanyak 1.378 orang. Maka dari itu, BRSDM harus meningkatkan capaian sebanyak 45 orang. Diperlukan upaya dari berbagai pihak untuk mencapai 3,22% sisa target yang harus dicapai.

Gambar 6. Sebaran Serapan Lulusan Satuan Pendidikan KP Tahun 2017

1333 1279

1205 1158

1050 1100 1150 1200 1250 1300 1350

2017 2016

Target Realisasi

IKU 2

Jumlah Lulusan Pendidikan yang Terserap di Dunia Kerja Bidang Kelautan dan Perikanan (Orang)

PNS/TNI/POLRI

140 Orang

Dunia Usaha/Industri Dalam Negeri

732 Orang

Dunia Usaha/Industri

Luar Negeri

378 Orang

Wirausaha

83 Orang

   

Capaian penyerapan lulusan pendidikan KP dalam dunia kerja dipengaruhi oleh antara lain: permintaan dan penawaran tenaga kerja bidang KP; Karakteristik lulusan dengan kesempatan kerja yang tersedia; Daya serap dunia kerja bidang KP; Kesesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja, serta Lulusan SUPM menerima 2 ijazah dari Kemdikbud dan KKP sehingga mereka memiliki kesempatan untuk bisa memilih untuk melanjutkan pendidikan atau wirausaha.

Indikator Kinerja 3

Jumlah Kelompok Pelaku Utama/Usaha yang Meningkat Kelasnya dari Jumlah Kelompok Pelaku Utama/Usaha yang disuluh

Capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) jumlah kelompok pelaku utama/usaha yang meningkat kelasnya dari jumlah kelompok pelaku utama/usaha yang disuluh dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 9. Capaian Kinerja pada Indikator Kinerja Utama 3 SS1. Terwujudnya kesejahteraan masyarakat KP

Indikator Target Capaian %

3

Jumlah Kelompok Pelaku Utama/Usaha yang Meningkat Kelasnya dari Jumlah Kelompok Pelaku Utama/Usaha yang disuluh

1.000 1.000 100,00

Pada tahun 2017, target jumlah kelompok yang meningkat kelasnya dari kelas Pemula ke Madya dan kelas Madya ke Utama sebanyak 1.000 kelompok, dengan capaian 1.000 kelompok (100,00%) yang meningkat kelasnya. Nilai capaian ini diperoleh dari kelompok yang sudah dinilai pada tahun berjalan (tahun 2017), dengan rincian 996 kelompok meningkat dari Pemula ke Madya, dan 4 kelompok dari Madya ke Utama. Sebaran  

 

Dalam dokumen Laporan Kinerja BRSDM Tahun 2017 (Halaman 42-150)

Dokumen terkait