• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan Kinerja BRSDM Tahun 2017

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Laporan Kinerja BRSDM Tahun 2017"

Copied!
160
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN KINERJA

BRSDM

2 0

1 7

(2)

S

egala puji dan syukur kepada Allah SWT atas limpahan karunia dan rahmatNYA, Laporan Kinerja Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) Tahun 2017 dapat disusun dan selesaikan tepat waktu. Laporan Kinerja BRSDM Tahun 2017 ini merupakan perwujudan pertanggungjawaban atas kinerja dan pencapaian visi dan misi BRSDM selama 1 periode tahunan 2017.

Penyusunan Laporan Kinerja ini mengacu pada Peraturan Presiden RI Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja.

Laporan Kinerja BRSDM Tahun 2017 mempunyai beberapa fungsi antara lain memberikan informasi kinerja yang terukur atas capaian tahun 2017 dan sebagai upaya perbaikan berkesinambungan bagi BRSDM dalam rangka mempertahankan dan meningkatkan kinerja. Selanjutnya, sejalan dengan pelaksanaan reformasi birokrasi, Kementerian Kelautan dan Perikanan RI secara umum dan BRSDM pada khususnya, telah menerapkan metode pengukuran kinerja berbasis Balanced Score Card (BSC). Kinerja BRSDM diukur atas dasar penilaian indikator Kinerja Utama (IKU) yang merupakan indikator keberhasilan pencapaian sasaran strategis (SS) sebagaimana

KATA PENGANTAR

   

(3)

tetapkan dalam Perjanjian Kinerja (PK) BRSDM 2017 yang merupakan kontrak kinerja tahun 2017.

Selanjutnya, laporan ini diharapkan dapat memberikan gambaran secara utuh atas capaian kinerja pada bidang riset, pendidikan, pelatihan, penyuluhan dan dukungan manajemen pelaksanaan tugas lainnya selama perode tahun 2017. Akhirnya, dengan mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas kontribusi dan sumbangsih semua pihak yang turut mendukung pencapaian kinerja BRSDM ini, laporan ini diharapkan dapat memberikan manfaat dan sebagai bahan evaluasi pelaksanaan program dan kegiatan pada tahun berikutnya.

Jakarta, Januari 2018 Kepala BRSDM,

M. Zulficar Mochtar

   

(4)

P

engukuran capaian kinerja BRSDM tahun 2017 dilakukan dengan cara membandingkan antara target (rencana) dan realisasi indikator kinerja utama (key perfomance indicator, disingkat KPI) pada masing-masing perspektif. Pencatatan dan pengukuran kinerja dilakukan dengan bantuan perangkat lunak berbasis balanced scorecard dari Kementerian Kelautan Perikanan, yaitu pada http://

kinerjaku.kkp.go.id. Dari hasil pengukuran kinerja tersebut, diperoleh data capaian kinerja BRSDM di tingkat korporat tahun 2017 sebesar 105,50%, yang merupaka capaian kinerja masing-masing perspektif, yaitu: Stakeholders Perspective (26,01%), Customer Perspective (26,20%), Internal Process Perspective (26,59%), dan Learning and Growth Perspective (26,70%). Secara umum, selama tahun 2017, dari 33 Indikator Kinerja Utama (IKU) BRSDM , 32 IKU berwarna hijau (baik) dan 1 IKU berstatus kuning (hati-hati), dan tidak ada IKU yang berstatus merah (buruk).

Meskipun secara umum kinerja BRSDM Baik, namun masih terdapat beberapa hal yang perlu mendapatkan perhatian dalam mewujudkan sasaran strategis selama tahun 2017, yang perlu mendapatkan perhatian dan sebagai bahan evaluasi dalam pelaksanaan kegiatan pada tahun berikutnya, sebagai berikut : 1) Terdapat IKU yang tidak mencapai target yaitu jumlah sarana dan prasarana BRSDM yang ditingkatkan kapasitasnya, dari target 44 paket, hanya mencapai 39 paket (88,64%). Hal ini disebabkan pengadaan sarana di BDA Sukamandi, BPPP Medan, BPPP Tegal, BPPP Banyuwangi dan BPPP Ambon tidak dapat dilaksanakan; dan 2) Penyerapan anggaran 2017; Penyerapan anggaran BRSDM Tahun 2017 sebesar 58,13% (di luar self blocking), jika self blocking dikeluarkan, maka realisasi mencapai 76,39%. Hal-hal yang menyebabkan serapan anggaran yang belum optimal utamanya disebabkan oleh tidak terserapnya anggaran berturut-turut belanja modal (Rp 213,09 miliar), belanja pegawai

RINGKASAN EKSEKUTIF

   

(5)

(Rp 98,36 miliar), dan belanja barang (Rp 54,56%), yang disebabkan antara lain: realisasi pembangunan fisik tidak memenuhi target yang ditetapkan sebagai akibat dari gagal lelang, keterlambatan pelaksanaan dan permasalahan teknis lainnya seperti SPM yang tertolak oleh KKPN, adanya kebijakan efisiensi anggaran (self blocking) serta pembayaran gaji penyuluh perikanan PNS daerah yang bergabung menjadi pegawai pusat (amanat UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah).

Dalam rangka mendukung pencapaian visi dan misi serta sasaran strategis dan indikator kinerja utama (IKU), maka hal-hal yang perlu untuk dikawal dan diwujudkan pada tahun 2018, yaitu:

1) Dalam rangka peningkatan kapasitas sarana dan prasarana serta kelembagaan satuan kerja lingkup BRSDM, perlu dialokasikan kembali anggaran peningkatan sarana dan prasarana di 5 (lima) balai yaitu BDA Sukamandi, BPPP Medan, BPPP Tegal, BPPP Banyuwangi dan BPPP Ambon; 2) Percepatan pengadaan barang/jasa lingkup BRSDM dengan menetapkan pejabat dan panitia pengadaan barang/jasa (Unit Layanan Pengadaan/ULP) di awal tahun; 3) Pengalokasian anggaran 2018 untuk pembayaran tunggakan tahun 2017 akibat pengajuan SPM yang tertolak KPPN; serta 4) Dalam rangka pelayanan administrasi kepegawaian, pembayaran gaji dan tunjangan serta pembinaan dan koordinasi, maka 9 Satuan Administrasi dan Pangkalan (Satminkal) yang dibentuk yaitu BPPP Belawan, BPPP Tegal, BPPP Banyuwangi, BPPP Aertembaga Bitung, BPPP Ambon, BBRBLPP Gondol, BRPBATPP Bogor, BRPUPP Palembang, BRPBAPPP Maros dapat melaksanakan fungsi dimaksud pada tahun 2018.

   

(6)

Hal

Kata Pengantar ... ii

Ringkasan Eksekutif ... iv

Daftar Isi ... vi

Daftar Tabel ... ix

Daftar Gambar ... xi

Bab I PENDAHULUAN ... 4

A. Latar Belakang ... 4

B. Tujuan ... 4

C. Tugas dan Fungsi ... 6

D. Keragaan SDM BRSDM ... 12

E. Sistematika Laporan Kinerja ... 13

Bab II PERENCANAAN KINERJA ... 16

A. Rencana Strategis ... 16

1. Visi ... 17

2. Misi ... 17

3. Tujuan ... 17

4. Sasaran Strategis ... 18

5. Potensi dan Permasalahan ... 22

B. Perjanjian Kinerja ... 31

C. Pengukuran Kinerja ... 37

1. Rumus Pengukuran ... 37

2. Metode Pengukuran Kinerja ... 37

Bab III AKUNTABILITAS KINERJA ... 42

A. Prestasi Indikator Kinerja Utama (IKU) Tahun 2017 ... 42

B. Evaluasi dan Analisis Kinerja ... 43

1. Capaian Kinerja pada Perspektif Pemangku Kepentingan (Stakeholder Perspective) ... 43

2. Capaian Kinerja pada Perspektif Pelanggan (Costumer Perspective) ... 54

3. Capaian Kinerja pada Perspektif Internal (Internal Proces Perspective) ... 74  

 

DAFTAR ISI

(7)

4. Capaian Kinerja pada Perspektif Pembelajaran

dan Pertumbuhan (Learn and Growth) ... 109

C. Akuntabilitas Keuangan Tahun 2017 ... 128

Bab IV PENUTUP ... 134

A. Capaian Kinerja Utama ... 134

B. Permasalahan dan Rekomendasi ... 134

Lampiran ... 137

A. Perjanjian Kinerja BRSDM 2017 ... 138

B. Perjanjian Kinerja BRSDM APBN-P 2017 ... 141

C. Perjanjian Kinerja BRSDM HLL 2017 ... 145

   

(8)

Hal Tabel 1 Penetapan Kinerja BRSDM Tahun 2017 berdasarkan

Balanced Score Card (BSC) setelah adanya APBN-P . 33

Tabel 2 Nilai Kinerja Organisasi berdasarkan Perspektif ... 42

Tabel 3 Capaian Kinerja pada Perspektif Pemangku Kepentingan (Stakeholder Perspective) ... 43

Tabel 4 Capaian Kinerja pada Indikator Kinerja Utama 1 ... 45

Tabel 5 Capaian Kinerja Permasing-masing Balai Pelatihan ... 47

Tabel 6 Capaian Kinerja Penyuluh Perikanan Per Provinsi ... 47

Tabel 7 Capaian Kinerja pada Indikator Kinerja Utama 2 ... 49

Tabel 8 Perbandingan target dan capaian kinerja IKU serapan ... 49

Tabel 9 Capaian Kinerja pada Indikator Kinerja Utama 3 ... 51

Tabel 10 Sebaran Kelompok yang Meningkat Kelasnya ... 52

Tabel 11 Capaian Kinerja pada Perspektif Pelanggan (Costumer Perspective) ... 54

Tabel 12 Capaian Kinerja pada Indikator Kinerja Utama 4 ... 56

Tabel 13 Capaian Kinerja pada Indikator Kinerja Utama 5 ... 58

Tabel 14 Capaian Kinerja pada Indikator Kinerja Utama 6 ... 59

Tabel 15 Capaian Kinerja pada Indikator Kinerja Utama 7 ... 61

Tabel 16 Capaian Kinerja pada Indikator Kinerja Utama 8 ... 63

Tabel 17 Capaian Kinerja pada Indikator Kinerja Utama 9 ... 65

Tabel 18 Jenis Usaha UMKM KP yang Mendapatkan Akses Pembiayaan ... 67

Tabel 19 Bank/Lembaga Keuangan Non Bank penyalur kredit dan total nilai kredit ... 68

Tabel 20 Capaian Kinerja pada Indikator Kinerja Utama 10 ... 68

Tabel 21 Capaian Kinerja pada Indikator Kinerja Utama 11 ... 70

Tabel 22 Lulusan Pendidikan KP Tahun 2017 ... 71

Tabel 23 Lulusan Pelatihan KP yang lulus uji kompetensi Tahun 2017 ... 71

Tabel 24 Capaian Kinerja pada Indikator Kinerja Utama 12 ... 72

Tabel 25 Capaian Kinerja pada Perspektif Internal (Internal Proces Perspective) ... 74

DAFTAR TABEL

   

(9)

Tabel 26 Capaian Kinerja pada Indikator Kinerja Utama 13 ... 77

Tabel 27 Capaian Kinerja pada Indikator Kinerja Utama 14 ... 80

Tabel 28 Capaian Kinerja pada Indikator Kinerja Utama 15 ... 84

Tabel 29 Capaian Kinerja pada Indikator Kinerja Utama 16 ... 87

Tabel 30 Lokasi Implementasi Aplikasi Nelayan Pintar di Indonesia ... 88

Tabel 31 Capaian Kinerja pada Indikator Kinerja Utama 17 ... 91

Tabel 32 Rekapitulasi Anak Pelaku Utama (APU) di Satuan Pendidikan KP Tahun Akademik/ Pelajaran 2017-2018 92 Tabel 33 Perbandingan Anak Pelaku Utama (APU) di Satuan Pendidikan KP Tahun 2016 dan Tahun 2017 ... 93

Tabel 34 Capaian Kinerja pada Indikator Kinerja Utama 18 ... 94

Tabel 35 Capaian Kinerja pada Indikator Kinerja Utama 19 ... 95

Tabel 36 Satuan pendidikan KP yang sesuai standar ... 96

Tabel 37 Capaian Kinerja pada Indikator Kinerja Utama 20 ... 100

Tabel 38 Capaian Kinerja pada Indikator Kinerja Utama 21 ... 102

Tabel 39 Capaian Kinerja pada Indikator Kinerja Utama 22 ... 103

Tabel 40 Jumlah peserta didik pada satuan pendidikan lingkup KKP pada Tahun Pelajaran 2017/2018 di Satuan Pendidikan KP ... 104

Tabel 41 Jumlah kegiatan pelatihan dan penyuluhan yang mendukung tata kelola pemanfaatan sumber daya kelautan dan perikanan ... 105

Tabel 42 Capaian Kinerja pada Indikator Kinerja Utama 23 ... 106

Tabel 43 Capaian Kinerja pada Indikator Kinerja Utama 24 ... 108

Tabel 44 Capaian Kinerja pada Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan (Learn and Growth) ... 109

Tabel 45 Capaian Kinerja pada Indikator Kinerja Utama 25 ... 111

Tabel 46 Capaian Kinerja pada Indikator Kinerja Utama 26 ... 113

Tabel 47 Capaian Kinerja pada Indikator Kinerja Utama 27 ... 114

Tabel 48 Capaian Kinerja pada Indikator Kinerja Utama 28 ... 116

Tabel 49 Penilaian Indeks Maturitas SPIP BRSDMKP 2017 ... 116

Tabel 50 Capaian Kinerja pada Indikator Kinerja Utama 29 ... 119

Tabel 51 Capaian Kinerja pada Indikator Kinerja Utama 30 ... 121

Tabel 52 Capaian Kinerja pada Indikator Kinerja Utama 31 ... 122

Tabel 53 Hasil evaluasi atas implementasi SAKIP BRSDMKP Tahun 2017 ... 122  

 

(10)

Tabel 54 kategori Penialain Kinerja ... 125

Tabel 55 Capaian Kinerja pada Indikator Kinerja Utama 32 ... 125

Tabel 56 Capaian Kinerja pada Indikator Kinerja Utama 33 ... 127

Tabel 57 Nilai Kinerja Organiasai Berdasarkan Perspektif ... 134

   

(11)

Hal Gambar 1 Struktur Organisasi BRSDM ... 12 Gambar 2 Keragaan SDM BRSDM ... 12 Gambar 3 Peta Strategi BRSDM Tahun 2017 - 2019 ... 19 Gambar 4 Perbandingan Capaian IKU 1 dengan tahun

sebelumnya ... 46 Gambar 5 Perbandingan Capaian IKU 2 dengan tahun

sebelumnya ... 50 Gambar 6 Sebaran Serapan Lulusan Satuan Pendidikan KP

Tahun 2017 ... 50 Gambar 7 Perbandingan Capaian IKU 3 dengan tahun

sebelumnya ... 53 Gambar 8 Perbandingan Capaian IKU 4 dengan tahun

sebelumnya ... 57 Gambar 9 Perbandingan Capaian IKU 7 dengan tahun

sebelumnya ... 62 Gambar 10 Perbandingan Capaian IKU 8 dengan tahun

sebelumnya ... 64 Gambar 11 Perbandingan Capaian IKU 9 dengan tahun

sebelumnya ... 66 Gambar 12 Perbandingan Capaian IKU 11 dengan tahun

sebelumnya ... 70 Gambar 13 Perbandingan Capaian IKU 12 dengan tahun

sebelumnya ... 73 Gambar 14 Perbandingan Capaian IKU 13 dengan tahun

sebelumnya ... 77 Gambar 15 Perbandingan Capaian IKU 14 dengan tahun

sebelumnya ... 80 Gambar 16 Perbandingan Capaian IKU 15 dengan tahun

sebelumnya ... 86 Gambar 17 Perbandingan Capaian IKU 18 dengan tahun

sebelumnya ... 94 Gambar 18 Perbandingan Capaian IKU 19 dengan tahun

sebelumnya ... 96 Gambar 19 Perbandingan Capaian IKU 20 dengan tahun

sebelumnya ... 101

DAFTAR GAMBAR

   

(12)

Gambar 20 Perbandingan Capaian IKU 21 dengan tahun

sebelumnya ... 102 Gambar 21 Perbandingan Capaian IKU 22 dengan tahun

sebelumnya ... 104 Gambar 22 Perbandingan Capaian IKU 23 dengan tahun

sebelumnya ... 107 Gambar 23 Perbandingan Capaian IKU 24 dengan tahun

sebelumnya ... 109 Gambar 24 Perbandingan Capaian IKU 25 dengan tahun

sebelumnya ... 112 Gambar 25 Perbandingan Capaian IKU 26 dengan tahun

sebelumnya ... 113 Gambar 26 Perbandingan Capaian IKU 31 dengan tahun

sebelumnya ... 123 Gambar 27 Perbandingan Capaian IKU 32 dengan tahun

sebelumnya ... 125

   

(13)
(14)

   

(15)

                                                   

       

BAB I

PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG TUJUAN

TUGAS DAN FUNGSI KERAGAAN SDM BRSDM

SISTEMATIKA LAPORAN KINERJA

Laporan Kinerja BRSDM Tahun 2017

A B C D E

(16)

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2005-2025 telah menetapkan salah satu misi yang terkait dengan KKP, yakni

“Mewujudkan Indonesia menjadi Negara Kepulauan yang Mandiri, Maju, Kuat, dan Berbasiskan Kepentingan Nasional”, dengan menumbuhkan wawasan bahari bagi masyarakat dan pemerintah, meningkatkan kapasitas sumberdaya manusia yang berwawasan kelautan, mengelola wilayah laut nasional untuk mempertahankan kedaulatan dan meningkatkan kemakmuran, dan membangun ekonomi kelautan secara terpadu dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumber kekayaan laut secara berkelanjutan.

Selanjutnya, Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015 tentang RPJMN 2015-2019 telah menetapkan 7 (tujuh) arah kebijakan umum yakni (1) Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan, (2) Meningkatkan Pengelolaan dan Nilai Tambah Sumber Daya Alam (SDA) Yang Berkelanjutan, (3) Mempercepat pembangunan infrastruktur untuk pertumbuhan dan pemerataan, (4) Peningkatan kualitas lingkungan hidup, Mitigasi bencana alam dan perubahan iklim, (5) Penyiapan Landasan Pembangunan yang Kokoh, (6) Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia dan Kesejahteraan Rakyat Yang  

 

(17)

Berkeadilan, dan (7) Mengembangkan dan Memeratakan Pembangunan Daerah.

Lebih lanjut, arah kebijakan pembangunan kelautan dan perikanan tahun 2015-2019 ditetapkan dengan memperhatikan 3 dimensi pembangunan nasional, yakni SDM, sektor unggulan, dan kewilayahan. Sektor kelautan dan perikanan telah dijadikan sektor unggulan nasional, yang penjabarannya dilaksanakan KKP dengan pendekatan fungsi/bisnis proses mulai dari hulu sampai hilir, peran KKP yang dimandatkan dalam peraturan perundang- undangan, serta tugas KKP dalam pelaksanaan Agenda Pembangunan Nasional/Nawa Cita. Kebijakan pokok diarahkan:

(i) Membangun kedaulatan yang mampu menopang kemandirian ekonomi dalam pengelolaan sumberdaya kelautan dan perikanan; (ii) Menerapkan prinsip-prinsip pengelolaan sumberdaya kelautan dan perikanan yang bertanggungjawab, berdaya saing, dan berkelanjutan; (iii) Meningkatkan pemberdayaan dan kemandirian dalam menjaga keberlanjutan usaha kelautan dan perikanan.

Sejalan dengan amanat yang tertuang pada Rencana Strategis Kementerian Kelautan dan Perikanan 2015-2019, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) berkontribusi terhadap pengawalan kebijakan pokok ke-3 yaitu Meningkatkan pemberdayaan dan kemandirian dalam menjaga keberlanjutan usaha kelautan dan perikanan melalui Pendidikan, Pelatihan dan Penyuluhan serta mengembangkan Inovasi IPTEK Bidang Kelautan dan Perikanan.

   

(18)

B. TUJUAN

Laporan Kinerja merupakan bentuk akuntabilitas dari pelaksanaan tugas dan fungsi yang dipercayakan kepada setiap instansi pemerintah atas penggunaan anggaran. Penyusunan Laporan Kinerja BRSDM ini, bertujuan:

1. Memberikan informasi kinerja yang terukur atas capaian pada tahun 2017.

2. Sebagai upaya perbaikan berkesinambungan bagi BRSDM untuk meningkatkan kinerjanya.

C. TUGAS DAN FUNGSI

Berdasarkan Peraturan Menteri Nomor 6/PERMEN-KP/2017 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kelautan dan Perikanan, BRSDM berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kelautan dan Perikanan.

BRSDM mempunyai tugas menyelenggarakan riset di bidang kelautan dan perikanan dan pengembangan sumber daya manusia kelautan dan perikanan, dengan fungsi:

1. penyusunan kebijakan teknis, rencana, program riset dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kelautan dan perikanan, serta program pengembangan sumber daya manusia kelautan dan perikanan;

2. pelaksanaan riset dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kelautan dan perikanan, serta pengembangan sumber daya manusia kelautan dan perikanan;

3. pemantauan, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan riset dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kelautan  

 

(19)

dan perikanan, serta pengembangan sumber daya manusia kelautan dan perikanan;

4. pelaksanaan administrasi BRSDM; dan

5. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Menteri.

Dalam melaksanakan fungsi tersebut, BRSDM didukung oleh unit kerja eselon II sebagai berikut:

a. Sekretariat Badan

Sekretariat Badan dipimpin oleh seorang Sekretaris yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala BRSDM dengan tugas melaksanakan pelayanan teknis dan administratif kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan badan. Sekretariat Badan menyelenggarakan fungsi:

1) penyiapan koordinasi penyusunan rencana, program, anggaran, monitoring, dan evaluasi, serta pelaporan;

2) penyiapan perumusan rancangan peraturan perundang- undangan, penataan organisasi dan tata laksana, fasilitasi pelaksanaan reformasi birokrasi serta perencanaan, pengembangan dan pengelolaan kepegawaian;

3) penyiapan pelaksanaan pengolahan dan penyajian data, informasi, kehumasan, dan kerja sama; dan

4) pengelolaan administrasi keuangan dan barang milik negara, perbendaharaan, layanan pengadaan barang/jasa pemerintah, serta pelaksanaan tata usaha dan rumahtangga.

Sekretariat Badan terdiri atas:

1) Bagian Program;

2) Bagian Sumber Daya Manusia Aparatur, Hukum dan Organisasi

   

(20)

3) Bagian Keuangan dan Umum; dan

4) Bagian Kerja Sama, Hubungan Masyarakat, dan Data.

b. Pusat Riset Kelautan

Pusat Riset Kelautan dipimpin oleh seorang Kepala Pusat yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala BRSDM, dengan tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis, rencana, program, pelaksanaan, serta pemantauan, evaluasi, dan pelaporan riset dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kelautan. Pusat Riset Kelautan menyelenggarakan fungsi:

1) penyiapan penyusunan kebijakan teknis, rencana, program riset dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kewilayahan, mitigasi, adaptasi, dan konservasi kelautan, serta sumber daya laut;

2) penyiapan pelaksanaan riset dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kewilayahan, mitigasi, adaptasi, dan konservasi kelautan, serta sumber daya laut;

3) pemantauan, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan riset kelautan; dan

4) pelaksanaan urusan tata usaha dan kerumahtanggaan pusat.

Pusat Riset Kelautan terdiri atas:

1) Bidang Riset Sumber Daya Laut dan Kewilayahan;

2) Bidang Riset Mitigasi, Adaptasi, dan Konservasi;

3) Bidang Riset Teknologi Kelautan;

4) Bagian Tata Usaha; dan

5) Kelompok Jabatan Fungsional.

   

(21)

c. Pusat Riset Perikanan

Pusat Riset Perikanan dipimpin oleh seorang Kepala Pusat yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala BRSDM, dengan tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis, rencana, program, pelaksanaan, serta pemantauan, evaluasi, dan pelaporan riset dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang Perikanan. Pusat Riset Perikanan menyelenggarakan fungsi:

1) penyiapan penyusunan kebijakan teknis, rencana, program riset dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang perikanan tangkap, perikanan budidaya, pemulihan sumber daya ikan, dan teknologi alat dan mesin perikanan;

2) penyiapan pelaksanaan riset dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang perikanan tangkap, perikanan budidaya, pemulihan sumber daya ikan, dan teknologi alat dan mesin perikanan;

3) penyiapan pemantauan, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan riset perikanan; dan

4) pelaksanaan urusan tata usaha dan kerumahtanggaan pusat.

Pusat Riset Perikanan terdiri atas:

1) Bidang Riset Perikanan Tangkap;

2) Bidang Riset Perikanan Budidaya;

3) Bidang Riset Pemulihan Sumber Daya dan Teknologi Alat Mesin Perikanan;

4) Bagian Tata Usaha; dan

5) Kelompok Jabatan Fungsional.

   

(22)

d. Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan

Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan dipimpin oleh seorang Kepala Pusat yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala BRSDM, dengan tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis, rencana, program, pelaksanaan, serta pemantauan, evaluasi, dan pelaporan di bidang pendidikan kelautan dan perikanan. Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan menyelenggarakan fungsi:

1) penyiapan penyusunan kebijakan teknis, rencana, dan program di bidang perencanaan dan evaluasi, kelembagaan dan ketenagaan, serta penyelenggaraan pendidikan kelautan dan perikanan;

2) penyiapan pelaksanaan kegiatan di bidang perencanaan dan evaluasi, kelembagaan dan ketenagaan, serta penyelenggaraan pendidikan kelautan dan perikanan;

3) pemantauan, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan kelautan dan perikanan; dan

4) penyiapan pelaksanaan urusan tata usaha, keuangan, sumber daya manusia aparatur, dan rumah tangga pusat.

Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan terdiri atas:

1) Bidang Perencanaan dan Evaluasi;

2) Bidang Penyelenggaraan Pendidikan;

3) Bidang Kelembagaan dan Ketenagaan; dan 4) Bagian Tata Usaha.

e. Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan

Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan dipimpin oleh seorang Kepala Pusat yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala BRSDM, dengan tugas  

 

(23)

melaksanakan penyusunan kebijakan teknis, rencana, program, pelaksanaan, serta pemantauan, evaluasi, dan pelaporan pelatihan dan penyuluhan di bidang kelautan dan perikanan.

Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan menyelenggarakan fungsi:

1) penyiapan penyusunan kebijakan teknis, rencana, dan program di bidang perencanaan dan evaluasi pelatihan, dan penyuluhan kelautan dan perikanan;

2) penyiapan pelaksanaan di bidang perencanaan dan evaluasi pelatihan, dan penyuluhan kelautan dan perikanan;

3) penyiapan pemantauan, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan pelatihan dan penyuluhan kelautan dan perikanan; dan

4) pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat.

Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan didukung oleh:

1) Bidang Perencanaan dan Evaluasi;

2) Bidang Pelatihan;

3) Bidang Penyuluhan;

4) Bagian Tata Usaha; dan

5) Kelompok Jabatan Fungsional.

Struktur organisasi BRSDM sesuai dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor: 6/PERMEN-KP/2017 tanggal 30 Januari 2017 tentang Organisasi dan Tata Kerja di lingkup KKP, sebagai berikut:

   

(24)

Gambar 1. Struktur Organisasi BRSDM D. KERAGAAN SDM BRSDM

BRSDM memiliki 45 satuan kerja dengan didukung oleh 3.036 pegawai berstatus PNS. Komposisi dari pegawai PNS di luar Penyuluh Perikanan Daerah yang bergabung ke Pusat, sebagai berikut:

Gambar 2. Keragaan SDM BRSDM

596

2440

Pusat UPT

   

(25)

E. SISTEMATIKA LAPORAN KINERJA

Merujuk Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja, sistematika penyajian laporan sebagai berikut:

1. Ringkasan Eksekutif, pada bagian ini berisi ringkasan dari laporan ini, antara lain berisi uraian singkat tentang tujuan, sasaran, capain kinerja dan kendala selama tahun 2017

2. Bab I Pendahuluan, pada bab ini berisi hal-hal umum tentang BRSDM seperti tugas dan fungsi, struktur organisasi, serta keragaan pegawai di BRSDM

3. Bab II Perencanaan Kinerja, pada bab ini uraian singkat tentang Rencana Strategis BRSDMKP 2014-2019, Rencana Kerja Tahunan, dan Penetapan kinerja BRSDMKP Tahun 2017 serta Pengukuran Kinerja.

4. Bab III Akuntabilitas Kinerja, bab ini dijelaskan hasil capaian kinerja dari indikator-indikator kinerja yang telah diuraikan pada bab sebelumnya disertai beberapa capaian indikator kinerja lainnya

5. Bab IV Penutup, bab ini berisi uraian singkat terkait Kesimpulan, Pemasalahan dan Rekomendasi.

   

(26)

   

(27)

                                                   

     

BAB II

PERENCANAAN KINERJA

RENCANA STRATEGIS PERJANJIAN KINERJA PENGUKURAN KINERJA

Laporan Kinerja BRSDM Tahun 2017

A B C

(28)

BAB II

PERENCANAAN KINERJA

A. RENCANA STRATEGIS

Dalam rangka mendukung pencapaian visi dan misi KKP sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 45/PERMEN-KP/2015 tentang Rencana Strategis Kementerian Kelautan dan Perikanan 2015-2019, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) berkontribusi terhadap pengawalan kebijakan pokok ke-3 yaitu Meningkatkan pemberdayaan dan kemandirian dalam menjaga keberlanjutan usaha kelautan dan perikanan melalui Pendidikan, Pelatihan dan Penyuluhan serta mengembangkan Inovasi IPTEK Bidang Kelautan Dan Perikanan.

Perkembangan dan dinamika organisasi, terjadi penggabungan 2 unit kerja Eselon I di KKP yaitu Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan (Balitbang KP) dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Pemberdayaan Masyarakat Kelautan dan Perikanan (BPSDM KP) menjadi Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) sebagaimana Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 6/PERMEN-KP/2017 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kelautan dan Perikanan yang mulai berlaku tanggal 3 Februari 2017. Sejalan dengan hal tersebut, telah ditetapkan Rencana Strategis BRSDM 2017-2019, sebagaimana Peraturan Kepala BRSDM Nomor 13/PER-BRSDM/2017 tentang Rencana Strategis BRSDM Tahun 2017-2019.

   

(29)

1. Visi

Visi BRSDM mengacu pada Visi KKP adalah “Mewujudkan pengelolaan riset dan pengembangan SDM sektor kelautan dan perikanan Indonesia yang mandiri, maju, kuat dan berbasis kepentingan nasional”. 

2. Misi

Misi BRSDM mengacu pada 3 pilar yang menjadi misi KKP yakni:

A. Mewujudkan pembangunan kelautan dan perikanan yang berdaulat, guna menopang kemandirian ekonomi dengan mengamankan sumber daya kelautan dan perikanan melalui pengelolaan riset, pendidikan, pelatihan dan penyuluhan KP.

B. Mewujudkan pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan yang berkelanjutan melalui pengelolaan riset, pendidikan, pelatihan dan penyuluhan KP.

C. Mewujudkan masyarakat kelautan dan perikanan yang sejahtera melalui pengelolaan riset, pendididikan, pelatihan dan penyuluhan KP.

Ketiga misi di atas dilakukan secara bertanggung jawab berlandaskan gotong royong, sehingga saling memperkuat, memberi manfaat dan menghasilkan nilai tambah ekonomi, sosial dan budaya bagi kepentingan bersama.

3. Tujuan

Tujuan yang diharapkan adalah penjabaran lebih lanjut dari Visi dan Misi BRSDM dalam rangka mencapai sasaran strategis pembangunan kelautan dan perikanan 2017 – 2019. adalah :

A. Menyelenggarakan riset kelautan dan perikanan secara terpadu dengan tata kelola yang baik (good governance).

   

(30)

B. Mempercepat pemanfaatan hasil riset lingkup internal KKP dan stakeholder strategis lainnya.

C. Meningkatkan taraf pendidikan masyarakat kelautan dan perikanan melalui peningkatan kompetensi SDM dan perluasan akses pendidikan.

D. Meningkatkan kompetensi SDM kelautan dan perikanan yang mampu meningkatkan produksi dan produktivitas, nilai tambah dan daya saing produk kelautan dan perikanan secara optimal.

E. Menyelenggarakan penyuluhan perikanan secara terpadu dan sinergi dengan pemerintah daerah (provinsi dan kebupaten kota) dalam pemberdayaan pelaku utama dan pelaku usaha kelautan dan perikanan.

4. Sasaran Strategis

Renstra BRSDM Tahun 2017 – 2019 menjelaskan bahwa sasaran strategis pembangunan kelautan dan perikanan melalui pelaksanaan program riset dan SDM merupakan kondisi yang diinginkan dapat dicapai oleh BRSDM sebagai suatu outcome/impact dari program yang dilaksanakan, dengan menggunakan pendekatan metoda Balanced Scorecard (BSC) yang dibagi dalam empat perspektif, yakni stakeholders prespective, customer perspective, internal process perspective, dan learning and growth perspective.

Peta Strategis program riset dan SDM kelautan dan perikanan yang dilaksanakan oleh BRSDM pada gambar dibawah ini :

   

(31)

Gambar 3. Peta Strategi BRSDM Tahun 2017 - 2019 a) Stakeholders Perspective

Menjabarkan misi “Kesejahteraan”, maka sasaran strategis pertama (SS-1) yang akan dicapai adalah "Terwujudnya kesejahteraan masyarakat kelautan dan perikanan”, dengan Indikator Kinerja :

1. Jumlah pelaku utama/pelaku usaha yang kompeten dan inovatif meningkat produksinya, dengan target tahun 2017 sebanyak 10.600 orang, tahun 2017 sebanyak 14.200 orang, dan sebanyak 20.450 orang pada tahun 2019.

   

(32)

2. Jumlah lulusan pendidikan yang terserap di dunia kerja bidang kelautan dan perikanan dengan target 1.205 orang pada tahun 2017, tahun 2018 sebanyak 1.238 orang, dan sebanyak 1.378 orang pada tahun 2019.

3. Jumlah kelompok pelaku utama/usaha yang meningkat kelasnya dari jumlah kelompok pelaku utama/usaha yang disuluh pada tahun 2017 sebanyak 1.000 kelompok, tahun 2018 sebanyak 1.000 kelompok, dan sebanyak 1.200 orang pada tahun 2019.

b) Customer Perspective

Menjabarkan misi “Kesejahteraan”, maka sasaran strategis kedua (SS-2) yang akan dicapai adalah “Terwujudnya pengelolaan SDKP yang bertanggungjawab dan berkelanjutan”, dengan Indikator Kinerja Utama :

1. Jumlah Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) yang Terpetakan Potensi Sumberdaya Kelautan dan Perikanan secara terintegrasi untuk Pengembangan Ekonomi Kelautan yang Berkelanjutan sebanyak 3 WPP dari tahun 2017, tahun 2018 sebanyak 3 WPP, dan sebanyak 2 WPP pada tahun 2019.

2. Kawasan Pengelolaan Perikanan Perairan Umum Daratan (KPP PUD) yang teridentifikasi untuk pengembangan ekonomi kelautan yang berkelanjutan sebanyak 1 KPP PUD dari tahun 2017 sampai tahun 2019.

3. Nilai PNBP BRSDM pada tahun 2017 sebesar 8,619 milyar menjadi 8,724 milyar pada tahun 2018.

   

(33)

Selanjutnya, menjabarkan misi “Kesejahteraan”, maka sasaran strategis ketiga (SS-3) yang akan dicapai adalah

“Meningkatnya hasil layanan Riset dan peningkatan kompetensi SDM yang mendukung produktivitas usaha sektor kelautan dan perikanan”, dengan Indikator Kinerja Utama :

1. Jumlah rekomendasi dan/atau inovasi riset yang diusulkan untuk dijadikan bahan kebijakan pada tahun 2017 sebanyak 20 buah, tahun 2018 sebanyak 43 buah, dan menjadi sebanyak 49 buah pada tahun 2019.

2. Jumlah teknologi KP yang diusulkan untuk direkomendasikan sebanyak 18 buah pada tahun 2017, sedangkan pada tahun 2018 dan 2019 tidak menjadi IKU BRSDM.

3. Jumlah pelaku usaha mikro dan kecil yang memanfaatkan akses pembiayaan sebanyak 1.000 orang pada tahun 2017, sedangkan pada tahun 2018 dan 2019 tidak menjadi IKU BRSDM.

4. Penumbuhan dan Pembentukan UMKM dan koperasi Sektor KP sebanyak 1.050 unit pada Tahun 2017, tahun 2018 sebanyak 7.560 unit, dan sebanyak 8.080 unit pada Tahun 2019.

5. Jumlah SDM kelautan dan perikanan yang bersertifikat kompetensi pada tahun 2017 sebanyak 7.930 orang, tahun 2018 sebanyak 8.163 orang, dan sebanyak 7.000 orang pada tahun 2019.

6. Jumlah ASN kelautan dan perikanan yang ditingkatkan kompetensinya melalui pendidikan dan pelatihan KP pada tahun 2017 sebanyak 2.033 orang,  

 

(34)

tahun 2018 sebanyak 3.090 orang, dan sebanyak 3.900 orang pada tahun 2019.

c) Internal Process Perspective

Sasaran strategis pada perspektif ini merupakan proses yang harus dilakukan oleh BRSDM yakni:

a. Sasaran strategis keempat (SS-4) yang akan dicapai adalah “Tersedianya Kebijakan Pembangunan Kelautan dan Perikanan yang Efektif”, dengan Indikator Kinerja Utama Indeks efektivitas kebijakan pemerintah, dari 7,7 pada tahun 2017, tahun 2018 sebesar 7,8 dan menjadi sebesar 8 pada tahun 2019.

b. Sasaran strategis kelima (SS-5) yang akan dicapai adalah “Terselenggaranya program riset dan SDM KP yang mendukung tata kelola pemanfaatan SDKP yang berkeadilan dan berdaya saing”, dengan Indikator Kinerja Utama :

1. Jumlah data dan informasi hasil riset KP pada tahun 2017 sebanyak 54 buah/paket, tahun 2018 sebanyak 36 buah/paket, dan menjadi 45 buah/paket pada tahun 2019.

2. Jumlah hasil riset yang inovatif untuk pembangunan Kelautan dan Perikanan pada tahun 2017 sebanyak 15 buah, tahun 2018 sebanyak 23 buah, dan sebanyak 18 buah pada tahun 2019.

3. Jumlah sentra nelayan yang terbangun dan terkelola sistem informasi sampai dengan pada terakumulasi sebanyak 75 buah sampai tahun 2017, menjadi 80 buah pda tahun 2018, dan 100 buah sampai dengan tahun 2019.

   

(35)

4. Persentase anak pelaku utama yang diterima sebagai peserta didik pada tahun 2017 sebesar 46%, tahun 2018 sebesar 48%, dan sebesar 50% pada tahun 2019.

5. Jumlah sarana dan prasarana BRSDM yang ditingkatkan kapasitasnya pada tahun 2017 sebanyak 44 satker, tahun 2018 sebanyak 49, dan sebanyak 43 satker pada tahun 2019.

6. Jumlah lembaga pendidikan dan pelatihan kelautan dan perikanan terstandarisasi sebanyak 18 lembaga pada tahun 2017 yang berasal dari 12 satker/lembaga pendidikan dan 6 satker/lembaga pelatihan, tahun 2018 sebanyak 24 yang berasal dari 18 satker/lembaga pendidikan dan 6 satker/lembaga pelatihan, dan meningkat menjadi sebanyak 26 satker/lembaga (20 satker/lembaga pendidikan dan 6 satker/lembaga pelatihan) pada tahun 2019.

7. Jumlah jejaring dan/atau kerjasama BRSDM yang terbentuk pada tahun 2017 sebanyak 73 buah, tahun 2018 sebanyak 51 buah, dan sebanyak 59 buah pada tahun 2019.

8. Proporsi fungsional dibandingkan total pegawai BRSDM pada tahun 2017 sebesar 54%, tahun 2018 sebesar 50%, dan sebesar 57% pada tahun 2019.

9. Jumlah SDM Kelautan dan Perikanan yang terdidik, terlatih, tersuluh yang memanfaatkan hasil riset terekomendasi untuk mendukung tata kelola pemanfaatan sumber daya kelautan dan perikanan yang adil berdaya saing dan berkelanjutan pada  

 

(36)

tahun 2017 sebanyak 387.888 orang, tahun 2018 sebanyak 422.803 orang, dan sebanyak 418.318 orang pada tahun 2019.

c. Sasaran strategis keenam (SS-6) yang akan dicapai adalah

“Terselenggaranya pengendalian dan monitoring pelaksanaan program Riset dan SDM Kelautan dan Perikanan”, dengan Indikator Kinerja Utama :

1. Deviasi ketepatan/kesesuaian sasaran program SDM kelautan dan perikanan melalui kegiatan Pendidikan, Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan sebesar 15% pada tahun 2017 sampai dengan tahun 2019.

2. Proporsi kegiatan riset pengembangan dibandingkan total kegiatan riset KP pada tahun 2017 sebesar 84 %, tahun 2018 sebesar 64,715 dan sebesar 90% pada tahun 2019.

d) Learning and Growth Perspective (input)

Pencapaian sasaran strategis sebagaimana tersebut di atas, membutuhkan input yang dapat mendukung terlaksananya proses untuk menghasilkan output dan outcome BRSDM. Terdapat 4 sasaran strategis yang akan dicapai yakni :

a. Sasaran strategis ketujuh (SS-7) yakni “Terwujudnya Aparatur Sipil Negara (ASN) BRSDM yang Kompeten, Profesional, dan Berkepribadian”, dengan Indikator Kinerja Utama Indeks Kompetensi dan Integritas dari sebasar 80 pada tahun 2017 dan 2018, sedangkan tahun 2018 sebesar 82.

b. Sasaran strategis kedelapan (SS-8) yakni “Tersedianya Manajemen Pengetahuan yang Handal, dan Mudah  

 

(37)

Diakses”, dengan Indikator Kinerja Utama Persentase unit kerja yang menerapkan sistem manajemen pengetahuan yang terstandarisasi dari 65% pada tahun 2017 dan 2018, sedangkan tahun 2018 sebesar 100%.

c. Sasaran strategis kesembilan (SS-9) yakni “Terwujudnya Birokrasi BRSDM yang Efektif, Efisien, dan Berorientasi pada Layanan Prima”, dengan Indikator Kinerja Utama :

1. Nilai kinerja Reformasi Birokrasi (RB) dari A (80) pada tahun 2017 dan tahun 2018, menjadi A (82) pada tahun 2019.

2. Level Maturitas SPI pada tahun 2017 level 2, tahun 2018 dan 2019 pada level 3.

3. Persentase tindak lanjut direktif pimpinan sebesar 100% pada tahun 2017 sampai dengan tahun 2019.

4. Jumlah inovasi pelayanan publik BRSDM sebanyak 1 proposal pada tahun 2017 sampai dengan tahun 2019.

5. Nilai AKIP BRSDM pada tahun 2017 dengan nilai A sampai dengan tahun 2019.

a. Sasaran strategis kesepuluh (SS-10) yakni

“Terkelolanya Anggaran Pembangunan secara Efisien dan Akuntable”, dengan Indikator Kinerja Utama :

1. Nilai Kinerja Anggaran adalah Baik (85) pada tahun 2017, tahun 2018 dengan target Baik (86), dan pada tahun 2019 dengan target Baik (87).

2. Persentase Kepatuhan terhadap SAP lingkup BRSDM sebesar 100% dari tahun 2017, yang diubah menjadi IKU Batas tertinggi presentase nilai temuan LHP BPK atas Laporan Keuangan BRSDM dibandingkan  

 

(38)

dengan realisasi anggaran tahun berjalan, sebesar 1

% sampai dengan tahun 2019.

5. Potensi dan Permasalahan a) Potensi

Keberadaan SDM dan Iptek memiliki peran strategis dalam mendukung pencapaian pembangunan kelautan dan perikanan secara keseluruhan. Peranan strategis tersebut dilaksanakan melalui kegiatan riset kelautan, riset perikanan, pendidikan, pelatihan dan penyuluhan kelautan dan perikanan.

Dalam mendukung pembangunan kelautan dan perikanan, riset berperan menjadi pendorong penerapan teknologi, dengan keberadaan 5 unit eselon II yaitu 2 (dua) Pusat Riset (Riset Kelautan dan Riset Perikanan) dan 3 (tiga) Balai Besar, 8 (delapan) Balai dan 5 (lima) Loka, dengan 18 orang Profesor Riset, 533 orang Peneliti, 7 orang Perekayasa, dan 140 Teknisi Litkayasa. Unit kerja BRSDM diakui oleh Kemenristekdikti sebagai Pusat Unggulan Iptek (PUI) yaitu suatu organisasi yang melaksanakan kegiatan riset bertaraf internasional pada bidang spesifik secara multi dan interdisiplin dengan standar hasil yang sangat tinggi serta relevan dengan pengguna Iptek. 2 unit riset yaitu Balai Besar Pengolahan Produk dan Bioteknologi KP (BBPPBKP) sebagai PUI Bahan Aktif Laut dan Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan di Maros sebagai PUI Udang serta 6 unit lainnya telah sampai pada Tahap Pembinaan.

Peran BRSDM di bidang pendidikan didukung dengan keberadaan 20 Satuan Pendidikan, yang terdiri atas 1 (satu) Sekolah Tinggi, 9 (sembilan) Politeknik KP, 9 (Sembilan) Sekolah  

 

(39)

Usaha Perikanan Menengah (SUPM) dan 1 (satu) Akademi Komunitas, dengan tenaga pendidik berjumlah 412 orang terdiri atas 203 guru dan 209 dosen, dalam menyelenggarakan kegiatan pendidikan dengan pendekatan teaching factory dengan 70% praktek dan 30% teori. Satuan pendidikan KP menerima peserta didik dari anak pelaku utama sebesar 40%

dari total penerimaan peserta didik pada tahun 2014 dan 2015, serta meningkat menjadi 44% pada tahun 2016.

Peran BRSDM di bidang pelatihan didukung dengan keberadaan 5 Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP), 1 Balai Diklat Aparatur (BDA), 413 Pusat Pelatihan Perikanan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP), dan 63 Tempat Uji Kompetensi (TUK) yang tersebar di seluruh Indonesia, dengan jumlah tenaga pelatih terdiri atas 75 widyaiswara dan 72 instruktur.

Kegiatan riset didukung dengan keberadaan sarana dan prasarana riset yang sebagian besar sudah mendapat akreditasi dari Komite Akreditasi Nasional (KAN) sebagai Laboratorium Penguji karena telah menerapkan secara konsisten SNI ISO/IEC 17025:2008 (ISO/IEC 17025:2005). Riset Perikanan memiliki: laboratorium biologi, data, limnologi, dan oseanografi, serta kapal riset (perikanan tangkap);

laboratorium basah, biologi, kimia, penyakit, bioteknologi, multi species hatchery, biosecurity hatchery, pakan, patologi dan kesehatan ikan, nutrisi dan bioteknologi, tanah, air dan biologi, feed processing, reproduksi, basah (hatchery) dan pakan alami (perikanan budidaya), uji numerik dan uji fisik.

Laboratorium tersebut sebagian telah mendapatkan akreditasi dari Komite Akreditasi Nasional (KAN) sebagai Laboratorium  

 

(40)

Penguji karena telah menerapkan secara konsisten SNI ISO/IEC 17025:2008 (ISO/IEC 17025:2005). Riset Kelautan didukung oleh adanya bengkel/workshop mekanikal, material, modeling, mekatronika serta stasiun bumi penerima data satelit National Oceanic and Atmospheric Administration-the Advanced Very High Resolution Radiometer (NOAA-AVHRR), Time History of Events and Macroscale Interactions during Substorms (THEMIS) Ocean Data, stasiun pengamat pasang surut, Automatic Weather Station (AWS) dan laboratorium alam mangrove dan fasilitas Gedung Observasi Laut Nasional, laboratorium data kelautan, laboratorium kualitas perairan, stasiun pengamatan kualitas perairan, teknologi radar pantai pengawas kelautan dan perikanan dan Authomatic Identification System (AIS) dan laboratorium pengembangan produk garam yang cukup lengkap.

Selain itu, kegiatan Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi KP dan Riset Sosial Ekonomi KP, serta beberapa sarana-prasarana lain juga dibangun untuk mendukung peranan BRSDM sebagai centre of excellence termasuk untuk kawasan regional seperti: gedung IMFRDMD (The Inland Fishery Resources Development and Management Department) yang berlokasi di Palembang, Gedung Observasi Laut Nasional yang berlokasi di Perancak, Bali. Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi KP didukung sarana Laboratorium Instrumen, Laboratorium Kimia, Laboratorium Bioteknologi, Laboratorium Mikrobiologi, Laboratorium Bioassay, Laboratorium Sensori, Laboratorium Pengolahan, Laboratorium Pilot Plant, Laboratorium Pengemasan. Laboratorium tersebut sebagian  

 

(41)

telah mendapatkan akreditasi dari Komite Akreditasi Nasional (KAN).

Kegiatan Pelatihan ditujukan bagi masyarakat KP dengan jenis pelatihan bidang penangkapan, budidaya, pengolahan, pemasaran hasil perikanan, konservasi, mesin perikanan, pelatihan inovatif dan pelatihan lainnya sesuai kebutuhan kompetensi yang akan ditingkatkan, yang dapat dilengkapi dengan sertifikat kompetensi yang dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (BNSP) dengan menggunakan standar SKKNI, KKNI dan SKK. Sedangkan pelatihan aparatur ditujukan bagi aparatur negara, meliputi pelatihan struktural (dalam jabatan dan prajabatan), pelatihan fungsional, dan pelatihan teknis kelautan dan perikanan bagi aparatur di lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta aparatur daerah dalam rangka mendukung program dan kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Untuk mempercepat proses alih teknologi dan memperkuat kapasitas kelompok pelaku utama/pelaku usaha, pada tahun 2017 terdapat 5.783 orang Penyuluh Perikanan yang terdiri atas 2.500 orang Penyuluh Perikanan bantu, 3.283 orang penyuluh PNS, tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Sebagai tindaklanjut dari amanah ditetapkannya Undang Undang nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, maka urusan penyelenggaraan penyuluhan perikanan selanjutnya menjadi urusan Pemerintah Pusat yakni Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Setelah melalui serangkaian proses identifikasi dan verifikasi personel, pendanaan, prasarana dan dokumen (P3D), maka sejak Juli  

 

(42)

2017 seluruh Penyuluh Perikanan pengangkatan daerah secara status berubah menjadi Penyuluh Pusat.

Secara keseluruhan jumlah Sumber Daya Manusia Aparatur lingkup BRSDM Tahun 2017 termasuk Penyuluh Perikanan dari daerah yang beralih status kepegawaian ke Pusat, total sebanyak 9.918 orang yang terdiri atas ASN sebanyak 6.254 orang dan tenaga kontrak sebanyak 3.664 orang. Komposisi ASN terdiri dari pejabat struktural sebanyak 212 orang (6,86%), pejabat fungsional sebanyak 1.451 orang (46,91%) dan pelaksana sebanyak 1.430 orang (46,23%).

b) Permasalahan

Masalah dan tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan program riset dan SDM untuk mendukung pembangunan KP antara lain :

1. Kerangka regulasi yang mengikat untuk pemanfaatan hasil riset oleh ditjen teknis sebagai landasan penyusunan kebijakan, sehingga peran BRSDM sebagai Inhouse Consultant lebih optimal, belum tersedia.

2. Seluruh unit kerja di BRSDM belum secara optimal menerapkan Sistem Manajemen Mutu dalam pengelolaan dan pengembangan sarana dan prasarana Riset, Pendidikan, Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan. Adanya keterbatasan anggaran berpotensi menimbulkan kendala dalam penyelenggaraan re-akreditasi sistem manajemen mutu di satker lingkup BRSDM.

3. Sarana dan prasarana Riset, Pendidikan, Pelatihan dan Penyuluhan belum ter-update mengikuti perkembangan kebutuhan riset dan SDM.

   

(43)

4. Kegiatan dan pemanfaatan hasil riset yang terintegrasi lintas eselon I dan eselon II lingkup BRSDM belum sepenuhnya terbangun.

5. Kebutuhan pelatihan KP yang dinamis dalam mendukung Program Prioritas KKP serta kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri belum seimbang dengan Program Peningkatan Kapasitas SDM KP yang dlaksanakan.

6. Pembaharuan data kebutuhan peningkatan kapasitas SDM KP dalam mengantisipasi terjadinya dinamika lingkungan strategis belum sepenuhnya dapat dilaksanakan.

7. Kualitas dan kuantitas SDM tenaga pendidik, pelatih dan penyuluh perikanan belum sepenuhnya memadai.

8. Pengetahuan, keterampilan, penguasaan teknologi dan aksesibilitas terhadap infrastruktur dan informasi masih terbatas.

9. Pengembangan sarana dan prasarana penyuluhan perikanan, yang berpotensi mengakibatkan hambatan dalam pelaksanaan penyuluhan ke lokasi-lokasi yang jauh dari Ibu Kota Provinsi/Kabupaten dengan akses transportasi yang sulit, belum memadai.

B. PERJANJIAN KINERJA (PK)

Dalam upaya untuk menjamin tercapainya sasaran dan target secara optimal dan tepat waktu, visi dan misi BRSDM harus menjadi acuan sekaligus landasan penyusunan strategi.

Berdasarkan, visi dan misi tersebut selanjutnya dirumuskan sasaran strategis BRSDM.

   

(44)

Sasaran Strategis (SS/KK) BRSDM tahun 2017 telah ditetapkan dan dikelompokan sebagaimana tertuang dalam Peta Strategi BRSDM. Sehubungan dengan terbitnya Instruksi Presiden RI nomor 4 Tahun 2017 tentang Efisiensi Barang Kementerian/Lembaga Dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2017 dan Surat dari Menteri Keuangan RI Nomor S- 584/MK.02/2017 tanggal 21 Juli 2017 tentang Perubahan Pagu Belanja K/L Dalam APBN-P 2017, terjadi perubahan Perjanjian Kinerja BRSDM.

Revisi APBN-P per tanggal 30 Agustus 2017 mengakibatkan perubahan anggaran dari DIPA awal sebesar Rp.

1.853.809.609.000,- menjadi Rp.2.056.249.901.000,-. Revisi anggaran, juga diikuti dengan review PK Level 1 BRSDM Tahun 2017.

Review terhadap Indikator Kinerja Utama (IKU) mengacu pada Kebijakan KKP yaitu IKU level 1 yang sudah ditetapkan dalam RPJM/Renja dan/atau IKU yang merupakan cascading langsung dari IKU Menteri, dan berkontribusi terhadap capaian IKU Menteri tetap dipertahankan baik nomenklatur maupun targetnya.

BRSDM memiliki 4 buah IKU yang berkontribusi langsung terhadap IKU Menteri yaitu : (1). IKU Jumlah Kelompok Pelaku Utama/Usaha yang meningkat kelasnya dari jumlah kelompok pelaku utama/usaha yang disuluh; (2). IKU Jumlah WPP yang terpetakan potensi Sumber Daya KP untuk pengembangan ekonomi kelautan yang berkelanjutan; (3). IKU Jumlah SDM KP yang dididik, dilatih, disuluh dan diberdayakan untuk mendukung tata kelola pemanfaatan SDKP yang adil, berdaya saing dan  

 

(45)

berkelanjutan; dan (4). IKU Jumlah rekomendasi dan inovasi riset yang diusulkan untuk menjadi bahan kebijakan.

Adapun indikator – indikator pada PK perubahan dapat dilihat pada tabel sebagai berikut:

Tabel 1. Penetapan Kinerja BRSDM Tahun 2017 berdasarkan Balanced Score Card (BSC) setelah adanya APBN-P

NO SASARAN

STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET 2017 STAKEHOLDER PERSPECTIVE

1 Terwujudnya kesejahteraan

masyarakat KP 1

Jumlah pelaku utama/pelaku usaha yang kompeten dan inovatif meningkat produksinya (orang)

10,600

2

jumlah lulusan pendidikan yang terserap di dunia kerja bidang kelautan dan perikanan (orang)

1,205

3

Jumlah kelompok pelaku utama/usaha yang meningkat kelasnya dari jumlah kelompok pelaku utama/usaha yang disuluh (kelompok)

1,000

COSTUMER PERSPEKTICE

2

Terwujudnya pengelolaan SDKP yang bertanggung jawab dan berkelanjutan

4

Jumlah Wilayah

Pengelolaan Perikanan (WPP) yang Terpetakan Potensi Sumberdaya Kelautan dan Perikanan secara terintegrasi untuk Pengembangan

Ekonomi Kelautan yang Berkelanjutan (WPP)

3

   

(46)

NO SASARAN

STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET 2017

5

Kawasan Pengelolaan Perikanan Perairan Daratan (KPP PD) yang teridentifikasi untuk Pengembangan

Ekonomi Kelautan yang Berkelanjutan (KPP PD)

1

6 Nilai PNBP (Miliar) 8.619.693.100

3

Meningkatnya hasil layanan Riset dan peningkatan kompetensi SDM yang

mendukung produktivitas usaha sektor KP

7

Jumlah rekomendasi dan/atau inovasi riset yang diusulkan untuk dijadikan bahan kebijakan (Buah)

20

8

Jumlah teknologi KP yang diusulkan untuk direkomendasikan (buah)

18

9

Jumlah pelaku usaha mikro dan kecil yang mendapatkan kemudahan dalam mendapatkan akses pembiayaan (orang)

1,000

10

Jumlah pelaku utama/usaha yang ditetapkan sebagai Koperasi/Usaha Mikro Kecil sektor KP

1,050

11 Jumlah SDM KP yang bersertifikat kompetensi (orang)

7,930

12

Jumlah ASN KP yang ditingkatkan

kompetensinya melalui pendidikan dan

pelatihan kelautan dan perikanan (orang)

2,033

INTERNAL PROCESS PERSPECTIVE  

 

(47)

NO SASARAN

STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET 2017 4

Tersedianya kebijakan pembangunan KP yang efektif

13

Indeks Efektivitas kebijakan pemerintah bidang riset dan SDM KP (indeks)

7.7

5

Terselenggarany a program riset dan SDM KP yang

mendukung tata kelola

pemanfaatan SDKP yang berkeadilan dan berdaya saing

14

Jumlah Informasi dan/atau rekomendasi kebijakan KP

(paket/Buah)

54

15 Jumlah hasil riset yang inovatif untuk

pembangunan KP (Buah) 15

16

Jumlah sentra nelayan yang terbangun dan terkelola sistem informasi (unit, akumulasi)

75

17 Persentase anak pelaku utama yang diterima

sebagai peserta didik (%) 46 18

Jumlah sarana dan prasarana BRSDM KP yang ditingkatkan kapasitasnya (paket)

44

19

Jumlah lembaga pendidikan dan

pelatihan kelautan dan perikanan terstandard (Satker)

18

20 Jumlah jejaring dan/atau kerjasama BRSDM KP

yang disepakati (Buah) 73

21

Proporsi fungsional tertentu Pusat Riset BRSDM KP dibandingkan total pegawai Pusat Riset BRSDM KP (%)

51

22

Jumlah SDM KP yang dididik, dilatih, disuluh untuk mendukung tata kelola pemanfaatan sumber daya kelautan dan perikanan yang adil berdaya saing dan

387,888  

 

(48)

NO SASARAN

STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET 2017 berkelanjutan (orang)

Terselenggarany a pengendalian dan monitoring pelaksanaan program Riset dan SDMP KP

23

Deviasi

ketepatan/kesesuaian sasaran program SDM kelautan dan perikanan melalui kegiatan

Pendidikan, Pelatihan dan Penyuluhan

Kelautan dan Perikanan (%)

15

24

Proporsi kegiatan riset pengembangan dibandingkan total kegiatan riset KP (%)

88 LEARNING AND GROWTH PERSPECTIVE

7

Terwujudnya ASN KKP yang kompeten, profesional dan berintegritas

25 Indeks kompetensi dan integritas (indeks) 80

8

Tersedianya manajemen pengetahuan yang handal dan mudah diakses

26

Persentase unit kerja yang menerapkan sistem manajemen

pengetahuan yang terstandar (%)

65

9

Terwujudnya birokrasi KKP yang efektif, efisien dan berorientasi pada layanan prima

27 Nilai Kinerja Reformasi Birokrasi (nilai) A (80) 28 Level Maturitas SPI KKP (level) 2 29 Presentase tindak lanjut

direktif pimpinan (%) 100 30 Jumlah inovasi

pelayanan publik BRSDM

(Proposal) 1

31 Nilai AKIP BRSDM (Nilai) A (86)

10

Terkelolanya anggaran pembangunan secara efisien dan akuntabel

32 Nilai kinerja anggaran BRSDM (%) Baik (85) 33 Persentase Kepatuhan

terhadap SAP lingkup BRSDM (%)

100  

 

(49)

C. PENGUKURAN KINERJA 1. Rumus Pengukuran

Pengukuran capaian kinerja BRSDM Tahun 2017, dilakukan dengan membandingkan antara data target dan realisasi IKU, akan diperoleh indeks capaian IKU. Penghitungan indeks capaian IKU perlu memperhitungkan jenis polarisasi IKU yang berlaku yaitu maximize, minimize, dan stabilize. Ketentuan penetapan indeks capaian IKU adalah:

1. Angka maksimum adalah 120;

2. Angka minimum adalah 0;

3. Formula penghitungan indeks capain IKU untuk setiap jenis polarisasi adalah berbeda;

4. Adapun status Indeks capaian IKU adalah sebagai berikut:

Pengukuran kinerja dilakukan dengan mengacu kepada Manual IKU pada masing-masing Indikator yang ada dalam dokumen Balanced Scores Card (BSC).

2. Metode Pengukuran Kinerja

Metode pengukuran kinerja lingkup BRSDM dilakukan secara berkala setiap 3 (tiga) bulan sekali (triwulanan), yaitu pada bulan Maret (B03), Juni (B06), September (B09) dan Desember (B12). Selaku pihak yang bertanggungjawab dalam pengukuran, telah ditugaskan kepada Tim SAKIP dan Laporan Kinerja lingkup BRSDM yang ditetapkan melalui ditetapkan Surat

Hijau Kuning Merah

Baik

( Skor >= 100 ) Hati-hati

( 80 <= Skor < 100 ) Buruk ( Skor < 80 )

   

(50)

Keputusan Kepala Badan Riset dan SDM Nomor: 1/KEP- BPSDMKP/2017 tentang tentang Pembentukan Tim Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah BRSDM. Keanggotaan Tim SAKIP dan Laporan Kinerja terdiri dari pejabat dan staf yang mewakili semua Pusat-pusat lingkup BRSDM dan Sekretariat BRSDM.

Dalam pelaksanaannya, capaian kinerja triwulanan dipantau oleh Tim SAKIP dan Laporan Kinerja yang menjadi penanggung jawab kegiatan, selanjutnya penanggung jawab kegiatan melaporkannya kepada Sekretaris BRSDM. Berdasarkan laporan unit kerja penanggung jawab kegiatan, Sekretaris Badan BRSDM c.q. Bagian Program merangkum seluruh hasil yang dicapai dan melakukan evaluasi untuk mengendalikan pencapaian pelaksanaan program/kegiatan secara keseluruhan.

   

(51)
(52)

   

(53)

                                                   

     

BAB III

AKUNTABILITAS KINERJA

PRESTASI INDIKATOR KINERJA UTAMA TAHUN 2017

EVALUASI DAN ANALISIS KINERJA AKUNTABILITAS KEUANGAN

Laporan Kinerja BRSDM Tahun 2017

A

B C

(54)

BAB III

AKUNTABILITAS KINERJA

A. PRESTASI INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) TAHUN 2017

Pengukuran capaian kinerja BRSDM tahun 2017 dilakukan dengan cara membandingkan antara target (rencana) dan realisasi indikator kinerja utama (key perfomance indicator, disingkat KPI) pada masing-masing perspektif. Pencatatan dan pengukuran kinerja dilakukan dengan bantuan perangkat lunak berbasis balanced scorecard dari Kementerian Kelautan Perikanan, yaitu pada http://kinerjaku.kkp.go.id. Dari hasil pengukuran kinerja tersebut, diperoleh data capaian kinerja BRSDM di tingkat korporat tahun 2017 sebesar 105,50%, yang berasal dari capaian kinerja masing-masing perspektif sebagai berikut.

Tabel 2.Nilai Kinerja Organisasi berdasarkan Perspektif

Perspektif Bobot NKP Status NKP

Stakeholders 25,00% 26,01%

Customer 25,00% 26,20%

Internal Process 25,00% 26,59%

Learning and Growth 25,00% 26,70%

Jumlah 105,50%

Keterangan:

NKP : NIlai Kinerja Perspektif

= Baik = Hati-hati = Buruk

   

(55)

Selama tahun 2017, dari 33 IKU BRSDM, terdapat 32 IKU berstatus hijau, 1 IKU berstatus kuning, dan tidak ada IKU berstatus merah.

B. EVALUASI DAN ANALISIS KINERJA

Pelaksanaan evaluasi dan analisis kinerja dilakukan melalui pengukuran kinerja dengan menggunakan formulir pengukuran kinerja sesuai Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.

Pengukuran kinerja digunakan sebagai dasar untuk menilai keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan kegiatan program sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan dalam rangka mewujudkan visi dan misi BRSDM. Pengukuran kinerja dimaksud merupakan hasil dari suatu penilaian yang didasarkan pada Indikator Kinerja Utama (IKU) yang telah diidentifikasi agar sasaran- sasaran strategis dan tujuan strategis sebagaimana telah ditetapkan dalam Peta Strategi BRSDM yang menjadi kontrak kinerja pada Tahun 2017 dapat tercapai.

1. Capaian Kinerja pada Perspektif Pemangku Kepentingan (Stakeholder Perspective)

Tabel 3. Capaian Kinerja pada Perspektif Pemangku Kepentingan (Stakeholder Perspective)

NO SASARAN

STRATEGIS INDIKATOR

KINERJA TARGET

2017 CAPAIAN

2017 KINERJA (%)

STAKEHOLDER PERSPEKTIVE

1

Terwujudnya kesejahteraan masyarakat KP

1

Jumlah pelaku utama/pelaku usaha yang kompeten dan inovatif

meningkat

10.600 10.762 101,53  

 

(56)

NO SASARAN

STRATEGIS INDIKATOR

KINERJA TARGET

2017 CAPAIAN

2017 KINERJA (%) produksinya

(orang)

2

jumlah lulusan pendidikan yang terserap di dunia kerja bidang kelautan dan perikanan (orang)

1.205 1.333 110,62

3

Jumlah kelompok pelaku utama/usaha yang

meningkat kelasnya dari jumlah kelompok pelaku utama/usaha yang disuluh (kelompok)

1.000 1.000 100,00

Sasaran Strategis 1

Terwujudnya kesejahteraan masyarakat KP

Dengan fokus kesejahteraan masyarakat dengan didukung oleh pembangunan kelautan dan perikanan yang berdaya saing dan berkelanjutan maka sasaran strategis tersebut menjadi salah satu tujuan utama dalam pencapaian kinerja Kementerian Kelautan dan Perikanan. Untuk mencapai sasaran tersebut, BRSDM memiliki beberapa Indikator kinerja utama sebagai berikut.

   

(57)

Indikator Kinerja 1

Jumlah pelaku utama/pelaku usaha yang kompeten dan inovatif meningkat produksinya (Orang)

Capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Jumlah pelaku utama/pelaku usaha yang kompeten dan inovatif meningkat produksinya dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 4. Capaian Kinerja pada Indikator Kinerja Utama 1 SS1. Terwujudnya kesejahteraan masyarakat KP

Indikator Target Capaian %

1 Jumlah pelaku utama/pelaku usaha yang kompeten dan inovatif

meningkat produksinya (Orang) 10,600 10.762 101,53 Dari tabel tersebut diketahui bahwa Jumlah pelaku utama/pelaku usaha yang kompeten dan inovatif meningkat produksinya telah mencapai target yang telah ditetapkan dengan target 10.600 orang dengan capaian sebesar 10.762 orang (101,53%). Capaian ini diperoleh dari 3.762 orang lulusan pelatihan KP yang meningkat produksinya, dan 7.000 orang pelaku utama/usaha yang berasal dari 37.000 kelompok yang telah mendapatkan penyuluhan, baik oleh Penyuluh Perikanan PNS maupun Penyuluh Perikanan bantu (PPB).

Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, capaian untuk indikator ini mengalami penurunan capaian sebanyak 8.623 orang (penurunan sebesar 44,48%) dikarenakan adanya penurunan target pada bidang pelatihan, penggabungan Pusat Penyuluhan KP menjadi Pusat Pelatihan dan Penyuluhan KP dimana ada realokasi target untuk bidang penyuluhan dan pecahnya IKU ini menjadi 2 IKU, “Jumlah pelaku utama/pelaku usaha yang kompeten dan inovatif meningkat produksinya” dan  

 

(58)

“Jumlah Lulusan pendidikan KP yang terserap di dunia kerja bidang kelautan dan perikanan” yang menjadikan target pada IKU ini berubah. Adapun perbandingan capaian dengan tahun sebelumnya sebagai berikut.

Gambar 4. Perbandingan Capaian IKU 1 dengan tahun sebelumnya

Berdasarkan Rencana Strategis (Renstra) BRSDM, IKU Jumlah pelaku utama/pelaku usaha yang kompeten dan inovatif meningkat produksinya ini, memiliki target tahun 2019 sebanyak 20.450 orang. Oleh karena itu, BRSDM perlu meningkat- kan/menambah capaian 9.688 orang (47,37%) lebih banyak dibanding tahun 2017. Dukungan anggaran dan inisiatif strategis yang secara langsung dapat mendongkrak.

Capaian kinerja ini merupakan kontribusi dari penyelenggaraan pelatihan KP oleh 5 Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan (BPPP). Berdasarkan hasil evaluasi pasca pelatihan yang dilaksanakan oleh Puslatluh KP dan BPPP dengan melibatkan Penyuluh Perikanan dengan menggunakan trendline analysis sebelum dan setelah mendapatkan pelatihan. Rincian kontribusi capaian kinerja dari masing-masing Satker sebagai berikut.

Tabel 5. Capaian Kinerja Permasing-masing Balai Pelatihan

10762

19385 10600

17935

0 5000 10000 15000 20000 25000

2017 2016

Target Realisasi

IKU 1

Jumlah pelaku utama/pelaku usaha yang kompeten dan inovatif meningkat produksinya (Orang) 

44   

“Jumlah Lulusan pendidikan KP yang terserap di dunia kerja bidang kelautan dan perikanan” yang menjadikan target pada IKU ini berubah. Adapun perbandingan capaian dengan tahun sebelumnya sebagai berikut.

Gambar 4. Perbandingan Capaian IKU 1 dengan tahun sebelumnya

Berdasarkan Rencana Strategis (Renstra) BRSDM, IKU Jumlah pelaku utama/pelaku usaha yang kompeten dan inovatif meningkat produksinya ini, memiliki target tahun 2019 sebanyak 20.450 orang. Oleh karena itu, BRSDM perlu meningkat- kan/menambah capaian 9.688 orang (47,37%) lebih banyak dibanding tahun 2017. Dukungan anggaran dan inisiatif strategis yang secara langsung dapat mendongkrak.

Capaian kinerja ini merupakan kontribusi dari penyelenggaraan pelatihan KP oleh 5 Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan (BPPP). Berdasarkan hasil evaluasi pasca pelatihan yang dilaksanakan oleh Puslatluh KP dan BPPP dengan melibatkan Penyuluh Perikanan dengan menggunakan trendline analysis sebelum dan setelah mendapatkan pelatihan. Rincian kontribusi capaian kinerja dari masing-masing Satker sebagai berikut.

Tabel 5. Capaian Kinerja Permasing-masing Balai Pelatihan

10762

19385 10600

17935

0 5000 10000 15000 20000 25000

2017 2016

Target Realisasi

IKU 1

Jumlah pelaku utama/pelaku usaha yang kompeten dan inovatif meningkat produksinya (Orang) 

   

(59)

No. Satker Lulusan Pelatihan

(Orang) Meningkat

Produksinya % Tingkat Capaian

1 BPPP Medan 1.080 598 55,37

2 BPPP Tegal 1.790 1160 64,80

3 BPPP Banyuwangi 1.590 1070 67,30

4 BPPP Bitung 990 430 43,43

5 BPPP Ambon 840 504 60,00

Jumlah 6.290 3.762 59,81

Untuk 7.000 orang pelaku utama/usaha yang berasal dari 37.000 kelompok yang telah mendapatkan penyuluhan, merupakan kontribusi dari 5.568 Penyuluh Perikanan yang terdiri dari 3.283 orang Penyuluh Perikanan PNS sebanyak (3.161 orang Penyuluh PNS Prov/Kab/Kota dan 122 Penyuluh PNS eks. BPSDMKP) dan 2.407 Penyuluh Perikanan Bantu/PBB (1.497 orang PPB Pendamping Program, 823 orang PPB Pengolah Data, dan 87 orang PPB Manajemen Usaha). Rincian kontribusi capaian kinerja Penyuluh Perikanan dari masing-masing Provinsi sebagaimana terdapat pada tabel berikut.

Tabel 6. Capaian Kinerja Penyuluh Perikanan Per Provinsi

No Provinsi Kelompok Anggota

1 Prov. Aceh 14 140

2 Prov. Sumatera Utara 28 280

3 Prov. Sumatera Barat 19 190

4 Prov. Riau 8 80

5 Prov. Jambi 14 140

6 Prov. Sumatera Selatan 26 260

7 Prov. Bengkulu 13 130

8 Prov. Lampung 21 210

9 Prov. Kep. Bangka Belitung 10 100

10 Prov. Kepri 0 0

11 Provinsi Banten 3 30

12 Provinsi Jawa Barat 69 690

13 Prov Jawa Tengah 72 720

14 Provinsi Diy 9 90

15 Prov. Jawa Timur 61 610

16 Provinsi Bali 36 360

17 Prov. Ntb 32 320

44   

“Jumlah Lulusan pendidikan KP yang terserap di dunia kerja bidang kelautan dan perikanan” yang menjadikan target pada IKU ini berubah. Adapun perbandingan capaian dengan tahun sebelumnya sebagai berikut.

Gambar 4. Perbandingan Capaian IKU 1 dengan tahun sebelumnya

Berdasarkan Rencana Strategis (Renstra) BRSDM, IKU Jumlah pelaku utama/pelaku usaha yang kompeten dan inovatif meningkat produksinya ini, memiliki target tahun 2019 sebanyak 20.450 orang. Oleh karena itu, BRSDM perlu meningkat- kan/menambah capaian 9.688 orang (47,37%) lebih banyak d

Gambar

Gambar 1. Struktur Organisasi BRSDM  D.  KERAGAAN SDM BRSDM
Gambar 2.   Keragaan SDM BRSDM
Gambar 3. Peta Strategi BRSDM Tahun 2017 - 2019  a) Stakeholders Perspective
Tabel 1.  Penetapan Kinerja BRSDM Tahun 2017 berdasarkan   Balanced Score Card (BSC) setelah adanya APBN-P
+7

Referensi

Dokumen terkait

Laporan Kinerja Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Tahun 2017 merupakan media perwujudan pertanggungjawaban atas pencapaian pelaksanaan visi dan misi Direktorat

Dalam rangka mendukung pencapaian program prioritas pemerintah, BPOM sesuai kewenangan, tugas dan fungsinya menyusun Rencana Strategis (Renstra) yang memuat visi, misi,

Kaitan pencapaian target IKU Nilai Peningkatan Kompetensi SDM Tahun 2015 dengan sasaran dalam Renstra Kementerian Keuangan 2015 – 2019 yaitu mendukung ketercapaian sasaran

Capaian kinerja Sasaran Strategis tercermin pada capaian Indikator Kinerja Utama (IKU). Dari Tabel 10 diatas menunjukan capaian Indikator Kinerja pada IKU

Selanjutnya penjabaran misi dalam tujuan, sasaran, dan arah kebijakan dengan mempertimbangkan isu strategis dalam pencapaian target kinerja diwujudkan dalam

Sasaran Strategis, Indikator Kinerja Utama (IKU), Penjelasan IKU, Target, Program/Kegiatan, Capaian Kinerja Impact/Outcome , dan Bukti pendukung. Disiapkan oleh Unit

Pencapaian sasaran strategis dengan indikator kinerja utama (IKU) merupakan dampak dari pelaksanaan kegiatan yang dilakukan oleh Direktorat Industri kimia hulu pada

Dari tabel di atas menunjukkan bahwa pencapaian sasaran strategis Misi I dengan 2 (dua) indikator sasaran disimpulkan BAIK meskipun pada pelaksanaannya ada 1